HIDUP BENAR DAN MEMELIHARA IMAN MENJELANG KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI- oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya- Minggu, 4 Juli 2021)

2 Timotius 4:7-8
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepada ku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”

PENDAHULUAN
Secara individu, akhir hidup atau garis finish kehidupan manusia berbeda satu dengan lainnya. Tetapi secara umum kita semua ada di akhir zaman atau ada di garis finish dimana kedatangan Yesus kedua kali sudah sangat dekat. Sebab itu, Paulus mengingatkan agar kita memelihara iman. Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, kita berada dalam posisi hidup yang berkenan dan iman kita terpelihara sempurna di hadapan Tuhan. Tidak seperti yang Yesus katakan dalam Lukas 18:8b yang berkata: “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah la mendapati iman di bumi?”

Sebab itu agar hidup kita benar dan berkenan serta iman kita terpelihara di hadapan Tuhan saat Yesus datang kedua kali, janganlah kita menjadi pengikut Yesus yang mendengar tetapi tidak melakukan firman Allah.

Matius 7:21-23 “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.”

Ucapan ini Yesus katakan kepada pengikut-Nya, sebab mereka mengaku sebagai pengikut Yesus, tetapi mereka tidak melakukan firman Allah. Ayat 23 menjelaskan bahwa, mereka bangga sebab mereka bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan mukjizat. Artinya mereka kelihatan hebat dalam melayani. Tetapi dengan berterus terang Yesus berkata kepada mereka “Aku tidak mengenal kamu!” Orang itu dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap, sebab orang itu mengerti firman Tuhan, tapi tidak taat dan melakukan firman Tuhan. Artinya, orang itu tidak CHRISTIANOS.

MENJADI PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Sebagai pengikut Yesus yang hidup di akhir zaman, dianalogikan seperti berada di garis akhir (finish) dalam pertandingan iman. Kita harus menjadi pengikut Yesus sejati, yang memahami firman Tuhan, terutama melakukan firman Tuhan. Mazmur 19:8-9 berkata, “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengetahuan. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya.”

 Perhatikan istilah:

  • Taurat Tuhan
  • Peraturan Tuhan
  • Titah Tuhan
  • Perintah Tuhan

Empat istilah tersebut di atas, sama dengan: Firman Tuhan atau Firman Allah.

Ada beberapa berkat atau manfaat firman Allah:
1. Firman Tuhan itu sempurna, memberi kesegaran jiwa bagi yang melakukannya.
2. Firman Tuhan itu teguh, memberikan hikmat atau kebijaksanaan bagi yang tidak mengerti kebenaran.
3. Firman Tuhan itu tepat, membuat hati orang yang melakukan firman Tuhan akan bersukacita di bumi dan di surga.
4. Firman Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya artinya membuat mata rohani kita celik (terbuka).

FIRMAN TUHAN MEMBUKA MATA ROHANI
Matius 6:22,23 berkata, “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, jika matamu jahat gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.” Yesus menjelaskan bahwa apabila Yesus datang kedua kali, hidup kita harus terang. Artinya, tidak ada kegelapan atau dosa dalam hidup kita sehingga, hidup dan mata hati kita terang atau benar di hadapan Yesus.

IBLIS BERUSAHA MEMBUTAKAN
Ada  beberapa contoh dalam Alkitab yang menceritakan bagaimana pentingnya mata rohani kita.
1. Penduduk Yabesy Gilead (1 Samuel 11:1-2). “Maka Nahas, orang Amon itu, bergerak maju dan berkemah mengepung Yabesy Gilead. Lalu berkatalah semua orang Yabesy itu kepada Nahas: “Adakanlah perjanjian dengan kami, maka kami akan takluk kepadamu. Tetapi Nahas, orang Amon itu, berkata kepada mereka: “Dengan syarat inilah aku akan mengadakan perjanjian dengan kamu, bahwa tiap mata kanan mu akan kucungkil; dengan demikian aku mengadakan malu kepada segenap orang Israel.”

“Nahas” berarti: Ular. Ular adalah gambaran iblis. Nahas mengancam akan mencungkil mata kanan orang Yabesy Gilead. Di akhir zaman, iblis ingin membuat mata rohani orang-orang percaya menjadi buta. Kalau pandangan kita mulai cenderung negatif akan hal-hal rohani, hati-hati! Jangan-jangan si Nahas akhir zaman telah menyerang kita.

2. Simson
Sebelum matanya buta, oleh penyertaan Tuhan, Simson sanggup melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidupnya.

Hakim-hakim 15:14,15 Ketika Simson berada di Lehi, Simson diserang oleh 1000 orang tentara Filistin. Dengan sepotong tulang rahang keledai, Simson mengalahkan 1000 orang Filistin. Tetapi, setelah Simson buta, maka Simson tidak berdaya. Simson dibelenggu, diikat di tiang, menjadi tontonan dan cemoohan serta bahan lelucon orang Filistin.

Bagaimana bila Yesus datang kedua kali? Bila rohani kita seperti Simson saat ia buta, terikat dan jadi olok-olokan, pasti kita akan terbuang. Tetapi di saat terakhir Simson menang sekalipun ia harus mengalami penderitaan.

3. HIZKIA – Raja Israel, Yesaya 36-39
Yesaya 36:2 bercerita ketika Israel diserang Asyur. Tetapi, Hizkia matanya tidak silau oleh kekuatan Mesir. Hizkia tetap mengarahkan pandangan matanya kepada Tuhan, Yesaya 37:1,14, menceritakan bagaimana Hizkia mengalami kemenangan. Kemudian dalam Yesaya 38:1, Hizkia jatuh sakit dan divonis mati. Sambil menangis, Hizkia memandang kepada Tuhan, sehingga Hizkia sembuh dan mendapat bonus umur 15 tahun dari Tuhan (Yesaya 38:2). Tetapi Yesaya 39:1 berkata bahwa Raja Asyur datang berkunjung seperti teman. Mata Hizkia dibutakan oleh harta yang dibawa raja Asyur. Hizkia ditegur Yesaya karena Hizkia telah menjadi buta rohani, ia tidak peduli nasib generasi selanjutnya dari bangsa Israel, Yesaya 39:6-8.

KESIMPULAN
Oleh sebab itu kita perlu hidup benar dan memelihara iman kita kepada Tuhan. Ketika kita tidak menjaga hidup kita, maka kita akan mengalami kebutaan-kebutaan rohani yang membuat iman kita lemah, sehingga kita tidak sampai kepada garis akhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *