KUALITAS GEREJA SEMPURNA YANG AKAN DISINGKIRKAN KE PADANG GURUN – Oleh Pdt. J.S.Minandar (Ibadah Raya 1 dan 3-Minggu 19 September 2021)

puji Tuhan. Haleluya!

pada kali ini saya akan melanjutkan pembahasan khotbah sebelumnya mengenai sangkakala ke-4.

PENDAHULUAN

Dalam Wahyu 8:12,13 dikatakan bahwa pada saat Sangkakala – IV ditiup, di langit  terbang seekor Burung Nasar berseru: “Celaka; celaka dan celakalah. Burung Nasar yang terbang di angkasa ini ialah: Pengikut Yesus Yang Sejati, (Gereja Sempurna; Mempelai Wanita Kristus) yang sedang disingkirkan ke Padang gurun.

PENYINGKIRAN GEREJA SEMPURNA

Sebelum Gereja Sempurna disingkirkan ke padang gurun, lebih dahulu akan ada: Pemisahan Gereja, 1 Kor. 11:19 kejadiannya dicatat dlm. Wah 7:1-17.

Sehingga, saat Antikristus jadi penguasa dunia, Gereja Sempurna telah disingkirkan ke padang gurun, dengan kuasa dua sayap burung nazar yang besar, Wahyu 12:6,14.

Itu sebabnya dalam Wahyu 8:13

Gereja yang sempurna dianalogikan/digambarkan dengan “SEEKOR BURUNG NAZAR”

Wahyu 8:13 “Lalu aku melihat; aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.”

KRISTEN BURUNG NASAR

Dapat disimpulkan, untuk luput dari Antikristus sebagai penguasa dunia selama 3,5 tahun yang akan memerintah dunia dengan cara yang kejam.

Kita harus menjadi KRISTEN  RAJAWALI, yaitu: Pengikut Yesus Yang Sejati; Gereja Sempurna, Mempelai  Wanita  Kristus  atau  Hawa  Yang Akhir.

KUALITAS KRISTEN BURUNG NAZAR

Kalau Saudara ingin tahu, seperti apa kualitas pengikut Yesus burung nasar itu? Mari kita baca:

Wahyu 12:1 “Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.”

ADA BEBERAPA HAL MENGENAI KUALITAS ROHANI KRISTEN BURUNG NAZAR :

1. BERSELUBUNGKAN MATAHARI ( Wahyu 12:1a )

Ini berbicara mengenai gereja Tuhan atau manusia yang percaya kepada Yesus yang disinari oleh kemuliaan Allah, sebab pada awal mulanya manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Dia ( Kejadian 5:1 ).

Namun, karna dosa manusia kehilangan kemuliaan Allah ( Roma 3:23 ). Kita patut bersyukur melalui pengorbanan Yesus diatas kayu Salib kita diampuni dan memperoleh hidup yang kekal sehingga kita manusia mendapatkan kemuliaan Allah lagi tetapi dengan syarat jangan lagi berbuat dosa, kita harus menjaga keselamatan yang Allah berikan kepada kita ( Filipi 2:8 ). 

Sebab itu kita tidak bisa kompromi dengan dosa.

2. SEORANG CHRISTIANOS

Wah.12:1b ‘dengan bulan di atas kakinya’

Pengikut Yesus Yang Sejati yg akan disingkirkan ke padang gurun ialah anak Tuhan yang jalan hidupnya mengikuti jejak Yesus, yang hidupnya taat dan setia melakukan kebenaran firman Tuhan maka dengan itu kita dipelihara oleh Allah dari masa yang sukar/masa antikristus dengan disingkirkan ke padang gurun.

Artinya: Dalam seluruh aspek hidupnya, ia tidak menyimpang dari Firman Allah, pengikut Kristus yang sejati dan setia. setiap kita melakukan Firman Allah itu tidak akan pernah sia-sia dan Allah memperhitungkannya.

3. MENCINTAI PENGORBANAN YESUS

Matius 24:28 “Di mana ada bangkai di situ burung nazar berkerumun.”

Pengikut Yesus Yang Sejati yang disingkirkan ke Padang Gurun adalah anak Tuhan yang cinta dan menghargai korban Yesus di salib, artinya :

a). Senantiasa sadar, di manapun dia berada, Yesus ada dan bersikap hormat pada Yesus.

b). Mencintai perhimpunan jemaat, Matius 18:20, sebab ada Roti Hidup yg dipecah.

c). Mencintai Perjamuan Tuhan, 1 Korintus 11:23-25

d). Kesukaannya menyembah Yesus, Mazmur 22:4 “Tuhan hadir di tengah-tengah pujian umat-Nya.” (TL)

4. MENGADALKAN TUHAN

Dalam Yesaya 40:30,31

Usia; kekuatan; tenaga, keuangan, usaha, kekayaan dan kedudukan suatu saat tidak bisa diandalkan lagi, terbatas dan fana. Namun seringkali manusia itu lupa ketika sudah diberkati dan sukses dalam hal materi kepada Tuhan. Nasehat firman Tuhan menjelaskan bahwa sebagai pengikut Yesus yang sejati maka hidupnya itu bergantung penuh kepada Allah.

Tapi : orang yang menanti-nantikan Tuhan

Dalam Bahasa Ibrani : QAVA

DALAM BAHASA INGGRIS : To bind together by twisting.

Pengkhotbah 4:12b dikatakan : “Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

Kita, Yesus (Firman Tuhan) dan Roh Kudus menjadi satu jalinan dalam ikatan, yang tak bisa diputuskan. Antikristus dan Iblis sekali pun tak akan bisa kalahkan.

Haleluya!

PENIUPAN SANGKAKALA KE-IV PENYINGKIRAN GEREJA SEMPURNA KE PADANG GURUN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya-Minggu 5 September 2021)

Wahyu 8:12,13

Wahyu 8:12

“Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga  dari  bintang – bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.

Wahyu 8:13

Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata  dengan  suara  nyaring : “Celaka, celaka, celakalah  mereka  yang diam  di atas bumi oleh  karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.”

PENDAHULUAN

Peniupan Sangkakala IV, terjadi pada awal pemerintahan Antikristus. Sebab itu…

Sebelum Antikristus memerintah dunia.

  • Pengikut Yesus Yang Sejati akan disingkirkan ke Padang Gurun agar luput dari siksa dan kekejaman Antikristus sebagai oknum yang berkuasa di dunia selama 3,5 tahun.

KEGELAPAN MELANDA DUNIA

Wahyu 8:12 ditulis sebelum penyingkiran Gereja Sempurna akan ada kegelapan yang melanda seluruh dunia. Karena…

(1) matahari, (2) bulan, (3) bintang, (4) siang hari dan (5) malam hari cahayanya akan ber-kurang sepertiga bagian.

Angka 5 adalah angka: “PENEBUSAN”

Dengan lain kata mulai saat sangkakala VII ditiup, mulai saat itu Yesus akan melakukan pembalasan kepada manusia di bumi, yaitu mereka yang telah menolak dan menghina dan menyia-nyiakan karya keselamatan yang Allah anugerahkankan kepada manusia di dalam iman kepada Yesus.

SEEKOR BURUNG NASAR YANG BESAR

Di saat dunia dilanda kegelapan, ada seruan peringatan bagi umat manusia di dunia yaitu

  • mereka yang tidak percaya kepada Yesus
  • Orang yang percaya kepada Yesus, tetapi mereka tidak masuk dalam bagian Gereja Sempurna.

Wahyu 8:13

“Lalu aku melihat; aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata  dengan  suara  nyaring : “Celaka, celaka, celakalah mereka  yang diam  diatas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.”

BURUNG NASAR YANG BESAR

Yang pertama, yang akan kita bahas adalah:

Siapakah yang dimaksud: Seekor burung nasar yang terbang di tengah  langit, yang menyerukan peringatan yaitu seruan: “Tiga Kali Celaka!”

Mari kita bahas tentang burung nasar ini dengan mempelajari sebuah ayat dalam…

MATIUS 24:27-28

“Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahaya-nya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.”

Ada dua gelar yang disandang Yesus, yaitu :

(1) Anak Manusia; (2) Bangkai.

  1. ANAK MANUSIA

Yesus adalah Allah, tetapi Yesus harus jadi manusia karena keselamatan tidak bisa di- bayar dengan usaha; kebaikan; amal tapi oleh iman kita akan kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus, Efesus 2:8,9.

Berulang kali saya katakan bahwa didunia ini tidak ada seorang pun yang memenuhi syarat untuk menjadi : seorang penebus.

– sebab semua orang sudah berdosa ( Roma 3:23 ) dan tidak layak untuk jadi penebus.

– sebab itu untuk menebus manusia, Yesus yang adalah Allah harus menjadi manusia dan dan bergelar “Anak Manusia” ( Filipi 2:8 )

  1. BANGKAI

Matius 24:28 “Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.”

Yesus menerima gelar ini, selain sebagai:

  • Penghinaan dan Penderitaan

Pada saat Yesus ditangkap, diadili, disesah, disiksa, divonis  dan disalibkan, Yesus disa-makan dengan hewan.

Puncaknya..

Yesus mati dengan cara yang amat hina sama seperti bangkai seekor binatang. Tetapi bagi kita yang percaya kepada Yesus …

  • Yesus itu indah, mulia, kudus dan berharga, sebab hanya Yesus yang sanggup menyelamatkan dan memberikan hidup kekal kepada umat manusia.

 

 

BURUNG NASAR

BURUNG BANGKAI
PENGIKUT YESUS SEJATI

Anak-anak Tuhan yang percaya, mencintai dan melakukan Firman Allah.

Melayani Yesus dan setia mengikut  Yesus  sampai Yesus datang kembali.

PENGIKUT AGAMA DUNIA

Menolak, menghina Yesus karna percaya dan cinta ajaran-ajaran setan dan yang tak bisa menyelamatkan tapi membawa pada maut atau kebinasaan.

 

Apakah kita Kristen Burung Nasar atau tidak?

Dalam firman Tuhan banyak dicatat Gereja Sempurna yaitu Mempelai Wanita Kristus yang akan disingkirkan ke padang gurun, banyak digambarkan dengan gambaran:

Seekor Burung Nasar”.

GEREJA SEMPURNA YANG DISINGKIRKAN

Wahyu 12:1-6,12 mencatat kisah dan proses Allah menyingkirkan Gereja Yang Sempurna ke padang gurun.

Ay 1. Perempuan – Mempelai Wanita Kristus

Ay 2. Mengandung – ialah penggenapan dari Meterai-7 Pernikahan dengan Kristus.

Ay. 3,4 Naga (Iblis) berusaha memangsa Anak yang dilahirkan, Tapi Anak Laki-laki itu dibawa ke takhta Allah (surga)

Ay. 5,6   Perempuan yaitu Mempelai Wanita Kristus disingkirkan/meluputkan diri yaitu LARI ke padang gurun.

Wahyu 12:14

“Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu  selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.”

– DUA SAYAP BURUNG NASAR –

Perempuan dalam Wahyu 12:1 adalah:

Mempelai Wanita Kristus yaitu Gereja Sem-purna, Mempelai  Wanita  Kristus  yang lari atau terbang yaitu disingkirkan oleh Allah ke padang gurun. Sebab itu  Pengikut Yesus Yang Sejati, juga bergelar: BURUNG NASAR, Wahyu 8:13; Wahyu 12:14 dan lain-lainnya.

-REALISASI PERISTIWA PENYINGKIRAN-

Seperti apa wujud peristiwa Penyingkiran bila hal ini benar-benar digenapi?  Apa kita diberi sayap sungguhan? Atau akan seperti apa?

Dua Sayap Burung Nasar gambaran Kuasa Roh Kudus dua kali ganda, Wahyu 12:1c.

Contoh Pengalaman Filipus: Kis 8:26-40.

HALELUYA!

KOBARAN API PENTAKOSTA – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 28 Maret 2021)

Selamat datang Jemaat Tuhan di Ibadah Perayaan 100 tahun Gereja Pantekosta di Indonesia. Saya merasa terhormat sebagai generasi ketiga keluarga hamba Tuhan Pantekosta, untuk berdiri di hadapan Anda dan berbicara mengenai apa yang Tuhan mulai 100 tahun yang lalu di Indonesia.

Hari ini kita akan berbicara tentang api pantekosta yang membawa pada pengalaman Pantekosta. Kata “pantekosta” sendiri adalah istilah yang sering kita dengar dan bahkan menjadi bagian dari nama Gereja kita. Mungkin ada yang bertanya mengapa bukan “pentakosta”? Saya rasa nanti hal itu akan dijawab oleh rekan-rekan staf Gereja yang lain. Saya akan fokus kepada “pengalaman pantekosta”. Namun, apakah kita memahami pengalaman Pantekosta itu? Saya ingin membawa Anda kembali kepada pengalaman Pantekosta pertama kali di Yerusalem. Kisah Para Rasul 2:1-8, 11, 16-18, 40-41.

Kurang lebih sembilan belas abad kemudian, tepatnya di 1907, pengalaman Pantekosta di Yerusalem, hidup juga di Azusa Street, Los Angeles, California, Amerika Serikat. Mereka yang mengalami lawatan Roh Kudus, berkata-kata dalam bahasa yang tidak mereka kenal. Pergerakan api pantekosta ini juga menjalar sampai kota Seattle, Washington. Tahun 1919 ada sebuah Gereja Pantekosta yang dinamakan Bethel Temple dimana ada dua keluarga yang dipenuhkan oleh kuasa Roh Kudus dan memberi diri untuk menjadi misionaris. Nama mereka adalah Cornelius Groesbeek dan Richard Van Klaveren. Keduanya mendapat penglihatan dari Tuhan untuk melayani pulau Jawa. Saat itu pulau Jawa dan teritori yang dikuasai Belanda disebut Hindia-Belanda (Dutch East Indies).

Pada tahun 1921 kedatangan kedua misionaris ini menandai masuknya gerakan pantekosta di negara jajahan Belanda saat itu. Nama perkumpulan orang percaya itu disebut “De Pinkstergemeente in Nederlandsch Indie”alias ”De Pinksterkerk in Nederlandsch Oost-Indie” (yang secara literal berarti Gereja Pantekosta di Hindia Belanda). Setelah Belanda dikalahkan, maka negara Indonesia ada di bawah kendali pendudukan Jepang, dan pada 1942 banyak nama yang berbahasa Belanda kemudian di-Indonesia-kan, sampai kemudian Indonesia menjadi berdaulat, yang dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini berpengaruh pula kepada nama perkumpulan ini, yang pada akhirnya dikenal sebagai Gereja Pantekosta di Indonesia. Hari ini kita bersekutu di GPdI Mahanaim Tegal sebagai bukti nyata karya api pantekosta yang masuk ke Indonesia 100 tahun yang lalu.

Terdapat fakta-fakta dari pengalaman Pantekosta di Indonesia yang terjadi seabad lalu dalam catatan saya. Ketiganya ternyata punya relevansi dengan apa yang terjadi di dalam Alkitab.

1. Karunia Penglihatan.
Hal ini dialami oleh dua keluarga misionaris, Cornelius Groesbeek dan Richard Van Klaveren yang dengan jelas melihat Pulau Jawa di penglihatan mereka. Pengalaman yang demikian juga dialami oleh Rasul Paulus di dalam perjalanan misi, saat itu ia ada di Troas. Kisah Para Rasul 16:8-10.

Kita belajar dari kisah ini bahwa Allah bekerja dengan memberi visi kepada seseorang untuk melihat sesuatu yang selaras dengan rencana Tuhan, meskipun mereka sudah memiliki rencana yang lain (ayat 6-7).

Apa yang kita rencanakan juga bisa berubah ketika kita dipimpin oleh kuasa Roh Kudus. Galatia 5:25. Pengalaman yang sama baik Groesbeek – Van Klaveren maupun Rasul Paulus, yang mereka kejar dalam penglihatan itu adalah pemenangan jiwa-jiwa bukan keuntungan diri sendiri. Siapkah kita dengan perubahan? Keluar dari apa yang sudah kita rencanakan?

2. Kesatuan
Dua misionaris ini merupakan anggota dari Gereja Bethel Temple. Mereka menundukkan diri di bawah kepemimpinan Gembala Jemaat Bethel Temple yang bernama W.H. Offiler. Mereka juga didukung penuh oleh jemaat yang rindu melihat bangsa-bangsa dilawat oleh Tuhan. Mungkin mereka tidak menyadari 100 tahun kemudian, setelah mengutus dua misionaris ini, keputusan mereka menghasilkan kurang lebih 21,000 jemaat lokal di Indonesia.

Perubahan yang besar dapat terjadi melalui kesatuan dan ketekunan orang-orang percaya. Dalam Kisah Para Rasul 1:11-15 ada 120 orang yang berkumpul, berdoa, dan bertekun. Kemudian Roh Kudus melawat dan menambahkan jumlah mereka menjadi 3.000 orang percaya (ayat 41). Saat ini ada sekitar 2,3 milyar orang percaya, jumlah besar itu dimulai dari kesatuan hati 120 orang di Yerusalem.

3.Inspirasi
Para misionaris dari Amerika Serikat ini mengasihi orang yang berbeda bangsa, bahkan bahasa dengan mereka. Tetapi kasih mereka, yang digerakkan oleh kuasa Roh Kudus, melintasi batas-batas perbedaan. Apa yang mereka lakukan kemudian menginspirasi bapak-bapak GPdI mula-mula. Mereka melepaskan apa yang mereka terima dari dunia, dan percaya bahwa kuasa Tuhan lebih dari cukup buat mereka. Ini tercermin dari lirik lagu-lagu Pantekosta klasik. Contohnya: “Maju-maju saja”, “Kerja buat Tuhan”, “Mana-mana Tuhan panggil”. Lagu-lagu ini bukan sekedar lagu klasik, tetapi suatu ungkapan pengharapan yang membuat mereka bertahan di tengah tekanan.

Rasul Paulus menyadari panggilannya untuk melayani orang-orang non-Yahudi, meskipun ia dibesarkan dalam mazhab/aliran dalam agama Yahudi yang paling fanatik, yaitu sebagai golongan Farisi. Galatia 1:14-16. 1Timotius 2:7. Filipi 3:5. Ia kemudian rela untuk menderita, demi membuat banyak orang percaya kepada Kristus. 2Korintus 11:24-28. Apa yang Paulus lakukan menginspirasi hamba-hamba Tuhan dan jemaat Tuhan untuk terus bertahan.

Pengalaman pantekosta seharusnya tidak berhenti hanya menjadi pengalaman institusional, maksudnya hanya karena kita berjemaat di GPdI. Tetapi seharusnya ini menjadi pengalaman pribadi sehingga setiap jemaat mendapatkan karunia Roh yang khusus dari Tuhan. Kerinduannya setiap jemaat terdorong untuk bersatu, dan menjadi inspirasi untuk dunia.

Pengalaman pantekosta melibatkan keseluruhan diri kita: tubuh, jiwa, dan roh. Ketika Anda memuji Tuhan, ekspresi tubuh Anda menjadi cerminan apa yang dikatakan Yesus dalam Markus 12:30.

Setelah dengan tubuh menunjukkan kasih kita kepada Tuhan, ada catatan pengalaman orang-orang di Perjanjian Baru, dimana mereka menunjukkan kerinduan dalam jiwa mereka untuk mengalami Tuhan. Dari kerinduan itu kemudian Roh Kudus melawat mereka. Seperti di kisah-kisah berikut:

  • Kisah Para Rasul 1:13-14. Murid-murid berkumpul dengan tekun menanti janji pencurahan Roh Kudus.
  • Kisah Para Rasul 8:14-17.Orang-orang percaya di Samaria sudah menerima baptisan air, tetapi belum menerima Roh Kudus, mereka membuka diri untuk beroleh kuasa Roh Kudus.
  • Kisah Para Rasul 10:33, 44. Kornelius, seorang non-Yahudi, membawa sanak saudara dan sahabat-sahabatnya berkumpul. Mereka rindu mendengar Firman Allah, dan setelah itu mereka menerima Roh Kudus.

Tubuh yang digerakkan untuk Tuhan, kerinduan yang penuh pada Tuhan diikuti dengan pengalaman penuh dengan Roh Kudus. Saat itu mereka terhubung dengan keberadaan Tuhan yang adalah Roh, Yohanes 4:24. Mereka tenggelam dalam hadirat Tuhan, itulah mengapa orang-orang yang penuh dengan Roh Kudus bisa melakukan hal-hal yang tubuh dan jiwanya belum pernah lakukan sebelumnya, seperti berbahasa lidah, bernubuat, menari, memuji dan menyembah dalam jangka waktu yang lama. Biarlah kita rindu kobaran api pantekosta itu nyata di Gereja kita, di keluarga kita, dan di masing-masing pribadi kita.

MENAPAKI HARI BERSAMA TUHAN – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 20 Desember 2020)

Matius 2:1-12

Pendahuluan
Tidak terasa kita sudah berada dipenghujung tahun 2020, 10 hari lagi kita akan tinggalkan tahun ini dan memasuki tahun baru 2021. Tentunya ada banyak pengalaman yang telah kita lalui sepanjang tahun ini, lebih-lebih tahun ini menjadi tahun yang tersulit yang pernah kita lalui karena pandemi Covid yang terjadi. Apapun keadaannya, kehidupan harus tetap berjalan. Sesulit apapun kondisi yang kita alami, hidup ini tidak boleh berhenti. Kita harus tetap menjalani hidup ini hingga garis akhir perjalanan nanti. Itulah sebabnya pada hari ini kita akan belajar bagaimana menapaki hari-hari kedepan bersama dengan Tuhan.

Matius 2:1-12
Dikisahkan bahwa  sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. Melalui tuntunan bintang mereka mencari bayi Yesus yang baru dilahirkan. Meski perjalanan yang ditempuh sangat jauh, menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan diperjalanan, serta menghabiskan banyak uang dan perbekalan, pada akhirnya rombongan orang-orang Majus ini berjumpa dengan Yesus bersama Maria dan Yusuf di rumahnya. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. Itulah kisah perjalanan orang-orang majus yang mencari Yesus.

Sebelum kita membahas kisah perjalanan orang majus ini, marilah kita melihat terlebih dahulu, siapakah yang disebut orang-orang Majus ini.

Tentang orang majus
Ayat 1  Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Orang-orang Majus : dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata magoi (bentuk jamak dari magos), tetapi Alkitab tidak memberitahukan siapa sebenarnya mereka. Para penerjemah biasanya menerjemahkannya dengan “orang-orang bijaksana” (“wise men”) karena mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian tentang perbintangan dan ilmu lain.

Darimana orang-orang majus berasal?
Alkitab hanya memberi keterangan bahwa orang-orang majus ini berasal dari Timur. Kata Timur : ditulis dengan kata anatolē (“timur”), secara hurufiah berarti “tempat terbitnya matahari”, sehingga tepat jika diterjemahkan “timur”. Sebagian besar penafsir Alkitab menduga para majus berasal dari Babilonia atau Persia. Selain dari sisi geografis baik Babel maupun Persia sama-sama terletak di sebelah timur, dua kerajaan ini juga terkenal karena ilmu perbintangannya, apalagi di kemudian hari negara Babel juga dikalahkan oleh Media-Persia.

Jika kita memperhatikan tempat asal orang-orang majus ini dan jarak yang mereka tempuh, tentu perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah. Ada banyak kesulitan dan tantangan yang mereka hadapi diperjalanan. Pada awalnya mereka melihat bintang di Timur sebagai penanda lahirnya seorang raja, lalu melalui pimpinan bintang itu mereka memulai perjalanan mencari raja yang baru dilahirkan. Rupa-rupanya bintang itu tidak selalu nampak menyertai perjalanan mereka, ada waktunya dimana bintang itu hilang sehingga mereka harus berjalan tanpa tuntunan bintang. Orang-orang majus harus terus berjalan meski tanpa tuntunan, arah dan alamat yang jelas sampai mereka menemukan raja yang baru dilahirkan. Puji Tuhan, oleh pertolongan Tuhan, pada akhirnya mereka menemukan Yesus dalam sebuah rumah bersama dengan orang tuanya.

Hidup adalah sebuah perjalanan.
Hidup adalah sebuah perjalanan, maka tugas kita hanya berjalan dan terus berjalan, hingga kita sampai di tempat tujuan. Perjalanan ini diawali saat kita dilahirkan dan akan diakhiri saat kita meninggalkan dunia ini. Pertanyaannya? Bagaimana cara kita mengakhiri perjalanan hidup ini dengan baik. Bagaimanakah cara kita memenangkan perjalanan yang kita lakukan. Melalui kisah perjalanan orang majus ini, marilah kita belajar menapaki hari bersama Tuhan sampai kita meraih keberhasilan.

Prinsip-prinsip menapaki hari bersama dengan Tuhan
1. Fokuslah kepada siapa yang menyertai, bukan jalan yang kita lalui.

Perhatikanlah ayat 2 dan 9
Mat 2:2  dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Mat 2:9  Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

Apakah yang membuat orang-orang majus ini berhasil menemukan Yesus? Karena mereka fokus kepada siapa yang menyertai, bukan jalan yang dilalui. Jika orang-orang majus ini memperhatikan jalan yang mereka lalui, kesulitan yang dihadapi dan tantangan yang dialami, tentu mereka akan berhenti menempuh perjalanan ini. Untunglah mata mereka tertuju kepada siapa yang menyertai bukan tantangan yang menghalangi. Kehadiran bintang di Timur adalah sebuah pertanda akan penyertaan Tuhan dalam perjalanan yang mereka lakukan.

Jika kita ingin berhasil dalam menjalani hidup ini, maka fokuskan perhatian kita kepada Tuhan yang menyertai bukan jalan yang kita lalui. Banyak orang gagal menjalani hidup ini, bukan kurangnya pengetahuan yang mereka miliki, bukan sedikitnya modal yang dimiliki atau ketiadaan relasi, tetapi karena mata mereka tertuju kepada jalan yang dilalui bukan Tuhan yang menyertai.

Banyak orang berhenti di tengah jalan karena tak tahan dengan tantangan dan kesulitan diperjalanan. Tidak sedikit mereka memilih untuk menyerah dan berhenti melangkah karena tak kuat menghadapi masalah.  Ketahuilah, selama mata dan perhatian kita hanya tertuju kepada jalan yang kita lalui kita akan berhenti, tetapi jika mata kita tertuju kepada Tuhan yang menyertai maka kita akan terus berjalan maju dan mengalahkan setiap tantangan, kesulitan dan hambatan satu persatu.

Berapa banyak diantara kita yang meyakini akan pernyertaan Tuhan dalam perjalanan yang sedang kita lakukan? Sadarilah, jika kita dapat menjalani tahun 2020 sampai hari ini, itu semua terjadi karena Tuhan menyertai. Di tengah-tengah kesulitan yang sedang kita hadapi karena pendemi, penyertaan Tuhan akan selalu menjadi jawaban. Orang-orang yang sadar akan penyertaan Tuhan selalu memiliki keberanian untuk menjalani kehidupan.

Mazmur 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Apa yang membuat pemazmur tidak pernah takut dengan jalan yang lalui? Bahkan ditengah-tengah lembah kekelaman sekalipun? Keyakinan akan penyertaan Tuhan.  Hidup yang kita jalani kadang-kadang menghantar kita berjalan dalam lembah kekelaman. Kita berada di jalan-jalan yang menakutkan, penuh mara dan bahaya, berdiri diantara hidup dan mati, kita berada dalam pilihan melangkah maju atau menyerah kalah, dipulihkan atau mengalami kehancuran. Jika itu yang sedang kita hadapai yakinlah akan penyertaan Tuhan. Percayalah, Tuhan tidak hanya menyertai kita di jalan yang tenang dan senang, tetapi Tuhan juga beserta di jalan yang menakutkan, sulit dan bahaya sekalipun.

Sebaliknya orang-orang yang tidak menyadari akan penyertaan, mereka akan mengalami ketakutan saat ujian dan kesulitan datang.

Mat 8:25, 26
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Murid-murid sedang bersama Tuhan Yesus. Mereka ada dalam satu perahu, satu perjalanan, namun sayangnya murid-murid tidak menyadari akan penyertaan Tuhan dalam diri mereka. Itulah sebabnya mereka berteriak-teriak ketakutan saat gelambong datang.

Jangan takut memasuki tahun baru 2021, Tuhan yang telah menyertai kita di tahun ini, Tuhan yang sama akan menyertai kita memasuki tahun baru yang akan datang. Percayalah akan penyertaan Tuhan yang memberikan kemenangan kepada anak-anakNya. Ingatlah, bukan kemana kita melangkah, tetapi dengan siapa kita melangkah.

2Tawarikh 32:7,8
“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.

Sadarkah kita bahwa saat kita merayakan natal disetiap bulan Desember, Pribadi yang kita rayakan yaitu Tuhan Yesus Kristus yang lahir di kandang Betlehem namanya disebut : “Imanuel”yang berarti: Allah menyertai kita.

Matius 1:23
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.

Bahkan ketika Tuhan Yesus naik ke sorga, Dia berikan Roh Kudus untuk menyertai kita selama-lamanya.

Yohanes 14:16
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

2. Jangan berhenti, meski tantangan dan rintangan menghalangi.
Ayat 7  Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

Karena tidak mengetahui alamat atau tempat dimana bayi Yesus dilahirkan, maka rombongan orang majus ini menuju istana Herodes dan bertanya dimana raja yang baru lahir itu. Bukannya mendapat jawaban yang melegakan, Herodes justru menginterogasi orang-orang majus ini. Dikatakan: dengan teliti Herodes bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

Perjalanan yang ditempuh oleh orang-orang majus ini tidaklah mudah. Ada banyak kesulitan dan rintangan yang mereka hadapi dalam perjalanan, dan sekarang mereka menghadapi tantangan dari pihak kerajaan Herodes. Pertanyaanya, apakah mereka berhenti saat tantangan dan rintangan menghalangi? Tidak! Meskipun menghadapi banyak kesulitan dan tantangan namun orang-orang majus tetap berjalan maju hingga bertemu dengan bayi Yesus yang dilahirkan.

Sadarilah, bahwa tidak ada jalan mudah untuk meraih keberhasilan. Sukses itu butuh perjuangan kerja keras dan usaha. Sebab itu jangan menyerah meski pikiran dan tubuh telah lelah, jangan berhenti meski banyak tantangan yang menghalangi. Ingatlah: Orang-orang yang tidak mudah menyerah, tidak pernah kalah.

 2 Tawarikh 15: 7
tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”

 Ezra 10:4
Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!”

Apapun keadaan yang sedang engkau alami, janganlah berhenti untuk menjalani hidup ini. Kuatkanlah hati, teguhkan iman dan bangunlah kepercayaan kepada Tuhan bahwa Tuhan tidak akan membiarkan engkau berjalan sendirian. Melangkahlah dengan penuh keberanian, yakinlah bersama Tuhan kita raih kemenangan. Tuhan memberkati. KJP!

PENGGENAPAN TANDA-TANDA ZAMAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 8 Maret 2020)

LUKAS 21:10-11

 PENDAHULUAN
Dalam pasal ini, murid-murid bertanya kepada Yesus tentang tanda-tanda yang akan terjadi sebelum Yesus datang kedua kali. Lalu Yesus berkata bahwa kedatangan-Nya kedua kali akan didahului dengan berbagai peristiwa dahsyat, Lukas 21:8-19. Salah satu tanda yang akan dinyatakan menjelang Yesus datang kedua kali ialah sampar yaitu wabah penyakit atau epidemik.

KRONOLOGIS TANDA-TANDA ZAMAN
Jika kita perhatikan dalam Wahyu 6:1-17, dicatat secara kronologis dan rinci tanda-tanda yang harus terjadi sebelum Yesus datang kedua kali. Apabila tanda-tanda itu digenapi, tanda-tanda itu menjadi batu petunjuk bagi kita, kira-kira sejauh mana jarak kita dengan saat kedatangan Yesus kedua kali. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar berikut.

Pada gambar, jarak dari salib Kristus, ada waktu yang panjang. Dan ada garis putus-putus yang merupakan awal penguasa dunia yang bengis dan jahat yaitu Antikris dan diakhiri pada saat Yesus datang kedua kali. Dan sebelum kedatangan Yesus ada tanda-tanda yang menyertai. Tanda-tanda kedatangan Kristus yaitu:

✔ Pembukaan 7 materai dan saat akan masuk materai ke-7, yaitu di materai ke-6 masuk ke-7 ada pemisahan gereja. Allah akan memisahkan jemaat yang rohaninya sesuai kualifikasi Tuhan dan jemaat yang tidak bersungguh-sungguh kepada Tuhan.

✔ Setelah pembukaan materai, akan dilanjutkan dengan peniupan 7 sangkakala dan saat peniupan sangkakala ke-4, gereja akan mengalami penyingkiran. Setelah itu 3 sangkakala berikutnya akan ditiup. Setelah sangkakala, maka Yesus datang tetapi tidak berjejak di bumi. Dan mereka yang hidup sampai saat ini akan diubahkan, sedangkan yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan.

✔Setelah itu barulah cawan murka ditumpahkan dari cawan murka 1 – 6. Setelah itu terjadi perang Harmagedon dan dilanjutkan dengan pencurahan cawan yang ke-7, suatu hukuman bagi orang yang berdosa. Ingat saat Yesus disalib, Yesus katakan sudah selesai, yaitu dosa dan pelanggaran manusia. Dari tanda-tanda ini, gereja sudah ada di mail stone ke berapa?

Jika diperhatikan, sejak akhir Desember 2019 sampai sekarang, dunia geger dengan munculnya apa yang disebut sampar, epidemik atau wabah penyakit yang melanda hampir seluruh negara di dunia, disebabkan oleh Virus Corona (Covid-19). Sesuai firman Allah, wabah corona kira-kira penggenapan tanda zaman yang mana? Wahyu 6:7,8 – Jika materai keempat dibuka, muncul kuda hijau kuning dan menciptakan warna abu-abu dan kerajaan maut mengikutinya kemanapun ia pergi. Materai ke-4 ini disebabkan oleh pembukaan materai kedua dan ketiga yaitu tentang kelaparan dan peperangan yang telah melanda dunia.

DI MANA POSISI KITA
Apabila Tuhan izinkan kita melihat peristiwa sampar, epidemik atau wabah penyakit yang terjadi sekarang, Tuhan punya maksud supaya kita mengerti di mana posisi kita sekarang, bila dihubungkan dengan saat Yesus  datang kedua kali. Seperti gambar, maka posisi kita ada dimaterai keempat. Tetapi, kalau kita pelajari firman Allah, penggenapan Meterai keempat yaitu kematian akibat epidemik, yaitu sampar atau wabah penyakit yang terjadi secara mengglobal (mendunia).

Sebenarnya penyakit yang telah terjadi/ mendunia lebih dari 30 tahun lalu, yaitu virus HIV AIDS, yang mendunia pada tahun 1987. Kasus AIDS awalnya terjadi tahun 1920 dan terbawa hingga atlantik dan menjangkiti remaja yang tinggal di Amerika. Dokter percaya bahwa ia seorang penjajah pria. Namun akhirnya ditemukan bahwa virus ini juga dapat menyebar lewat darah dan jarum suntik. Tahun 1977, virus ini sampai di Eropa oleh seorang pelaut sehingga menyebar luas. Banyak yang telah meninggal oleh virus ini dan virus ini menyebar serta mendunia di tahun 1987.  Virus ini bersifat permanen. Sampai sekarang belum ditemukan obat – vaksin untuk virus HIV, (Human Immunodeficiency Virus), virus yang merusak  sistem  kekebalan  tubuh,  yang menginfeksi/ menghancurkan sel CD4). Apabila sesorang sudah dinyatakan sakit, penyakitnya disebut AIDS – Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Jadi materai keempat sudah dibuka karena setiap meterai dibuka yaitu penggenapan tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali, mulai  dari materi pertama dan seterusnya akan timbul dampak yang berlanjut sampai batas yang telah ditentukan Allah sendiri. Sebab itu perhatikan, kalau materai kekempat sudah dibuka atau sudah digenapi, maka yang benar, posisi kita sekarang penggenapan ada di materai kelima, Wahyu 6:9-11 yaitu penganiayaan terhadap orang  percaya (pengikut Yesus).

CAKAP DALAM MENILAI ZAMAN
Melihat kenyataan yang terjadi di dunia, dimana tanda-tanda zaman yaitu tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali dari ketujuh materai yang harus digenapi, beberapa di antaranya sudah nyata/digenapi. Sekarang, bagaimana sikap kita dan apa yang harus kita lakukan? Firman Allah memberikan nasihat dalam Lukas 12:54-59:

  • Ayat 54,55 – Bangsa Israel sangat mahir dalam menilai cuaca. Dan mereka gunakan itu sebagai peluang untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya secara materi. Dengan melihat kondisi alam yang terjadi, mereka dapat memprediksikan tindakan akan yang harus mereka lakukan, khususnya dalam memperoleh laba. Seperti yang terjadi sekarang, apa yang dilakukan orang-orang saat virus corona mewabah? Mereka mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Kita jangan hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan jasmani saja. Sudah waktunya serius dalam pengiringan kepada Tuhan.
  • Ayat 56 – karena kita lebih mudah menilai zaman dan perkembangannya, namun tidak mampu menilai kapan kedatangan Tuhan kedua kali. Itu sebabnya Tuhan Yesus menegur orang Israel. Tuhan kiranya memberi kepada kita ketajaman/kepekaan dalam menilai zaman ini. Terutama kedatangan Yesus kedua kali.
  • Ayat 57“Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?..” Tetapi keputusan ada di tangan kita. Apakah kita mau memperhatikan dengan seksama kedatangan Tuhan atau mengabaikannya. Oleh karena itu katakan kepada Tuhan “Tuhan, mulai sekarang aku akan buang – sunat atau potong semua dosa dan hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.”
  • Ayat 58 – Kemudian yang kita lakukan yaitu jangan pernah berusaha mencari pembenaran dihadapan Yesus.

PENUTUP
Bila kita mau berperkara dengan Tuhan yaitu mengakui semua kesalahan, kekurangan dan kelemahan serta ketidakpekaan kita untuk mengambil keputuasan yang dikehendaki Tuhan untuk dilakukan. Yesaya 1:18, datang berdoa kepada Tuhan, sebab meskipun dosa kita semerah kirmisi (dosa yang berat) akan menjadi bersih. Dosa masa lalu, kita jujur kepada Tuhan, maka Tuhan akan bersihkan (1 Yohanes 1:9). Tuhan kiranya menolong setiap kita untuk mengerti tanda-tanda kedatangan Tuhan yang semakin mendekat. Tuhan Yesus memberkati.

DIUBAHKAN MENJADI SERUPA DENGAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Maret 2020)

Kolose 2:13-15

PENDAHULUAN
Kolose 2: 13 – 15 merupakan kesimpulan dari perikop  ayat 6 – 15 tentang kepenuhan hidup dalam Kristus. Untuk itu kita perhatikan kalimat demi kalimat dari ayat 13-15, yaitu:
1. Ayat 13 – Kamu juga meskipun  dahulu  mati  oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah.
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa hampir seluruh anggota jemaat di Kolose terdiri dari orang-orang non Yahudi. Dengan 2 (dua) alasan Paulus berkata kepada jemaat Kolose, bahwa mereka akan mati atau masuk neraka, kalau mereka tidak percaya kepada Yesus, yaitu:
A. Jemaat Kolose sudah melakukan pelanggaran atau berdosa di mata Tuhan.
B. Orang Kolose bukan keturunan Abraham artinya bukan orang Yahudi dan tidak disunat secara lahiriah, sesuai ketentuan Taurat Musa.

Bukan hanya orang Kolose yang harus binasa, tetapi juga semua orang diluar bangsa Israel akan binasa karena memang berdosa, termasuk kita orang percaya karena dahulu kita juga adalah pendosa dan bukan keturunan Abraham. Tetapi syukur kepada Allah, dalam poin ke 2 dituliskan..

2. Ayat 13b – Telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita.
Artinya oleh kematian Yesus di kayu salib, dosa dan pelanggaran kita semua telah diampuni dan kita dihidupkan Allah bersama-sama Dia (Yesus). Mengapa disebut dihidupkan bersama Yesus?  Sebab sebagaimana Yesus mati di kayu salib, kita juga mati bersama Yesus ketika kita dibaptis. Dan sebagaimana Yesus dibangkitkan dari kematian, demikian juga kita keluar dari baptisan dan hidup dalam kehidupan yang baru bersama Yesus. Karena itu, syahadat pengikut Yesus adalah Roma 10:9,10 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Yesus telah menggantikan posisi kita. Seharusnya kita semua yang dihukum di neraka dengan siksa yang sangat mengerikan. Tetapi Yesus menggantikan posisi kita di atas salib. Kepada jemaat Kolose Paulus menggunakan istilah menghapuskan surat hutang.

3. Ayat 14Dengan menghapuskan surat utang, yang oleh ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita.
Dengan lain kata Paulus analogikan orang yang melakukan pelanggaran atau berbuat dosa sesuai tradisi semitik adalah sama dengan berhutang. Surat hutang dalam bahasa Yunani: “KHEIROGRAPHON” dalam naskah Ha-Berit (Ibrani) dipakai kata: HASHETAR, artinya sama: surat hutang; bon tagihan atau bill. Sebab dalam tradisi Israel, apabila ada orang berhutang dan tidak bisa membayar, maka yang dijadikan budak bukan hanya orang yang berhutang, tetapi seluruh keluarganya menjadi budak. Tetapi dengan orang yang berhutang dosa dan jika tidak bisa membayar hutangnya, konsekuensinya adalah maut (neraka) yaitu kematian kekal, seperti ditulis dalam Roma 6:23a“Sebab upah dosa ialah maut…”

Tetapi syukur kepada Allah, kita yang tidak mungkin bisa membayar atau melunasi surat hutang; bon tagihan  atau bill dosa kita, oleh kasih karunia Tuhan, Yesus telah melunasinya dan menghapus surat hutang; bon tagihan dengan memakukannya di kayu salib, Roma 6:23b. Kata “menghapus”, bahasa Yunani: EXALEIPSAS, artinya “membatalkan.” Dalam prakteknya, surat tagihan atau bon tagihan dosa itu dirobek dan dibuang karena dianggap sudah tidak mempunyai kuasa/kekuatan dan tidak berlaku. Inilah yang Yesus lakukan bagi kita, pada saat Yesus mati di kayu salib. Surat tagihan yang dituduhkan dan mendakwa kita, dirobek dan dinyatakan tidak berlaku lagi bagi orang yang percaya kepada Yesus. Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan jemaat di Roma, termasuk kita, bahwa orang yang percaya kepada Yesus tidak bisa dituntut dan didakwa lagi.

Roma 8:1“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman (tidak ada yang dapat mendakwa; menagih; menuntut dan mengancam) bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

TANGGUNG JAWAB KITA
Setelah kita dibebaskan dari tuntutan surat hutang yang mendakwa kita, maka tugas dan tanggung jawab kita di hadapan Tuhan adalah jangan sengaja berhutang lagi, artinya jangan sengaja berbuat dosa lagi ( Ibrani 10:28-29). Sebab itu kita harus membangun iman, sampai karakter Kristus yaitu “buah Roh” terlihat nyata dalam hidup kita. Dulu yang kita lakukan adalah perbuatan-perbuatan dosa seperti yang terdaftar dalam Galatia 5:19-21. Inilah yang menyebabkan kita berhutang  kepada Yesus dengan konsekuensi  maut. Tetapi setelah kita diampuni dan surat hutang kita dilunasi Yesus diatas kayu salib. Maka yang kita bangun dan lakukan dalam diri kita adalah membangun kerohanian kita, Galatia 5:22,23.

Tetapi, bagaimana kalau tidak membangun kekristenan, apalagi sampai memakai filosofi  ajaran  keristen “Sekali Selamat Tetap Selamat!” Sangat mengerikan, sebab hidup kekritenan kita menjadi tidak berkualitas apalagi tidak dapat menghasilkan buah Roh. Kita akan mudah roboh kerohaniannya.

Perhatikan Gambar:

Sebelum manusia jatuh dalam dosa, kita hidup dalam kemuliaan. Namun saat jatuh dalam dosa, tidak ada cara lain selain kita percaya kepada Tuhan Yesus lewat pengorbanan-Nya diatas kayu salib. Dan inilah awal mula kita beriman. Tetapi beriman saja tidak cukup, kita harus memiliki karakter Kristus yang terdapat dalam Galatia 5:22-23. Yang dimulai dari penguasaan diri, meningkat kepada kelemahlembutan, kesetiaan, kebaikan, kemurahan hati sampai sama seperti Yesus yaitu kasih yang kekal. Dengan menunjukkan karakter Kristus maka kita akan mencerminkan pribadi Yesus kepada semua orang yang belum mengenal Kristus. Salah satu contoh karakter Kristus adalah mengampuni.

MENGAMPUNI 70 X 7 KALI Matius 18:21-35
Berawal dari pertanyaan Petrus kepada Yesus. Dalam ayat 21,22 Petrus bertanya, “Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

  • Ayat 23, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan perihal Kerajaan Sorga seumpama raja yang mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Hal ini menggambarkan tentang kebaikan dan kemurahan Yesus, Raja atas segala raja dan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Yesus.
  • Ayat 24, Setelah raja mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Dengan begitu ketakutan, orang yang berhutang meminta belas kasihan raja. Siapa hamba yang berhutang 10.0000 talenta? Orang tersebut adalah kita (semua manusia). Sekecil apa pun dosa yang kita buat nilai hutang kita adalah sama, upahnya maut. Berapa nilai 10.000 talenta itu…?
    – 1 talenta =  6.000 dinar
    – 10.000 talenta =  10.000  X  6.000 dinar  =  60.000.000 dinar
    Kalau ada ajaran bahwa kita bisa selamat asal berbuat baik, amal, ibadah hal itu sama dengan kita bisa melunasi hutang 60.000.000 dinar. Dalam Matius 22:2, upah 1 hari  kerja = 1 dinar. Untuk melunasi hutang 60.000.000 dinar, berarti kita harus kerja selama 60.000.000 hari. Kalau usia kita 100 tahun, artinya 100 X 365 = 36.500 hari = 36.500 dinar. Sedangkan hutang kita 60.000.000 dinar. Berarti masih ada sekian banyak hutang yang harus dibayar dan artinya sepanjang hidup kita tidak dapat membayar hutang dosa kita. Maka yang dilakuakan oleh raja tersebut…
  • Ayat 27, Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Orang yang berhutang ini adalah kita yaitu orang yang berdosa. Saat kita akui semua kesalahan dan dosa (hutang dosa) kita di hadapan Tuhan dan oleh belas kasihan Yesus, oleh pengorbanan dan kematian-Nya, Tuhan Yesus menanggung semua hutang dosa kita, 1 Yohanes 1:7-9, sehingga dihapuskan-Nya surat hutang kita.
  • Ayat 28, Tetapi ketika hamba itu keluar, yaitu ia yang sudah diampuni surat hutangnya, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: “Bayar hutangmu!” Orang yang dibebaskan dari hutang 10.000 talenta (60.000.000 dinar itu) tidak punya belas kasihan (roh pengampunan), seperti tuannya, yaitu Yesus.

Dari kisah tersebut kita belajar bahwa sebagai orang Kristen yang sudah diampuni, karakter Kristus seharusnya juga ada dalam diri kita. Jangan sampai kita menyimpan dendam dan tidak mengampuni. Sebab orang yang tidak memiliki hati seperti Yesus yang penuh kasih dan pengampunan, tempatnya bukan di sorga tetapi di neraka.

Kehidupan yang dipulihkan – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 23 Februari 2020)

Lukas 19:9-10
Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham, sebab anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Zakheus adalah anak keturunan Abraham, ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan  kehidupannya dipulihkan. Inilah yang dirindukan oleh Tuhan dalam kehidupan kita orang percaya dimana Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, mencari orang berdosa dan terluka, bagi orang yang sakit, orang yang jauh supaya mendekat untuk diselamatkan dan dipulihkan. Berbeda respon dari orang-orang yang melihat Yesus saat ingin memulihkan Zakheus. Mereka lebih bersungut-sungut dan mencela, tapi Yesus justru melihat dengan penuh belas kasihan supaya setiap orang mengalami pemulihan dalam kehidupannya karena Yesus mencari dan menyelamatkan.

Kata dipulihkan
“Dipulihkan” artinya seorang berada dalam kondisi gagal, sakit parah, hidup dalam keluarga yang hancur, serta hidup dalam dosa yang memalukan dikembalikan seperti keadaan semula, diperbaiki dari kerusakan menjadi keadaan yang lebih baik.

Contoh di Alkitab, orang yang dekat dan jauh dengan Yesus yang kehidupan mereka dipulihkan.

  • Petrus (Yohanes 21:15-18). Pernah menyangkal Tuhan Yesus, dipulihkan kembali komitmenya untuk mengasihi Yesus lebih dari pada yang lain. Pertus mengalami pemulihan dan kembali melayani dan mengasihi Tuhan.
  • Paulus (Kisah Para Rasul 9:19). Saulus yang semula adalah pembenci dan penganiaya serta pembunuh pengikut Yesus. Saat dalam perjalanan ke Damsyik, ia terjatuh dan menjadi buta selama 3 hari dan Tuhan memulihkan keadaan Saulus sehingga namanya diganti Paulus dan menjadi murid Yesus yang melayani dan banyak jiwa yang diselamatkan.
  • Naaman (2Raja 5:1-14). Naaman adalah pribadi yang dahulunya tidak mengenal Allah Israel, tetapi ketika ia disembuhkan Tuhan, ia pun mengenal Tuhan yang benar dan sujud menyembah kepadaNya.

Kita mau belajar dari Naaman bagaimana menjadi pribadi yang dipulihkan oleh Tuhan. Sebelum Tuhan memulihkan segala sesuatu yang ada diluar kita, maka diri kita haruslah yang pertama dipulihkan.

Siapakah Naaman?
Naaman adalah seorang panglima perang, seorang yang memiliki pengaruh besar, seorang yang terhormat, seorang kaya raya, seorang yang perkasa dan memiliki keberanian, seorang yang kuat dan memiliki banyak kecakapan, seorang yang selalu membawa kemenangan bagi negaranya. Namun ia seorang penderita kusta. Seperti apakah penyakit kusta itu? Penyakit itu ada pada kulitnya yang penuh dengan sisik-sisik putih licin, mengkilap dan ditekan, daging di sekitarnya tidak terasa sakit lagi. Penyakit ini tidak terobatkan. Dikalangan orang Ibrani, penyakit ini dianggap najis dan berbahaya, karena simbol dari dosa sehingga penderita harus diasingkan dari masyarakat. Semua telah dimiliki Naaman, semua itu tidak dapat melindungi Naaman dari penyakit kusta. Apapun yang kita miliki tidak dapat melindungi kita dari sakit dan penyakit. Penyakit kusta yang diderita oleh Namaan telah menyebabkan dia kehilangan sukacita dan kegembiraan.

Ada seorang anak perempuan berasal dari Israel, ia menjadi tawanan perang dan dipekerjakan menjadi seorang pelayan di rumah Naaman. Ketika mengetahui bahwa tuannya sakit kusta, ia menginginkan kesembuhan atas tuannya. Kemudian ia memberitahukan bahwa di Israel ada seorang nabi yang bernama Elisa yang dapat menyembuhkan penyakit tuannya. Sekalipun ia belum pernah melihat Elisa menyembuhkan orang kusta, tetapi ia telah mengetahui bagaimana Allah Israel telah melakukan mujizat demi mujizat melalui nabi Elisa dan ia percaya bahwa lewat nabi Elisa Allah Israel sanggup menyembuhkan penyakit tuannya. Naaman yang adalah pemimpin besar dan sangat dihormati terimpartasi oleh iman seorang anak kecil dan pada akhirnya Naaman memilih untuk beriman seperti iman seorang anak kecil ini.

Bagaimana menerima pemulihan?
1. Pemulihan dapat terjadi jika ada iman di dalam hati.
Sekalipun Naaman belum melihat, namun ia beriman juga dan sangat percaya bahwa apa yang dikatakan oleh anak kecil itu pasti terjadi. Iman timbul oleh pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17). Iman dapat tumbuh saat firman Tuhan didengar, diresapi dan disimpan di dalam hati. Banyak orang tidak mau memasang telinganya baik-baik untuk mendengar firman Tuhan, atau dia mendengar tetapi firman Tuhan itu masuk telinga yang satu dan keluar dari telinga yang lain. Banyak orang percaya hanya mau mendengar khotbah yang penuh dengan humor yang menghibur bukan mencari tahu apa yang Tuhan mau melalui firman-Nya. Hanya firman Tuhan yang dapat membangkitkan iman di hati kita.

Mengapa begitu pentingnya iman? Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang yang tidak kita lihat.” Iman adalah dasar, ini menyatakan bahwa tanpa iman kita tidak dapat membangun pengharapan kita. Kalau tidak ada dasar maka tidak ada bagunan. Bisakah sebuah bangunan yang sempurna dibangun tanpa dasar? Bisakah kita memperoleh apa yang kita harapkan tanpa iman? Saat kita beriman kepada Yesus dan Yesuslah sebagai dasar iman kita maka seluruh permintaan kita pasti terjadi. Markus 11:24, “Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Dengan iman kita dapat melihat pemulihan itu terjadi!

Naaman tidak hanya beriman saja tetapi imannya membuat ia bertindak! Yang ia lakukan:

  1. Menghadap raja dan meyakinkan raja atas atas apa yang ia percayai, ayat 4 dan 5
  2. Ia membawa surat resmi dari raja Aram kepada raja Israel
  3. Ia tidak akan pergi dalam penyamaran, tetapi pergi dalam status dan dengan satu rombongan besar, untuk semakin menghormati nabi.
  4. Ia tidak akan pergi dengan tangan kosong, tetapi membawa dengan emas, perak, dan pakaian.

2. Pemulihan dapat terjadi jika ada ketaatan terhadap apa yang Tuhan mau
Naaman memang memiliki iman dan oleh imannya ia bertindak namun di dalam pikirannya ia telah memikirkan bagaimana nantinya ia dipulihkan. Datanglah seorang suruhan dari Elisa kepada Naaman, bahwa Naaman akan sembuh jika ia mandi tujuh kali dalam sungai Yordan. Sesuatu yang mustahil dilakukan yang disodorkan oleh Elisa kepada Naaman. Hal ini membuat Naaman menjadi gusar (ayat 11-12) dan panas hati. Ia berpikir kalau Elisa akan menyembuhkan seperti apa yang dipikirkannya dan dilihat di daerahnya. Lagi pula semua orang baik orang Aram maupun orang Israel tahu bahwa sungai Yordan tidak dapat menyembuhkan penyakit kusta. Bahkan sesuatu yang tidak biasa yaitu orang sakit disuruh mandi, bukankah akan tambah sakit!

Apa yang tersirat dari kebenaran ini. Namaan perlu tahu bahwa bukan sungai Yordan yang menyembuhkannya, tetapi kesembuhan yang akan ia terima adalah kasih karunia dan kuasa Allah ketika Naaman menaati apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi Elisa. Allah hanya mencari ketaatan dari kehidupan Naaman. Iman tidak cukup bagi Naaman untuk menerima kesembuhan dan pemulihan tetapi Allah menghendaki agar Naaman belajar taat kepada perintah Tuhan. Sulit bagi Naaman untuk taat karena ia seorang panglima dan hanya kepada perintah raja saja ia akan taat. Namun ketika ia dinasehati, ia taat melakukannya. Sebuah contoh dalam Perjanjian Baru dalam Lukas 17:11-19 (10 orang kusta yang disembuhkan oleh Tuhan karena ketaatan mereka terhadap perintah Tuhan).

Kadang-kadang bukan kesembuhan yang menjadi tujuan akhir Tuhan bagi kita, tetapi yang menjadi tujuan akhir Tuhan ialah bagaimana kita dapat berubah dari sikap yang tidak taat kepada sikap yang taat.

Ada dua binatang yang memiliki pembawaan yang berbeda, yaitu anjing dan kucing. Anjing terkenal sebagai binatang yang taat dan loyal terhadap tuannya. Kalau ada makanan di meja anjing tidak akan makan kalau tuannya tidak memberikan. Beda dengan kucing. Kucing terkenal dengan binatang yang curang. Dihadapan tuannya dia begitu lembut, tetapi kalau ada makanan di meja yang tidak tertutup dan tidak ada majikannya, maka kucing yang lembut tadi berubah menjadi kucing yang liar, dia akan makan sampai habis.

Pemulihan akan terjadi jika Tuhan mendapati ketaatan dalam hidup kita. Tuhan tidak mencari orang kristen yang duniawi, yaitu orang orang-orang percaya kepada Yesus namun kehidupan masih duniawi. Atau orang kristen sorgawi, yaitu Kristen yang hanya memikirkan perkara-perkara sorgawi tanpa memperhatikan keseimbangan-keseimbangan dalam hidup ini. Contoh: ia berpikir kalau hidupnya sudah di sorga jadi tidak perlu bekerja, tidak perlu berolah raga, tidak perlu melayani dan ia berpikir bahwa dengan doa segala sesuatunya beres, pasti Tuhan sediakan! Tetapi yang Tuhan cari adalah orang kristen yang mengerti isi hati Tuhan dan mau taat melakukannya. Orang seperti ini tahu betul isi hati Tuhan karena ia bergaul akrab dengan Tuhan. Orang seperti inilah yang akan mengalami pemulihan.

Apa yang membuat engkau tidak taat hari-hari ini? Di area mana engkau tidak taat? Faktor apa yang membuat engkau tidak taat? Ambil komitmen saat ini! Mulailah belajar untuk taat terhadap apa yang Tuhan mau, jangan biarkan iblis menang atas hidupmu, jangan biarkan ia memperbudak dan menawan hidupmu. Keluarlah dari situasimu yang sulit, sebab Tuhan menjanjikan pemulihan bagi orang yang taat.

3. Pemulihan dapat terjadi jika ada kerendahan hati di hadapan Tuhan.
Perintah nabi untuk mandi sebanyak tujuh kali dalam Yordan adalah suatu perintah yang menuntut bukan saja ketaatan tetapi kerendahan hati. Mengapa?
1).  Yang menemui Naaman hanyalah sorang pengerja Nabi Elisa.
2)  Yang diperintah adalah Naaman yang memiliki reputasi baik dan kedudukan yang tinggi, apa mungkin ia harus mengorbankan reputasi dan kedudukannya dengan merendahkan diri mandi dihadapan bawahannya. Baik kalau penyakitnya sembuh kalau tidak?
3) Lagi sungai Yordan tidak sebersih sungai-sungai di Damsyik, bukankah sungai-sungai di itu lebih higenis airnya dibandingkan sungai Yordan!

Dalam kerendahan hati, Naaman masuk ke dalam sungai Yordan dan membenamkan diri sebanyak tujuh kali, maka pulihlah ia dari sakitnya dan ia menjadi tahir. Kerendahan hati membawa Naaman menerima pemulihan yang sempurna atas penyakitnya dan kehidupannya. Belajar untuk rendah hati di hadapan Tuhan itu sulit sebab banyak yang harus kita korbankan. Reputasi dan kedudukan kita menjadi taruhannya untuk hidup rendah hati. Ketika kita tinggi hati kita akan hancur, tetapi waktu kita merendahkan diri dan hati kita maka Tuhan akan mengangkat kita dan memulihkan kita.

Jika masih ada keegoisan dan kesombongan yang belum dilepaskan, kita masih berkata bahwa kita mampu, kita sanggup dengan kekuatan kita maka pemulihan itu tidak akan terjadi. Kita harus melepaskan apa yang kita pegang saat ini dan membiarkan tangan Tuhan yang memegang kita. Biarkan Tuhan yang memegang kehidupan kita sehingga Ia dapat membawa kita ke tempat yang aman. Naaman bukan saja dipulihkan dari sakitnya, tetapi ia dipulihkan menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Iman semakin jelas dan ia menjadi penyembah kepada Allah yang benar.

Kesimpulan
Tuhan mau memberkati kehidupan orang percaya yang mau dipulihkan. Bagaimana dengan kita? Jika Saudara mau dan rindu Tuhan bekerja lebih dalam maka lebih dulu kita mengalami pemulihan dari Tuhan.

DIKUBURKAN dan DIBANGKITKAN bersama YESUS – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2  – Minggu, 23 Feb 2020)

Kolose 2:12 

PENDAHULUAN
Beberapa minggu lalu sudah dibahas dalam Kolose 2:11 bahwa sebagai orang percaya, yang hidup didalam Yesus, ia telah disunat dengan sunat Kristus. Sunat yang rasul Paulus maksud di ayat ini bukanlah sunat jasmani, yaitu upacara pemotongan kulit khatan sebagaimana ketentuan Hukum Taurat yang diajarkan oleh Musa. Tetapi “Sunat Kristus atau Sunat Rohani”, yaitu pengalaman rohani yang dialami saat seseorang percaya kepada Yesus, bertobat lalu ia memotong atau membuang dan menanggalkan semua dosa dan kejahatan masa lalu yang telah  diperbuat.  Pada  saat  itulah seseorang akan mengalami apa yang disebut “mati dari hidup yang lama”, Roma 6:2.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan setelah mati dari cara hidup yang lama adalah menguburkan dan bangkit dalam baptisan bersama Yesus. Menguburkan hidup yang lama dalam baptisan air dan hidup dalam keadaan yang baru bersama Yesus. Inilah yang Paulus katakan kepada jemaat Kolose, dalam Kolose 2:12 “Dengan Dia (Yesus) kamu dikuburkan  dalam baptisan…” Orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, bertobat dan mati dari hidup yang lama, ia harus dikuburkan. Caranya: orang tersebut harus menguburkan hidup lamanya  dengan jalan: “dibaptiskan dalam baptisan air.”

Perhatikan Roma 6:4a “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia, oleh baptisan dalam kematian…” Tapi tidak berhenti sampai disitu. Roma 6:4b, mengatakan: “Supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

KESIMPULAN TENTANG BAPTISAN AIR
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “baptisan air” bukan sekedar ritual gereja, tetapi baptisan air ialah saat kita mendeklarasikan diri di hadapan Tuhan bahwa hidup kita yang lama telah mati dan telah kita kuburkan. Dan dengan baptisan air, kita bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru. Sebab itu, setiap orang yang benar-benar menerima (percaya) kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, orang tersebut telah disunat dengan sunat Kristus, yaitu menanggalkan semua dosa dan kejahatan kita dimasa yang lalu. Dan menjadi ciptaan yang baru atau telah lahir baru.

2 Korintus 5:17, “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Dengan deklarasi hidup yang baru, membuktikan bahwa kita bukan produk Adam yang mewarisi sifat-sifat Adam yang berdosa tetapi telah mewarisi sifat-sifat Yesus, sebab di dalam Yesus, semua dosa kita diakhiri. Itu sebabnya, salah satu gelar Yesus adalah: “Adam yang akhir.”

1 Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang  menghidupkan.”

Artinya tubuh kita, kita warisi dari Adam tetapi roh dan jiwa kita yaitu sifat dan karakter kita, yang kita warisi dari Adam, nenek moyang, kakek, dan ayah kita telah dibuang, dipotong atau disunat. Dan sifat-sifat yang baru, yaitu sifat-sifat Kristus sudah datang. Sebab itu kata firman Allah, bahwa setiap orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, ia adalah ciptaan baru; barang baru; produk baru yang berkualitas.

Perhatikan Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan (diproduksi) dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang persiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya, (memperaktekkannya).”
Jadi didalam Kristus, kita hidup dalam cara hidup yang baru.

CONTOH HIDUP YANG BARU
Sebuah contoh dalam Alkitab, tentang seorang yang mengalami hidup yang baru, yaitu  Zakheus, Lukas 19:1-10. Pada saat itu, Yesus melintasi kota Yerikho, suatu kota yang dikutuk Yosua, Yosua 6:26. Tetapi di kota ini, Yesus justru melawat dan menyelamatkan seorang yang setiap hari dikutuki masa yaitu, Zakheus. Sebab selama ini orang hanya melihat kejahatan Zakheus, tetapi mereka tidak melihat dalam hati Zakheus ada rasa haus akan kebenaran. Ketika Zakheus mendengar berita Yesus lewat di Yerikho, Zakheus meluapkan keinginannya untuk dapat melihat dan bertemu Yesus.

Meskipun kekayaan yang dimiliki Zakheus bisa memenuhi kebutuhan jasmani Zakheus tetapi kekayaannya itu tidak bisa memenuhi kebutuhan rohani yang ada di dalam diri Zakheus. Zakheus melupakan semua ego dan gengsi, tanpa malu ia panjat pohon ara untuk dapat melihat Yesus. Dari sekian banyak orang yang ada di jalan saat itu, Yesus tidak terkecoh oleh penampilan mereka. Yesus tahu mana yang sungguh-sungguh datang untuk mencari Yesus atau sekedar formalitas. Sebab itu Yesus segera menanggapi kerinduan Zakheus dan Yesus akan menumpang di rumah Zakheus. Ingat, bahwa Yesus diam dan bertakhta di hati orang yang benar-benar rindu, haus dan lapar akan pribadi Yesus, yaitu Firman Allah dan Roh Kudus. Amos 5:4 “Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup.”

Tetapi dalam Lukas 19:7, janji Yesus untuk menumpang di rumah Zakheus dinilai negatif oleh orang Israel. Orang hanya melihat masa lalu hidup Zakheus tapi mereka tidak tahu pengalaman rohani yang Zakheus alami karena lewat perjumpaan Zakheus dengan Yesus membuat Zakheus mengalami kelahiran baru.  Zakheus mengalami sunat rohani, dosa dan kejahatan masa lalunya telah disunat. Sekarang ia telah jadi ciptaan yang baru sehingga ketika orang menuding Zakheus adalah orang jahat dan orang berdosa, Zakheus membuktikannya bahwa Zakheus yang lama sudah mati dan dikubur. Zakheus yang baru telah bangkit dan inilah: deklarasi Zakheus di depan orang banyak dalam Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang  kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Dulu hidup Zakheus hanya fokus untuk harta dunia, Zakheus berusaha untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya, sekalipun dengan cara keji dengan memeras, berbohong dan menipu. Tapi kini Zakheus fokus kepada harta rohani, Zakheus buktikan dengan menyerahkan separuh dari kekayaan yang Zakheus miliki kepada orang miskin. Bahkan setiap orang yang pernah Zakheus peras atau tipu, uang itu Zakheus kembalikan dengan bunga 400%. Artinya, orang yang dulu merasa dirugikan Zakheus, sekarang justru merasa jadi beruntung sebab mereka dapat bunga 400% dari Zakheus.

PENUTUP
Demikian halnya dengan setiap orang percaya, bahwa kita harus mengalami kelahiran baru. Dimana hidup kita yang lama sudah disunat atau dipotong sehingga mati, lalu dikuburkan, bangkit dengan cara hidup yang baru dengan mendeklarasikan lewat baptisan air dan hidup dengan cara hidup yang diwarisi oleh Adam yang terakhir yaitu Yesus. Dengan demikian kita akan melihat bagaimana rencana Allah akan tergenapi dalam setiap hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

SUDAH SELESAI – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 16 Februari 2020)

For every beginning has an end.”
Untuk segala sesuatu yang dimulai selalu ada akhirnya. Jadi ada awal dan akhir. Ada Alfa, ada Omega (ini untuk huruf Yunani), ada “A”, ada “Z” (ini untuk huruf alphabetical yang biasa kita kenal).

Misalnya saja dalam rangkaian minggu penciptaan yang tertulis di Kejadian 1. Ada awal dan ada akhir dari rangkaian itu, yang akhir kita sebut sebagai hari Sabat. Pada masa Perjanjian Lama ini adalah hari Sabtu dan sekarang di masa Perjanjian Baru itu adalah hari Minggu.

Ketika bicara tentang awal penciptaan banyak “orang-orang pintar semacam ilmuwan” yang tidak percaya dan berusaha membuktikan sebaliknya. Ada yang disebut “partikel tuhan” atau secara ilmiah mereka menyebutnya “Higgs boson” dan secara singkat itu adalah partikel yang menyusun segala sesuatu benda di dunia. Tetapi pastilah mereka akan gagal karena mereka sudah menutup mata mereka bahwa Allah adalah yang pertama dan pencipta segalanya. Segala sesuatu juga akan berakhir olehNYA.

Kita mengatakan “It is done” ketika kita sudah menyelesaikan suatu pekerjaan. Ini sama dengan “it is finished”. Done atau finished itu sinonim dengan kata-kata dalam bahasa Inggris: complete, perfect, good. Semua definisi yang saya sebutkan di kalimat terakhir itu menariknya tergambar dalam 3 ayat-ayat yang berurutan di Kejadian 1:31 dan Kejadian 2:1-2.

Good.
– Kejadian 1:31.

Finished.
– Kejadian 2:1.

Complete.
– Kejadian 2:2.

Apa makna dari yang tertulis di lembar pertama Alkitab kita ini?
Allah menciptakan segala sesuatu dalam bentuk yang final, sehingga kita bisa berkata bahwa teori evolusi itu tidak Alkitabiah. Kita, manusia, ciptaan Allah, adalah ciptaan yang sempurna (Kejadian 1:27) dan kita diciptakan untuk suatu tujuan (ayat 28). Karena itulah bahkan ketika manusia jatuh, Allah langsung merencanakan penebusan, Kejadian 3:15.

Manusia berharga di mata Tuhan, bahkan bagi mereka yang dipilih dan dipanggil dalam rencana Allah (seperti bangsa Israel dan juga bagi kita Israel Rohani) Allah mengatakan bahwa kita: “berharga di mataNYA, mulia, dikasihi, dan mendapat jaminan perlindungan.

Yesaya 43:4
You are perfect in His sight. Stop comparing yourself with others. You will become imperfect and feel invaluable by doing that.

Kembali pada ibadah kita, mungkin ada pertanyaan mendasar, mengapa Yesus harus berkorban? Gembala Jemaat GPdI Mahanaim di Tegal pernah menyampaikan hal ini, dengan analogi cerita perumpamaan Yesus di Lukas 10:25-37.

Sejak kejatuhan manusia, manusia ditentukan untuk mati. Kita lahir untuk mati! Iblis mendapat kesempatan untuk merampok kita habis-habisan. Keunggulan, keistimewaan dan kemuliaan manusia mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Jika tidak ada juruselamat, maka kita pasti mati. Mati disini baik secara:

  • Maksudnya dengan makin singkatnya waktu hidup, dari Kejadian 6:3 (sampai dengan 120 tahun) hingga Mazmur 90:10 (hanya 70 sampai 80 tahun saja).
  • Rohani (masuk di dalamnya aspek Jiwa juga). Maksudnya ketika manusia menjadi fasik (jahat) maka ujung jalannya adalah kebinasaan. Mazmur 1:6.

Untuk menjadi juruselamat dunia, Yesus harus mati! Mengapa? Untuk menggantikan kita yang harusnya mati. DIA mati supaya kita hidup. Gambarannya adalah seperti korban di Perjanjian Lama (Imamat 16:34) perlu dikorbankan setiap tahun untuk pendamaian. Namun itu semua digenapi dengan korbanNYA yang menjadi penanda suatu Perjanjian Baru. Korban yang sempurna, sekali untuk selamanya, Ibrani 9:28.

Jadi ketika Yesus berkata “sudah selesai” (Yohanes 19:30) berarti misinya sudah selesai, dosa tidak lagi “menjajah” hati manusia. Penghukuman yaitu maut yang diakibatkan dosa tidak lagi jadi bagian kita, Roma 8:1-2.

Sekarang, bagaimana dengan dirimu?

  • Apakah dirimu masih dipenuhi rasa bersalah?
  • Apakah kamu masih belum bisa lepas dari perbuatan dosa?
  • Apakah kamu masih berhubungan dengan roh-roh lain yang mengikatmu?
  • Apakah kamu masih sementara mencari kebenaran?
  • Apa yang bisa Yesus tawarkan kepadamu hari ini adalah, apakah kamu mau percaya?

Ketika Yesus berkata “sudah selesai” berarti iblis sudah tidak bisa menuntut kita lagi. Hukuman itu dilalukan (Passover/Pesakh/Paskah) dari ketika kita di dalam Yesus. Bagaimana bisa kita hidup di dalam Yesus? Apakah itu berarti tinggal di dalam gereja? Bukan, ketika kita hidup di dalam Yesus artinya:

  • Yohanes 3:18. DIA sudah memberikan fasilitas untuk kita bisa menjadi utuh (complete) dan baik (good), setelah kejatuhan manusia dalam dosa.
  • Hidup benar. Yohanes 3:21. Berarti hidup menghindari dosa. Ingat Yesus menjadi dosa bukan karena DIA berdosa. Demikian kita dibenarkan bukan karena kita sudah benar, tetapi karena kebenaran Allah yang “diberikan” pada kita. Masakan kita mau mempermainkan pemberian itu dengan hidup tidak bertanggungjawab. Masakan kita mau disebut “orang yang tidak tahu untung, sudah ditolong, tetapi malah menyalibkan Yesus lagi”.
  • Datang pada terang yaitu DIA. Yohanes 8:12. Orang yang hidup dalam kebenaran tidak menyembunyikan apapun. Semuanya terbuka, dan dia senang dalam terang. Tetapi sebaliknya mereka yang hidup di gelap, suka menyembunyikan hidupnya dan menjauh dari terang.

DALAM PERLINDUNGAN ALLAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya – Minggu, 9 Februari 2020)

MAZMUR 91 

Pendahuluan
Hari-hari yang akan kita jalani dalam dunia ini, seperti nubuatan Alkitab ‘akan bertambah sukar’, bukan hanya di bidang ekonomi, keamanan dan sosial.  Hari-hari ini, dunia sedang menghadapi krisis kesehatan bersamaan dengan berkembangnya Virus Corona yang sampai hari ini sudah mencapai 29 negara yang terdampak penularan virus ini. Kasus yang terdeteksi sudah lebih dari 76.738, mengalami kesembuhan baru 18.562, sedangkan yang meninggal sudah mencapai 2.247 dan akan terus berkembang.

Hal itu memang sudah dinubuatkan oleh Firman Tuhan, tentang pembukaan meterai-meterai yang terdapat dalam Wahyu 6 tentang pembukaan meterai-meterai. Seperti Wahyu 6:7-8 “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.”

Namun kita percaya, janji perlindungan Tuhan kepada anak-anak-Nya juga akan digenapi. Seperti tertulis dalam keseluruhan Mazmur 91.

Maz 91:1  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

Maz 91:2  akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Maz 91:14  “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Tradisi Yahudi

  • Dalam tradisi bangsa Yahudi, Mazmur ini sudah sangat dikenal. Dibaca saat ibadah pagi Pesukei Dezimra pada hari Sabat, Hari Raya Yahudi Yom Tov, dan Hoshana Rabbah.
  • Dibaca setelah ibadah petang Maariv pada Motzei Shabbat.
  • Dibaca dalam doa sebelum tidur Bedtime Shema.
  • Dibaca 7 kali dalam upacara pemakaman.

Tradisi Kristen

  • Dalam tradisi Kristen (Kristen zaman permulaan) dinamakan “Qui habitat” dikenal sebagai Mazmur Perlindungan.
  • Dalam lagu-lagu rohani, mazmur ini sering dinyanyikan pada waktu mengalami kesusahan.
  • Di gereja-gereja barat sering dinyanyikan atau dibaca pada ibadah Compline – doa malam .

Saat ini Mazmur 91 dikenal sebagai Mazmur Prajurit. Tentara angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan Marinir, mereka sering membawa salinan kecil di dompet ke mana pun mereka di tempatkan.

Kunci Perlindungan
Ada 4 nama Allah yang disebutkan dalam Mazmur ini, khususnya Ayat 1 dan 2.
1. El-Elyon (Allah yang Mahatinggi)
2. El-Shadday ( Allah yang Mahakuasa)
3. Yehovah (Tuhan)
4. Elohim (Allah)
Dari ke 4 nama Tuhan ini jelas bahwa perlindungan Tuhan bagi anak-anakNya begitu sempurna.

Dan kunci perlindungan tersebut ada di 2 ayat tersebut di atas, yaitu

  • Duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang Mahakuasa. Dalam salinan KJV disalin dengan kata ‘Secret Place’ atau Tempat Rahasia Allah.
  • Yang kedua adalah hati yang melekat

1. Tempat Rahasia Allah
Kata ‘duduk’ dan ‘bermalam’ mengindikasikan setiap saat dan setiap waktu, siang dan malam. Dimanakah tempat tersebut?

  • Apakah doa di dalam kamar? Seperti yang ditulis dalam Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
  • Apakah ada suatu tempat spesial untuk kita berjaga dan berdoa? Seperti Luk 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
  • Apakah yang dimaksud adalah berdoa setiap waktu? Seperti yang tertulis dalam Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus
  • Tempat rahasia Allah ini pasti bukanlah sebuah tempat yang dapat ditetapkan sebagai hal yang permanen. Dalam ayat 11, Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Ayat 12,  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.  Tempat rahasia ini adalah dalam Roh manusia kita sendiri, tempat dimana Roh Allah tinggal. Disinilah tempat dimana roh manusia kita dihubungkan dengan kesadaran terus menerus tentang kehadiran Allah.

2. Hati yang melekat
Hati yang melekat (Ibrani “chashaq”) yang berarti: mengarahkan hatinya, jatuh cinta, dan menginginkan/ hasrat. Hati yang melekat ini adalah hasil dari sebuah HUBUNGAN kasih yang selalu membuat kedua pihak yang sedang jatuh cinta akan selalu mengarahkan hatinya, ingin selalu dekat, ingin mendengar suara-Nya, dimana Tuhan menjadi kekasih kita dan kita menjadi orang yang dikasihi Tuhan.

Yohanes adalah salah seorang murid Yesus mengalami hubungan yang sedemikian dengan Yesus, dimana ia merasakan bahwa ia adalah seorang murid yang dikasihi oleh Tuhan.

Yoh 13:23  Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Yoh 19:26  Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
(Yoh 21:7; Yoh 21:20)

Ketiadaan hubungan dengan Tuhan inilah satu-satunya yang menjadi penyebab semua hubungan kita baik dengan diri kita, maupun dengan sesama dan pasangan menjadi bermasalah. Ketiadaan HUBUNGAN inilah menjadi penyebab kehilangan kepekaan dengan hadirat Tuhan dan hasilnya adalah munculnya semua persoalan dalam kehidupan kita termasuk keraguan kita tentang pemeliharaan dan perlindungan Tuhan yang sempurna.

Orang yang mengetahui tempat rahasia Allah, tinggal didalamnya dan hatinya melekat kepada-Nya akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mazmur 91:2)