DENGAN JALAN DEMIKIAN – oleh Pdp. Corneles Wim Kandau (Ibadah Raya 2 – Minggu, 30 Mei 2021)

KISAH 3:11-18

PENDAHULUAN
Petrus sedang menjelaskan kepada orang-orang Israel, tentang Yesus sang Mesias yang memang diharuskan untuk mati, menebus dosa seisi dunia sebagaimana menggenapi gambaran-gambaran yang ada didalam taurat dan kitab para nabi.

Walau itu kelihatannya direncanakan dengan sadis dan tanpa hati nurani oleh mereka yang menentangnya dan oleh mereka yang tidak mengetahui rancangan Allah yang sesungguhnya, namun Allah Bapa berkuasa atas segala sesuatu, malahan sebenarnya  DENGAN JALAN DEMIKIAN, Yesus menggenapi kehendak Bapa, Ia memuliakan Bapa dan itu memberikan keselamatan bagi kita yang percaya kepada-Nya.

PENGALAMAN YESUS HARUSNYA JUGA MENJADI PENGALAMAN KITA
1 Yoh  2:6  Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Artinya setiap orang wajib mengalami ‘pengalaman jalan demikian” seperti Yesus dan yang diharapkan adalah respon yang sama seperti respon Yesus saat dihadapkan dengan jalan yang demikian.

Pengalaman “jalan demikian” mau tidak mau harus dan akan dialami oleh setiap pengikut Yesus, tak peduli apapun status kita. Tak peduli seberapa rohaninya seseorang, tak peduli sudah seberapa lamanya seseorang menjadi percaya kepada Yesus.

Masalahnya dalam perjalanan yang demikian di hidup kita, banyak dari kita sering salah paham terhadap kehendak Tuhan bagi kita berdasarkan hal-hal yang terjadi disekitar kita. Kita sering berprasangka buruk terhadap Tuhan hanya karena jalan-jalan hidup kita, kenyataan kita tak sesuai ekspektasi, fakta kita yang sesuai rencana, realita kita tak sesuai dengan yang didoakan.

Bahkan terkadang kita mulai mempersalahkan Tuhan, seakan –akan Tuhan menjadi pelaku kejahatan atas segala proses menyakitkan dan jalan terjal yang kita jalani (yang kadang-kadang karna ulah kita sendiri.)

Tak ada yang tak baik yang terjadi dihidup kita, semuanya baik jika kita menilainya dari cara pikir Allah atau memandangnya dari sudut pandang Allah, jika memandang apa yang terjadi dihidup kita sebagai grand design Allah terhadap kita. Segala hal dijalan hidup kita yang kita katakan “tidak baik” sesungguhnya hanya lahir dari ketidaktahuan terhadap rencana besar Allah bagi hidup kita.

MEMANDANG KESEMPURNAAN JALAN TUHAN = MEMANDANG SEGALA KEBAIKAN TUHAN DIJALAN-JALAN SULIT YANG KITA HADAPI

Maz 18:30 (18-31) Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.

Respon-respon yang salah terhadap berbagai jalan Tuhan dihidup kita bergantung cara kita menilai jalan Tuhan tersebut. Ketika kita mampu melihat bahwa jalan Tuhan adalah jalan yang sempurna (tanpa cacat, cela ataupun maksud jahat, tanpa celaka dan jebakan) maka kita akan mampu melihat berbagai kebaikan-Nya walaupun ditengah jalan-jalan kehidupan yang terjal yang kita alami.

Beberapa hal yang akan kita pelajari untuk memahami jalan-jalan yang Tuhan ijinkan kita lewati.
1. DENGAN JALAN DEMIKIAN – MENGGENAPI FIRMAN TUHAN
Kisah 3:18  Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

Yesus melakukan bagian-Nya untuk menggenapi apa yang dikehendaki oleh Allah Bapa bagi-Nya. Jalan yang dilalui Yesus adalah jalan yang tak pernah terpikirkan oleh orang-orang disekitarNya. Bagaimana bisa anak Allah yang harusnya datang dengan segala kekuasaan malah terkesan tanpa kuasa, tanpa daya menghadapi jalan-jalan yang diperhadapkan bagiNya.

Sisi manusiawi Yesus pun pernah meminta kepada Bapa, untuk melalukan cawan penderitaan yang harus Ia derita. Yesus meminta sekiranya boleh jalan ke Salib itu tidak dilakukan. Tetapi Yesus tahu, bahwa hanya dengan jalan demikian, rencana – kehendak Allah Bapa digenapi. Yesus yakin bahwa tidak ada yang lebih indah selain hidup menggenapi firman Tuhan.

Bahkan hidup untuk menggenapi – melakukan kehendak Bapa disamakan Yesus sebagai makanan yang dibutuhkan sehari-hari. Itu menjadi kebutuhan satu-satunya bagi Yesus. (Yohanes 3:34)

DEMIKIAN DENGAN KITA
Hanya ALLAH yang berkuasa untuk menggenapi FirmanNya, Allah berkuasa untuk mengijikan kita untuk turut ambil bagian didalam penggenapan firmanNya. Jikalau hari ini, kita sedang menjalani jalan yang sama seperti Yesus, maka bersyukurlah sekalipun itu sulit dan sukar tetapi saudara sedang ambil bagian untuk menggenapi kehendak Allah.

Banyak hal dapat terjadi, atau berubah dengan cepat didalam kehidupan kita. Banyak hal yang dapat berubah diluar kekuasaan dan daya kita bahkan bisa saja disebabkan oleh kesalahan kita sendiri, kesalahan orang lain atau hal itu memanglah jalan yang Tuhan ingin kita lalui. Kehidupan keluarga kita, pekerjaan kita, usaha kita, aktivitas-rutinitas kita, level kenyamanan kita semua dapat berubah sekejap mata, tanpa diduga atau diprediksi sebelumnya. Kita mungkin mulai menggerutu-mengeluh kepada Tuhan atas situasi-situasi tertentu dihidup kita.

Tapi pernahkah kita berpikir bahwa semua hal yang berubah diluar kendali kita, yang membuat kita terancam, justru adalah sebuah jalan – kesempatan – peluang bagi kita untuk hidup menggenapi Firman Tuhan didalam kehidupan kita.

Apa yang manusia  pikir adalah suatu kecelakaan, keburukan, kutukan,ketragisan, kerugian atau apapun yang kita sebut “tidak baik”, Tuhan Allah sanggup mengubahnya, membuatnya menjadi jalan bagi kebaikan kita (Roma 8:28), menjadi jalan bagi kita untuk hidup menggenapi firmanNya.

Kalau kita benar-benar hidup untuk menggenapi Firman Tuhan, kita tidak akan mudah atau cepat untuk mengeluh atas berbagai kondisi kehidupan kita. Karena kita tahu itu adalah jalan bagi kita untuk mengenapi Firman-Nya.

2. DENGAN JALAN DEMIKIAN – MENDERITA
Kisah 3:18  Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

JALAN-JALAN YANG YESUS LALUI ADALAH JALAN PENDERITAAN
Jalan-jalan yang sulit dan terhimpit. Penuh kesukaran, hambatan, tantangan, kegelisahan, penuh kekejaman dan kecaman, deraan, aniaya, hal yang buruk dan memiluhkan, ketidakadilan, pengkhianatan, kesakitan, kepedihan.

Tetapi “dengan jalan demikian” Yesus memberikan apa yang berguna bagi kita untuk masa kini terlebih untuk masa yang akan datang. Hal-hal yang bermanfaat dibumi hinga sorga nanti. Memberikan kepastian selamat dan tempat bag kita di sorga yang mulia.

“Dengan jalan demikian”, Yesus naik ke sorga dan mengaruniakan Roh Kudus bagi kita, yang menyertai dan menolong kita didalam lembah kelam dan masa sukar bahkan dalam segala perubahan situasi.

Jika jalan-jalan yang diperhadapkan dihidup kita justru membawa penderitaan bagi kita (2 Tim 3:12), walaupun kita berada diposisi yang benar, maka jangan cepat-cepat atau gegabah mengambil keputusan dan mempersalahkan Tuhan. Bisa jadi Tuhan pakai penderitaan sebagai jalan untuk membawa kita kepada kehendakNya.

APA KATA ALKITAB TENTANG PENDERITAAN DIDALAM YESUS
1Pe 2:19-21

  1. Menderita seperti Yesus adalah panggilan hidup orang percaya
  2. Menderita seperti Yesus adalah menderita karena berbuat baik
  3. Menderita karena Yesus adalah anugerah –kasih karunia
  4. Yesus meninggalkan teladan untuk bersikap dengan benar walau dalam penderitaan

Jika kita orang Kristen tidak mau menderita karna iman kita maka sesungguhnya kita bukanlah orang Kristen, kita tidak sedang mengasihi Tuhan, kita hanya berpura-pura menjadi Kristen, ingin terima berkat-Nya saja, baiknya saja, tetapi menolak untuk menderita seperti Yesus. Jika demikian, kita tidak lebih dari penjilat, orang munafik, kita bukanlah pengikut Yesus sejati, kita hanya pengagum Yesus saja. Kekristenan kita hanyalah disi oleh hawa nafsu, ketamakan, dan keegoisan.

Kekristenan bukan hanya tentang bagaimana cara mendapat berkat, hidup nyaman berkelimpahan, tanpa gangguan dsb. Menderita sebagai orang Kristen bukanlah hal menyedihkan. Yang menyedihkan adalah ngaku-ngaku Kristen tetapi selalu menolak- bahkan mengknianati Tuhan karena tidak mau menderita seperti Yesus menderita.

Penderitaan dipakai Tuhan sebagai jalan agar kehendak-Nya dinyatakan dibumi, kehendak-Nya dinyatakan dan tergenapi didalam dan melalui kita. Kalau kita orang Kristen sedang menderita karena iman kita, karena melakukan yang benar, tak kompromi terhadap yang berdosa, maka kita adalah orang yang paling berbahagia dimuka bumi ini.

3. DENGAN JALAN DEMIKIAN – MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN
Kisah 3:15  Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

Kisah 3:16a  Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini;

Petrus menjelaskan bahwa apa yang dialami Yesus justru menumbuhkan dan membangkitkan kepercayaan dihati orang-orang yang mengenal dan mendengar tentang Yesus. Mereka para Rasul adalah saksi-saksi Yesus, mereka percaya dan yakin akan keberadaan dan kuasa Yesus, tak bimbang, tak goyah, tak bergeser dari Yesus.

Teladan, pengalaman dan respon-respon Yesus terhadap “jalan-jalan demikian” atas dirinya, menghasilkan- menumbuhkan kepercayaan di hati orang-orang yang melihat dan mengenal-Nya. Berjalan dijalan Tuhan, rasa sulit awalnya, tetapi semakin kita berjalan, mengikuti jejak dan teladan Yesus maka akan tumbuh kepercayaan. Percayalah jalan-jalan penderitaan yang kita alami akan menumbuhkan, tambah menguatkan kepercayaan kita kepada Yesus.

JALAN HIDUP PETRUS – BIOGRAFI PETRUS
–      Murid yang paling tua
–      Paling vokal, dan sering salah dalam bicara
–      Menyangkal Yesus, melarikan diri, merasa gagal
–      Dipulihkan, diberi tugas oleh Yesus
–      Dipenuhkan Roh Kudus
–      Khotbah pertama 3000 jiwa bertobat
–      Menjadi salah satu Bapa Gereja

Petrus tak berhasil awalnya untuk mengikuti teladan Yesus, pernah meragukan Yesus, tetapi seiring waktu berjalan kepercayaan dan keyakinan kepada Yesus makin, menjadi kuat, menjadi dampak seluruh dunia, hingga hari ini.

Pengalaman dan respon kita terhadap berbagai “jalan demikian” dihidup kita juga akan membuat orang lain percaya apa yang kita percayai. Keberhasilan kita menekuni-melewati jalan-jalan penderitaan, kesusahan, dan kesukaran, akan menarik orang lain untuk mulai mempercayai dan menerima Yesus dalam hidup mereka.

4. DENGAN JALAN DEMIKIAN – MELAHIRKAN KEKUATAN DAN KESEMBUHAN
Kisah 3:16  Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

Sikap Yesus yang menerima jalan kehidupan yang telah digariskan bagi-Nya membangkitkan kekuatan dan memberi kesembuhan bagi orang yang mempercayaiNya. Kelemahan dan kesakitan Yesus diatas kayu Salib memberikan kepada kita kekuatan dan kesembuhan. Kelemahan dan kesakitan kita diambil-Nya, dengan  jalan demikian, kita bisa menikmati kekuatan dan kesembuhan secara jasmani terlebih yang rohani.

BAGAIMANA DENGAN KITA
Kita pun adalah manusia yang lemah, yang masih rentan dengan berbagai kesakitan. Banyak orang berpikir, untuk apa mengikut Tuhan dengan sungguh jikalau kita sama lemahnya dan sama bisa sakitnya dan menderita berbagai hal lainnya ?

Memang benar, mengikut Tuhan tidak menjamin kita menjadi manusia super, yang tak pernah sakit atau mengalami kelemahan jasmani, jiwani maupun rohani, atau kita kebal terhadap virus Covid-19.

Memang benar kita bisa lemah dan menjadi sakit, tetapi siapa yang pernah tahu DENGAN JALAN DEMIKIAN kita punya kesaksian kita sendiri terhadap kenyataan Tuhan didalam kelemahan yang kita hadapi.

Siapa yang pernah tahu bahwa sakit dan kelemahan jasmani justru menjadi pintu kesadaran kita untuk menerima kekuatan dan kesembuhan secara rohani ? (Banyak orang sakit parah, baru sadar ada Tuhan, ceritakan Kesaksian)

2 Kor 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Kesakitan secara jasmani justru membuat kita mulai mengintrospeksi diri secara rohani, apa yang salah, apa yang kurang pas dari hidup kita hingga kemudian Tuhan tegur kita dengan penyakit (walau tak semua sakit dari Tuhan)

Didalam kondisi demikian tujuan hidup kita, semangat kita, Kesadaran, gairah, dan kebutuhan kita akan hubungan dengan Tuhan kembali disegarkan dan dipulihkan. Bahkan pengalaman kelemahan dan kesakitan kita, justru menjadi jalan agar kita menjadi berkat bagi mereka yang sedang ada dalam situasi yang sama.

Memang benar kita bisa lemah dan menjadi sakit, tetapi siapa yang pernah tahu DENGAN JALAN DEMIKIAN kita punya kesaksian kita sendiri terhadap kenyataan Tuhan didalam kelemahan yang kita hadapi. Siapa yang pernah tahu bahwa sakit dan kelemahan jasmani justru menjadi pintu kesadaran kita untuk menerima kekuatan dan kesembuhan secara rohani ? Apapun jalan-jalan yang sedang kita hadapi dan lewati, percayalah ada tangan Tuhan yang menopang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *