PERINTAH ALLAH – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 13 Juni 2021)

Ketika mendengar frase ini mungkin beberapa orang dari kita berpikir tentang Sepuluh Perintah Allah, yang berisi tentang apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan. Tetapi bukan hal itu yang ingin saya bahas kali ini. Perintah Allah yang saya maksud menjadi tema yang saya angkat berangkat dari kenyataan bahwa beberapa kali Tuhan memerintahkan suatu hal secara khusus kepada pribadi-pribadi. Perintah ini secara khusus disesuaikan dengan situasi & kondisi yang dialami pribadi-pribadi tersebut.

Mari kita belajar dari pribadi pertama yang saya jadikan contoh: YOSUA. Yosua 1:1-9.

Tuhan meminta Yosua : “Kuatkanlah & Teguhkanlah hatimu.” Kalimat ini sering kita dengar, dan ini adalah suatu perintah yang diulangi hingga 3 (tiga) kali oleh Tuhan. Artinya apa ini adalah sesuatu yang penting! Situasinya saat itu adalah MUSA sudah mati, dan harapan Israel adalah YOSUA.

Kondisi saat ini dimana pandemi Covid-19 belum juga menunjukkan tanda akan berakhir membuat banyak orang percaya menjadi lemah hati, putus asa dan hilang pengharapan. Tetapi firman Tuhan datang kali ini kepada Anda, kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Anda adalah harapan untuk orang-orang di sekitar Anda, jangan menyerah sekarang.

Pribadi yang kedua, atau lebih tepatnya sekumpulan pribadi, adalah Murid-murid Yesus. Matius 28:19-20.

Yesus meminta murid-murid : “Pergilah & Jadikanlah.” Ini seringkali di dalam tradisi Gereja disebut Amanat Agung. Ini adalah suatu perintah di akhir perjumpaan Yesus dengan murid-muridNYA. Ini adalah perintah yang penting! Situasinya saat itu adalah secara fisik Yesus tidak lagi berada di tengah-tengah dunia. Jadi murid-murid menjadi “Kristus” bagi dunia.

Anda mungkin bertanya mengapa manusia bisa menjadi “Kristus”? Kata “Kristus” diterjemahkan sebagai “yang diurapi”. Adam didesain sebagai “Kristus” pertama, namun Adam gagal. (1 Korintus 15:21-23), kegagalan ini berakibat Adam dan semua keturunannya jatuh dalam dosa, sedangkan upah dosa adalah maut. (Roma 6:23). Puji nama Tuhan ada KARUNIA ALLAH yang didapat bukan karena usaha namun IMAN. (Roma 5:15, Efesus 2:8).

Implikasinya bagi kita seperti ini, kitaa adalah keturunan Adam. Kita semua dilahirkan dari rahim wanita. Sehingga kita hidup dalam kegagalan. Namun kisahnya tidak berhenti di situ. Setiap yang percaya kepada Yesus Kristus dilahirkan dari Allah. (1 Yohanes 5:1). Adam gagal karena itu kita tidak bisa mengandalkan kemanusiaan kita untuk bangkit. Tetapi kita adalah manusia baru, dilahirkan oleh Allah karena percaya pada Yesus. Kita belajar untuk hidup dalam teladan Yesus, kita belajar dari Yesus yang mati dan bangkit (Yohanes 18:4-8, 19:30, Roma 6:5). IA melakukan semuanya untuk memenuhi perintah Allah Bapa. Temukan perintah Allah yang spesifik untuk kita hari ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *