JANGAN TAKUT – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 25 Juli 2021)

YESAYA 41:13

PENDAHULUAN
Rasa takut adalah pemberian Tuhan, sama dengan rasa lapar dan rasa ngantuk. Akan sangat berbahaya jika manusia tidak memiliki rasa takut, orang dapat saja terjun dari ketinggian karena tidak ada rasa takut untuk cepat sampai ke bawah, demikian juga ha-hal yang membahayakan lainnya dapat dengan mudah menimpa manusia karena tidak memiliki perasaan takut. Rasa takut adalah sesuatu yang memang Tuhan taruh dalam diri manusia untuk kebaikan. Namun yang penting adalah jangan sampai hidup kita terintimidasi oleh ketakutan atau dikuasai oleh ketakutan.

Ada banyak kata “jangan takut” dalam Alkitab tetapi kita ambil satu ayat pokok untuk pembahasan soal jangan takut dalam Yesaya 41:13, “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Jangan takut, Akulah yang menolong engkau.

 Tuhan tidak seenaknya berbicara “Jangan takut kalau tidak ada dasarnya, tetapi selalu ada hal yang mendasari ucapan-Nya.  Kata “ jangan takut “ dalam bahasa Ibrani YARE, artinya  jangan gemetar melihat realita lawan yang dihadapi, atau realita kehidupan yang dihadapi. Apa yang menjadi dasar Tuhan mengatakan YARE – Jangan takut ini ? Alasannya dalam ayat pokok kita diatas adalah sebab AKU INI.

Ada tiga AKU INI disini, yaitu :

  1. Sebab Aku ini TUHAN.
  2. Sebab Aku ini ALLAH-mu
  3. Sebab Aku MEMEGANG TANGANMU.

Kita bahas satu-persatu tentang ke tiga hal ini.

1. Aku ini Tuhan
Kata TUHAN – Ibrani YHWH. Kepanjangan dari YEHOVA atau YAHWE. Nama ini begitu sakral dan kudus bagi bangsa Israel, sehingga untuk menyebut-Nya mereka menggantinya dengan panggilan ADONAI.  Arti dari YHWH adalah : ADA (Exist). Tuhan adalah pribadi yang selalu ada, Dialah yang menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada.  Kapan IA ada ? Dalam kitab Keluaran 3:14 – “Firman Allah kepada Musa : AKU ADALAH AKU. Lagi firman-Nya. Beginilah kau katakan kepada orang Israel itu : AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Ini dikatakan oleh Tuhan ketika menjawab pertanyaan Musa. Jika orang Israel menanyakan siapa yang mengutus kamu dan siapa nama Allah itu yang mengutus kamu, dan jawaban Tuhan adalah seperti ayat di atas. Bahasa Indonesia  AKU ADALAH AKU, bahasa Inggris menuliskan I AM THAT I AM, lumayan panjang, tetapi dalam bahasa Ibraninya sangat pendek, ditulis dengan kata HAYA.  HAYA artinya AKU ADA. Ada dimana ?

  • Ada pada masa lampau.
  • Ada pada masa sekarang.
  • Ada pada masa depan.

Untuk apa Tuhan ada di masa lampau, sekarang dan masa depan ?  TUHAN ada untuk :

  • Berbelas kasihan kepada kita.
  • Menolong kita.
  • Mengikat janji.
  • Menyelesaikan semua

TUHAN ADA UNTUK BERBELAS KASIHAN
Tuhan sudah lalukan di masa lampau sejak jatuhnya manusia dalam dosa, Kejadian 3. Bukan manusia yang mencari Allah, tetapi Allahlah yang turun mencari manusia karena belas kasih-Nya. Sampai sekarang belas kasihan Tuhan dinyatakan lewat karya Yesus di salib, untuk menebus dosa manusia. Dan belas kasih Tuhan lewat karya Roh Kudus yang kedepan akan menyempurnakan kita menjadi gereja yang sempurna, karena kita tidak mungkin dapat menyempurnakan diri kita sendiri tanpa campur tangan Roh Kudus. Itulah sebabnya Tuhan utus Roh Kudus kedalam diri kita sebagai penolong.

TUHAN ADA UNTUK MENOLONG
Mazmur 46:2 “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Ini pengalaman dan kesaksian Daud tentang pertolongan Tuhan. Hal inilah yang harus mengakar kuat dalam hidup orang percaya, untuk memahami siapa Tuhan, sebelum dapat menikmati janji pertolongan Tuhan. Daud begitu mengakar kuat kepercayaannya kepada Tuhan, karena ia tahu benar siapa yang ia percayai itu.

TUHAN ADA UNTUK MENGIKAT JANJI
Kata “janji “ dalam bahasa Inggris ditulis COVENANT, bukan PROMISE.  PROMISE adalah janji yang dapat dibatalkan, misalnya saya janji untuk pergi bersama dan itu dapat saja batal karena satu dan lain hal, tetapi COVENANT adalah perjanjian yang tidak dapat dibatalkan oleh apapun. Hal ini juga Tuhan terapkan dalam hukum janji pernikahan dihadapan Tuhan, apapun yang sudah diikat dalam perjanjian nikah dihadapan Tuhan tidak dapat diceraikan atau dibatalkan manusia, kecuali karena kematian/maut.

Tentang janji Tuhan ada hal yang menarik dari apa yang Tuhan firmankan dalam  Bilangan 23:19 “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

Kalimat Allah bukan anak manusia sehingga Ia menyesal artinya Tuhan tidak kelepasan omong atau keprucut (dalam bahasa jawa) sehingga menyesal seperti manusia, yang menyesal karena kelepasan ngomong sehingga terlanjur janji. Tuhan tidaklah demikian, apa yang Ia katakan dan firmankan selalu terukur ya dan amin. Tidak ada satupun janji Tuhan yang diralat, apalagi dibatalkan.

TUHAN ADA UNTUK MENYELESAIKAN SEMUA
Hal terakhir adalah Tuhan ada untuk menyelesaikan semua. Tuhan akan menyelesaikan semua janji-Nya dan rencana-Nya dalam hidup orang percaya. Tuhan akan terus terikat dengan janji-Nya dan hanya akan lepas dari janji-Nya setelah menggenapinya. Dalam Wahyu 22:13 “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. Artinya: Tuhan yang mengawali Tuhan jugalah yang menyelesaikan semuanya. Akan sangat bahaya kalau Tuhan cuma ALFA tetapi bukan OMEGA, bisa memulai tetapi tidak dapat menyelesaikannya. Banyak orang bisa memulai sesuatu tetapi tidak dapat menyelesaikannya sampai akhir. Tetapi Yesus tahu siapa diri-Nya, itulah sebabnya Ia menyatakan Akulah Alfa dan Omega, yang mengawali dan yang dapat menyelesaikannya dengan sempurna. Yosua memberi kesaksian bagaimana Tuhan menyelesaikan semua yang dikatakan dan dijanjikan-Nya kepada Israel.

Yosua23:14 “Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepada oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satu pun yang tidak dipenuhi.

2. Aku ini Allahmu
Ini adalah hal kedua alasan Tuhan berkata jangan takut kepada kita, karena Tuhan adalah Allah kita.  Kata Allah dalam bahasa Ibrani adalah ELOHIM, yang artinya yang unggul. ALLAH itu selalu yang terunggul dalam segala hal, Ia biasa menang. IA-lah yang terutama dan terunggul dalam setiap yang dikerjakan-Nya, tidak ada yang dapat menyamai Allah dan tidak ada Tuhan selain Dia

3. Memegang tanganmu
Kata memegang – Ibrani Hazaq, artinya bukan sekedar memegang tetapi memegang dan mengikat. Kalau cuma memegang, masih bisa lepas jika ditarik dari dua arah yang berlawanan, tetapi Hazaq disini memegang dan diikatnya pegangan kita dengan tangan-Nya, sehingga tidak mungkin terlepas oleh goncangan maupun tarikan apapun. Ikatan HAZAQ membawa kita pada tiga hal, yaitu agar kita yang dipegang dan diikat-Nya memiliki keberanian; keperkasaan, dan keteguhan hati.

Contoh peristiwa ketika Israel berhadapan dengan raksasa Goliat :

1 Samuel 17:11 “Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Saul adalah Raja yang terlatih perang, sementara yang disebut sebagai orang Israel, mereka bukanlah rakyat biasa, tetapi para pahlawan perang biasa menghadapi peperangan. Tetapi ketika mereka mendengar tantangan musuh yaitu Goliat, disebutkan mereka sangat ketakutan. Sangat, itu artinya bukan takut biasa, tetapi ketakutan yang mendalam.

1 Samuel 17:24 “Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan. Dua kali disebutkan kata sangat ketakutan, tapi kali ini disertai dengan lari ramai-ramai.

1 Samuel 17:24b “…Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup ?

Ini adalah perkataan dari Daud. Daud juga mendengar tantangan Goliat tetapi responnya berbeda. Saul dan tentara Israel takut dan lari, tetapi Daud yang bukan raja dan bukan tentara yang biasa perang, ia hanya seorang pengembala domba, tetapi begitu beraninya mengatakan siapa orang itu ? Apa yang membuat Daud  berbeda dalam menghadapi tantangan itu ? Pengenalan Daud tentang siapa Tuhan itu lebih kuat, sehingga iman percayanya kepada Tuhan begitu mengakar dalam dirinya. Ia begitu percaya penuh bahwa yang ia percaya adalah Tuhan, Allahnya dan Tuhan memegang tangannya yang mengintruksikan Jangan Takut. Dan fakta selanjutnya semua yang tahu kisah Daud dan Goliat, tahu betul siapa yang menjadi pemenang. Inilah alasan dan pegangan kita untuk tidak takut menghadapi apapun yang harus kita hadapi dalam hidup ini. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *