PENGGENAPAN TANDA-TANDA ZAMAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 8 Maret 2020)

LUKAS 21:10-11

 PENDAHULUAN
Dalam pasal ini, murid-murid bertanya kepada Yesus tentang tanda-tanda yang akan terjadi sebelum Yesus datang kedua kali. Lalu Yesus berkata bahwa kedatangan-Nya kedua kali akan didahului dengan berbagai peristiwa dahsyat, Lukas 21:8-19. Salah satu tanda yang akan dinyatakan menjelang Yesus datang kedua kali ialah sampar yaitu wabah penyakit atau epidemik.

KRONOLOGIS TANDA-TANDA ZAMAN
Jika kita perhatikan dalam Wahyu 6:1-17, dicatat secara kronologis dan rinci tanda-tanda yang harus terjadi sebelum Yesus datang kedua kali. Apabila tanda-tanda itu digenapi, tanda-tanda itu menjadi batu petunjuk bagi kita, kira-kira sejauh mana jarak kita dengan saat kedatangan Yesus kedua kali. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar berikut.

Pada gambar, jarak dari salib Kristus, ada waktu yang panjang. Dan ada garis putus-putus yang merupakan awal penguasa dunia yang bengis dan jahat yaitu Antikris dan diakhiri pada saat Yesus datang kedua kali. Dan sebelum kedatangan Yesus ada tanda-tanda yang menyertai. Tanda-tanda kedatangan Kristus yaitu:

✔ Pembukaan 7 materai dan saat akan masuk materai ke-7, yaitu di materai ke-6 masuk ke-7 ada pemisahan gereja. Allah akan memisahkan jemaat yang rohaninya sesuai kualifikasi Tuhan dan jemaat yang tidak bersungguh-sungguh kepada Tuhan.

✔ Setelah pembukaan materai, akan dilanjutkan dengan peniupan 7 sangkakala dan saat peniupan sangkakala ke-4, gereja akan mengalami penyingkiran. Setelah itu 3 sangkakala berikutnya akan ditiup. Setelah sangkakala, maka Yesus datang tetapi tidak berjejak di bumi. Dan mereka yang hidup sampai saat ini akan diubahkan, sedangkan yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan.

✔Setelah itu barulah cawan murka ditumpahkan dari cawan murka 1 – 6. Setelah itu terjadi perang Harmagedon dan dilanjutkan dengan pencurahan cawan yang ke-7, suatu hukuman bagi orang yang berdosa. Ingat saat Yesus disalib, Yesus katakan sudah selesai, yaitu dosa dan pelanggaran manusia. Dari tanda-tanda ini, gereja sudah ada di mail stone ke berapa?

Jika diperhatikan, sejak akhir Desember 2019 sampai sekarang, dunia geger dengan munculnya apa yang disebut sampar, epidemik atau wabah penyakit yang melanda hampir seluruh negara di dunia, disebabkan oleh Virus Corona (Covid-19). Sesuai firman Allah, wabah corona kira-kira penggenapan tanda zaman yang mana? Wahyu 6:7,8 – Jika materai keempat dibuka, muncul kuda hijau kuning dan menciptakan warna abu-abu dan kerajaan maut mengikutinya kemanapun ia pergi. Materai ke-4 ini disebabkan oleh pembukaan materai kedua dan ketiga yaitu tentang kelaparan dan peperangan yang telah melanda dunia.

DI MANA POSISI KITA
Apabila Tuhan izinkan kita melihat peristiwa sampar, epidemik atau wabah penyakit yang terjadi sekarang, Tuhan punya maksud supaya kita mengerti di mana posisi kita sekarang, bila dihubungkan dengan saat Yesus  datang kedua kali. Seperti gambar, maka posisi kita ada dimaterai keempat. Tetapi, kalau kita pelajari firman Allah, penggenapan Meterai keempat yaitu kematian akibat epidemik, yaitu sampar atau wabah penyakit yang terjadi secara mengglobal (mendunia).

Sebenarnya penyakit yang telah terjadi/ mendunia lebih dari 30 tahun lalu, yaitu virus HIV AIDS, yang mendunia pada tahun 1987. Kasus AIDS awalnya terjadi tahun 1920 dan terbawa hingga atlantik dan menjangkiti remaja yang tinggal di Amerika. Dokter percaya bahwa ia seorang penjajah pria. Namun akhirnya ditemukan bahwa virus ini juga dapat menyebar lewat darah dan jarum suntik. Tahun 1977, virus ini sampai di Eropa oleh seorang pelaut sehingga menyebar luas. Banyak yang telah meninggal oleh virus ini dan virus ini menyebar serta mendunia di tahun 1987.  Virus ini bersifat permanen. Sampai sekarang belum ditemukan obat – vaksin untuk virus HIV, (Human Immunodeficiency Virus), virus yang merusak  sistem  kekebalan  tubuh,  yang menginfeksi/ menghancurkan sel CD4). Apabila sesorang sudah dinyatakan sakit, penyakitnya disebut AIDS – Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Jadi materai keempat sudah dibuka karena setiap meterai dibuka yaitu penggenapan tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali, mulai  dari materi pertama dan seterusnya akan timbul dampak yang berlanjut sampai batas yang telah ditentukan Allah sendiri. Sebab itu perhatikan, kalau materai kekempat sudah dibuka atau sudah digenapi, maka yang benar, posisi kita sekarang penggenapan ada di materai kelima, Wahyu 6:9-11 yaitu penganiayaan terhadap orang  percaya (pengikut Yesus).

CAKAP DALAM MENILAI ZAMAN
Melihat kenyataan yang terjadi di dunia, dimana tanda-tanda zaman yaitu tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali dari ketujuh materai yang harus digenapi, beberapa di antaranya sudah nyata/digenapi. Sekarang, bagaimana sikap kita dan apa yang harus kita lakukan? Firman Allah memberikan nasihat dalam Lukas 12:54-59:

  • Ayat 54,55 – Bangsa Israel sangat mahir dalam menilai cuaca. Dan mereka gunakan itu sebagai peluang untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya secara materi. Dengan melihat kondisi alam yang terjadi, mereka dapat memprediksikan tindakan akan yang harus mereka lakukan, khususnya dalam memperoleh laba. Seperti yang terjadi sekarang, apa yang dilakukan orang-orang saat virus corona mewabah? Mereka mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Kita jangan hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan jasmani saja. Sudah waktunya serius dalam pengiringan kepada Tuhan.
  • Ayat 56 – karena kita lebih mudah menilai zaman dan perkembangannya, namun tidak mampu menilai kapan kedatangan Tuhan kedua kali. Itu sebabnya Tuhan Yesus menegur orang Israel. Tuhan kiranya memberi kepada kita ketajaman/kepekaan dalam menilai zaman ini. Terutama kedatangan Yesus kedua kali.
  • Ayat 57“Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?..” Tetapi keputusan ada di tangan kita. Apakah kita mau memperhatikan dengan seksama kedatangan Tuhan atau mengabaikannya. Oleh karena itu katakan kepada Tuhan “Tuhan, mulai sekarang aku akan buang – sunat atau potong semua dosa dan hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.”
  • Ayat 58 – Kemudian yang kita lakukan yaitu jangan pernah berusaha mencari pembenaran dihadapan Yesus.

PENUTUP
Bila kita mau berperkara dengan Tuhan yaitu mengakui semua kesalahan, kekurangan dan kelemahan serta ketidakpekaan kita untuk mengambil keputuasan yang dikehendaki Tuhan untuk dilakukan. Yesaya 1:18, datang berdoa kepada Tuhan, sebab meskipun dosa kita semerah kirmisi (dosa yang berat) akan menjadi bersih. Dosa masa lalu, kita jujur kepada Tuhan, maka Tuhan akan bersihkan (1 Yohanes 1:9). Tuhan kiranya menolong setiap kita untuk mengerti tanda-tanda kedatangan Tuhan yang semakin mendekat. Tuhan Yesus memberkati.

DIUBAHKAN MENJADI SERUPA DENGAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Maret 2020)

Kolose 2:13-15

PENDAHULUAN
Kolose 2: 13 – 15 merupakan kesimpulan dari perikop  ayat 6 – 15 tentang kepenuhan hidup dalam Kristus. Untuk itu kita perhatikan kalimat demi kalimat dari ayat 13-15, yaitu:
1. Ayat 13 – Kamu juga meskipun  dahulu  mati  oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah.
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa hampir seluruh anggota jemaat di Kolose terdiri dari orang-orang non Yahudi. Dengan 2 (dua) alasan Paulus berkata kepada jemaat Kolose, bahwa mereka akan mati atau masuk neraka, kalau mereka tidak percaya kepada Yesus, yaitu:
A. Jemaat Kolose sudah melakukan pelanggaran atau berdosa di mata Tuhan.
B. Orang Kolose bukan keturunan Abraham artinya bukan orang Yahudi dan tidak disunat secara lahiriah, sesuai ketentuan Taurat Musa.

Bukan hanya orang Kolose yang harus binasa, tetapi juga semua orang diluar bangsa Israel akan binasa karena memang berdosa, termasuk kita orang percaya karena dahulu kita juga adalah pendosa dan bukan keturunan Abraham. Tetapi syukur kepada Allah, dalam poin ke 2 dituliskan..

2. Ayat 13b – Telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita.
Artinya oleh kematian Yesus di kayu salib, dosa dan pelanggaran kita semua telah diampuni dan kita dihidupkan Allah bersama-sama Dia (Yesus). Mengapa disebut dihidupkan bersama Yesus?  Sebab sebagaimana Yesus mati di kayu salib, kita juga mati bersama Yesus ketika kita dibaptis. Dan sebagaimana Yesus dibangkitkan dari kematian, demikian juga kita keluar dari baptisan dan hidup dalam kehidupan yang baru bersama Yesus. Karena itu, syahadat pengikut Yesus adalah Roma 10:9,10 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Yesus telah menggantikan posisi kita. Seharusnya kita semua yang dihukum di neraka dengan siksa yang sangat mengerikan. Tetapi Yesus menggantikan posisi kita di atas salib. Kepada jemaat Kolose Paulus menggunakan istilah menghapuskan surat hutang.

3. Ayat 14Dengan menghapuskan surat utang, yang oleh ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita.
Dengan lain kata Paulus analogikan orang yang melakukan pelanggaran atau berbuat dosa sesuai tradisi semitik adalah sama dengan berhutang. Surat hutang dalam bahasa Yunani: “KHEIROGRAPHON” dalam naskah Ha-Berit (Ibrani) dipakai kata: HASHETAR, artinya sama: surat hutang; bon tagihan atau bill. Sebab dalam tradisi Israel, apabila ada orang berhutang dan tidak bisa membayar, maka yang dijadikan budak bukan hanya orang yang berhutang, tetapi seluruh keluarganya menjadi budak. Tetapi dengan orang yang berhutang dosa dan jika tidak bisa membayar hutangnya, konsekuensinya adalah maut (neraka) yaitu kematian kekal, seperti ditulis dalam Roma 6:23a“Sebab upah dosa ialah maut…”

Tetapi syukur kepada Allah, kita yang tidak mungkin bisa membayar atau melunasi surat hutang; bon tagihan  atau bill dosa kita, oleh kasih karunia Tuhan, Yesus telah melunasinya dan menghapus surat hutang; bon tagihan dengan memakukannya di kayu salib, Roma 6:23b. Kata “menghapus”, bahasa Yunani: EXALEIPSAS, artinya “membatalkan.” Dalam prakteknya, surat tagihan atau bon tagihan dosa itu dirobek dan dibuang karena dianggap sudah tidak mempunyai kuasa/kekuatan dan tidak berlaku. Inilah yang Yesus lakukan bagi kita, pada saat Yesus mati di kayu salib. Surat tagihan yang dituduhkan dan mendakwa kita, dirobek dan dinyatakan tidak berlaku lagi bagi orang yang percaya kepada Yesus. Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan jemaat di Roma, termasuk kita, bahwa orang yang percaya kepada Yesus tidak bisa dituntut dan didakwa lagi.

Roma 8:1“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman (tidak ada yang dapat mendakwa; menagih; menuntut dan mengancam) bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

TANGGUNG JAWAB KITA
Setelah kita dibebaskan dari tuntutan surat hutang yang mendakwa kita, maka tugas dan tanggung jawab kita di hadapan Tuhan adalah jangan sengaja berhutang lagi, artinya jangan sengaja berbuat dosa lagi ( Ibrani 10:28-29). Sebab itu kita harus membangun iman, sampai karakter Kristus yaitu “buah Roh” terlihat nyata dalam hidup kita. Dulu yang kita lakukan adalah perbuatan-perbuatan dosa seperti yang terdaftar dalam Galatia 5:19-21. Inilah yang menyebabkan kita berhutang  kepada Yesus dengan konsekuensi  maut. Tetapi setelah kita diampuni dan surat hutang kita dilunasi Yesus diatas kayu salib. Maka yang kita bangun dan lakukan dalam diri kita adalah membangun kerohanian kita, Galatia 5:22,23.

Tetapi, bagaimana kalau tidak membangun kekristenan, apalagi sampai memakai filosofi  ajaran  keristen “Sekali Selamat Tetap Selamat!” Sangat mengerikan, sebab hidup kekritenan kita menjadi tidak berkualitas apalagi tidak dapat menghasilkan buah Roh. Kita akan mudah roboh kerohaniannya.

Perhatikan Gambar:

Sebelum manusia jatuh dalam dosa, kita hidup dalam kemuliaan. Namun saat jatuh dalam dosa, tidak ada cara lain selain kita percaya kepada Tuhan Yesus lewat pengorbanan-Nya diatas kayu salib. Dan inilah awal mula kita beriman. Tetapi beriman saja tidak cukup, kita harus memiliki karakter Kristus yang terdapat dalam Galatia 5:22-23. Yang dimulai dari penguasaan diri, meningkat kepada kelemahlembutan, kesetiaan, kebaikan, kemurahan hati sampai sama seperti Yesus yaitu kasih yang kekal. Dengan menunjukkan karakter Kristus maka kita akan mencerminkan pribadi Yesus kepada semua orang yang belum mengenal Kristus. Salah satu contoh karakter Kristus adalah mengampuni.

MENGAMPUNI 70 X 7 KALI Matius 18:21-35
Berawal dari pertanyaan Petrus kepada Yesus. Dalam ayat 21,22 Petrus bertanya, “Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

  • Ayat 23, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan perihal Kerajaan Sorga seumpama raja yang mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Hal ini menggambarkan tentang kebaikan dan kemurahan Yesus, Raja atas segala raja dan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Yesus.
  • Ayat 24, Setelah raja mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Dengan begitu ketakutan, orang yang berhutang meminta belas kasihan raja. Siapa hamba yang berhutang 10.0000 talenta? Orang tersebut adalah kita (semua manusia). Sekecil apa pun dosa yang kita buat nilai hutang kita adalah sama, upahnya maut. Berapa nilai 10.000 talenta itu…?
    – 1 talenta =  6.000 dinar
    – 10.000 talenta =  10.000  X  6.000 dinar  =  60.000.000 dinar
    Kalau ada ajaran bahwa kita bisa selamat asal berbuat baik, amal, ibadah hal itu sama dengan kita bisa melunasi hutang 60.000.000 dinar. Dalam Matius 22:2, upah 1 hari  kerja = 1 dinar. Untuk melunasi hutang 60.000.000 dinar, berarti kita harus kerja selama 60.000.000 hari. Kalau usia kita 100 tahun, artinya 100 X 365 = 36.500 hari = 36.500 dinar. Sedangkan hutang kita 60.000.000 dinar. Berarti masih ada sekian banyak hutang yang harus dibayar dan artinya sepanjang hidup kita tidak dapat membayar hutang dosa kita. Maka yang dilakuakan oleh raja tersebut…
  • Ayat 27, Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Orang yang berhutang ini adalah kita yaitu orang yang berdosa. Saat kita akui semua kesalahan dan dosa (hutang dosa) kita di hadapan Tuhan dan oleh belas kasihan Yesus, oleh pengorbanan dan kematian-Nya, Tuhan Yesus menanggung semua hutang dosa kita, 1 Yohanes 1:7-9, sehingga dihapuskan-Nya surat hutang kita.
  • Ayat 28, Tetapi ketika hamba itu keluar, yaitu ia yang sudah diampuni surat hutangnya, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: “Bayar hutangmu!” Orang yang dibebaskan dari hutang 10.000 talenta (60.000.000 dinar itu) tidak punya belas kasihan (roh pengampunan), seperti tuannya, yaitu Yesus.

Dari kisah tersebut kita belajar bahwa sebagai orang Kristen yang sudah diampuni, karakter Kristus seharusnya juga ada dalam diri kita. Jangan sampai kita menyimpan dendam dan tidak mengampuni. Sebab orang yang tidak memiliki hati seperti Yesus yang penuh kasih dan pengampunan, tempatnya bukan di sorga tetapi di neraka.

Kehidupan yang dipulihkan – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 23 Februari 2020)

Lukas 19:9-10
Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham, sebab anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Zakheus adalah anak keturunan Abraham, ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan  kehidupannya dipulihkan. Inilah yang dirindukan oleh Tuhan dalam kehidupan kita orang percaya dimana Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, mencari orang berdosa dan terluka, bagi orang yang sakit, orang yang jauh supaya mendekat untuk diselamatkan dan dipulihkan. Berbeda respon dari orang-orang yang melihat Yesus saat ingin memulihkan Zakheus. Mereka lebih bersungut-sungut dan mencela, tapi Yesus justru melihat dengan penuh belas kasihan supaya setiap orang mengalami pemulihan dalam kehidupannya karena Yesus mencari dan menyelamatkan.

Kata dipulihkan
“Dipulihkan” artinya seorang berada dalam kondisi gagal, sakit parah, hidup dalam keluarga yang hancur, serta hidup dalam dosa yang memalukan dikembalikan seperti keadaan semula, diperbaiki dari kerusakan menjadi keadaan yang lebih baik.

Contoh di Alkitab, orang yang dekat dan jauh dengan Yesus yang kehidupan mereka dipulihkan.

  • Petrus (Yohanes 21:15-18). Pernah menyangkal Tuhan Yesus, dipulihkan kembali komitmenya untuk mengasihi Yesus lebih dari pada yang lain. Pertus mengalami pemulihan dan kembali melayani dan mengasihi Tuhan.
  • Paulus (Kisah Para Rasul 9:19). Saulus yang semula adalah pembenci dan penganiaya serta pembunuh pengikut Yesus. Saat dalam perjalanan ke Damsyik, ia terjatuh dan menjadi buta selama 3 hari dan Tuhan memulihkan keadaan Saulus sehingga namanya diganti Paulus dan menjadi murid Yesus yang melayani dan banyak jiwa yang diselamatkan.
  • Naaman (2Raja 5:1-14). Naaman adalah pribadi yang dahulunya tidak mengenal Allah Israel, tetapi ketika ia disembuhkan Tuhan, ia pun mengenal Tuhan yang benar dan sujud menyembah kepadaNya.

Kita mau belajar dari Naaman bagaimana menjadi pribadi yang dipulihkan oleh Tuhan. Sebelum Tuhan memulihkan segala sesuatu yang ada diluar kita, maka diri kita haruslah yang pertama dipulihkan.

Siapakah Naaman?
Naaman adalah seorang panglima perang, seorang yang memiliki pengaruh besar, seorang yang terhormat, seorang kaya raya, seorang yang perkasa dan memiliki keberanian, seorang yang kuat dan memiliki banyak kecakapan, seorang yang selalu membawa kemenangan bagi negaranya. Namun ia seorang penderita kusta. Seperti apakah penyakit kusta itu? Penyakit itu ada pada kulitnya yang penuh dengan sisik-sisik putih licin, mengkilap dan ditekan, daging di sekitarnya tidak terasa sakit lagi. Penyakit ini tidak terobatkan. Dikalangan orang Ibrani, penyakit ini dianggap najis dan berbahaya, karena simbol dari dosa sehingga penderita harus diasingkan dari masyarakat. Semua telah dimiliki Naaman, semua itu tidak dapat melindungi Naaman dari penyakit kusta. Apapun yang kita miliki tidak dapat melindungi kita dari sakit dan penyakit. Penyakit kusta yang diderita oleh Namaan telah menyebabkan dia kehilangan sukacita dan kegembiraan.

Ada seorang anak perempuan berasal dari Israel, ia menjadi tawanan perang dan dipekerjakan menjadi seorang pelayan di rumah Naaman. Ketika mengetahui bahwa tuannya sakit kusta, ia menginginkan kesembuhan atas tuannya. Kemudian ia memberitahukan bahwa di Israel ada seorang nabi yang bernama Elisa yang dapat menyembuhkan penyakit tuannya. Sekalipun ia belum pernah melihat Elisa menyembuhkan orang kusta, tetapi ia telah mengetahui bagaimana Allah Israel telah melakukan mujizat demi mujizat melalui nabi Elisa dan ia percaya bahwa lewat nabi Elisa Allah Israel sanggup menyembuhkan penyakit tuannya. Naaman yang adalah pemimpin besar dan sangat dihormati terimpartasi oleh iman seorang anak kecil dan pada akhirnya Naaman memilih untuk beriman seperti iman seorang anak kecil ini.

Bagaimana menerima pemulihan?
1. Pemulihan dapat terjadi jika ada iman di dalam hati.
Sekalipun Naaman belum melihat, namun ia beriman juga dan sangat percaya bahwa apa yang dikatakan oleh anak kecil itu pasti terjadi. Iman timbul oleh pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17). Iman dapat tumbuh saat firman Tuhan didengar, diresapi dan disimpan di dalam hati. Banyak orang tidak mau memasang telinganya baik-baik untuk mendengar firman Tuhan, atau dia mendengar tetapi firman Tuhan itu masuk telinga yang satu dan keluar dari telinga yang lain. Banyak orang percaya hanya mau mendengar khotbah yang penuh dengan humor yang menghibur bukan mencari tahu apa yang Tuhan mau melalui firman-Nya. Hanya firman Tuhan yang dapat membangkitkan iman di hati kita.

Mengapa begitu pentingnya iman? Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang yang tidak kita lihat.” Iman adalah dasar, ini menyatakan bahwa tanpa iman kita tidak dapat membangun pengharapan kita. Kalau tidak ada dasar maka tidak ada bagunan. Bisakah sebuah bangunan yang sempurna dibangun tanpa dasar? Bisakah kita memperoleh apa yang kita harapkan tanpa iman? Saat kita beriman kepada Yesus dan Yesuslah sebagai dasar iman kita maka seluruh permintaan kita pasti terjadi. Markus 11:24, “Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Dengan iman kita dapat melihat pemulihan itu terjadi!

Naaman tidak hanya beriman saja tetapi imannya membuat ia bertindak! Yang ia lakukan:

  1. Menghadap raja dan meyakinkan raja atas atas apa yang ia percayai, ayat 4 dan 5
  2. Ia membawa surat resmi dari raja Aram kepada raja Israel
  3. Ia tidak akan pergi dalam penyamaran, tetapi pergi dalam status dan dengan satu rombongan besar, untuk semakin menghormati nabi.
  4. Ia tidak akan pergi dengan tangan kosong, tetapi membawa dengan emas, perak, dan pakaian.

2. Pemulihan dapat terjadi jika ada ketaatan terhadap apa yang Tuhan mau
Naaman memang memiliki iman dan oleh imannya ia bertindak namun di dalam pikirannya ia telah memikirkan bagaimana nantinya ia dipulihkan. Datanglah seorang suruhan dari Elisa kepada Naaman, bahwa Naaman akan sembuh jika ia mandi tujuh kali dalam sungai Yordan. Sesuatu yang mustahil dilakukan yang disodorkan oleh Elisa kepada Naaman. Hal ini membuat Naaman menjadi gusar (ayat 11-12) dan panas hati. Ia berpikir kalau Elisa akan menyembuhkan seperti apa yang dipikirkannya dan dilihat di daerahnya. Lagi pula semua orang baik orang Aram maupun orang Israel tahu bahwa sungai Yordan tidak dapat menyembuhkan penyakit kusta. Bahkan sesuatu yang tidak biasa yaitu orang sakit disuruh mandi, bukankah akan tambah sakit!

Apa yang tersirat dari kebenaran ini. Namaan perlu tahu bahwa bukan sungai Yordan yang menyembuhkannya, tetapi kesembuhan yang akan ia terima adalah kasih karunia dan kuasa Allah ketika Naaman menaati apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi Elisa. Allah hanya mencari ketaatan dari kehidupan Naaman. Iman tidak cukup bagi Naaman untuk menerima kesembuhan dan pemulihan tetapi Allah menghendaki agar Naaman belajar taat kepada perintah Tuhan. Sulit bagi Naaman untuk taat karena ia seorang panglima dan hanya kepada perintah raja saja ia akan taat. Namun ketika ia dinasehati, ia taat melakukannya. Sebuah contoh dalam Perjanjian Baru dalam Lukas 17:11-19 (10 orang kusta yang disembuhkan oleh Tuhan karena ketaatan mereka terhadap perintah Tuhan).

Kadang-kadang bukan kesembuhan yang menjadi tujuan akhir Tuhan bagi kita, tetapi yang menjadi tujuan akhir Tuhan ialah bagaimana kita dapat berubah dari sikap yang tidak taat kepada sikap yang taat.

Ada dua binatang yang memiliki pembawaan yang berbeda, yaitu anjing dan kucing. Anjing terkenal sebagai binatang yang taat dan loyal terhadap tuannya. Kalau ada makanan di meja anjing tidak akan makan kalau tuannya tidak memberikan. Beda dengan kucing. Kucing terkenal dengan binatang yang curang. Dihadapan tuannya dia begitu lembut, tetapi kalau ada makanan di meja yang tidak tertutup dan tidak ada majikannya, maka kucing yang lembut tadi berubah menjadi kucing yang liar, dia akan makan sampai habis.

Pemulihan akan terjadi jika Tuhan mendapati ketaatan dalam hidup kita. Tuhan tidak mencari orang kristen yang duniawi, yaitu orang orang-orang percaya kepada Yesus namun kehidupan masih duniawi. Atau orang kristen sorgawi, yaitu Kristen yang hanya memikirkan perkara-perkara sorgawi tanpa memperhatikan keseimbangan-keseimbangan dalam hidup ini. Contoh: ia berpikir kalau hidupnya sudah di sorga jadi tidak perlu bekerja, tidak perlu berolah raga, tidak perlu melayani dan ia berpikir bahwa dengan doa segala sesuatunya beres, pasti Tuhan sediakan! Tetapi yang Tuhan cari adalah orang kristen yang mengerti isi hati Tuhan dan mau taat melakukannya. Orang seperti ini tahu betul isi hati Tuhan karena ia bergaul akrab dengan Tuhan. Orang seperti inilah yang akan mengalami pemulihan.

Apa yang membuat engkau tidak taat hari-hari ini? Di area mana engkau tidak taat? Faktor apa yang membuat engkau tidak taat? Ambil komitmen saat ini! Mulailah belajar untuk taat terhadap apa yang Tuhan mau, jangan biarkan iblis menang atas hidupmu, jangan biarkan ia memperbudak dan menawan hidupmu. Keluarlah dari situasimu yang sulit, sebab Tuhan menjanjikan pemulihan bagi orang yang taat.

3. Pemulihan dapat terjadi jika ada kerendahan hati di hadapan Tuhan.
Perintah nabi untuk mandi sebanyak tujuh kali dalam Yordan adalah suatu perintah yang menuntut bukan saja ketaatan tetapi kerendahan hati. Mengapa?
1).  Yang menemui Naaman hanyalah sorang pengerja Nabi Elisa.
2)  Yang diperintah adalah Naaman yang memiliki reputasi baik dan kedudukan yang tinggi, apa mungkin ia harus mengorbankan reputasi dan kedudukannya dengan merendahkan diri mandi dihadapan bawahannya. Baik kalau penyakitnya sembuh kalau tidak?
3) Lagi sungai Yordan tidak sebersih sungai-sungai di Damsyik, bukankah sungai-sungai di itu lebih higenis airnya dibandingkan sungai Yordan!

Dalam kerendahan hati, Naaman masuk ke dalam sungai Yordan dan membenamkan diri sebanyak tujuh kali, maka pulihlah ia dari sakitnya dan ia menjadi tahir. Kerendahan hati membawa Naaman menerima pemulihan yang sempurna atas penyakitnya dan kehidupannya. Belajar untuk rendah hati di hadapan Tuhan itu sulit sebab banyak yang harus kita korbankan. Reputasi dan kedudukan kita menjadi taruhannya untuk hidup rendah hati. Ketika kita tinggi hati kita akan hancur, tetapi waktu kita merendahkan diri dan hati kita maka Tuhan akan mengangkat kita dan memulihkan kita.

Jika masih ada keegoisan dan kesombongan yang belum dilepaskan, kita masih berkata bahwa kita mampu, kita sanggup dengan kekuatan kita maka pemulihan itu tidak akan terjadi. Kita harus melepaskan apa yang kita pegang saat ini dan membiarkan tangan Tuhan yang memegang kita. Biarkan Tuhan yang memegang kehidupan kita sehingga Ia dapat membawa kita ke tempat yang aman. Naaman bukan saja dipulihkan dari sakitnya, tetapi ia dipulihkan menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Iman semakin jelas dan ia menjadi penyembah kepada Allah yang benar.

Kesimpulan
Tuhan mau memberkati kehidupan orang percaya yang mau dipulihkan. Bagaimana dengan kita? Jika Saudara mau dan rindu Tuhan bekerja lebih dalam maka lebih dulu kita mengalami pemulihan dari Tuhan.

DIKUBURKAN dan DIBANGKITKAN bersama YESUS – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2  – Minggu, 23 Feb 2020)

Kolose 2:12 

PENDAHULUAN
Beberapa minggu lalu sudah dibahas dalam Kolose 2:11 bahwa sebagai orang percaya, yang hidup didalam Yesus, ia telah disunat dengan sunat Kristus. Sunat yang rasul Paulus maksud di ayat ini bukanlah sunat jasmani, yaitu upacara pemotongan kulit khatan sebagaimana ketentuan Hukum Taurat yang diajarkan oleh Musa. Tetapi “Sunat Kristus atau Sunat Rohani”, yaitu pengalaman rohani yang dialami saat seseorang percaya kepada Yesus, bertobat lalu ia memotong atau membuang dan menanggalkan semua dosa dan kejahatan masa lalu yang telah  diperbuat.  Pada  saat  itulah seseorang akan mengalami apa yang disebut “mati dari hidup yang lama”, Roma 6:2.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan setelah mati dari cara hidup yang lama adalah menguburkan dan bangkit dalam baptisan bersama Yesus. Menguburkan hidup yang lama dalam baptisan air dan hidup dalam keadaan yang baru bersama Yesus. Inilah yang Paulus katakan kepada jemaat Kolose, dalam Kolose 2:12 “Dengan Dia (Yesus) kamu dikuburkan  dalam baptisan…” Orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, bertobat dan mati dari hidup yang lama, ia harus dikuburkan. Caranya: orang tersebut harus menguburkan hidup lamanya  dengan jalan: “dibaptiskan dalam baptisan air.”

Perhatikan Roma 6:4a “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia, oleh baptisan dalam kematian…” Tapi tidak berhenti sampai disitu. Roma 6:4b, mengatakan: “Supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

KESIMPULAN TENTANG BAPTISAN AIR
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “baptisan air” bukan sekedar ritual gereja, tetapi baptisan air ialah saat kita mendeklarasikan diri di hadapan Tuhan bahwa hidup kita yang lama telah mati dan telah kita kuburkan. Dan dengan baptisan air, kita bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru. Sebab itu, setiap orang yang benar-benar menerima (percaya) kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, orang tersebut telah disunat dengan sunat Kristus, yaitu menanggalkan semua dosa dan kejahatan kita dimasa yang lalu. Dan menjadi ciptaan yang baru atau telah lahir baru.

2 Korintus 5:17, “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Dengan deklarasi hidup yang baru, membuktikan bahwa kita bukan produk Adam yang mewarisi sifat-sifat Adam yang berdosa tetapi telah mewarisi sifat-sifat Yesus, sebab di dalam Yesus, semua dosa kita diakhiri. Itu sebabnya, salah satu gelar Yesus adalah: “Adam yang akhir.”

1 Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang  menghidupkan.”

Artinya tubuh kita, kita warisi dari Adam tetapi roh dan jiwa kita yaitu sifat dan karakter kita, yang kita warisi dari Adam, nenek moyang, kakek, dan ayah kita telah dibuang, dipotong atau disunat. Dan sifat-sifat yang baru, yaitu sifat-sifat Kristus sudah datang. Sebab itu kata firman Allah, bahwa setiap orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, ia adalah ciptaan baru; barang baru; produk baru yang berkualitas.

Perhatikan Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan (diproduksi) dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang persiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya, (memperaktekkannya).”
Jadi didalam Kristus, kita hidup dalam cara hidup yang baru.

CONTOH HIDUP YANG BARU
Sebuah contoh dalam Alkitab, tentang seorang yang mengalami hidup yang baru, yaitu  Zakheus, Lukas 19:1-10. Pada saat itu, Yesus melintasi kota Yerikho, suatu kota yang dikutuk Yosua, Yosua 6:26. Tetapi di kota ini, Yesus justru melawat dan menyelamatkan seorang yang setiap hari dikutuki masa yaitu, Zakheus. Sebab selama ini orang hanya melihat kejahatan Zakheus, tetapi mereka tidak melihat dalam hati Zakheus ada rasa haus akan kebenaran. Ketika Zakheus mendengar berita Yesus lewat di Yerikho, Zakheus meluapkan keinginannya untuk dapat melihat dan bertemu Yesus.

Meskipun kekayaan yang dimiliki Zakheus bisa memenuhi kebutuhan jasmani Zakheus tetapi kekayaannya itu tidak bisa memenuhi kebutuhan rohani yang ada di dalam diri Zakheus. Zakheus melupakan semua ego dan gengsi, tanpa malu ia panjat pohon ara untuk dapat melihat Yesus. Dari sekian banyak orang yang ada di jalan saat itu, Yesus tidak terkecoh oleh penampilan mereka. Yesus tahu mana yang sungguh-sungguh datang untuk mencari Yesus atau sekedar formalitas. Sebab itu Yesus segera menanggapi kerinduan Zakheus dan Yesus akan menumpang di rumah Zakheus. Ingat, bahwa Yesus diam dan bertakhta di hati orang yang benar-benar rindu, haus dan lapar akan pribadi Yesus, yaitu Firman Allah dan Roh Kudus. Amos 5:4 “Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup.”

Tetapi dalam Lukas 19:7, janji Yesus untuk menumpang di rumah Zakheus dinilai negatif oleh orang Israel. Orang hanya melihat masa lalu hidup Zakheus tapi mereka tidak tahu pengalaman rohani yang Zakheus alami karena lewat perjumpaan Zakheus dengan Yesus membuat Zakheus mengalami kelahiran baru.  Zakheus mengalami sunat rohani, dosa dan kejahatan masa lalunya telah disunat. Sekarang ia telah jadi ciptaan yang baru sehingga ketika orang menuding Zakheus adalah orang jahat dan orang berdosa, Zakheus membuktikannya bahwa Zakheus yang lama sudah mati dan dikubur. Zakheus yang baru telah bangkit dan inilah: deklarasi Zakheus di depan orang banyak dalam Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang  kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Dulu hidup Zakheus hanya fokus untuk harta dunia, Zakheus berusaha untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya, sekalipun dengan cara keji dengan memeras, berbohong dan menipu. Tapi kini Zakheus fokus kepada harta rohani, Zakheus buktikan dengan menyerahkan separuh dari kekayaan yang Zakheus miliki kepada orang miskin. Bahkan setiap orang yang pernah Zakheus peras atau tipu, uang itu Zakheus kembalikan dengan bunga 400%. Artinya, orang yang dulu merasa dirugikan Zakheus, sekarang justru merasa jadi beruntung sebab mereka dapat bunga 400% dari Zakheus.

PENUTUP
Demikian halnya dengan setiap orang percaya, bahwa kita harus mengalami kelahiran baru. Dimana hidup kita yang lama sudah disunat atau dipotong sehingga mati, lalu dikuburkan, bangkit dengan cara hidup yang baru dengan mendeklarasikan lewat baptisan air dan hidup dengan cara hidup yang diwarisi oleh Adam yang terakhir yaitu Yesus. Dengan demikian kita akan melihat bagaimana rencana Allah akan tergenapi dalam setiap hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

SUDAH SELESAI – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 16 Februari 2020)

For every beginning has an end.”
Untuk segala sesuatu yang dimulai selalu ada akhirnya. Jadi ada awal dan akhir. Ada Alfa, ada Omega (ini untuk huruf Yunani), ada “A”, ada “Z” (ini untuk huruf alphabetical yang biasa kita kenal).

Misalnya saja dalam rangkaian minggu penciptaan yang tertulis di Kejadian 1. Ada awal dan ada akhir dari rangkaian itu, yang akhir kita sebut sebagai hari Sabat. Pada masa Perjanjian Lama ini adalah hari Sabtu dan sekarang di masa Perjanjian Baru itu adalah hari Minggu.

Ketika bicara tentang awal penciptaan banyak “orang-orang pintar semacam ilmuwan” yang tidak percaya dan berusaha membuktikan sebaliknya. Ada yang disebut “partikel tuhan” atau secara ilmiah mereka menyebutnya “Higgs boson” dan secara singkat itu adalah partikel yang menyusun segala sesuatu benda di dunia. Tetapi pastilah mereka akan gagal karena mereka sudah menutup mata mereka bahwa Allah adalah yang pertama dan pencipta segalanya. Segala sesuatu juga akan berakhir olehNYA.

Kita mengatakan “It is done” ketika kita sudah menyelesaikan suatu pekerjaan. Ini sama dengan “it is finished”. Done atau finished itu sinonim dengan kata-kata dalam bahasa Inggris: complete, perfect, good. Semua definisi yang saya sebutkan di kalimat terakhir itu menariknya tergambar dalam 3 ayat-ayat yang berurutan di Kejadian 1:31 dan Kejadian 2:1-2.

Good.
– Kejadian 1:31.

Finished.
– Kejadian 2:1.

Complete.
– Kejadian 2:2.

Apa makna dari yang tertulis di lembar pertama Alkitab kita ini?
Allah menciptakan segala sesuatu dalam bentuk yang final, sehingga kita bisa berkata bahwa teori evolusi itu tidak Alkitabiah. Kita, manusia, ciptaan Allah, adalah ciptaan yang sempurna (Kejadian 1:27) dan kita diciptakan untuk suatu tujuan (ayat 28). Karena itulah bahkan ketika manusia jatuh, Allah langsung merencanakan penebusan, Kejadian 3:15.

Manusia berharga di mata Tuhan, bahkan bagi mereka yang dipilih dan dipanggil dalam rencana Allah (seperti bangsa Israel dan juga bagi kita Israel Rohani) Allah mengatakan bahwa kita: “berharga di mataNYA, mulia, dikasihi, dan mendapat jaminan perlindungan.

Yesaya 43:4
You are perfect in His sight. Stop comparing yourself with others. You will become imperfect and feel invaluable by doing that.

Kembali pada ibadah kita, mungkin ada pertanyaan mendasar, mengapa Yesus harus berkorban? Gembala Jemaat GPdI Mahanaim di Tegal pernah menyampaikan hal ini, dengan analogi cerita perumpamaan Yesus di Lukas 10:25-37.

Sejak kejatuhan manusia, manusia ditentukan untuk mati. Kita lahir untuk mati! Iblis mendapat kesempatan untuk merampok kita habis-habisan. Keunggulan, keistimewaan dan kemuliaan manusia mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Jika tidak ada juruselamat, maka kita pasti mati. Mati disini baik secara:

  • Maksudnya dengan makin singkatnya waktu hidup, dari Kejadian 6:3 (sampai dengan 120 tahun) hingga Mazmur 90:10 (hanya 70 sampai 80 tahun saja).
  • Rohani (masuk di dalamnya aspek Jiwa juga). Maksudnya ketika manusia menjadi fasik (jahat) maka ujung jalannya adalah kebinasaan. Mazmur 1:6.

Untuk menjadi juruselamat dunia, Yesus harus mati! Mengapa? Untuk menggantikan kita yang harusnya mati. DIA mati supaya kita hidup. Gambarannya adalah seperti korban di Perjanjian Lama (Imamat 16:34) perlu dikorbankan setiap tahun untuk pendamaian. Namun itu semua digenapi dengan korbanNYA yang menjadi penanda suatu Perjanjian Baru. Korban yang sempurna, sekali untuk selamanya, Ibrani 9:28.

Jadi ketika Yesus berkata “sudah selesai” (Yohanes 19:30) berarti misinya sudah selesai, dosa tidak lagi “menjajah” hati manusia. Penghukuman yaitu maut yang diakibatkan dosa tidak lagi jadi bagian kita, Roma 8:1-2.

Sekarang, bagaimana dengan dirimu?

  • Apakah dirimu masih dipenuhi rasa bersalah?
  • Apakah kamu masih belum bisa lepas dari perbuatan dosa?
  • Apakah kamu masih berhubungan dengan roh-roh lain yang mengikatmu?
  • Apakah kamu masih sementara mencari kebenaran?
  • Apa yang bisa Yesus tawarkan kepadamu hari ini adalah, apakah kamu mau percaya?

Ketika Yesus berkata “sudah selesai” berarti iblis sudah tidak bisa menuntut kita lagi. Hukuman itu dilalukan (Passover/Pesakh/Paskah) dari ketika kita di dalam Yesus. Bagaimana bisa kita hidup di dalam Yesus? Apakah itu berarti tinggal di dalam gereja? Bukan, ketika kita hidup di dalam Yesus artinya:

  • Yohanes 3:18. DIA sudah memberikan fasilitas untuk kita bisa menjadi utuh (complete) dan baik (good), setelah kejatuhan manusia dalam dosa.
  • Hidup benar. Yohanes 3:21. Berarti hidup menghindari dosa. Ingat Yesus menjadi dosa bukan karena DIA berdosa. Demikian kita dibenarkan bukan karena kita sudah benar, tetapi karena kebenaran Allah yang “diberikan” pada kita. Masakan kita mau mempermainkan pemberian itu dengan hidup tidak bertanggungjawab. Masakan kita mau disebut “orang yang tidak tahu untung, sudah ditolong, tetapi malah menyalibkan Yesus lagi”.
  • Datang pada terang yaitu DIA. Yohanes 8:12. Orang yang hidup dalam kebenaran tidak menyembunyikan apapun. Semuanya terbuka, dan dia senang dalam terang. Tetapi sebaliknya mereka yang hidup di gelap, suka menyembunyikan hidupnya dan menjauh dari terang.

DALAM PERLINDUNGAN ALLAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya – Minggu, 9 Februari 2020)

MAZMUR 91 

Pendahuluan
Hari-hari yang akan kita jalani dalam dunia ini, seperti nubuatan Alkitab ‘akan bertambah sukar’, bukan hanya di bidang ekonomi, keamanan dan sosial.  Hari-hari ini, dunia sedang menghadapi krisis kesehatan bersamaan dengan berkembangnya Virus Corona yang sampai hari ini sudah mencapai 29 negara yang terdampak penularan virus ini. Kasus yang terdeteksi sudah lebih dari 76.738, mengalami kesembuhan baru 18.562, sedangkan yang meninggal sudah mencapai 2.247 dan akan terus berkembang.

Hal itu memang sudah dinubuatkan oleh Firman Tuhan, tentang pembukaan meterai-meterai yang terdapat dalam Wahyu 6 tentang pembukaan meterai-meterai. Seperti Wahyu 6:7-8 “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.”

Namun kita percaya, janji perlindungan Tuhan kepada anak-anak-Nya juga akan digenapi. Seperti tertulis dalam keseluruhan Mazmur 91.

Maz 91:1  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

Maz 91:2  akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Maz 91:14  “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Tradisi Yahudi

  • Dalam tradisi bangsa Yahudi, Mazmur ini sudah sangat dikenal. Dibaca saat ibadah pagi Pesukei Dezimra pada hari Sabat, Hari Raya Yahudi Yom Tov, dan Hoshana Rabbah.
  • Dibaca setelah ibadah petang Maariv pada Motzei Shabbat.
  • Dibaca dalam doa sebelum tidur Bedtime Shema.
  • Dibaca 7 kali dalam upacara pemakaman.

Tradisi Kristen

  • Dalam tradisi Kristen (Kristen zaman permulaan) dinamakan “Qui habitat” dikenal sebagai Mazmur Perlindungan.
  • Dalam lagu-lagu rohani, mazmur ini sering dinyanyikan pada waktu mengalami kesusahan.
  • Di gereja-gereja barat sering dinyanyikan atau dibaca pada ibadah Compline – doa malam .

Saat ini Mazmur 91 dikenal sebagai Mazmur Prajurit. Tentara angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan Marinir, mereka sering membawa salinan kecil di dompet ke mana pun mereka di tempatkan.

Kunci Perlindungan
Ada 4 nama Allah yang disebutkan dalam Mazmur ini, khususnya Ayat 1 dan 2.
1. El-Elyon (Allah yang Mahatinggi)
2. El-Shadday ( Allah yang Mahakuasa)
3. Yehovah (Tuhan)
4. Elohim (Allah)
Dari ke 4 nama Tuhan ini jelas bahwa perlindungan Tuhan bagi anak-anakNya begitu sempurna.

Dan kunci perlindungan tersebut ada di 2 ayat tersebut di atas, yaitu

  • Duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang Mahakuasa. Dalam salinan KJV disalin dengan kata ‘Secret Place’ atau Tempat Rahasia Allah.
  • Yang kedua adalah hati yang melekat

1. Tempat Rahasia Allah
Kata ‘duduk’ dan ‘bermalam’ mengindikasikan setiap saat dan setiap waktu, siang dan malam. Dimanakah tempat tersebut?

  • Apakah doa di dalam kamar? Seperti yang ditulis dalam Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
  • Apakah ada suatu tempat spesial untuk kita berjaga dan berdoa? Seperti Luk 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
  • Apakah yang dimaksud adalah berdoa setiap waktu? Seperti yang tertulis dalam Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus
  • Tempat rahasia Allah ini pasti bukanlah sebuah tempat yang dapat ditetapkan sebagai hal yang permanen. Dalam ayat 11, Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Ayat 12,  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.  Tempat rahasia ini adalah dalam Roh manusia kita sendiri, tempat dimana Roh Allah tinggal. Disinilah tempat dimana roh manusia kita dihubungkan dengan kesadaran terus menerus tentang kehadiran Allah.

2. Hati yang melekat
Hati yang melekat (Ibrani “chashaq”) yang berarti: mengarahkan hatinya, jatuh cinta, dan menginginkan/ hasrat. Hati yang melekat ini adalah hasil dari sebuah HUBUNGAN kasih yang selalu membuat kedua pihak yang sedang jatuh cinta akan selalu mengarahkan hatinya, ingin selalu dekat, ingin mendengar suara-Nya, dimana Tuhan menjadi kekasih kita dan kita menjadi orang yang dikasihi Tuhan.

Yohanes adalah salah seorang murid Yesus mengalami hubungan yang sedemikian dengan Yesus, dimana ia merasakan bahwa ia adalah seorang murid yang dikasihi oleh Tuhan.

Yoh 13:23  Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Yoh 19:26  Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
(Yoh 21:7; Yoh 21:20)

Ketiadaan hubungan dengan Tuhan inilah satu-satunya yang menjadi penyebab semua hubungan kita baik dengan diri kita, maupun dengan sesama dan pasangan menjadi bermasalah. Ketiadaan HUBUNGAN inilah menjadi penyebab kehilangan kepekaan dengan hadirat Tuhan dan hasilnya adalah munculnya semua persoalan dalam kehidupan kita termasuk keraguan kita tentang pemeliharaan dan perlindungan Tuhan yang sempurna.

Orang yang mengetahui tempat rahasia Allah, tinggal didalamnya dan hatinya melekat kepada-Nya akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mazmur 91:2)

SUNAT KRISTUS Adalah SUNAT ROHANI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Februari 2020)

Kolose 2:11,12

PENDAHULUAN
Jemaat Kolose diserang dengan berbagai serangan selain filsafat gnostik dan juga berbagai ajaran sesat dari guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran, bahwa untuk diselamatkan selain percaya kepada Yesus, jemaat juga harus melakukan syariat Taurat, salah satunya adalah disunat. Oleh sebab itu, diadakan konsensus Yerusalem atau lebih dikenal konferensi Yerusalem.

KONSENSUS YERUSALEM
Perhatikan, dalam Kisah 15:1 dituliskan beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan ajaran palsu kepada saudara-saudara di sana dengan ajaran “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak diselamatkan!” Tetapi ajaran dari guru-guru palsu yang datang dari Yudea dan Antiokhia ini dibantah dan dilawan dengan tegas oleh Paulus dan Barnabas. Hasilnya, Kisah 15:2,3 jemaat bersukacita karena ketegasan Paulus dan Barnabas atas ajaran sesat yang diajarkan oleh guru-guru palsu itu. Lalu, Paulus dan Barnabas kembali Yerusalem. Selanjutnya Kisah 15:4, saat mereka tiba di Yerusalem, Paulus dan Barnabas disambut oleh jemaat, penatua dan para rasul. Lalu Paulus dan Barnabas menceritakan sikap tegas mereka terhadap ajaran sesat yang diajarkan guru-guru palsu tentang sunat itu. Tetapi  Kisah 15:5a  ada beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya datang dan menjadi pengikut Yesus, bahkan menjadi pengajar. Tetapi, ajaran yang mereka ajarkan adalah ajaran sesat. Sebab  mereka berkata dalam Kisah 15:5b, orang-orang yang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa. Melihat kenyataan bahwa ajaran sesat sudah menyebar bukan hanya di Antiokhia tapi sudah sampai di Yerusalem, maka para rasul mengadakan sidang (Kisah 15:6).

TANGGAPAN PETRUS
Setelah sekian lama para rasul dan penatua bersidang, Petrus berdiri menyampaikan kesaksian pelayanannya, Kisah 15:7-11. Dalam kesaksiannya ia menjelaskan bahwa Tuhan Yesus menerima dan menyelamatkan orang-orang non Yahudi tanpa harus melakukan/menjalani syariat Taurat yaitu salah satunya disunat. Kesaksian Petrus ini menjadi bukti, bahwa untuk jadi seorang pengikut Yesus dan diselamatkan caranya adalah percaya kepada Tuhan Yesus dan disunat, bukan dengan sunat jasmani tapi sunat rohani yaitu sunat Kristus. Sebagai contoh, Petrus bersaksi tentang keluarga Kornelius orang non Yahudi, tapi karena percaya kepada Yesus, ia diselamatkan dan dipenuhi dengan Roh Kudus (Kisah 10:1-48.)

PERINGATAN RASUL PAULUS
Sebab itu, ketika guru-guru palsu menyerang jemaat Kolose dengan ajaran sunat, rasul Paulus dengan tegas mengingatkan jemaat Kolose bahwa “di dalam Dia (didalam iman kepada Yesus) kamu telah disunat” (Kolose 2:11). Artinya setiap orang yang benar-benar percaya Yesus dan menjadi pengikut Yesus, ia telah disunat dengan sunat Kristus, yaitu sunat hati. Pertanyaannya “kita mengaku Kristen (pengikut Yesus) tetapi apakah kita benar-benar sudah disunat bukan dengan sunat Taurat (sunat jasmani) tapi sunat rohani yaitu sunat Kristus?

APAKAH SUNAT KRISTUS?
Matius 5:17 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melaikan untuk menggenapinya.” Yang menjadi pertanyaan adalah apa dan seperti apa yang dimaksud “Penggenapan Sunat Kristus?” Pada umumnya kita tahu, bahwa sunat Taurat yang dipotong adalah salah satu bagian organ tubuh. Hasilnya, yang berubah adalah fisik. Sedang sunat Kristus, yang dipotong adalah dosa yang menguasai hati, jiwa dan tubuh. Hasilnya, hati, jiwa dan perbuatan kita berubah menjadi baru. Inilah yang disebut kelahiran baru (2 Korintus 5:17). Untuk mempermudah pengertian kita, perhatikan tabel perbedaan antara sunat Taurat dan sunat Kristus.

 

PENTINGNYA SUNAT ROHANI (KELAHIRAN BARU)
Melihat tabel tersebut, sebagai orang Kristen non Yahudi betapa pentingnya kita harus mengalami sunat Rohani. Yohanes 3:3 “…Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Artinya orang yang tidak dilahirkan kembali yaitu tidak mengalami sunat rohani, yakni tidak bertobat dan tidak mengalami pembaharuan hati, jiwa dan perbuatan ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.

1. Orang yang tidak menerima Yesus dan mengalami sunat Kristus/Rohani (Kelahiran Baru)
Selama ia hidup di dunia, ia tidak akan pernah menikmati Kerajaan Allah. Matius 12:28 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Kalau Yesus menjadi Raja di hati kita, kita akan menikmati suasana Kerajaan Allah di hati kita dalam segala situasi dan kondisi.

Lukas 17:21 “..juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

Apakah maksud “ada di antara kamu?” Maksudnya kerajaan Allah ada didalam hati orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus dan telah mengalami sunat rohani (dilahirkan baru), yaitu orang yang hati, jiwa dan perilaku hidupnya telah dibaharui oleh Yesus. Dan pengalaman ini, tidak akan pernah dialami oleh orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus, tapi tidak sungguh-sungguh, karena tidak mengalami sunat rohani, yaitu sunat Kristus (lahir baru) di mana hati, jiwa dan perbuatan hidupnya belum dibaharui di dalam Yesus. Karena dasar untuk menikmati Kerajaan Allah, bukan karena uang, harta, kedudukan bahkan apa pun yang bersumber dari dunia ini tetapi karena kita telah mengalami sunat Kristus (lahir baru) Roma 14:17.

2. Orang yang tidak sungguh-sungguh menyambut Yesus dan tidak disunat dengan sunat Kristus, dengan cara: menyunat dosa dan perbuatan dosa yang dilakukan dalam hati, jiwa dan oleh perbuatannya.
Maka, pada saat Yesus datang kedua kali kalau orang itu hidup sampai Yesus datang kedua kali, ia akan dibinasakan oleh Yesus, Wahyu 19:21. Kalau orang tersebut sudah mati dari sekarang, pada saat Yesus datang kedua kali, ia tidak akan turut dibangkitkan bersama-sama orang benar, yaitu pengikut Yesus yang telah lahir baru, yang telah disunat dengan sunat Kristus, Wahyu 20:6. Ia tidak akan turut memerintah bersama Tuhan Yesus dalam Kerajaan 1000 Tahun. Sebaliknya, ia akan dibangkitkan dan menerima tubuh baru untuk dibinasakan dalam api yang kekal setelah berakhir Kerajaan 1000 Tahun, Wahyu 20:9.

KESIMPULAN
Kiranya sebagai orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita wajib mengalami sunat Kristus yaitu sunat rohani. Dimana kita sebagai orang percaya menanggalkan cara hidup yang lama dan membuangnya, sebab kita sudah alami kelahiran baru. Jika tidak, maka kita juga akan dibinasakan dalam kematian kekal. Tuhan Yesus memberkati.

SIAP MENGHADAPI KENYATAAN HIDUP BERSAMA YESUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 26 Januari 2020)

MATIUS 26:39

Pendahuluan
Banyak orang percaya kurang dapat memahami bahkan tidak dapat menerima kenyataan bahwa, sering kali apa yang diharapkan, apa yang didoakan kepada Tuhan, hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan yang yang diinginkannya. Mengapa banyak orang yang mengalami kekecewaan,  kepahitan,  dendam,  stres, putus asa?  Jawabnya tidak dapat menerima kenyataan. Mengapa banyak orang sulit menerima kenyataan hidup yang dihadapi ? Untuk kita dapat mengetahui jawabannya kita lihat contoh yang paling akurat yang diungkapkan lewat doa dari Tuhan Yesus di taman Getsemani.

Matius 26:39 – maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa kata-Nya : “Ya Bapa-Ku jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

 Tuhan Yesus dalam tubuh kemanusiaan-Nya yang seratus persen manusia, ternyata juga dapat memiliki keinginan yang sama yaitu menawar sesuatu yang kalau bisa sesuai dengan apa yang Ia kehendaki dalam mengemban tugas mulia di bumi ini. Tetapi Tuhan memberi pengajaran penting kepada kita dengan doa-Nya “…tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Dari sini kita mendapatkan jawaban mengapa banyak orang sulit menerima kenyataan hidup yang dihadapi yaitu,  karena apa yang ia terima tidak sesuai dengan apa yang ia kehendaki, apa yang Tuhan berikan tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Betapa sering kita sebagai orang percaya tanpa sadar meminta Tuhan melalui permohonan kita agar Tuhan menyesuaikan dengan kehendak kita, keinginan kita, maunya kita, yang seharusnya kitalah yang harus menyesuaikan segala sesuatu yang kita inginkan kepada kehendaknya Tuhan. Kadang kita merasa lebih tahu dari Tuhan tentang apa yang baik buat hidup kita. Tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Itulah sebabnya Ia membuat sesuatu yang justru bertentangan dengan keinginan kita dan mengijinkan hal itu memproses kehidupan kita.

Mengapa Tuhan ijinkan, ada penderitaan, kegagalan, sakit, kerugian dialami oleh orang percaya? Amsal 16:14 “Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.”  Penulis Amsal menjelaskan bahwa, apa yang Tuhan buat bagi kita yang bertentangan dengan kehendak kita, itu punya tujuan yang tentunya pasti baik buat kita. Orang fasik saja disiapkan hari bagi mereka untuk terima malapetaka kalau tidak menghargai kesabaran Tuhan untuk bertobat, apalagi kita orang-orang yang dikasihi-Nya. Siapapun dapat salah dalam memahami Tuhan, kalau menilai kebaikan Tuhan hanya pada berkat dan hal-hal yang baik saja. Munculnya teori theologi kemakmuran, karena salah memahami kasih Tuhan, yang hanya dinilai dari  berkat-berkat-Nya saja. Kasih Tuhan tidak selalu dinyatakan lewat berkat saja, tetapi juga lewat didikan, teguran, hajaran dengan mengijinkan kenyataan hidup yang pahit. Perhatikan apa yang dikatakan Ayub.

Ayub 2:10 “Tetapi jawab Ayub kepadanya, Engkau berbicara seperti perempuan gila. Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?. Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.”

 Siapa yang tidak kenal Ayub, orang yang diluar Tuhan saja banyak yang tahu kisahnya yang luar biasa. Salah satu dari kunci kekuatan Ayub dalam menghadapi kenyataan hidup yang pahit adalah ia memahami bahwa Tuhan tidak selalu memberikan hal yang baik atau berkat saja, tetapi juga hal yang buruk untuk kebaikannya.  Kita juga dapat melihat penjelasan dari penulis kitab Pengkhotbah yang lebih gamblang lagi.

Pengkhotbah 7:14 “Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.”

Kita lihat disini bahwa, Tuhan membuat dua situasi yaitu mujur  dan malang pada tujuan yang sama, yaitu untuk kebaikan kita.

“…tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur…” Artinya kemalangan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita itu juga merupakan bentuk kasih sayang Tuhan seperti ketika Tuhan memberi kemujuran kepada kita. Banyak orang percaya salah dalam menilai kenyataan hidup yang mereka hadapi, yang menilai Tuhan itu sayang karena memberi kemujuran, tetapi Tuhan dinilai sudah meninggalkan hidupnya dan tidak peduli lagi ketika mengalami kemalangan. Kalimat selanjutnya pada ayat di atas  adalah “supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.” Artinya adalah agar setiap orang yang percaya memiliki penyerahan total pada Tuhan yang tahu mengelola masa depan kita dengan baik.

Contoh:

  • Yusuf
    Kejadian 50:20a “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan….” Yusuf adalah seorang yang begitu mempercayai Allah dalam setiap kenyataan hidup yang ia alami meski tidak sesuai dengan kehendaknya. Ia mempercayai Allah meskipun saudara-saudaranya mereka-rekakan kejahatan atas dirinya sehingga kenyataan hidupnya begitu pahit. Yusuf tetap berpegang kepada Tuhan yang sanggup mengubah rekaan jahat menjadi kebaikan dan menguntungkan dirinya.
  • Rasul Paulus
    2 Korintus. 12:7-9.  “ Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.  Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna…”
    Orang sekelas rasul Paulus yang dipercaya Tuhan dengan karunia yang melebihi rasul-rasul lain saja, Tuhan proses lewat kemalangan penderitaan dalam dirinya. Paulus mengalami penderitaan karunia, sesuatu seperti duri dalam dagingnya, yaitu seorang utusan Iblis yang menggocoh dan menjadi batu sandungan dalam pelayanannya. Sudah tiga kali Paulus berdoa menghendaki supaya itu dicabut dari dalam hidupnya, tetapi kehendak Tuhan berkata lain, cukup kata Tuhan kasih karunia-Nya bagi Paulus, duri itu tetap ada. Mengapa? Karena duri itu juga merupakan bentuk kepedulian Tuhan kepada Paulus agar tidak jatuh pada dosa kesombongan.

BAGAIMANA KITA DAPAT SANGGUP MENGHADAPI KENYATAAN HIDUP INI ?
Jawabannya adalah apapun yang terjadi tetaplah tinggal dalam penggembalaan Tuhan. Kita dapat melihat contoh pengalaman Daud dalam penggembalaan Tuhan di Mazmur 23.

  • 23:1 “ Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Ayat ini bukan sedang menjelaskan bahwa Daud tidak pernah berkekurangan, tetapi menjelaskan bahwa Daud mampu menang dalam menghadapi krisis kekurangan. 1 Sam. 21:1-6. Daud dan pasukan pernah tidak punya makanan sama sekali sampai minta makanan kepada imam Eliezer di Nob dan hanya diberi roti sajian yang sebenarnya hanya dimakan oleh para imam karena memang tidak ada makanan.

  • Maz 23:2 “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.” Daud pernah mengalami ketidaktenangan hidup karena dikejar-kejar musuh yang hendak membunuhnya.
  • Maz 23:3 “Ia menyegarkan jiwaku, Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Daud juga pernah mengalami kekeringan jiwanya ketika ia tidak lagi berjalan pada jalan yang benar. Itu terjadi ketika ia jatuh dalam dosa zinah dengan Bethsyeba.
  • Maz 23:4 “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku.” Daud pernah mengalami ketakutan karena bahaya maut.
  • Maz 23:5 “Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.” Daud pernah mengalami bagaimana ia direndahkan oleh lawan-lawannya, tetapi Allah membalikkannya menjadi kehormatan dengan menyajikan makanan dihadapan para lawan-lawannya, kepalanya diurapi dengan minyak sebagai tanda kepercayaan Allah kepada Daud.
  • Maz 23:6 “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.” Dalam semua penderitaannya Daud menyadari bahwa didalamnya kebajikan dan kemurahan Tuhan selalu dinyatakan baginya. Semuanya ini Daud dapatkan dan alami dalam penggembalaan Tuhan.

Apapun yang saudara dalam menghadapi kenyataan hidup sekarang ini, jangan pernah keluar apalagi meninggalkan penggembalaan Tuhan.

Contoh lain : Ayub 42:5  – “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ini dikatakan Ayub setelah ia mengalami tragedi buruk yang luar biasa dalam hidupnya.  Dari mulai hartanya habis dalam waktu yang singkat, sepuluh anaknya mati dalam satu hari, berpenyakitan dari ujung kepala sampai telapak kakinya, Ayub tetap peluk kuat Tuhan dantidak keluar dari penggembalaan Tuhan. Ia mempercayai penuh apa yang Tuhan ijinkan dan menghadapi dengan teguh kenyataan hidupnya di dalam Tuhan.  Baik Yusuf, Ayub, Daud maupun Rasul Paulus, mereka adalah pribadi-pribadi yang kuat dan tak tergoyahkan imannya karena mereka berani menghadapi kenyataan hidup bersama Tuhan.  Mereka tetap tinggal dan tidak keluar dari penggembalaan Tuhan.  Mereka tahu apapun konsekuensi dalam mengikut Tuhan, selama ada dalam tangan Tuhan dan selama masih ada waktu. Tuhan sanggup mengubahkan, memulihkan segala sesuatunya bagi kita, seperti ada tertulis dalam Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

BIJAK MENGGUNAKAN WAKTU – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 19 Januari 2020)

1 PETRUS 4:2 

PENDAHULUAN
Rasul Petrus berkata dalam 1 Petrus 4:2 “Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.”

WAKTU
Dalam bahasa Yunani ada tiga kata yang dipakai untuk menjelaskan tentang waktu antara lain:
1. KRONOS
Kronos adalah satuan waktu dengan berbagai ukuran, dari yang paling singkat yaitu sekejap mata, Lukas 4:5, dan istilah lainnya: detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dekade, abad sampai millennium. Kronos juga dipakai untuk menjelaskan waktu yang berlangsung lama, hal ini bisa kita baca dalam Lukas 8:27; 20:9.

2. AION
Adalah waktu tanpa batas dan Alkitab tidak menjelaskan kapan langit dan bumi diciptakan.

Kalau kita baca Kejadian 1:3 sampai dengan Kejadian 2:7, ayat-ayat ini bukan saat Allah  menciptakan langit dan bumi, tapi ayat ini menjelaskan Allah melakukan restorasi (memulihkan) terhadap langit dan bumi yang dirusakkan oleh Iblis dan direstorasi atau dipulihkan kembali oleh Allah. Aion juga dipakai untuk menjelaskan waktu yang berlangsung lama, hal ini dapat dibaca dalam Lukas 8:27; 20:9.

Perhatikan Gambar! Setelah berakhir riwayat hidup manusia di muka bumi, maka waktu akan melebur dalam kekekalan, sehingga tidak ada lagi waktu, tetapi semuanya hidup dalam kekekalan. Jadi saat semua berakhir yaitu setelah masa 1000 tahun, waktu akan kembali kepada kekekalan sama seperti zaman Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa.

Firman Allah menegaskan dalam Efesus 1:21 “bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga dunia yang akan datang” yaitu dalam dunia kekekalan dan Wahyu 21:1 tentang langit yang baru. Suatu keadaan dimana tidak ada waktu lagi, karena waktu telah lebur kedalam kekekalan dan inilah: “AION”.

3. KAIROS
Kairos adalah waktu Tuhan dalam melakukan rencana-Nya. Tak ada yang bisa mempengaruhi, mencegah atau memaksa Tuhan untuk melakukan atau mengulanginya. KAIROS adalah waktu Tuhan dalam menyatakan kasih, kemurahan-Nya dalam memberikan hidup; keselamatan dan pengampunan. Dalam Mazmur 90:10, Tuhan telah menetapkan bagi manusia kesempatan untuk hidup di dunia hanya satu periode dengan rentang waktu 70-80 tahun. Faham reinkarnasi yang mengajarakan manusia hidup dalam beberapa periode bertentangan dengan firman Allah. Bahwa firman Allah menuliskan dalam Ibrani 9:29 “…manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”

Oleh sebab itu bagaimana sikap yang harus digunakan sehubungan dengan waktu?

  1. KRONOS – yaitu paket waktu yang masih kita miliki dari Tuhan sebagai kesempatan bagi kita hidup di dunia ini.
  2. AION – yaitu di mana kita akan hidup di suatu tempat tanpa batas waktu. Dan tempat itu: sukacita bersama-sama Yesus dalam sorga atau siksa dan penderitaan di neraka. Ini pilihan kita. Sebab itu, kita tidak boleh bermain-main dengan (perhatikan poin 3):
  3. KAIROS – yaitu periode kerja Allah. Tidak untuk selamanya pintu anugerah Allah dibuka untuk mengaruniakan: kasih-Nya, kemurahan-Nya, ampunan-Nya dan keselamatan-Nya bagi kita. Wahyu 3:7 “…apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.”

Perhatikan nasihat rasul Petrus dalam 1 Petrus 4:2 “…Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.” Artinya dalam menggunakan kesempatan yang Tuhan beri kepada untuk menerima: kasih, kemurahan dan keselamatan itu telah habis, ditutup atau berakhir. Kita tidak mungkin bisa minta agar Tuhan memperpanjang kesempatan atau mengulangnya kembali. Maka yang harus dilakukan adalah tidak mempergunakan waktu menurut keinginan manusia melainkan menurut kehendak Allah. Sebab Kairos adalah kesempatan yang tidak bisa diulang untuk kedua kali selama hidup. Kalau kesempatan itu disia-siakan, kita akan menyesal selama-lamanya. Oleh karena itu, dari sisa waktu yang masih dimiliki, apakah kita telah menggunakan KAIROS atau waktu/kesempatan untuk kehendak Allah. Roma 5:6 tidak untuk seterusnya Allah memberi/ mengaruniakan keselamatan, kasih dan kemurahan-Nya kepada kita, tapi Allah mengaruniakannya sesuai KAIROS – waktu yang ditentukan bagi kita. Karena ada saatnya, Allah sendiri yang akan mengakhiri kesempatan itu bagi kita.

KAIROS DALAM MELAYANI TUHAN
Ada saatnya Tuhan beri kesempatan kita untuk melayani, tapi ada saatnya kairos kesempatan untuk kita melayani juga akan diakhiri! Galatia 6:10 “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Apabila kita tidak mempergunakan kairos-Nya Tuhan, yaitu (waktu atau kesempatan yang Tuhan berikan) maka kesempatan itu akan hilang.

PENUTUP
Berbicara soal waktu ada sebuah contoh dalam alkitab yaitu: Orang kaya; Lazarus dan Abraham dalam mempergunakan waktu Kronos; Kairos dan berakhir dengan Aion yang tercatat dalam Lukas 16:19-31.

ORANG  KAYA (Lukas 16:19)

  • Orang kaya ini menyia-nyiakan KAIROS: kesempatan yang Tuhan beri, yaitu kemurahan, kasih dan keselamatan. Tetapi sebaliknya, kesempatan baik untuk menerima kemurahan, kasih dan keselamatan ia pergunakan untuk kesenangan daging yaitu pesta pora.
  • Setelah umur (kronos – masa hidupnya berakhir), Lukas 16:24, orang kaya baru sadar ia butuh Yesus sebagai air kehidupan. Tapi KAIROS Tuhan (waktu untuk menerima keselamatan) sudah habis.
  • Lukas 16:27,28, orang kaya itu juga ingin melayani (berbuat baik) kepada saudara-saudaranya, agar saudaranya tidak masuk neraka. Tapi KRONOS, waktu / kesempatan yang dimilikinya habis.
  • Apa yang dialami oleh orang kaya itu di AION, yaitu suatu tempat (alam) yang tidak dibatasi oleh waktu – detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun? Lukas 16:23-25, si orang kaya menderita tanpa henti dan tanpa ujung.

LAZARUS

  • Lukas 16:20, Lazarus menyambut KAIROS; waktu; kesempatan yang Tuhan berikan untuk mendapat kasih, kemurahan dan keselamatan dari Yesus.
  • Di AION – suatu tempat yang tidak dibatasi waktu, Lazarus senang ada di pangkuan Abraham, tapi Lazarus tidak  turut  melayani  Tuhan  yaitu meletakkan mahkota di hadapan Yesus. Sebab semasa hidupnya ia tidak melayani Tuhan, melainkan hidup tidak menjadi berkat.

A B R A H A M

  • Lukas 16:23b “…dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.” Selama hidupnya di dunia, Abraham hargai dan gunakan KRONOS dan KAIROS yang Allah berikan kepada Abraham dengan sebaik-baiknya.
  • Kejadian 12:1-7, Ketika KAIROS Allah dinyatakan kepada Abraham, saat Allah panggil Abraham untuk rencana-Nya yang besar. Dengan taat Abraham penuhi panggilan Allah.
  • Kejadian 14:14-16, Selama menjalani KRONOS-(hidup di dunia), Abraham pakai semua potensi dari Tuhan untuk melayani, antara lain: menyelamatkan Lot, dari raja Sodom dan Gomora.
  • Kejadian 18:16-33, Abraham BERSYAFAAT untuk keluarga Lot.
  • Apa yang Abraham alami pada saat Abraham masuk suatu tempat yang tidak dibatasi waktu. Abraham bukan hanya masuk sorga, dikatakan: “Lazarus duduk di pangkuan Abraham”, suatu gambaran di sorga kemuliaan Abraham menerima kedudukan yang mulia.

 KESIMPULAN
Ada waktu-Nya Tuhan buka pintu kesempatan bagi kita. Bila kita abaikan pintu kesempatan, saatnya pintu akan tertutup selamanya. Kemungkinan pintu kesempatan hanya sekali terbuka bagi kita. Sebab itu hendaklah kita peka, bijaksana, berani bertindak, atau kita akan menyesalinya untuk selamanya. Tuhan Yesus memberkati.

PEMBUNUH RAKSASA seri 15 : PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MAJU BERTEMPUR DARI PADA KABUR (Fight not Flight) – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 12 Januari 2020)

1Samuel 17

1Samuel 17:48
Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu.

Puji Tuhan, oleh kasih karuniaNya, Tuhan telah menghantar kita memasuki tahun baru 2020. Dua belas hari telah kita tapaki tahun 2020, masih ada 352 hari lagi yang akan kita jalani di tahun 2020. Datangnya tahun baru selalu memberikan harapan baru, kehidupan yang lebih baik dan berkat yang melimpah. Namun demikian kita harus menyadari bahwa hari depan tidak hanya menjanjikan kecerahan, tahun yang baru juga memberikan tantangan, kesulitan dan seribu satu persoalan hidup.

Firman Tuhan berkata: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Kapan yang dimaksud dengan hari-hari terakhir? Sekaranglah waktunya hari-hari terakhir. Inilah waktu kesukaran itu tiba. Jadi siapkan diri untuk menghadapi masa kesulitan dan kesukaran yang akan terjadi di hari-hari yang akan datang. Jangan kecut dan tawar hati karena kita percaya dalam masa yang sukar sekalipun Tuhan tetap menyertai dan memberkati hidup kita. Ingatlah firman Tuhan yang telah disampaikan oleh Bapak Gembala dalam ibadah sulung pada tanggal 5 Januari yang lalu. Jemaat telah diberi peringatan bahwa kekristenan itu seperti orang yang bertanding dalam arena pertandingan. Dalam pertandingan, kita akan menghadapi penghalang-penghalang agar kita jatuh bahkan gagal menyelesaikan pertandingan.

Sejalan dengan yang telah disampaikan Bapak Gembala di ibadah sulung, pada saat ini kita akan kembali belajar tentang pembunuh raksasa seri 15. Tema kita pada pokok bahasan kali ini adalah: “PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MAJU BERTEMPUR DARI PADA KABUR.”

Seorang pembunuh raksasa bukanlah orang yang tidak memiliki kelemahan dan ketakutan, ia memiliki kelemahan, kekurangan bahkan ketakutan, tetapi ia memilih untuk maju bertempur dari pada mundur. Keberanian untuk menghadapi musuh itulah awal dari sebuah kemenangan. Banyak orang tidak pernah mencapai sukses dalam hidupnya karena takut menghadapi musuh, takut mengalami kesukaran dan takut menderita rasa sakit. Itulah sebanya hidupnya begitu-begitu saja tidak pernah maju dari tahun ke tahun.

Ingatlah bahwa di hari depan, tantangan pasti ada, kesukaran pasti terjadi, kesulitan pasti dialami, namun jadilah sebagai pembunuh raksasa yang memilih bertemput bukan kabur. Percayalah tidak ada pilihan yang terbaik bagi kita selain memutuskan untuk terus maju bertempur meski tubuh babak belur bahkan hancur. Jadilah seperti Daud yang memilih berlari ke barisan musuh, bertempur, menghadapi musuh face to face, daripada mundur teratur.

Mengapa Daud memilih maju bertempur, sementara barisan Israel memilih kabur?
1. Tidak ada kemenangan tanpa peperangan.
Kita semua tahu bahwa kita adalah pemenang bahkan alkitab berkata: kita ini adalah lebih dari pemenang. Tahukah Anda bahwa kemenangan hanya terjadi jika kita berani masuk dalam pertempuran. Tanpa peperangan atau pertempuran mustahil lahir kemenangan. Jadi jangan menghindari peperangan jika ingin mengalami kemenangan.

Ingatlah, yang juara hanya mereka yang berlaga, yang meraih piala hanya mereka yang berlomba, dan yang menang mereka yang perang.

Beranikanlah keluar dari zona nyaman, abaikan kelemahan, kalahkan ketakutan, hadapi tantangan, lawan semua kesulitan dan songsong kemenangan. Hanya ada dua kemungkinan dalam peperangan kita kalah atau menang. Jika kita menang kita mendapatkan piala kemenangan, namun jika kalah tak perlu kecil hati, sebab kalah di medan pertempuran lebih terhormat dari pada menang tanpa peperangan. Lihatlah para pahlawan, mereka tewas di pertempuran, tetapi nama mereka dikenang sebagai pahlawan. Ketahuilah kapal yang aman bersandar di pelabuhan, tetapi tidak pernah sampai tujuan. Jangan jadi orang kristen yang hanya mencari senang, ke gereja hanya cari berkat, berdoa hanya untuk mendapat miujizat, melayani hanya cari hormat. Akibatnya orang kristen yang seperti ini tidak pernah bertumbuh dewasa. Ia mudah kecewa, gampang terluka dan rentan dengan kepahitan. Tahun 2020 adalah tahun kemenangan bagi kita, karena itu beranikan diri menghadapi peperangan.

2. Keberhasilan terjadi dalam tindakan bukan angan-angan atau rancangan
Ada pepatah yang berkata: gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan. Tapi saya mau katakan, sehebat apapun rencana yang kita buat, sebagus apapun planning yang dilakukan, sedetail apapun rancangan dikerjakan, jika tidak ada aksi nyata, tidak ada tindakan, semuanya sia-sia. Banyak orang tidak maju hidupnya bukan karena tidak adanya rencana, mereka memiliki rencana, cita-cita tetapi tidak berani bertindak. Orang-orang besar dan sukses adalah mereka yang berani bertindak ditengah ketidakmungkinan sekalipun.

Iman disempurnakan oleh tindakan.
Yakobus 2:22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Sadarilah bahwa iman disempurnakan oleh tindakan. Percaya Tuhan hebat, itu baik, Tuhan dahsyat itu baik, namun jika kita tidak berani bertindak maka kita tidak akan pernah mengalami dan melihat kehebatan dan kedahsyatan Tuhan. Daud percaya bahwa Tuhan adalah hebat, kuat dan dahsyat, sebab Tuhan pernah menolongnya saat mengembalakan domba ayahnya. Saat singa dan beruang akan memangsa domba-dombanya ia memukulnya hingga mati. Oleh karena percaya kepada Tuhan yang besar dan dahsyat itulah yang membuat Daud memilih untuk maju bertempur menghadapi Goliat. Tindakan adalah buah dari iman. Tindakan-tindakan yang didasarkan kepada iman yang benar menghasilkan kemenangan.

3. Saat kita bergerak, maka Tuhan akan bertindak
Inilah cara kerja Tuhan, Tuhan akan bertindak saat kita bergerak. Iman melihat yang tak kelihatan, bukan melihat kenyataan. Daud tidak menunggu Tuhan bertindak, menunjukkan kuasaNya baru ia maju. Daud memilih maju lebih dahulu, setelah itu dia lihat tangan Tuhan menolongnya, mengarahkan batu umban yang dilepaskan tepat di dahi Goliat. Percaya itu tidak melihat tanda, percaya itu bergerak tanpa bertanya. Beranikanlah untuk bergerak maju menghadapi musuh, sebab saat kita maju, kuasa Allah akan menyokong hidup kita.

Mari kita lihat sebuah contoh yang dicatat dalam 1 Sam. 14: 1-23. Perhatikan ayat 6, 12 dan 15.
1Sam. 14:6 Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.”

 1Sam. 14:12 Orang-orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan dan pembawa senjatanya, katanya: “Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu.” Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya: “Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel.”

 1Sam. 14:15 Lalu timbullah kegentaran di perkemahan, di padang dan di antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan penjarah-penjarah itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi kegentaran yang dari Allah.

Yonatan tidak pernah tahu sebelumnya apa yang akan Tuhan kerjakan bagi dia dan bangsa Israel. Yonatan hanya memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan kemenangan dan menyerahkan musuh ke tangan orang Israel. Buah dari imannya, ketika ia bersama bujangnya berjalan maju ke perkemahan lawan, Tuhan membuat langkah mereka menggentarkan bahkan bumi gemetar sehingga musuh lari sebelum mereka tiba.  Haleluya!!

Kisah lain, kita dapat lihat dalam cerita sepuluh orang kusta yang dicatat dalam Lukas 17.
Lukas 17:14
Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.

Saat sepuluh orang kusta datang kepada Yesus agar disembuhkan, Tuhan Yesus tidak mendoakan atau menumpangkan tangan kepada mereka, Tuhan Yesus memerintahkan agar menunjukkan diri kepada imam. Orang-orang yang kusta ini tahu aturan torat, bahwa hanya orang yang sudah tahir dari kusta yang boleh menghadap imam. Menurut aturan mereka tidak boleh datang kepada imam sebelum sembuh, tetapi karena mereka percaya kepada perkataan Tuhan Yesus, maka sepuluh orang kusta ini pergi memperlihatkan diri kepada imam. Dan terjadilah, sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Lihatlah saat mereka bergerak, maka Tuhan bertindak.

Perjalanan 2020 masih panjang, jangan takut dengan tantangan yang menghadang, bergeraklah maju sebab saat kita bergerak, Tuhan akan bertindak. Lakukan saja apa yang bisa kita lakukan, selebihnya biarkan Tuhan yang berkerja. Percayalah Dia tidak pernah membiarkan kita, Tuhan pasti menyokong kita. Ingatlah perkataan Pemazmur dalam Mazmur 20:3 Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat kudus dan disokong-Nya engkau dari Sion.

Selamat berjalan bersama Tuhan, jadilah pembunuh raksasa yang memilih bertempur, bukan kabur. Tuhan memberkati – KJP!!