KUASA KEBANGKITAN YESUS – oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Kebangkitan Yesus – Minggu, 4 April 2021 )

1 Korintus 15:20
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.”

PENDAHULUAN
Setiap pengikut Yesus harus mengimani kebangkitan-Nya, sebab kebangkitan Yesus menjadi dasar iman orang yang percaya kepada Yesus. Sebab itu, iman akan kebangkitan Yesus menjadi kredo atau syahadat bagi orang percaya.

Roma 10:9-10 Bearkata, “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

Apabila seseorang mengaku sebagai pengikut Yesus, tetapi tidak percaya Yesus telah bangkit dari kematian, orang tersebut bukanlah orang Kristen dan belum diselamatkan!

BEBERAPA ISTILAH KEBANGKITAN
Ada beberapa istilah kebangkitan, yaitu:
1. KEBANGKITAN SULUNG
Dari semua yang telah mati (Adam hingga saat ini), Yesus ialah yang sulung (pertama-tama bangkit dari antara orang yang mati). Banyak orang yang bangkit dari kematian, tetapi mereka mati lagi dan sekarang mereka berada didalam dikubur. Satu-satunya yang bangkit dan hidup untuk selama-lamanya di sorga adalah Yesus sebab Yesus adalah Allah dan Tuhan.

Ada orang yang salah mengartikan Matius 27:50-54: kisah setelah Yesus mati di salib, orang kudus bangkit lalu masuk kota kudus. Mereka berkata bahwa orang yang mati dan bangkit itu masuk kota kudus dan mereka mengartikannya sebagai sorga. Tafsiran ini merupakan tafsiran yang salah. Bahkan kata mereka yang bangkit itu adalah orang kudus dari sejak Adam sampai zaman Yesus. Pada saat Yesus mati, orang-orang kudus bangkit, mereka masuk kota kudus yang adalah kota Yerusalem. Tetapi, pada saatnya mereka akan mati lagi. Kalau mereka bangkit dan hidup kekal, berarti kebangkitan sulung bukan hanya Yesus tapi banyak orang. Yang pertama mengalami kebangkitan dari kematian, lalu bangkit dari kematian dan hidup selamanya di dalam sorga ialah Yesus. Sebab itu, salah satu gelar Yesus didalam 1 Korintus 15:20 adalah: “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai: “Yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.”

Yesus disebut kebangkitan sulung karena kematian dan kebangkitan Yesus merupakan jaminan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya, kalau ia mati, ia akan mengalami kebangkitan sebagaimana yang telah dialami oleh Yesus. 1 Korintus 15:22,23 berkata,  “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali (dibangkitkan) dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.”

Semua orang yang hidup di dunia adalah keturunan Adam dan bersekutu dengan Adam dan satu kali kelak akan mati sama seperti Adam. Tetapi, setiap orang yang selama hidupnya bersekutu dengan Kristus, ia akan dibangkitkan sama seperti Kristus, tetapi sesuai dengan urutannya / gilirannya.

URUTAN KEBANGKITAN
Kalau Yesus bangkit sebagai kebangkitan sulung, yaitu tiga hari setelah kematian-Nya, kapan urutan atau giliran kebangkitan orang-orang percaya kepada Yesus? Dikatakan dalam 1 Korintus 15:23 bahwa, “…pada waktu kedatangan-Nya.”

2. KEBANGKITAN ORANG BENAR
Selain kebangkitan sulung, istilah lain yang dipakai dalam Alkitab adalah kebangkitan orang benar. Dalam Wahyu 20:1-6 disebut sebagai “Kebangkitan Orang Benar” karena mereka adalah orang-orang yang dibenarkan oleh kuasa kematian dan kebangkitan-Nya.

3. KEBANGKITAN ORANG YANG AKAN DIBINASAKAN/ KEBANGKITAN ORANG BERDOSA

Orang-orang berdosa dan orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus juga akan mengalami kebangkitan. Tetapi, mereka d bangkitkan dengan tubuh yang kekal (tidak bisa mati) untuk disiksa di dalam neraka untuk selama-lamanya (Wahyu 20:13-15).

KESIMPULAN
Setelah mempelajari hal ini, timbul pertanyaan bagi kita, masuk golongan manakah kita: kebangkitan orang benar atau kebangkitan orang yang akan dibinasakan? Oleh sebab itu, hiduplah menjadi pengikut Yesus yang sejati, atau mempelai Kristus, atau gereja Tuhan yang sempurna, atau Hawa yang akhir, sehingga kita masuk kepada kebangkitan orang benar.

VIA DOLOROSA – oleh Pdt. joseph Priyono (Ibadah Kematian Yesus 2 – Jumat, 2 April 2021)

Pendahuluan
Dalam ibadah raya pertama, Bapak Gembala telah menyampaikan firman Tuhan dengan tema: “Jalan Ke Eden.” Melalui kematian Tuhan Yesus pintu ke Eden yang tertutup oleh dosa kini telah dibuka kembali. Tidak ada lagi penghalang untuk masuk ke dalam Eden, karena Kristus telah mati di kayu salib bagi dosa manusia. Selaras dengan tema tersebut, pada saat ini saya ingin menyampaikan firman Allah dengan tema: “VIA DOLOROSA”. Pintu ke Eden telah terbuka, namun jalan untuk menuju ke sana kita harus melewati jalan “Via Dolorosa.”

Kata Via Dolorosa berasal dari bahasa Latin yang berarti jalan kesengsaraan atau jalan penderitaan. Via Dolorosa menunjuk kepada perjalanan Tuhan Yesus Kristus dari Taman Getsemani, menuju pengadilan Pilatus yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata (Yohanes 19:13) menuju bukit Golgota yang dikenal sebagai tempat tengkorak (Yohanes 19:17) hingga penguburanNya (Yoh.19:38). Ini adalah perjalanan panjang yang sangat menyiksa mengingat kondisi fisik Tuhan Yesus Kristus yang melemah karena sepanjangan malam menghadapi pengadilan dan aniaya dari orang-orang yang membencinya.

Mengapa kita perlu mempelajari Via Dolorosa?
Sebab perjalanan yang telah ditempuh oleh Tuhan Yesus menuju salib adalah sebuah contoh, teladan bagi orang-orang percaya. Perjalanan Via Dolorosa adalah gambaran perjalanan iman para pengikut Yesus yang sejati. Orang-orang yang mencintaiNya dengan segenap hati tidak mungkin menghindari jalan penderitaan ini.

1Petrus 2:21
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Via Dolorosa tidak sekedar sejarah masa lalu yang kita dengar dibangku-bangku sekolah Minggu. Via Dolorosa juga tak sekedar cerita paskah, tetapi Via Dolorosa adalah petunjuk untuk kita melangkah. Oleh sebab itu marilah kita menelusuri kembali jalan-jalan yang telah dilalui Tuhan Yesus menuju kayu salib.

Menurut tradisi gereja jalan Via Dolorosa terdiri dari 14 titik perhentian menuju salib, yaitu:

  1. Taman Getsemani di Bukit Zaitun (Luk 22:39-46).
  2. Yesus dikhianati oleh Yudas dan ditangkap (Luk 22:47-48).
  3. Yesus diadili di hadapan Mahkamah Agama (Luk 22:66-71).
  4. Petrus menyangkal Yesus (Luk 22:54-62).
  5. Yesus diadili oleh Pontius Pilatus (Luk 23:13-25).
  6. Yesus dicambuk dan dimahkotai dengan duri (Mrk 15:15-17).
  7. Yesus memikul salib (Yoh 19:17).
  8. Simon dari Kirene memikul salib Yesus (Luk 23:26).
  9. Yesus bertemu dengan perempuan-perempuan dari Yerusalem (Luk 23-31).
  10. Yesus disalibkan (Luk 23:33-47).
  11. Yesus menjanjikan kerajaan-Nya kepada penyamun yang bertobat (Luk 23:43).
  12. Yesus berbicara dengan ibu dan murid-murid-Nya (Luk 23:48-49).
  13. Yesus mati di kayu salib (Luk 23:44-46).
  14. Yesus dikuburkan di dalam makam (Luk 23:50-54).

Karena waktu yang terbatas, tentu pagi hari ini kita tidak dapat mempelajari semua jalan yang telah dilaluiNya. Saat ini, kita hanya akan belajar awal perjalanan Tuhan Yesus di taman Getsemani. Marilah kita memulai perjalanan untuk menyusuri kembali jalan Via Dolorosa.

TAMAN GETESMANI
(Luk 22:39-46).
Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
Lukas 22:41,42 

Tempat inilah awal perjalanan penderitaan Tuhan Yesus dimulai (meski sejatinya via dolorosa telah dimulai sejak di sorga, Allah berduka saat manusia jatuh dalam dosa). Di taman Getsemani, Yesus bergumul hingga peluhNya menetes seperti darah. Apakah mengerjakan kehendak Allah dan menuruti keinginan pribadi. Dalam doaNya tergambar jelas, jika boleh/diperkenan dilepaskan dari cawan hukuman tetapi “bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Getsemani adalah sebuah kebun pohon zaitun yang terletak di kaki Bukit Zaitun di sebelah utara Lembah Kidron. Secara etimologi kata Getsemani berasal dari kata Ibrani gath “pemeras” atau “penggiling” dan shemen “minyak” yang berarti “alat pemeras minyak” kemungkinan menunjuk pada lokasi tempat pemerasan minyak zaitun yang ada di taman itu.

Seperti buah zaitun yang digiling, diperas dan dilumatkan di atas alat pemerasan, di tempat inilah kehendak/keinginan Yesus diperas, dihancurkan agar yang keluar adalah minyak yang memberikan kehidupan banyak orang.

Apa yang Tuhan Yesus alami di taman Getsemani?
Dari catatan Injil sinopsis kita dapat melihat beratnya tekanan yang dialami Tuhan Yesus saat berada di taman Getsemani.

  • Lukas 22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
  • Matius 26:37-38 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
  • Markus 14:33,34 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.”

Di taman Getsemani Tuhan Yesus mengalami kesedihan yang mendalam, tekanan yang sangat berat, Mengapa? TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Yesaya 53:6
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Sebagai murid Yesus yang sejati, kita harus siap memasuki taman Getsemani, di sana hidup kita dihancurkan, keakuan kita digiling, ego kita diperas agar hidup kita berkenan kepada Allah. Tanpa pemerasan/penggilingan mustahil terjadi pembentukan.

Kita dibentuk oleh proses kehidupan yang sulit, pergumulan yang berat dan kehidupan penuh tekanan. Covid 19 bisa jadi itu adalah taman Getsemani bagi kita. Kesulitan keuangan, sakit yang tidak kunjung sembuh, dll.

Bagaimana sikap kita saat berada di taman Getsemani?
A.
Berdoalah kepada Allah
Dalam pergumulan yang berat di taman Getsemani, Tuhan Yesus berdoa kepada BapaNya di sorga. Apa yang terjadi saat Ia berdoa?

Luk 22:43
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

Dalam doa, Tuhan Yesus mendapat kekuatan untuk menghadapi semua kesulitan, tekanan dan pergumulan yang dihadapi. Sikap Tuhan Yesus dalam menghadapi penderitaan amat kontras dengan sikap para murid. Tuhan Yesus bergumul dalam doa, sedangkan para murid memilih untuk tidur. Doa membuat Tuhan Yesus sanggup menghadapi penderitaan tanpa mengeluh, sedangkan para murid lari ketakutan saat musuh datang. Doa merupakan sumber kekuatan saat kita menghadapi penderitaan.

Doa mungkin tidak menghilangkan beban yang kita pikul, tetapi doa memberikan kekuatan untuk menanggung beban yang kita pikul. Doa itu seperti payung. Payung tidak menghentikan hujan, tetapi dengan payung kita dapat melewati hujan tanpa kebasahan.

Ibrani 5:7
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

Jika pundakmu tak lagi mampu menanggung beban yang berat, ingatlah engkau masih punya tangan untuk dilipat dalam doa. Jika kakimu tak lagi mampu melangkah maju karena masalah yang besar, ingatlah engkau masih memiliki lutut untuk berdoa kepada Allah yang maha besar.

B. Berserahlah kepada kehendak Allah.
Lukas 22:42
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Meski keinginanNya dilepaskan dari cawan murka, namun pilihanNya adalah kehendak BapaNya yang terjadi. Tuhan Yesus sadar bahwa misi kedatanganNya ke dunia ini adalah untuk menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Oleh sebab itu, Ia berkomitmen penuh untuk mengenapi dan menuntaskan tugas Bapa di sorga.

Alkitab berkata:
Yesaya 53:7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

Inilah kualitas murid Yesus yang sejati yaitu menyerah total kepada kehendak Allah. Seorang murid Yesus yang sejati tidak sekedar mengambil keputusan percaya kepada Yesus, ia berkomiten secara total untuk mengikuti kehendak Bapa di sorga.

Taman Getesemani telah membuktikan, siapakah murid yang sungguh-sungguh mengikutiNya dan siapa yang sekedar mencari keuntungan dan kenikmatan. Salah satu muridNya telah memilih mengkhianati sang guru dan menjualnya demi mendapatkan 30 keping perak. Dan yang lain meninggalkanNya seorang diri saat serdadu menangkapNya dengan keji.

Apapun yang terjadi Tuhan Yesus berkomitmen untuk melakukan kehendak BapaNya.

Yohanes 4:34
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Rasul Paulus adalah contoh lain yang dapat kita teladani dalam mengikuti kehendak Bapa di sorga.

Kisah Rasul 20:24
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

C. Taatlah melakukan kehendak Bapa.
Lukas 22:42
“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

PenyerahanNya kepada kehendak BapaNya adalah sebuah bukti ketaatanNya. Dengan penuh kesadaran Tuhan Yesus taat melakukan kehendak BapaNya meskipun harus mengalami penderitaan bahkan kematian.

Filipi 2:8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Ibrani 5:8
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

Sekali lagi Tuhan sedang mencari gereja yang memiliki ketaatan penuh kepada kehendakNya. Jadilah pengikut Kristus yang sejati yang memiliki ketaatan total kepada firman Allah.

Sadarilah bahwa ketaatan adalah tanda kasih kita kepada Tuhan. Kita diselamatkan karena iman, tetapi kita diperkenan melalui ketaatan.

Yohanes 14:23
Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Pertolongan di taman Getsemani
Ibrani 4:15,16
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Adakah diantara kita yang saat ini berada di taman Getsemani? Saudara dalam pergumulan hidup yang berat, dalam tekanan kesulitan, dikhianati, difitnah, dll? Ingatlah saat Saudara di taman Getsemani, Saudara tidak ditinggalkan sendirian sebab Tuhan Yesus pernah berada di taman Getsemani. Ia bertahan dalam kesendirian karena melihat saudara dan saya. Tetaplah percaya, Tuhan memberkati. KJP!

JALAN KE EDEN – oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Kematian Tuhan Yesus 1,3 – Jumat, 2 April 2021)

KEJADIAN 3:23, 24
“Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. la menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala – nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

TUJUAN ALLAH MENGUSIR MANUSIA
Upah Dosa Adalah Maut.
Kejadian 2:17; 3:2,3 “sebab pada hari engkau memakannya pasti engkau mati.” Kematian yang dimaksud bukan hanya putus nyawa tetapi manusia dipisahkan dari Allah selama-lamanya, yaitu siksa kekal di neraka (Roma 6:23).

Kasih dan Rencana Allah
Tujuan Allah mengusir Adam dan Hawa dari taman Eden adalah (Yohanes 3:16) karena Allah tidak menghendaki manusia binasa, Allah mempunyai rencana untuk menebus manusia, sebab Allah harus menggenapi rencana-Nya yang gagal dilakukan Adam (Kejadian 1:26-28).

Apa kaitannya antara diusirnya Adam dan Hawa dari Eden dengan dosa dan rencana Allah? Bila Adam dan Hawa yang berdosa memakan buah kehidupan, mereka akan hidup kekal di dalam dosa dan tidak bisa ditebus dan diampuni untuk selamanya, sehingga rencana Allah gagal dan tidak bisa dipulihkan selamanya.

Adam dan Hawa pasti ingin kembali ke taman Eden dan mengalami kemuliaan taman Eden. Tetapi ada perasaan yang sama yaitu: rasa takut! Takut karena apa? Apabila mereka terus berada di luar Eden, saat usia mereka mendekati 1000 tahun dan mereka harus menghadapi kematian maka upah dosa adalah maut kekal (Roma 6:33). Dan apabila Adam dan Hawa berusaha menghindar dari kematian dengan cara kembali ke taman Eden, mereka makin takut sebab dalam Kejadian 3:24 berkata,  “Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nya lah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.”

Perhatikan! Allah menempatkan beberapa kerub di gerbang Eden (Yesaya 6:2 – Serafim= malaikat bersayap), dengan pedang yang berkilau-kilauan di tangan mereka dan pedang itu dilayang-layangkan untuk menghalau serta membunuh setiap orang yang mencoba masuk ke taman Eden.

Roma 6:23a berkata, “Upah dosa adalah maut!” Seluruh umat manusia yang masih hidup di dunia statusnya sedang menunggu kematian, kemudian hukuman (maut).

Tidak ada seorang manusia yang bisa membawa kita ke taman Eden dan luput dari pedang maut yang membawa kita ke neraka. Bila kita masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, gunakanlah kesempatan yang berharga ini untuk menerima kasih karunia Allah dan tetap bertahan dalam kasih karunia Allah apapun yang terjadi.

Roma 6:23a “Sebab upah dosa ialah maut.” Tidak ada seorang pun yang bisa menolak upah yang harus diterimanya dari dosa yang telah dibuatnya, yaitu maut atau neraka. Dan kita harus bersyukur, sebab ayat ini tidak berhenti sampai di bagian “a” saja, tetapi dilanjutkan ke bagian “b”. Roma 6:23b  berkata, “Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Satu-satunya yang bisa membuat manusia lolos dari upah dosa, yaitu maut adalah Allah. Tetapi, untuk menyelamatkan manusia, Allah tidak bisa melanggar ketentuan atau hukum yang Allah sendiri telah jatuhkan yaitu, Upah dosa adalah maut!

CARA ALLAH MENJADI MANUSIA
Untuk menyelamatkan manusia dari dosa tidak ada cara lain, Allah harus menjelma menjadi manusia. Sebab, kalau Allah tidak menjadi manusia, Allah tidak bisa mati dan tidak bisa mengalami maut sebagai satu-satunya cara untuk menebus dosa manusia. Yohanes 1:1 berkata, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Selanjutnya dikatakan dalam Yohanes 1:14 bahwa, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

YESUS DI ATAS SALIB
Apakah yang Yesus lakukan setelah Yesus (Allah) menjelma menjadi manusia?

Yohanes 3:16 berkata, Sebab kasih Yesus yang begitu besar kepada umat manusia, Yesus tidak mau ada seorang pun manusia yang dihukum dan binasa di dalam neraka. Sebab itu, 1 Timotius 2:6 mengatakan: “yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan”.

Yesus menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib menjadi penebus yaitu menanggung dosa kita agar kita tidak dihukum dalam neraka, tetapi manusia bisa kembali ke taman Eden.

Di kayu salib Yesus memproklamirkan kembalinya manusia ke taman Eden didalam Lukas 23:43, yang berkata: “Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepada mu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

KRONOLOGIS UCAPAN YESUS DI SALIB
Lukas 23:36-37 berkata, “Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada- Nya dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!”

Empat prajurit yang bertugas menyalibkan Yesus, mengolok-olok Yesus. Salah seorang penjahat yang sedang disalibkan bersama-sama Yesus turut menghujat dan mengolok-olok Yesus. Tetapi Lukas 23:39 berkata, “Seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu.” Penjahat yang telah mengolok-olok Yesus ini ditegur rekannya yang disalib bersama-sama. Rupanya dalam penderitaannya di salib, ia memperhatikan Yesus. Hal ini menimbulkan iman di hatinya, sehingga ketika ia mendengar rekannya mengolok-olok Yesus, ia menegur rekannya itu sebagai ekspresi kepercayaannya kepada Yesus.

Lukas 23:40-42 berkata, “Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Setelah berkata demikian, ia menyampaikan permohonannya (doa) kepada Yesus: “Lalu ia berkata: Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai raja.” la percaya, Yesus bukan seorang penjahat, tetapi Mesias, Raja dan Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah. Yesus menjawab dan menyelamatkan orang yang beriman itu dan berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di Firdaus (Eden).” (Lukas 23:43)

KESIMPULAN
Yesuslah yang membuka jalan bagi kita untuk kita menikmati Eden (Firdaus). Jalan menuju Eden sudah terbuka karena Yesus yang terlebih dahulu melewati Kerub itu, sehingga Dia yang mati terkena pedang itu dan membuka jalan bagi kita semua. Seberapa besar apapun dosa yang telah dilakukan seseorang dimasa lalu, ketika ia percaya kepada Yesus maka ia akan terluput dari pedang maut dan menikmati Eden.

PEMISAHAN DALAM GEREJA-oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 21 Maret 2021)

1 Korintus 11:19

Beberapa minggu lalu kita telah membahas topik Yesus sebagai Adam yang akhir (1 Korintus 15:45):

  1. Oleh Yesus sebagai Adam yang akhir dosa kita diakhiri di kayu salib
  2. Yesus sebagai Adam yang akhir akan menggenapi rencana Allah (Kejadian 1:26-28)

PENYEBAB KEGAGALAN
Ada seseorang yang menjadi penyebab kegagalan rencana Allah yang gagal digenapi Adam dan Hawa. 1 Timotius 2:14 berkata, “Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.” Secara jelas dalam ayat ini mencatat bahwa Hawa-lah yang menjadi penyebab Adam berdosa dan mulai gagal dalam menggenapi rencana Allah.

Apakah kegagalan Hawa di taman Eden akan terulang lagi? Sebab, rencana Allah tidak bisa digenapi apabila hanya Adam saja yang menggenapi rencana Allah. Jadi, Adam tidak bisa seorang diri, Adam harus didampingi Hawa. Yesus sebagai Adam yang akhir tidak mungkin gagal dan yang mendampingi Yesus adalah Pengikut Yesus yang sejati atau gereja yang sempurna atau mempelai wanita, atau dapat juga kita sebut dengan istilah Hawa yang akhir.

Untuk mendapatkan pengikut Yesus yang sejati, Tuhan mengijinkan seluruh pengikut Yesus yang sejati mengalami ujian, masalah yang tidak pernah dirasakan oleh pengikut Yesus sebelumnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk menguji, menyaring dan membentuk kita supaya benar-benar keluar sebagai jemaat yang berkualitas, yaitu: pengikut Yesus yang sejati/ gereja sempurna/ mempelai wanita Kristus atau Hawa yang akhir dan bukan pengikut Yesus yang asal-asalan.

2 Korintus 11:2 berkata, “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.” Paulus memiliki kerinduan agar suatu waktu ia sebagai gembala dapat membawa jemaat yang telah digembalakannya kepada mempelai laki-laki, yaitu Kristus.

Ayat 3 berkata, “Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya”

Diakhir zaman, si ular (iblis) akan begitu giat dengan kelicikannya menyesatkan dan memperdayakan pengikut Yesus yang sejati. Itu sebabnya, Yesus harus melakukan pemisahan didalam gereja untuk mendapat Hawa yang akhir sebab Yesus harus didampingi oleh Hawa yang akhir akan menggenapi rencana Allah yang gagal di taman Eden.

Sesudah pemisahan, di dunia ini akan muncul tiga macam gereja, yaitu:

  1. Gereja sempurna/ Pengikut Yesus yang sejati/ mempelai wanita/ Hawa yang akhir, yang akan mendampingi Adam yang akhir. Pada saat Antikristus berkuasa di bumi, maka gereja yang sempurna akan diluputkan Tuhan. Sebelum Antikristus datang maka gereja yang sempurna akan disingkirkan secara supra natural ke padang gurun (Wahyu 8:12,13; 12:14)
  1. Gereja yang tidak sempurna (Marius 25:1-13: gadis-gadis yang bodoh), mereka tidak mencapai kesempurnaan, sehingga mereka tertinggal dan harus masuk dalam pemerintahan Antikristus. Untuk menjadi selamat, mereka harus mempertahankan iman mereka sampai akhir.
  1. Gereja Palsu yaitu orang-orang kristen yang tidak berpegang kepada Firman Alah, sehingga mereka terseret dengan ajaran nabi Palusu. Mereka menjadi penyembah iblis atau Antikristus.

Oleh sebab itu sebagai orang Kristen diakhir zaman, kita harus membangun iman dan penurutan serta kesetiaan kepada Yesus, sehingga ketika pemisahan tiba, kita menjadi pengikut Yesus yang sejati.

Bagaimana menjadi pengikut Yesus yang sejati?
1. Pengiringan dan kesetiaan (Matius 25)

2. Membangun kekristenan (2 Petrus 1:5-8)

3. Kristianos: melakukan Firman Tuhan dengan taat sepenuhnya (1 petrus 2:5)

4. Rahasia besar (Efesus 5:31-32),

Firman Allah berkata suami dan istri dalam pernikahan Kristen adalah rahasia besar. Rahasia yang dimaksud adalah ikatan pernikahan suami dan istri dalam rumah tangga merupakan gambaran dari hubungan antara Kristus dengan gereja atau jemaat yaitu himpunan orang-orang percaya. Hal ini harus dipraktekkan dalam tiap-tiap rumah tangga oleh seorang suami dan seorang istri seperti yang tertulis didalam Efesus 5:33, yaitu: seorang suami harus mengasihi istri dan seorang istri harus mengasihi suami.

Hubungan suami-istri= Kristus – jemaat. Bila ikatan pernikahan tidak dipraktekkan dalam rumah tangga jasmani, yaitu mengasihi dan menghormati, bagaimana mungkin kita bisa mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan? Hal ini harus dipraktekkan oleh seluruh anggota jemaat. Bagaimana apabila ada anggota jemaat yang belum menikah? Maka mereka dapat memulainya dengan mempraktekkan perintah Yesus: Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:29-31).

PENUTUP
Apabila Markus 12:29-31 kita lakukan dalam kehidupan kita, maka inilah arti rahasia besar itu. Jadi, sebagaimana suami istri saling menghormati dan mengasihi, demikian juga yang harus kita lakukan kepada Tuhan dan sesama kita. Rahasia besar pernikahan antara suami istri ini secara rohani harus dilakukan dengan melakukan nasehat Paulus yang berkata: “Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.”

 

Adapun cara menerapkan atau mengaplikasikannya dalam hidup kekristenan sehari-hari baik dalam rumah tangga maupun secara umum bagi mereka yang belum berumah tangga adalah dengan melakukan 2 Petrus 1:5-8 dan taat melakukan firman Allah dengan benar dan teliti. Sebaliknya, ketidaktaatan kita adalah bukti bahwa kita tidak memiliki penundukan dan kasih kita kepada Yesus.

“Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita (2 Petrus 1:5-8).”

HIDUP OLEH PERCAYA – Oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 14 Maret 2021)

Habakuk 2:4
“Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.”

PENDAHULUAN
Tidaklah gampang menjalani kehidupan di tengah penderitaan dengan iman seperti pesan Allah “orang benar akan hidup oleh percayanya”. Tetapi sesungguhnya, ini adalah pesan penting Allah melalui nabi Habakuk kepada orang benar supaya tetap hidup melangkah, berjalan dan bertindak dengan iman.

SITUASI SAAT ITU
Habakuk 1:2-4
Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak , tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik. 

Pada saat itu, orang benar berada dalam kondisi menderita, teraniaya dan mereka terjepit di tengah-tengah orang fasik (Israel yang tidak setia). Kemudian, Allah akan mendatangkan murka kepada orang Israel yang berlaku fasik dan tidak setia dengan kesusahan dari orang Kasdim (Habakuk 1:6).

Situasi saat itu adalah orang Israel sudah hidup benar dan setia dihadapan Allah tetapi mereka mengalami banyak penderitaan, ditambah lagi kenyataan ketika Allah menghukum orang fasik maka orang benar juga akan terkena dampaknya (sama-sama mengalami kondisi itu).

Namun Tuhan berjanji bahwa Ia akan mengadakan perbedaan ditengah penderitaan, kesukaran, aniaya, yang sedang dan akan terjadi jika orang benar hidup dengan iman percayanya.

Roma 1:17
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Injil (firman Allah) didalamnya menyatakan kebenaran Allah yang membebaskan, menyelamatkan kita, dengan iman kita kepada Allah dalam Yesus Kristus.

Apa yang kita butuhkan untuk bertahan hidup? Kebutuhan primer: yaitu sandang, pangan, papan. Hal itu mungkin akan menjadi jawaban bagi kita. Itu memang kebutuhan yang paling mendasar yang menjadi ukuran apakah hidup sudah layak atau tidak. Bisakah kita hidup tanpa ketiga hal tersebut? Tentu tidak bisa karena ini merupakan hal yang penting. Tetapi Alkitab menyebutkan satu hal lain yang sangat penting karena menjadi ukuran dari kehidupan. Untuk sekedar hidup di dunia ini mungkin cukup dengan 3 hal tersebut, tetapi untuk dapat hidup sebagai orang benar ada satu hal lain lagi yang dibutuhkan, yaitu iman.

Ada beberapa hal untuk melangkah dari iman kepada iman, yaitu:
1. Iman yang menyelamatkan
Efesus 2:8 berkata, sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”

Besar sekali pengaruh iman yang kita miliki. Ketika kita beriman  maka kita diselamatkan. Tuhan memberikan kasih karuniaNya untuk menyelamatkan kita, tetapi tergantung dari iman yang ada pada kita. Ketika kita percaya akan kasih karunia didalam Yesus Kristus maka kita akan memperoleh keselamatan sehingga kita menjadi orang benar. Iman bukan hanya berarti sekedar menerima Yesus tetapi iman sangat berperan dalam kehidupan. Hidup oleh iman mengarah kepada sebuah proses kehidupan, daya serta kekuatan.

2. Iman bertumbuh dalam pengajaran
Artinya iman yang bertahan oleh karena pengajaran akan firman Tuhan yang murni. Roma 10:17 berkata, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Dimana saudara tertanam, firman yang kita terima, itulah yang akan membentuk kualitas iman kita. Jangan sembarang membuka hati untuk sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Pengajaran yang sehat akan menghasilkan iman yang kuat. Pengajaran yang benar akan mejadikan iman saudara besar. Jika iman saudara bertumbuh kuat dan besar maka segala situasi yang kita dengar dari Habakuk, maka kita akan bertahan. Penderitaan apa yang kita alami hari-hari ini, goncangan yang Tuhan ijinkan terjadi, maka kita akan terlihat berkualitas.

Ilustrasi
Petani kentang setelah panen langsung membawa kentang-kentang itu ke bak mobilnya untuk dijual. Ada yang bertanya apakah pak tani tidak repot memisahkan kentang besar dan kentang kecil di pasar nanti?  Pak tani menjawab justru tidak repot. Sebab selama perjalanan nanti, akan ada banyak goncangan karena jalan tidak rata yang akan dilalui mobil itu. Kentang yang besar akan selalu tampil ke permukaan sedangkan kentang kecil akan turun ke bawah dengan sendirinya.

Seperti itulah orang benar yang hidup oleh percayanya. Dia tidak akan mudah goyah karena goncangan, justru goncangan akan membuatnya mampu bertahan dan tetap muncul di permukaan.

Nabi Habakuk menggambarkan iman yang kuat bertumbuh seperti kaki rusa, kaki yang kuat di tempat yang terjal, kasar bahkan bukit bebatuan.

Habakuk 3:19
“ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.”

Rahasia kekuatan iman kaki rusa adalah iman yang didasari dengan hubungan kepada Tuhan dalam pengajaran akan firman yang murni sehingga iman menjadi kuat.

Roma 1:16
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah  yang menyelamatkan setiap orang.

Habakuk 3:17-18
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN , beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan  aku.

Iman yang sudah tidak terpengaruh oleh kondisi yang terjadi dalam hidup orang benar, baik kondisi saat ini maupun kondisi yang akan datang.

KESIMPULAN
Banyak tantangan yang akan terjadi, namun percayalah kepadaNya. Hiduplah dengan iman karena hidup dengan iman yang akan membuat kita kuat ditengah tantangan kehidupan ini.

BANGKIT DI MASA SULIT -Oleh Pdt. Joseph Priyono  (Ibadah Raya 2 dan 3 – Minggu, 14 Maret 2021)

Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Pendahuluan
Setiap orang  pernah mengalami masa sulit dalam hidupnya. Tidak ada seorangpun yang bebas  dari kesulitan hidup. Bahkan dalam keberhasilan dan kemenangan sekalipun, kesulitan selalu menjadi jalan untuk mencapainya.  Lebih-lebih pada saat ini, ketika pandemi belum berhenti, kesulitan seolah-olah menjadi kawan sejati yang selalu menyertai. Kesulitan selalu mengiringi langkah kaki menuju impian kita.

Jika kita membaca tokoh-tokoh alkitab baik dalam PL mapun PB, kesulitan menjadi bagian dalam hidup mereka.

  • Musa sebagai pemimpin besar bangsa Israel, telah mengalami kesulitan hidup sejak dilahirkan.
  • Yusuf, sebelum menjadi penguasa di Mesir, perjalanan hidupnya dipenuhi dengan penderitaan dan kesulitan.
  • Daud sebagai raja besar di Israel, tidak lepas dari kesulitan hidup.
  • Rasul Paulus, dalam 2Kor.11, ia mendaftarkan kesulitan hidup yang dialami saat melayani Tuhan.
  • Bahkan Tuhan Yesus sendiri saat melayani dunia ini, hidupNya dipenuhi kesulitan hingga mati di kayu salib.

Kesulitan akan selalu ada, tetapi yang menjadi persoalan bukan kesulitan apa yang sedang terjadi, tetapi bagaimana kita mengatasi kesulitan yang sedang kita alami. Sesulit apapun jalan yang kita tempuh atau seberat apapun beban yang sedang kita pikul, kita tidak boleh berhenti melangkah atau menyerah pasrah dengan keadaan yang terjadi. Kita harus berani menghadapi semua kesulitan yang sedang terjadi. Marilah kita belajar dari kehidupan Ester, bagaimana caranya ia dapat bangkit di masa sulit.

Jika kita membaca kitab Ester pasal empat ini,  maka kita akan mengetahui  bahwa pada saat itu Ester telah diangkat menjadi ratu menggantikan ratu Wasti. Ester secara resmi menjadi permaisuri raja Ahasyweros. Ia sekarang menikmati kemewahan kerajaan dan istana raja. Hidupnya berubah drastis dari seorang buangan menjadi permaisuri raja. Tetapi apakah kemewahan kerajaan dan tingginya kedudukan yang dimiliki Ester membebaskannya dari keadaan sulit? Tidak! Saat ini Ester mengalami kesulitan besar, karena Haman sedang merencanakan untuk membinasakan seluruh orang Yahudi yang ada di seluruh wilayah kerajaan Persia termasuk ratu Ester, sekalipun berada di dalam istana raja. Mengetahui orang-orang Yahudi dalam ancaman kematian, maka Mordekhai mengirim pesan kepada Ester agar menolong bangsanya dengan cara berbicara kepada raja agar membatalkan surat kuasa yang telah diterima Haman. Tetapi persoalannya, hukum kerajaan Persia tidak mengijinkan seorang ratu menghadap raja jika raja tidak memanggilnya. Dalam keadaan seperti itu,inilah pesan yang disampaikan Mordhekai kepada Ester:

Ester 4:13,14
maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

Maka jawab Ester:
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Inilah fakta kehidupan, bahwa dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang pasti. Sebagai seorang ratu, seharusnya Ester hidup dalam kebahagiaan dan kemewahan kerajaan. Tetapi nyatanya, ia sekarang justru mengalami kesulitan besar. Dia dan seluruh bangsanya diancam kematian.

Hidup dalam dunia ini tidak ada yang pasti, semuanya semu baik kekayaan, kedudukan, kekuasaan, ketenaran ataupun kecantikan dan ketampanan.  Sebab itu jangan andalkan hal-hal yang lahiriah, satu-satunya yang dapat kita andalkan adalah Allah. Berikut ini beberapa contoh bahwa kekayaan, ketenaran, uang dan jabatan bukan jaminan kebahagiaan.

  • Adolf Merckle orang terkaya dari Jerman, tetapi mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.
  • Michael Jackson, penyanyi terkenal dari USA, meninggal dengan cara meminum obat tidur hingga overdosis. Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
  • Getulio Vargas, presiden Brazil meninggal dengan bunuh diri. Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia tentunya Getulio Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.
  • Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, meninggal karena meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis. Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Setiap orang memiliki kesulitan hidup masing-masing, entah besar atau kecil. Yang  pasti tidak ada seorang pun bebas dari kesulitan. Kesulitan apa yang sedang saudara alami? Jangan terpuruk dengan kesulitan yang sedang terjadi, bangkit dan atasi kesulitan itu. Marilah kita belajar dari ratu Ester, bagaiamana caranya ia mengatasi kesulitan hidupnya.

Bangkit dimasa sulit
1. Menghadaplah kepada Allah sebelum menghadap raja
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang.

Inilah tindakan yang dipilih Ester untuk bangkit di masa sulit yaitu berpuasa. Ester memilih menghadap Tuhan lebih dahulu sebelum ia menghadap raja. Ia memilih bertemu dengan Raja di atas segala raja sebelum bertemu raja Ahasyweros. Bagi Ester Tuhan menjadi prioritas utama dan pertama dalam mencari solusi persoalannya. Bagaimana dengan kita?

Di saat sulit seperti ini, bukan membuat strategi baru yang utama, bukan menata atau merombak kembali usaha kita yang penting, tetapi yang dibutuhkan adalah mendekat kepada Allah. Ester sadar bahwa tanpa campur tangan Allah, mustahil dapat menembus undang-undang kerajaan. Hanya jika Tuhan bekerja maka ia akan diterima raja. Oleh sebab itu jalan satu-satunya adalah memohon pertolongan Tuhan dengan cara berpuasa.

Arti berpuasa
Imamat 16:29
Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu.

Inilah makna puasa, bukan sekedar tidak makan atau minum, tetapi tujuan puasa adalah merendahkan diri dihadapan Tuhan untuk memohon pertolongan dan belas kasihanNya.

Ester mengerti bahwa saat ia dapat menyentuh hati Tuhan, maka ia dapat menggerakkan tangan Tuhan. Satu anggukan kepala Tuhan akan menyelesaikan seluruh persoalan.

2Taw. 7:14
dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Di masa yang sulit seperti ini, jangan jauhi Tuhan, berbaliklah kepadaNya dan mohonkan belas kasihan Tuhan. Tanpa belas kasihan Tuhan, segala sesuatu yang kita kerjakan tidak akan menuai keberhasilan.

Berikut ini adalah contoh orang-orang yang mengutamakan untuk mencari Tuhan sebelum maju berperang.

  • Raja Hizkia (2Raja-raja 19:14)
    Saat menerima surat acaman dari musuh, Hizkia memilih pergi ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.
  • Daud (1Sam.30:1-8)
    Dalam keadaan yang terjepit karena kota Ziklag terbakar habis dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan musuh bahkan rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu, Daud memilih menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya dan bertanya kepada TUHAN sebagai solusi utama.

Dalam berbagai kesulitan yang kita alami, carilah Tuhan dan mohonkan belas kasihNya. Jika kita menerima kasih karunia Allah maka semua kesulitan akan terasa mudah untuk diselesaikan. Kasih karunialah yang memberikan kita kekuatan dan kemampun untuk berjalan melewati semua kesulitan.

2Kor. 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

2Tim. 2:1  Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.

2. Kemenangan tidak bisa ditunggu, Anda harus bergerak maju.
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Ester dan bangsa Yahudi telah berpuasa dan mohon belas kasihan Tuhan, kita saatnya ia masuk menghadap raja, sebab ia sadar bahwa kemenangan tidak bisa ditunggu, Ester harus bergerak maju menuju arah yang dituju.  Jangan menunggu keadaan berubah baru melangkah. Bergeraklah maka Allah akan bertindak.

Peng. 11:4
Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

Peng. 11:6
Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

Teladanilah Ishak menabur meski di masa kelaparan.

Kej. 26:12
Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Lakukan saja yang kita bisa, selebihnya serahkan kepada Tuhan yang berkuasa. Kerjakan apa yang anda mampu dan biarkan Tuhan menjadi penentu.

3. Pengorbanan yang anda berikan menentukan kemenangan yang anda dapatkan.
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Ukuran besarnya masalah kita bukan menentukan besarnya kesulitan yang kita hadapi, tetapi kemenangan yang akan terjadi. Kelas pertandingan anda menentukan hadiah yang anda dapatkan.

1Kor. 10:13  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Ketahuilah, besarnya musuh yang kita hadapi menunjukan besarnya kepercayaan Allah kepada kemampuan kita untuk mengatasinya. Sebab itu beranilah untuk bangkit meski keadaan masih sulit, percayalah saat kita mendahulukan Tuhan, maka Tuhan akan menyatakan kuasaNya atas kita. Saat kita menyentuh hati Tuhan, maka kita akan menggerakan tanganNya untuk bertindak. Bangkitlah di masa sulit. Tuhan memberkati. KJP!

YESUS SEBAGAI ADAM YANG AKHIR- oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 7 Maret 2021)

1 Korintus 15:45
Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.”

PENDAHULUAN
Mungkin ada di antara Saudara yang baru kali ini mendengar istilah: Adam yang akhir. Apa yang dimaksud dengan istilah Adam yang akhir? Mari kita melihat dan mempelajari perbandingan berikut ini:

ADAM
Adam mendapat gelar makhluk yang hidup, karena Adam adalah cikal bakal dari semua manusia yang hidup di muka bumi ini. Akibat Adam jatuh kedalam dosa, maka seluruh umat manusia yang merupakan keturunan Adam, menerima warisan Adam yaitu dosa. Upah dosa ialah maut, yaitu kematian atau siksaan yang kekal di dalam neraka (Roma 6:23). Selain itu oleh karena dosa, Adam dan Hawa gagal menggenapi rencana Allah (Kejadian 1:26-28).

ADAM YANG AKHIR
Tetapi, oleh karena kasih Allah yang besar kepada manusia sehingga Yesus, yaitu Adam yang akhir, yang adalah Roh yang menghidupkan, turun kedalam dunia untuk menebus dosa manusia. Oleh pengorbanan Yesus di atas kayu salib, setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Adam yang akhir maka segala dosanya diakhiri (diampuni) di dalam Yesus. Ia tidak akan mengalami maut yaitu kebinasaan didalam neraka, melainkan menerima hidup yang kekal di sorga. Selain itu, kegagalan Adam dan Hawa yaitu menggenapi rencana Allah, akan diakhiri oleh Yesus.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa:

  1. Oleh pengorbanan Yesus di salib, maka di dalam Yesus sebagai Adam yang akhir semua dosa dan kesalahan kita diakhiri.
  2. Oleh kematian Yesus, kegagalan Adam yaitu melakukan rencana Allah akan digenapi oleh Yesus sebagai Adam yang akhir.

KAPAN KEGAGALAN ADAM DIAKHIRI?
Pada umumnya kita sudah mengerti bahwa dosa yang diwariskan Adam kepada umat manusia, telah diakhiri oleh Yesus di kayu salib (Yohanes 19:30). Tetapi kapan Yesus akan mengakhiri kegagalan Adam dalam menggenapi rencana Allah?  (Kejadian 1: 26-28)

ADAM DAN HAWA DI TAMAN EDEN
Dalam kejadian 1:26-28, dijelaskan bahwa:
1. Adam Hawa dijadikan serupa dengan Allah.
Adam dan Hawa adalah manusia yang mulia dan sempurna, serupa dengan Allah.

2. Tujuan Allah menjadikan manusia supaya manusia beranak cucu, menghasilkan keturunan Ilahi, dan memenuhi bumi.
Manusia diberikan kuasa untuk memelihara bumi dan isinya tetap lestari,  juga menjadi penguasa atas bumi serta isinya. Manusia tidak dijadikan Allah untuk mati, tetapi hidup kekal di bumi sebagai penguasa atas bumi dan semua isinya. Tetapi Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23).

3. Adam dan Hawa gagal melakukan rencana Allah akibat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
Adam dan Hawa telah gagal total dalam menggenapi rencana Allah. Akibatnya, Adam dan Hawa diusir oleh Allah dari taman Eden. Kalau begitu, apakah Allah membiarkan rencana-Nya yang kudus dan mulia itu gagal total? Tentu saja tidak. Ayub 42:2 berkata, “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” Tidak mungkin Allah membiarkan rencana-Nya gagal, termasuk rencana-Nya untuk melahirkan keturunan Ilahi dan memenuhi bumi (Kejadian 1:26-28). Masalahnya di taman Eden (langit bumi), Adam didampingi oleh Hawa dan gagal menggenapi rencana Allah di langit bumi yang baru (Wahyu 21:1-8). Siapa yang akan bersama Yesus sebagai Adam yang akhir untuk menggenapi rencana Allah? Yang mendampingi Yesus ialah pengikut Yesus yang sejati yaitu gereja yang sempurna atau mempelai wanita Kristus.

MENJADI PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Bila kita menelusuri sejarah gereja, umumnya bapa-bapa gereja menyebut kelahiran gereja yaitu himpunan orang percaya terjadi pada tahun 30 Masehi, tepatnya saat Yesus mati disalib. Saat itu lambung Yesus, yaitu lambung Adam yang akhir ditikam dan dari lambung Yesus, mengalir darah dan air. Dan pada saat itu lahir gereja, yaitu jemaat atau himpunan orang percaya dari generasi berganti generasi. Artinya, karena pengorbanan Yesus maka lahir gereja Tuhan, yaitu jemaat atau himpunan orang percaya terus hidup di muka bumi ini. Bila dilihat secara individu entah sudah berapa banyak hamba Tuhan begitu juga anak-anak Tuhan yang mati dalam iman. Dan mereka semua sekarang ada di Firdaus bersama Yesus. Kita tidak pernah berpikir dan menyangka, Tuhan telah mengizinkan kita hidup diakhir dari akhir zaman, di mana rencana Allah dalam Kejadian 1:26-28 harus digenapi.

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Untuk menggenapi rencana Allah, yang gagal dilakukan Adam dan Hawa, sekarang Yesus, yakni Adam yang akhir sedang menantikan pengikut sempurna yaitu Hawa yang akhir yaitu sebagai “mempelai wanita Kristus”. Untuk maksud dan tujuan diatas, Yesus akan melakukan pemisahan didalam jemaat. 1 Korintus 1:19 berkata bahwa “Sebab di antara kamu (himpunan jemaat) harus ada perpecahan (pemisahan), supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji (berkualitas)”.

 Bekerja, berusaha, dan mencari uang tidak salah. Tetapi kita tidak boleh mengabaikan bahwa kita harus membangun kualitas rohani kita sehingga dalam penilaian Yesus, kita termasuk dalam bagian jemaat yang tahan uji atau pengikut Yesus yang sejati, gereja yang sempurna yaitu mempelai wanita kristus dan tidak salah bila saya sebut: “HAWA YANG AKHIR”.

KESIMPULAN
Saatnya sudah sangat dekat, kita akan masuk pada masa dimana kita tidak bisa lagi lari atau menghindar. Saatnya akan tiba dimana Yesus akan mengadakan pemisahan didalam gereja atau jemaat, yaitu himpunan orang percaya, sehingga akan nampak mana yang menjadi pengikut Yesus yang sejati.

TAK PERNAH TERTIDUR – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 28 Februari 2021)

Jika  Anda pernah mendengar istilah “the city that never sleeps” itu menggambarkan sebuah kota yang tidak pernah sepi, atau dengan lain kata selalu saja aktivitas yang ada di kota tersebut. Mungkin Jakarta cocok dengan sebutan itu, meskipun kalau jam 2 pagi kata Pak Gubernur Anies sudah sepi jalanan di Jakarta. Tapi secara global biasanya orang menyebut New York, Amerika Serikat dengan julukan kota yang tidak pernah tertidur. Untuk kota Tegal mungkin memang lebih cocok “laka-laka” meskipun jalur pantura yang melintasi kota Tegal bisa dibilang tidak pernah sepi.

Menariknya di dalam Mazmur 121:4 disebutkan bukan tentang kota, tapi tentang penjaga Israel yang tidak pernah tertidur. Saudara Geralldi membawakan mengenai Mazmur ini di Doa Pagi GPdI Mahanaim beberapa hari lalu. Untuk jemaat Mahanaim yang belum tahu, setiap pukul 04.45 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB, Anda bisa mengikuti Live Streaming Doa Pagi Mahanaim di YouTube Channel GPdI Mahanaim Tegal, atau Anda juga bisa hadir secara langsung di Beth Eden. Pakai kesempatan ini untuk bergabung bersama kami dalam pujian, penyembahan, penyampaian Firman dan doa. Anda yang tidak bisa bangun sepagi itu, tetap bisa menyaksikan rekamannya sampai 24 jam, sebelum videonya dihapus dari YouTube.

Kembali ke Mazmur 121, jika kita baca secara lengkap ini adalah suatu mazmur yang menyatakan betapa orang-orang yang menaruh percaya mereka kepada Tuhan akan dilindungi dan diselamatkan. Betapa kita membutuhkan pesan pengharapan mengenai jaminan penjagaan Tuhan di hari-hari seperti ini. Ketika semua kanal berita berisi kabar yang menyedihkan, menakutkan, dan mengkhawatirkan, kita berpaling pada berita dari Surga yang menguatkan, menghibur dan memberi jaminan.

Ketika mendengar kata “kekuatan”, “penghiburan”, dan “jaminan” satu figur yang langsung muncul di pikiran saya adalah figur bapa atau ayah. Saya pernah membawakan mengenai sebutan Bapa ini di tahun 2018, dalam Firman Tuhan Ibadah Raya GPdI Mahanaim berjudul “Ayah”. Anda bisa search di website Gereja atau di website pribadi saya dan ketikkan kata kunci “ayah” di kolom pencarian.

Saya selalu suka dengan bagaimana Yesus memperkenalkan Allah sebagai “Bapa” kepada murid-muridNYA dan semua orang yang mendengar pengajaranNYA.

(.)“Bapa” adalah sebutan yang Yesus berulang-ulang kali ungkapkan ketika IA merujuk tentang Allah Pencipta Langit dan Bumi. Contohnya disaat Yesus menyucikan Bait Allah di Yerusalem, IA berkata, “Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Yohanes 2:16.

(..)Demikian juga Yesus berbicara tentang Bapa di dalam doaNYA didepan murid-murid. Matius 6:9-13. Coba Anda baca ayat ini dengan saksama. Saya percaya bahwa apa yang Yesus inginkan adalah pengertian lebih dari pengulangan, karena kalau Anda baca di ayat 7-8 Yesus meminta supaya doa itu tidak bertele-tele dan terlalu banyak kata, karena Bapa mengetahui apa yang kita perlukan. Anda bisa cek juga penjelasan saya bahwa Doa itu bukan mantra orang Kristen di YouTube Channel Gereja.

(…)Yesus pernah menyebut tentang Bapa juga disaat menjelaskan alasan diriNYA terpisah dari rombongan orang yang berjalan pulang ke Nazaret dari Yerusalem. Lukas 2:49.

Meskipun Yesus sering menyebut Allah sebagai Bapa, namun diakhir hidupNYA di muka bumi Yesus bukan memanggil “Abba” (sebutan untuk Bapa di dalam bahasa Aram) tetapi “Eloi” (sebutan untuk Allah, lebih tepatnya Allahku, dalam bahasa Aram). Markus 15:34. Ps. Joseph Prince pernah menjelaskan tentang ini dengan sangat baik. Bahwa apa yang Yesus lakukan dengan memanggil “Allah” kepada yang biasa dipanggilnya “Bapa” itu supaya semua orang yang percaya kepada Yesus bisa memanggil Allah dengan sebutan Bapa. Ini adalah paradoks tindakan dari Yesus, sama seperti “IA mati, supaya kita hidup”, “IA menjadi miskin, supaya kita kaya”, dan lain sebagainya.

Kematian Yesus adalah kulminasi dari kasih Allah yang ditunjukkan pada manusia (Roma 5:8) dan adalah bukti dari janji kemenangan atas kuasa iblis (Kejadian 3:15). IA mengasihi kita dan menepati janjiNYA, apakah layak kalau kita menuduh Allah yang tidak-tidak? Keadaan Ayub yang begitu menderita tidak mengubah kesalehannya kepada Tuhan. Padahal ia dalam kondisi tidak mengerti alasan atas apa yang terjadi. Dalam Ayub 1:22 dituliskan ia “tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.”

Saya menyadari bahwa keraguan akan kehadiran Allah akan semakin meningkat di tengah kesulitan. Ini ditunjukkan oleh Ayub juga di Ayub 13:24, demikian oleh Daud di Mazmur 10:1, juga murid-murid Yesus di Markus 4:38. Pada kisah yang melibatkan murid-murid Yesus, Markus menuliskan, “Pada waktu itu Yesus sedang tidur…” Jadi ayat ini sebenarnya menegasi pernyataan Mazmur 121:4, bukan?

Matthew Henry seorang hamba Tuhan yang terkenal dengan komentar-komentar Alkitab yang ditulisnya, memberi catatan khusus mengenai insiden tidurnya Yesus. Ia menulis bahwa Yesus tidur untuk menguji iman murid-muridNYA! Tentu saja Anda mungkin pernah mendengar pernyataan bahwa mungkin yang tidur adalah sisi kemanusiaan Yesus yang lelah setelah melakukan pelayanan seharian. Apapun pernyataan tentang hal itu, saya tertarik dengan tulisan George Herbert, “Meskipun IA memejamkan mata, namun bukan hatiNYA!”

Saya melihat apa yang Yesus lakukan kepada murid-murid sama seperti apa yang Allah izinkan terjadi kepada:

(.)Ayub, ketika diizinkanNYA iblis untuk “menjamah” segala yang dipunyai Ayub (Ayub 1:11), kemudian tulang dan daging Ayub (Ayub 2:5).

(..)Paulus, yang menulis tentang utusan iblis dalam dagingnya yang “menggocoh” atau dalam terjemahan New English Translation (NET) disebut “menyusahkan” (2Korintus 12:7).

(…)Yesus, saat IA dibawa ke padang gurun dan kemudian dicobai iblis (Lukas 4:2). Kemudian saat Yesus tergantung di kayu Salib, Yesus berkata kepada Allah Bapa “mengapa Engkau meninggalkan Aku?” yang menggambarkan Allah memalingkan wajah karena dosa dunia (Yohanes 1:29) yang ditanggung Yesus.

Namun ketika ujian itu datang, biarlah itu tidak menggoyahkan kepercayaan dasar kita kepada Allah, bahwa IA Bapa yang baik, karena IA selalu berjaga bagi kita. Sama seperti seorang anak yang percaya bahwa ayahnya akan selalu ada untuk dirinya. Saya belum memiliki anak secara jasmani, tetapi saya punya ayah yang begitu memperhatikan saya dan selalu ada. Apalagi Bapa kita di Surga, DIA akan memberikan pemberian yang baik. Lukas 11:12.

Apa itu pemberian yang baik? Roh Kudus. Mengapa kehadiran Roh Kudus itu penting? Ingat ketika Yesus dicobai? Apa yang dikatakan di Lukas 4:1? Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, dibawa ke padang gurun. Bentuk pencobaan apapun yang Anda hadapi dengan Roh Kudus, Anda punya jaminan penyertaan Allah. 2Korintus 5:5. IA tidak pernah tertidur, IA akan mengirim malaikat-malaikat untuk melayani Anda, setelah Anda menang atas semua pencobaan. Matius 4:11.

VAKSIN COVID-19 DAN CHIP MENURUT ALKITAB – oleh Pdt. J.S Minandar (Ibadah Raya- Minggu, 21 Februari 2021)

Beberapa waktu lalu kita telah membahas Meterai ke-IV di dalam Wahyu 6:7-8. Meterai ke IV merupakan maut atau kematian yang disebabkan oleh hal-hal di bawah ini:
– Pedang- Perang dalam skala global
– Kelaparan- Krisis ekonomi dunia
– Sampar- Endemik, pandemic Covid-19
– Binatang buas :  orang-orang yang hatinya buas sebab dikuasai roh Antikristus

SAMPAR COVID-19
Sekarang kita sedang menggenapi Meterai 5. Tetapi lanjutan Meterai 4, masih muncul yaitu: pandemic Covid-19. Dalam 1 tahun telah tewas 2 juta jiwa lebih dan terpapar virus 100 juta jiwa lebih. Adapun salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan cara vaksinasi Covid-19. Di satu sisi manusia berupaya mengatasi covid- 19, tetapi disisi lain muncul pula pendapat yang membuat kita sebagai pengikut Yesus menjadi bingung, sebab ada hamba-hamba Tuhan dan jemaat yang mengaku mendapat pesan Tuhan bahwa: kita harus menolak vaksinasi Covid-19.

Penyebaran penyakit Covid-19 ini, dalam waktu cepat telah menjadi pandemic di seluruh dunia. Dalam 1 tahun, orang yang meninggal akibat Covid-19 di seluruh dunia mencapai 2 juta jiwa, yang terkontaminasi mencapai 111 juta jiwa. Negara-negara di dunia berupaya untuk mengatasi pandemic yang terus berjangkit ini.

Bila Covid-19 tidak segera diatasi, tidak menutup kemungkinan bisa menelan korban lebih banyak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasinya adalah lewat program vaksinasi. Beberapa negara telah berhasil menciptakan vaksin Covid-19 dengan nama: Sinovac, Pfizer; Moderna; Merah Putih dan masih ada lainnya. Tidak sedikit orang yang divaksin: presiden AS, presiden RI,dll.

ISU ANTIKRISTUS
Pada umumnya, orang senang dengan ditemukannya vaksin Covid-19. Tetapi, di sisi lain ada orang yang mengingatkan bahkan melarang agar anak- anak Tuhan menolak vaksin Covid-19. Alasan mereka melarang untuk menerima vaksin Covid-19, karena vaksin Covid-19 itu adalah cara Antikristus memasukkan tanda/chip Antikristus kepada semua umat manusia di dunia ini. Menurut isu yang berkembang, cairan vaksin Corona-19 adalah tanda atau chip Antikristus. Dengan lain kata: Menerima vaksin Corona-19, adalah identik dengan menerima chip/tanda Antikristus. Dengan beredarnya isu ini di media sosial telah membuat orang Kristen menjadi bingung, takut dan tidak sedikit pengikut Yesus yang menolak untuk divaksinasi Covid-19. Pertanyaannya: “Apakah benar vaksinasi covid-19 adalah cara Antikristus menanamkan tanda atau chip Antikristus ke tubuh umat manusia?”

Contoh:
Seorang wanita mengaku, ia mendengar suara Tuhan untuk menolak vaksinasi Covid-19. Lalu ia memviralkan lewat video anjuran tersebut.

TANDA BINATANG
Sebelum kita bahas lebih jauh tentang tanda/chip, terlebih dahulu kita pelajari Firman Allah dalam Wahyu 12 dan Wahyu 13.

Dijelaskan tentang 3 jenis binatang, antara lain:

  • Pasal 12:1-6, menceritakan tentang seekor naga, dengan jelas ditulis dalam Wahyu 12:9 yaitu, naga adalah Iblis/satan.
  • Pasal 13:1-10, menceritakan tentang seekor binatang yang keluar dari laut yaitu Antikristus.
  • Pasal 13:11-18, menceritakan tentang seekor binatang yang keluar dari dalam bumi,yaitu: nabi palsu.

Kalau kita memperhatikan lebih jauh lagi dalam Wahyu 13:2, maka kita akan menemukan bahwa, Iblis memberi kepada Antikristus kekuatan, takhta dan kekuasaannya, sehingga Antikristus akan menjadi manusia yang paling berkuasa di muka bumi ini selama 3,5 tahun. Antikristus akan dibantu oleh nabi palsu (Wahyu 13:13; Wahyu 13:14). Mujizat nabi palsu telah membuat orang tertarik dan menjadi pengikut Antikristus. Wahyu 13:15 berkata bahwa nabi palsu membuat patung Antikristus dan memberi nyawa kepada patung itu, sehingga semua manusia diharuskan menyembah Iblis, Antikristus dan patungnya. Patung Antikristus berkuasa melakukan sesuatu kepada yang tidak mau menyembah patung.

MEMERANGI GEREJA – ORANG PERCAYA
Iblis memberi kekuatan, takhta dan kekuasaannya kepada Antikristus, bukan hanya untuk berkuasa tetapi untuk memerangi orang-orang percaya, Wahyu 13:7. Caranya adalah:
1. Antikristus akan memaksa semua orang untuk menyembah Iblis dan menyembah Antikristus atau patungnya (Wahyu 13:4,15).
2. Dipaksa untuk menghujat Allah (Wahyu 13:5). Kalau tetap tidak mau, maka Antikristus dan nabi palsu akan..
3. Memerangi para pengikut Yesus (gereja yang tidak sempurna / 5 gadis bodoh) dengan cara:
– Penyiksaan fisik (Matius 24:21).
– Tidak bisa memakai fasilitas umum dan bertransaksi, sebab semua fasilitas hanya bisa diakses dengan menggunakan tanda/chip (Wahyu 13:17).

PENGGUNAAN TANDA/CHIP
Sejauh ini, umumnya kita sudah paham manfaat dan kemudahan tanda atau chip dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Tanda atau chip yang kita gunakan selama ini, masih ditanam di luar tubuh kita, misalnya: KTP; ATM, Credit Card, E-Tol, M.Banking, Passport dan masih banyak lainnya. Menggunakan tanda atau chip yang sekarang kita gunakan lebih maju bila dibandingkan dengan cara konvensional di zaman kita dahulu. Tetapi yang kita gunakan sekarang ini, walaupun lebih maju dibanding yang dahulu namun dianggap masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Sebab itu demi keamanan, efektivitas, privasi dan masih banyak hal dan kepentingan lainnya (khusus bagi Antikristus sebagai penguasa dunia), maka tanda atau chip itu paling efektif ditanamkan di dalam tubuh manusia. Sebab itu Antikristus akan menjadikan tanda atau chip sebagai sarana dan cara untuk bisa mengendalikan dan menguasai semua bidang dan sistem kehidupan manusia di muka bumi.

ANTIKRISTUS PENGUASA DUNIA
Bagi Antikristus, hal ini bukan sesuatu yang sulit, sebab Antikristus telah menerima kekuatan, dan takhta (kedudukan) dan kekuasaan yang besar dari iblis untuk menguasai dunia (Wahyu 13:2). Sehingga semua bidang kehidupan dunia dikuasai oleh Antikris, mulai dari ekonomi, sosial, keuangan, perdagangan, keamanan dan agama (kecuali gereja sempurna dan pengikut Yesus yang berpegang firman Allah).

APAKAH TANDA/CHIPS ITU HOAX?
Ada orang-orang yang berkata bahwa hamba-hamba Tuhan hanya menakut-nakuti. Ada pendapat lain yang berkata bahwa chip sudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, jadi tidak perlu dibahas. Ada juga yang berkata bahwa tanda ini bukanlah tanda yang digunakan secara jasmani, tetapi secara rohani. Artinya, untuk menjadi pengikut Antikristus, orang tidak perlu menerima tanda atau chip Antikristus dalam bentuk fisik. Tetapi dengan iman di hati, kita menolak ajaran ini, sebab ditulis dalam Wahyu 13:16 yang berkata, “Dan ia (Antikristus) menyebabkan sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin merdeka atau hamba,diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya.”

BENTUK TANDA ATAU CHIP
Yang menjadi persoalan adalah: “Seperti apakah bentuk tanda atau chip itu?” Apa berupa cairan seperti issue yang berkembang pada hari-hari ini? Atau seperti yang kita lihat selama ini ada di KTP; ATM, Credit Card, E-Tol, M.Banking, Passport dan lain-lainnya? Atau seperti apa? Di luar negeri ada perusahaan juga orang pribadi yang telah menerapkan teknologi atau cara kerja atau teknologi tanda atau chip ini kepada para karyawan atau orang yang dianggap penting. Apabila kita perhatikan, bentuk tanda atau chip itu bukan berupa cairan. Selain itu jarum suntik yang digunakan tanda atau chip tidak kecil seperti jarum suntik vaksin, sebab bahasa Inggris chip: kepingan; serpihan kecil dan bukan cairan. Kepingan/serpihan itu dimodifikasi demikian rupa sehingga bisa dimasukkan ke tubuh manusia.

DI MANA TANDA/CHIP DITERAPKAN?
Sesuai Firman Allah dalam Wahyu 13:16, bahwa tanda atau chip Antikristus diterapkan di tubuh manusia pada bagian tangan atau dahi. Catatan: yang disebut tangan bukan seluruh bagian tangan dari bahu sampai jari. Tetapi di tangan atau dahi.

Setiap orang yang menerima tanda atau chip Antikristus karena menjadi pengikut Antikristus dan menjadi penyembah Antikristus, orang-orang yang seperti itu namanya tidak tertulis dalam kitab Kehidupan. Dengan lain kata, kalau ada pengikut Yesus yang karena ingin mendapat fasilitas Antikristus dan tidak mau mengalami aniaya Antikristus, nama mereka akan dihapus dari kitab kehidupan (Wahyu 13:8). Orang yang namanya tidak tercatat didalam Kitab Kehidupan, ia akan dibuang ke dalam neraka yang kekal. Hal yang sama akan dialami oleh mereka yang namanya dihapus dari kitab kehidupan.

KESIMPULAN
Setelah kita menelaah Firman Tuhan, maka kita dapat ambil kesimpulan bahwa vaksin Covid-19 bukan program Antikristus yang berusaha memasukkan tanda atau chip Antikristus ke dalam tubuh manusia. Sebab itu berhati-hatilah sebab segala sesuatu harus diuji dengan Firman Tuhan.

DISTRACTION – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 14 Februari 2021)

“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka..”
Amsal 4:25

PENDAHULUAN
Semua orang tentu memiliki impian akan masa depan,  namun tidak semua orang berhasil meraih impiannya. Kegagalan-kegagalan yang dialami kadang-kadang bukan karena keterbatasan yang mereka miliki tetapi ada hal-hal yang menariknya keluar dari jalur yang seharusnya dilalui. Agar kita dapat menghindari kegagalan yang terjadi, marilah kita belajar tentang “Distraction – Distraksi”

Apakah yang dimaksud dengan Distraction? Kata distract berasal dari kata Latin “distractus” artinya : “to draw in different directions”: menarik ke arah yang lain. Jadi kata distraction atau distraksi dapat diartikan sebagai: hal/benda yang dapat mengubah/menarik/mengalihkan pikiran atau perhatian kita ke arah yang lain/berbeda.  Dengan kata lain: distraksi merupakan segala sesuatu yang menghalangi seseorang untuk memberikan atensi penuh kepada sesuatu atau seseorang yang seharusnya diperhatikan. Contohnya : Saat kita sedang mendengarkan khotbah, tiba-tiba gadget/HP yang kita pegang bergetar, dengan spontan perhatian teralihkan dari memperhatikan sang pengkhotbah sekarang beralih kepada Hp yang bergetar. Itulah distraksi. Demikian juga dengan pikiran kita. Saat kita sedang beribadah, pikiran kita dapat terdistraksi dengan hal-hal yang telah terjadi di masa lalu, atau perkara-perkara yang kita tinggalkan di rumah.

Hidup ini penuh dengan distraksi yang membuat kita beralih dari apa yang seharusnya kita kerjakan sebagai anak-anak Tuhan. Dalam firman Allah ada banyak contoh tokoh alkitab yang gagal di tengah jalan karena terdistraksi dengan perkara-perkara duniawi. Mereka gagal mencapai finishing well karena terdistraksi oleh daya tarik dunia. Misalnya:

  • Adam dan Hawa: gagal memenuhi kehendak Allah karena terdistraksi oleh perkataan dusta setan dan daya tarik buah pengetahuan baik dan jahat. (Kej. 3:1-7)
  • Bangsa Israel, khususnya generasi pertama yang keluar dari Mesir, gagal masuk Kanaan karena terdistraksi oleh kenikmatkan makanan di Mesir. (Bil. 11:1-5)
  • Simson gagal menjaga dirinya sebagai seorang nazir Allah karena terdistraksi oleh kecantikan gadis dari lembah Sorek yang bernama Delila. (Hak. 16:1-4)
  • Raja Saul gagal menjadikan dia dan keturunannya sebagai raja atas Israel karena terdistraksi oleh rasa takutnya kepada musuh yang dihadapinya. (1Sam 13:1-13)
  • Daud gagal menunjukan kepemimpinan yang bersih karena terdistraksi oleh kemolekan Batsyeba (2Sam 11:1-4)
  • Murid-murid kembali menjadi penjala ikan karena terdistraksi kekecewaan atas kematian sang guru (Yoh.21:1-3)
  • Demas, dia meninggalkan pelayanan karena terdistraksi oleh mecintai dunia. (2Tim. 4:9-10) dll.

Tidak ada orang yang kebal terhadap distraksi. Jika tidak hati-hati perhatian kita dapat teralihkan kepada hal-hal duniawi dan cinta kita kepada Tuhan dapat tergeser kepada hal-hal lain diluar Tuhan. Kepada jemaat di Korintus, rasul Pulus memberikan peringatan agar waspada terhadap penyesatan yang dapat membuat iman dan kesetiaan mereka kepada Tuhan terdistraksi.

2Korintus 11:3
Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Distraksi Corona
Hampir setahun Corona ada di Indonesia, sejak Maret 2020 hingga saat ini kita dibombardir dengan berita-berita tentang Corona. Dari istana hingga desa membicarakan tentang Corona. Media sosial hingga media online tidak pernah sepi dengan berita Corona. Bahkan berita Corona mengalahkan berita tentang bencana. Bencana usai berita selesai, tapi Corona beritanya tak selesai-selesai. Berhatilah-hatilah dengan berita tentang Corona yang kita dengar, karena hal itu dapat mendistraksi iman kita sehingga lebih fokus kepada Corona dari pada fokus kepada Tuhan.

Apakah tanda-tandanya bahwa kita telah terdistraksi oleh Corona?

  1. Lebih sering membicarakan Corona daripada membicarakan Tuhan dan kuasaNya
  2. Lebih banyak cari tahu tentang Corona daripada cari tahu kehendak Tuhan
  3. Lebih banyak baca berita Corona daripada baca firmanNya.
  4. Lebih sadar hadirnya Corona daripada hadirnya Tuhan dan penyertaanNya
  5. Lebih takut kepada Corona daripada percaya kepada kuasaNya

Melawan Distraksi Dunia
Agar kita dapat melawan distraksi dunia yang semakin kuat di akhir zaman ini, maka kita harus kembali kepada firman Allah. Firman Allah adalah dasar kehidupan yang kokoh, yang tidak akan tergoncangkan oleh apapun juga. Mari kita perhatikan kembali ayat pokok kita.

Amsal 4:25
“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka

Ini cara agar kita tidak terdistraksi oleh dunia yaitu menetapkan pandangan kita agar tetap lurus ke depan. Terus memandang ke depan memiliki beberapa pengertian, yaitu :
a. Meninggalkan yang ada di belakang
Mata yang memandang ke depan berarti tak lagi melihat apa yang ada di belakang. Seluruh perhatiannya diarahkan kepada apa yang di depan, ke arah jalan yang hendak ditempuh.

Filipi 3:13
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku

Ketahuilah bahwa keberhasilan dalam pengiringan kita kepada Tuhan ditentukan oleh keberanian meninggalkan apa yang ada di belakang. Inilah yang dimaksud pertobatan.

Luk 9:61,62
Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikianlah seharusnya kita mengikut Tuhan, segala sesuatu harus ditinggalkan dan dilepaskan demi menjemput hidup dan pengalaman yang baru, yang jauh lebih berharga dan mulia bersama-sama dengan Tuhan Yesus.

b. Fokus kepada tujuan hidup kita.
“Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan mukamu tetap ke muka”.

Artinya kita harus mengembalikan arah tujuan hidup kita ke arah yang benar yaitu kepada kehendak dan keinginan Tuhan. Hidup kita harus mengarah kepada tujuan kekal bukan kepada kenikmatan dunia.

1Korintus 9:25
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

2Korintus 4:18
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Saya mengutip sebuah tulisan yang saya terima melalui WA Group. Tidak tahu siapa penulisnya, tetapi sangat menginspirasi. Berikut penuturannya:
Antonio Vieira Monteiro, Presiden Dewan Direktur Santander Bank Portugal, ia meninggal dunia akibat Covid-19, sepulangnya dari Italia.

Yang membuat perhatian saya adalah tulisan putrinya di medsos, yaitu:
“Kami keluarga kaya berlimpah harta. Tetapi ayahku wafat seorang diri, sulit bernafas bagai tercekik, sambil mencari sesuatu yang gratis tanpa biaya, yaitu udara segar, sedang hartanya ditinggal di rumah”.

Dari perkataan ini kita dapat menarik pelajaran: bahwa semua harta, jabatan dan kekuasaan, tak dapat menyelamatkannya saat kematian menjemput kita. Sebab itu pastikanlah bahwa arah pandangan dan tujuan hidup kita hanya tertuju kepada Tuhan dan kekekalan.

Apakah yang sedang kita kejar saat ini? Hidup kekal atau hidup saat ini. Arahkanlah hidup kita kepada tujuan kekal yaitu kerajaan Allah dan kebenaranNya.

Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan segala kenikmatan dunia itu seperti bayangan, semu, fana. Makin dikejar makin menjauh. Oleh sebab itu berbaliklah, arahkan dirimu kepada Allah, maka bayangan akan selalu mengikutimu. Saat kita membelakangi dunia dan mengejar Tuhan, maka berkat-berkat Tuhan akan senantiasa menyertai perjalanan kita.

c. Mengarahkan kehidupan kepada Kristus dan kehendakNya.
Ibrani 12:2
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Mengarahkan kehidupan kepada Kristus dan kehendakNya, itu berarti:

  • Menjadikan Yesus sebagai pemimpin hidup kita. Dia gembala, kita domba-dombaNya. Tuhan berjalan di depan, kita mengikuti dari belakang.
    Kel. 13:21  TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
  • Mempercayai Tuhan sepenuhnya
    Mat. 9:21
      Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
    Wanita ini datang dengan penuh keberanian karena percaya akan kasih karunia Allah dan kebaikan hati Tuhan. Menurut aturan Taurat, orang yang sakit pendarahan harus dijauhi/disingkirkan karena dapat menyebabkan orang lain menjadi najis. Semua tempat yang diduduki, semua barang yang disentuh dan siapapun yang bersentuhan dengannya menjadi najis. Itulah sebabnya, tidak mudah baginya untuk mendekati Yesus apalagi menyentuh jumbai jubahNya. Namun imannya dan perhatiannya hanya tertuju kepada Yesus, Ia percaya akan kasih dan karuniaNya pasti diberikan kepadanya. Dengan penuh percaya ia terus medesak maju hingga menyentuh jumbai jubah Yesus, sedikitpun ia tidak terdistraksi oleh omongan orang-orang sekitarnya, sampai berhasil menjamah jubahNya dan seketika itu sembuhlah ia dari sakitnya.

Sesulit apapun jalan yang sedang kita lalui, tetaplah memandang Tuhan, percayalah diujung perjalanan ada pertolongan dan kemenangan yang Tuhan telah sediakan. Tuhan memberkati. KJP!