KUAT DI DALAM TUHAN – oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Sore HUT GPdI Mahanaim  – Minggu, 29 Agustus 2021)

PENDAHULUAN
Bersyukur kepada Tuhan sebab pada saat hari ini kita semua dapat merayakan ulang tahun GPdI Mahanaim Tegal yang ke 32. Tentu perayaan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena kita masih menghadapi pandemi. Meski tidak ada hiasan balon warna-warni atau kue ulang tahun yang menjulang tinggi, tetapi semua yang terjadi patut untuk syukuri karena jika kita bisa sampai pada hari ini, kita harus mengakui bahwa semuanya ini adalah kasih karunia Allah yang maha tinggi.

Tema firman Allah pada perayaan ulang tahun gereja saat ini adalah “KUAT DI DALAM TUHAN.” Mari kita buka Efesus 6:10 – Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Setelah rasul Paulus mengajarkan pokok-pokok iman kristen, kesatuan hidup orang percaya dan cara hidup orang percaya maka ia menutup suratnya dengan sebuah kesimpulan yaitu : Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, didalam kekuatan kuasa-Nya. Orang-orang percaya di Efesus dinasehati agar menjadi anak-anak Tuhan yang kuat didalam Tuhan.

Kata kuat dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata ἐνδυναμόω – endunamoō artinya meningkatkan kekuatan, menjadi kuat atau membuat kuat. Dari sini kita mendapat pengertian bahwa menjadi kuat itu adalah sebuah proses yang dibangun dari hari ke hari. Menjadi kuat itu tidak terjadi seketika atau tiba-tiba, melainkan dilatih, dibiasakan dari waktu ke waktu. Jadi menjadi kuat itu adalah tindakan kesengajaan bukan sebuah kebetulan.

Ketahuilah bahwa “Kekuatan itu tidak dilahirkan, kekuatan itu diciptakan.” Tidak ada kekuatan yang datang dengan sendirinya, semuanya itu harus dilatih, dibentuk dan diciptakan. Seorang bayi yang diberi makan dan minum setiap akan tidak otomatis menjadi kuat jika tidak dilatih agar otot-ototnya menjadi bertumbuh menjadi kuat. Sebagaimana fisik kita menjadi kuat karena dilatih dari hari ke hari, demikian juga dengan jiwa kita dan roh kita agar menjadi kuat harus dilatih setiap saat. Percayalah bahwa “kualitas dihasilkan dari rutinitas.” Jika kita ingin menjadi raksasa-raksasa rohani, menjadi orang-orang yang kuat secara rohani, maka kita harus melatih roh kita secara terus-menerus. Endunamoō : meningkatkan kekuatan, menjadi kuat atau membuat kuat.

Setelah 32 th kita lalui, apakah kita telah endunamoō? Meningkatkan kekuatan, menjadi kuat atau membuat kuat. Saya berharap setelah 32 th, kita terus bertumbuh menjadi anak-anak Tuhan yang kuat dalam iman dan tangguh dalam kehidupan.

Menjadi kuat dalam Tuhan menjadi pesan penting yang disampaikan rasul Paulus kepada anak-anak Tuhan di Efesus, tentu saja ini juga penting bagi kita, mengapa?

1. Kita harus menjadi kuat karena setan menyerang dengan tipu muslihat
Efesus 6:11
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Tipu muslihat  atau dusta adalah senjata perang yang digunakan iblis untuk menjatuhkan manusia. Dengan dusta iblis menipu manusia agar jatuh dalam dosa. Di taman Eden dengan kelicikannya iblis telah berhasil memperdaya Hawa sehingga jatuh didalam dosa.  Cara yang sama iblis tetap gunakan untuk menjatuhkan ank-anak Tuhan di akhir zaman, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yoh.8:44) Iblis itu adalah serigala yang berbulu domba. Kelihatan luarnya baik, manis tetapi mematikan.

2. Kita harus menjadi kuat karena kita berada di medan pertempuran yang hebat
Efesus 6:12
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Musuh yang kita hadapi bukan main-main. Musuh kita bukan manusia, bukan pula saudara, tetangga atau sesama. Musuh kita adalah penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini dan roh-roh jahat di udara.

Wahyu 12:12
Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

Sadarilah kita sedang berada di medan pertempuran yang hebat sebab Iblis telah turun dengan geramnya yang dahsyat karena ia tahu bahwa waktunya sudah singkat. Iblis sedang mengerahkan sepenuh kekuatan dan seluruh pasukan untuk melawan anak-anak Tuhan sebab ia tahu tidak lama lagi ia masuk dalam hukuman. Sebab itu marilah kita saling bergandeng tangan, rapatkan barisan, eratkan kesatuan untuk menghancurkan kekuatan lawan.

3. Kita harus menjadi kuat karena menghadapi tantangan hidup yang makin berat
Efesus 6:13
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Bagiamana caranya kita dapat menjadi kuat?
Selain mendorong agar anak-anak Tuhan bertumbuh menjadi kuat, rasul Paulus juga memberikan cara untuk bertumbuh menjadi kuat. Mari kita kembali perhatikan Efesus 6:10 ; Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Rahasia kekuatan yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat Efesus adalah hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan. Ini kunci kekuatan orang percaya, kita menjadi kuat jika kita berada didalam Tuhan. Jika kita ada didalam Tuhan, maka kekuatan Tuhan menjadi kekuatan kita dan kuasa Tuhan mengalir melalui hidup kita. Apakah artinya di dalam Tuhan? Di dalam Tuhan artinya kita “Melekat kepada Tuhan”

 Yohanes 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Kekuatan kita tergantung kepada siapa kita melekatkan hati dan percaya kita. Jika hati kita melekat kepada Tuhan maka kita akan memiliki kekuatan untuk menghadapi segala tantangan kehidupan. Rasul Paulus adalah salah satu sosok yang hidupnya dipenuhi dengan kesulitan, penderitaan dan penganiayaan. Dalam 2 Korintus 11 : 23-27  dia katakan:

Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.

Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian.

Meskipun dalam keadaan yang penuh penderitaan, aniaya dan kesulitan yang begitu banyak, namun dengan penuh keyakinan rasul Paulus berkata dalam Fil 4:13  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ia sadar selama ia berada dalam Tuhan maka tidak ada penderitaan yang tidak dapat ditanggungnya, semua dilalui bersama Tuhan.

PENUTUP
Kita semua sadar bahwa saat-saat ini kita sedang berada di masa sukar, tetaplah melekat kepada Tuhan yang besar yang dapat memberikan jalan keluar. Jangan menjauh dariNya, peluk pribadiNya, pegang tanganNya, percayalah di tengah-tengah hidup ini memang berat, kita punya Tuhan yang hebat yang membuat kita kuat menanggung beban hidup yang berat. Sekali lagi, orang-orang yang mendekat kepada Allah akan tetap kuat dan mereka yang selalu melekat kepada Tuhan akan mendapat kemenangan. Tuhan memberkati. KJP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *