Menjadi Saksi Kristus – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1,3 – Minggu, 25 September 2022)

Yohanes 1:19-27  

Pendahuluan
Gereja harus bersaksi. Gereja tidak boleh melalaikan tugas yang paling penting yaitu tentang bersaksi. Kita tidak boleh berpikir bahwa apabila telah terlibat dalam berbagai pelayanan di gereja itu sudah cukup. Padahal ada suatu tugas yang sangat mendasar dan yang harus kita lakukan dan ini juga adalah perintah Yesus bagi murid-murid atau kita orang percaya, yakni pergi menjadi saksi Kristus.

Mengapa kita harus bersaksi?
Setelah kita membaca beberapa ayat diatas kita dapatkan orang Yahudi di Yerusalem mengutus para imam, orang lewi, dan orang Farisi bertanya apakah Yohanes ini adalah Mesias, nabi yang akan datang?

Artinya banyak orang menanti keselamatan, menantikan raja, membutuhkan penghiburan, kelepasan dan saat-saat ini orang yang diluar sana juga membutuhkan kita untuk mereka juga mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jika kita tahu cerita selanjutnya hasil kesaksian Yohanes ini banyak orang dibaptis baik dari orang Isarel maupun dari kalangan para Imam dan orang Farisi walau juga ada yang menolak tetapi inilah yang Tuhan mau dari gerejanya yaitu bersaksi.

Dari pembacaan ini kita akan melihat dasar penting saat kita bersaksi.
1) TEMA dari kesaksian kita adalah Yesus Kristus.
Artinya adalah ketika kita bersaksi maka kesaksian kita itu meninggikan Yesus tentang Yesus.
Yohanes 1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air;  tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, 
Yohanes 1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku.  Membuka tali  kasut-Nyapun aku tidak layak.” 

Kesaksian Yohanes bukan dirinya yang dibesarkan, ditinggikan tetapi Yesus yang diperkenalkan kepada orang banyak yang dikatakan lebih berkuasa dari dirinya sehingga dia berkata Membuka tali kasutnya aku tidak layak.

Yohanes bisa saja ambil kesempatan untuk memberitakan tentang dirinya, mendapatkan kehormatan dan sabagainya tetapi kita lihat Yohanes. Luar biasa sekali jika kita menjadi saksi Kristus dasarkan kesaksian kita bahwa kita membawa, meninggikan dan membesarkan nama Yesus.
Yohanes 3:30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Arti selanjutnya bertema  Yesus Kristus  dijelasakan oleh rasul Paulus dalam 1 Kor 15:1-4 Paulus mendefinisikan berita Injil adalah kabar baik tentang Yesus.
1 Korintus 15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 
1 Korintus 15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. 
1 Korintus 15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 
1 Korintus 15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
Jadi jelas Tema Kesaksian dan pemberitaan kita adalah Injil adalah tentang Yesus.

9 pokok tentang Injil yang adalah kabar baik

  1. Yesus yang di Nubuatkan
  2. Yesus yang dilahirkan
  3. Yesus yang hidup dan melayani
  4. Yesus yang mati dikayu salib
  5. Yesus yamg dikuburkan
  6. Yesus yang dibangkitkan
  7. Yesus yang menampakan diri
  8. Yesus yang naik kesorga
  9. Yesus yang akan datang kembali

Tapi jika ada ada yang bersaksi atau mengabarkan injil dengan menghina, menjatuhkan, memaki seseorang, membicarakan keburukan orang lain, memberitakan kegaduhan, itu bukan bersaksi atau kabarkan injil tapi kabarin berita panas, bukan Injil. Tapi jika ada beralasan supaya dia ditegur dan supaya tersinggung lalu sadar. Bukan begitu caranya , saudaraku  Alkitab katakan 2 Tim 4:3 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlahdan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.  lewat pengajaran dan kesabaran.

Yesus adalah jawaban – banyak orang ingin tahu tentang Yesus, ingin menikmati hidup kekal, menerima kelepasan pembebasan, kepuasan, ketenangan dari Yesus. Hidup bukan soal kaya, sukses, maju, yang penting adalah keselamatan, apa artinya kami memiliki dunia ini tapi binasa. Yohanes 3.16.

Satu bagian yang penting dari TEMA ini terkait fakta bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya cara bagi seseorang untuk bisa dianugerahi keselamatan. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

Jadi tidak ada yang dapat menyelamatkan selain dari nama Tuhan Yesus Kristus.: bawa nama Yesus, Tinggikan, besarkan dan beroitakan tentang Yesus.

2) Bukti dari kesaksian kita akan ditunjukkan oleh cara kita menjalani hidup kita.
Kehidupan Yohanes pembaptis menunjukan pribadi yang dapat diteladani walau sempat ragu saat dipenjara dan mempertanyakan apakah benar Yesus adalah mesias apa dia harus menunggu lagi tapi jawaban yang ia terima meyakinkan imannya. Kita lihat ada bukti kesaksian dalam kehidupan Yohanes Pembaptis :

  • Hidup yang rendah hati dan sederhana – Meninggikan Yesus dan Yohanes hidupnya sangat sederhana di daerah bukit-bukit Yudea, di antara kota Yerusalem dan Laut Mati. Pada waktu itu dituliskan bahwa ia mengenakan baju yang terbuat dari bulu unta dan berikat-pinggangkan sabuk kulit. Dan maknanya adalah belalang dan madu
  • Melayani – dia membaptis jiwa-jiwa yang datang kepadanya dan Yohenes juga memopunya murid-murid
  • Iman dalam Kesetiaan dan ketaatan Yohanes pada Allah dan menyatakan kebenaran-Nya dalam setiap situasi yang Allah izinkan bagi kita.

Mari kita buktikan kesaksian kita dengan MENUNJUKAN cara hidup kita. Bagaimana bukti kehidupan sebagai saksi Kristus?
Hidup dalam teladan Kristus
1 Petrus 2:21  “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” 
1 Yohanes 2:6 “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” 

Hidup menjadi pengikut Kristus identik dengan menjadi ciptaan baru di dalam Kristus. Itulah sebabnya, hampir setiap hari kita diperhadapkan dengan berbagai tantangan rohani yang berusaha menyeret kita kepada kehidupan lama kita, yaitu mengikuti hawa nafsu dan dosa.

Namun ayat yang kita baca mengingatkan kita, bahwa Yesus Kristus tidak saja menjadi Penebus serta Juruselamat hidup kita, tetapi juga Pemberi teladan bagaimana kita menjalani kehidupan yang baru di dalam Dia.

Mengikut Kristus berarti: Kristus di depan, kita di belakangNya.”
Jadi Seorang pengikut adalah seorang yang selalu menempatkan dirinya di belakang Kristus.

Adalah sesuatu yang tidak mungkin mengikut Kristus sementara kita ingin selalu di depan atau menempuh jalan kita sendiri! Ada penundukan dan ketaatan

Seorang pengikut Kristus adalah seorang yang selalu bertanya-tanya apakah yang akan dia kerjakan berkenan kepada Tuhan atau tidak. DIA TIDAK AKAN MENGAMBIL JALAN di luar Firman Tuhan sekalipun itu adalah sesuatu yang menguntungkan baginya. Seorang pengikut akan terus  mengikuti jalan sang Pemimpin sekalipun itu adalah jalan yang sukar dan tidak menguntungkan!

Mari kita akan melihat Mengikut Kristus bukan berbicara tentang kegiatan agamawi. Mengikut Kristus bukan berbicara tentang kegiatan mingguan atau program organisasi gereja.  Mengikut kristus adalah  bagaimana :

  • Memiliki Pikiran- Kristus 1 Korintus 2:16  rasul Paulus mengutip dari kitab Yesaya 40:13,14 arti ayat ini “ manusia sama sekali tidak ada artinya/tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Allah, jangankan untuk mengerti pikiran/rencana Allah yang maha besar dan maha mulia, untuk melihat Allah saja manusia tidak dapat. Tetapi bagi orang-orang yang hatinya diterangi oleh firman Allah dan Roh kudus mereka dapat memiliki PIKIRAN KRISTUS maksudnya memikirkan kehendak dan rencana Tuhan, memikirkan perkara untuk  dilakukan dalam hidupnya dan Pikiran Kristus itu adalah Firman Allah.
  • Mengikuti Kebiasaan Kristus – Kebiasaan adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan terus menerus hingga menjadi otomatis. (KBBI); kecenderungan melakukan aktivitas tertentu secara terus-menerus atau berulang-ulang; latihan atau praktek yang dilakukan secara konsisten dan kontinyu (Webster);

“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6). Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus melatih diri untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan hidup yang benar, yang sesuai dengan firman Tuhan.

Karena itu kita harus menjadikan Kristus sebagai teladan dalam segala hal (perkataan dan perbuatan), sebab Mengapa kita harus mengembangkan kebiasaan hidup yang benar? Karena kita sudah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, “…yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17).

  • Memiliki Karakter Kristus : taat, melayani, mengasihi dan mengampuni menjadi gaya hidup orang percaya
    Bagaimana kita berbicara dan bersikap kepada orang tua, anak-anak atau pasangan kita? Bagaimana sikap kita kepada pegawai, teman kerja atau atasan kita? Bagaimana sikap hati kita terhadap uang dan pekerjaan? Bagaimana sikap kita terhadap mereka yang membutuhkan? Bagaimana menghadapi godaan? Kita adalah saksi kristus, menjadi saksi kristus  dapat menunjukan cara hidup sebagai bukti. Yesus sudah memberi contoh nyata yang bisa kita teladani dalam kehidupan keseharian kita.

3) Kesanggupan  kesaksian kita adalah Roh Kudus
Lukas 1:15 Ia akan menjadi besar di hadapan Tuhan dan tidak akan minum anggur atau minum minuman keras lainnya. Bahkan, sejak dari dalam kandungan ibunya, ia akan dipenuhi oleh Roh Kudus.

Roh Kudus-lah yang memberikan kita kesanggupan untuk bersaksi, menyuarakan kebenaran, tanpa dusta, Yohanes 1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias. ” 

Jadi kesakasian Yohanes bukan kesaksian yang bohong, atau dibuat-buat dan kuasa Roh kudus yang memapukan sepanjang hidupnya tidak henti-henti menceritakan dan menjelaskan tentang Yesus.

Roh kudus-lah memampukan untuk menjadi saksi dalam sebuah tujuan yang mulia. Mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus, Sang Mesias! Dia membawa orang-orang untuk memandang Sang Juruselamat, ayat 29 “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Kisah para rasul 1:8 Akan tetapi, kamu akan menerima kuasa ketika  Roh Kudus telah datang kepadamu dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke bagian bumi paling ujung.”

Murid-murid dilengkapi dengan Roh kudus, mereka berkumpul bersama untuk menerima Roh kudus dan ketika Roh kudus memenuhi dan memimpin murid-murid maka murid-murid sanggup menyuarakan kebenaran, membawa orang-orang untuk datang kepada Yesus.

  • Ketika Roh Kudus artinya bersaksi adalah pekerjaan Roh kudus.
    Tuhan bukan menggantungkan semuanya kepada kemampuan kita, seperti kemampuan berbicara, kemampuan menjaring masa, kemampuan mengajar, kemampuan menguasai Alkitab dan lain-lain. Tuhan mengatakan bahwa semua itu merupakan pekerjaan Roh Kudus. Bahkan seringkali yang diminta hanyalah kesediaan kita, dan Roh Kudus lah yang akan membimbing setiap perkataan yang keluar dari dalam diri kita.
  • Ketika Roh Kudus artinya kita bisa melihat bahwa Roh Kudus akan memberikan kita kekuatan khusus untuk melakukan itu.
    Kita tidak akan pernah dituntut untuk melakukan itu semua sendirian. Ketika kita membagikan kasih Tuhan kepada orang lain, disana akan ada kuasa Roh Kudus yang sedang bekerja dalam diri kita. Yang penting adalah kita tidak menolak ketika panggilan itu sedang turun pada kita. 
  • Ketika Roh Kudus artinya bahwa Allah sendiri yang akan memimpin kita kepada orang-orang yang terbuka, mau menerima dan siap mendengar tentang besar kasih setia Allah kepada manusia tanpa terkecuali.

Ada sebuah contoh yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 16:4-12 ketika Paulus dipimpin untuk menuju Filipi yang terletak di Makedonia melalui sebuah penglihatan.

Kita harus ingat bahwa kesaksian yang harus kita sampaikan bukanlah hanya sekedar kata-kata saja, tetapi ada kekuatan Roh Kudus yang bekerja di dalamnya. “Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.” (1 Tesalonika 1:5).

Kesimpulan
Dibagian pertama menjadi saksi Kristus saya memberi kesimpulan seperti ini.
Persiapakan diri saudara untuk menjadi saksi Kristus dengan 3 dasar yang penting sebagai saksi kristus  yaitu: Jadikan Yesus Tema utama kita, Roh Kudus kesanggupan kita dan ada bukti nyata hidup sebagai saksi Kristus

Arsip Catatan Khotbah