MENJELANG PEMISAHAN GEREJA- Pdt. J. S. Minandar- Ibadah Raya Minggu, 6 Juni 2021

1 Yohanes 2:18
“Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.”

PENDAHULUAN
Alkitab secara rinci menjelaskan peristiwa demi peristiwa yang harus terjadi sebelum Yesus datang kedua kali. Adapun gambar kronologisnya adalah sebagai berikut:

MUNCULNYA ANTIKRISTUS
Yohanes telah bernubuat: Sebelum Yesus datang kedua kali, bahwa “Seorang antikristus akan datang”. Siapa yang dimaksud seorang antikristus? Kata “seorang” berarti antikristus bukan setan, iblis, monster, makhluk gaib, dsb. Selain itu kata seorang antikristus memberi pengertian bahwa oknum atau tokoh antikristus itu hanya satu orang, yang banyak adalah pengikutnya.

“Akan datangberarti, oknum antikristus belum datang, atau belum menyatakan diri. Sebab tokoh antikristus baru menyatakan diri apabila ayat ini telah digenapi, yaitu: 2 Tesalonika 2:7-8, yang berkata “Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau la datang kembali.” Ayat ini menjelaskan bahwa ada antikris belum datang karena “ada yang menahannya”. Yang dimaksud menahannya disini adalah gereja Tuhan. Apabila gereja Tuhan telah disempurnakan barulah antikris akan menyatakan dirinya.

“Sekarang telah bangkit banyak antikristus”. Maksud ayat ini adalah banyak orang-orang yang hatinya dikuasai oleh roh-roh antikristus. Khususnya di akhir zaman ini kita dapat melihat dari perilaku, sikap dan kegiatan mereka, teror, bom bunuh diri dan kegiatan lain yang mereka lakukan. Ayat ini ditulis Yohanes sekitar tahun 90-95 M, sekitar abad pertama. Pada saat itu saja sudah banyak orang yang dikuasai roh antikris, apalagi dengan zaman sekarang. Kita dapat melihatnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Itulah tandanya, waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.” Firman Allah mengingatkan kita bahwa, kita telah berada di penghujung zaman. Bukan saatnya kita berkompromi dengan kejahatan, dosa, mengabaikan ibadah, dan mengabaikan kekudusan. Tetapi sebaliknya saatnya kita harus sungguh-sungguh bertobat, makin setia, rajin, taat, hidup kudus dan benar di hadapan Tuhan. Bekerja dan mencari nafkah adalah keharusan, tetapi fokus kita bukan lagi kepada dunia ini.

1 Yohanes 2:18-19 berkata, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar- benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh- sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita; niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.”

Di ayat 19 rasul Yohanes mengingatkan bahwa menjelang Yesus datang kedua kali, roh antikris membuat orang percaya beralih menjadi pengikut antikristus. Siapakah mereka?

Dari manakah mereka berasal? Apa sebab mereka menjadi pengikut antikris?

1 Yohanes 2:19 berkata, “Memang mereka berasal dari antara kita”. Artinya, ada orang-orang yang awalnya menjadi pengikut Yesus. Tetapi karena tidak sungguh-sungguh termasuk kita (tidak sungguh-sungguh dalam iman kepada Yesus), maka mereka beralih menjadi pengikut antikristus. Bahkan 1 Yohanes 2:19 menjelaskan bahwa tokoh antikristus awalnya bersama-sama kita, tetapi karena tidak sungguh-sungguh bersama-sama kita, akhirnya menjadi pelawan Yesus.

Perhatikan beberapa hal dibawah ini:

  • 12 maha malaikat di sorga satu jatuh karena kesombongan, yaitu Lucifer (Yesaya 14:12-16).
  • 12 anak Yakub, satu jatuh karena zina, yaitu Ruben (1 Tawarikh 5:1).
  • 12 murid Yesus, satu jatuh karena tamak akan uang, yaitu Yudas (Matius 26:14-16).
  • 12 rasul akhir zaman, karena tidak sungguh-sungguh, 1 jatuh karena sombong, zina dan tamak akan uang — antikristus (Wahyu 8:10,11).

TIDAK SUNGGUH-SUNGGUH
Apa arti “tidak sungguh-sungguh” di ayat ini? Dalam Yohanes 15:1-8, hubungan Yesus dan kita (pengikut-Nya) digambarkan seperti pokok anggur dengan rantingnya. Pengikut Yesus yang sejati, digambarkan seperti ranting anggur yang melekat erat dan kuat pada pokoknya. Dalam Yohanes 15:4 kata tinggal (tinggallah) dalam bahasa Yunani: MENO, artinya tertanam secara tetap; terus menerus; berlanjut; permanen, tidak bisa digeser atau tercabut. Bagaimana kualitas pengiringan kita setelah kita percaya dan menjadi pengikut Yesus?

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Seperti apakah pengikut Yesus yang tertanam; permanen; tidak goyah? Sebuah contoh dalam Alkitab menceritakan tentang jemaat di akhir zaman yang benar-benar siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali (Kisah Rasul 2:41-47). Ada beberapa hal yang mereka lakukan sehingga mereka memiliki kualitas yang luar biasa, yaitu:

1. BERTOBAT DAN LAHIR BARU
Kisah Rasul 2:41 “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.” Dikatakan mereka “menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis”. Dari kalimat ini, dapat disimpulkan bahwa, jemaat mula-mula adalah jemaat yang sungguh-sungguh melakukan semua Firman Allah.

  • Sungguh-sungguh beriman.
  • Sungguh-sungguh bertobat.
  • Membuktikan iman dan pengiringan mereka dengan cara hidup yang baru, atau kelahiran baru (2 Korintus 5:17).

2. MENCINTAI FIRMAN dan MELAKUKANNYA

Kisah Rasul 2:42 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”

Jemaat yang sungguh-sungguh tertanam dalam Yesus mencintai firman Allah dan melakukannya setiap hari dan tiap saat.

3. MEMILIKI WIBAWA KRISTUS
Kisah 2:43 “Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat.” Tanda pengikut Yesus yang sungguh-sungguh adalah memiliki wibawa Kristus di depan masyarakat, mereka juga dihormati masyarakat (Titus 2:15).

4. PERSATUAN ANTAR JEMAAT
Kisah Rasul 2:44 “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.” Sebab itu tidak ada perselisihan, pertikaian, perseteruan di antara jemaat. Mereka mengasihi, memperlengkapi, mencukupi kebutuhan jemaat sehingga tidak ada yang merasa kekurangan.

5. PRINSIP HIDUP MEREKA: LEBIH BERKAT MEMBERI DARIPADA MENERIMA
Kisah 2:45 “dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Jemaat yang MENO – sungguh-sungguh melekat kuat, permanen (tetap teguh) di dalam Yesus, mereka mempraktekkan firman Allah dengan cara: “Mengasihi Tuhan dan sesama” (1 Yohanes 4:20,21).

6. TEKUN BERIBADAH DAN BERSEKUTU
Kisah Rasul 2:46-47 “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Agar kasih itu bisa terus terjalin dan terekspresi, jemaat sungguh-sungguh menjaganya dengan cara tekun beribadah.

Tujuan utama persekutuan yang mereka adakan adalah:
a. Meningkatkan iman, harap dan kasih jemaat kepada Tuhan
b. Menjalin persekutuan yang lebih erat antar jemaat

PENUTUP
Pengikut Yesus yang tahu membangun persekutuan dengan Tuhan dan sesama, tidak mungkin terseret sehingga beralih menjadi pengikut Antikristus. Amin!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *