PEMULIHAN GEREJA – Oleh: Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 15 Mei 2022)

KISAH PARA RASUL 3:21
Kisah 3:21 – “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.”

Pendahuluan
Kristus akan datang kembali untuk kedua kalinya ke bumi ini, namun Ia masih tinggal di sorga menunggu sampai pemulihan segala sesuatu terjadi.  Dengan kematian-Nya di salib, saat kedatangan-Nya yang pertama, Yesus telah memulihkan hal yang terpenting dari kehidupan manusia yaitu dipulihkan dari dosa. Penghalang utama untuk manusia dapat berhubungan dengan Allah yaitu dosa sudah diatasi. Namun demikian belum semua sudah mengalami pemulihan, orang percaya sebagai gereja Tuhan harus terus diproses menjadi gereja yang sempurna, sesuai dengan standard Tuhan.

GEREJA HARUS ALAMI PEMULIHAN
Bukan cuma gereja Tuhan yang harus mengalami pemulihan, tetapi ayat pokok kita menyebutkan SEGALA SESUATU.  Yang pertama kali akan Tuhan bereskan adalah gereja Tuhan, yaitu rumah Allah lebih dahulu.

1 Petrus 4:17 – “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?”

Apa yang sebenarnya terjadi pada gereja Tuhan, sehingga harus dibereskan oleh Tuhan? Sumber segala sumber data akurat untuk mengetahui hal ini, adalah ALKITAB. Kita dapat lihat apa saja yang harus dibereskan dari gereja Tuhan, melalui beberapa contoh baik dalam perjanjian lama, maupun perjanjian baru.

DALAM PERJANJIAN LAMA
1. Adanya api asing, Imamat 10:1-3  
Kisah ini terjadi di Bait Allah. Nadab dan Abihu, anak dari imam Harun, membawa api yang bukan api yang dari Tuhan, tetapi api lain untuk perbaraan ukupan, sehingga dengan demikian mereka membawa api asing kehadirat Allah. Dan Allah murka serta membinasakan mereka dengan api Tuhan. 

Peristiwa ini sudah lama berlalu, tetapi masih terjadi dalam gereja Tuhan sampai hari ini. Api adalah spirit yang dari Allah, tetapi ada banyak gereja yang memiliki spirit yang bukan dari Roh Allah, tetapi dari keinginan kedagingan manusia. Hal ini sering terjadi hampir di seluruh denominasi gereja manapun. Hal ini akan nampak terlihat khususnya pada pemilihan para pemimpin gereja. Dulu di gereja mula-mula, selalu dimulai dengan doa minta petunjuk Tuhan, untuk menentukan siapakah yang akan Tuhan tentukan menjadi pemimpin organisasi gereja, tetapi sekarang hal seperti ini hampir tidak lagi ada, yang ada justru cara dunia yang dipakainya. Gereja seperti partai politik. Masing-masing mengkampayekan calonnya untuk bisa menang, saling menjelekkan calon lainnya, bahkan menggunakan politik uang juga untuk memenangkan calonnya. Ini adalah api asing, spririt duniawi bukan spririt dari Allah.

2. Adanya cara-cara duniawi untuk mengusung hadirat Allah, 2 Sam. 6:1-7. 
Kesalahan ini pernah dilakukan raja Daud. Ia sebenarnya paham aturan tentang Tabut Allah itu kalau mau dipindahkan harus dipikul oleh para imam. Tetapi Daud memakai cara lain untuk mengusung Tabut Allah lambang hadirat Allah itu. Daud menggunakan kereta yang ditarik oleh lembu. Allah murka dan mengakibatkan tewasnya Uza, salah satu imam yang mencoba menyelamatkan Tabut yang mau jatuh akibat keretanya oleng.

DALAM PERJANJIAN BARU
1. Ada roh dusta, Kisah. 5:1-11.  (Terjadi dalam diri Ananias dan Safira).
Dusta yang dibungkus dengan kebaikan. Menyumbangkan hasil penjualan tanah, tetapi di waktu yang sama juga ada dusta di dalamnya. Masih banyak dusta yang lainnya, baik yang bersembunyi dibalik jubah pelayanan, sampai kepada dusta dibalik perbuatan baik yang akan Tuhan bereskan pada gereja-Nya.

2. Gereja dipakai sebagai sarana komersil.
Yohanes 2:13-14“Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Didalam Bait suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk disitu.”

Rumah Tuhan berubah fungsi sebagai tempat berjualan. Yang dijual adalah binatang korban untuk ibadah. Ini memang sudah berlalu, tetapi secara rohani masih terus terjadi dalam gereja Tuhan. Apakah makna rohaninya ?  

I. LEMBU
Lembu berbicara tentang binatang pekerja. Mengacu kepada pelayanan. 
1 Tim. 5:18 – “Bukankah kitab suci berkata : Jangan engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik, dan lagi seorang pekerja patut mendapat upahnya.”
Tidak sedikit para pelayanan Tuhan telah menjualbelikan pelayanannya. Jika diundang untuk melayani di gereja lain, menentukan syarat, mulai dari jemputan, tempat menginap sampai pada tarif yang harus diterimannya. Tidak sedikit juga jemaat yang terkontaminasi dengan hal yang sama, ketika diminta untuk terlibat pelayanan. Ia bertanya, apa yang gereja mau berikan jika saya melayani ?

Tuhan Yesus dalam Matius 9:37, mengatakan : “ Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya. Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” Untuk zaman sekarang benarkah pekerja Tuhan sedikit? Tidak! Ada banyak dan melimpah, tetapi hanya sedikit yang mempunyai motivasi yang tulus, benar dan penuh kasih. Karena golongan yang banyak adalah yang sudah memperjualbelikan pelayanan.

II. KAMBING DOMBA 
Domba berbicara tentang sifat pengiringan dan ketaatan pada penggembalaan. Yohanes 10:27. Karakter domba adalah mendengar suara gembala dan mengikutinya. Inipun sudah diperjualbelikan. Suara gembala yang didengar hanya gembala yang dapat memberi keuntungan untuk diikuti, bahkan tidak segan untuk pindah gereja lain jika di geraja lain itu gembalanya dapat memberikan hal jasmani yang ia perlukan.

III. BURUNG MERPATI  
Secara rohani, burung merpati adalah lambang dari Roh Kudus.  Merpati dikurung untuk diperjualbelikan.  Apa makna rohaninya? Roh Kudus dibatasi karyanya (Dikurung), untuk diperjualbelikan, sehingga yang terjadi adalah : urapan yang palsu, bahasa Roh yang palsu, nubuat palsu, sampai pada pengajaran palsu.
Semuanya ini Tuhan akan bereskan mulai dari gereja Tuhan. Tuhan akan pulihkan keadaan gereja-Nya, sehingga menjadi gereja yang sempurna, tanpa cacat cela dan noda. 

Arsip Catatan Khotbah