DIBENTUK,  DIAJAR  DAN DIUJI – oleh Pdt. Semmy Jonathan – GPdI Shekinah Lampung (Ibadah Raya 1 – Minggu, 23 Juni 2019)

Kolose 2:7,8

Kota Kolose ada di timur kota Efesus dan Kolose mendapat perhatian khusus dari Rasul Paulus karena jemaat menginjil dan terbentuk pelayanan di kota Kolose. Namun berjalannya waktu ada ajaran lain yang masuk untuk mendidik jemaat. Itu sebabnya Rasul Paulus memberitahu agar jemaat berakar dan bertambah teguh didalam iman dalam Kristus.

Iman dinyatakan dalam doa-doa dan kehidupan sehari-hari. Kolose 2:8, banyak ajaran yang menjebak kita untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan akan orang yang mencari hal-hal untuk mengenakkan telinga. Rasul Paulus ingin mengembalikan bahwa kita untuk dibentuk,  diajar dan diuji agar kita tampil sebagai pemenang.

Hasil dari pembentukan, ajaran dan ujian
Yesaya 42:6-9
Allah memanggil untuk suatu maksud, bahwa Tuhan merancang hal yang ajaib namun ada proses dan pembentukan untuk menerima hasil yang luar biasa.  Ia memanggil dan membentuk.

Proses bukan untuk dihindari tetapi dijalani sebab proses menjadikan kita pribadi yang tangguh dan dewasa serta sempurna sama seperti Yesus. Dalam proses Tuhan menjadikan kita sesuai keinginan Tuhan. Keinginan Tuhan tercatat dalam firman Tuhan dan memampukan hidup dalam Tuhan serta tangguh dalam melakukan firman Tuhan.

Kedewasaan tidak diukur dari jumlah umur melainkan kelakuan, sifat dan perbuatan. Demikian juga sebagai orang percaya, kitapun harus menjadi dewasa rohani bukan kanak-kanak karena masuk dalam sebuah proses.

Dalam proses ada ujian yang mengeluarkan kualitas yang paten, tidak berubah dalam segala kondisi dan situasi. Ujian adalah akhir dari segala sesuatu untuk menentukan nilai. Kita berhasil bila sudah menang atas ujian, bukan melewatkan ujian. Sebab upah ditentukan dari menyelesaikan ujian hidup. Contoh: Ayub teruji dan nyata dari ucapannya kepada Tuhan bahwa ia tetap memuliakan Tuhan.

Seseorang yang melewati proses nyata memberikan hasil yang berkualitas.
1. Tampil sebagai pribadi yang makin menyadari dan menghargai bahwa keselamatan lebih penting dari pada kebahagiaan.
Banyak anak Tuhan tinggalkan Tuhan hanya untuk sebuah kedudukan,  jabatan dan keuntungan diri. Itu mengapa ujian terhadap iman menghasilkan hati yang menghargai keselamatan dari pada kebahagiaan. Hidup ini hanya sementara, jabatan, harta dan kedudukan tidak menyelamatkan.

  1. Menjadi orang yang peka dan mengerti maksud serta kehendak Tuhan.
  1. Semakin menghargai firman Tuhan
  1. Hati dan pikiran seperti Yesus
    Filipi 2:7 hendaklah menaruh pikiran dan perasaan dalam Kristus Yesus.
Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENGENAL ALLAH – oleh Pdt. Semmy Jonathan- GPdI Shekinah Lampung (Ibadah Raya 1 – Minggu, 23 Juni 2019)

Mazmur 91:14
Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Kata ‘mengenal’ berdasarkan KBBI artinya mengetahui dan mempunyai rasa. Mengenal yang dimaksud di ayat ini adalah melekat di hati Tuhan. Jadi bukan hanya sekedar tahu,  mengecap dan merasa melainkan memiliki hati yang melekat dengan Tuhan. Ada hubungan khusus dengan Tuhan yang terjadi terus-menerus.

Contoh : Daud.
Melekat disini bukan bebas dari dosa dan kesalahan. Seperti Daud karena ia melekat dengan Tuhan, ia tidak menolak teguran dan ia adalah orang yang rendah hati. Saat nabi Natan datang dan memperingatkan Daud,  maka ada 3 pilihan dan ia memilih jatuh di tangan Tuhan. Mazmur 63:9 – pengakuan yang menunjukan bahwa jiwanya melekat kepada Tuhan, ada hubungan yang baik.

KEUNTUNGAN MENGENAL ALLAH:
1. Doanya didengar dan dijawab Tuhan – Mazmur 91:15
Orang yang mengenal Tuhan maka doanya dijawab oleh Tuhan. Mazmur 6:10,11 – kita rindu untuk Tuhan mendengar dan menjawab doa.

Yeremia 29:12
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu

2. Ada umur yang panjang dari Tuhan – Mazmur 91:16
Setiap orang ingin umur yang panjang untuk dapat melihat generasinya. Dan umur panjang diperoleh dari mengenal Tuhan dan dalam umur panjang ada sejahtera serta kecukupan bukan hanya kesakitan.

Amsal 3:2, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

Orang tua harus jadi teladan dan contoh bagi anak serta hidup benar sehingga mereka diberkati. Lakukan bagian kita dan Tuhan lakukan bagianNya.

Amsal 10:27- Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang fasik diperpendek.

3. Memperoleh keselamatan – Mamzur 91:16
Allah yang menjamin hidup kita dan malaikat Tuhan berkemah disekitar kita. Jaminan keselamatan bukan hanya hidup kekal tetapi perlindungan yang datang dari Tuhan. Bangunlah kembali hubungan dengan hati yang percaya dan kerinduan untuk firmanNya .

2Tim 3:15, firman akan menuntut kita untuk memperoleh hikmat dan menikmati keselamatan. Jangan mempertanyakan Tuhan tetapi lakukan firman Tuhan yang benar.

1Tes 5:9, Tuhan mempersiapkan kita menikmati hari-hari baik bukan kesakitan dengan melakukan firman.

Mazmur 9:11, bila mengenal hanya sekedar tahu maka kita tidak tahu isi hatinya. Namun Tuhan mau lebih dari sekedar itu.

Hosea 6:3 – Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan,  seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENJADI MULIA SAMA SEPERTI YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 16 Juni 2019)

Kolose 1:15-19

Pendahuluan
Dari ayat 15-19, bahwa tidak ada alasan apapun untuk tidak memuliakan, mengagungkan serta memasyurkan Yesus karena melalui ayat-ayat ini membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Sebab ada ajaran-ajaran yang merusak iman kristen dengan mengatakan bahwa Yesus bukan Tuhan. Dengan mengatakan bahwa Yesus diciptakan. Perhatikan dalam ayat 15, Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Ia bukan manusia, melainkan Tuhan Allah yang menyelamatkan. Dapat dibandingkan dengan Yohanes 1:18a, “tidak seorang pun yang dapat melihat Allah”. Jadi tidak ada yang dapat melihat wujud Allah sebab Allah adalah Roh. Seperti angin, tidak kelihatan tetapi dapat kita nikmati.

Agama-agama berupaya datang kepada Allah dengan berbagai ucapan, dengan berupaya hidup sesuai pemikiran mereka untuk mendekat kepada Allah sehingga dosa dapat dihapuskan. Sedangkan Allah tidak terhampiri karena manusia hidup dalam dosa dan upah dosa adalah maut. Jadi bagaimana manusia dapat menghampiri Allah?  Solusinya datang dari pihak Allah. Yohanes 1:18b, ” Anak tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa,  Dialah yang menyatakannya” yaitu, Tuhan Yesus Kristus yang adalah Anak tunggal Bapa. IA adalah firman yang menjadi manusia,  Yohanes 1:1 dan 14 .  Disebut anak karena menjelma menjadi manusia. Sebab Allah adalah roh, dan manusia ingin menghubungi Allah. Tetapi tidak bisa sebab Allah tak terhampiri, namun harus datang kepada Allah yang menjelma menjadi manusia. Allah yang adalah Roh ingin memulihkan manusia, maka Allah yang adalah firman menjelma menjadi manusia. IA ada bersama-sama dengan manusia atau berkemah dengan manusia, yaitu Tuhan Yesus Kristus.  Jadi Allah yang tidak kelihatan itu telah menyatakan diri-Nya dalam Yesus Kristus.

Sebuah contoh tentang murid Yesus,  ia lamban dalam pengertian tentang Yesus.  Maka ia datang pada Yesus serta meminta agar Yesus menunjukkan Bapa. Jawab Yesus dalam Yohanes 14:8, 9.

Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Dengan jawaban Yesus itu dapat disimpulkan bahwa Yesus adalah replika yang sempurna dari Allah yang tidak kelihatan. Jadi Yesus lebih utama dari yang diciptakan. Wahyu 4 menjelaskan ada tahta dan dia atasnya duduk seseorang yang akan memimpin. Allah yang adalah roh berkenan menyatakan diriNya dengan menjadi manusia.

YANG SULUNG
Kolose 1:15, Maksud Yesus disebut sulung dan utama bahwa dahulu ketika Allah menciptakan Adam,  Allah menciptakannya sebagai ciptaan yang paling mulia dibanding ciptaan apapun sebab Allah menjadikan langit dan bumi beserta isinya dari hewan, tumbuhan, ungas dan segala yang ada di dunia dengan cara ‘bara’ (bhs. Yunani yang artinya dengan berkata sepatah kata). Tetapi ketika Allah menjadikan manusia,  Allah tidak menggunakan cara bara,  melainkan ‘Asah’ (Allah gunakan bahan yaitu tanah). Bahan itu diambil kemudian dibentuk (Yatsar). Allah membentuk manusia dengan hati bersukacita sebab Allah rindu melihat ciptaanNya dan apa yang ada didalam diri Allah dihembuskan didalam diri manusia maka jadilah makhluk hidup yaitu Adam dan Hawa. Allah berkreasi begitu rupa. Saat manusia diciptakan, kondisi manusia sangat istimewa sehingga dikatakan dalam Mazmur 8:6 – manusia pertama diciptakan hampir sama dengan Allah. Terjemahan KJV: a little lower than God (sedikit lebih rendah dari Allah).

Namun manusia jatuh dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah dan satu-satunya yang bisa menyelamatkan adalah Yesus yang sulung dan lebih utama dari segala yang diciptakan. Salib membawa kita keluar dari masalah dosa. Dan rencana Allah akan digenapi dimana kita menjadi serupa dengan Yesus. Kalau Yesus disebut yang sulung, maka ada yang kedua, ketiga sampai yang bungsu. Artinya oleh korban Yesus disalib, kita diselamatkan sehingga kita dapat masuk kerajaan Allah. Roma 8:29, Tuhan memilih kita dan ditentukan untuk menggenapi rencana Allah agar menjadi serupa dengan gambar Allah. Maka dari itu apakah kita akan menjadi Tuhan sebab jadi serupa dengan Yesus?  Kata sulung dalam bahasa Yunani: Protokos.  Mengandung 2 arti:

  1. Secara literal
  2. Sombolik

Sedang sulung dalam ayat ini adalah simbolik. Ingat Kolose 1:12, saat percaya dan diselamatkan, Allah seumpama orang kaya yang mengadopsi anak-anak gelandangan maka ia dapat memiliki kekayaan orang kaya tersebut. Maka ada surat perjanjian yang kekal.  Sebagai anak-anak adopsi yang sah menjadi anak-anak dari bapa yang baru, kita wajib:

  • Memanggil bapa
  • Tidak malu mengakui bapa
  • Bangga jadi anak-anak bapa
  • Tetap setia dan taat
  • Mati terhadap sifat dan cara hidup yang lama.

Selain itu sebagai anak-anak yang telah diadopsi, sifat dan karakter kita diubah dari sehari ke sehari menjadi sama seperti Anak Sulung Bapa yang telah mengadopsi kita yaitu Yesus.

2 Korintus 3:16,17
“Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka  selubung  itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh, dan di mana ada Roh Allah, di situ  ada kemerdekaan.”

LEBIH UTAMA DARI SEGALA YANG DICIPTAKAN
Walaupun kita diangkat jadi anak-anak Allah yang mewarisi  kekayaan dan kemuliaan Bapa di sorga, tetapi Yesus tetap menjadi yang paling utama dan yang paling mulia dibandingkan kita. Sebab kita adalah manusia keturunan Adam Hawa yang jatuh dalam dosa, dipulihkan menjadi ciptaan baru di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sedangkan Yesus tidak diciptakan, karena Yesus adalah Allah dan oleh Yesus dan di dalam Yesus kita dipulihkan.

Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hari Raya Pentakosta – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 9 Juni 2019)

Kisah Para Rasul 2: 1-13

Ada tiga hari raya yang wajib dirayakan oleh seluruh bangsa Israel yang hidup di perjanjian lama dan harus digenapi serta dialami setiap orang percaya juga tetapi secara rohani. Karena perjanjian lama merayakan sebagai perayaan simbolik sedangkan kita yang hidup di zaman perjanjian baru, bukan sekedar merayakan secara simbolik melainkan harus mengalami penggenapan hari raya tersebut salah satunya hari raya Pentakosta.

Tiga Hari Raya Israel
1. Hari Raya Paskah
2. Pentakosta
3. Pondok Daun

Dari ke 3 hari raya tersebut,  ada 2 hari raya yang sudah digenapi secara rohani yaitu Paskah dan Pentakosta, sedangkan hari raya Pondok Daun belum digenapi.

Wujud penggenapan 3 hari raya secara rohani adalah:
1. Paskah
Umat Israel merayakan Paskah dengan menyembelih domba usia satu tahun dan tidak bercacat.  Domba itu disimpan dari tanggal 10 sampai tanggal 14, lalu disembeli serta darahnya dipakaikan sebagai tanda dipintu rumah mereka masing-masing. Dagingnya dibakar kemudian dimakan dengan gulai pahit.

Peristiwa ini sebagai perayaan pembebasan penjajahan Mesir selama 400 tahun sejak Yusuf datang di Mesir. Sampai Keluaran 12:11-20, saat Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir dengan cara Tuhan, yaitu dengan tulah, salah satu tulahnya adalah kematian anak sulung. Setiap rumah tanpa tanda darah akan dibunuh anak sulungnya dari manusia sampai hewan. Jadi Israel bebas karena korban dari domba yang disembelih, bukan karena mereka hebat tetapi oleh perbuatan Allah lewat tanda darah. Biarlah kita mengerti bahwa ini gambaran dari Yesus yang sudah mati bagi kita sehingga setiap orang yang percaya akan dibebaskan dari belenggu dosa dan jajahan iblis.

Maka dari itu kita bukan lagi merayakan Paskah jasmaniah seperti orang Israel, sebab sudah digenapi dalam Yesus yang sudah mati bagi kita. Dan setelah Paskah digenapi maka Yesua naik ke surga dan mencurahkan Roh Kudus untuk menggenapi hari raya Pentakosta.

2. Pentakosta
Pentakosta dirayakan 7 minggu setelah Paskah atau 50 hari setelah Paskah. Pada perayaan ini orang Israel membawa persembahan unjukan atau hasil panen sebagai korban persembahan yang baru kepada Tuhan dan imam menimang-nimang untuk mengunjukan kepada Tuhan sebagai tanda syukur dan bersukacita dengan berkat Tuhan- Imamat 23:16-20.

Tetapi bagi kita, perayaan pentakosta tidak dirayakan dengan cara demikian yaitu dengan membawa hasil panen, sebab hari Pentakosta sudah digenapi setelah Yesus naik ke Surga dan mencurahkan Roh Kudus, dengan tanda bahasa baru (Glosolali), Kisah 2:1-13. Dengan demikian maka kita harus alami penggenapan hari raya Pentakosta yaitu penuh dengan Roh Kudus.

3. Pondok Daud
Dirayakan setelah panen raya yaitu pada bulan ke tujuh menurut bulan Isarel. Pada perayaan ini, seluruh keluarga tidak boleh tinggal di rumah selama 1 minggu dan haruslah bersukacita sebab mereka tinggal di pondok-pondok daun dengan menggunakan daun pada jenis-jenis tertentu. Mereka menikmati berkat Tuhan serta bersukaria dalam pondok tersebut – Imamat 23:34-44.

Secara rohani perayaan Pondok Daun belum digenapi. Penggenapan rohani digenapi saat gereja Tuhan disingkirkan ke padang gurun oleh kuat kuasa Roh Kudus serta diluputkan dari antikristus, Wahyu 12:6,14.

Ketiga hari raya ini saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Sebagaimana orang Israel wajib merayakan ketiga hari raya, begitu juga dengan penggenapannya. Jadi mengalami penggenapan Paskah (penebusan Yesus) kemudian ke Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus), sebab jika tidak ada Paskah (penebusan Yesus), maka tidak dapat merayakan Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus). Demikian halnya, tidak ada Pondok Daun (disingkirkan ke padang gurun) jika belum merayakan hari raya Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus). Jadi dipenuhi Roh Kudus bukan soal mau atau tidak melainkan harus dialami oleh setiap orang percaya. Ijinkan Roh Kudus penuhi hati kita.

  • Paskah adalah pertobatan dan mengalami kelahiran baru
  • Pentakosta – kepenuhan Roh Kudus
  • Pondok Daud – penyingkiran ke padang

Sebagai pengikut Yesus yang sejati, haruslah hidup dengan benar-benar membangun dasar kekristenan kita dengan fondasi yang benar. Contoh Matius 9:17, anggur baru tidak dapat disimpan di kantong lama karena kantongnya akan hancur. Itu mengapa Roh Kudus tidak sembarangan dicurahkan jika hidup ini tidak mengalami kelahiran baru. Hidup baru tempat terbaik untuk Roh Kudus tinggal. Pondasi hidup harus dibereskan serta mengalami kelahiran baru. Jika main-main dengan Roh Kudus akan seperti kasus Ananias dan Safira, yang mati karena mendustai Roh Kudus.

Manfaat Kuasa Pentakosta
Banyak orang yang ingin penuh Roh Kudus hanya ingin bisa berbahasa Roh saja. Itu mengapa banyak gereja yang belajar bahasa Roh. Padahal bahasa Roh adalah tanda tapi bukan tujuan utamanya.  Melainkan yang kita kejar adalah kuasan-Nya, maka kita akan berdampak bagi kota ini. Roh kudus juga meningkatkan kualitas rohani jemaat.

Manfaat secara personal:
Penggenapan secara personal atau pribadi,  Yohanes 14:16,17:

  • Roh Kudus akan menjadi penolong
  • Menyertai selama-lamanya dalam segala perkara karena berdaya tahan dan hidup dalam kebenaran
  • Membawa kepada kebenaran dan mengingatkan apa yang Yesus katakan

*Yesus bekerja lebih efektif didalam diri orang percaya sebab Ia tinggal dalam hidup orang percaya*

Manfaat secara komunal:
Pada saat Roh Kudus memenuhi jemaat, maka dampaknya:

  • Kisah 2:41 – jemaat bertambah
  • Kisah 2: 42 – jemaat bertekun terhadap pengajaran rasul-rasul sehingga menurut Efesus 4:15, bukan jemaat yang mudah diseret melainkan tekun ibadah, senang berdoa, Efesus 6:18. Doa sampai tepat waktu dan lebih cepat dari kecepatan cahaya.
  • Kisah 2:43 – ada wibawa ilahi dimata masyarakat. Mereka tidak diremehkan. Bukan karena kekayaan dan jabatan tetapi karena Roh Kudus.
  • Kisah 2:44 – Terjalin kasih persaudaraan antara jemaat.
  • Kisah 2:45 – jemaat suka berkorban karena menyadari bahwa Kristus berkorban bagi mereka meskipun dalam keterbatasan.
  • Kisah 2:46 – persatuan Roh maka berkat Tuhan dicurahkan (Mazmur 133)
  • Kisah 2:47 – Jemaat disukai oleh masyarakat.

Penutup
Untuk menjadi gereja sempurna menggenapi Wahyu 12:6,14 maka kita harus berjalan sesuai firman Tuhan secara sempurna. Hidup dipimpin Roh Kudus,  2 Petrus 1:5-8. Tidak mungkin sampai pada Yesus jika kita tidak mau hidup seperti Tuhan. Jangan gunakan kekuatan diri sendiri, sebab untuk menjadi seperti Yesus harus mengalami Pentakosta. Kuasa Roh Kudus membuat kita bergerak naik sampai seperti Yesus.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

DIPINDAHKAN DARI KEGELAPAN KE DALAM KERAJAAN ANAKNYA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Juni 2019) (

Kolose 1:13,14

Dalam Kolose 1:13-14, ada 2 kata yang menarik dalam ayat tersebut yaitu kata melepaskan dan memindahkan. Perhatikan pengertian kedua kata tersebut.

MELEPASKAN
Sebelum percaya pada Yesus dan menerimaNya secara pribadi, hidup kita ada di jurang maut. Jika terus ada di posisi ini maka upahnya adalah maut. Agama yang ada di dunia diciptakan oleh manusia dan itu bukanlah solusi. Dan saat kita ada dalam dosa bukan lagi berada dibawah bapa Adam melainkan bapa yang jahat yaitu Iblis sampai pada akhirnya dibawa kepada kerajaan maut. Hidup kita termasuk hati kita menjadi jahat, yang terkandung didalamnya hanya dosa-dosa dan tunduk kepada bapa yang jahat. Inilah kondisi manusia berdosa. Namun oleh pengorbanan Yesus di salib kita dilepaskan dari bapa yang jahat. Inilah arti kata dilepaskan.

DIPINDAHKAN
Ketika Yesus menyelamatkan kita dan kita percaya kepadaNya maka kita dipindahkan dari kerajaan iblis kepada kerajaan Allah. Maka hidup ini hanya diliputi damai sejahtera,  sukacita dan kebenaran oleh Roh Kudus. Meskipun kita masih ada di bumi, orang percaya dapat menikmati suasana kerajaan Allah. Kemudian lahir baru yaitu kehidupan baru dalam Yesus sehingga menjadi anak-anak Allah maka yang ada dalam hati adalah Yesus,  firman dan Roh Kudus.  Kita harus menjaganya dengan rajin beribadah dan bersekutu dengan Yesus.

Roma 8:15, saat percaya Yesus roh perbudakan tidak ada lagi, melainkan menerima roh yang menjadikan kita anak Allah. Roh yang dikaruniakan akan menjadi materai. Dengan yakin berseru ya Abba ya Bapa saat kita datang pada Allah. Oleh sebab itu, rasul Paulus katakan di Kolose 1:12 bersyukur serta bersukacita. Kolose 1:12, gambaran yang Paulus pakai merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh orang Romawi, yaitu mengadopsi anak yang terlantar, yang dikuasai oleh orang lain. Ketika mengadopsi anak, tentunya orang Romawi itu harus bertemu dengan orang yang berkuasa atas anak adopsinya. Penguasa anak yang akan diadopsi itu, tentunya tidak rela melepaskan anak itu karena anak itu adalah sumber penghasilannya. Tentu ia akan meminta kekayaan yang sangat banyak sebagai gantinya kepada orang Romawi itu. Maka ada materai sebagai tanda pertukaran. Demikianlah Yesus menebus dan membayar kita dengan harga yang mahal. Kita telah dibeli dari bapa lama kita (yaitu iblis) dengan darahNya.

Tanggung Jawab Anak
Sebagai anak tentu kita juga memiliki tanggung jawab kepada Bapa, yaitu:

  1. Memanggil dan mengakui bahwa kita telah menjadi anakNya. Jangan malu mengakui Yesus adalah Tuhan sebaliknya bangga menjadi milik Yesus. Kalau tidak bangga, Lukas 9:26.
  2. Setia kepada Bapa yang sudah mengadopsi kita (1 Petrus 1:9). Roma 8:35 setelah dipindahkan dalam kerajaan Allah bukan berarti tidak ada tantangan melainkan tetap ada tantangan. Ada penindasan, kesesakan,  penganiayaan,  ketelanjangan,  bahaya dan pedang.
  3. Mati kepada bapa yang lama. Artinya hidup mengabdi kepada bapa yang baru. Sebab iblis terus mengintai. Lukas 22:31, iblis tidak tinggal diam melainkan mencari cela dan apakah kita dapat menolak. Maka dapat disimpulkan bahwa pengikut Yesus yang sejati adalah mereka yang benar-benar mati dari dosa, 1 Petrus 2:4.

Tujuan Yesus Naik ke Sorga
Setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus naik ke surga. Maksud kenaikanNya ke surga adalah untuk mengirim penolong bagi kita. Yohanes 14:16 – penolong yang menyertai selama-lamanya. Yohanes 14:17, Ia adalah Roh kebenaran. Roh itu adalah Roh kudus, IA adalah pribadi Allah yang akan menuntun dalam kebenaran, sebab Ia Roh kebenaran. Yohanes 16:8, Roh Kudus juga menginsafkan orang atas dosa untuk  hidup dalam kebenaran serta penghakiman.

Tuhan kiranya menolong setiap kita untuk dapat hidup sesuai kehendak Allah dan menerima kuasaNya yaitu Roh Kudus yang sudah dicurahkan kepada setiap orang yang percaya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENIKMATI KERAJAAN ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Kenaikan Yesus – Kamis, 30 Mei 2019)

Kisah Para Rasul 1:6-11

PENDAHULUAN
Setiap kali kita merayakan kenaikan Yesus, kita mengangkat kisah yang sama dengan topik yang berbeda, salah satunya soal kedatangan Yesus kedua kali. Namun ada 8 hal yang harus kita imani tentang Yesus Tuhan dan Juruselamat:

  1. Yesus adalah Allah yang kekal karena segala sesuatu diciptakan oleh Yesus (Yohanes 1:2)
  2. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, yang lahir lewat anak dara bernama Maria.
  3. Pelayanan Yesus selama di muka bumi adalah pelayanan yang Agung dan Mulia di dunia.
  4. Kematian Yesus di salib Golgota untuk menebus manusia, sebab hanya dengan kematian dosa dapat dihapuskan.
  5. Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan bahwa IA adalah Allah.
  6. Kenaikan Yesus ke surga bukti kebangkitan-Nya.
  7. Kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja di atas segala raja.
  8. Pemerintahan Yesus yang kekal di surga dan langit bumi baru.
    Inilah delapan hal yang harus diimani atau dipercaya oleh orang percaya.

MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH
Pada umumnya kita sudah mengerti apa tujuan kelahiran, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga. Dalam rangka peringatan Kenaikan Yesus naik ke surga, kita akan membahas bahwa tujuan kelahiran, kenaikan, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, sampai kedatangan Yesus yang kedua kali, adalah untuk membangun Kerajaan Allah. Yesus  menjadi  Raja dan kita akan memerintah bersama Yesus selamanya. Sebab itu Yesus memberitakan Kerajaan Allah. Dari awal sampai akhir pelayanan-Nya, Yesus terus memberitakan “Kerajaan Allah.” Perhatikan Matius 4:23 dan Lukas 22:16. Yesus menjelaskan, bahwa ini kali terakhir Yesus dan murid makan dan minum perjamuan suci sebelum kematianNya.

Namun bangsa Israel yaitu, orang Yahudi, mengira kalau Mesias datang ke dalam dunia, Mesias akan kalahkan semua raja-raja yang menjajah Israel, dan Mesias akan mendirikan Kerajaan yang kekal secara fisik dan tak terkalahkan selama-lamanya. Jadi konsep mereka salah tentang Yesus yang akan berkerajaan. Sebab itu, ketika orang-orang Yahudi melihat kenyataan Yesus disalib dan mati, mereka menolak Yesus. Karena konsep yang salah ini tertanam kuat di pikiran dan hati orang Yahudi, termasuk murid-murid Yesus sehingga yang percaya tidak sampai 3 persen.

Detik akhir saat Yesus akan naik ke Surga, Kisah Rasul 1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawaban Yesus, Kisah Rasul 1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Yang menentukan waktu dan saatnya Kerajaan Allah didirikan secara fisik adalah Bapa di surga.

KERAJAAN ALLAH SECARA ROHANI
Di atas kayu salib, Yesus mendirikan Kerajaan Allah secara rohani (Yohanes 12:20-36). Yang Yesus maksud “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini…” Kematian Yesus di salib membuka jalan bagi manusia untuk menerima keselamatan (surga). Maka pilihan masuk surga telah diberikan Allah kepada manusia melalui kematian Yesus di atas kayu salib. Jadi orang yang percaya kepada Yesus akan menikmati Kerajaan Allah selama hidup di dunia sampai dalam kekekalan nanti. Sedang orang yang tidak percaya kepada Yesus mengalami sebaliknya. Mereka masuk ke dalam kerajaan maut.

KERAJAAN ALLAH DI BUMI
Apa arti menikmati Kerajaan Allah selama hidup di dunia?
Artinya, saat Yesus mati di atas kayu salib, Yesus telah menghakimi (menghukum) Iblis dan mengusir Iblis keluar dari hati orang yang percaya kepada Yesus.

Sejak Yesus mati dikayu salib maka secara efektif kerajaan Rohani sudah dialami. Salah satunya adalah prajurit yang siksa Yesus, saat melihat Yesus ia percaya bahwa Yesus sungguh anak Allah. Jadi ada pengalaman rohani yang kita nikmati dan secara fisik akan dialami saat kedatangan Yesus ke dua kali.

Sebelum terima Yesus maka hidup kita penuh kejahatan digambarkan merak adalah kesombongan, kambing yang suka menanduk, kura-kura gambaran kemalasan, ular yaitu blis yang belat belit, harimau yang ganas, serigala membawa kekacauan dan babi kenajisan. Semua ini ada dalam hati kita yang jahat dan berdosa

Tetapi saat percaya Yesus, maka segala kejahatan itu dibuang karena Kristus. Yang diisi adalah firman, Roh Kudus, salib dan keselamatan sehingga yang ada hanya damai sejahtera karena sudah di ampuni.

Untuk sekarang, kita tidak melihat “Kerajaan Allah” secara fisik. Sebab itu Lukas 17:21 atas pertanyaan orang Farisi “Di mana Kerajaan Allah…? Karena kerajaan Allah ada diantara orang percaya yaitu saat berkumpul dalam ibadah serta bersekutu dengan Tuhan. Suasana Kerajaan Allah di hati, tidak ditentukan oleh status sosial, ekonomi, keuangan, kedudukan, pangkat, harta dan jabatan. Orang yang paling sederhana pun, setiap hari bisa menikmati suasana Kerajaan Allah, apabila: selain telah percaya kepada Yesus dan telah dilahirkan baru, Yohanes 3:5. Ia harus hidup dalam kebenaran.

Roma 3:24, Kita pelihara kebenaran yang kita terima dari Yesus, dengan cara “hidup sesuai Firman Allah”. Maka suasana Kerajaan Allah (Surga) akan kita alami tiap hari. Karena Iblis tidak berkuasa lagi untuk menuduh kita. Maka Roma 8:1 menuliskan bahwa  tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

ROH KUDUS
Selain kita hidup dalam kebenaran, hidup ini juga harus dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus. Roh Kudus mengubah Roh ketakutan, kekuatiran dan kegelisahan akan diubah menjadi damai sejahtera. Yesus berkata dalam Kisah 1:8a “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu…” Roh Kudus dikaruniakan, bukan hanya supaya kita menjadi saksi Kristus. Roma 14:17, artinya Roh Kudus memberi damai sejahtera dan Sukacita. Bila Roh Kudus memenuhi dan menguasai hati dan pikiran kita, Roh Kudus akan ubah takut, kuatir dan putus asa menjadi damai sejahtera dan sukacita.

Sebuah peristiwa dalam Kisah Rasul 12:6, pada malam sebelum Herodes mengeksekusi Petrus, maka Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Mengapa Petrus dijaga? Kisah 12:4, agar Petrus tidak kabur sebab eksekusi Petrus dilaksanakan setelah Paskah. Dalam penantian itu Petrus tidak takut melainkan ia dapat tidur dengan sangat nyenyak, sehingga malaikat harus tepuk rusuk Petrus untuk membangunkannya. Petrus mengalami hal ini sebab Filipi 4:7 damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikirannya di dalam Kristus Yesus.

Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga tidak meninggalkan kita begitu saja melainkan Tuhan Yesus memberikan damai sejahtra kepada setiap kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Seri 2: BERKAT DARI SUMBER HIKMAT – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 26 Mei 2019)

AMSAL 3:1-10

PENDAHULUAN
Sumber hikmat yang dimaksud tidak lain adalah Tuhan sendiri. Hikmat yang dibicarakan disini sebenarnya berhubungan dengan hubungan pribadi kita dengan Tuhan.  Berkat-berkat apa saja yang akan kita peroleh jika kita merespon sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai sumber hikmat itu?  Ada lima berkat yang akan kita dapatkan dari Tuhan jika kita mengerjakan kehendak Tuhan.

  1. Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera. Ay. 1-2.
  2. Kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah dan manusia. Ay. 3-4
  3. Tuntunan Tuhan. Ay. 5-6.
  4. Kesembuhan dan kebugaran. Ay. 7-8.
  5. Perlipat gandaan berkat. Ay. 9-10.

1. PANJANG UMUR DAN LANJUT USIA SERTA SEJAHTERA
Amsal 3:1-2 “Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.”

Berkat pertama dari sumber hikmat adalah panjang umur, lanjut usia serta sejahtera. Perintah apa untuk kita bisa mendapatkan berkat panjang umur dan lanjut umur serta sejahtera? “JANGANLAH ENGKAU MELUPAKAN AJARANKU.” Iblis tidak menyukai hal ini, karena firman yang didengar dan dilakukan akan membuat orang percaya menjadi kuat dan tidak dapat dijatuhkan, sebaliknya orang percaya dapat berbalik mengalahkan dia, inilah yang paling ditakuti Iblis. Itulah sebabnya Iblis akan berusaha sekuat mungkin untuk mempengaruhi orang percaya untuk jangan melakukan firman Tuhan, tetapi melupakan firman Tuhan apapun caranya.

Inilah penyakit yang sedang mewabah di akhir zaman yang Iblis taburkan kepada pengikut Tuhan. Iblis tidak keberatan jemaat rajin kebaktian, rajin melayani asalkan jangan menjadi pelaku firman Tuhan. Iblis tidak keberatan orang percaya dengar firman Tuhan asal segera dilupakan. Orang yang melupakan ajaran Tuhan, sudah pasti tidak akan hidup sesuai dengan ajaran Tuhan, sebaliknya justru bertentangan dengan firman Tuhan.  Konsekuensinya adalah tidak akan menerima berkat pertama dari sumber hikmat, yaitu umur panjang dan lanjut usia serta sejahtera. Umur panjang  berbicara tentang Kekekalan. Lanjut usia  menunjuk kepada sampai batas usia yang maksimal dan menjadi lansia yang sejahtera. Orang yang tidak mendapatkan semua ini jelas berakhirnya kepada kebinasaan.

2. KASIH DAN PENGHARGAAN DALAM PANDANGAN ALLAH DAN MANUSIA
Amsal 3:3-4 “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,maka engkau akan mendapatkan kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.”

Berkat dari sumber hikmat yang kedua adalah mendapat KASIH dan PENGHARGAAN. Dua hal ini yang paling dicari dan diinginkan manusia: DIKASIHI dan DIHARGAI. Untuk mendapatkan kedua hal ini, tidak sedikit orang menghalalkan segala cara, mulai dengan menjadi penjilat yang pura-pura baik asal mendapatkan perhatian dari penguasa, sampai kepada mengorbankan orang lain dengan saling menjatuhkan, menjelekkan orang lain. Itulah cara orang dunia untuk mendapatkannya. Bagaimana mendapatkan kasih dan penghargaan yang benar dihadapan Allah ?

Amsal 3:3 – “Janganlah kiranya KASIH dan SETIA meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu tuliskanlah itu pada loh hatimu.”  Kasih dan setia kita kepada Tuhan jangan sampai meninggalkan kita, untuk itu harus :

Pertama – dikalungkan pada leher kita, seperti mata Dirham.
Dalam Lukas 15:8-10 – Dikisahkan seorang wanita mencari mata dirhamnya yang hilang di rumahnya, ia mencari dengan sungguh-sungguh karena mata dirham itu merupakan identitas dirinya yang telah dipertunangkan dengan seorang laki-laki yang akan menjadi pasangan hidupnya. Dirham itu adalah tanda kasih dan setianya kepada tunangannya.

Kedua – tuliskanlah itu pada loh hati, artinya harus terpatri menjadi komitmen yang kuat, tidak tergantikan dengan apapun juga, sekali Yesus tetap Yesus apapun yang terjadi.

TENTANG KASIH
Tentang kasih, apa bukti seseorang yang benar-benar mengasihi Tuhan?  Sangat sederhana. Perhatikan Yohanes 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”  Sebaliknya Yohanes 14:24a  – “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku….” Bukti kuat dari orang yang mengasihi Tuhan adalah melakukan firmanNya.

Apa kata Alkitab bagi orang yang mengaku mengasihi tetapi tidak melakukan firman-Nya?
Yakobus 1:22 – “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika tidak demikian kamu MENIPU dirimu sendiri.”

Betapa sering kita menghakimi begitu rupa orang yang melakukan penipuan, tetapi tanpa sadar kita ternyata juga pelaku-pelaku penipuan minimal kepada diri sendiri, yaitu saat kita mengerti firman tetapi kita tidak melakukannya, kita memungkiri apa yang kita dengar dari firman itu. Tuhan tidak memperhatikan sehebat apa kita dalam melayani, gelar apa yang kita miliki, sepandai dan sekaya apa kita ini. Bukan itu yang Tuhan perhatikan, tetapi apakah kita sudah menjadi pelaku-pelaku firman-Nya?  Tuhan hanya dapat mengenali seseorang yang melakukan firman-Nya, bukan cuma pengakuannya.  Melakukan firman disini artinya semua dari apa yang difirmankan tidak pilih-pilih, baik firman yang menyenangkan hatinya maupun firman yang keras, yang menegur dan menghajar dirinya.

Yohanes 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”  Termasuk  didalamnya juga tidak pilih-pilih siapa yang menyampaikan firman. Siapapun yang menyampaikan firman Tuhan, dengarkan dia dan lakukan firman yang diberitakannya. Dalam Yohanes 13:20, dikatakan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” Ayat ini menjelaskan bahwa “siapa yang menerima orang yang Kuutus”, itu sama dengan menerima Yesus yang mengutusnya, dan yang menerima Yesus itu juga sama dengan menerima Bapa yang mengutus Yesus.  Setiap hamba Tuhan yang menyampaikan firman Tuhan adalah utusan Tuhan, jadi hormati dan dengarlah firman yang disampaikannya. Sebab jika kita menolak atau menyepelekannya dengan alasan apapun, itu bukan menolak dia yang menyampaikan tetapi juga menolak Yesus yang mengutusnya.

TENTANG SETIA
Amsal 19:22 – “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya, lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.” Tidak ada seorangpun yang mau dikecewakan karena ketidaksetiaan, semua orang menginginkan kesetiaan.

Amsal 20:6 – “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” Semua orang pasti tidak mau kalau dibilang jahat atau tidak baik, maunya disebut baik hati, tetapi baik hati saja tidak cukup. Tuhan mencari orang yang setia, sebab orang yang berbuat baik belum tentu setia, tetapi orang yang setia pasti akan berbuat baik. Orang yang setia siapakah menemukannya ?  Artinya orang yang setia semakin langka, tetapi ada. Lalu apa bukti dari orang yang setia ?

  • Menjadi pelaku firman karena dari firman Tuhanlah lahir kesetiaan yang sejati.
  • Menghargai dan bertanggung jawab sekecil apapun kepada hal yang dipercayakan, Lukas 16:10.  Orang yang setia dan benar dalam perkara yang kecil/sepele dia juga akan setia dan benar dalam perkara besar yang dipercayakan kepadanya.
  • Memiliki roh penundukkan diri, pada ketaatan total. Contoh Filipi 2:8 – “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Yesus dalam hidup-Nya sebagai manusia begitu mentaati semua yang dibebankan pada diri-Nya, Ia tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah untuk dipertahankanNya, melainkan Yesus menundukkan Diri-Nya total serendah- rendahnya pada perintah dan kehendak Bapa-Nya. Total taat bahkan taat sampai mati di kayu salib.

Orang yang memiliki kasih dan setia, yang dikalungkan sebagai mata dirham, yang merupakan jati diri milik Kristus dan yang ditulis pada loh hati menjadi komitmen yang kuat, dialah orang yang mendapatkan kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. Jika Allah sudah memberi penghargaan dan meninggikan seseorang tidak ada satupun yang dapat merendahkannya. Kuncinya milikilah Kasih dan Setia kepada Tuhan dan menghidupi firman-Nya, menjadi pelaku bukan hanya pendengar saja.

Posted in Uncategorized | Leave a comment