Gereja Yang Tidak Tergoncangkan – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu 15 Agustus 2021)

Ibrani 12:26,27

Ibrani 12:26
“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.”

Ibrani 12:27
“Ungkapan “Satu kali lagi” menunjukkan kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.”

PENDAHULUAN
Mendahului kedatangan Yesus kedua kali, Allah akan adakan goncangan di bumi dan langit.

  • Penggenapan goncangan/malapetaka digenapi saat dibuka 7 Meterai Allah dan Peniupan 7 Sangkakala Allah berupa malapetaka demi malapetaka merupakan tanda-tanda dari kedatangan Yesus yang harus digenapi.

METERAI KETUJUH
Meterai VII belum kita bahas, Wahyu 8:1-5, yaitu Pernikahan Kristus (Mempelai Laki-laki) dengan Pengikut Yesus Yang Sejati, (Gereja Yang Sempurna, Mempelai Wanita Kristus).

  • Efesus 5:31-32, pernikahan suami dan istri adalah analogi dari pernikahan Yesus dan Gereja-Nya (orang percaya).

SANGKAKALA ALLAH YANG PERTAMA
Dampak yang terjadi saat Peniupan 7 Sangkakala Allah adalah malapetaka demi malapetaka, goncangan demi goncangan yang  akan  dialami  penduduk  bumi.

Goncangan Pertama adalah:
Wahyu 8:7
“Lalu malaikat yang pertama meniup sangkalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.”

Sangkakala I, berupa:

  • Hujan es dan hujan api bercampur darah.
  • Sepertiga penduduk bumi terdampak aki-bat kebakaran sepertiga bumi: rumput (padi, gandum dan sejenisnya) dibakar api.
  • Selain bencana, wabah, sepertiga pendu-duk bumi alami krisis pangan (kelaparan).

Pengikut Yesus Yang Sejati; Mempelai Wanita Kristus atau Hawa Yang Akhir…?
1 Petrus 1:3-7
Tuhan menjaga dari bencana, tetapi Tuhan izinkan mengalami hal ini karena Tuhan ingin melihat kemurnian pengiringan kita.

SANGKAKALA ALLAH KEDUA
Wahyu 8:8 “Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan  ke dalam  laut. Dan  sepertiga dari laut itu menjadi darah, dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal.”

Goncangan atau malapetaka kedua: Sesuatu seperti gunung yang besar jatuh menimpa lautan, sehingga…

  • Sepertiga laut jadi darah; sepertiga biota hidup di laut mati, dan binasa sepertiga dari semua kapal di lautan.
  • Secara rohani, peristiwa ini ialah peristiwa munculnya gereja palsu.

Akibatnya…

  • Sepertiga dari umat manusia di dunia alami ke-matian rohani terdampak ajaran gereja palsu.
  • Wahyu 17:15 laut analogi orang banyak atau penduduk dunia, Wah. 17,18.
  • Tayangkan pernyataan Dewan Dunia (PBB) tentang apa yang akan diterapkan PBB bagi umat manusia di dunia.

Telah dinubuatkan Yeremia 51:25
“Sesungguhnya, Aku menjadi lawanmu,  gunung  pemusnah, demikianlah  firman Tuhan, yang memusnahkan seluruh bumi! Aku akan mengacungkan tangan-Ku kepadamu, menggulingkan engkau dari bukit batu, dan  membuat  engkau  menjadi gunung api yang telah padam.”

  • Untuk menang dari pengaruh gereja palsu, kita harus tumbuh dan berpegang teguh di atas ajaran firman Tuhan yang murni dan sejati seperti yang diajarkan Rasul-rasul antara lain, Petrus dalam 2 Petrus 1:5-8.

SANGKAKALA ALLAH KETIGA
Wahyu 8:10
“Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya  dan  jatuhlah  dari  langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan  ia  menimpa  sepertiga  dari  sungai-sungai dan mata-mata air.

SANGKAKALA ALLAH KETIGA
Wahyu 8:11 “Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Goncangan atau malapetaka yang terjadi saat Sangkakala ketiga ditiup adalah bintang besar yang jatuh dari langit. Nama bintang itu: Apsintus – pahit, dan  yang disasar bintang itu ialah sungai-sungai dan mata-mata air, akibatnya sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air menjadi  pahit, sehingga banyak orang mati  karena pahit oleh apsintus.

Kematian Rohani
Kematian akibat bintang apsintus ini, bukan hanya kematian jasmani, tapi rohani.

  • Bintang besar bernama Apsintus ini awal-nya seorang hamba Tuhan besar yang dipakai Tuhan.
  • Ia jatuh dalam dosa, dan dibuang Tuhan kemudian menjadi pelawan Tuhan.

Saat Kejatuhan
Pengaruh jahat yang dilakukan Antikristus bukan hanya pada saat ia memerintah sebagai Antikristus tapi pada saat ia jatuh dalam dosa, dengan roh apsintus/roh kepahitan ia memahitkan sungai-sungai dan mata-    mata air, yang adalah gambaran para pengikut Yesus.

Sebab pengikut Yesus digambarkan dalam…
Yohanes 7:38
Barangsiapa percaya kepada-Ku seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: “Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

  • Sebab itu, hati-hati dengan roh kepahitan jaga hati kita dari roh sakit hati atau kepahitan.

Ulangan 29:18
“Sebab itu janganlah di antaramu ada laki – laki atau  perempuan, kamu  keluarga atau suku yang hatinya pada hari ini berpaling meninggalkan Tuhan, Allah kita, untuk pergi berbakti kepada allah bangsa-bangsa itu; jangalah di antaramu ada akar yang menghasilkan racun atau ipuh.”

  • Ipuh, Ibr.: LAANAH, Yun.: APSINTHOS, keduanya artinya sama, yaitu: pahit.

Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Ibrani 12:16,17 Jangan ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulung-annya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu  bahwa  kemudian,  ketika  ia hendak  menerima berkat  itu, ia  ditolak,  sebab ia  tidak  beroleh kesempatan  untuk  memperbaiki  kesalahannya, sekalipun ia  mencarinya  dengan mencucurkan  air mata.”

PENUTUP
Kejatuhan yang terparah menjelang Yesus datang kedua kali adalah dosa seperti Esau, yaitu melakukan perzinaan rohani atau berkompromi dengan ajaran-ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi palsu dan roh kepahitan disebarkan Antkristus di akhir zaman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *