Bersandarlah Kepada Tuhan – oleh Pdm. Melky Mokodongan (Ibadah Raya Pagi- Minggu, 22 Agustus 2021)

1 Samuel 30:6
Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Pendahuluan
Setiap manusia pasti akan mengalami apa yang namanya masa-masa yang sukar/sulit untuk dilewati. Keadaan seperti ini memang dapat mengancam hidup kita sewaktu-waktu.   Bahkan seorang seperti Daudpun tidak lepas dari keadaan yang sukar.

Dari ayat pokok di atas, kita dapat melihat pengalaman pahit yang dialami oleh Daud. Saat Daud dan orang-orangnya sampai ke kota Ziklag; Ziklag telah dikalahkan dan dibakar habis oleh orang-orang Amalek. Bukan hanya kota yang dibakar, tetapi isteri serta anak mereka, yang laki-laki dan perempuan telah ditawan sehingga menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi untuk menangis. Dalam kondisi yang demikian, orang-orang bukannya saling menguatkan atau menyemangati agar kuat menghadapi kesulitan itu, tetapi sebaliknya mereka justru menyalahkan Daud dan hendak melemparinya dengan batu sehingga Daud merasa tak berdaya.

Kadang kita tidak dapat menghindari persoalan atau kesulitan yang datang menimpa hidup kita. Siapa yang mau atau bersukacita dengan pandemi saat ini?  Tentu kita tidak pernah mengharapakan, justru kita berharap semua segera keluar dari pandemik/kesulitan ini. Tetapi fakta/realitanya kita masih dikurung dengan virus Corona. Kita memang tidak bisa menolak kesulitan, tetapi yang menjadi persoalaanya adalah bagaimana sikap dan respon kita dalam menghadapi dan keluar dari masa yang sukar tersebut?.

Tentu kunci/cara untuk kita keluar bahkan menang dari setiap masa sukar bukanlah terletak dari kemampuan, hikmat kita, dan kepintaran bahkan kesanggupan kita sebagai manusia, tetapi terletak kepada siapa kita menggantungkan hidup kita.

Ditengah-tengah keadaan yang sulit dan ancaman dari orang-orang yang menyertainya, Daud mengambil keputusan untuk perpaut, berharap hanya kepada Tuhan. Dikatakan Daud menguatkan kepercayaanya kepada Tuhan. Artinya apa? Daud kembali bersandar kepada Tuhan.

Pertanyaannya sekarang, mengapa Tuhan mengijinkan persoalaan/masa sukar harus terjadi?
1. Agar kita ingat dan kembali kepada Tuhan (bertobat).
Persoalan terbesar manusia adalah ketika dia sukses, jaya, punya segalanya, tanpa disadari dia mulai lupa siapa yang membuat dia sukses. Dia mulai tidak ingat bahwa kepada siapa dia berdoa, siapa yang menolongnya, itulah masalah yang kerap terjadi.

Contoh: Lukas 15:16 ~ Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Ayat ini berbicara tentang anak yang terhilang, dia mengambil keputusan yang salah dan meninggalkan bapanya sehingga pada akhirnya mengalami apa yang namanya masa yang sukar, merasa lapar tapi tidak ada yang dapat dimakan, bahkan makanan ampas saja untuk makanan babi tidak diberikan, tidak ada yang peduli. Namun pada akhirnya karena penderitaan ini, dia menyadari dan ingat kepada bapanya.

Lukas 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapa yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Lukas 15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Perhatikan apa yang dikatakannya, “aku disini mati kelaparan”, ini menunjukkan situasi/keadaan yang sulit, sukar bahkan terjepit, keadaan inilah yang membuat dia ingat dan kembali kepada bapanya.

Masa-masa sukar diijinkan Tuhan terjadi agar seseorang ingat dan kembali.  Tidak ada satu perkara yang Tuhan ijinkan terjadi tanpa kebaikan-Nya. Ingatlah bahwa, kejadian-kejadian buruk, masa-masa sukar kita alami, itu dapat menjadi alat Tuhan untuk membawa kita kembali kepada Dia. Masa sukar membuat kita mengingat setiap kebaikan Tuhan, kasih setia Tuhan bahkan anugrah Tuhan atas hidup kita.

Mazmur 77:12  Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban- keajaiban-Mu dari zaman purbakala.

Kalau hari-hari ini, kita ada dalam masa-masa yang sukar, bukan menjadi alasan kita melupakan Tuhan apalagi meninggalkan Tuhan, tetapi ini adalah sebuah proses, agar kita terus bersandar kepada Tuhan, dan mengingat terus perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan atas hidup kita. Sebab itu, bersandarlah penuh kepada Tuhan, jangan pernah mengambil keputusan yang keliru, apalagi keputusan untuk menjauh dari Tuhan.

2. Agar kuasa dan pertolongan-Nya dinyatakan.
Pertolongan Tuhan atas Daud saat ia menghadapi masalah bukan semata-mata untuk meluputkan dia begitu saja, tetapi dibalik hal itu, “Allah ingin memperlihatkan atau menunjukkan kepadanya betapa hebat dan besarnya kuasa-Nya.”

Contoh bangsa Israel.
Ketika mereka dibawa keluar dari Mesir, maka mereka tidak dibiarkan pergi begitu saja, mereka dikejar-kejar oleh tantara Mesir sehingga mereka sangat ketakutan, terjepit dan merasa terancam sehingga berkata kepada Musa, apakah tidak ada kuburan di Mesir sehingga engkau membawa kami keluar dari sana? Keluaran 14:12.

Namun perhatikan ayat 13,14 Musa tegaskan, “jangan takut, lihatlah keselamatan dari Tuhan, lihatlah Kuasa dari Tuhan akan dinyatakan yaitu Dia Allah yang akan berperang dan kamu akan diam saja..”

Luar biasa Allah kita, Dia buktikan kemahakuasaan-Nya kepada kita. Bagi manusia mustahil, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Keadaan yang seperti ini, kadang-kadang membuat kita bertanya-tanya, mengapa? Tetapi sesunggunya dibalik semua yang dialami, TUHAN mau nyatakan kuasa-Nya.

Pemazmur yaitu mazmur Asaf berkata;
Mazmur 77:14 Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?
Mazmur 77:15 Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban ; Engkau telah menyatakan kuasa-Mau di antara bangsa bangsa.

Allah menyatakan kuasa-Nya bagi kita agar kita sadar bahwa tidak ada Allah yang lain seperti Dia. Dia Allah yang hebat, Dia Allah berkuasa, bahkan Dia yang dapat meluputkan kita dari setiap masa yang sukar.

Hari-hari ini, apa yang membuat kita meragukan kuasa-Nya? Pertolongan-Nya? Apa yang membuat kita tidak mempercayai-Nya? Adakah pertolongan dan Kuasa-Nya tidak sanggup meluputkan kita? Apakah Covid lebih membuat kita meragukan kuasa-Nya? Sehingga untuk beribadah kita tidak lakukan lagi? Bersyukur kalau kita masih setia beribadah walaupun lewat online. Tetapi persoalaanya apakah kita lakukan dengan sungguh-sungguh? Jelas Alkitab berkata bahwa, Allah manakah yang besar seperti Allah kita? Allah manakah yang hebat seperti Allah kita?

Efesus 1:19, dan betapa hebat kuasa-Nya  bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

3. Agar iman kita semakin kuat dan berdaya tahan.
Bukankah menjadi kuat dan berdaya tahan didalam Tuhan merupakan kehendak-Nya bagi kita?

“Kualitas kekristenan akan diketahui dari seberapa kuat dan daya tahan seseorang menghadapi masa sukar.”

Contoh adalah Ayub.
Ayub 2:9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah.

Kalau saya terjemahkan begini;
Masih kuatkah engkau Ayub?, Masihkah engkau sanggup bertahan? Kalau tidak,.. sana kedukun, kalau ga bisa lagi ambil jalan pintas tinggalkan Tuhan dan gantung diri….di (pohon semangka). Lalu apa jawab Ayub?

Ayub 2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk:  Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Secara manusia, Ayub bisa saja menjawab iya ya, buat apa bertahan, buat hidup saleh sedangkan menderita. Ayub sekalipun beratnya pergumulan/ masa sukar yang dia alami, tidak membuat dia meninggalkan Tuhan, apalagi mengutuki Allah, tetapi dia semakin kuat dan berdaya tahan, sehingga di pasal 23 ayat 10 dia katakan:

Ayub 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku,  aku akan timbul seperti emas
Demikian juga kepada kita, sebagai jemaat Tuhan, kalau Ayub mampu, Ayub sanggup, kitapun bisa menjadi orang-orang yang kuat.

Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Menjadi kuat dan semakin kuat didalam Tuhan merupakan kehendak-Nya bagi setiap kita. Nasehat Yakobus Yakobus 1:12:
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan,  sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

4. Agar kita menjadi saksi melalui pengalaman masa sukar.
Biasanya kekecewaan akan terlihat ketika kita berada dalam keadaan-keadaan yang sulit/menyakitkan.Namun sebenarnya kalau kita dapat memahami, tujuan dari apa yang kita alami maka hal ini tidak akan membuat kita kecewa.

Contoh seperti Yusuf.
Yusuf dimulai dari mimpi, dibenci saudara-saudaranya, mau dibunuh, dijual, difitnah, bahkan dimasukan kedalam penjara, dilupakan, namun pada akhirnya pengalaman sukar membuat dia menjadi sebuah kesaksian bukan hanya oleh petinggi Mesir, tetapi juga oleh saudara-saudaranya yang  menghianatinya.

– Dia menjadi saksi melalui kesabarannya
– Dia menjadi saksi lewat kejujuran/ sekalipun difitnah

Bukan berarti kita harus masuk penjara dulu baru kita menjadi saksi, tetapi tanamkan hal ini. Dalam kondisi apapun kita, baik itu perkara-perkara sukar yang kita hadapi, jangan pernah kita menyangkal Tuhan, tetapi biarlah kita menjadi saksi dalam hal kita terus bersandar kepada Tuhan.

Kesimpulan
Kepada saudara dan saya, kondisi apapun, bahkan sesukar apapun hari-hari ini kita jalani, tetaplah bersandar kepada Tuhan, dengan kita mempercayai dan kembali kepada Tuhan, mengalami kuasa dan pertolongan-Nya, menjadi kuat dan terus bertahan didalam Tuhan sehingga kita menjadi saksi dimanapun kita berada. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *