RED DOT SYNDROME – oleh Sdr. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 10 September 2017)

Dalam terjemahan bebas ini bisa disebut sebagai “sindrom titik merah”, suatu istilah yang sering disematkan kepada negara Singapura karena luas wilayah mereka yang sangat kecil, sehingga di peta hanya terlihat seperti titik merah kecil.

Ini adalah beberapa fakta singkat tentang Singapura:

  • Disebut “negara kota” di satu pulau.
  • Nama resminya “Republik Singapura”.
  • Memiliki sebutan “Kota Singa” dan “Kota Taman”.
  • Pada 2016 memiliki estimasi jumlah penduduk 5,6 juta orang.

(Begini kira-kira bentuk pulaunya)

Tetapi meskipun kecil, posisi Singapura sekarang sangat diperhitungkan. Singapura adalah salah satu kekuatan ekonomi Asia, bahkan dunia. Namun demikian, ada satu hal yang “di-amin-i” oleh banyak pihak, bahwa negara kecil ini ingin dipandang sebagai yang pertama di dunia dalam segala hal.

Beberapa hal-hal subyektif yang saya temukan dari Singapura salah satunya adalah tentang bandar udara mereka. Bandara Changi mungkin adalah bandara terbaik di dunia dalam segi fasilitas tetapi bandara yang tersibuk di dunia ada di Amerika Serikat, yaitu Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport, ini sesuatu yang tidak mungkin dilewati Singapura.

Singapura, atau pemerintahnya, gemar membuat pameran atau instalasi fasilitas, dan mengklaimnya sebagai yang pertama di dunia. Saya rasa ini terjadi karena mereka ingin menutupi kekurangan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan luas wilayah mereka.

Menariknya di Alkitab juga ada sindrom yang kurang lebih sama. Pada intinya karena posturnya yang kecil, maka dia berusaha mencari kompensasi dengan melakukan hal-hal yang mengundang perhatian. Mari kita sebut kisah ini “Zacchaeus Dot Syndrome”. Zakheus sebagai bagian dari komunitas Israel tidak mengetahui bahwa faktanya ia memiliki bagian dalam “Perjanjian Abraham”. Lukas 19:9. Ini sebenarnya perjanjian yang ditentukan bukan semata-mata karena memiliki hubungan darah atau kekerabatan yang sama, tetapi karena IMAN, seperti yang ditemukan dalam Abraham. Roma 9:8.

Zakheus adalah setitik noda di kalangan Yahudi karena ia memilih sebuah profesi yang memalukan, sebagai seorang pengkhianat Yahudi karena bukan saja menjadi kolaborator Romawi, tetapi ia juga tidak segan menekan bangsanya sendiri.

Tetapi jika kita melihat arti kata dari namanya di Lukas 19:2, Zakheus berasal dari kata “zaccai/zakkay” yang berarti murni. Kalau kita lebih dalam lagi mempelajari akar kata tersebut, maka itu berasal dari kata “zakak” yang juga berarti bersih, mengkilap. Sayangnya Zakheus bertingkah laku berkebalikan dari arti namanya.

Ps.Prince pernah menyampaikan kepada jemaatnya demikian, mengenai mendidik anak. Ketika ia merasa anaknya “bandel” dan tidak taat, dia akan berkata: “Kamu adalah putri dari Raja diatas segala raja, jadi berhentilah bertindak seperti putri seorang penjahat!”

Dalam Yeremia 2:21, Nabi Yeremia mengecam Israel, sebagaimana Firman yang ditaruh Allah kedalam mulutnya, bahwa mereka adalah benih yang murni, namun berubah menjadi liar dan menghasilkan aroma yang tidak menyenangkan.

Mungkin (diakui atau tidak, disadari atau tidak), ada sindrom ini di dalam hidup kita. Tolong, ketika mendengar penyampaian ini, jangan buru-buru berkata: “Wah pas ini untuk si ini atau si itu!” Tetapi mari masing-masing kita introspeksi, apa yang sebenarnya terjadi dengan hidup kita.

Kita semua diciptakan murni, tanpa kepalsuan, tetapi seiring waktu berjalan Anda berpikir (didalamnya ada proses sensori: mendengar dan melihat), dan menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang dalam diri kita.

Mengenai proses berpikir ini saya teringat dengan kasus Hawa di Kejadian 3:6. Ia berpikir, bertindak kesalahan, dan berpikir lagi bahwa ia bisa menutupi itu. Kejadian 3:7. Satu hal yang kita pelajari dari proses berpikir yang salah adalah: Anda akan kehilangan apa yang Anda miliki ketika fokus Anda hanya pada hal-hal yang Anda tidak miliki. Sering terjadi kita menukar waktu bersama Keluarga dengan waktu bekerja, atau waktu merenung tentang Tuhan, dengan waktu merenungi gawai (gadget) yang kita miliki.

Bagaimana dengan kasus Zakheus? Dia adalah orang yang pendek! Kita bisa baca kembali ini di Lukas 19. Apa yang Zakheus lakukan dengan memanjat pohon itu sebenarnya adalah cerminan kehidupannya selama ini! Dia seperti berkata: Jangan pernah anggap aku rendah!

  • Ini dia buktikan dengan menjadi orang terkaya dengan cara apapun.
  • Ini dia buktikan dengan menjadi orang terkejam dengan menindas siapapun.
  • Ini dia buktikan dengan menjadi orang terkenal (notorious) dengan statusnya.

Anda bisa bayangkan saat itu, terjadi kerumunan, dan saya berpikir seperti yang juga pernah disampaikan Ps.Judah Smith, tidak ada orang di lingkungannya yang mau memberi tempat bagi dia. Hal ini bukan membuat dia tersadar, tetapi malahan mendorong dia untuk kembali membuktikan sesuatu.

Saat ini apa yang menjadi kekuranganmu? Fisik? Sosio ekonomi? Kasih sayang dan penghargaan? Lalu apa yang menjadi “pohon” pembuktianmu? Tetapi lihatlah apa kata Yesus? Lukas 19:5. Yesus berkata: “Aku ingin tinggal bersamamu.” Ini seperti yang tersirat di pertanyaanNYA di Kejadian 3:9.

Lalu apa kemudian yang jadi respon kita? Kebenaran diri sendiri (seperti yang dilakukan Adam, Israel, Daud, Yudas Iskariot)? Tuhan benci itu, ketika kita merasa kita lebih pintar dan bisa membodohi Tuhan yang Maha Tahu. Seharusnya respon kita adalah seperti di Lukas 19:6. Terima DIA, terima Firman itu, berkomunikasi (melalui doa) dengan DIA, pujilah dan sembah DIA, dengan sukacita. Anda akan menyaksikan perubahan akal budi (metanoia) saat itu terjadi. Lukas 19:7.

Apakah Anda mau mengambil 5-10 menit untuk “turun dari pohonmu”? Dan biarkan DIA “tinggal”.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

APAKAH YANG KAMU CARI? Seri – 16 oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 10 September 2017)

Yohanes 1:39

Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Puji Tuhan, pagi hari ini kita akan melanjutkan pembahasan firman Allah dari Yohanes 1 : 35-39 dalam tema: “Apakah yang kamu cari.”  Bagian sebelumnya telah kita pelajari bahwa Tuhan Yesus menerima kehadiran dua orang murid Yohanes pembaptis dengan berkata: “Marilah dan kamu akan melihatnya.”

Perkataan ini memberikan makna, yaitu:

  1. Penerimaan Total

Tuhan Yesus menerima dua orang murid Yohanes pembaptis secara total, tanpa pernah mempertimbangkan latar belakang ataupun status mereka. Tuhan Yesus selalu menerima semua orang yang datang kepadaNya, apapun keadaannya.

  1. Undangan untuk menjadi murid.

“Marilah dan kamu akan melihatnya.” Adalah sebuah jawaban dan kepastian bahwa Tuhan Yesus menerima mereka sebagai murid-muridNya.

  1. Undangan untuk menerima dari sang guru.

Setelah mereka diterima sebagai muridNya, kini mereka siap untuk menerima dari sang guru.  Waktu mereka diundang untuk menerima pengajaranNya, hikmatNya dan kuasaNya.

  1. Undangan untuk mempercayaiNya sepenuhnya.

“Marilah dan kamu akan melihatnya” adalah undangan untuk mempercayaiNya sepenuhnya. Sebagai murid mereka akan meninggalkan keluarganya, kekayaan, pekerjaan dan semua yang dimilikinya. Sekarang mereka harus menaruh harapan dan imannya hanya kepada Yesus sebagai guru mereka.

  1. Undangan untuk menderita bersamaNYA.

Berbeda dengan rabi Yahudi yang bergelimang dengan kehormatan dan kemewahan, rabi Yesus mengundang murid-muridNya untuk menderita bersamaNya. Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

  1. Undangan untuk meneladaniNYA

CaraNya mengajar bukan saja dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan nyata. Semua pelajaran yang diajarkan dilakukan dan dipraktekkan agar diteladani oleh murid-muridNya.

Sekarang marilah kita mempelajari bagi yang ketujuh yaitu:

  1. Undangan untuk MELIHAT YANG TAK TERLIHAT

Mula-mula Tuhan Yesus mengundang murid-murid untuk menerima pengajaranNya dan melihat/menyaksikan apa yang Ia kerjakan. Pelajaran di dalam kelas selalu dikombinasikan dengan praktek lapangan agar setiap murid memahami isi pengajaranNya dengan mudah. Inilah makanan harian yang diterima murid-muridNya selama mengikuti kelas rabi Yesus.

Sekarang Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya tingkat pelajaran yang lebih tinggi yaitu melihat yang tak terlihat. Dari alam nyata yang mereka alami dari hari ke hari, sekarang mereka meningkat ke alam supranatural. Hal yang bersifat jasmani meningkat kepada perkara rohani dan Illahi.

Inilah yang membedakan antara rabi Yahudi dan rabi Yesus. Rabi Yahudi hanya mengajarkan pengetahun dan ketrampilan. Tetapi rabi Yesus mengajar pengetahuan, melatih ketrampilan dan melepaskan kuasa.

Matius 7:29 

sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Kuasa inilah yang menjadikan murid-murid mampu melihat apa yang tak terlihat. Mereka memandang setiap kejadian dan hari depan bukan dengan penglihatan jasmani tetapi dengan mata iman dan keyakinan yang teguh.

Melihat kuasa dalam hidup sehari-hari

Yohanes 2 : 1-11

Untuk memudahkan kita memahami pengajaran Tuhan Yesus kepada murid-muridNya tentang melihat yang tak terlihat, marilah kita melihat peristiwa mujizat pertama yang dikerjakan Tuhan Yesus di pesta pernikahan di kota Kana.

Saat itu merupakan semester pertama bagi murid-murid untuk mengikuti kelas pemuridan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Didepan mata murid-muridNya Tuhan Yesus membuat mujizat air menjadi anggur. Alkitab mencatat peristiwa ini adalah mujizat pertama yang dibuat oleh Tuhan Yesus.

Mengapa Tuhan Yesus membawa murid-muridNya untuk menyaksikan mujizat di pesta kawin di kota Kana?

  1. Agar murid-murid semakin PERCAYA kepada YESUS  

Yohanes 2:11 

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Rupa-rupanya Tuhan Yesus membawa murid-muridNya ke kota Kana bukan hanya sekedar untuk mendatangi undangan pesta pernikahan, tetapi untuk menunjukkan kuasaNya kepada murid-murid. Ini adalah salah satu kurikulum sekolah kerabian yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Tuhan Yesus tahu betul bahwa murid-muridNya telah melepaskan segalanya untuk mengikut Yesus. Untuk meneguhkan keyakinan mereka bahwa keputusan yang mereka ambil untuk mengikut Yesus adalah keputusan yang benar, maka Tuhan Yesus menunjukkan kuasaNya dengan membuat mujizat air menjadi anggur. Dengan menyaksikan hal tersebut, murid-murid semakin percaya bahwa Yesus bukan guru biasa, la lebih hebat dari rabi-rabi Yahudi pada umumnya. Saat murid-murid semakin percaya kepada Yesus, maka dengan mudah mereka melepaskan segalanya untuk mengikut Yesus. Inilah tujuanNya memperlihatkan yang tak terlihat agar semua muridNya makin percaya kepadaNya.

Dalam buku “21 Hukum Kepemimpinan Sejati” karangan John C. Maxwell, disebutkan bahwa salah hukum kepemimpinan adalah “HUKUM KEPERCAYAAN” artinya: “Orang percaya dulu kepada sang pemimpin baru kepada visinya”. Jika seseorang tidak mempercayai orangnya maka segala yang dikatakannya tidak akan pernah dipercayai.

Inilah hukum kepemimpinan Yesus, murid-murid harus percaya dulu kepada Yesus, baru kepada visiNya. Bagaimana mungkin mereka bisa menjadi penjala manusia, jika mereka tidak menaruh percaya kepada Yesus. Dengan melihat kuasaNya, murid-murid makin mempercayaiNya.

  1. Membawa murid-murid memasuki dimensi baru dalam pemuridan yaitu dimensi supranatural.

Selain membuat murid-muridNya semakin percaya kepadaNya, tujuan lain yang Tuhan Yesus ingin sampaikan adalah agar murid-murid memasuki dimensi baru dalam pemuridan yaitu dimensi supranatural. Tuhan Yesus tahu bahwa ada banyak tantangan pelayanan yang akan dihadapi murid-murid dalam memberitakan Injil. Untuk menghadapi tantangan-tantangan ini mereka tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan manusia saja tetapi dengan kuasa Tuhan. Keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan dengan pengetahuan dan ketrampilan semata, tetapi dengan kuasa Roh Kudus. Kombinasi antara pengetahuan, ketrampilan dan kuasa Roh Kudus itulah yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya.

Mengapa Tuhan Yesus membawa murid-murid memasuki dimensi supranatural.

Karena yang tak terlihat menentukan apa yang terlihat.

Ibrani 11:3

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Hal-hal yang tak terlihat menjadi penentu apa yang dilihat. Contohnya adalah bangunan gereja ini. Gereja ini bisa berdiri megah seperti ini karena ditopang oleh fondasi yang kuat yang tidak terlihat. Semakin dalam fondasi bangunan, semakin tinggi sebuah gedung dapat dibangun. Demikian halnya dengan tanaman. Pohon-pohon yang besar selalu ditentukan oleh akar yang mengakar kuat didalam tanah. Mengapa pohon di pot tidak pernah menjadi besar? Karena akarnya tidak pernah mendalam.

Bagaimana dengan akar kekristenan kita? Pertumbuhan rohani kita ditentukan kedalaman akar kita didalam Kristus. Pastikanlah bahwa akar rohani kita terus menancap kedalam Kristus.

Dalam alkitab ada contoh-contoh nyata bahwa yang tak terlihat menentukan apa yang terlihat. Kejadian-kejadian di alam natural ditentukan oleh apa yang terjadi di alam supranatural. Yang transenden dan imanen menentukan yang terjadi dialam natural dan manusiawi.

  • Peperangan antara Israel dan Amalek (Keluaran 17 : 8-16)

Keluaran 17:11 

Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.

 

Dari kisah ini kita melihat penentu kemenangan bukanlah banyaknya pasukan yang berperang, canggihnya senjata yang dimiliki, atau hebatnya pahlawan perang tetapi kemenangan ditentukan oleh Musa, Yosua dan Hur yang naik ke atas bukit untuk berdoa kepada Tuhan.

 

  • Peperangan Daud melawan Goliat.

1Samuel 17:45 

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

 

Mata orang Israel melihat Goliat yang di hadapan mereka, akibatnya mereka mengalami ketakutan. Tetapi Daud memandang Tuhan yang tidak terlihat, itulah sebabnya dengan gagah berani Daud maju membunuh Goliat. Yang tak terlihat menentukan yang terlihat. Apa yang terjadi didalam diri kita akan menentukan apa yang terjadi diluar kita.

Amsal 24:10 

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

2Korintus 4:16 

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Penutup

Sebagai murid Tuhan, ada banyak tantangan kehidupan yang akan kita hadapi, baik dalam pekerjaan maupun dalam pelayanan. Marilah kita jalani kehidupan ini bukan hanya dengan mata jasmaniah kita tetapi dengan mata iman, sebagaimana yang dilakukan oleh rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:7 – sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.

Berjalanlah dengan iman dan bukan penglihatan. Tuhan memberkati. GBU, KJP!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PEDANG YANG TAJAM dan BERMATA DUA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 September 2017)

Wahyu 2:12

 

PENDAHULUAN

Jemaat atau anak-anak Tuhan di Pergamus hidup di tengah-tengah kota yang dapat dikatakan sebagai kota tergelap dari semua kota jajahan Roma. Kegelapan yang dimaksud adalah hampir seluruh penduduk kota Pergamus adalah penyembah Iblis atau roh-roh Iblis.

Dalam Wahyu 2:13 dikatakan bahwa jemaat Pergamus diam di tempat Iblis bertakhta (memerintah) menguasai kota.  Namun demikian masyarakat Pergamus (para penyembah Iblis) tidak keberatan jika pengikut Yesus beribadah dan melayani Tuhan. Mereka bahkan mengijinkan orang kristen mendirikan gereja untuk beribadah, namun sebenarnya mereka menggunakan taktik untuk mempengaruhi pengikut Yesus dengan cara mencampurkan ajaran kristen dengan ajaran-ajaran sesat. Sehingga disatu sisi percaya kepada Yesus tetapi juga sekaligus megikuti ajaran-ajaran sesat termasuk ajaran nenek moyang. Ini merupakan perzinahan rohani seperti menikahkan pengikut Kristus dengan dewa-dewa bangsa Roma, yaitu dengan memasukkan ajaran-ajaran “pagan”, sama halnya dengan ajaran Bileam dan Nikolaus. (Wahyu 2:14)

CARA YESUS PERKENALKAN DIRI

Kita sudah belajar bagaimana dengan indah Yesus memperkenalkan diri kepada Jemaat sebelumnya. Tetapi kepada Jemaat di Pergamus Yesus memperkenalkan diri sebagai Seorang yang memegang pedang yang tajam dan bermata dua.

Wahyu 2:12 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah Firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.”

PEDANG BERMATA DUA

Secara umum pedang bermata dua dapat diartikan :

  1. Firman Allah bukan hanya bagi Jemaat

Firman bukan disampaikan hanya kepada jemaat atau si pendengar saja tetapi juga pengkhotbah yang menyampaikannya. Firman Allah akan membersihkan bukan hanya jemaat tetapi juga pengkhotbah/pemberita firman Allah.

  1. Firman Allah Disambut/ Diterima

Ketika Firman Allah disampaikan dan kita membuka hati untuk menerimanya maka Firman Allah akan membersihkan kita dari dosa yang membinasakan kita sehingga kita seperti carang yang bersih; suci; berbuah; berkenan, seperti yang tertulis dalam Yohanes 15:3. Saat kita beribadah maka kita sedang membawa diri dan mengijinkan Tuhan membersihkan kita dengan Firman-Nya. Kehendak Tuhan adalah kita menerima FirmanNya sehingga kita bertumbuh dan mencapai puncaknya yaitu menjadi “Gereja Sempurna”. Sebaliknya apabila seseorang mendengar Firman tetapi kemudian menolak Firman Allah maka Firman/ Pedang yang membersihkan dan menguduskan itu akan datang dengan sisi yang lain. Akan tiba saatnya Yesus menggunakan sisi mata pedang lain yaitu untuk membinasakan. Artinya Firman Allah yang keluar dari diri Yesus, tidak lagi sebagai pedang yang: menyucikan; membenarkan dan menyelamatkan, melainkan menjadi  kematian.

Wahyu 21:8

“Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pedusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

 

Dalam ayat ini dituliskan orang-orang yang akan alami kebinasaan atau kematian kedua, yaitu :

Orang Penakut :     

Takut Mengakui iman kepada Yesus karena konsekuensi yang akan dihadapi.

Tidak percaya :     

Sudah dengar Firman Allah tapi tetap menolak Yesus

Orang Keji :     

Orang yang melakukan dosa keji seperti LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender)

Pembunuh:     

Bukan hanya fisik tapi juga membunuh iman dengan kata-kata

Orang sundal:     

Bersundal dengan alasan apapun

Tukang sihir:     

Jimat-jimat, susuk, pergi ke dukun dan lain-lain

Penyembah berhala:     

Masih datang kepada rumah berhala, mengikuti ritual-ritual

Pendusta :     

Tidak berkata jujur

Kalau kita terus menerus mengeraskan hati terhadap Firman Allah maka kita akan dibinasakan oleh Firman Allah.

GEREJA YANG BENAR (SEHAT)

Kita harus menjadi Gereja yang sehat, dan Gereja yang  sehat serta berkenan kepada Allah adalah :

  1. Pengkhotbah tidak menyembunyikan pedang (Firman) tajam dan bermata dua.

Firman Tuhan disampaikan dengan terus terang tidak hanya berbicara tentang berkat.

  1. Jemaat tunduk (tidak melawan/ berontak) ketika pedang Allah (firman Allah) memangkas kehidupan mereka.

Jemaat bisa menerima Firman Allah sekalipun itu Firman yang keras menegur.

Jangan seperti sebuah tayangan video.

Dimana ada seorang gembala yang menuntun domba dijalan yang benar malah ditanduk oleh domba gembalaannya sampai terjatuh. Ini sama dengan gembala sidang yang penuh kasih mendidik jemaat dalam Firman Allah yang murni tetapi kemudian ada jemaat yang salah mengartikannya sehingga berbalik melawan, memberontak terhadap gembala bahkan menjelek-jelekan gembalanya.

KAPAN FIRMAN PEDANG BERMATA DUA ITU TERJADI?

  1. Saat Gereja Dewasa, (Kis. 5:1-11)

Jemaat bertumbuh dewasa dibawah pelayanan para Rasul. Mereka bahkan memberi dari harta mereka untuk pekerjaan Tuhan. Tetapi Ananias dan Safira justru bersepakat untuk tidak jujur dalam memberi. Petrus yang sedang menyampaikan Firman Allah dikuasai Roh Kudus, menerima Karunia Roh (Perkataan Pengetahuan/Marifat, 1 Korintus 12:8), Roh Kudus memberitahu tentang kebohongan Ananias dan Safira. Yang terjadi setelah itu firman Allah menegur Ananias dan Safira!!!

Sayangnya Ananias dan Safira mengeraskan hati dan menolak pedang firman Allah yang datang untuk membersihkan mereka. Mereka memilih berbohong daripada mengakui kesalahan sehingga yang mereka terima adalah Firman Allah yang membinasakan. Jangan pernah kita main-main dengan Firman Allah! Karena Ananias dan Safira menolak firman Allah (pedang yang menguduskan), seperti tertulis dalam Yohanes 15:3, Allah kemudian menggunakan mata pedang (Firman) lain yaitu mata pedang yang membinasakan mereka.

  1. Kedatangan Yesus Kedua Kali

Peristiwa saat kedatangan Yesus kedua kali :

  1. Orang percaya yang telah mati akan dibangkitkan
  2. Orang percaya yang hidup (Gereja Sempurna diubahkan) dan kita semua akan diangkat, untuk menyongsong Yesus di Angkasa, (1 Tes. 4:16,17).

Setelah itu orang-orang yang tidak percaya, yaitu orang-orang yang menolak Yesus (Firman Allah) dan  menjadi pengikut Antikristus.

Yesus akan datang kepada  mereka dengan cara:

Wahyu 19:21a  “…Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu…”

Yesus digambarkan sebagai penunggang kuda yang datang memerangi orang yang menolak Dia, dari mulutNya keluar pedang (Firman Allah). Firman Allah adalah Firman yang menyelamatkan tetapi jika kita menolak maka pada kedatangan Yesus yang kedua Firman itu akan menjadi Firman yang membinasakan.

Siapakah “orang-orang lain?” yang dimaksud dalam Wahyu 19:21a?

Mereka adalah Orang-orang yang sudah dengar firman Allah, tetapi tetap melakukan dosa-dosa yang tercatat dalam Wahyu 21:8. Firman menyembuhkan dan menyucikan tapi akan tiba saatnya jika menolak, tidak mau bertobat dan terima Yesus maka mereka akan dibunuh dengan pedang yang keluar dari mulut Yesus. Mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; yaitu Kematian Kedua atau Neraka.

JEMAAT PERGAMUS TIDAK BERKOMPROMI

Sangat luar biasa karena sebagian besar Jemaat Pergamus adalah jemaat yang tidak mau berkompromi dengan dosa; kejahatan dan ketidakbenaran sehinggga mendapat pujian dari Yesus.

Perhatikan pujian Yesus.

Wahyu 2:13 “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu.”

 

Jemaat Pergamus adalah jemaat :

  • Berpegang kepada nama Yesus
  • Tidak mau menyangkal Yesus ( tidak berkompromi).

Yesus mengangkat kisah kehidupan seorang bernama Antipas sebagai contoh. Dia adalah seorang jemaat yang dipengaruhi oleh orang Pergamus untuk melakukan “perzinahan rohani” Namun imannya tidak goyah dan tetap berpegang pada ajaran Yesus yang murni. Hal ini  menimbulkan kemarahan orang Pergamus, sehingga dia ditangkap. Dimasukkan dalam patung lembu tembaga dan kemudian dibakar dengan api. Jemaat Pergamus menyaksikan kematian Antipas yang mengerikan itu akan tetapi mereka tidak gentar, mereka tetap teguh menjaga kemurnian iman kepada Yesus sekalipun nyawa menjadi taruhan. Iman seperti ini terus hidup!

Menurut Sejarah : Ada Kisah lain tentang seorang bernama ARIUS, tahun  250 – 336 Masehi, (berusia 86 tahun).

Arius adalah seorang pejabat gereja yang gigih mempertahankan kebenaran firman  Allah. Ia tidak mau berkompromi dengan ajaran-ajaran dunia termasuk politik. Pimpinan gereja yang berkompromi dengan pemerintah menawari Arius untuk menjadi pemimpin gereja di Alexandria dengan syarat mau ikut terlibat atau berkompromi dengan politik pemerintahan. Tetapi Arius menolak tawaran itu, karena Arius mengajarkan jemaat bahwa: “Firman Allah adalah Pedang Bermata Dua!” Artinya Firman Allah harus diajarkan secara murni – tidak boleh dicampur dengan ajaran apa pun. Konsekuensi yang harus diterima Arius adalah kematian. Sahabat-sahabatnya menemukan jenazah Arius mati diracun pada saat perayaan Konstantinopel.

(Seven Churches Of Revelation – Charles F. Redeker, 1989  halaman 12).

 

TANTANGAN GEREJA DI AKHIR ZAMAN

Tantangan Gereja di akhir zaman ialah kompromistis, sehingga gereja tidak lagi memberitakan firman Allah seperti pedang bermata dua.

Hanya ada dua pilihan :

  • Beriman kepada firman Allah yang murni (sejati) kita selamat
  • Menolak; mengkompromikan firman Allah maka akan binasa!

Kenyataan yang terjadi di zaman sekarang banyak terjadi Persundalan atau  Perzinahan Rohani. Kita dapat melihat Gereja yang berkompromi dengan ajaran agama lain, ajaran setan-setan dan terlibat dalam kepentingan-kepentingan politik dunia.

Ada gereja yang mengijinkan jemaatnya ke paranormal; dukun; takhyul dan ajaran warisan yang diajarkan nenek-nenek tua,  (I Timotius 4:1-7).

Tetapi sebagai pengikut Kristus yang sejati kita harus memelihara iman kita dengan berpegang teguh pada pengajaran Firman Allah yang murni, dan tidak berkompromi dengan ajaran diluar kebenaran Firman Allah. Dengan demikian kita berkenan dalam pandangan Allah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERUBAHLAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU – oleh Pdt. H.Hutagalung – Sumatra Utara (Ibadah Raya 3 – Minggu, 27 Agustus 2017 )

Roma 12:1-2

 

Kehidupan orang percaya seperti sebuah benih yang ditanam bertumbuh dan berbuah. Itu terjadi melalui suatu proses perubahan dari hari ke hari seperti tanaman yang bertumbuh, mulai dari memiliki akar kemudian menjadi pohon besar hingga menghasilkan buah. Dalam kekritenan juga harus bertumbuh dan berbuah-buah dari hari ke hari. Dalam Roma12:1,2, dituliskan bagaimana agar orang percaya dapat berbuah lebat. Inilah 3 pokok pikiran untuk mencapai tujuan Allah bagi GerejaNya :

  1. BERUBAHLAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU (PIKIRAN)

Seseorang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat seharusnya hidupnya sudah berbubah, yaitu pikiran dan hatinya bukan secara fisik berubah. Dalam 2 Korintus 5:17, yang lama telah berlalu, yang baru telah datang. Jika tidak siap menerimanya akan semua akan sia-sia. Seperti kirbat yang lama tidak mampu menampung anggur yang baru ; Matius 9:16-17. Demikian pun pikiran duniawi tidak mengerti hal-hal rohani ; 1 Korintus 2 :14-15. Pikiran duniawi dibentengi oleh hal-hal duniawi. Sedangkan pikiran yang diperbaharui tahu segala sesuatu tentang firman Allah sehingga ia mengerti kehendak Allah. Dahulu suka merenungkan sakit hati, tetapi setelah mengenal Yesus suka merenungkan firman Tuhan.

  1. JANGAN MENJADI SERUPA DENGAN DUNIA INI

Sistem dunia sudah dikuasai iblis, 1 Yohanes  2:15-17. Banyak orang membangun hidupnya berdasarkan apa yang orang lain lihat sehingga tidak puas, tetapi seseorang yang membangun dirinya dengan apa kata Tuhan maka ia akan menjadi orang yang berbahagia sebab dipandangan Allah kita berharga. Iblis berusaha untuk menghancurkan hidup orang percaya ; Yohanes 10:10a.  Iblis menawarkan hal yang manis padahal mengandung Maut.

  1. AGAR KAMU MENGERTI KEHENDAK ALLAH

2 Jenis orang kristen, yaitu Kristen jiwani dikuasai oleh jiwanya. Jiwanya menjadi sentral, semua yang ia mau harus dikejar. Sedang Kristen rohani dikuasai oleh Roh Kudus. Kekuatan yang datang dari Allah bukan dari kekuatan manusia.

 

ADA 7 PROSES PERUBAHAN

Ayat-ayat Alkitab tentang orang yang hidup gagal dan berhasil:

Roma 12:1 “Persembahkanlah tubuhmu menjadi korban yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah” dan milikilah kodrat ilahi!  Yaitu kehidupan rohani agar kita menjadi dewasa dalam Tuhan, 2 Petrus 1:3-4.

Tuhan Yesus memberkati

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JEMAAT PERGAMUS (seri Khotbah Pengikut Yesus Yang Sejati) – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 27 Agustus 2017)

Wahyu 2:12

“Dan tuliskanlah kepada jemaat Tuhan di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.”

PENDAHULUAN

Keadaan Jemaat di Pergamus menggambarkan keadaan gereja atau jemaat pada abad ke 3 sampai abad ke 6 yaitu sekitar tahun 216 – 500 Masehi. Keadaan Jemaat Pergamus menggambarkan gereja atau  jemaat yang kacau. Yang dimaksud kacau bukan soal manajemen atau tatanan pelayanan tapi yang dimaksud adalah kekeristenan telah dicampur adukan dengan ajaran di luar Kristus. Tidak menutup kemungkinan kekacauan ini kembali terjadi pada Gereja di zaman dimana kita hidup sehingga Gereja atau pengikut Kristus, tidak lagi mendasarkan imannya pada firman Allah sebagai satu-satunya dasar yang benar. Jemaat pergamus telah mencampur-adukan iman kepada Yesus dan firman Allah dengan iman kepada berhala dan ajaran agama lain inilah yang disebut perzinahan rohani.

Kesimpulan

Di mata Tuhan Yesus, pengikut  Yesus pada masa itu, bukanlah “Pengikut Yesus Yang Sejati”. Ketika mencampur-adukan iman kepada Yesus dengan agama lain maka kita menjadi tercemar dan tidak murni lagi dalam pandangan Tuhan.

PENGIKUT YESUS ADONAN MURNI (TANPA CAMPURAN)

Pengikut Yesus digambarkan seperti Adonan yang murni.

1 Korintus 5:7 “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”

Dihadapan Yesus, anak Tuhan seperti adonan murni yang tidak beragi. Ini bukan karena perbuatan baik kita melainkan karena iman kita  terhadap pekerjaan penyucian yang dikerjakan Yesus lewat kematianNya di kayu salib.

 

1 Korintus 5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi,   yaitu kemurnian dan kebenaran.”

Kehidupan kekristenan tidak lagi membawa ragi lama yaitu kejahatan melainkan roti yang tidak beragi yaitu kemurnian dan kebenaran. Saat kita alami perjumpaan dengan Yesus maka hidup kita yang tercemar dosa disucikan seperti adonan yang baru tanpa ragi. Kita menjadi kudus dan benar.

D O S A

Ragi menggambarkan dosa. Dalam I Korintus 5:7,8 pengikut Yesus yang sejati seperti:

(1) Adonan baru tanpa ragi

(2) Roti yang tidak beragi

PERAYAAN PASKAH

Rasul Paulus menggambarkan kemurnian Pengikut Yesus Sejati dikaitkan dengan cara perayaan paskah yang dilakukan oleh bangsa Israel. Bangsa Israel merayakan paskah secara simbolik. Sebab Paskah sejati adalah Paskah yang Yesus kerjakan di atas kayu salib, dimana Yesus memberi hidup-Nya sebagai korban bagi umat manusia. Inilah Paskah yang memurnikan hidup kita.

Keluaran 12:1-17.

Penjelasan Gambar :

Bangsa Israel merayakan Paskah yang pertama supaya mereka dibebaskan dari penjajahan mesir dan Firaun. Allah memerintahkan mereka pada tanggal 10 bulan pertama agar setiap kepala keluarga mengambil Domba yang berusia satu tahun dan tidak boleh bercacat, kemudian disimpan selama empat hari yaitu sampai tanggal 14. Di hari ke 14 inilah Paskah bagi mereka, dimana mereka melakukan ketentuan yang sudah diwajibkan oleh Allah. Domba yang sudah disimpan itu harus disembelih pada petang hari dimana dapat kita hubungkan dengan Yesus yang juga disalib pada petang hari. Setelah darah domba itu dioleskan di tiang dan ambang pintu rumah maka Domba itu kemudian diolah dengan cara dibakar ini juga gambaran dari penderitaan Yesus di kayu salib untuk memurnikan kita. Daging domba harus dimakan dengan gulai yang pahit dengan pinggang terikat dan dengan buru-buru. Secara turun temurun inilah yang disebut paskah.

Tapi Paskah tidak hanya berhenti sampai disitu, mereka harus melanjutkan dengan hari raya roti tidak beragi. Mereka tidak boleh menyimpan ragi dalam rumah mereka, tidak boleh menyentuh ragi apalagi memakannya. Ini dilakukan selama 7 hari (tanggal 15-21). Setelah itu barulah mereka boleh memakan ragi sampai perayaan Paskah di tahun berikutnya. Ini hanyalah simbolik dari Paskah sesungguhnya.

S I M B O L I K

Israel merayakan Paskah secara simbolik (gambaran) dari Paskah yang Rohani dan Sejati, yaitu Korban “darah” Yesus, Anak Domba Allah, yang mahal harganya, yang telah menyucikan kita (1 Petrus 1:19). Jangan lagi cemari hidup kita dengan dosa.

Penjelasan Gambar :

Orang Israel memakan daging sebagai tanda mereka menerima korban itu, sedangkan bagi kita paskah rohani adalah sikap iman dan hati kita ketika kita menerima karya Yesus di kayu salib. Seperti yang Yesus ajarkan ketika melakukan perjamuan suci. Saat kita melakukan perjamuan suci kita memperbaharui sikap kita dalam menerima korbanNya yang telah menyucikan kita.

Bangsa Israel dibebaskan dari jajahan mesir oleh korban anak domba tapi kita dibebaskan dari dosa bahkan dari maut oleh kematian Yesus. Setelah Paskah orang Israel tidak menyentuh ragi hanya selama 7 hari tapi bagi kita yang sudah disucikan maka kewajiban kita untuk jangan membiarkan dicemari lagi oleh ragi dosa apapun. Kita bebas dari ragi dosa di masa lalu maupun ragi kecemaran dan kejahatan.

Iblis menebar ragi agar kita tercemar. Iblis dengan anak panah berapi dapat menyerang dimana saja termasuk di gereja, ketika kita membiarkan diri kita membenci sesama kita maka itu artinya kita sudah terkena ragi iblis. Supaya tetap jadi adonan yang murni maka kita harus menjaga hati kita untuk tetap berlaku baik sekalipun ada hal-hal yang menyakiti hati kita.

  • Ragi Yang Lama; Ragi Keburukan dan Kejahatan, 1 Korintus 5:8.

Ragi Yang Lama berbicara tentang Dosa dan kebiasaan jahat dimasa lalu kita.

YESUS PENGGENAPAN PASKAH

Penjelasan Gambar :

Semua manusia sudah jatuh kedalam dosa dan kalau kita terus ada di posisi ini sampai ajal menjemput maka kita akan masuk neraka. Hanya satu cara untuk membebaskan kita yaitu oleh paskah yang sejati, berbicara pengorbanan Yesus. Dan setelah kita lahir baru maka tanggung jawab kita harus hidup tanpa ragi baik ragi yang lama (sifat lama) maupun ragi keburukan dan kejahatan. Kita harus membaharui sikap hati kita dalam menerima Yesus agar kita tetap didapati murni.

PERGAMUS

Pergamus adalah sebuah kota kecil di Asia Minor, di kota ini orang mulai pakai kulit binatang (Perkamen) sebagai media tulis. Dari kata Pergamus orang mengenal kata “Perkamen” yang artinya: Alat untuk menulis.

ARTI PERGAMUS

Pergamus artinya: “Perkawinan”, yaitu perkawinan antara ajaran Kristus dengan ajaran agama-agama. Sebelum Injil sampai di Pergamus, penduduk Pergamus telah mengenal dua macam penyembahan:

  • Ajaran dan penyembahan kepada illah-illah (berhala) Babel.
  • Penyembahan kepada illah obat-obatan dengan lambang ular.

U L A R  

Ular adalah lambang atau gambaran Iblis. Menurut Firman Allah salah satu dari 12 anak Yakub bernama “Dan” artinya “ular” (Kejadian 49:16,17).

 

“Adapun Dan, ia akan mengadili bangsanya sebagai salah satu suku Israel. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di Denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.”

 

Dalam Wahyu 14:1-8, nama “Dan” akhirnya dihapus dari 12 suku Israel, dan hal ini artinya sama dengan dengan nama “Dan” dihapus dari kitab kehidupan.

DOSA MASA LALU DAN KEJAHATAN

Sebagai adonan atau roti, kita tidak boleh menyimpan ragi yang lama, yaitu dosa masa lalu dan ragi kejahatan dan keburukan yaitu dosa-dosa yang Iblis tebar di akhir zaman. Apalagi dosa perzinahan rohani yaitu penyembahan berhala; ajaran leluhur serta ajaran agama-agama di luar Kristus. Kalau hal itu ada di dalam diri kita Yesus tidak akan segan menghapus nama kita dari Kitab Kehidupan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

AMAZING CALLING seri 2 (PANGGILAN YANG LUAR BIASA) – oleh Ps. Erik Klar – Australia (IBADAH RAYA Sore – Minggu, 20 Agustus 2017)

Yesaya 6:7-8

 

Kita tahu bahwa sesuatu yang datang dari Tuhan dapat membawa perubahan dan itulah yang disebut kemuliaan TUHAN. Melanjutkan pembahasan kebenaran Firman Tuhan seri 1, TUHAN bertanya kepada Yesaya tentang siapakah yang akan diutus olehNya? Ini juga dapat diartikan, siapakah yang mau berbicara demi namaNya? Dan kemudian kita tahu bahwa nabi Yesaya memberikan jawaban “Ini aku, utuslah aku..”

Saya percaya setiap jemaat Tuhan yang hadir memiliki hati untuk panggilan itu. Sampai saat sekarang pun Allah masih mencari dan juga memberikan pertanyaan yang sama “siapakah yang akan Ku utus?” Siapakah yang mau pergi untuk Aku? Allah sedang mencari sikap hati dari yang mau berkata “TUHAN ini aku, utuslah aku, untuk dunia yang terhilang, untuk kotaku agar mereka mengenal Yesus.”

Ketika Allah sudah mengutus maka kita akan dibawa memasuki sesuatu yang baru. Kita akan menjalani perjalanan yang belum pernah kita jalani sebelumnya, dan yang belum pernah kita lihat.  Selama 2 tahun terakhir Gereja Mahanaim memiliki tema “Tahun penginjillan”  dan tentu kita sudah berbicara dan belajar banyak hal tentang penginjilan. Tuhan ingin memberi kita cara-cara atau metode baru untuk menginjili kota ini supaya kota ini dapat menerima Yesus. Sesungguhnya  kota ini adalah miliki Tuhan Yesus. Yesus sudah membayar harga bagi kota ini, tentu saja yang dimaksud bukan tanahnya melainkan jiwa-jiwanya. Dia telah bayar itu di kayu salib karena itu kota ini menjadi  milikNya.

Saya ingin sampaikan sesuatu yang provetik bagi gereja ini untuk bergerak maju dan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan.  Jalan yang baru itu akan terlihat berbahaya ketika kita tidak tahu kondisi jalannya. Seperti Tuhan mengutus kami untuk melayani jiwa di Thailand dan jalan yang baru yang kami lalui adalah jalan yang berbahaya, rasanya tidak nyaman karena banyak hal baru yang belum kami ketahui. Di jalan yang baru ini kita harus belajar dan kadang memaksa kita untuk membuka pikiran kita.

Kita melihat tayangan video tentang jalan baru di pegunungan Himalaya. Di sini kita dapat melihat bahwa jalan baru adalah jalan yang berbahaya dan ada ketidaknyamanan melewati jalan ini. Jalan yang baru ini juga dikatakan oleh Alkitab tepatnya dalam Yes 43:18-21.

  1. Jangan ingat hal-hal yang dahulu (Yes 43:18)

Bukan berarti kita tidak boleh belajar dari apa yang terjadi dimasa lalu, bukan juga kita tidak boleh merayakan apa yang pernah terjadi seperti kita merayakan ulang tahun Gereja kita, tapi yang dimaksud ayat ini adalah kita tidak hidup di masa lalu dan tidak perlu terus-menerus terikat atau terpaku dengan metode atau cara yang sudah kita lakukan dimasa lalu. Jangan lagi kita memandang ke masa lalu, sebab Gereja Mahanaim sudah berjalan selama 28 Tahun karena  kita masuk ke jalan yang baru dan itu artinya kita bisa maju lebih jauh lagi. TUHAN berkata ada jalan baru yang sudah disiapkan bagi kita. Kalau kita terus melihat ke masa lalu maka kita akan terus dengan cara yang lama dan kita tidak mengijinkan pembaharuan. Paulus berkata dalam Filipi 3:13 “…Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”. Paulus adalah orang yang dipakai Tuhan menulis banyak surat dalam  perjanjian baru  namun ia berkata belum sempurna dalam pencapaiannya dan ia melanjutkan dengan berkata ada satu hal yang akan dia lakukan yaitu melupakan apa yang di belakang dan meraih apa yang ada didepannya. Paulus sudah menjalani pertandingannya tapi ia sadar masih ada hal yang perlu dimenangkan, karena dia belum sampai kepada tujuan akhirnya. Begitupun kepada gereja ini Tuhan bicara, “Engkau sudah berjalan begitu lama dan tangan belas kasihanKu serta tangan kebaikan dan AnugrahKu, sudah AKu tujukkan kepadamu tapi ada sesuatu yang lebih yang sudah Aku siapkan bagi gereja ini.” Karena itu kita harus punya hati untuk mau maju, sebab  ada langit yang terbuka untuk kota ini dan kalau kita mau melangkah ke depan maka kita akan melihat tangan Tuhan tertumpang atas kita dan Tuhan bergerak untuk menyelamatkan kota ini.

  1. Berusaha untuk mendapatkan yang baru (Yes 43:19)

Kata “lihatlah” berarti ada sesuatu yang penting, kita harus berhenti dan bersiap untuk apa yang akan Tuhan katakan atau tunjukkan. Tuhan ingin mengerjakan sesuatu yang baru dan biarlah itu masuk sampai kedalam roh kita. Mungkin kita belum melihat sesuatu di jalan yang baru itu tapi nanti diakhir dari jalan itu telah tersedia berkat, ada buah-buah dan ada mujizat dimana terjadi keselamatan jiwa-jiwa. Iblis akan lari sedangkan orang yang tadinya terikat akan dilepaskan dan diselamatkan. Lihatlah sesuatu yang baru itu sekarang sudah tumbuh! Dan ketika pertumbuhan itu datang kita harus siap. Janganlah menolak jalan yang baru itu, seperti mengeluh ketika ada metode atau program baru, sebaliknya kita harus antusias untuk belajar karena itu bisa jadi adalah jalan yang baru untuk menjangkau jiwa. Jangan pernah menunda dengan alasan belum siap karena sesungguhnya kita tidak akan pernah siap dengan apa yang Tuhan ingin kita kerjakan. Tuhan hanya ingin kita mempercayaiNya bahwa kita harus melalui jalan yang baru itu bukan karena kita mampu melainkan Tuhanlah yang memampukan kita untuk melaluinya.

Saya percaya sesuatu yang baru itu sudah tumbuh malam ini. Kita harus pastikan diri kita setia dan berkomitmen untuk menjangkau kota ini bagi Yesus, karena ada pengurapan Tuhan atas generasi kita dan juga atas gereja ini untuk dapat menjangkau kota. Doa jemaat untuk kebangunan Rohani bagi kota ini sudah didengar. Sekarang kita perlu bangkit dan menjalani jalan yang baru itu. Tuhan akan memanggil setiap kita untuk berjalan dijalan yang baru itu, dan inilah hati Tuhan, ini adalah panggilan Ilahi itu, siapkan dirimu untuk jalan yang baru.

Tuhan suka melakukan sesuatu yang baru. Bahkan sesuatu yang kecil sekalipun. Coba kita bayangkan bagaimana kita berbahagia ketika anak kita mulai dapat melakukan sesuatu yang baru sekalipun itu adalah hal yang kecil. Demikianlah Bapa kita di Sorga senang melihat kita mengerjakan sesuatu yang baru, bahkan Dia akan merayakannya. Menjalani sesuatu yang baru bukanlah hal yang nyaman tapi jangan takut pada kondisi seperti itu. Jangan takut karena tidak tahu bagaimana mengendalikannya, justru di jalan yang barulah kita akan dibentuk.

Tuhan berkata ada sungai di padang gurun dan sungai ini berbicara tentang pemenuhan kebutuhan kita, kemana sungai mengalir maka ada kehidupan. Ke tempat dimana tidak ada air, tidak ada kehidupan, dimana ada kekeringan dan kematian Tuhan berkata “lihatlah Aku menbuat jalan yang baru dan Aku membuat sungai mengalir”. Kemana sungai itu mengalir itu merupakan pemenuhan kebutuhan kita dan kebutuhan kita adalah untuk melayani Dia. Tuhan mengerjakan sesuatu yang baru dalam hidup kita bukan untuk kita nikmati sendiri. Kerinduan Allah adalah memakai kita untuk menggenapi rencanaNya bagi gereja dan kota ini. Ini waktunya untuk maju dan melihat kota ini diselamatkan bagi Yesus.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Amazing Calling seri 1 (Panggilan Luar Biasa) – oleh Ps. Erik Klar dari Australia (Ibadah Raya Pagi – Minggu, 20 Agustus 2017

Yesaya 6:8

Dalam perayaan ulang tahun Gereja Mahanaim, kita bersyukur sebab Tuhan menyertai Gereja Mahanaim dan kita sebagai jemaat Mahanaim terlibat didalamnya, dalam proses berkembangnya GPdI Mahanaim.

Yesus mengatakan pergi dan beritakan injil, mulai dari Tegal yaitu tempat kita berada. Ketika kita menjangkau kota, maka kota di sekitarnya pasti akan terjangkau hingga kota-kota lainnya juga terjangkau oleh injil. Jangan menunggu waktu yang lain untuk menginjil, sehingga satu generasi akan muncul untuk Yesus. Inilah panggilan yang ajaib, Tuhan berikan kepada setiap orang percaya yaitu memberitakan kabar baik sehingga banyak jiwa dimenangkan. Inilah perkerjaan Tuhan yang menyertai GerejaNya, sehingga Gereja dapat berdiri di kota-kota dan di bangsa ini.

Yesaya 6:7-8, ada suatu rahasia yang tercatat dalam ayat ini bahwa Tuhan sanggup menguduskan. Kata “IA menyentuhkannya”, mengandung arti bahwa ada yang disentuhkan di bibir. Inilah mahluk sorgawi, yang mengelilingi tahta Allah dan berteriak kudus..kudus. Yesaya melihat penglihatan yang besar, sehingga ia merasa tidak berharga/berdosa. Seperti halnya Yesaya, merasa berdosa dan tidak layak, demikian pun kita saat melihat kemuliaan Allah. Menyadari bahwa diri kita sesungguhnya tidak pantas, tidak peduli dari mana kita berasal dan setinggi apa kedudukan kita, saat berjumpa dengan Allah dalam kemuliaanNya kita menyadari bahwa Allah jauh lebih hebat, lebih berkuasa dari apapun yang ada di dunia ini. Pada saat itulah kita merendahkan diri di hadapan Allah dan berkata “Bibirku tidak kudus, pikiranku najis” .  Kita butuh Tuhan untuk menguduskan dan menyucikan, seperti makhluk Sorga yang dilihat oleh Yesaya berkata “kudus..kudus..” Sebab memang hanya Allahlah yang kudus demikianpun kita mengatakan kudus…kudus..

Saat Yesaya melihat semua itu dan ia merendahkan diri di hadapan Tuhan, maka ada sesuatu yang menyentuh bibinya, yaitu bara yang diambil oleh serafim. Pada saat itu juga bibir yang berdosa dikuduskan. Dua hal yang terjadi, yaitu:

  1. Pengampunan Dosa

Dalam Yesus ada pengampunan dosa, hanya darah Yesus yang sanggup menghapus dosa dan melayakkan untuk berada dalam panggilan Tuhan yang ajaib. Kita dibebaskan dari rasa bersalah, iblis pendusta besar untuk mengintimidasi orang percaya sehingga panggilan Allah dapat terlaksana dalam hidup umatNya, melayani Allah dan hidup didalam panggilan Allah yang luar biasa.

  1. Perkataan dipulihkan

Jangan ucapkan perkataan yang sia-sia, sebab Allah sudah mengampuni dan melayakkan. Allah meletakan firmanNya dalam setiap hati umatNya yang dikuduskan oleh darah Yesus. Oleh sebab itu, hiduplah dalam panggilan Allah yang sudah IA letakkan dalam hati setiap kita.

Setelah Allah menguduskan dan melayakkan juga menaruh firmanNya didalam hati Yesaya maka timbul pertanyaan “siapakah yang akan Kuutus?” Panggilan Allah memiliki nilai yang kekal dan kudus. Dan panggilan Allah ini diberikan kepada semua orang percaya yang sudah diselamatkan. Karena kasih Allah yang besar, menyelesaikan semua dosa dan mengatakan kepada pendosa bahwa mereka dapat hidup bebas dari dosa. Tuhan mengutus kita untuk membawa berita baik ini dengan caranya Allah yaitu kasih. Mulai dengan mengasihi orang di sekitar kita, kota dan bangsa dimana Allah menempatkan kita.

JAWABAN YESAYA

Ketika Yesus mendengar kata “siapakah yang akan Kuutus”, iapun menjawab “ini aku, utuslah aku.” Kita harus merasakan hati Allah yaitu hati yang mengasihi. Tuhan memanggil kita untuk pergi ke jalan-jalan dan tempat-tempat umum untuk bertemu dengan orang-orang yang sakit hati dan patah hati. Berikan kasih Allah kepada mereka, sebab mereka juga adalah anak-anak Allah, hanya mereka tidak tahu identitas mereka. Inilah panggilan yang kudus, yang Tuhan berikan kepada kita untuk dikerjakan.

Ini adalah waktu yang penting, perayaan atas gereja Tuhan di Mahanaim. Sudah 28 tahun GPdI Mahanaim berdiri, karena Allah yang mengerjakan apa yang terjadi di gereja Mahanaim. Marilah kita menanggapi panggilan Allah yang luar biasa untuk kemuliaan namaNya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment