PANTEKOSTA HERANLAH – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 23 Mei 2021)

Selamat datang di GPdI Mahanaim untuk Bapak/Ibu/Saudara/i yang hadir di Ibadah Peringatan Hari Pantekosta. Kisah Para Rasul 2:1, 4. Mengapa ada perbedaan istilah “pantekosta” dan “pentakosta”? Menurut asal katanya “pentakosta” berasal dari kata Yunani “pentekoste”. Secara harafiah berarti hari yang kelimapuluh. Gereja Pantekosta di Indonesia memakai istilah “pantekosta” dari Alkitab yang digunakan para pionir GPdI saat itu. Mereka menggunakan Alkitab berbahasa Melayu dari H.C. Klinkert yang terbit dan mengalami beberapa revisi di tahun 1800an. Kutipan langsung dari Kisah Para Rasul 2:1 adalah seperti ini: “Kapan Soedah sampe hari Pantekosta, di orang samowa ada berkoempoel dengan satoe hati ….”

Pengalaman Pantekosta bukanlah pengalaman sektarian, maksudnya hanya dialami oleh gereja-gereja pantekosta saja. Seharusnya ini adalah pengalaman dari seluruh orang yang percaya kepada Kristus. Karena Yesus pernah berkata bahwa lebih baik untuk pengikut Kristus mengalami pengalaman bersama oknum “Penghibur” yaitu Roh Kudus. Yohanes 16:7.

Yesus Kristus adalah oknum Allah yang penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1:14. Roh Kudus juga disebut sebagai Roh Kasih Karunia. Ibrani 10:29. IA yang membuat seseorang bisa mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. 1Korintus 12:3. Dari sini kita bisa melihat kontinuitas dari karya kasih karunia Allah. Mulai dari penciptaan, pemilihan Abraham sebagai orang pilihan Tuhan, keturunannya (Israel) sebagai bangsa pilihan Allah, sampai kepada Gereja. Semuanya tentang kasih karunia Allah, dan tidak dapat diupayakan oleh hasil usaha kita. Efesus 2:8-9.

Itulah mengapa kita tidak dapat membanggakan diri terhadap kasih karunia yang kita dapatkan. Ilustrasi Hotman Paris, Basuki Tjahaja Purnama, Jeffrey S. Tjandra, Agnez Mo, siapa yang paling benar? Menurut Firman Tuhan tidak satu pun yang benar (Roma 3:10 dimana Paulus menulis berdasarkan Mazmur 14:1-3). Sehingga tidak mungkin seorang manusia menilai dirinya lebih benar dari yang lain, kalau semua manusia sama-sama mendapat kasih karunia.

Demikian karya Roh Kudus di Hari Pantekosta adalah bagian dari kasih karunia Allah. Suatu pemberian yang baik (Lukas 11:13) yang datang dari atas (Yakobus 1:17). Itu bukan untuk dibandingkan tetapi untuk dialami dan membawa perubahan, yaitu hidup menurut kehendak Allah. 1Petrus 4:6.

Kepenuhan Roh Kudus adalah kasih karunia tetapi orang tersebut harus mengalami pengalaman keselamatan di dalam Yesus Kristus terlebih dahulu (Kisah Para Rasul 4:12). Kemudian perlu diperhatikan bahwa komunitas memegang peran penting dalam seseorang menerima baptisan dan kepenuhan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 2:1, 4; 4:31; 8:17; 10:44; 19:6).

Ini adalah pengalaman yang mengherankan karena Allah akan menyatakan diriNYA kepada mereka yang memiliki Roh Allah di dalam dirinya. 1Korintus 2:11. Heran karena Allah memberikan kuasaNYA bagi manusia. Kisah Para Rasul 1:8. Ini adalah sesuatu yang hanya menjadi angan-angan bagi orang-orang di luar Yesus, tetapi bagi kita ini adalah sesuatu yang nyata, sehingga kita bisa berseru seperti pemazmur: “Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.” (Mazmur 86:8).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *