KUASA KEBANGKITAN Oleh: Pdt. Daniel Limpele, Ibadah Raya 3 – Minggu 09 Mei 2021

Yohanes 11:25
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati.”

Ayat ini merupakan pernyataan langsung dari Yesus sebagai suatu jawaban mengenai kebangkitan. Berbicara tentang kebangkitan, maka kebangkitan itu adalah Yesus sendiri. Dan berbicara tentang hidup maka kehidupan juga adalah Yesus sendiri. Artinya, kebangkitan dan kehidupan adalah pribadi Yesus. Kita harus menerima pernyataan dari Yesus dan hal ini harus dimulai dari iman. Oleh sebab itu kita harus percaya bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Karena Yesus adalah kebangkitan dan hidup, maka Ia tentu tahu keadaan kita.

Ada beberapa contoh yang dapat kita lihat mengenai kepercayaan kepada kuasa kebangkitan.

ORANG-ORANG YAHUDI
Ada satu pertanyaan yang disampaikan oleh orang-orang Yahudi yang berada didalam bait Allah (Yohanes 10:22-24). Dari pertanyaan itu dapat dilihat bahwa mereka sedang berada didalam kebimbangan. Mereka hidup didalam pertanyaan-pertanyaan. Sekalipun mereka berada didalam Bait Allah, namun mereka mengalami kebimbangan. Karena kebimbangan ini, maka orang-orang itu hendak melempari Yesus dengan batu. Hati-hati dengan kebimbangan, karena kebimbangan merupakan ketidakpercayaan.

MURID-MURID
Yohanes 11:4 bercerita tentang saat dimana Yesus menerima kabar mengenai Lazarus yang sedang sakit. Pada waktu itu, Yesus ingin mengubah pola pikir murid-murid, sehingga Yesus membenarkan bahwa memang ada yang sakit namun penyakit itu tidak akan membawa kematian.

Ketika ada berita-berita yang tidak menyenangkan, Yesus memberikan sebuah contoh bagaimana cara meresponnya (Yohanes 11:7-10). Yesus mengajak murid-murid untuk kembali ke Yudea, namun murid-murid merespon dengan berkata : ayat 8 “Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?”. Murid-murid sendiri tidak percaya dan bimbang dengan kuasa Yesus. Yesus berkata bahwa murid-murid tidak memiliki terang didalam diri mereka karena mereka menolak ajakan Yesus.

ORANG-ORANG YANG DIKASIHI YESUSYohanes 11:21-22
Marta memiliki pengetahuan tentang Yesus dan ia percaya bahwa apa yang Yesus minta kepada Bapa akan terjadi. Kemudian Yesus menjawab bahwa Lazarus akan bangkit. Tetapi Marta berpikir bahwa Yesus akan menolongnya, tetapi nanti. Didalam Yohanes 11:27, menunjukkan bahwa Marta sempat percaya. Namun kemudian didalam ayat 39-40, menunjukkan Marta kemudian tidak percaya lagi kepada Yesus.

YAIRUS
Didalam kisah ini, menceritakan tentang Yairus yang justru percaya tentang kebangkitan. Tetapi dalam Ayat 40 menceritakan bahwa orang-orang yang datang untuk melawat Yairus tidak percaya mengenai kebangkitan. Sehingga mereka diusir Yesus, dan mereka tidak dapat melihat kuasa kebangkitan itu.

WANITA PENDARAHAN
Markus 5:25 menceritakan tentang seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Tetapi perempuan ini mengambil kesempatan “diluar penjadwalan” Yesus. Sekalipun sudah dua belas tahun ia mengalami penyakit itu, namun ia masih mau mengalami kesembuhan. Artinya, ada sesuatu yang kuat didalam dirinya sehingga mendorongnya untuk menerima kesembuhan. Sikapnya hanya menjamah ujung jubah Yesus, tetapi menunjukkan isi hati wanita ini. Markus 5:34, berkata bahwa ia karena iman maka perempuan ini bukan hanya mengalami kesembuhan, tetapi juga keselamatan.  Apabila kita membandingkan dengan keadaan murid-murid didalam ayat 31, maka kita menemukan bahwa ternyata murid-murid pun tidak bisa membandingkan siapa yang datang dengan iman, dan siapa yang datang hanya berbondong-bondong.

KESIMPULAN
Kuasa kebangkitan Yesus memberikan bukti bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Ia yang telah mati dan bangkit dari kematian berkuasa membangkitan dan memberikan kehidupan kepada orang-orang yang sudah mati.  Oleh sebab itu, janganlah kita menjadi orang-orang yang hanya berbondong-bondong mengikut Yesus tetapi tidak mengalami kuasa kebangkitan karena tidak percaya kepadaNya. Kekristenan berbicara mengenai kepercayaan kepada kuasa kebangkitan. Ketika kita percaya kepada kuasa kebangkitan, maka kita bukan hanya akan melihat kebangkitan tetapi kita juga akan mengalaminya. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *