ROH KUDUS MENJADI KEBUTUHAN ORANG PERCAYA – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 16 Mei 2021)

Mintalah maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu….Bapa manakah di antara kamu jika anaknya minta ikan dari padanya akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Jadi kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada- Nya.” (Luk. 11:9-13)

 TENTANG PENULIS – LUKAS
Kolose 4: 14 “Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.”
2 Tim 4:11a Hanya Lukas yang tinggal dengan aku…”

Lukas sebagai seorang tabib atau dokter sangat paham apa yang dibutuhkan oleh tubuh: tubuh perlu pangan atau makanan yang bernutrisi , sandang – pakaian yang kita pakai dan papan untuk kita tinggal dengan aman dan nyaman.

Tentu tidak salah jika kita berdoa meminta, memohon akan segala keperluan dan kebutuhan kita tetapi ada hal yang lebih mendesak yang seharusnya kita minta, kita cari kita ketuk yang jauh lebih penting dari perkara-perkara duniawi yaitu Roh kudus.

Baptisan, dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus
Baptisan Roh Kudus adalah pengalaman yang terjadi satu kali dalam hidup orang percaya, seperti baptisan air. Kita cukup dibaptis sekali untuk seumur hidup (kecuali baptisannya tidak sesuai Alkitab, baptisan itu harus diulang lagi). Demikian halnya dengan baptisan Roh Kudus. Kita hanya menerima sekali baptisan Roh Kudus, tetapi kepenuhan Roh Kudus harus terjadi setiap saat. Kita harus selalu dipenuhi dengan Roh Kudus.

Banyak orang Kristen sudah dipenuhi Roh Kudus tetapi tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Akibatnya, hidup mereka tidak menjadi berkat tetapi menjadi batu sandungan bagi orang lain. Di gereja mereka berdoa dengan bahasa Roh (ber-glosolali), tetapi di rumah mereka hidup dalam hawa nafsu dan kedagingan. Dipenuhi Roh Kudus harus disertai penyerahan total kepada pimpinan dan  kehendak Roh Kudus.

Dari sini kita menarik kesimpulan bahwa, kita semua orang percaya butuh Roh Kudus. Kebutuhan dipenuhi Roh Kudus digambarkan seperti air dalam kehidupan rumah tangga kita, untuk mandi, mencuci, masak bahkan minum. Ketika air di rumah berkurang atau habis maka kita akan berusaha mendapatkan air. Demikian halnya dengan diri kita. Jadilah orang percaya yang selalu memerlukan Roh kudus.

Contoh:

  • Kisah Rasul 2:1-4120 Murid dipenuhi oleh Roh Kudus

Ayat 1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Ayat 2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
Ayat 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Ayat 4.Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus ,lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain , seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Ketika hari Pentakosta tiba, para rasul dan murid dipenuhi dengan Roh Kudus. Inilah saat pertama kali mereka dipenuhi Roh Kudus. Tetapi setelah mereka melayani dan bersaksi dengan berani maka mereka menghadapi tantangan dimana Petrus dan Yohanes ditangkap, diperhadapkan dengan mahkama agama .

  • Kisah Rasul 4:23-24,31Murid-murid kembali dipenuhi

Ayat 23. Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.
Ayat 24. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
Ayat 31. Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani  .

Ketika mereka dilepaskan, mereka berkumpul dengan saudara-saudara yang lain dalam satu tempat dan murid-murid kembali dipenuhi dengan Roh Kudus. Jadi di hari Pentakosta mereka dibaptis oleh Roh Kudus, kemudian mereka selalu dipenuhi Roh Kudus. Artinya dipenuhi Roh kudus adalah suatu kebutuhan setiap hari dalam hidup kita seperti kita membutuhkan air.

Nasihat rasul Paulus kepada jemaat Efesus.
Efesus 5:18“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”

Siapakah jemaat Efesus? Dalam Kisah Rasul 19:1-6.
Ayat 1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
Ayat 2 Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus , ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar  , bahwa ada Roh Kudus.”
Ayat 3. Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.”
Ayat 4. Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah
bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus. 
Ayat 5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
Ayat 6. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka , dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh  dan bernubuat.

 Jemaat Efesus

  • Belum mengenal Roh kudus
  • Dibaptis kembali didalam nama Yesus Kristus
  • Dibaptis dan dipenuhi Roh kudus

Jemaat Efesus sudah dipenuhi dengan Roh Kudus, tetapi Paulus ingin agar jemaat Efesus untuk tetap penuh dengan Roh Kudus. Jemaat Efesus dianjurkan oleh rasul Paulus agar jangan mabuk oleh anggur tetapi penuh dengan Roh.

Mungkin saja kita tidak mabuk oleh anggur tetapi kita mabuk kekayaan, keinginan harta dunia ini, keinginan hawa nafsu akan kedudukan, dan keinginan nafsu daging, dll sehingga ini yang terus kita cari, kejar bahkan rela berusaha mendapatkan perkara-perkara ini.

Jadi gereja harus terus dipenuhi oleh Roh Kudus. Ketika kita dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus maka kemuliaan Roh kudus terpancar dalam kehidupan orang percaya sehingga orang melihat kemuliaan Allah dalam diri kita sehingga mereka memuliakan nama Allah.

 Bagaimana caranya agar kita terus penuh dengan Roh Kudus?

Untuk penuh dengan Roh Kudus, maka kita harus:
1.Dekat dengan sumbernya
Dalam perikop ini dijelaskan tentang bagaimana kita datang kepada Tuhan yaitu dengan memanggil Dia: Bapa.

Ayat 2. Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.

Panggilan kita kepada Dia dengan kata Bapa berbicara tentang hubungan, hubungan yang begitu dekat seperti seorang anak dengan Bapanya.

Saudara kapan terakhir saudara panggil Dia Bapa?
Kapan terakhir saudara datang mendekat dan berkata Bapa?
Hubungan kita dengan Tuhan itu dekat tetapi terkadang hubungan itu mulai terasa begitu jauh karena fokus kita sudah berubah, kita terfokus pada segala berkat jasmani, kenyamanan yang kita terima, karena kesibukan sehingga kita sudah tidak peduli akan kedekatan kita dengan Bapa kita. Bahkan lebih jauh lagi ketika kita melakukan hal yang menyakiti hati Bapa, kita berbuat dosa dan jauh dari Bapa.

Dalam pasal 11 ini kita melihat:

  • Dia Bapa yangmempunyai segalanya-kekudusan dan kerjaan-Nya
  • Dia Bapa yang mencukupkan segala yang kita perlu dan butuhkan
  • Dia Bapa yang mau mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita
  • Bapa kita di ulebih baik dari pada bapa kita di bumi.
  • Dia Bapa tahu untuk memberi yang terbaik buat anak-anak-Nya.

Lukas 11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
Lukas 11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
Lukas 11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Hubungan bapa dengan kita juga digambarkan seperti pribadi yang selalu mengandalkan dan menaruh harapannya pada Tuhan

Ayat 7. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ayat 8. Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 

Jika saudara rindu dipenuhi Roh Kudus makaharus membangun hubungan yang baik dengan Tuhan, seperti seorang anak dekat dengan Bapanya, seperti sebuah pohon yang ditanam di tepi aliran air.

Manusia tidak hanya memiliki kebutuhan fisik, ia juga perlu kebutuhan jiwa dan rohani, hal ini hanya dipenuhi jika kita melekat dengan Sumber. Yesus adalah sumber segala sesuatu tetapi jika kita tidak melekat kepada-Nya, maka  kita akan mengalami kekeringan.

Pohon yang ditepi aliran air sungai adalah gambaran orang percaya yang dekat dengan Tuhan, sedangkan sungai adalah gambaran Tuhan Yesus (pembaptis Roh Kudus). Itu sebabnya orang-orang yang selalu dipenuhi Roh Kudus akan selalu memiliki kekuatan untuk bertahan dalam berbagai tekanan karena ia selalu menyerap kekuatan dari Tuhan Yesus.

Pertanyaannya: Sedekat apa saudara dengan “sungai”? Jangan hanya dekat secara fisik, sedangkan jiwa dan roh kita jauh dari Tuhan. Saudara datang ke gereja tetapi roh dan jiwa kita jauh dari Tuhan. Dunia akan semakin gersang, karena itu dekatlah diri anda dengan Tuhan.

2.Terus hidup dalam DOA
Untuk meminta apa yang kita butuhkan kepada-Nya maka 3x Yesus mengundang kita untuk berdoa, Ia memerintahkan agar kita berdoa.

Perhatikan. Ayat 7-8:Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”

Pengulangan tersebut jelas dimaksudkan untuk menyatakan, “Tuhan serius dengan hal ini.” Tuhan ingin kita melakukan hal ini. Dibutuhkan ketekunan, kesungguhan, keseriusan kita saat kita meminta apa yang kita butuhkan.

Mintalah kepada Bapamu apa yang kamu butuhkan. Carilah Bapamu agar mendapat pertolongan yang kamu butuhkan. Ketoklah pintu rumah Bapamu, maka Ia akan membukakan pintu dan memberi kepadamu apa yang kamu butuhkan. Mintalah, carilah, ketoklah.

Janji Bapa
Kisah para rasul 1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa  yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku.

Kisah para Rasul 1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air,  tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Inilah Janji Bapa yang diperlukan dan dibutuhkan oleh gereja akhir zaman, lebih dari kebutuhan jasmani karena Roh kudus itu adalah Pribadi Allah yang :

  • Menolong kita untuk kita bertumbuh dewasa, kuat dalam segala keadaan.
  • Menghibur kita dalam segala duka dan air mata kita.
  • Menginsfakan dunia akan dosa.
  • Memimpin kita kepada kebenaran.
  • Memberi kuasa untu bersaksi.
  • Memberi karunia dan buah.
  • Memberi jaminan.
  • Memberi kehidupan.
  • Memampukan kita mematikan keinginan daging.

Itu sebabnya berdoa berdoa dan berdoa, mintalah, carilah dan ketuklah
Ada 7 janji yang di katakan dalam ayat 7-8

  1. Mintalah Akan diberikan kepadamu;
  2. Carilah, Kamu akan mendapat;
  3. Ketoklah, Pintu akan dibukakan bagimu.
  4. Karena setiap orang yang meminta, menerima
  5. Setiap orang yang mencari, mendapat
  6. setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Kemudian pada akhir ayat 11b
  7. “Apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Milikilah kerinduan untuk datang kepada BAPA. Berdoalah kepada-Nya. Tidaklah sia-sia jika saudara berdoa. Allah tidak sedang mempermainkan kita. Ia menjawab. Ia mengaruniakan hal-hal yang baik ketika kita berdoa. Milikilah kerinduan. Berdoalah dengan sungguh-sungguh, berdoalah dengan tekun. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *