HARI RAYA PENTAKOSTA- oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya Pentakosta1,2 – Minggu, 23 Mei 2021)

PENDAHULUAN
Dalam kejadian 3:15 telah dinubuatkan bahwa iblis akan dikalahkan oleh keturunan Hawa yang tidak lain adalah Yesus. Yesus mengalahkan iblis saat Yesus datang kedua kali (Harmagedon) dan juga pada perang Gog Magog, yang akan terjadi setelah Kerajaan 1000 Tahun berakhir.

Dalam Alkitab, perintah mengenai ibadah ditulis dalam Ulangan 16:16, yang berkata, “Tiga kali setahun setiap orang laki – laki di antaramu harus menghadap hadirat Tuhan, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya (1) Roti Tidak Beragi, pada hari raya (2) tujuh minggu dan pada hari raya (3) Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat Tuhan dengan tangan hampa.

TIGA HARI RAYA
Ayat ini menyebutkan ada tiga hari raya atau ibadah simbolik, antara lain:

  1. Hari raya Roti Tidak Beragi -> PASKAH
  2. Hari raya Tujuh Minggu -> PENTAKOSTA
  3. Hari raya PONDOK DAUN.

Ketiga hari raya ini wajib dirayakan bangsa Israel di zaman Perjanjian Lama.

Bagi kita orang-orang percaya yang hidup di masa Perjanjian Baru atau di akhir zaman, hari-hari raya ini merupakan:

  1. Hari Raya Paskah
  2. Hari Raya Pentakosta
  3. Hari Raya Pondok Daun

Harus menjadi pengalaman atau digenapi dalam hidup setiap orang yang mengaku beriman atau percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dua dari tiga hari raya tersebut sudah digenapi dan dialami oleh orang percaya, antara lain:

  1. Hari Raya Paskah (karya kematian Yesus untuk menebus dosa kita di kayu salib).
  2. Hari Raya Pentakosta, (dicurahkannya Roh Kudus).
  3. Hari Raya Pondok Daun (belum digenapi)

WUJUD PENGGENAPAN KETIGA HARI RAYA
1. PASKAH
Pertama kali bangsa Israel merayakan paskah saat mereka berada di tanah Mesir. Mereka menyembelih seekor anak domba, mengolahnya, memakannya dan mereka dibebaskan dari jajahan Mesir (Keluaran 12:1-14).

Penggenapannya
Sebagai pengikut Yesus, kita tidak hanya merayakan hari raya paskah, tetapi kita mengalami pekerjaan penebusan oleh korban kematian Yesus di salib. Oleh iman kepada Yesus (Anak Domba Allah), dosa dan kejahatan kita diampuni (Yohanes 19:141; Roma 6:15-23). Kita selamat dan menjadi ciptaan baru (lahir baru), yaitu menjadi manusia baru (Kolose 1:12). Tetapi, pengiringan kita tidak boleh berhenti cuma sampai di sini. Kita harus menggenapi pengalaman rohani berikutnya.

2. PENTAKOSTA
Tujuh minggu setelah Paskah, tepatnya di hari ke-50, bangsa Israel merayakan Pentakosta. Mereka membawa persembahan hasil panen mereka sebagai korban sajian yaitu korban persembahan kepada Tuhan (Imamat 23:16-20). Penggenapan hari raya ini adalah lima puluh hari setelah Yesus mengorbankan hidup-Nya mati disalib, dikubur dan bangkit, Yesus harus naik ke surga untuk mengirimkan Roh Penolong atau Roh Penghibur agar semua orang yang percaya kepada Yesus dipenuhi dengan kuasa pantekosta, yaitu kuasa Roh Kudus. Mengapa kita harus penuh dengan Roh Kudus? Sebab Roh Kudus menjadi kuasa yang memampukan kita melakukan hal-hal yang tidak mungkin kita lakukan dengan akal dan kemampuan kita sebagai manusia. Dengan kuasa Roh Kudus, kita dimampukan untuk melakukan Firman Allah.

Yohanes 16:7 berkata, “Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”.

Lima puluh hari atau sepuluh hari setelah kenaikan Yesus ke sorga, dari sorga Yesus mencurahkan Roh Kudus bagi para murid, yang sedang berdoa di kamar loteng Yerusalem. Semua murid dipenuhi Roh Kudus, yang ditandai dengan bahasa-bahasa baru, yaitu bahasa roh, Glosolali (Kisah Rasul 2:1-13) kemudian dilanjutkan dengan hari raya yang ketiga.

3. PONDOK DAUN
Hari raya Pondok Daun dirayakan bangsa Israel setelah panen. Seluruh bangsa Israel tinggal di pondok dan mengadakan pesta sukacita (Imamat 23:34-44). Hari raya Pondok Daun belum digenapi, tetapi suatu saat pasti akan digenapi. Sebab tidak ada Hari Raya yang tidak digenapi. Bila hari raya ini digenapi, yang terjadi adalah pengikut Yesus yang sejati; gereja sempurna, mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir yang akan disingkirkan ke padang gurun. Tidak mungkin kita akan mengalami hari raya pondok daun apabila kita tidak pernah mengalami pentakosta. Kita tidak akan mengalami Pentakosta kalau tidak mengalami Paskah. Ketiganya (Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun) berada  dalam penggenapannya saling terkait satu dengan lainnya. Artinya, kita tidak akan mengalami Pentakosta tanpa Paskah dan kita tidak akan alami Pondok Daun tanpa Pentakosta.

PASKAH
Pengalaman yang harus dialami secara pribadi adalah:

  • Percaya dan menerima Yesus
  • Menerima pengampunan
  • Bertobat
  • Diubahkan jadi manusia baru.

Pertanyaannya adalah, mengapa harus menjadi ciptaan baru?

PENTAKOSTA
Kita tidak mungkin akan menerima kuasa Pentakosta, yaitu dipenuhi Roh Kudus, kalau kita tidak benar-benar bertobat dan menjadi ciptaan atau manusia baru dalam Yesus.

Markus 2:22 berkata, “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

PENGALAMAN PENTAKOSTA
Dipenuhi Roh Kudus, bukan untuk berbahasa roh tetapi oleh kuasa Roh Kudus, kita diberi kesanggupan untuk melakukan kehendak Allah. Sebab tanpa Roh Kudus, kita tidak mungkin sanggup menjadi pengikut Yesus yang sejati; gereja sempurna; mempelai wanita Kristus yaitu Hawa yang akhir. Sebaliknya, hanya oleh kekuatan Roh Penolong; Roh Kuasa dan Roh Penghibur yaitu Roh Kudus kita diberi kesanggupan untuk:

  • Melakukan perbuatan yang dilakukan Tuhan Yesus dalam hidup kita sehari-hari. Dan, mengekspresikan KARAKTER KRISTUS di mana pun kita hidup dan barada.
  • Pertolongan dari Roh Penolong yaitu KUASA Roh Kudus, kita diberikan kesanggupan untuk mengekspresikan KARAKTER KRISTUS yaitu SIFAT-SIFAT YESUS di mana pun kita barada.
  • Sehingga kita benar-benar menjadi: Pengikut Yesus Yang Sejati; Gereja Yang Sempurna, Mempelai Wanita Kristus, Hawa Yang Akhir, yang benar-benar SERUPA dengan Yesus.

Roma 8:29 berkata, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi SERUPA dengan gambaran Anak-Nya, supaya la, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”

 

Karena hanya pengikut Yesus yang sejati; Gereja yang sempurna; mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir yang akan mengalami penggenapan HARI RAYA PONDOK DAUN. Hari Raya Pondok Daun diawali dengan Gereja Sempurna disingkirkan dan dipelihara dalam perlindungan Yesus di Padang Gurun.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, untuk mengalami hari Raya Pondok Daun, kita harus mengalami pengalaman pentakosta terlebih dahulu, agar kita dapat mengalami kuasa Roh Kudus. Hal inilah yang akan memampukan kita untuk menjadi gereja yang sempurna.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *