RESTORATION (PEMULIHAN) – oleh Pdp. Patrick Lazarus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 30 Mei 2021)

MAZMUR 126:1-6

Mazmur 126:1-2 (TB)  Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!”

Tema yang saya angkat pagi ini adalah pemulihan,saya menyakini bahwa semua kita membutuhkan pemulihan, mengapa? karena hidup tidak terlepas dari masalah, mulai dari masalah kesehatan sampai keuangan, masalah rumah tangga sampai usaha dan pekerjaan, entah masalah dengan perasaan atau kebiasaan/habit. Tentu saja yang tidak boleh kita lupakan adalah masalah terbesar manusia yaitu dosa dan untuk ini semua kita membutuhkan pemulihan! Dari ayat-ayat yang sudah kita baca berbicara tentang Pemulihan Sion!

Dalam Alkitab setidaknya kata Sion merujuk kepada 3 hal: 1. Tempat/Wilayah (Yerusalem-Israel secara keseluruhan), 2. Surga (Ibrani 12:2, Wahyu 14:1), 3. Orang (Contohnya Istilah Puteri Sion).

Mazmur 126 secara khusus merujuk kepada peristiwa kembalinya orang Yehuda yang dari pembuangan di Babel. Pemulihan dari bahasa aslinya “Shub” artinya membawa kembali dan secara konteks dapat diartikan kebebasan/kemerdekaan dan keselamatan.

Ada beberapa hal terkait pemulihan yang dapat kita pelajari pagi hari ini :
1. Pemulihan bukanlah hasil usaha manusia tetapi anugerah TUHAN.
“Nyanyian ziarah. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.” Mazmur 126:1

Apa dialami oleh Israel bukanlah hasil dari usaha atau kemampuan mereka. Sebagai tawanan kondisi mereka tidak ada harapan, tidak ada kekuatan untuk melawan, tidak ada teman/negara sahabat yang dapat diharapkan, mungkin saja mereka sudah pesimis, tapi disaat-saat seperti itulah mereka melihat pertolongan TUHAN. Bukankah hal seperti ini seringkali kita alami? Ingatlah tidak ada yang berubah jika TUHAN tidak beranugerah.

Sejak awal pemulihan datang dari Allah
Alkitab mengajarkan kita bahwa tidak ada pemulihan tanpa campur tangan TUHAN. Kita bahkan dapat melihat tindakan Allah ketika membuat pakaian bagi Adam dan Hawa yang telanjang ketika mereka jatuh dalam dosa sebagai bentuk pemulihan. Pemulihan itu datang dari Allah bukan dari kebenaran diri sendiri (Pakaian dari daun Ara berbicara lambang kebenaran diri sendiri).

Ini bukan berarti kita tidak berusaha, namun kita harus menyadari bahwa diatas semua upaya yang kita lakukan untuk mengalami pemulihan tangan TUHAN-lah yang bekerja!

Pelajaran yang kita ambil adalah bersyukur dan  jangan hilang harapan, nantikanlah TUHAN sebab bukan karena kehebatan atau kecakapan kita tapi tangan TUHAN-lah yang mendatangkan pemulihan.

 Lambang penebusan
Seorang penafsir bernama Mathew Henry mengatakan bahwa peristiwa kembalinya Israel dari penawanan itu merupakan pelambang dari penebusan kita oleh Kristus. Sebab keselamatan yang dikerjakan Yesus, bukan hasil usaha kita tapi pemberian Allah ( Efs 2:8). C.H Spurgeon pernah berkata  “Kekudusan bukanlah jalan menuju Kristus, tetapi Kristus adalah jalan menuju kekudusan.”

2. Pemulihan terjadi menurut cara dan waktu TUHAN
“Nyanyian ziarah. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.” Mazmur 126:1

Untuk alami pemulihan ada waktu yang panjang dan penuh penderitaan yang harus dilalui oleh orang Israel, 70 tahun bukan waktu yang singkat! Tetapi pada akhirnya cara TUHAN bekerja membuat Israel terkesima, mereka merasa seperti sedang bermimpi.

Adalah hal yang wajar jika seseorang ingin secepat mungkin keluar dari situasi yang membuatnya menderita, tetapi mari kita belajar bahwa terkadang waktu kita bukanlah waktu Tuhan, Cara Tuhan bukan cara kita.

Tuhan bekerja sesuai caranya, yang jadi permasalahan ada banyak orang ingin pemulihan terjadi sesuai kemauannya sendiri, sesuai deadline yang  tetapkan, sesuai metode yang diinginkan sehingga yang terlihat lebih seperti mengancam Tuhan daripada beriman! Tidak mengherankan orang-orang seperti ini mengalami kekecewaan ketika situasi tidak berjalan sesuai skenario yang diinginkan. Kisah Naaman adalah salah satu contoh bagaimana cara kerja Tuhan berbeda dengan apa yang dipikirkan manusia.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya ada orang ingin mengalami pemulihan rumah tangga tapi tidak mau merendahkan hati untuk mengampuni, ingin mengalami pemulihan ekonomi tapi tidak mau kerja keras, ingin sehat tapi makan tidak dijaga!!

Banyak orang berpikir karena Tuhan maha kuasa maka pemulihan pasti terjadi secara mudah dan cepat! Pada kenyataanya cara TUHAN menolong tidak selalu cepat tetapi pasti selalu tepat.

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktu-Nya..” Pkh 3:11a

Bandingkan dengan Pengalaman Petrus
“Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.” Kisah Para Rasul 12:9

“Petrus segera meninggalkan sel dan mengikuti malaikat itu, meskipun menurutnya itu hanya mimpi atau penglihatan, karena tampaknya tidak nyata — dia tidak percaya itu benar-benar terjadi!” – TPT

Ada kalanya sebelum kita memikirkannya, Allah sudah bertindak. Bagi saya ini membuktikan bahwa Allah memikirkan kita lebih dari yang kita pikirkan, Dia peduli lebih dari yang kita ketahui dan Dia mengasihi kita lebih dari yang kita rasakan.

Ini mengajarkan kita untuk terus beriman dan bergantung penuh kepada TUHAN, dan tetap mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh.

Jika kita kaitkan ini dengan keselamatan maka Pengorbanan Yesus adalah cara ajaib TUHAN menyelamatkan dunia (Yesaya 53:5; Yoh 1:1,14; 1 Petrus 2:24).

3. Tujuan pemulihan bukan kepuasan manusia tapi kemuliaan TUHAN
“Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: ” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Mazmur 126:2

Mengalami sukacita karena pemulihan entah mujizat kesembuhan, pemulihan rumah tangga, dll adalah sesuatu yang wajar tetapi hal utama adalah bagaimana peristiwa-peristiwa itu menjadi batu pijakan untuk mempermuliakan Tuhan.

Banyak orang alami mujizat namun kehidupannya tidak menjadi kesaksian karena itu terkadang TUHAN lebih tertarik memulihkan pribadi dibanding situasi. Dimata TUHAN situasi yang dipulihkan tidak akan berarti apa-apa tanpa pribadi yang dipulihkan, sebab lewat pribadi yang telah dipulihkanlah nama TUHAN akan dimuliakan!

Inilah tujuan hidup orang-orang yang telah ditebus! Setelah diselamatkan hidup kita harus jadi kesaksian.

 Kesimpulannya :
Pemulihan itu datang dari TUHAN, menurut cara dan waktu TUHAN dengan tujuan kemuliaan nama TUHAN.

Roma 11:36 (TB)  Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *