JANGAN TAKUT – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 25 Juli 2021)

YESAYA 41:13

PENDAHULUAN
Rasa takut adalah pemberian Tuhan, sama dengan rasa lapar dan rasa ngantuk. Akan sangat berbahaya jika manusia tidak memiliki rasa takut, orang dapat saja terjun dari ketinggian karena tidak ada rasa takut untuk cepat sampai ke bawah, demikian juga ha-hal yang membahayakan lainnya dapat dengan mudah menimpa manusia karena tidak memiliki perasaan takut. Rasa takut adalah sesuatu yang memang Tuhan taruh dalam diri manusia untuk kebaikan. Namun yang penting adalah jangan sampai hidup kita terintimidasi oleh ketakutan atau dikuasai oleh ketakutan.

Ada banyak kata “jangan takut” dalam Alkitab tetapi kita ambil satu ayat pokok untuk pembahasan soal jangan takut dalam Yesaya 41:13, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Jangan takut, Akulah yang menolong engkau.

 Tuhan tidak seenaknya berbicara “Jangan takut kalau tidak ada dasarnya, tetapi selalu ada hal yang mendasari ucapan-Nya.  Kata “ jangan takut “ dalam bahasa Ibrani YARE, artinya  jangan gemetar melihat realita lawan yang dihadapi, atau realita kehidupan yang dihadapi. Apa yang menjadi dasar Tuhan mengatakan YARE – Jangan takut ini ? Alasannya dalam ayat pokok kita diatas adalah sebab AKU INI.

Ada tiga AKU INI disini, yaitu :

  1. Sebab Aku ini TUHAN.
  2. Sebab Aku ini ALLAH-mu
  3. Sebab Aku MEMEGANG TANGANMU.

Kita bahas satu-persatu tentang ke tiga hal ini.

1. Aku ini Tuhan
Kata TUHAN – Ibrani YHWH. Kepanjangan dari YEHOVA atau YAHWE. Nama ini begitu sakral dan kudus bagi bangsa Israel, sehingga untuk menyebut-Nya mereka menggantinya dengan panggilan ADONAI.  Arti dari YHWH adalah : ADA (Exist). Tuhan adalah pribadi yang selalu ada, Dialah yang menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada.  Kapan IA ada ? Dalam kitab Keluaran 3:14 – “Firman Allah kepada Musa : AKU ADALAH AKU. Lagi firman-Nya. Beginilah kau katakan kepada orang Israel itu : AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Ini dikatakan oleh Tuhan ketika menjawab pertanyaan Musa. Jika orang Israel menanyakan siapa yang mengutus kamu dan siapa nama Allah itu yang mengutus kamu, dan jawaban Tuhan adalah seperti ayat di atas. Bahasa Indonesia  AKU ADALAH AKU, bahasa Inggris menuliskan I AM THAT I AM, lumayan panjang, tetapi dalam bahasa Ibraninya sangat pendek, ditulis dengan kata HAYA.  HAYA artinya AKU ADA. Ada dimana ?

  • Ada pada masa lampau.
  • Ada pada masa sekarang.
  • Ada pada masa depan.

Untuk apa Tuhan ada di masa lampau, sekarang dan masa depan ?  TUHAN ada untuk :

  • Berbelas kasihan kepada kita.
  • Menolong kita.
  • Mengikat janji.
  • Menyelesaikan semua

TUHAN ADA UNTUK BERBELAS KASIHAN
Tuhan sudah lalukan di masa lampau sejak jatuhnya manusia dalam dosa, Kejadian 3. Bukan manusia yang mencari Allah, tetapi Allahlah yang turun mencari manusia karena belas kasih-Nya. Sampai sekarang belas kasihan Tuhan dinyatakan lewat karya Yesus di salib, untuk menebus dosa manusia. Dan belas kasih Tuhan lewat karya Roh Kudus yang kedepan akan menyempurnakan kita menjadi gereja yang sempurna, karena kita tidak mungkin dapat menyempurnakan diri kita sendiri tanpa campur tangan Roh Kudus. Itulah sebabnya Tuhan utus Roh Kudus kedalam diri kita sebagai penolong.

TUHAN ADA UNTUK MENOLONG
Mazmur 46:2 “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Ini pengalaman dan kesaksian Daud tentang pertolongan Tuhan. Hal inilah yang harus mengakar kuat dalam hidup orang percaya, untuk memahami siapa Tuhan, sebelum dapat menikmati janji pertolongan Tuhan. Daud begitu mengakar kuat kepercayaannya kepada Tuhan, karena ia tahu benar siapa yang ia percayai itu.

TUHAN ADA UNTUK MENGIKAT JANJI
Kata “janji “ dalam bahasa Inggris ditulis COVENANT, bukan PROMISE.  PROMISE adalah janji yang dapat dibatalkan, misalnya saya janji untuk pergi bersama dan itu dapat saja batal karena satu dan lain hal, tetapi COVENANT adalah perjanjian yang tidak dapat dibatalkan oleh apapun. Hal ini juga Tuhan terapkan dalam hukum janji pernikahan dihadapan Tuhan, apapun yang sudah diikat dalam perjanjian nikah dihadapan Tuhan tidak dapat diceraikan atau dibatalkan manusia, kecuali karena kematian/maut.

Tentang janji Tuhan ada hal yang menarik dari apa yang Tuhan firmankan dalam  Bilangan 23:19 “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

Kalimat Allah bukan anak manusia sehingga Ia menyesal artinya Tuhan tidak kelepasan omong atau keprucut (dalam bahasa jawa) sehingga menyesal seperti manusia, yang menyesal karena kelepasan ngomong sehingga terlanjur janji. Tuhan tidaklah demikian, apa yang Ia katakan dan firmankan selalu terukur ya dan amin. Tidak ada satupun janji Tuhan yang diralat, apalagi dibatalkan.

TUHAN ADA UNTUK MENYELESAIKAN SEMUA
Hal terakhir adalah Tuhan ada untuk menyelesaikan semua. Tuhan akan menyelesaikan semua janji-Nya dan rencana-Nya dalam hidup orang percaya. Tuhan akan terus terikat dengan janji-Nya dan hanya akan lepas dari janji-Nya setelah menggenapinya. Dalam Wahyu 22:13 “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. Artinya: Tuhan yang mengawali Tuhan jugalah yang menyelesaikan semuanya. Akan sangat bahaya kalau Tuhan cuma ALFA tetapi bukan OMEGA, bisa memulai tetapi tidak dapat menyelesaikannya. Banyak orang bisa memulai sesuatu tetapi tidak dapat menyelesaikannya sampai akhir. Tetapi Yesus tahu siapa diri-Nya, itulah sebabnya Ia menyatakan Akulah Alfa dan Omega, yang mengawali dan yang dapat menyelesaikannya dengan sempurna. Yosua memberi kesaksian bagaimana Tuhan menyelesaikan semua yang dikatakan dan dijanjikan-Nya kepada Israel.

Yosua23:14 “Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepada oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satu pun yang tidak dipenuhi.

2. Aku ini Allahmu
Ini adalah hal kedua alasan Tuhan berkata jangan takut kepada kita, karena Tuhan adalah Allah kita.  Kata Allah dalam bahasa Ibrani adalah ELOHIM, yang artinya yang unggul. ALLAH itu selalu yang terunggul dalam segala hal, Ia biasa menang. IA-lah yang terutama dan terunggul dalam setiap yang dikerjakan-Nya, tidak ada yang dapat menyamai Allah dan tidak ada Tuhan selain Dia

3. Memegang tanganmu
Kata memegang – Ibrani Hazaq, artinya bukan sekedar memegang tetapi memegang dan mengikat. Kalau cuma memegang, masih bisa lepas jika ditarik dari dua arah yang berlawanan, tetapi Hazaq disini memegang dan diikatnya pegangan kita dengan tangan-Nya, sehingga tidak mungkin terlepas oleh goncangan maupun tarikan apapun. Ikatan HAZAQ membawa kita pada tiga hal, yaitu agar kita yang dipegang dan diikat-Nya memiliki keberanian; keperkasaan, dan keteguhan hati.

Contoh peristiwa ketika Israel berhadapan dengan raksasa Goliat :

1 Samuel 17:11 “Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Saul adalah Raja yang terlatih perang, sementara yang disebut sebagai orang Israel, mereka bukanlah rakyat biasa, tetapi para pahlawan perang biasa menghadapi peperangan. Tetapi ketika mereka mendengar tantangan musuh yaitu Goliat, disebutkan mereka sangat ketakutan. Sangat, itu artinya bukan takut biasa, tetapi ketakutan yang mendalam.

1 Samuel 17:24 “Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan. Dua kali disebutkan kata sangat ketakutan, tapi kali ini disertai dengan lari ramai-ramai.

1 Samuel 17:24b “…Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup ?

Ini adalah perkataan dari Daud. Daud juga mendengar tantangan Goliat tetapi responnya berbeda. Saul dan tentara Israel takut dan lari, tetapi Daud yang bukan raja dan bukan tentara yang biasa perang, ia hanya seorang pengembala domba, tetapi begitu beraninya mengatakan siapa orang itu ? Apa yang membuat Daud  berbeda dalam menghadapi tantangan itu ? Pengenalan Daud tentang siapa Tuhan itu lebih kuat, sehingga iman percayanya kepada Tuhan begitu mengakar dalam dirinya. Ia begitu percaya penuh bahwa yang ia percaya adalah Tuhan, Allahnya dan Tuhan memegang tangannya yang mengintruksikan Jangan Takut. Dan fakta selanjutnya semua yang tahu kisah Daud dan Goliat, tahu betul siapa yang menjadi pemenang. Inilah alasan dan pegangan kita untuk tidak takut menghadapi apapun yang harus kita hadapi dalam hidup ini. Amin.

GONCANGAN IMAN DI AKHIR ZAMAN – oleh Pdt. J.S. Minandar ( Ibadah Raya-Minggu 18 Juli 2021 )

2 Samuel 22:1-51 (Baca 8-20)

PENDAHULUAN

Judul 2 Samuel 22:1-51 “Nyanyian Syukur Daud” karena Tuhan tolong dan angkat Daud dari gembala domba jadi raja.

2 Samuel 22:1 Tuhan telah lepaskan Daud dari cengkeraman semua musuhnya  dan dari cengkeraman Saul.

Artinya:

  • Sebelum Daud jadi raja Israel, Daud ada di dalam kekuasaan atau cengkeraman musuh-musuhnya selain itu Daud juga ada dalam cengkeraman Saul.

2 Samuel 22:49

Tuhan telah bebaskan Daud dari musuh-musuhnya. Tuhan  meninggikan  Daud  dan membuat Daud sanggup mengatasi musuh-musuhnya  yang  bangkit  melawan  Daud. Dan Tuhan melepaskan Daud dari orang-orang yang membenci Daud.

Artinya, sebelum Daud diangkat dan ditinggikan sebagai raja di Israel, posisi Daud ada dalam kekuasaan musuh  dan  jajahan para penindas.

“Gereja Yang Diangkat dan Memerintah Bersama  Yesus  Dalam  Kerajaan-Nya, adalah Gereja yang bebas (menang)  dari para penjajah dan penindas.

DAUD SALAH MELANGKAH

1 Samuel 27:1 Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagaimanapun juga pada satu hari aku akan  binasa  oleh  tangan  Saul  jadi tidak  ada yang lebih  baik  bagiku  selain  meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari  aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku   akan terluput dari tangannya.”

  • Daud kehilangan iman sehingga ia tidak lagi berpegang kepada janji Tuhan.
  • Padahal Tuhan sendiri yang menyuruh Samuel untuk melantik Daud menjadi  raja Israel.
  • Hal ini disahkan dengan Roh Tuhan ada atas Daud sebaliknya undur dari Saul.

1 Samuel 16:13,14

“Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah  Roh Tuhan  atas Daud. Lalu berang-katlah Samuel  menuju  Rama. Tetapi Roh Tuhan telah  mundur dari pada  Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang daripada Tuhan.”

DAUD BERGABUNG DENGAN MUSUH

1 Samuel 27:2-12

  1. Daud dengan 600 tentaranya bergabung dengan seorang raja kota Gat di Filistin, yang bernama Akhis bin Maok.
  2. Selain itu Daud dan seluruh tentara serta keluarga mendapat fasilitas istimewa untuk tinggal di Ziklag, 1 Samuel 27:1-7.
  1. Tetapi, Daud tidak bekerja dengan tulus dan benar sebab Daud bekerja secara sembunyi-sembunyi.
  2. Yaitu, Daud kalahkan musuh Filistin tapi tidak pernah bawa pulang tawanan.
  3. Daud takut para tawanan melapor apa yang Daud lakukan dalam peperangan.

PENDERITAAN MEMULIHKAN DAUD

Melihat tekanan dan kesulitan yang Daud alami karena Saul…

  • Allah turun tangan dan izinkan Daud alami ujian berat. Tapi  lewat ujian berat  yang  Daud  alami. Daud dipulihkan dan kembali di jalan rencana Allah semula.

UJIAN DAN PENCOBAAN DAUD

1 Samuel 29:1-11

“Daud dikirim pulang oleh orang Filistin”

  • Pencobaan berat Tuhan izinkan, bukan untuk menghancurkan, tapi memulihkan dan membawa Daud (kita) kembali kepada rencana Allah.

1 Samuel 29:1-5

  • Kehadiran Daud dan 600 tentaranya di antara pasukan raja Akhis (raja kota Gat), dipermasalahkan raja-raja kota lainnya.
  • 1 Samuel 29:6-10

Daud dan 600 tentaranya dipecat!

  • 1 Samuel 29:11 

Daud dan tentaranya pulang ke Ziklag.

Firman Tuhan mengatakan kesulitan dengan digenapinya tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali, akan terjadi susul-menyusul.

  • Dibalik semua, Tuhan sedang menyaring, menguji dan melihat apakah kita masuk dalam bagian Pengikut Yesus Yang Sejati atau tidak.

SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA

1 Samuel 30:1-4

  • Saat tiba di Ziklag, Daud dan 600 tantara-nya melihat semua kemah mereka telah dibakar habis dan istri, anak dan keluar-ga mereka telah dibawa sebagai tawanan oleh orang Amalek.

DAUD HENDAK DIRAJAM BATU

Yang lebih fatal, 600 tentara Daud berinisiatif mau melempari Daud dengan batu karena kepedihan hati mereka.

1 Samuel 30:6a “Dan Daud sangat terjepit karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu.

1 Samuel 30:6b

Seluruh rakyat itu telah pedih hati,    masing-masing karena anaknya laki  laki dan perempuan.

Di puncak penderitaan yang  begitu  berat, justru pada saat itulah  Daud alami pemulihan atau dipulihkan  Tuhan.

1 Samuel 30:6c “Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan Allahnya.”

  •  Atas kehendak Tuhan, Daud alami penderitaan yang berat dan bertubi-tubi.
  •  Tetapi, penderitaan tidak membuat iman Daud terpuruk, sebaliknya jadi kuat, bertumbuh dan berdaya tahan.

DAUD ALAMI KEMENANGAN

Melewati penderitaan, ujian dan pencobaan yang begitu berat.

  • Oleh iman, Daud menang atas orang Amalek.
  • Istri, anak-anak Daud dan istri-istri juga semua anak dari 600 orang pasukan Daud, diselamatkan. Tidak ada seorangpun yang tewas oleh orang Amalek, 1 Sam. 30:17-19.

Sebaliknya, Daud mendapat jarahan dari semua kekayaan orang Amalek yang sangat banyak. Dan yang paling utama adalah. Melewati pengalaman pahit yang Daud alami…

1 Sam 29            Daud dan 600 tentaranya di-PHK.

1 Sam 30 –           Ziglag dibakar, istri, anak-anak ditawan.

Tetapi, karena Daud mampu membangun imannya di tengah kesulitan…

1 Sam 30 –           Daud mampu bebaskan pengikut-                                            nya dan kalahkan Amalek.

1 Sam 31 – Tuhan selesaikan musuh Daud (Saul telah mati).

2 Sam 2   –           Dan Daud diangkat menjadi raja.

“Masalah atau kondisi boleh datang menggoncang kehidupan kita, tetapi tetaplah teguh didalam iman kepada Yesus.”

KETAKUTAN dan PENGHARAPAN – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 11 Juli 2021)

Mari kita mulai bahasan kali ini dengan membaca Ibrani 13:6. Siapa yang tidak pernah merasa takut? Saya rasa tidak ada orang yang tidak pernah merasa takut, tetapi yang membedakan rasa takut adalah derajat rasa takutnya. Sama seperti rasa dingin yang membedakan adalah derajat dinginnya.

Rasa takut itu penting dalam hidup manusia. Dalam kajian Psikologi rasa takut bisa dilihat baik dari sisi positif, yaitu menjadi alarm untuk bahaya yang mengancam, maupun sisi negatif, yaitu menjadi penghambat untuk bertindak. Sekarang kalau Anda melihat ke belakang, apa respons Anda jika mengalami ketakutan?

Kita akan belajar hari ini untuk melihat bahwa Allah memakai hal-hal yang menakutkan untuk membuka “jendela kesempatan”. Ketakutan menjadi kesempatan tokoh-tokoh Alkitab ini untuk mengambil keputusan, membuktikan komitmen, dan mengevaluasi diri. Mari kita lihat satu per satu:

  • Daud – melihat kesempatan mengambil keputusan di tengah-tengah hal yang menakutkan yaitu suatu ketidaknormalan. (1 Samuel 17:34-37).
  • Daniel – selalu lolos ketika diuji dengan tantangan maut karena komitmennya pada Allah. (Daniel 2:13-20, Daniel 6:11-29).
  • Paulus – pengalamannya dengan bahaya demi nama Kristus membuat ia terus mengevaluasi diri. (2 Korintus 11:23-28, 2 Korintus 12:9).

Ketiga tokoh yang baru saja kita bahas begitu berbeda situasi dan kondisinya. Namun apa persamaan dari mereka? Ada dua hal: Mereka percaya & berharap kepada Tuhan. Mengenai percaya mari kita baca Galatia 3:5-6. Percaya itu ada jauh sebelum ada hukum Taurat dan Injil. Abraham percaya karena itu ia dibenarkan, bagaimana bentuk percaya kita pada Tuhan?

Berharap adalah sesuatu yang didasarkan pada kemampuan Tuhan, bukan untung-untungan. 1 Timotius 4:10.Kita percaya bahwa Allah mampu, dan pengharapan kepada Allah yang hidup yang akan menghidupkan kita. Kita tidak takut akan penyakit, marabahaya, bahkan kematian sekalipun.

HIDUP BENAR DAN MEMELIHARA IMAN MENJELANG KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI- oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya- Minggu, 4 Juli 2021)

2 Timotius 4:7-8
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepada ku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”

PENDAHULUAN
Secara individu, akhir hidup atau garis finish kehidupan manusia berbeda satu dengan lainnya. Tetapi secara umum kita semua ada di akhir zaman atau ada di garis finish dimana kedatangan Yesus kedua kali sudah sangat dekat. Sebab itu, Paulus mengingatkan agar kita memelihara iman. Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, kita berada dalam posisi hidup yang berkenan dan iman kita terpelihara sempurna di hadapan Tuhan. Tidak seperti yang Yesus katakan dalam Lukas 18:8b yang berkata: “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah la mendapati iman di bumi?”

Sebab itu agar hidup kita benar dan berkenan serta iman kita terpelihara di hadapan Tuhan saat Yesus datang kedua kali, janganlah kita menjadi pengikut Yesus yang mendengar tetapi tidak melakukan firman Allah.

Matius 7:21-23 “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.”

Ucapan ini Yesus katakan kepada pengikut-Nya, sebab mereka mengaku sebagai pengikut Yesus, tetapi mereka tidak melakukan firman Allah. Ayat 23 menjelaskan bahwa, mereka bangga sebab mereka bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan mukjizat. Artinya mereka kelihatan hebat dalam melayani. Tetapi dengan berterus terang Yesus berkata kepada mereka “Aku tidak mengenal kamu!” Orang itu dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap, sebab orang itu mengerti firman Tuhan, tapi tidak taat dan melakukan firman Tuhan. Artinya, orang itu tidak CHRISTIANOS.

MENJADI PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Sebagai pengikut Yesus yang hidup di akhir zaman, dianalogikan seperti berada di garis akhir (finish) dalam pertandingan iman. Kita harus menjadi pengikut Yesus sejati, yang memahami firman Tuhan, terutama melakukan firman Tuhan. Mazmur 19:8-9 berkata, “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengetahuan. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya.”

 Perhatikan istilah:

  • Taurat Tuhan
  • Peraturan Tuhan
  • Titah Tuhan
  • Perintah Tuhan

Empat istilah tersebut di atas, sama dengan: Firman Tuhan atau Firman Allah.

Ada beberapa berkat atau manfaat firman Allah:
1. Firman Tuhan itu sempurna, memberi kesegaran jiwa bagi yang melakukannya.
2. Firman Tuhan itu teguh, memberikan hikmat atau kebijaksanaan bagi yang tidak mengerti kebenaran.
3. Firman Tuhan itu tepat, membuat hati orang yang melakukan firman Tuhan akan bersukacita di bumi dan di surga.
4. Firman Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya artinya membuat mata rohani kita celik (terbuka).

FIRMAN TUHAN MEMBUKA MATA ROHANI
Matius 6:22,23 berkata, “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, jika matamu jahat gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” Yesus menjelaskan bahwa apabila Yesus datang kedua kali, hidup kita harus terang. Artinya, tidak ada kegelapan atau dosa dalam hidup kita sehingga, hidup dan mata hati kita terang atau benar di hadapan Yesus.

IBLIS BERUSAHA MEMBUTAKAN
Ada  beberapa contoh dalam Alkitab yang menceritakan bagaimana pentingnya mata rohani kita.
1. Penduduk Yabesy Gilead (1 Samuel 11:1-2). “Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesy Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesy itu kepada Nahas: “Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu. Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: “Dengan syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa tiap mata kanan mu akan kucungkil; dengan demikian aku mengadakan malu kepada segenap orang Israel.”

“Nahas” berarti: Ular. Ular adalah gambaran iblis. Nahas mengancam akan mencungkil mata kanan orang Yabesy Gilead. Di akhir zaman, iblis ingin membuat mata rohani orang-orang percaya menjadi buta. Kalau pandangan kita mulai cenderung negatif akan hal-hal rohani, hati-hati! Jangan-jangan si Nahas akhir zaman telah menyerang kita.

2. Simson
Sebelum matanya buta, oleh penyertaan Tuhan, Simson sanggup melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidupnya.

Hakim-hakim 15:14,15 Ketika Simson berada di Lehi, Simson diserang oleh 1000 orang tentara Filistin. Dengan sepotong tulang rahang keledai, Simson mengalahkan 1000 orang Filistin. Tetapi, setelah Simson buta, maka Simson tidak berdaya. Simson dibelenggu, diikat di tiang, menjadi tontonan dan cemoohan serta bahan lelucon orang Filistin.

Bagaimana bila Yesus datang kedua kali? Bila rohani kita seperti Simson saat ia buta, terikat dan jadi olok-olokan, pasti kita akan terbuang. Tetapi di saat terakhir Simson menang sekalipun ia harus mengalami penderitaan.

3. HIZKIA – Raja Israel, Yesaya 36-39
Yesaya 36:2 bercerita ketika Israel diserang Asyur. Tetapi, Hizkia matanya tidak silau oleh kekuatan Mesir. Hizkia tetap mengarahkan pandangan matanya kepada Tuhan, Yesaya 37:1,14, menceritakan bagaimana Hizkia mengalami kemenangan. Kemudian dalam Yesaya 38:1, Hizkia jatuh sakit dan divonis mati. Sambil menangis, Hizkia memandang kepada Tuhan, sehingga Hizkia sembuh dan mendapat bonus umur 15 tahun dari Tuhan (Yesaya 38:2). Tetapi Yesaya 39:1 berkata bahwa Raja Asyur datang berkunjung seperti teman. Mata Hizkia dibutakan oleh harta yang dibawa raja Asyur. Hizkia ditegur Yesaya karena Hizkia telah menjadi buta rohani, ia tidak peduli nasib generasi selanjutnya dari bangsa Israel, Yesaya 39:6-8.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu kita perlu hidup benar dan memelihara iman kita kepada Tuhan. Ketika kita tidak menjaga hidup kita, maka kita akan mengalami kebutaan-kebutaan rohani yang membuat iman kita lemah, sehingga kita tidak sampai kepada garis akhir.

TUJUAN SEBUAH PERNIKAHAN – oleh Pdt. Anton Lita (Ibadah Raya  – Minggu, 27 Juni 2021)

Kejadian 1:27-28
Allah kita adalah Allah yang peduli terhadap pernikahan. Hal ini dapat kita lihat dalam beberapa hal:

  • Kitab Kejadian dimulai dengan pernikahan Adam dan Hawa.
  • Mujizat pertama yang dilakukan Yesus adalah mengubah air menjadi anggur di dalam sebuah pernikahan.
  • Kitab Wahyu diakhiri dengan pernikahan.

Ini menunjukkan bahwa Allah kita adalah Allah yang peduli dengan pernikahan. Dia juga sebagai inisiator pernikahan. Lembaga pernikahan pertama kali dibentuk oleh Allah, bukan agama, organisasi, adat, negara, apalagi setan. Karena Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan maka dunia ini penuh dengan cinta.

Kejadian 2:24, berkata bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya. Pernikahan sudah direncanakan oleh Allah. Tentu di dalam pernikahan juga, ada rencana Allah yang begitu indah. Kejadian 2:18 berkata bahwa tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Dalam dunia ini, ada orang-orang khusus yang tidak menikah. Tetapi maksud Allah adalah ketika manusia dipersatukan, maka hal itu akan menjadi lebih baik. Pernikahan dirancang oleh Allah untuk membawa kebahagiaan di dalam rumah tangga, bukan kesengsaraan.

Sebagai anak Tuhan, kita harus mengerti tujuan pernikahan. Apabila kita tidak tahu tujuan pernikahan, maka kita akan sengsara, tidak bahagia dalam pernikahan kita. Tujuan pernikahan bukanlah harta dan popularitas. Apabila hal ini menjadi tujuan dari pernikahan, maka hal itu akan merusak rumah tangga, rumah tangga menjadi perjalanan yang melelahkan, sebab hal ini tidak sejalan dengan tujuan Allah.

Tujuan Allah dalam pernikahan adalah, melalui pernikahan Allah mau gambar Allah terlihat. Allah kita adalah Allah yang tidak kelihatan. Oleh sebab itu Allah mau melalui pernikahan, dunia dapat melihat Allah. Apabila karakter Allah menjadi karakter dalam rumah tangga, maka akan ada sesuatu yang menarik dunia, sehingga akan banyak jiwa yang diberkati. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah, sebab setiap kita pada dasarnya memiliki karakter-karakter yang berbeda. Allah mau karakter buruk kita diubah di dalam pernikahan. Namun hanya Allah yang mampu merubah karakter kita. Bagaimana caranya? Allah memakai orang terdekat untuk mengubah kita, yaitu pasangan kita. Karakter apa yang Allah kehendaki? Sabar, setia, murah hati, penuh kasih, mengampuni, dll. Apabila kita membawa karakter kita, mempertahankan karakter kita, maka hal ini akan merusak rumah tangga. Ketika kita mempertahankan karakter kita, maka hal ini menunjukkan bahwa kita tidak mengerti tujuan Allah dalam sebuah pernikahan.

Efesus 5 :25-28 berkata bahwa sebagai suami istri, kita harus saling mengasihi.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, milikilah karakter Kristus dalam pernikahan kita, maka hal ini akan membawa kita memenuhi tujuan Allah dalam pernikahan kita, sehingga berkat Allah tercurah dalam pernikahan kita (Kejadian 2:28).