PENTINGNYA KENAIKAN YESUS KE SURGA- Pdt. J. S. Minandar – Kamis, 13 Mei 2021 Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus

PENTINGNYA KENAIKAN YESUS KE SURGA

 

Yohanes 3:13

 

PENDAHULUAN

Ayat ini adalah penjelasan Yesus kepada Nikodemus. Nikodemus merupakan seorang pemimpin agama Yahudi, seorang Farisi yang datang kepada Yesus pada waktu tengah malam untuk bertanya kepada Yesus. Tidak ada yang telah naik ke surga selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Yesus. Tidak ada agama atau manusia yang bisa menjamin keselamatan atau surga selain Tuhan Yesus Kristus. Hanya Yesus yang dapat membawa Yesus ke surga karena Dia datang dari surga. Sebab dalam Yohanes 1:1 berkata, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:3 berkata, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia (Firman) dan tanpa Dia (Firman) tidak ada satupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Jadi segala sesuatu yang ada dibumi dijadikan oleh Firman, yang tercatat didalam Yohanes 1:14 “Firman Itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

 

YESUS NAIK KE SURGA

Setelah Yesus mati di salib, dikubur, bangkit dihari ketiga. Setelah 40 hari Yesus beberapa kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya disaksikan kurang lebih 500 murid-Nya, maka Yesus naik ke surga. Dia naik ke surga sebab Dia satu-satunya pribadi yang berasal dari surga. Mengapa Yesus harus ke surga? Mengapa Yesus tidak langsung membawa kita ke surga?

Ada beberapa tujuan Yesus naik ke surga:

  1. Menjadi pembela bagi kita

Yesus menjadi pembela dihadapan Bapa di surga sebab dalam Wahyu 12:10 berkata: “Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.” Jadi, setiap hari, setiap saat iblis menuduh dosa-dosa kita dihadapan Bapa. Karena itu kita patut bersyukur sebab Yesus naik ke surga untuk menjadi pembela kita (Roma 8:33,34).

Ini juga yang dijelaskan rasul Paulus kepada kita didalam Kolose 2:14 yang berkata, “dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:”

 

  1. Menyediakan tempat bagi kita (Roma 6:23).

Saat kita berdosa hal ini akan berujung hukuman dan membuat kita kehilangan surga. Karena dosa maka akibatnya Yesus di surga sedangkan kita di neraka, kita terpisah. Tidak ada hal yang paling menyeramkan dalam hidup ini selain dipisahkan dengan Allah. Namun Yesus tidak menginginkan kita terpisah dengan Allah (Yohanes 13:3). Jadi, ini merupakan keinginan Allah. Yesus tidak mau kita terpisah dengan Allah. Yesus ingin di mana Yesus berada (di surga), di situ juga kita (saudara dan saya) berada. Sebab itu, Yesus rela menjadi manusia, dan disalibkan untuk menanggung dosa dengan cara dihukum bagi kita, dikubur dan bangkit pada hari ketiga. Setelah 40 hari, Yesus naik ke surga.

 

  1. Yesus akan datang kembali

Yesus harus datang kembali karena ini adalah satu-satunya cara agar kita bisa berada di tempat Yesus berada (surga). Sebab kita tidak bisa datang ke tempat Yesus berada tetapi, Yesus yang akan datang menjemput kita.

 

Catatan: Saat orang yang percaya dipanggil Tuhan ke rumah Bapa, yang masuk ke Firdaus (surga) adalah rohnya, tetapi jasadnya masih berada di dalam kubur.

 

Tetapi, saatnya tidak lama lagi, waktunya segera tiba seperti yang dikatakan rasul Paulus didalam 1 Tesalonika 4:16 yang berkata: “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yg mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu, kita yang hidup yang masih tinggal, akan

diangkut bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan diangkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

 

Inilah saat yang sangat luar biasa, yaitu saat pertemuan raya. Semua orang dari berbagai suku, bangsa dan bahasa bertemu Yesus di angkasa. Tidak ada dukacita, air mata, sakit dan penderitaan. Kita akan senang selama-lamanya bersama Yesus di dalam surga.

 

YANG TIDAK PERCAYA KEPADA YESUS

Bagaimana dengan mereka yang menolak dan yang tidak percaya kepada Yesus saat Yesus datang kedua kali?  Wahyu 19:21 menjawab:  “Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka”. Pedang yang dimaksud bukanlah pedang secara harfiah tetapi pedang yang dimaksud adalah Firman Allah.

 

KESIMPULAN

Jadi, kenaikan Yesus merupakan hal yang penting bagi orang percaya. Sebab, melalui kenaikan-Nya ke surga maka Ia menjadi pembela kita dihadapan Bapa sekaligus menyediakan tempat bagi kita, sehingga ketika Ia datang kembali untuk menjemput kita, maka kita dapat bersama dengan Dia di surga.

 

KUASA KEBANGKITAN Oleh: Pdt. Daniel Limpele, Ibadah Raya 3 – Minggu 09 Mei 2021

Yohanes 11:25
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati.”

Ayat ini merupakan pernyataan langsung dari Yesus sebagai suatu jawaban mengenai kebangkitan. Berbicara tentang kebangkitan, maka kebangkitan itu adalah Yesus sendiri. Dan berbicara tentang hidup maka kehidupan juga adalah Yesus sendiri. Artinya, kebangkitan dan kehidupan adalah pribadi Yesus. Kita harus menerima pernyataan dari Yesus dan hal ini harus dimulai dari iman. Oleh sebab itu kita harus percaya bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Karena Yesus adalah kebangkitan dan hidup, maka Ia tentu tahu keadaan kita.

Ada beberapa contoh yang dapat kita lihat mengenai kepercayaan kepada kuasa kebangkitan.

ORANG-ORANG YAHUDI
Ada satu pertanyaan yang disampaikan oleh orang-orang Yahudi yang berada didalam bait Allah (Yohanes 10:22-24). Dari pertanyaan itu dapat dilihat bahwa mereka sedang berada didalam kebimbangan. Mereka hidup didalam pertanyaan-pertanyaan. Sekalipun mereka berada didalam Bait Allah, namun mereka mengalami kebimbangan. Karena kebimbangan ini, maka orang-orang itu hendak melempari Yesus dengan batu. Hati-hati dengan kebimbangan, karena kebimbangan merupakan ketidakpercayaan.

MURID-MURID
Yohanes 11:4 bercerita tentang saat dimana Yesus menerima kabar mengenai Lazarus yang sedang sakit. Pada waktu itu, Yesus ingin mengubah pola pikir murid-murid, sehingga Yesus membenarkan bahwa memang ada yang sakit namun penyakit itu tidak akan membawa kematian.

Ketika ada berita-berita yang tidak menyenangkan, Yesus memberikan sebuah contoh bagaimana cara meresponnya (Yohanes 11:7-10). Yesus mengajak murid-murid untuk kembali ke Yudea, namun murid-murid merespon dengan berkata : ayat 8 “Murid-murid itu berkata kepada-Nya: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?”. Murid-murid sendiri tidak percaya dan bimbang dengan kuasa Yesus. Yesus berkata bahwa murid-murid tidak memiliki terang didalam diri mereka karena mereka menolak ajakan Yesus.

ORANG-ORANG YANG DIKASIHI YESUSYohanes 11:21-22
Marta memiliki pengetahuan tentang Yesus dan ia percaya bahwa apa yang Yesus minta kepada Bapa akan terjadi. Kemudian Yesus menjawab bahwa Lazarus akan bangkit. Tetapi Marta berpikir bahwa Yesus akan menolongnya, tetapi nanti. Didalam Yohanes 11:27, menunjukkan bahwa Marta sempat percaya. Namun kemudian didalam ayat 39-40, menunjukkan Marta kemudian tidak percaya lagi kepada Yesus.

YAIRUS
Didalam kisah ini, menceritakan tentang Yairus yang justru percaya tentang kebangkitan. Tetapi dalam Ayat 40 menceritakan bahwa orang-orang yang datang untuk melawat Yairus tidak percaya mengenai kebangkitan. Sehingga mereka diusir Yesus, dan mereka tidak dapat melihat kuasa kebangkitan itu.

WANITA PENDARAHAN
Markus 5:25 menceritakan tentang seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun. Tetapi perempuan ini mengambil kesempatan “diluar penjadwalan” Yesus. Sekalipun sudah dua belas tahun ia mengalami penyakit itu, namun ia masih mau mengalami kesembuhan. Artinya, ada sesuatu yang kuat didalam dirinya sehingga mendorongnya untuk menerima kesembuhan. Sikapnya hanya menjamah ujung jubah Yesus, tetapi menunjukkan isi hati wanita ini. Markus 5:34, berkata bahwa ia karena iman maka perempuan ini bukan hanya mengalami kesembuhan, tetapi juga keselamatan.  Apabila kita membandingkan dengan keadaan murid-murid didalam ayat 31, maka kita menemukan bahwa ternyata murid-murid pun tidak bisa membandingkan siapa yang datang dengan iman, dan siapa yang datang hanya berbondong-bondong.

KESIMPULAN
Kuasa kebangkitan Yesus memberikan bukti bahwa Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Ia yang telah mati dan bangkit dari kematian berkuasa membangkitan dan memberikan kehidupan kepada orang-orang yang sudah mati.  Oleh sebab itu, janganlah kita menjadi orang-orang yang hanya berbondong-bondong mengikut Yesus tetapi tidak mengalami kuasa kebangkitan karena tidak percaya kepadaNya. Kekristenan berbicara mengenai kepercayaan kepada kuasa kebangkitan. Ketika kita percaya kepada kuasa kebangkitan, maka kita bukan hanya akan melihat kebangkitan tetapi kita juga akan mengalaminya. Tuhan memberkati.

RUANG TUNGGU PART 1 Oleh: Pdt. Joseph Priyono,Ibadah Raya 2 – Minggu 09 Mei 2021

RUANG TUNGGU – 1

Mazmur 70:1-6

 

 

Pendahuluan

Tema firman Allah hari ini adalah “RUANG TUNGGU” bagian 1.

Ruang tunggu adalah sebuah tempat atau ruangan untuk menunggu. Ruang tunggu biasa kita jumpai di berbagai tempat misalnya stasiun kereta, bandara, tempat praktek dokter, rumah sakit, bank dan berbagai instansi pemerintah. Di ruang tunggu biasanya disediakan berbagai fasilitas seperti tv, ruangan ber-ac, minuman, hingga makanan ringan. Semunya ini dilakukan agar para penunggu merasa nyaman selama waktu menunggu. Namun kenyataannya, senyaman apapun ruang tunggu disediakan, tidak ada seorangpun yang ingin berlama-lama berada di ruang tunggu. Semua orang ingin sesegera mungkin keluar dari ruang tunggu.

 

Dalam Mazmur 70 ini, kita melihat bahwa Daud sedang berada di ruang tunggu. Ia sedang menunggu Tuhan untuk menolongnya. Dari ayat-ayat yang telah kita baca Daud sedang menaikan  doa permohonan karena masalah hidup yang dialaminya. Dalam ayat 3, Daud sangat gelisah dan takut sebab para musuhnya ingin mencelakai dan mencabut nyawanya. Itulah sebabnya dalam ayat 2, Daud meminta kepada Allah agar segera menolong dan menyelamatkan dirinya.

 

Kata “segera” di sini menandakan bahwa Daud sedang berada dalam situasi gawat dan mendesak. Daud mendesak Allah agar segera menolong dan melepasakannya dari para musuhnya. Daud tidak ingin menunggu lebih lama lagi, ia berharap Allah segera mengulurkan tanganNya dan memukul para musuhnya. Bahkan dalam ayat 6, Daud menyadari dirinya sebagai orang yang sengsara dan miskin yang butuh pertolongan Tuhan. Oleh sebab itu ia menutup doanya dengan sebuah permohonan agar Tuhan jangan terlambat datang untuk menolongnya. Sekali lagi Daud ingin segera keluar dari ruang tunggu.

 

Hidup adalah menunggu

Sadarkah kita bahwa setiap orang sedang berada di ruang tunggu?

  • Dari lahir kita menunggu menjadi besar/dewasa. Setelah dewasa kita menunggu berumah tangga, berumah tangga menunggu tua, tua menunggu kematian. Orang yang mati menunggu kebangkitan
  • Anak sekolah menungu kenaikan kelas/kelulusan.
  • Bagi yang melamar kerja menunggu diterima kerja.
  • Yang diterima kerja menunggu hasil kerja/gaji, kenaikan pangkat/jabatan, dst.
  • Pemuda/i menunggu kapan pasangan datang lalu menikah.
  • Bahkan untuk hal-hal yang kita bayar sekalipun, kita harus tetap menunggu. Misalanya: Saat makan di restoran, kita menunggu makanan disiapkan lalu dihidangkan. Demikian juga saat kita belanja online, kita harus menunggu hingga pesanan datang.

 

Inilah kehidupan, bahwa kenyataannya dalam hidup ini tidak ada yang instant, sekali jadi atau tiba-tiba tersedia. Kita harus bersedia menantikan sampai datang apa yang kita harapkan.

 

Dalam alkitab ada banyak contoh orang-orang yang berada di ruang tunggu:

  • Nuh harus berada di ruang tunggu selama 120 th, sampai hujan turun ke bumi
  • Abraham menunggu di ruang tunggu selama 25 th sampai anak yang dijanjikan Tuhan yaitu Ishaklahir
  • Yusuf, 13 th berada di ruang tunggu, sampai mimpinya digenapi dimana ia perdana menteri di Mesir
  • Musa harus menanti 40 th di ruang tunggu di Median sebelum memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir.
  • Untuk mendapatkan Rahel, Yakub harus berada di ruang tunggu selama 14 th. 7 hr.
  • Tuhan Yesus harus menunggu 30 th sebelum melayani manusia dan mati di kayu salib.
  • Murid-murid harus menunggu 10 hari untuk dipenuhi dengan Roh Kudus, dll.

 

Mengapa Tuhan membawa kita masuk ke ruang tungguNYA?

 

RUANG TUNGGU MELATIH KESABARAN

 

Ruang tunggu adalah arena untuk membentuk dan menumbuhkan kesabaran. Di ruang tunggu kesabaran kita diuji, apakah kita menjadi anak Tuhan yang memiliki kesabaran atau tidak. Sadarilah bahwa kesabaran merupakan hal yang penting dalam kekristenan, sebab kesabaran merupakan salah satu karakter pengikut Yesus yang sejati.

Mengapa kita harus menumbuhkan kesabaran dalam hidup ini?

 

  1. Tuhan bertindak sesuai waktu dan caraNya sendiri.

Yesaya 55:8,9

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

 

Tuhan memiliki banyak cara untuk menolong anak-anakNya dengan waktu yang berbeda-beda sesuai dengan maksud dan tujuanNya. Racangan kita berbeda dengan rancangan Tuhan dan jalan kita berbeda dengan jalanNya, itulah sebabnya kita harus bersabar untuk menanti rancangan dan kehendakNya terjadi dalam hidup kita.

 

Sadarilah apa yang kita anggap benar, belum tentuk benar dalam pemandangan Tuhan dan apa yang anggap sekaranglah waktunya, bagi Tuhan bisa jadi nanti atau tunggu.

 

Kej. 18:14  Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

 

Kej. 21:2  Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya

 

Sesungguhnya Tuhan tidak bergantung kepada situasi atau kondisi yang terjadi, Allah bekerja sesuai waktu yang telah ditetapkanNya. Meski Abraham dan Sara telah lanjut umurnya,  namun karena waktu yang ditetapkanNya telah tiba, maka Allah menyatakan kuasaNya. Abraham dan Sara mendapatkan seorang anak perjanjian yaitu Ishak. Inilah yang perlu kita yakini bahwa Tuhan bertindak berdasarkan waktu yang telah ditetapkanNya. Bahkan ketika manusia berkata tidak mungkin, mustahil tetapi jika waktu Tuhan telah datang maka Tuhan sanggup melakukan keajaiban.

 

Percayalah, jika waktuNya telah tiba maka tidak ada satu kuasa apapun yang dapat menghalangiNya. Jika waktu Tuhan telah datang, segala keajaiban pasti Dia kerjakan. Sebab itu bersabarlah, persiapkan diri sebab waktu Tuhan pasti terjadi. Meski tidak selalu yang tercepat, pertolongan Tuhan pasti datang pada waktu yang tepat. Jika jawaban Tuhan datang dengan cepat, bersyukurlah, tetapi jika seolah datang terlambat, bersabarlah.

 

Ibrani 6:15 

Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

 

  1. Tidak ada keberhasilan secara instan dan tidak ada sukses tanpa proses

Yakobus 5:7,8 

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

 

Hidup adalah sebah proses. Seorang petani yang ingin menikmati hasil panen, ia harus siap menjalani proses tanam. Pertama-tama, petani harus menyiapkan lahan untuk menanam, setelah itu baru menaburkan benih, menunggu benih tumbuh, kemudian merawat benih yang telah tumbuh, memupuk, mengairi, menjaga dari hama hingga berbuah dan panen.

 

Hidup adalah proses, tidak instan.

Bagi anak sekolah untuk lulus SD butuh waktu 6 th, SMP 3 th, SMA 3 th, Sarjana 4 th.

Mereka yang bekerja atau berusaha harus menunggu lama untuk berhasil. Keberhasilan Saudara hari ini juga tidak sekali jadi butuh proses panjang. Coba lihat 20th atau 30 th yang lalu bagaimana usaha Saudara? Oleh sebab itu hargailah setiap proses yang sedang kita jalani sebab keberhasilan bukan terletak pada hasilnya, tetapi pada prosesnya. Kualitas kehidupan ditentukan oleh proses hidup yang kita jalani.

 

Orang-orang yang ditempa oleh kesukaran dan penderitaan akan bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berdaya tahan. Itulah sebabnya dalam berbagai kesukaraan dan kehilangan Ayub tetap sabar menjalaninya sebab ia percaya semua proses akan membuatnya seperti emas mulia.

Ayub 23:10 

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

 

Rasul Paulus memberi nasehat kepada jemaat di Roma agar tetap sabar dalam kesesakan.

Roma 12:12 

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

 

Apapun yang sedang terjadi, belajarlah untuk bersabar sebab kesabaran adalah senjata untuk memenangkan pertempuran.

Amsal 16:32

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota!

 

Pada zaman dahulu kota/kerajaan dikelilingi dengan benteng yang kokoh. Benteng itu dimaksudkan sebagai tameng untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Untuk dapat merebut kota, maka diperlukan prajurit yang hebat, strategi dan senjata yang canggih serta kesabaran. Pasukan harus bersabar menanti penghuni kota lengah sehingga dapat menyerbu dan menyerang kota tersebut. Tanpa kesabaran maka pasukan yang hebat dan senjata yang canggih sekalipun, tidak ada gunanya. Ini artinya  bahwa keunggulan manusia bukan terletak pada kekuatan fisiknya melainkan pada penguasaan dirinya. Kehebatan seorang pahlawan bukan terletak pada kemahiran menggunakan senjata atau keberanian dalam menyerang musuh, melainkan pada kesabaran menantikan waktu yang tepat untuk memberikan perlawanan dan memenangkan pertempuran.

Untuk itu bersabarlah sejenak jika Tuhan membawa kita masuk ke ruang tunggu, percayalah jika waktuNya telah tiba, Tuhan akan memberikan yang kita mau dan mencukupkan yang kita perlu. Tuhan memberkati. – KJP!

 

 

 

KARENA PENGENALAN AKAN YESUS YANG BENAR – Oleh Pdm. Melky Mokodongan, Ibadah Raya 1 Minggu 09 Mei 2021

Karena Pengenalan akan Yesus Yang Benar
Filipi 3:7-8

Ayat Pokok
Ay 7. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Ay 8. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Pendahuluan
Dalam Pasal tiga ini, diawali dengan ajakan kepada jemaat untuk bersukacita di dalam Tuhan, artinya ini menunjukan mereka sudah percaya dan memiliki pengenalan akan Yesus, sehingga Paulus menegaskan/memberi kepastian kembali apa yang sudah pernah disampaikan oleh Paulus sebelumnya.

 

Baru masuk pada ayat-ayat selanjutnya sebagai inti pesan dan gambaran yang disampaikan Paulus sebagai nasihat yang sangat penting dan perlu diperhatikan oleh jemaat.

 

Paulus melihat bahwa ada penyelewangan kebenaran yang mulai masuk dan mempengaruhi jemaat, sehingga Paulus katakan di ayat 2.

Di Ay 2 “Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,”

 

Sampai tiga kali Paulus katakan Hati-hati! Tentu ini merupakan hal yang darurat dan perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Paulus menegaskan kembali kepada mereka juga, di ayat 3.
karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah

Artinya apa?

Artinya jemaat yang sudah memiliki pengenalan akan Pribadi Yesus yang benar, jemaat yang sudah percaya kepada Yesus, dan beribadah kepada Allah bahkan lebih jauh lagi, mereka yang sudah memiliki keselamatan, dan tidak menaruh percaya kepada sesuatu yang bukan Allah/hal yang sementara. Lahiriah itukan hal yang sementara.

Maka jemaat diingatkan harus berhati-hati, waspada, jangan lupa bahwa mereka sudah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar.

Sebagai seorang Hamba Tuhan, Paulus tidak ingin melihat jemaat dan pelayanan serta pemberitaan tentang Yesus yang adalah kebenaran sejati sudah dimiliki oleh jemaat Filipi hilang atau teralihkan karena orang-orang yang menyesatkan.

Seperti apa orang yang sudah mengenal Yesus? Atau apa sikap yang benar dari seseorang yang telah mengenal Pribadi Yesus?

Yang pertama; Orang yang telah memiliki pengenalan akan Yesus, pasti akan;
1. Menempatkan Yesus lebih utama dan Mulia dalam hidupnya. Ay 7,8
Ay 7. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus…,

Paulus tidak menempatkan keuntungan-keuntungan lahiriah/duniawi yang didapatkan sebagai hal yang utama dan mulia dalam hidupnya, tetapi yang utama dan mulia adalah Yesus..!

Itu sebabnya tegas Paulus berkata “apa yang dahulu keuntungan bagiku, sekarang ku anggap rugi. Karena Kristus Yesus.

Artinya, seseorang yang menempatkan Yesus sebagai satu-satunya yang tertinggi dalam hidupnya, adalah seseorang yang telah memiliki pengenalan akan Pribadi-Nya.

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita telah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar? Kalau sudah, apakah kita telah menempatkan Yesus sebagai yang utama dan mulia? Atau yang lebih yang utama dalam hidup kita adalah uang/kentungan lahiriah?

Tidak salah kita cari uang, karena itu masih diperlukan selama kita dibumi, tetapi seharusnya kalau waktunya Ibadah maka itulah yang harus kita utamakan. Bukankan Alkitab berkata carilah dahulu kerajaan dan Kebenaran maka yg lain akan ditambahkan. Matius 6:33

Bapak ibu saudara yang dikasih Tuhan, sekali lagi “kalau kita telah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar, maka dapat dipastikan kita akan menempatkan Yesus sebagai yang utama dalam hidup kita”.

Dari mana kita dapat memiliki pengenalan akan Yesus yang benar?
Kita dapat menemukan melalui Firman Allah. Karena Firman ini adalah kebenaran-Nya. Mazmur 119:160, Yohanes 17:17

Mazmur 119:160
Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.

Yohanes 17:17
Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Itu sebabnya Cintailah Firman Allah, lakukanlah dengan sungguh2. Setialah beribadah, karena melalui ibadah kita menimakti Firman/ kebenaran-Nya.

Yang kedua adalah: seseorang yang telah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar, memiliki;
2. Keberanian Melepaskan/menanggalkan. Ay 8b
Ay 8b. “Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus”,

Paulus berkata, oleh karena Dia, siapa Dia yg dimaksud oleh Paulus? Yang dimaksud Paulus disini menunjuk kepada Pribadi Yesus yang adalah kebenaran sejati.

Dikatakan oleh Paulus, oleh karena Yesus, artinya pengenalan akan Yesus yang benar maka “Paulus melepaskan, menanggalkan semuanya dan menganggap sebagai sampah.. Waaauw luar biasa.

Bapak ibu saudara yang di kasih Tuhan.
Selain Paulus menempatkan Yesus sebagai hal yang utama, Paulus juga berani melepaskan semua yang dianggap keuntungan, yaitu kebanggaan duniawi, sanjungan, ataupun penghormatan, termasuk di dalamnya materi. Semua itu dianggap sampah/kotoran belaka.

Pengenalan akan pribadi-Nya akan membuat sesorang berani mengambil sikap untuk melepaskan.

Nah Bagaimana dengan kita saat ini?
Adakah hal-hal yang mulai menggantikan posisi Yesus sebagai yang utama dalam hidup kita? Apakah kita punya kesanggupan/keberanian untuk melepaskan?

Bapak ibu yang dikasihi;

Hati-hatilah dengan keuntungan-keuntungan duniawi yang di anggap banyak orang sebagai sesuatu yang utama dalam hidupnya, karena itu dapat menggantikan posisi Yesus.

seharusnya ketika kita telah memiliki pengenalan akan Yesus yang benar, maka kita berani melepaskan semua hal yang berusaha menggeser posisi Yesus dalam hidup kita.

Yang ketiga;
3. Melupakan apa yang sudah dilepaskan/tinggalkan. Ay 13b
aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Melupakan artinya ‘TIDAK INGAT’ sesuatu yang telah dilepaskan/dibuang, tidak akan dingat lagi, bapak Gembala sering ilustrasikan/contoh kalau orang buang kotoran, itukan sampah, maka kalau kotoran itu sudah dibuang orang pasti tidak akan ingat lagi.

Apalagi kalau sudah disiram sampe bersih, benar-benar tidak ada lagi, orang tidak mungkin akan berpikir aduh sayang ya kenapa dibuang, justru dengan sendirinya akan melupakan.

Nah demikian juga dengan dosa yang sudah kita buang/tanggalkan, jangan pernah kita ingat-ingat lagi.. benar-benar harus dilupakan.

Jangan kita seperti istri Lot, kenikmatan/kesenangan duniawi sudah ditinggalkan, tetapi masih diingat, bahkan menoleh artinya Kembali kepada hal yang sudah ditanggalkan.

Quote: “Terkadang untuk masa depan dan kebahagiaanmu, engkau harus berani melepaskan bahkan melupakan”.

“Masa-masa sulit pasti akan dialami oleh orang-orang yang berani melupakan, tetapi pada waktunya kebahagian itu datang juga” (MRM)

dan yang keempat adalah;
4. Memiliki Tujuan Hidup. Ay 13b
Ay 13. aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

Tujuan hidup Paulus adalah Yesus. Demikian jemaat Filipi, dan dengan demikian juga dengan kita saat ini.  Kita mengarahkan sepenuhnya hidup kita tertuju hanya kepada Yesus.

Mazmur 141:8a “Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju;”

Akhir dari Pengenalan akan Yesus yang benar?
1. Menjadi Serupa Dengan Pribadi-Nya. Ay 10
Filipi 3:10 (TB) Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

2. Kehidupan Kekal.
Filipi 3:11 (TB) supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Kebangkitan yang dimaksud Paulus disini bukan berbicara tentang kebangkitan secara umum, yaitu kebangkitan semua orang baik itu orang baik ataupun jahat.

Tetapi kebangkitan disini berbicara secara khusus, yaitu kebangkitan orang benar, atau orang-orang yang telah memiliki jaminan keselamatkan oleh Yesus.

3. Mendapatkan Mahkota.

1 Korintus 9:25b “Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi”

Kesimpulan.

Teruslah pertahankan pengenalan akan pribadi-Nya, melalui hidup yang mengutamakan Yesus, berani melepaskan, melupakan bahkan punya tujuan hidup karena Yesus.

Dialah satu-satunya jaminan kita, kepastian kita, bahkan keselamatan kita.