RUANG TUNGGU PART 1 Oleh: Pdt. Joseph Priyono,Ibadah Raya 2 – Minggu 09 Mei 2021

RUANG TUNGGU – 1

Mazmur 70:1-6

 

 

Pendahuluan

Tema firman Allah hari ini adalah “RUANG TUNGGU” bagian 1.

Ruang tunggu adalah sebuah tempat atau ruangan untuk menunggu. Ruang tunggu biasa kita jumpai di berbagai tempat misalnya stasiun kereta, bandara, tempat praktek dokter, rumah sakit, bank dan berbagai instansi pemerintah. Di ruang tunggu biasanya disediakan berbagai fasilitas seperti tv, ruangan ber-ac, minuman, hingga makanan ringan. Semunya ini dilakukan agar para penunggu merasa nyaman selama waktu menunggu. Namun kenyataannya, senyaman apapun ruang tunggu disediakan, tidak ada seorangpun yang ingin berlama-lama berada di ruang tunggu. Semua orang ingin sesegera mungkin keluar dari ruang tunggu.

 

Dalam Mazmur 70 ini, kita melihat bahwa Daud sedang berada di ruang tunggu. Ia sedang menunggu Tuhan untuk menolongnya. Dari ayat-ayat yang telah kita baca Daud sedang menaikan  doa permohonan karena masalah hidup yang dialaminya. Dalam ayat 3, Daud sangat gelisah dan takut sebab para musuhnya ingin mencelakai dan mencabut nyawanya. Itulah sebabnya dalam ayat 2, Daud meminta kepada Allah agar segera menolong dan menyelamatkan dirinya.

 

Kata “segera” di sini menandakan bahwa Daud sedang berada dalam situasi gawat dan mendesak. Daud mendesak Allah agar segera menolong dan melepasakannya dari para musuhnya. Daud tidak ingin menunggu lebih lama lagi, ia berharap Allah segera mengulurkan tanganNya dan memukul para musuhnya. Bahkan dalam ayat 6, Daud menyadari dirinya sebagai orang yang sengsara dan miskin yang butuh pertolongan Tuhan. Oleh sebab itu ia menutup doanya dengan sebuah permohonan agar Tuhan jangan terlambat datang untuk menolongnya. Sekali lagi Daud ingin segera keluar dari ruang tunggu.

 

Hidup adalah menunggu

Sadarkah kita bahwa setiap orang sedang berada di ruang tunggu?

  • Dari lahir kita menunggu menjadi besar/dewasa. Setelah dewasa kita menunggu berumah tangga, berumah tangga menunggu tua, tua menunggu kematian. Orang yang mati menunggu kebangkitan
  • Anak sekolah menungu kenaikan kelas/kelulusan.
  • Bagi yang melamar kerja menunggu diterima kerja.
  • Yang diterima kerja menunggu hasil kerja/gaji, kenaikan pangkat/jabatan, dst.
  • Pemuda/i menunggu kapan pasangan datang lalu menikah.
  • Bahkan untuk hal-hal yang kita bayar sekalipun, kita harus tetap menunggu. Misalanya: Saat makan di restoran, kita menunggu makanan disiapkan lalu dihidangkan. Demikian juga saat kita belanja online, kita harus menunggu hingga pesanan datang.

 

Inilah kehidupan, bahwa kenyataannya dalam hidup ini tidak ada yang instant, sekali jadi atau tiba-tiba tersedia. Kita harus bersedia menantikan sampai datang apa yang kita harapkan.

 

Dalam alkitab ada banyak contoh orang-orang yang berada di ruang tunggu:

  • Nuh harus berada di ruang tunggu selama 120 th, sampai hujan turun ke bumi
  • Abraham menunggu di ruang tunggu selama 25 th sampai anak yang dijanjikan Tuhan yaitu Ishaklahir
  • Yusuf, 13 th berada di ruang tunggu, sampai mimpinya digenapi dimana ia perdana menteri di Mesir
  • Musa harus menanti 40 th di ruang tunggu di Median sebelum memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.
  • Untuk mendapatkan Rahel, Yakub harus berada di ruang tunggu selama 14 th. 7 hr.
  • Tuhan Yesus harus menunggu 30 th sebelum melayani manusia dan mati di kayu salib.
  • Murid-murid harus menunggu 10 hari untuk dipenuhi dengan Roh Kudus, dll.

 

Mengapa Tuhan membawa kita masuk ke ruang tungguNYA?

 

RUANG TUNGGU MELATIH KESABARAN

 

Ruang tunggu adalah arena untuk membentuk dan menumbuhkan kesabaran. Di ruang tunggu kesabaran kita diuji, apakah kita menjadi anak Tuhan yang memiliki kesabaran atau tidak. Sadarilah bahwa kesabaran merupakan hal yang penting dalam kekristenan, sebab kesabaran merupakan salah satu karakter pengikut Yesus yang sejati.

Mengapa kita harus menumbuhkan kesabaran dalam hidup ini?

 

  1. Tuhan bertindak sesuai waktu dan caraNya sendiri.

Yesaya 55:8,9

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

 

Tuhan memiliki banyak cara untuk menolong anak-anakNya dengan waktu yang berbeda-beda sesuai dengan maksud dan tujuanNya. Racangan kita berbeda dengan rancangan Tuhan dan jalan kita berbeda dengan jalanNya, itulah sebabnya kita harus bersabar untuk menanti rancangan dan kehendakNya terjadi dalam hidup kita.

 

Sadarilah apa yang kita anggap benar, belum tentuk benar dalam pemandangan Tuhan dan apa yang anggap sekaranglah waktunya, bagi Tuhan bisa jadi nanti atau tunggu.

 

Kej. 18:14  Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

 

Kej. 21:2  Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya

 

Sesungguhnya Tuhan tidak bergantung kepada situasi atau kondisi yang terjadi, Allah bekerja sesuai waktu yang telah ditetapkanNya. Meski Abraham dan Sara telah lanjut umurnya,  namun karena waktu yang ditetapkanNya telah tiba, maka Allah menyatakan kuasaNya. Abraham dan Sara mendapatkan seorang anak perjanjian yaitu Ishak. Inilah yang perlu kita yakini bahwa Tuhan bertindak berdasarkan waktu yang telah ditetapkanNya. Bahkan ketika manusia berkata tidak mungkin, mustahil tetapi jika waktu Tuhan telah datang maka Tuhan sanggup melakukan keajaiban.

 

Percayalah, jika waktuNya telah tiba maka tidak ada satu kuasa apapun yang dapat menghalangiNya. Jika waktu Tuhan telah datang, segala keajaiban pasti Dia kerjakan. Sebab itu bersabarlah, persiapkan diri sebab waktu Tuhan pasti terjadi. Meski tidak selalu yang tercepat, pertolongan Tuhan pasti datang pada waktu yang tepat. Jika jawaban Tuhan datang dengan cepat, bersyukurlah, tetapi jika seolah datang terlambat, bersabarlah.

 

Ibrani 6:15 

Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

 

  1. Tidak ada keberhasilan secara instan dan tidak ada sukses tanpa proses

Yakobus 5:7,8 

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

 

Hidup adalah sebah proses. Seorang petani yang ingin menikmati hasil panen, ia harus siap menjalani proses tanam. Pertama-tama, petani harus menyiapkan lahan untuk menanam, setelah itu baru menaburkan benih, menunggu benih tumbuh, kemudian merawat benih yang telah tumbuh, memupuk, mengairi, menjaga dari hama hingga berbuah dan panen.

 

Hidup adalah proses, tidak instan.

Bagi anak sekolah untuk lulus SD butuh waktu 6 th, SMP 3 th, SMA 3 th, Sarjana 4 th.

Mereka yang bekerja atau berusaha harus menunggu lama untuk berhasil. Keberhasilan Saudara hari ini juga tidak sekali jadi butuh proses panjang. Coba lihat 20th atau 30 th yang lalu bagaimana usaha Saudara? Oleh sebab itu hargailah setiap proses yang sedang kita jalani sebab keberhasilan bukan terletak pada hasilnya, tetapi pada prosesnya. Kualitas kehidupan ditentukan oleh proses hidup yang kita jalani.

 

Orang-orang yang ditempa oleh kesukaran dan penderitaan akan bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berdaya tahan. Itulah sebabnya dalam berbagai kesukaraan dan kehilangan Ayub tetap sabar menjalaninya sebab ia percaya semua proses akan membuatnya seperti emas mulia.

Ayub 23:10 

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

 

Rasul Paulus memberi nasehat kepada jemaat di Roma agar tetap sabar dalam kesesakan.

Roma 12:12 

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

 

Apapun yang sedang terjadi, belajarlah untuk bersabar sebab kesabaran adalah senjata untuk memenangkan pertempuran.

Amsal 16:32

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota!

 

Pada zaman dahulu kota/kerajaan dikelilingi dengan benteng yang kokoh. Benteng itu dimaksudkan sebagai tameng untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Untuk dapat merebut kota, maka diperlukan prajurit yang hebat, strategi dan senjata yang canggih serta kesabaran. Pasukan harus bersabar menanti penghuni kota lengah sehingga dapat menyerbu dan menyerang kota tersebut. Tanpa kesabaran maka pasukan yang hebat dan senjata yang canggih sekalipun, tidak ada gunanya. Ini artinya  bahwa keunggulan manusia bukan terletak pada kekuatan fisiknya melainkan pada penguasaan dirinya. Kehebatan seorang pahlawan bukan terletak pada kemahiran menggunakan senjata atau keberanian dalam menyerang musuh, melainkan pada kesabaran menantikan waktu yang tepat untuk memberikan perlawanan dan memenangkan pertempuran.

Untuk itu bersabarlah sejenak jika Tuhan membawa kita masuk ke ruang tunggu, percayalah jika waktuNya telah tiba, Tuhan akan memberikan yang kita mau dan mencukupkan yang kita perlu. Tuhan memberkati. – KJP!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *