RUANG TUNGGU – 2 –oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 30 Mei 2021)

Pendahuluan
Tema firman Allah hari ini adalah “RUANG TUNGGU” bagian 2. Ketahuilah bahwa hidup manusia di dunia seperti berada di ruang tunggu. Setiap orang sedang menunggu sesuatu yang diharapkan. Setidak-tidaknya kita semua sedang menunggu hari kematian tiba. Pada bagian pertama kita sudah mempelajari sebuah alasan, mengapa Tuhan membawa anak-anakNya masuk ke dalam ruang tungguNya.

1. RUANG TUNGGU MELATIH KESABARAN
Ruang tunggu adalah tempat untuk melatih dan meningkatkan kesabaran. Orang-orang yang memiliki kesabaran, memiliki kemampuan untuk tetap tinggal di ruang tunggu sampai seluruh kehendak Allah digenapi. Mengapa harus sabar berada di ruang tunggu?
a. Tuhan bertindak sesuai waktu dan caraNya sendiri.
b. Tidak ada keberhasilan secara instan dan tidak ada sukses tanpa proses

Sekarang marilah kita belajar bagian kedua, mengapa Tuhan membawa kita berada di ruang tungguNya adalah:

2. Di ruang tunggu kita menanti untuk diperlengkapi dengan kuasa Illahi

Luk 24:49
Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”

Kepada murid-muridNya Tuhan Yesus berpesan agar tetap tinggal di kota Yerusalem sampai mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi. Murid-murid harus menunggu dengan setia sampai mereka dipenuhi kuasa Roh Kudus. Alkitab mencatat ada 120 murid yang dipenuhi Roh Kudus pada hari Pantekosta.

Mengapa murid-murid harus menunggu sampai diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi?

1). Keberhasilan tidak ditentukan oleh kemampuan manusiawi tetap oleh kuasa dari tempat maha tinggi
Kisah Rasul 4:13
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

Murid-murid adalah orang-orang biasa, tetapi melakukan hal-hal yang luar biasa. Mereka dikenal sebagai orang-orang yang tidak terpelajar namun dapat melakukan perkara-perkara besar. Semuanya ini terjadi bukan karena pengetahuan yang mereka miliki, bukan pula oleh pengalaman yang telah mereka alami, tetapi semua terjadi oleh karena Roh Tuhan yang menyertai.

Sadarilah bahwa keberhasilan dalam pelayanan selalu berkaitan Roh Tuhan, tidak pernah terjadi oleh sistem, struktur organisasi, metode yang digunakan, ataupun program yang dijalankan. Dalam sebuah proses, sistem, metode program memang dapat meningkatkan kehidupan, tetapi kuncinya adalah Roh Kudus itu sendiri.  Sadarilah tanpa Roh Tuhan, sistem tidak ada gunanya, metode tak ada fungsinya dan rencana tak ada faedahnya, tetapi  apabila ada Roh Tuhan, maka metode, rencana, program dan sistem dapat saja menjadi sangat efektif. Jadi masalah terpenting bagi kita bukanlah semata-mata mengadakan penggantian sistem dan metode, tetapi  “mengupayakan” adanya Roh Tuhan yang diperlukan untuk terjadinya pertumbuhan.

Lihatlah gereja mula-mula, mereka tidak memiliki metode, sistim, program tetapi mereka memiliki orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus. Bedanya dengan gereja modern, mereka memiliki struktur yang baik, program yang bagus, metode yang tepat guna tetapi kehilangan kuasa dan urapan Roh Kudus. Akibatnya gereja menawarkan keindahan bangunan, kenyamanan dalam ibadah, dan tampilan/pertunjukkan yang menarik tetapi kehilangan kuasa di dalamnya. Mengapa semuanya ini terjadi? Karena gereja/orang-orang percaya telah meninggalkan ruang tunggu Tuhan. Kita lebih tertarik dengan sesuatu yang instant dari pada menunggu lama-lama di hadirat Tuhan. Inilah saatnya kita kembali menanti kuasa Ilahi sebelum melayani. Percayalah jika Roh Kudus mengurapi maka perkara-perkara besar pasti terjadi.

2). Tanpa api semua korban adalah kekejian bagi Tuhan.
Imamat 3:5
Anak-anak Harun harus membakarnya di atas mezbah, yakni di atas korban bakaran yang sedang dibakar di atas api, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.

Setiap korban yang diletakkan di atas mezbah harus dibakar dengan api agar baunya menyenangkan hati Tuhan. Dengan kata lain jika korban yang diletakkan di atas mezbah  itu tidak dibakar maka itu akan menjadi kekejian bagi Tuhan, sebab daging korban itu akan membusuk dan menimbulkan aroma yang tidak sedap. Jangankan Tuhan, kita saja tidak suka untuk mencium bangkai, bukan?

Demikian juga dengan kehidupan kekristenan kita, tanpa api Roh Kudus semua persembahan adalah kekejian bagi Tuhan. Tanpa Roh Kudus apapun yang kita lakukan dan persembahkan kepada Tuhan akan berbau kedagingan di hadapanNya. Sebab itu setialah menanti di ruang tunggu Tuhan sampai kita diperlengkapi oleh kuasa dari tempat maha tinggi.

Dalam kitab 1 Raja-raja 18:20-36 kita dapat melihat kisah antara nabi Elia dan nabi-nabi Baal. Nabi Elia menantang nabi-nabi Baal untuk membuat mezbah korban namun tidak boleh meletakan api di atasnya. Mereka harus meminta api kepada Baal dan Elia meminta api kepada Allah Israel. Pada akhirnya, mezbah korban Elia dibakar oleh api dari Tuhan, tetapi hingga petang hari mezbah korban nabi-nabi Baal tidak ada api yang membakarnya.

Dari kisah ini kita dapat menarik pelajaran perbedaan antara korban nabi-nabi Baal dan korban nabi Elia

Korban Nabi Baal
– Tidak dibakar dengan api
– Pertunjukan
– Kedagingan
– Mencari pujian, imbalan, bayaran
– Memberi sekedarnya

Korban nabi Elia
– Dibakar dengan api
– Persembahan
– Korban
– Memberi dengan pengorbanan
– Memberi sepenuhnya

Rom 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Rasul Paulus menasehati jemaat Roma agar mempersembahkan tubuhnya sebagai persembahan yang hidup dan sejati. Persembahan yang sejati harus dibakar oleh api, agar kedagingan mati. Sadarilah selama masih ada kedagingan semua persembahan tidak diterima Tuhan. Jadi letakanlah dirimu di atas mezbah, dan relakan api Tuhan membakarmu agar menjadi persembahan yang berbau harum bagi Tuhan.

Tetaplah tinggal di ruang tunggu, Tuhan memberkati. KJP!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *