TUJUAN SEBUAH PERNIKAHAN – oleh Pdt. Anton Lita (Ibadah Raya  – Minggu, 27 Juni 2021)

Kejadian 1:27-28
Allah kita adalah Allah yang peduli terhadap pernikahan. Hal ini dapat kita lihat dalam beberapa hal:

  • Kitab Kejadian dimulai dengan pernikahan Adam dan Hawa.
  • Mujizat pertama yang dilakukan Yesus adalah mengubah air menjadi anggur di dalam sebuah pernikahan.
  • Kitab Wahyu diakhiri dengan pernikahan.

Ini menunjukkan bahwa Allah kita adalah Allah yang peduli dengan pernikahan. Dia juga sebagai inisiator pernikahan. Lembaga pernikahan pertama kali dibentuk oleh Allah, bukan agama, organisasi, adat, negara, apalagi setan. Karena Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan maka dunia ini penuh dengan cinta.

Kejadian 2:24, berkata bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya. Pernikahan sudah direncanakan oleh Allah. Tentu di dalam pernikahan juga, ada rencana Allah yang begitu indah. Kejadian 2:18 berkata bahwa tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Dalam dunia ini, ada orang-orang khusus yang tidak menikah. Tetapi maksud Allah adalah ketika manusia dipersatukan, maka hal itu akan menjadi lebih baik. Pernikahan dirancang oleh Allah untuk membawa kebahagiaan di dalam rumah tangga, bukan kesengsaraan.

Sebagai anak Tuhan, kita harus mengerti tujuan pernikahan. Apabila kita tidak tahu tujuan pernikahan, maka kita akan sengsara, tidak bahagia dalam pernikahan kita. Tujuan pernikahan bukanlah harta dan popularitas. Apabila hal ini menjadi tujuan dari pernikahan, maka hal itu akan merusak rumah tangga, rumah tangga menjadi perjalanan yang melelahkan, sebab hal ini tidak sejalan dengan tujuan Allah.

Tujuan Allah dalam pernikahan adalah, melalui pernikahan Allah mau gambar Allah terlihat. Allah kita adalah Allah yang tidak kelihatan. Oleh sebab itu Allah mau melalui pernikahan, dunia dapat melihat Allah. Apabila karakter Allah menjadi karakter dalam rumah tangga, maka akan ada sesuatu yang menarik dunia, sehingga akan banyak jiwa yang diberkati. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah, sebab setiap kita pada dasarnya memiliki karakter-karakter yang berbeda. Allah mau karakter buruk kita diubah di dalam pernikahan. Namun hanya Allah yang mampu merubah karakter kita. Bagaimana caranya? Allah memakai orang terdekat untuk mengubah kita, yaitu pasangan kita. Karakter apa yang Allah kehendaki? Sabar, setia, murah hati, penuh kasih, mengampuni, dll. Apabila kita membawa karakter kita, mempertahankan karakter kita, maka hal ini akan merusak rumah tangga. Ketika kita mempertahankan karakter kita, maka hal ini menunjukkan bahwa kita tidak mengerti tujuan Allah dalam sebuah pernikahan.

Efesus 5 :25-28 berkata bahwa sebagai suami istri, kita harus saling mengasihi.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu, milikilah karakter Kristus dalam pernikahan kita, maka hal ini akan membawa kita memenuhi tujuan Allah dalam pernikahan kita, sehingga berkat Allah tercurah dalam pernikahan kita (Kejadian 2:28).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *