TUJUAN ALLAH MEMBERIKAN URAPAN ROH KUDUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 16 Mei 2021)

KISAH PARA RASUL 10:37-38

Pendahuluan
 Ada beberapa pandangan yang keliru tentang orang yang diurapi oleh Roh Kudus.

  1. Mampu mengadakan mujizat.
  2. Bernubuat.
  3. Kalau jamah orang, akan jatuh rebah.
  4. Berkuasa atas kekuatan kegelapan.

Bagaimana dengan orang yang tidak memiliki kriteria itu? Orang itu tidak ada urapan Roh Kudusnya, cuma hanya pinter khotbah saja. Pandangan ini muncul dari sekelompok orang yang menganut paham NEO PANTEKOSTA (Karismatik ). Benarkah demikian? Apa kata Alkitab? Kita lihat contoh terbaik dari pribadi Yesus yang pasti benar yang tercatat dalam : Kisah 10:37-38 – “ Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan keliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”

Ada dua hal yang ditulis dalam ayat pokok tadi bahwa orang yang diurapi Tuhan akan :

  1. Berjalan melakukan perbuatan baik.
  2. Menyembuhkan orang sakit yang dikuasai Iblis.

Adalah benar bahwa orang yang diurapi akan diberi kuasa untuk menyembuhkan orang sakit yang dikuasai Iblis. Tetapi ini diurutan kedua, ada yang lebih esensial dari hal itu, yaitu yang pertama:  Orang yang diurapi Tuhan akan selalu berbuat baik.

Efesus 2:10 – “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Jangan keliru, perbuatan baik yang dilakukan disini, bukan supaya mendapatkan pahala, tetapi kita berbuat baik karena Roh Allah ada pada kita (Pengurapan). Dikatakan bahwa, karena kita ini buatan Allah, diciptakan kembali – lahir baru dalam Kristus Yesus oleh penebusan darah-Nya, untuk melakukan perbuatan baik. Seluruh potensi dan perbendaharaan pekerjaan baik dari Allah, akan diajarkan penuh kepada kita, seperti yang dikatakan dalam : Yohanes. 14:26a. – “ Tetapi Penghibur yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu…” . Urapan Roh Kudus yang ada dalam diri Yesus pun, mendorong-Nya untuk melakukan perbuatan baik.

Lukas 4:18-19 – “Roh Allah ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan rahmat Tuhan telah datang.

Hal urapan dari Tuhan untuk kita melakukan pekerjaan baik dari Roh Kudus, ini semua sudah dipersiapkan Allah sebelumnya, dan Ia mau kita orang yang diurapi-Nya hidup di dalamnya.  Jadi tujuan esensialnya bukan untuk kita dapat melakukan hal-hal yang supra natural, hal itu akan Tuhan sertakan dalam misi kita orang yang diurapi melakukan pekerjaan baik bagi Tuhan. Ini akan menjadi ciri khas yang tidak dapat dipungkiri dari orang yang diurapi Tuhan, sebab ada banyak orang mengaku mengenal Tuhan, tetapi buah-buah pengenalannya akan Tuhan tidak terbukti dalam hidupnya, sebaliknya mereka justru menyangkali Tuhan lewat pebuatannya.

Titus. 1:16 – “Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.”

Jika orang belum bertobat dan lahir baru, wajarlah mereka berbuat jahat, tetapi tidaklah wajar orang yang mengaku mengenal Allah masih saja berbuat jahat  Jika orang yang tidak mengenal Allah, wajar terbiasa berbuat jahat, maka kita orang yang percaya harusnya terbiasa juga berbuat baik.

2 Korintus 5:17 – “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Seseorang yang sudah mengaku percaya dan menerima Yesus dalam hidupnya sudah harus mengalami perubahan, hidup lamanya yang jahat sudah berlalu dan kehidupan yang baru dalam Kristus sudah datang dalam dirinya, bukan akan datang tetapi sudah datang dalam hidupnya. Bukti dari perubahan hidup orang percaya atau orang beriman adalah perbuatan baik atau kebajikannya.

2 Petrus 1:5 – “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan pada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,

Kebajikan atau perbuatan baik merupakan bukti bahwa seseorang beriman yang mengasihi Tuhan dan sudah diselamatkan, baru kemudian meningkat kepada pengetahuan dan seterusnya. Bukti pertama dari orang yang sudah diselamatkan adalah kebajikan yaitu perbuatan baik karena urapan Roh Kudus.  Bagaimana dengan kuasa supra natural ?  Itu merupakan tambahan dari karunia Roh Kudus, yang akan dikaruniakan kepada orang percaya sesuai yang dikehendaki-Nya, yang utama adalah perubahan hidup orang percaya dari jahat kepada perbuatan yang baik.

Jangan kita terjebak atau berkajang pada hal-hal supra natural seperti bernubuat, mengadakan mujizat dan mengusir setan sebagai pegangan bahwa orang yang diurapi Tuhan harus memiliki kemampuan seperti itu. Memang benar hal itu merupakan pekerjaan Roh Kudus yang akan dipercayakan kepada orang yang melayani Tuhan sesuai kehendak-Nya, tetapi jangan menjadi pegangan bahwa hal supra natural itu sebagai hal yang utama.

Perhatikan dalam Matius 7:22-23 – “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga ? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.”  Jangan pikir bahwa orang yang sudah diurapi dan melakukan tanda mujizat, mengusir setan dan bernubuat lalu otomatis diterima Tuhan. Sebaliknya jika kita baca dalam  Lukas 19:17a – “Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik, ..” Tidak disebutkan baik sekali perbuatanmu hai yang telah bernubuat, mengusir setan dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Ku. Tetapi baik sekali perbuatanmu, mengapa ? karena hal mujizat, bernubuat dapat ditiru dan dipalsukan oleh Iblis,  Mat. 24:24.

TANTANGAN ORANG PERCAYA DALAM BERBUAT BAIK
Sekarang yang menjadi masalah adalah setelah kita diubahkan Tuhan dari gelap kepada terang, dari jahat kepada perbuatan baik, ada tantangan yang harus kita lalui, apakah tantangan itu ?

Galatia. 6:9 – “ Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” …  

Tantangannya adalah jemu, sekadang kita sudah berbuat baik masih tetap dijahati, kita sudah berubah masih dinyinyirin, disalahpahami dan banyak lagi yang lain yang menekan pekerjaan baik kita di dalam Tuhan, sampai pada titik nadir kita jadi jemu untuk berbuat baik lagi. Kita harus hati-hati disini, sebab jika kita kalah dengan tantangan dunia lalu berhenti berbuat baik, kita bisa menjadi ekstrim untuk tidak mau berbuat baik lagi. Memang selama kita masih diam dalam tubuh fana ini, pengaruh daging sangat kuat, bisa lelah, kecewa dan jemu untuk berbuat baik. Itulah sebabnya kita butuh urapan Roh Kudus yang penuh untuk memberi kemampuan kita melakukan pekerjaan baik yang Tuhan sudah persiapkan untuk kita hidup di dalamnya.  Roh Kudus akan memberi kemampuan untuk kita dapat melanjutkan kehendak Tuhan dalam hidup kita yaitu melakukan pekerjaan baik.

Mazmur 20:6 – “ Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

Kemenangan yang gilang gemilang ini, bukanlah kemenangan biasa tetapi lebih dari sekedar pemenang.  Kemenangan yang gilang-gemilang ini memiliki dua makna. :

  1. Punya mental seorang pemenang.
  2. Terlatih untuk menjadi pemenang.

Roh Kudus diutus untuk memenuhi dan mengurapi kita bukan untuk jadi pecundang tetapi pemenang.

Kisah. 1:8 – “ Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Kata “Saksi “ = Martir. Umumnya orang mengartikan Syahid memang tidak salah, tetapi dalam hal ini martir pada realita hidupnya, yaitu orang yang sangat berpegang pada prinsip hidup dalam kebenaran. Demi kebenaran ia rela mati. Ketika disakiti ia rela mati untuk egonya dengan mengampuni, karena itulah kebenaran dari Tuhan. Itulah seorang martir, ia rela kehilangan hak untuk membalas tetapi mematikan kehendak dagingnya dan memilih tunduk kepada firman Tuhan, dia seorang martir, tidak harus menunggu mati syahid dulu.

Kesimpulan
Tujuan Roh Kudus memberikan urapan-Nya kepada kita adalah supaya kita mampu melakukan perbuatan baik dengan menjadi saksi bagi kasih dan kebaikan Tuhan yang besar bagi manusia, yang selanjutnya Roh Kudus sendiri yang akan melengkapi dengan karunia-karunia-Nya untuk kita mengerjakannya, sesuai dengan kehendak-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *