KUAT DI DALAM TUHAN – oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Sore HUT GPdI Mahanaim  – Minggu, 29 Agustus 2021)

PENDAHULUAN
Bersyukur kepada Tuhan sebab pada saat hari ini kita semua dapat merayakan ulang tahun GPdI Mahanaim Tegal yang ke 32. Tentu perayaan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena kita masih menghadapi pandemi. Meski tidak ada hiasan balon warna-warni atau kue ulang tahun yang menjulang tinggi, tetapi semua yang terjadi patut untuk syukuri karena jika kita bisa sampai pada hari ini, kita harus mengakui bahwa semuanya ini adalah kasih karunia Allah yang maha tinggi.

Tema firman Allah pada perayaan ulang tahun gereja saat ini adalah “KUAT DI DALAM TUHAN.” Mari kita buka Efesus 6:10 – Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Setelah rasul Paulus mengajarkan pokok-pokok iman kristen, kesatuan hidup orang percaya dan cara hidup orang percaya maka ia menutup suratnya dengan sebuah kesimpulan yaitu : Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, didalam kekuatan kuasa-Nya. Orang-orang percaya di Efesus dinasehati agar menjadi anak-anak Tuhan yang kuat didalam Tuhan.

Kata kuat dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata ἐνδυναμόω – endunamoō artinya meningkatkan kekuatan, menjadi kuat atau membuat kuat. Dari sini kita mendapat pengertian bahwa menjadi kuat itu adalah sebuah proses yang dibangun dari hari ke hari. Menjadi kuat itu tidak terjadi seketika atau tiba-tiba, melainkan dilatih, dibiasakan dari waktu ke waktu. Jadi menjadi kuat itu adalah tindakan kesengajaan bukan sebuah kebetulan.

Ketahuilah bahwa “Kekuatan itu tidak dilahirkan, kekuatan itu diciptakan.” Tidak ada kekuatan yang datang dengan sendirinya, semuanya itu harus dilatih, dibentuk dan diciptakan. Seorang bayi yang diberi makan dan minum setiap akan tidak otomatis menjadi kuat jika tidak dilatih agar otot-ototnya menjadi bertumbuh menjadi kuat. Sebagaimana fisik kita menjadi kuat karena dilatih dari hari ke hari, demikian juga dengan jiwa kita dan roh kita agar menjadi kuat harus dilatih setiap saat. Percayalah bahwa “kualitas dihasilkan dari rutinitas.” Jika kita ingin menjadi raksasa-raksasa rohani, menjadi orang-orang yang kuat secara rohani, maka kita harus melatih roh kita secara terus-menerus. Endunamoō : meningkatkan kekuatan, menjadi kuat atau membuat kuat.

Setelah 32 th kita lalui, apakah kita telah endunamoō? Meningkatkan kekuatan, menjadi kuat atau membuat kuat. Saya berharap setelah 32 th, kita terus bertumbuh menjadi anak-anak Tuhan yang kuat dalam iman dan tangguh dalam kehidupan.

Menjadi kuat dalam Tuhan menjadi pesan penting yang disampaikan rasul Paulus kepada anak-anak Tuhan di Efesus, tentu saja ini juga penting bagi kita, mengapa?

1. Kita harus menjadi kuat karena setan menyerang dengan tipu muslihat
Efesus 6:11
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Tipu muslihat  atau dusta adalah senjata perang yang digunakan iblis untuk menjatuhkan manusia. Dengan dusta iblis menipu manusia agar jatuh dalam dosa. Di taman Eden dengan kelicikannya iblis telah berhasil memperdaya Hawa sehingga jatuh didalam dosa.  Cara yang sama iblis tetap gunakan untuk menjatuhkan ank-anak Tuhan di akhir zaman, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yoh.8:44) Iblis itu adalah serigala yang berbulu domba. Kelihatan luarnya baik, manis tetapi mematikan.

2. Kita harus menjadi kuat karena kita berada di medan pertempuran yang hebat
Efesus 6:12
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Musuh yang kita hadapi bukan main-main. Musuh kita bukan manusia, bukan pula saudara, tetangga atau sesama. Musuh kita adalah penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini dan roh-roh jahat di udara.

Wahyu 12:12
Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

Sadarilah kita sedang berada di medan pertempuran yang hebat sebab Iblis telah turun dengan geramnya yang dahsyat karena ia tahu bahwa waktunya sudah singkat. Iblis sedang mengerahkan sepenuh kekuatan dan seluruh pasukan untuk melawan anak-anak Tuhan sebab ia tahu tidak lama lagi ia masuk dalam hukuman. Sebab itu marilah kita saling bergandeng tangan, rapatkan barisan, eratkan kesatuan untuk menghancurkan kekuatan lawan.

3. Kita harus menjadi kuat karena menghadapi tantangan hidup yang makin berat
Efesus 6:13
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Bagiamana caranya kita dapat menjadi kuat?
Selain mendorong agar anak-anak Tuhan bertumbuh menjadi kuat, rasul Paulus juga memberikan cara untuk bertumbuh menjadi kuat. Mari kita kembali perhatikan Efesus 6:10 ; Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Rahasia kekuatan yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat Efesus adalah hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan. Ini kunci kekuatan orang percaya, kita menjadi kuat jika kita berada didalam Tuhan. Jika kita ada didalam Tuhan, maka kekuatan Tuhan menjadi kekuatan kita dan kuasa Tuhan mengalir melalui hidup kita. Apakah artinya di dalam Tuhan? Di dalam Tuhan artinya kita “Melekat kepada Tuhan”

 Yohanes 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Kekuatan kita tergantung kepada siapa kita melekatkan hati dan percaya kita. Jika hati kita melekat kepada Tuhan maka kita akan memiliki kekuatan untuk menghadapi segala tantangan kehidupan. Rasul Paulus adalah salah satu sosok yang hidupnya dipenuhi dengan kesulitan, penderitaan dan penganiayaan. Dalam 2 Korintus 11 : 23-27  dia katakan:

Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.

Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.

Meskipun dalam keadaan yang penuh penderitaan, aniaya dan kesulitan yang begitu banyak, namun dengan penuh keyakinan rasul Paulus berkata dalam Fil 4:13  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ia sadar selama ia berada dalam Tuhan maka tidak ada penderitaan yang tidak dapat ditanggungnya, semua dilalui bersama Tuhan.

PENUTUP
Kita semua sadar bahwa saat-saat ini kita sedang berada di masa sukar, tetaplah melekat kepada Tuhan yang besar yang dapat memberikan jalan keluar. Jangan menjauh dariNya, peluk pribadiNya, pegang tanganNya, percayalah di tengah-tengah hidup ini memang berat, kita punya Tuhan yang hebat yang membuat kita kuat menanggung beban hidup yang berat. Sekali lagi, orang-orang yang mendekat kepada Allah akan tetap kuat dan mereka yang selalu melekat kepada Tuhan akan mendapat kemenangan. Tuhan memberkati. KJP!

KUAT DALAM TUHAN – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Pagi HUT GPdI Mahanaim – Minggu, 29 Agustus 2021)

Efesus 6:10

Kalau sampai saat ini kita masih hidup dan bertahan, kita percaya ini karena Tuhan. Allah yang ada dari permulaan zaman, akan menyertai kita sampai akhir yaitu saat IA datang untuk menjemput kita, Wahyu 1:4. Perhatian Allah kepada kita ditunjukkan lewat kasih dan anugerahNYA.

Lagu terjemahan berikut akan menjadi bahasan saya saat ini, mewakili ucapan syukur kita pada hari ini kepada Tuhan.

Burungpun Kau perhatikan
dan tanganMu menjagaku
dari ujung dunia sampai relung hatiku
Biar rahmat dan kuatMu nyata

Kau memilihku Tuhan
S’mua malaikat tahu
‘tuk kemuliaanMu menjadi saksiMu
p’nuh kasih dan anugrahMu

Dan kuberlari padaMu, pada FirmanMu
bukan kuat, bukan gagah
tapi oleh Roh Kudus

Ya, ku ‘kan berlomba
sampai kupandang wajahMu
Biarku hidup dalam kasihMu yang mulia

Dalam hidup ini ada selalu ada bagi kita kesempatan untuk mengucap syukur bahkan dalam saat sulit sekalipun. Kita tentu saja ingat perkataan Ayub yang begitu menginspirasi dalam Ayub 1:21  “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”

Kita mengucap syukur karena kebaikan Tuhan yang memelihara hidup kita. Allah melengkapi kita dengan kemampuan untuk tetap hidup bagi DIA. Yesus pernah memberikan perbandingan yang menunjukkan betapa pemeliharaan Allah atas semua ciptaan meskipun ia kurang berharga, Matius 10:29.

Sehingga bagaimana mungkin Allah menjaga yang kurang berharga tetapi abai kepada yang lebih berharga? Ayat 31. Ketika kita menilai diri kita tidak berharga, sebenarnya kita menganggap rendah perkataan Yesus. Mari kita baca dan renungkan ayat terkenal di Yesaya 43:1-4.

Dalam hal ini kita percaya bahwa Allah pencipta langit dan bumi berkuasa untuk menjaga hal yang begitu jauh dari pemikiran kita (Mazmur 19:1-7). Tetapi IA juga mampu menjaga keberadaan kita (Mazmur 121:1-8), dan IA mengenal hati kita (1Raja-raja 8:39).

Kata rahmat itu sejajar dengan dengan kata “belas kasihan”, “kasih karunia”, “kasih setia”, dan “anugerah”. Inilah yang membedakan kekristenan dengan kepercayaan lain di dunia. Istilahnya bisa jadi sama, tetapi konsep rahmat dalam kekristenan begitu unik karena itu nyata (Titus 3:4-5) dan Tuhan yang mengambil inisiatif (1Yohanes 4:10).

Anugerah Allah juga nyata dalam pilihanNYA atas kita, 1Tesalonika 1:4. Bahkan malaikat Allah tahu bahwa belas kasihan Tuhan ada atas manusia yang percaya bukan atas malaikat, Ibrani 2:16. Pilihan Allah itu bukan untuk sesuatu yang sia-sia. IA memilih Paulus untuk menjadi alat Tuhan, Kisah Para Rasul 15:7. IA juga memilih kita untuk “rajin berbuat baik”, Titus 2:14.

Jadi supaya kita sebagai “manusia ilahi” diperlengkapi dengan perbuatan baik, maka seharusnya pengejaran kita adalah firman Allah, 1Timotius 3:16-17. Kita berlari sedemikian rupa dalam hidup ini untuk mendapatkan Sang Firman yang menjadi manusia, yang oleh Paulus diistilahkan “panggilan surgawi dalam Kristus Yesus”, Filipi 3:14.

Kuat dan gagah manusia tidak bisa membawa kita menyelesaikan pertandingan hidup ini, Zakharia 4:16. Ibadah-ibadah kita, termasuk di dalamnya pengejaran akan firman Allah, dilakukan oleh karena Roh Allah, bukan sekadar ritual lahiriah, Filipi 3:3.

Karena itu tetaplah bertanding, tetaplah berlari, apa yang kita capai sampai saat ini belum selesai sampai nanti kita sampai ke Surga (Filipi 3:10-14) dan berhadapan muka dengan muka dengan Sang Kasih sejati, Tuhan Yesus Kristus,1Korintus 13:12.

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”

GodblesS

Bersandarlah Kepada Tuhan – oleh Pdm. Melky Mokodongan (Ibadah Raya Pagi- Minggu, 22 Agustus 2021)

1 Samuel 30:6
Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Pendahuluan
Setiap manusia pasti akan mengalami apa yang namanya masa-masa yang sukar/sulit untuk dilewati. Keadaan seperti ini memang dapat mengancam hidup kita sewaktu-waktu.   Bahkan seorang seperti Daudpun tidak lepas dari keadaan yang sukar.

Dari ayat pokok di atas, kita dapat melihat pengalaman pahit yang dialami oleh Daud. Saat Daud dan orang-orangnya sampai ke kota Ziklag; Ziklag telah dikalahkan dan dibakar habis oleh orang-orang Amalek. Bukan hanya kota yang dibakar, tetapi isteri serta anak mereka, yang laki-laki dan perempuan telah ditawan sehingga menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi untuk menangis. Dalam kondisi yang demikian, orang-orang bukannya saling menguatkan atau menyemangati agar kuat menghadapi kesulitan itu, tetapi sebaliknya mereka justru menyalahkan Daud dan hendak melemparinya dengan batu sehingga Daud merasa tak berdaya.

Kadang kita tidak dapat menghindari persoalan atau kesulitan yang datang menimpa hidup kita. Siapa yang mau atau bersukacita dengan pandemi saat ini?  Tentu kita tidak pernah mengharapakan, justru kita berharap semua segera keluar dari pandemik/kesulitan ini. Tetapi fakta/realitanya kita masih dikurung dengan virus Corona. Kita memang tidak bisa menolak kesulitan, tetapi yang menjadi persoalaanya adalah bagaimana sikap dan respon kita dalam menghadapi dan keluar dari masa yang sukar tersebut?.

Tentu kunci/cara untuk kita keluar bahkan menang dari setiap masa sukar bukanlah terletak dari kemampuan, hikmat kita, dan kepintaran bahkan kesanggupan kita sebagai manusia, tetapi terletak kepada siapa kita menggantungkan hidup kita.

Ditengah-tengah keadaan yang sulit dan ancaman dari orang-orang yang menyertainya, Daud mengambil keputusan untuk perpaut, berharap hanya kepada Tuhan. Dikatakan Daud menguatkan kepercayaanya kepada Tuhan. Artinya apa? Daud kembali bersandar kepada Tuhan.

Pertanyaannya sekarang, mengapa Tuhan mengijinkan persoalaan/masa sukar harus terjadi?
1. Agar kita ingat dan kembali kepada Tuhan (bertobat).
Persoalan terbesar manusia adalah ketika dia sukses, jaya, punya segalanya, tanpa disadari dia mulai lupa siapa yang membuat dia sukses. Dia mulai tidak ingat bahwa kepada siapa dia berdoa, siapa yang menolongnya, itulah masalah yang kerap terjadi.

Contoh: Lukas 15:16 ~ Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Ayat ini berbicara tentang anak yang terhilang, dia mengambil keputusan yang salah dan meninggalkan bapanya sehingga pada akhirnya mengalami apa yang namanya masa yang sukar, merasa lapar tapi tidak ada yang dapat dimakan, bahkan makanan ampas saja untuk makanan babi tidak diberikan, tidak ada yang peduli. Namun pada akhirnya karena penderitaan ini, dia menyadari dan ingat kepada bapanya.

Lukas 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapa yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Lukas 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Perhatikan apa yang dikatakannya, “aku disini mati kelaparan”, ini menunjukkan situasi/keadaan yang sulit, sukar bahkan terjepit, keadaan inilah yang membuat dia ingat dan kembali kepada bapanya.

Masa-masa sukar diijinkan Tuhan terjadi agar seseorang ingat dan kembali.  Tidak ada satu perkara yang Tuhan ijinkan terjadi tanpa kebaikan-Nya. Ingatlah bahwa, kejadian-kejadian buruk, masa-masa sukar kita alami, itu dapat menjadi alat Tuhan untuk membawa kita kembali kepada Dia. Masa sukar membuat kita mengingat setiap kebaikan Tuhan, kasih setia Tuhan bahkan anugrah Tuhan atas hidup kita.

Mazmur 77:12  Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban- keajaiban-Mu dari zaman purbakala.

Kalau hari-hari ini, kita ada dalam masa-masa yang sukar, bukan menjadi alasan kita melupakan Tuhan apalagi meninggalkan Tuhan, tetapi ini adalah sebuah proses, agar kita terus bersandar kepada Tuhan, dan mengingat terus perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan atas hidup kita. Sebab itu, bersandarlah penuh kepada Tuhan, jangan pernah mengambil keputusan yang keliru, apalagi keputusan untuk menjauh dari Tuhan.

2. Agar kuasa dan pertolongan-Nya dinyatakan.
Pertolongan Tuhan atas Daud saat ia menghadapi masalah bukan semata-mata untuk meluputkan dia begitu saja, tetapi dibalik hal itu, “Allah ingin memperlihatkan atau menunjukkan kepadanya betapa hebat dan besarnya kuasa-Nya.”

Contoh bangsa Israel.
Ketika mereka dibawa keluar dari Mesir, maka mereka tidak dibiarkan pergi begitu saja, mereka dikejar-kejar oleh tantara Mesir sehingga mereka sangat ketakutan, terjepit dan merasa terancam sehingga berkata kepada Musa, apakah tidak ada kuburan di Mesir sehingga engkau membawa kami keluar dari sana? Keluaran 14:12.

Namun perhatikan ayat 13,14 Musa tegaskan, “jangan takut, lihatlah keselamatan dari Tuhan, lihatlah Kuasa dari Tuhan akan dinyatakan yaitu Dia Allah yang akan berperang dan kamu akan diam saja..”

Luar biasa Allah kita, Dia buktikan kemahakuasaan-Nya kepada kita. Bagi manusia mustahil, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Keadaan yang seperti ini, kadang-kadang membuat kita bertanya-tanya, mengapa? Tetapi sesunggunya dibalik semua yang dialami, TUHAN mau nyatakan kuasa-Nya.

Pemazmur yaitu mazmur Asaf berkata;
Mazmur 77:14 Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?
Mazmur 77:15 Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban ; Engkau telah menyatakan kuasa-Mau di antara bangsa bangsa.

Allah menyatakan kuasa-Nya bagi kita agar kita sadar bahwa tidak ada Allah yang lain seperti Dia. Dia Allah yang hebat, Dia Allah berkuasa, bahkan Dia yang dapat meluputkan kita dari setiap masa yang sukar.

Hari-hari ini, apa yang membuat kita meragukan kuasa-Nya? Pertolongan-Nya? Apa yang membuat kita tidak mempercayai-Nya? Adakah pertolongan dan Kuasa-Nya tidak sanggup meluputkan kita? Apakah Covid lebih membuat kita meragukan kuasa-Nya? Sehingga untuk beribadah kita tidak lakukan lagi? Bersyukur kalau kita masih setia beribadah walaupun lewat online. Tetapi persoalaanya apakah kita lakukan dengan sungguh-sungguh? Jelas Alkitab berkata bahwa, Allah manakah yang besar seperti Allah kita? Allah manakah yang hebat seperti Allah kita?

Efesus 1:19, dan betapa hebat kuasa-Nya  bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

3. Agar iman kita semakin kuat dan berdaya tahan.
Bukankah menjadi kuat dan berdaya tahan didalam Tuhan merupakan kehendak-Nya bagi kita?

“Kualitas kekristenan akan diketahui dari seberapa kuat dan daya tahan seseorang menghadapi masa sukar.”

Contoh adalah Ayub.
Ayub 2:9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah.

Kalau saya terjemahkan begini;
Masih kuatkah engkau Ayub?, Masihkah engkau sanggup bertahan? Kalau tidak,.. sana kedukun, kalau ga bisa lagi ambil jalan pintas tinggalkan Tuhan dan gantung diri….di (pohon semangka). Lalu apa jawab Ayub?

Ayub 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk:  Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Secara manusia, Ayub bisa saja menjawab iya ya, buat apa bertahan, buat hidup saleh sedangkan menderita. Ayub sekalipun beratnya pergumulan/ masa sukar yang dia alami, tidak membuat dia meninggalkan Tuhan, apalagi mengutuki Allah, tetapi dia semakin kuat dan berdaya tahan, sehingga di pasal 23 ayat 10 dia katakan:

Ayub 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku,  aku akan timbul seperti emas
Demikian juga kepada kita, sebagai jemaat Tuhan, kalau Ayub mampu, Ayub sanggup, kitapun bisa menjadi orang-orang yang kuat.

Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Menjadi kuat dan semakin kuat didalam Tuhan merupakan kehendak-Nya bagi setiap kita. Nasehat Yakobus Yakobus 1:12:
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan,  sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

4. Agar kita menjadi saksi melalui pengalaman masa sukar.
Biasanya kekecewaan akan terlihat ketika kita berada dalam keadaan-keadaan yang sulit/menyakitkan.Namun sebenarnya kalau kita dapat memahami, tujuan dari apa yang kita alami maka hal ini tidak akan membuat kita kecewa.

Contoh seperti Yusuf.
Yusuf dimulai dari mimpi, dibenci saudara-saudaranya, mau dibunuh, dijual, difitnah, bahkan dimasukan kedalam penjara, dilupakan, namun pada akhirnya pengalaman sukar membuat dia menjadi sebuah kesaksian bukan hanya oleh petinggi Mesir, tetapi juga oleh saudara-saudaranya yang  menghianatinya.

– Dia menjadi saksi melalui kesabarannya
– Dia menjadi saksi lewat kejujuran/ sekalipun difitnah

Bukan berarti kita harus masuk penjara dulu baru kita menjadi saksi, tetapi tanamkan hal ini. Dalam kondisi apapun kita, baik itu perkara-perkara sukar yang kita hadapi, jangan pernah kita menyangkal Tuhan, tetapi biarlah kita menjadi saksi dalam hal kita terus bersandar kepada Tuhan.

Kesimpulan
Kepada saudara dan saya, kondisi apapun, bahkan sesukar apapun hari-hari ini kita jalani, tetaplah bersandar kepada Tuhan, dengan kita mempercayai dan kembali kepada Tuhan, mengalami kuasa dan pertolongan-Nya, menjadi kuat dan terus bertahan didalam Tuhan sehingga kita menjadi saksi dimanapun kita berada. Amin.

PAHLAWAN YANG GAGAH PERKASA – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya Sore- Minggu, 22 Agustus 2021)

Hakim-hakim 11:1-11 (Baca Ay. 1-3)

YEFTA
Nama Yefta pertama kali muncul dalam kitab Hakim-hakim pasal 11 yang dikenal dengan Yefta bin Gilead. Ia menjadi hakim sebelum kerajaan Israel berdiri yang dipimpin oleh Saul. Yefta bertugas sebagai hakim di Israel selama 6 tahun, Hakim-hakim 12:7. Seperti namanya, Yefta bin Gilead berasal dari Gilead. Gilead sendiri adalah sebuah wilayah Israel yang terletak di daerah pegunungan yang dalam pembagian wilayah suku-suku Israel ditempati oleh suku Gat, suku Manasye dan suku Ruben. Yefta berasal dari suku Manasye.

Mari kita lihat tokoh ini dalam Hakim-hakim 11:1-3
Ay. 1 Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. 

Ay. 2 Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.” 

Ay 3 Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang  yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.

Seorang pahlawan yang gagah perkasa tetapi latar belakang Yefta yang merupakan anak perempuan sundal, yang pastinya dicap sebagai sampah masyarakat yang tentunya ini menekan seseorang jika disebut anak perempuan sundal. Karena hal tersebut saudara, anak ayahnya tidak mau menerimanya sehingga saudaranya, mengusir Yefta serta berkata “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami.” Yefta pasti merasa sangat sakit hati ketika diusir oleh keluarga besarnya secara khusus oleh anak-anak lain di keluarga ayahnya. Yefta lari dan menetap di tanah Top dan di sana ia berkumpul bersama petualang-petualang  yang merampok. Yefta masuk dalam pergaulan yang buruk.

Saudara, kita lihat dari sini Yefta yang lahir dari keluarga yang berantakan, mengalami penolakan dan akhirnya terjerumus dalam pergaulan yang salah. Apakah tidak bisa dipulihkan? Apakah masa depannya hancur? Dan tidak bisakah berubah menjadi seorang pria baik dan berguna? Mungkin secara manusia mustahil Yefta bisa berubah, tidak mungkin Yefta diangkat menjadi orang yang terhormat.

Tetapi Alkitab menceritakan Yefta yang memiliki latar belakang yang buruk namun bisa dipulihkan menjadi orang yang baik, yang dipakai Tuhan secara hebat, bahkan Alkitab jelaskan bahwa Yefta menjadi seorang pahlawan yang gagah perkasa.

Pahlawan : Seorang yang memberi diri untuk berkorban dan berjuang.
Gagah perkasa : Berani, kuat, memiliki kesanggupan.

Ditengah kondisi yang sulit dan sukar sekalipun jadilah pahlawan yang gagah perkasa bagi diri saudara sendiri saat menghadapi segala tantangan dan pergumulan. Saudara pejuang yang kuat, sanggup dan mampu hadapi tantanagan. Jadilah pahlawan yang gagah perkasa bagi keluarga, bagi saudara-saudara yang lain, bagi pekerjaan Tuhan.

Hari ini kita akan belajar bagaimana seorang yang punya latar belakang rusak, buruk, mungkin orang yang gagal dan mengalami banyak penolakan tetapi menjadi pahlawan yang gagah perkasa?

1. Belajar melihat rencana Tuhan dalam setiap peristiwa.
Ketika kita menghadapi situasi yang sukar, hal ini bicara tentang :

  • Kelahiran, tidak bisa memilih dikeluarga mana kita dilahirkan, kita tidak bisa memilih orang tua kita, begitu juga orang tua tidak bisa memilih anak seperti apa yang akan dilahirkan. Ini kondisi yang sukar yang mungkin saudara alami.
  • Masa lalu kita, semua orang punya masa lalu, ada masa lalu yang sampai hari ini masih mengintimidasi, menghantui, mendatangkan trauma.
  • Pekerjaan,dimana kita bekerja, kita hadapi tekanan disana dan disini.
  • Dan mungkin masih banyak peristiwa yang kita bilang kondisi yang mungkin sukar.

Saudaraku, meskipun kondisi tidak enak sekalipun, kita yang sudah ada didalam Tuhan lihatlah bahwa dibalik semuanya itu ada kehendak serta maksud rencana Tuhan yang Dia mau nyatakan dalam setiap peristiwa terjadi dalam hidup kita. Kita harus berjuang dan tidak menyerah. Kita akan melihat campur tangan dan anugrah Tuhan menyertai hidup kita.

Yefta dalam kondisi sama sekali tidak ideal untuk dia menjadi seorang pahlawan tetapi ini yang dilakukan Yefta adalah dia tidak mau diam dalam kondisi yang pahit, dia tidak mau terus berada ditempat yang gelap karena Yefta percaya ada rencana Tuhan.

 Mari kita baca Hakim 11:5 Dan ketika bani Amon itu berperang melawan orang Israel, pergilah para tua-tua Gilead menjemput Yefta dari tanah Tob.
11:6 Kata mereka kepada Yefta: “Mari, jadilah panglima kami dan biarlah kita berperang melawan bani Amon.”

Melalui peristiwa bani Amon menyerang Israel dan tentunya ada alasan, mengapa tua-tua Gilead mencari Yefta? Apa mungkin keberanian Yefta terdengar di tanah Gilead tentang dia di tanah Tob? Mungkin itu alasan-alasan yang dianggap tepat sehingga tua-tua itu datang. Tetapi alasan yang lebih tepat adalah Tuhan bekerja dan berdaulat dalam setiap peristiwa yang kita alami sehingga tua-tua itu mencari Yefta.

 Mungkin disetiap peristiwa kita mencoba lari kecewa dan meninggalkan Tuhan dan kita salah langkah sehingga kita terlalu jauh dari Tuhan atau kita merasa bahwa hidup ini tidak adil dan mempersalahkan keadaan,menuduh Tuhan berbuat jahat. Tetapi malam ini kita diingatkan kembali apapun peritiwa yang terjadi hari–hari ini, mari kita melihat sebenarnya ada rencana Tuhan yang indah yang sebenarnya Tuhan sedang kerjakan bagi saya dan saudara. Itu sebabnya kembalilah didalam rencana-Nya. Mari bangkit dari keterpurukan, pandang ke depan dan lihatlah ada  rencana Tuhan dalam setiap peristiwa.

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

2. Pergunakan setiap kesempatan
Setiap kilometer kehidupan kita selalu ada kesempatan dan tawaran dari Tuhan.

Kesempatan untuk Melayani
Selalu ada kesempatan untuk kita dipanggil menjadi mitra kerja Tuhan. Dia mau pakai hidup kita dimanapun kita dan apapun jenis pekerjaan kita.
Miliki kerendahan hati untuk meresponi setiap kesempatan melayani. Kita diciptakan unik dengan talenta dan potensi yang berlainan, karena ada maksud Tuhan yang spesifik bagi kita masing-masing. Jangan anggap remeh semua potensi dan kemampuan yang kita miliki karena itu sangat berarti dihadapan Tuhan.

Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Kata kekuatan disini adalah kesanggupan yang dapat kita lakukan untuk kita mengasihi Tuhan, artinya setiap kita yang mengasihi Tuhan dengan kita melayani sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing.

Yefta awalnya menolak ketika para tua-tua Gilead datang meminta dia memimpin peperangan melawan bani Amon tetapi akhirnya Yefta menerima tawaran itu dengan perjanjian Yefta menjadi kepala atas mereka. Akhirnya Yefta mengambil kesempatan itu untuk dia melayani Tuhan menjadi hakim bagi Israel.

Jika saudara masih sehat, masih hidup bernafas bahkan Tuhan tahu kemampuan yang saudara  miliki karena Tuhan percayakan itu dalam hidup saudara, jangan tunda atau tunggu lagi tetapi responi setiap kesempatan untuk kita melayani Tuhan karena ada saatnya kita tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Pengkhotbah 9:10 segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati,  ke mana engkau akan pergi.

Kesempatan untuk berubah
Matius 3:8 Tunjukkanlah dengan perbuatanmu bahwa kamu sudah bertobat dari dosa-dosamu.

Ini tidak kalah pentingnya dari kita mengunakan kesempatan untuk melayani yaitu kita hidup baru, meninggalkan manusia lama kita untuk melayani Tuhan sehingga Tuhan akan berkenan mengurapi kita, dan pelayanan kita menjadi berkat.

Bukti perubahan Yefta:
– Ketika bani Amon ingin berperang melawan Israel, yang dilakukan Yefta adalah mampu menahan diri, berkomunikasi dengan baik dengan memakai pendekatan persuasif.

Mengapa ia memakai pendekatan ini dan tidak langsung saja menyerang Bani Amon? Kita belajar bahwa Yefta sudah berubah, ia tidak memakai pendekatan perampok. Jadi Yefta bukanlah pemimpin yang sembarangan dikendalikan oleh emosinya, Yefta tidak menginginkan pertumbuhan darah.

11:12 Kemudian Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon dengan pesan: “Apakah urusanmu dengan aku, sehingga engkau mendatangi aku untuk memerangi negeriku?”
11:14 Lalu Yefta mengirim pula utusan kepada raja bani Amon

– Ketika bani Amon menuduh Israel merampas tanah mereka di ayat 13,  Jawab raja bani Amon kepada utusan Yefta: “Orang Israel, ketika berjalan keluar dari Mesir, telah merampas tanahku, dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok dan sampai ke sungai Yordan. Maka sekarang, kembalikanlah semuanya itu dengan jalan damai.”

Yefta menjawab dengan fakta yang tertulis dalam kitab Musa bahwa Israel tidak pernah merebut tanah milik bani Amon artinya jawaban Yefta selain dia mengerti sejarah. Ketika dituduh oleh bani Amon maka jawaban membuktikan bahwa Yefta mengalami perubahan hidup.

– Rendah hati – sisi manusia banyak kali merasa sombong dan tinggi hati ketika dipakai luar biasa atau ketika dia mempunyai kemampuan. Berbeda dengan Yefta, ketika orang meminta bantuan kepadanya dengan mengangkatnya sebagai hakim justu ini yang keluar dari mulut Yefta di ayat 27 Jadi aku tidak bersalah terhadap engkau, tetapi engkau berbuat jahat terhadap aku dengan berperang melawan aku. TUHAN, Hakimitu, Dialah yang menjadi hakim pada hari ini antara orang Israel dan bani Amon.”

Mengakui bukan dia hakim itu tetapi Tuhanlah hakim yang sesungguhnya menjadi pembela dan penolong Israel.

Yefta dipimpin  maka Roh Allah ayat 29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa  di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.

 Galatia 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Galatia 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh,baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
Galatia 5:26 dan janganlah kita gila hormat,janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Memberi
Hakim-hakim 11:30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku.”

Yefta bernazar dihadapan Tuhan, sekalipun nazar itu sangatlah berat yaitu menyerahkan putri satu-satunya dipersembahakan kepada Tuhandan Yefta berani menepati janjinya untuk memberi yang terbaik dari miliknya bagi Tuhan dan itu menyenangkan hati Tuhan.

Jika saudara rindu dipakai Tuhan dengan luar biasa, gunakalah kesempatan untuk kita mengalami perubahan hidup dalam hidup kita. Ada banyak kali Tuhan terkadang mengingatkan kita melalui firmanNya untuk kita meninggalkan dosa, kesukaan dan hobi kita untuk lakukan dosa. Sering kali Tuhan menegur kita mungkin lewat orang lain, melalui kejadian yang terjadi, sadarlah mungkin itu adalah kesempatan untuk kita merubah hidup kita.

3. Segala perkara dibawa kepada Tuhan
Ayat 11b Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya  itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa.

Dari seorang anak perempuan sundal, diusir oleh saudara-saudara dan keluarganya, bahkan pernah ada dimasa kelam bersama perampok-perampok, apalagi pernah dikecewakan, untuk percaya kepada janji tua-tua Gileada itu tidak mungkin tetapi ini yang dilakukan oleh Yefta membawa segala perkaranya kepada Tuhan.

Segala perkara disini kemungkinan Yefta mengucapkan hal perjanjian yang telah dilakukan dihadapan tua-tua Gilead, dan kata membawa (dabar) Yefta berkata dan bercakap-cakap kepada Tuhan dengan sangat tegas Yefta menyampaikan, menyatakan segala perkara yang dialaminya saat itu, dan memproklamasikan apa yang akan dia lakukan dan yang harus diikuti oleh bangsa Israel.

Melalui pernyataan Yefta tersebut, dia menyampaikan segala kejadian yang dialami serta menyampaikan komitmennya di hadapan Tuhan dan bangsa Israel untuk menolong mereka menghadapi bani Amon. Ketika Yefta membawa dan menyampaikan semua perkaranya kepada Tuhan maka Yefta menciptakan pemulihan hubungannya dengan Tuhan.

 Arti Mizpa dalam perjanjian lama sangat banyak sekali
1). Bagi Yakub : Mizpa itu berarti Tuhan berjaga-jaga.
Kejadian 31:49  dan juga Mizpa,sebab katanya: “TUHAN kiranya berjaga-jaga antara aku dan engkau, apabila kita berjauhan.

2). Bagi Samuel : Mizpa itu tempat berkumpunya orang Isarel dan Samuel berdoa pemulihan dan kemenangan Israel atas Filistine dan mereka mempersembahakan korban bagi Tuhan.

1 Samuel 7:5-6 Lalu berkatalah Samuel: “Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN.”  Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya  di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: “Kami telah berdosa kepada TUHAN.” Dan Samuel menghakimi  orang Israel di Mizpa. 

3). Bagi Yefta : Mizpa adalah persekutuan dimana Yefta menjadikan Tuhan tempat mengadu, berseru membawa seluruh perkaranya dihadapan Tuhan karena Yefta percaya bahwa Tuhan adalah Allah yang menjadi penjaga Israel, menara perlindungan, Allah yang memulihkan dan kekuatan.

Kesimpulan
Seorang pahlawan gagah perkasa adalah pribadi yang mampu melihat rencana Tuhan dalam segala peristiwa, seorang yang selalu menggunakan setiap kesempatan baik, kesempatan untuk melayani bahkan untuk berubah dan mau menjadikan Tuhan tempat satu-satunya pribadi yang diandalakan. Tidak ada yang mustahil untuk kita terus berharap kepada Tuhan.

 

Gereja Yang Tidak Tergoncangkan – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu 15 Agustus 2021)

Ibrani 12:26,27

Ibrani 12:26
“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.”

Ibrani 12:27
“Ungkapan “Satu kali lagi” menunjukkan kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.”

PENDAHULUAN
Mendahului kedatangan Yesus kedua kali, Allah akan adakan goncangan di bumi dan langit.

  • Penggenapan goncangan/malapetaka digenapi saat dibuka 7 Meterai Allah dan Peniupan 7 Sangkakala Allah berupa malapetaka demi malapetaka merupakan tanda-tanda dari kedatangan Yesus yang harus digenapi.

METERAI KETUJUH
Meterai VII belum kita bahas, Wahyu 8:1-5, yaitu Pernikahan Kristus (Mempelai Laki-laki) dengan Pengikut Yesus Yang Sejati, (Gereja Yang Sempurna, Mempelai Wanita Kristus).

  • Efesus 5:31-32, pernikahan suami dan istri adalah analogi dari pernikahan Yesus dan Gereja-Nya (orang percaya).

SANGKAKALA ALLAH YANG PERTAMA
Dampak yang terjadi saat Peniupan 7 Sangkakala Allah adalah malapetaka demi malapetaka, goncangan demi goncangan yang  akan  dialami  penduduk  bumi.

Goncangan Pertama adalah:
Wahyu 8:7
“Lalu malaikat yang pertama meniup sangkalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.”

Sangkakala I, berupa:

  • Hujan es dan hujan api bercampur darah.
  • Sepertiga penduduk bumi terdampak aki-bat kebakaran sepertiga bumi: rumput (padi, gandum dan sejenisnya) dibakar api.
  • Selain bencana, wabah, sepertiga pendu-duk bumi alami krisis pangan (kelaparan).

Pengikut Yesus Yang Sejati; Mempelai Wanita Kristus atau Hawa Yang Akhir…?
1 Petrus 1:3-7
Tuhan menjaga dari bencana, tetapi Tuhan izinkan mengalami hal ini karena Tuhan ingin melihat kemurnian pengiringan kita.

SANGKAKALA ALLAH KEDUA
Wahyu 8:8 “Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan  ke dalam  laut. Dan  sepertiga dari laut itu menjadi darah, dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal.”

Goncangan atau malapetaka kedua: Sesuatu seperti gunung yang besar jatuh menimpa lautan, sehingga…

  • Sepertiga laut jadi darah; sepertiga biota hidup di laut mati, dan binasa sepertiga dari semua kapal di lautan.
  • Secara rohani, peristiwa ini ialah peristiwa munculnya gereja palsu.

Akibatnya…

  • Sepertiga dari umat manusia di dunia alami ke-matian rohani terdampak ajaran gereja palsu.
  • Wahyu 17:15 laut analogi orang banyak atau penduduk dunia, Wah. 17,18.
  • Tayangkan pernyataan Dewan Dunia (PBB) tentang apa yang akan diterapkan PBB bagi umat manusia di dunia.

Telah dinubuatkan Yeremia 51:25
“Sesungguhnya, Aku menjadi lawanmu,  gunung  pemusnah, demikianlah  firman Tuhan, yang memusnahkan seluruh bumi! Aku akan mengacungkan tangan-Ku kepadamu, menggulingkan engkau dari bukit batu, dan  membuat  engkau  menjadi gunung api yang telah padam.”

  • Untuk menang dari pengaruh gereja palsu, kita harus tumbuh dan berpegang teguh di atas ajaran firman Tuhan yang murni dan sejati seperti yang diajarkan Rasul-rasul antara lain, Petrus dalam 2 Petrus 1:5-8.

SANGKAKALA ALLAH KETIGA
Wahyu 8:10
“Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya  dan  jatuhlah  dari  langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan  ia  menimpa  sepertiga  dari  sungai-sungai dan mata-mata air.

SANGKAKALA ALLAH KETIGA
Wahyu 8:11 “Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Goncangan atau malapetaka yang terjadi saat Sangkakala ketiga ditiup adalah bintang besar yang jatuh dari langit. Nama bintang itu: Apsintus – pahit, dan  yang disasar bintang itu ialah sungai-sungai dan mata-mata air, akibatnya sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air menjadi  pahit, sehingga banyak orang mati  karena pahit oleh apsintus.

Kematian Rohani
Kematian akibat bintang apsintus ini, bukan hanya kematian jasmani, tapi rohani.

  • Bintang besar bernama Apsintus ini awal-nya seorang hamba Tuhan besar yang dipakai Tuhan.
  • Ia jatuh dalam dosa, dan dibuang Tuhan kemudian menjadi pelawan Tuhan.

Saat Kejatuhan
Pengaruh jahat yang dilakukan Antikristus bukan hanya pada saat ia memerintah sebagai Antikristus tapi pada saat ia jatuh dalam dosa, dengan roh apsintus/roh kepahitan ia memahitkan sungai-sungai dan mata-    mata air, yang adalah gambaran para pengikut Yesus.

Sebab pengikut Yesus digambarkan dalam…
Yohanes 7:38
Barangsiapa percaya kepada-Ku seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: “Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

  • Sebab itu, hati-hati dengan roh kepahitan jaga hati kita dari roh sakit hati atau kepahitan.

Ulangan 29:18
“Sebab itu janganlah di antaramu ada laki – laki atau  perempuan, kamu  keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan Tuhan, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; jangalah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh.”

  • Ipuh, Ibr.: LAANAH, Yun.: APSINTHOS, keduanya artinya sama, yaitu: pahit.

Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Ibrani 12:16,17 Jangan ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulung-annya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu  bahwa  kemudian,  ketika  ia hendak  menerima berkat  itu, ia  ditolak,  sebab ia  tidak  beroleh kesempatan  untuk  memperbaiki  kesalahannya, sekalipun ia  mencarinya  dengan mencucurkan  air mata.”

PENUTUP
Kejatuhan yang terparah menjelang Yesus datang kedua kali adalah dosa seperti Esau, yaitu melakukan perzinaan rohani atau berkompromi dengan ajaran-ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi palsu dan roh kepahitan disebarkan Antkristus di akhir zaman.

 

YUSUF: KEHIDUPAN SEORANG PEMIMPI – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 8 Agustus 2021)

Semoga semua kita ada dalam keadaan yang sehat di masa-masa yang sulit ini. Semua dari kita butuh inspirasi untuk dapat menjalani hidup dan mencapai garis finis dengan akhir yang baik. Terutama di tengah kesulitan hidup, kita butuh teladan dari orang yang pernah melewatinya.

Semua orang yang pernah mendengar kisah-kisah Alkitab pasti sedikit banyak mengetahui pelajaran-pelajaran hidup yang bisa didapat dari Yusuf. Kali ini catatan tertulis saya akan disajikan dengan beberapa referensi literatur akademis, sehingga Anda bisa mempelajarinya secara terpisah dengan mengaksesnya secara online.

Saya percaya kita bisa belajar dari semua fase kehidupan Yusuf meskipun bahasan kali ini belum dapat secara komprehensif mengulas kehidupan Yusuf, tetapi semoga sekelumit bahasan tentang tokoh Alkitab yang satu ini bisa menginspirasi kita untuk menjalani kehidupan dan tantangan-tantangannya dengan lebih baik.

AWAL HIDUP YUSUF

Nama Yusuf pertama kali disebutkan di Alkitab dalam Kejadian 30:24. Ketika Rahel, istri Yakub, melahirkan anak kandung pertamanya, setelah ia bergumul dengan kemandulannya dan “persaingan” dengan kakaknya, Lea, di ayat 1-3. Nama Yusuf dalam bahasa aslinya berarti “IA (Tuhan) menambahkan”, hal ini sesuai dengan tradisi Perjanjian Lama yang kita sudah baca di ayat 24.[1]

Secara garis besar Yusuf adalah anak Yakub yang lebih dikasihi dibanding saudara-saudaranya yang lain. Hal ini menimbulkan iri hati dan kebencian yang mengakibatkan Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak saat ia masih remaja, yang pada akhirnya mengakibatkan dampak luar biasa bagi banyak orang.[2] Sampai di sini kita belajar untuk tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan hidup.

Yusuf diolok-olok sebagai seorang pemimpi oleh saudara-saudaranya karena dua mimpi yang ia ceritakan kepada mereka. Pada akhirnya mimpi tersebut menjadi kenyataan, dan karena berhasil menerjemahkan mimpi secara akurat, Yusuf menjadi penyelamat keluarganya. Tetapi sebelum itu ia harus melalui proses yang tidak mudah yang nanti kita akan pelajari.

PELAJARAN DALAM KELUARGA

Yusuf menjadi anak yang dikasihi lebih dari saudara-saudaranya yang lain, karena ia lahir dari istri yang lebih dikasihi, dan lahir di masa tua ayahnya. Lahir dalam keluarga yang dilatarbelakangi persaingan membuat apa yang dituliskan di Kejadian 37:3-4 menjadi salah satu pergumulan yang harus dihadapi Yusuf.

Saudara-saudaranya membenci dia karena perlakuan yang tidak adil ditunjukkan oleh ayah mereka. Ini diperparah dengan tindakan Yusuf yang menceritakan mimpinya dimana ia digambarkan akan menjadi pemimpin atas saudara-saudaranya. Ayat 5-9.

Mimpi yang didapat Yusuf, oleh cendekiawan modern Yahudi, dipandang sebagai pesan dari Tuhan yang sebenarnya tidak dipahami jelas oleh Yusuf. Yusuf tidak sadar bahwa nantinya ia akan menjadi penguasa atas suatu bangsa besar, dan bahkan atas saudara-saudaranya.[3]

Karena itu ia menceritakan hal itu kepada ayah dan saudara-saudaranya. Namun saudara-saudaranya menganggap bahwa mimpi itu adalah gambaran keinginan Yusuf saat itu untuk menjadi lebih dewasa secara fisik dan menjadi pemimpin saudara-saudaranya.[4]

Mimpi-mimpi Yusuf menjadi penyulut rasa benci karena ketidak adilan yang dirasakan saudara-saudaranya oleh perlakuan Yakub, ayah mereka. Kalau kita membandingkan dengan bagaimana Yusuf nantinya diperlakukan oleh Potifar dan Kepala Juru Minuman Firaun, Yusuf menjadi “korban” yang lebih parah dari ketidakadilan keadaan. Namun semua kesulitan itu tidak membuat Yusuf menjadi seorang pendendam, tetapi malah penuh kasih karunia dan pemelihara keluarganya. Kejadian 47:12.

MEMBENTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

Apakah kesukaran hidup memengaruhi cara Yusuf mengasuh anak-anaknya?  Alkitab tidak mencatat masalah yang terjadi dalam rumah tangga Yusuf, khususnya dalam hal hubungan ayah dengan anak. Tetapi patut diperhatikan bahwa ia tetap tidak bisa lupa dengan kepahitan hidupnya, yang terefleksi dari nama anak-anaknya. Kejadian 41:51-52.

Sama seperti budaya patriarki yang ada di zamannya, Yusuf tetap menempatkan anaknya yang sulung (Manasye) sebagai yang utama, dan ini bukan karena favoritisme. Meskipun pada akhirnya Yakub di akhir hidupnya menyilangkan tangan dan yang bungsu (Efraim) menerima berkat sulung (yang lebih besar). Kejadian 48:13-20.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa kehidupan rumah tangga Yusuf, khususnya antara dirinya dan anak-anaknya bukanlah refleksi dari apa yang dilakukan oleh ayah dan saudara-saudaranya. Ia menjadi ayah yang tidak membangkitkan amarah anak-anaknya (Efesus 6:4) dan menjadi orang yang mengampuni tanpa menaruh dendam kepada saudara-saudaranya (Kolose 3:13).

PELAJARAN DALAM PEKERJAAN

Sebenarnya pekerjaan yang Yusuf lakukan adalah sesuatu yang dipaksakan kepadanya, karena statusnya adalah budak belian. Kejadian 39:1. Tetapi keberadaan Yusuf, tingkah laku, dan sikapnya benar-benar menjadi berkat bagi tuannya. Ayat 2-6. Keberhasilan Yusuf tidak ditentukan oleh pekerjaannya, melainkan penyertaan Tuhan dalam hidupnya.

Tentu saja kita tidak mendukung perbudakan dalam bentuk apapun. Tetapi dalam konteks ribuan tahun lalu, dengan membandingkan apa yang terjadi di Roma abad pertama, para budak adalah para pekerja. Mereka bekerja di rumah-rumah, perkebunan, kapal, dan banyak bidang pekerjaan lain sesuai kehendak tuan mereka. [5] Tentu saja kita tidak bisa samakan karyawan di zaman sekarang dengan budak di zaman kuno.

Paulus pernah menasihatkan supaya seorang tuan dihormati  supaya seorang Kristen yang bekerja untuknya tidak menjadi bahan hujatan. 1Timotius 6:1-2. Demikian kita juga mengenal sebuah ayat yang terkenal di Kolose 4:23 dimana konteks ayat itu ditujukan kepada orang-orang yang bekerja untuk tuan mereka.

PEMBENTUKAN SEORANG PEMIMPI MENJADI SEORANG PEMIMPIN

Hidup Yusuf berubah ketika ia dijebloskan ke dalam penjara karena fitnah dari istri tuannya, Potifar. Sekarang statusnya berubah dari seorang budak menjadi seorang tahanan. Tetapi di penjara, Yusuf kembali menunjukkan tingkah laku dan sikap yang terpuji. Itulah sebabnya ia mendapat kepercayaan dari kepala penjara. Kejadian 40:21-23.

Hal ini juga menunjukkan kualitas kepemimpinan Yusuf. Ia dapat memimpin dirinya, mengatur emosinya sedemikian rupa meskipun ada dalam kondisi tidak ideal. Ia mengurus dengan baik apa yang dipercayakan kepadanya dan dapat dipercaya. Hal ini sebelumnya juga ditunjukkannya di rumah Potifar. Dedikasinya kepada pekerjaan, ditambah sensitivitasnya melihat kondisi orang-orang di sekitar (Kejadian 40:6-7) membuka jalan untuk Yusuf menjadi pemberi solusi.

Solusi yang Yusuf berikan berasal dari karunia Tuhan yang ia miliki. Karunia ini tidak akan berguna bagi kebaikan Yusuf, dan bagi orang lain, kalau ia hanya menyimpannya. Penting untuk kita bisa memaksimalkan apa yang kita miliki. Kita memandang kepada suatu tujuan yaitu menyenangkan  siapapun yang menjadi atasan kita dan tidak tertahan di situasi mengasihani diri sendiri. Belajarlah dari hamba yang jahat dan malas di Matius 25:24-28.

Setelah belasan tahun dalam situasi yang tidak menyenangkan Yusuf mendapat kesempatan untuk menghadap FIraun dan menunjukkan bahwa Allah yang menolong ia selama ini dan menjadikan ia berhasil menerjemahkan mimpi. Yusuf bukanlah sumber kesuksesan, namun Tuhan yang menyertainya. Kejadian 41:16. Ini adalah titik dimana pilihan Yusuf untuk tidak menjadi putus asa, dan setia mengerjakan hal-hal kecil terbayarkan.[6]

Janji Allah melalui mimpi kepada Yusuf digenapi bukan karena Yusuf diperlakukan berbeda oleh Yakub. Tetapi karena Yusuf secara sadar melibatkan Allah dalam segala kondisi yang ia hadapi. Apakah ketika ia menjadi budak, menjadi tahanan, atau saat ia menjadi jawaban bagi Firaun, Yusuf mengembalikan segala kemuliaan bagi nama Tuhan. Saya ingin menutup bahasan kali ini dengan membaca Roma 16:25-27. Haleluya!


[1] David Noel Freedman, The Anchor Bible Dictionary Vol.3 (New York: Doubleday, 1992), p.976.

[2] Jack W. Hayford and Joseph Snider, Promises and Beginnings: Examining Excellence in the Creator’s Ways (Nashville: Thomas Nelson, 1997), Lesson 11 – A Savior: Joseph Betrayed.

[3] Russell Jay Hendel, “Joseph: A Biblical Approach to Dream Interpretation,” Jewish Bible Quarterly Vol.39, No.4 (2011): 237.

[4] Hendel, 235.

[5] Zvi Yavetz, Slaves and Slavery in Ancient Rome (New Jersey: Transaction Publishers, 1991), p.1.

[6] Larry Richards, Every Man in the Bible (Nashville: T. Nelson, 1999), p.75.

KEGELAPAN YANG PALING GELAP – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Agustus 2021)

PENDAHULUAN
Sebelum Yesus datang kedua kali, akan lebih dahulu datang  seorang  penguasa dunia, yang bergelar: Antikristus. Dia akan berkuasa di bumi:

  • Selama: seribu dua ratus enam puluh hari, Wahyu 12:6.
  • Selama: satu masa, dua masa dan setengah masa, Wahyu 12:14.
  • Selama: empat puluh dua bulan, Wahyu 13:5.

Bilangan angka di atas menjelaskan Antikristus menjadi penguasa dunia selama 3,5 tahun, bukan 7 tahun seperti diajarkan oleh beberapa denominasi gereja.

MENERIMA KUASA DARI IBLIS
Siapa yang memberi kuasa sehingga Antikristus bisa menjadi penguasa dunia ini?

Wahyu 13:2b; Wahyu 12:9 Antikristus menjadi manusia paling berkuasa di muka bumi karena Antikristus terima: kekuatan, takhta (kedudukan) dan kekuasaan dari Iblis/Satan.

MENJADI PENGIKUT ANTIKRISTUS
Iblis memberi kuasa kepada Antikristus membuat seluruh manusia di dunia tunduk dan menjadi pengikut Antikristus, di kitab Wahyu 13:3b “Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang (Antikristus) itu”.

Setelah dunia mengikut Antikristus:
Seluruh pengikut Antikristus wajib menyembah Iblis dan Antikristus, Wahyu 13:4,5.

  • Wahyu 13:6 seluruh penduduk dunia akan menghujat Allah dan…
  • Nama-Nya (Tuhan Yesus Kristus) dan…
  • Kemah kediaman-Nya (Pengikut Yesus Yang Sejati; Gereja Sempurna; Mempelai Wanita Kristus atau Hawa Yang Akhir).

SASARAN UTAMA ANTIKRISTUS
Sasaran  utama  Antikristus  adalah  Pengikut Yesus, yaitu  orang  Kristen  yang tidak masuk dalam  bagian:  Pengikut  Yesus  Yang  Sejati; Gereja  Yang  Sempurna; Mempelai  Wanita Kristus atau Hawa Yang Akhir, Wah 12:13-17.

CARANYA
Antikristus menggunakan kekuasaannya untuk menyeret pengikut Yesus yang menyangkal Yesus dan menjadi pengikut Antikristus, caranya…

  1. Dipaksa untuk menyembah Iblis dan Anti-kristus, Wahyu 13:4 (Iblis ingin disembah, Matius 4:8,9). Sebaliknya…
  2. Dipaksa untuk menghujat Allah (Tuhan Yesus Kristus), Wahyu 13:5.
  3. Diperangi, Wahyu 13:7 dengan cara…
  4. Tidak dapat bertransaksi, Wahyu 13:17.
  5. Penyiksaan fisik (aniaya), Matius 24:21.

UNTUK DISELAMATKAN
Untuk selamat adalah bertahan dan rela menjadi syahid Kristus, Mat. 24:13; Wah. 7:14-16; 20:4.

Yang tidak bertahan, menyangkal Yesus dan menjadi pengikut Antikristus, namanya dihapus dari buku kehidupan, Wahyu 3:5; 13:8.

LUPUT DARI MASA ANTIKRISTUS
Tak ada cara lain untuk luput dari kuasa Antikristus, kita harus menjadi Pengikut  Yesus Sejati; Gereja Yang Sempurna; Mempelai Wanita Kristus atau Hawa Yang Akhir. Caranya…

DILUPUTKAN DARI KEGELAPAN YANG PALING GELAP
Dalam Injil Matius, tiga kali Yesus bicara: “Kegelapan Yang Paling Gelap” yaitu masa 3,5 tahun kekuasaan atau pemerintahan Antikristus yang amat mengerikan. Bagaimana caranya agar kita terhindar dari kekuasaan/pemerintahan Antikristus?

1. MEMBANGUN IMAN, Matius 8:11,12.
Di ayat 10, Yesus bicara soal “kegelapan yang paling gelap” setelah Yesus melihat IMAN perwira di Kapernaum. Tidak seperti anak-anak Kerajaan, yaitu orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus tetapi tidak mengekspresikan imannya dalam hidup sehari-hari.

Yakobus 2:17
“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”

IMAN TEREKSPRESI DALAM PERBUATAN
2 Petrus 1:5-8 

2. MEMBANGUN KARAKTER ILAHI, Mat. 22:13.
Yesus berbicara kegelapan yang paling gelap, setelah memberi perumpamaan orang yang ada di pesta, tapi tidak memakai pakaian pesta.

  • Poin pertama: iman terekspresi lewat perbuatan. Sedangkan poin kedua…
  • Iman terekspresi lewat sifat atau karakter Kristus dalam kehidupannya.

Iman terbukti dengan mengekspresikan karakter Kristus, Galatia 5:22,23

3. MELAYANI YESUS, Matius 25:30.
Yesus bicara kegelapan yang paling gelap setelah bicara perumpamaan hamba yang malas dan jahat.

Matius 25:25 “Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!”

MASALAHNYA
Apakah kita sudah gunakan talenta yang kita terima dari Tuhan?

PERLU KUASA ROH KUDUS
Kita tidak dapat mungkin bisa lakukan no. 1, 2 dan 3, bila Roh Kudus tidak menolong kita.