PAHLAWAN YANG GAGAH PERKASA – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya Sore- Minggu, 22 Agustus 2021)

Hakim-hakim 11:1-11 (Baca Ay. 1-3)

YEFTA
Nama Yefta pertama kali muncul dalam kitab Hakim-hakim pasal 11 yang dikenal dengan Yefta bin Gilead. Ia menjadi hakim sebelum kerajaan Israel berdiri yang dipimpin oleh Saul. Yefta bertugas sebagai hakim di Israel selama 6 tahun, Hakim-hakim 12:7. Seperti namanya, Yefta bin Gilead berasal dari Gilead. Gilead sendiri adalah sebuah wilayah Israel yang terletak di daerah pegunungan yang dalam pembagian wilayah suku-suku Israel ditempati oleh suku Gat, suku Manasye dan suku Ruben. Yefta berasal dari suku Manasye.

Mari kita lihat tokoh ini dalam Hakim-hakim 11:1-3
Ay. 1 Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. 

Ay. 2 Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.” 

Ay 3 Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang  yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.

Seorang pahlawan yang gagah perkasa tetapi latar belakang Yefta yang merupakan anak perempuan sundal, yang pastinya dicap sebagai sampah masyarakat yang tentunya ini menekan seseorang jika disebut anak perempuan sundal. Karena hal tersebut saudara, anak ayahnya tidak mau menerimanya sehingga saudaranya, mengusir Yefta serta berkata “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami.” Yefta pasti merasa sangat sakit hati ketika diusir oleh keluarga besarnya secara khusus oleh anak-anak lain di keluarga ayahnya. Yefta lari dan menetap di tanah Top dan di sana ia berkumpul bersama petualang-petualang  yang merampok. Yefta masuk dalam pergaulan yang buruk.

Saudara, kita lihat dari sini Yefta yang lahir dari keluarga yang berantakan, mengalami penolakan dan akhirnya terjerumus dalam pergaulan yang salah. Apakah tidak bisa dipulihkan? Apakah masa depannya hancur? Dan tidak bisakah berubah menjadi seorang pria baik dan berguna? Mungkin secara manusia mustahil Yefta bisa berubah, tidak mungkin Yefta diangkat menjadi orang yang terhormat.

Tetapi Alkitab menceritakan Yefta yang memiliki latar belakang yang buruk namun bisa dipulihkan menjadi orang yang baik, yang dipakai Tuhan secara hebat, bahkan Alkitab jelaskan bahwa Yefta menjadi seorang pahlawan yang gagah perkasa.

Pahlawan : Seorang yang memberi diri untuk berkorban dan berjuang.
Gagah perkasa : Berani, kuat, memiliki kesanggupan.

Ditengah kondisi yang sulit dan sukar sekalipun jadilah pahlawan yang gagah perkasa bagi diri saudara sendiri saat menghadapi segala tantangan dan pergumulan. Saudara pejuang yang kuat, sanggup dan mampu hadapi tantanagan. Jadilah pahlawan yang gagah perkasa bagi keluarga, bagi saudara-saudara yang lain, bagi pekerjaan Tuhan.

Hari ini kita akan belajar bagaimana seorang yang punya latar belakang rusak, buruk, mungkin orang yang gagal dan mengalami banyak penolakan tetapi menjadi pahlawan yang gagah perkasa?

1. Belajar melihat rencana Tuhan dalam setiap peristiwa.
Ketika kita menghadapi situasi yang sukar, hal ini bicara tentang :

  • Kelahiran, tidak bisa memilih dikeluarga mana kita dilahirkan, kita tidak bisa memilih orang tua kita, begitu juga orang tua tidak bisa memilih anak seperti apa yang akan dilahirkan. Ini kondisi yang sukar yang mungkin saudara alami.
  • Masa lalu kita, semua orang punya masa lalu, ada masa lalu yang sampai hari ini masih mengintimidasi, menghantui, mendatangkan trauma.
  • Pekerjaan,dimana kita bekerja, kita hadapi tekanan disana dan disini.
  • Dan mungkin masih banyak peristiwa yang kita bilang kondisi yang mungkin sukar.

Saudaraku, meskipun kondisi tidak enak sekalipun, kita yang sudah ada didalam Tuhan lihatlah bahwa dibalik semuanya itu ada kehendak serta maksud rencana Tuhan yang Dia mau nyatakan dalam setiap peristiwa terjadi dalam hidup kita. Kita harus berjuang dan tidak menyerah. Kita akan melihat campur tangan dan anugrah Tuhan menyertai hidup kita.

Yefta dalam kondisi sama sekali tidak ideal untuk dia menjadi seorang pahlawan tetapi ini yang dilakukan Yefta adalah dia tidak mau diam dalam kondisi yang pahit, dia tidak mau terus berada ditempat yang gelap karena Yefta percaya ada rencana Tuhan.

 Mari kita baca Hakim 11:5 Dan ketika bani Amon itu berperang melawan orang Israel, pergilah para tua-tua Gilead menjemput Yefta dari tanah Tob.
11:6 Kata mereka kepada Yefta: “Mari, jadilah panglima kami dan biarlah kita berperang melawan bani Amon.”

Melalui peristiwa bani Amon menyerang Israel dan tentunya ada alasan, mengapa tua-tua Gilead mencari Yefta? Apa mungkin keberanian Yefta terdengar di tanah Gilead tentang dia di tanah Tob? Mungkin itu alasan-alasan yang dianggap tepat sehingga tua-tua itu datang. Tetapi alasan yang lebih tepat adalah Tuhan bekerja dan berdaulat dalam setiap peristiwa yang kita alami sehingga tua-tua itu mencari Yefta.

 Mungkin disetiap peristiwa kita mencoba lari kecewa dan meninggalkan Tuhan dan kita salah langkah sehingga kita terlalu jauh dari Tuhan atau kita merasa bahwa hidup ini tidak adil dan mempersalahkan keadaan,menuduh Tuhan berbuat jahat. Tetapi malam ini kita diingatkan kembali apapun peritiwa yang terjadi hari–hari ini, mari kita melihat sebenarnya ada rencana Tuhan yang indah yang sebenarnya Tuhan sedang kerjakan bagi saya dan saudara. Itu sebabnya kembalilah didalam rencana-Nya. Mari bangkit dari keterpurukan, pandang ke depan dan lihatlah ada  rencana Tuhan dalam setiap peristiwa.

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

2. Pergunakan setiap kesempatan
Setiap kilometer kehidupan kita selalu ada kesempatan dan tawaran dari Tuhan.

Kesempatan untuk Melayani
Selalu ada kesempatan untuk kita dipanggil menjadi mitra kerja Tuhan. Dia mau pakai hidup kita dimanapun kita dan apapun jenis pekerjaan kita.
Miliki kerendahan hati untuk meresponi setiap kesempatan melayani. Kita diciptakan unik dengan talenta dan potensi yang berlainan, karena ada maksud Tuhan yang spesifik bagi kita masing-masing. Jangan anggap remeh semua potensi dan kemampuan yang kita miliki karena itu sangat berarti dihadapan Tuhan.

Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Kata kekuatan disini adalah kesanggupan yang dapat kita lakukan untuk kita mengasihi Tuhan, artinya setiap kita yang mengasihi Tuhan dengan kita melayani sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing.

Yefta awalnya menolak ketika para tua-tua Gilead datang meminta dia memimpin peperangan melawan bani Amon tetapi akhirnya Yefta menerima tawaran itu dengan perjanjian Yefta menjadi kepala atas mereka. Akhirnya Yefta mengambil kesempatan itu untuk dia melayani Tuhan menjadi hakim bagi Israel.

Jika saudara masih sehat, masih hidup bernafas bahkan Tuhan tahu kemampuan yang saudara  miliki karena Tuhan percayakan itu dalam hidup saudara, jangan tunda atau tunggu lagi tetapi responi setiap kesempatan untuk kita melayani Tuhan karena ada saatnya kita tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

Pengkhotbah 9:10 segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati,  ke mana engkau akan pergi.

Kesempatan untuk berubah
Matius 3:8 Tunjukkanlah dengan perbuatanmu bahwa kamu sudah bertobat dari dosa-dosamu.

Ini tidak kalah pentingnya dari kita mengunakan kesempatan untuk melayani yaitu kita hidup baru, meninggalkan manusia lama kita untuk melayani Tuhan sehingga Tuhan akan berkenan mengurapi kita, dan pelayanan kita menjadi berkat.

Bukti perubahan Yefta:
– Ketika bani Amon ingin berperang melawan Israel, yang dilakukan Yefta adalah mampu menahan diri, berkomunikasi dengan baik dengan memakai pendekatan persuasif.

Mengapa ia memakai pendekatan ini dan tidak langsung saja menyerang Bani Amon? Kita belajar bahwa Yefta sudah berubah, ia tidak memakai pendekatan perampok. Jadi Yefta bukanlah pemimpin yang sembarangan dikendalikan oleh emosinya, Yefta tidak menginginkan pertumbuhan darah.

11:12 Kemudian Yefta mengirim utusan kepada raja bani Amon dengan pesan: “Apakah urusanmu dengan aku, sehingga engkau mendatangi aku untuk memerangi negeriku?”
11:14 Lalu Yefta mengirim pula utusan kepada raja bani Amon

– Ketika bani Amon menuduh Israel merampas tanah mereka di ayat 13,  Jawab raja bani Amon kepada utusan Yefta: “Orang Israel, ketika berjalan keluar dari Mesir, telah merampas tanahku, dari sungai Arnon sampai ke sungai Yabok dan sampai ke sungai Yordan. Maka sekarang, kembalikanlah semuanya itu dengan jalan damai.”

Yefta menjawab dengan fakta yang tertulis dalam kitab Musa bahwa Israel tidak pernah merebut tanah milik bani Amon artinya jawaban Yefta selain dia mengerti sejarah. Ketika dituduh oleh bani Amon maka jawaban membuktikan bahwa Yefta mengalami perubahan hidup.

– Rendah hati – sisi manusia banyak kali merasa sombong dan tinggi hati ketika dipakai luar biasa atau ketika dia mempunyai kemampuan. Berbeda dengan Yefta, ketika orang meminta bantuan kepadanya dengan mengangkatnya sebagai hakim justu ini yang keluar dari mulut Yefta di ayat 27 Jadi aku tidak bersalah terhadap engkau, tetapi engkau berbuat jahat terhadap aku dengan berperang melawan aku. TUHAN, Hakimitu, Dialah yang menjadi hakim pada hari ini antara orang Israel dan bani Amon.”

Mengakui bukan dia hakim itu tetapi Tuhanlah hakim yang sesungguhnya menjadi pembela dan penolong Israel.

Yefta dipimpin  maka Roh Allah ayat 29 Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa  di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon.

 Galatia 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Galatia 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh,baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
Galatia 5:26 dan janganlah kita gila hormat,janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Memberi
Hakim-hakim 11:30 Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku.”

Yefta bernazar dihadapan Tuhan, sekalipun nazar itu sangatlah berat yaitu menyerahkan putri satu-satunya dipersembahakan kepada Tuhandan Yefta berani menepati janjinya untuk memberi yang terbaik dari miliknya bagi Tuhan dan itu menyenangkan hati Tuhan.

Jika saudara rindu dipakai Tuhan dengan luar biasa, gunakalah kesempatan untuk kita mengalami perubahan hidup dalam hidup kita. Ada banyak kali Tuhan terkadang mengingatkan kita melalui firmanNya untuk kita meninggalkan dosa, kesukaan dan hobi kita untuk lakukan dosa. Sering kali Tuhan menegur kita mungkin lewat orang lain, melalui kejadian yang terjadi, sadarlah mungkin itu adalah kesempatan untuk kita merubah hidup kita.

3. Segala perkara dibawa kepada Tuhan
Ayat 11b Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya  itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa.

Dari seorang anak perempuan sundal, diusir oleh saudara-saudara dan keluarganya, bahkan pernah ada dimasa kelam bersama perampok-perampok, apalagi pernah dikecewakan, untuk percaya kepada janji tua-tua Gileada itu tidak mungkin tetapi ini yang dilakukan oleh Yefta membawa segala perkaranya kepada Tuhan.

Segala perkara disini kemungkinan Yefta mengucapkan hal perjanjian yang telah dilakukan dihadapan tua-tua Gilead, dan kata membawa (dabar) Yefta berkata dan bercakap-cakap kepada Tuhan dengan sangat tegas Yefta menyampaikan, menyatakan segala perkara yang dialaminya saat itu, dan memproklamasikan apa yang akan dia lakukan dan yang harus diikuti oleh bangsa Israel.

Melalui pernyataan Yefta tersebut, dia menyampaikan segala kejadian yang dialami serta menyampaikan komitmennya di hadapan Tuhan dan bangsa Israel untuk menolong mereka menghadapi bani Amon. Ketika Yefta membawa dan menyampaikan semua perkaranya kepada Tuhan maka Yefta menciptakan pemulihan hubungannya dengan Tuhan.

 Arti Mizpa dalam perjanjian lama sangat banyak sekali
1). Bagi Yakub : Mizpa itu berarti Tuhan berjaga-jaga.
Kejadian 31:49  dan juga Mizpa,sebab katanya: “TUHAN kiranya berjaga-jaga antara aku dan engkau, apabila kita berjauhan.

2). Bagi Samuel : Mizpa itu tempat berkumpunya orang Isarel dan Samuel berdoa pemulihan dan kemenangan Israel atas Filistine dan mereka mempersembahakan korban bagi Tuhan.

1 Samuel 7:5-6 Lalu berkatalah Samuel: “Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN.”  Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya  di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: “Kami telah berdosa kepada TUHAN.” Dan Samuel menghakimi  orang Israel di Mizpa. 

3). Bagi Yefta : Mizpa adalah persekutuan dimana Yefta menjadikan Tuhan tempat mengadu, berseru membawa seluruh perkaranya dihadapan Tuhan karena Yefta percaya bahwa Tuhan adalah Allah yang menjadi penjaga Israel, menara perlindungan, Allah yang memulihkan dan kekuatan.

Kesimpulan
Seorang pahlawan gagah perkasa adalah pribadi yang mampu melihat rencana Tuhan dalam segala peristiwa, seorang yang selalu menggunakan setiap kesempatan baik, kesempatan untuk melayani bahkan untuk berubah dan mau menjadikan Tuhan tempat satu-satunya pribadi yang diandalakan. Tidak ada yang mustahil untuk kita terus berharap kepada Tuhan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *