KEMBALI KEPADA RANCANGAN TUHAN YANG SEMULA – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 8 September 2019)

PENDAHULUAN
Milyaran orang muda yang hidup di bumi ini, tidak memahami identitas sejati mereka. Akibatnya mereka hanya hidup berdasarkan naluri mereka saja (hanya memenuhi kebutuhan jasmani dan jiwani selama hidup sampai meninggal). Yang lebih buruk dari itu adalah mereka tidak memiliki maksud dan tujuan hidup yang sejati sehingga menghalalkan segala cara untuk mengambil dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Demikian juga dengan orang-orang muda Kristen. Meskipun mereka sudah percaya kepada Yesus, mereka perlu mengalami kelahiran baru (Titus 3:5) dan pembaharuan budi mereka (Roma 12:2) untuk dapat memahami rancangan Tuhan dalam hidup mereka. Tanpa pemahaman dan pengertian ini, hidup manusia terasa kosong dan tak berarti.

APAKAH RANCANGAN TUHAN YANG SEMULA BAGI KITA?
Untuk mengetahui dan memahaminya, kita harus kembali kepada Firman Tuhan semula ketika Allah menciptakan manusia.

Kejadian 1:26, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa (*Ibr. Radah, have dominion*) atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Dari ayat ini kita melihat maksud dan tujuan Tuhan:

  • Maksud Tuhan adalah supaya manusia menyadari bahwa dirinya bersumber dari Allah; wakil Allah atas bumi ini, untuk berkuasa dan memerintah di bumi ini.
  • Tujuan Tuhan adalah supaya manusia berkuasa (memerintah, mengatur) atas
    seluruh ciptaan-Nya bukan atas sesama manusia.

Sangat disayangkan  bahwa kejatuhan manusia dalam dosa membuat manusia kehilangan pemahaman dan pengertian ini. Hidup manusia diisi dengan ambisi, manipulasi, intimidasi dan berusaha saling menguasai. Tidak ada jalan lain, orang-orang muda harus kembali kepada rancangan Allah yang semula. Jika tidak, masa depan yang Tuhan sudah sediakan terhilang dan yang didapat adalah tangisan serta penyesalan (Ibrani 12:16-17)

Bagaimana kita dapat kembali kepada rancangan Tuhan yang semula? Jawabannya adalah Terhubung Kembali Dengan Allah.

1. Pastikan bahwa kita terhubung kembali dengan Allah melalui Pertobatan.
Dosa memutuskan hubungan manusia dengan Allah. Kejatuhan Adam bukan saja memutuskan hubungan kita dengan Allah, namun juga membuat manusia kehilangan maksud dan tujuan keberadaannya di bumi ini. Jalan satu-satunya adalah penyesalan, pengakuan dan pertobatan kita atas segala dosa dan pemberontakan kita (Yes 59:1; 1 Yoh 1:9). Kemudian kembali ke rumah Bapa (Luk 15:18-22) untuk mendapatkan akses kepada seluruh kekayaan Bapa.

2. Pastikan bahwa kita terhubung terus-menerus dengan Allah melalui Doa dan Seruan kita (Yeremia 33:3; 29:11-14).
Hanya Dia yang tahu maksud dan tujuan dari keberadaan semua ciptaan (seluruh Kejadian 1-2 menceritakannya), termasuk diri kita. Banyaklah bertanya kepada-Nya dalam perenungan dan saat teduh pribadi kita. Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak ada tujuannya (Amsal 16:4). Keberadaan kita merupakan suatu bukti bahwa Allah menghendaki kelahirankita. Ada rancangan-Nya yang harus kita temukan. Jika hidup kita tidak disalahgunakan, maksud dan tujuan Tuhan dalam hidup kita pasti ditemukan, bisa digali dan berhasil, membuat Tuhan berkata: “Sungguh amat baik” (Kejadian 1:31).

3. Pastikan bahwa kita tinggal di dalam Yesus dan selalu terhubung dengan-Nya sebagai pokok anggur kehidupan kita.
Karena kita berasal dari diri-Nya, Allah adalah sumber hidup kita. Penghubung kita dengan-Nya adalah Firman Tuhan, (Yoh 15:4-7) dan Roh-Nya (2 Kor 3:6). Roh Kudus-Nya akan menghidupkan setiap Firman yang kita terima. Memberi titik terang dan pencerahan dalam hidup kita. Terlepas dari-Nya, kita tidak dapat berbuat apa-apa, hidup kita sia-sia dan berakhir pada kematian tanpa menggenapi rancangan Tuhan. Bayangkan ada orang-orang yang meninggal dengan membawa rancangan Allah terkubur didalam dirinya. Belum pernah ditemukan apalagi dimanfaatkan.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Yesus Mengerti dan Peduli – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 2 – Minggu, 8 September 2019)

Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya. —Yesaya 53:4

 PENDAHULUAN
Yesus sangat mengerti dan benar-benar peduli terhadap segala kekacauan dan pergumulan hidup kita. Artinya Yesus sungguh sangat peduli dan mengerti yang saudara alami bahkan segala sesuatu yang saudara perlukan.

Yesaya 53:4 menjelaskan bahwa Yesus mau menanggung segala penyakit kita dan Dia mau memikul segala kesengsaraan kita. Yesus PEDULI DAN MENGERTI sehingga Yesus mau memikul dan menanggung segala permasalahan kita.

KEPEDULIAN YESUS
Yesus adalah ahli mujizat dan mampu menyembuhkan. Dimanapun Yesus pergi dan berada mujizat terjadi dalam pelayanan Yesus sehingga tiada hari tanpa mujizat yang Yesus kerjakan. Semua yang Yesus kerjakan dahsyat, ajaib dalam hidup kita. Tetapi terlebih lagi Dia buktikan kepedulian-Nya lewat mujizat di atas kayu salib, semua yang Yesus kerjakan dahsyat bahkan sampai hari ini.

Alkitab menceritakan kepedulian yang Yesus lakukan.

  • Matius 8:14-15. Ketika Yesus di rumah Petrus Yesus melihat dan peduli dengan ibu mertua Petrus. Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Yesus pegang tangan ibu itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Mungkin saudara seperti Petrus dan mertuanya yang sudah banyak melakukan pekerjaan mengiring Tuhan dengan setia tetapi saat saudara memiliki pergumulan dan tak seorang pun yang mengerti apa yang saudara alami, ingat Yesus masih mau peduli buat pergumulan saudara. Petrus tidak meminta Yesus untuk menyembuhkan ibu mertuanya, tetapi Yesus tahu dan peduli dengan apa yang dilakukan Petrus dan keluarganya sehingga ibu mertua Petrus disembuhkan.
  • Yesus berjumpa dengan seorang bapak muda yang sepanjang malam bekerja menjala ikan tapi hasilnya Nol dan tidak menghasilkan satu ekor pun ikan, pernahkah suadara mengalami saat saudara bekerja tapi hasilnya nol ? Bagaimana jika bekerja keras tapi tidak ada hasil apa-apa? Lukas 5:2-3 Yesus meminta perahu Simon bertolak sedikit untuk Yesus bisa berdiri dan berkhotbah. Simon menjawab bahwa mereka telah sepanjang malam bekerja keras dan kami tidak mendapat apa-apa. Saat itu belum ada mujizat yang Yesus lakukan tapi dari jauh Yesus melihat dan peduli kehancuran hati Petrus. Yesus mendekat dan meminta Petrus menjala ikan. Maukah saudara berjalan bersama (Yesus) satu kali lagi? Dia bukan saja peduli dengan saudara tapi Dia ada bersama dengan kita disamping saudara disaat saudara pikir tidak ada seorang pun yang mau menemani bahkan mengerti saudara. Petrus akhirnya mendapatkan berkat yang berlimpah karena mengikuti permintaan Yesus. Yesus adakan yang tidak ada menjadi ada.
  • Yesus bertemu dengan dua orang pria muda yang tadinya gagah dan mungkin punya potensi yang banyak tapi ketika Yesus berjumpa dengan orang muda ini ternyata orang tersebut kerasukkan setan dan tidak ada yang berani mendekati dia dan jika bisa satu orang ini disingkirkan saja karena orang ini BERBAHAYA. Matius 8:28 .. Mereka sangat berbahaya, sehingga tak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Mungkin menurut kita ada orang yang sangat berbahaya, tidak jadi berkat dan membuat tidak nyaman lalu menilai orang seperti ini lebih baik dibuang, dijauhi dan ditolak. Ataukah Saudara pernah di posisi mengalami penolakkan, tidak ada orang yang mau peduli karena kesalahan dan kelemahan yang saudara sehingga orang bilang saudara sangat berbahaya? Yesus sangat peduli dan Yesus tidak takut. Dia mendekati pria ini dan berkata kepada roh jahat itu “pergilah” dan sejak saat itu pria ini mendapatkan kembali masa depannya yang sudah hilang. Yesus sanggup memulihkan, menyembuhkan dan mengubah kesuraman hidup menjadi hidup yang penuh masa depan.
  • Yesus berkotbah didepan 5000 orang laki-laki dan belum termasuk anak-anak dan wanita. Tidak ada yang peduli terhadap orang banyak itu, murid-murid tidak peduli dengan keadaan orang banyak dan Yesus berkata dalam Lukas 9:13” …Tetapi kamu harus memberi mereka makan..” Para murid tentu bingung bagaimana cara menolong mereka. Saudara pernah berharap orang yang paling dekat untuk menolong saudara? Mereka bukannya tidak mau menolong tapi mereka juga terbatas, manusia terbatas masih bisa mengecewakan. Tapi Yesus sanggup menolong kita dengan mujizatNya. Apapun keadaan kita peganglah tanganNya dan percayalah bahwa setiap hari ada mujizat bersama Yesus dan setiap hari ada

SETIAP HARI ADA MUJIZAT
Kita berbicara mujizat bukan berarti kita sedang  mengejar mujizat karena jika kita datang pada Tuhan hanya untuk mencari mujizat maka kita akan kecewa. Ketika Yesus ditinggikan, ketika Dia hadir, nama Yesus sumber kuasa dan penuh mujizat dan mujizat pasti terjadi. Dalam pelayanan Yesus selama tiga setengah tahun mencatat tidak ada hari tanpa mujizat.

Yohanes 21:25, masih banyak hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Itu sebabnya pegang janji Firman Tuhan dan percaya serta berjalanlah bersama dengan Dia karena Yesus belum berhenti bekerja dan menyatakan kuasa mujizatNya dalam kehidupan orang percaya.

Bagaimana dengan zaman sekarang?
Masih banyak orang yang belum percaya bahkan menghina, tidak suka dengan apa yang Yesus kerjakan. Dari zaman perjanjian baru pun banyak orang yang tidak suka dengan Yesus, Yohanes 14:46-47. Mereka menghina dan tidak percaya kepada Yesus tetapi perlu kita ketahui dan ini yang menjadi kita lebih percaya pada Yesus bahwa sebenarnya mereka mengakui bahwa Yesus membuat banyak mujizat dan mereka berusaha menangkap, menyiksa dan membunuh Yesus dan rencana mereka terlaksanakan yaitu Yesus mati di kayu salib. Tetapi sejak kematian Yesus di kayu salib justru membuka pintu mujizat yang jauh lebih besar, kasihnya yang besar, kuasa yang besar.

Kolose 2:14 – Dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.

Menurut tradisi, penyaliban adalah bentuk hukuman mati bagi orang yang dikutuk oleh Allah, Ulangan 21:23. Begitu kejinya hukuman salib ini sehingga bangsa Yahudi tidak mengenal kata salib tetapi hanya dikenal kata pohon, tiang, sula.

Mujizat yang Yesus kerjakan di kayu salib:
1. Kesembuhan
Oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh (Yesaya 53:5) dan oleh bilur-bilurNya kamu TELAH sembuh (1 Petrus 2:24).

2. Dibenarkan
Dia menanggung dosa kita supaya kita yang bersalah dapat dibenarkan.

2 Korintus 5:21  Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

3. Memperoleh hidup
Yesus mati menempuh maut supaya kita luput dari maut
Roma 6:23 sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

4. Mujizat keselamatan
Lukas 23: 37-43 – penjahat yang disalib di sebelah Yesus menerima Yesus sebagai Juru Selamat dan saat itu juga ia akan ada bersama Yesus di Firdaus.

Ketika kita menerima Yesus kita diselamatkan dan Ia tinggal bersama di dalam kita, atau ada di antara kita sudah terima Yesus tapi tidak menyadari bahwa Yesus ada bersama dengan kita sehingga hidup penuh dengan ketakutan, tidak ada damai sejahtera tapi Yesus akan memberikan ketenangan dan damai sejahtera.

Yesus sangat mengerti dan peduli akan hidup kita. Dikatakan “hari ini juga bersama-sama dengan Aku didalam Firdaus” suatu keselamatan dimana Yesus ada didalam kita dan kita didalam Yesus sehingga tidak ada lagi ketakutan yang ada hanya damai sejahtera.

Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENGISI HARI-HARI KEHIDUPAN DENGAN BIJAKSANA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 8 September 2019)

Efesus 5:15-16
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Pendahuluan
Tuhan memberikan kepada kita kesempatan hidup maksimal 70-80 tahun, selebihnya adalah penderitaan, Maz 90:10. Per tahunnya kita menjalani 365 hari, untuk dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Dalam kehidupan kita ini, seperti diberi sebuah buku yang kosong yang diberisi 365 halaman. Buku ini namanya buku kehidupan pribadi manusia. Kita diberi tanggung jawab untuk mengisi buku kehidupan kita ini, bukan memakai tinta, tetapi melalui perkataan dan perbuatan kita. Baik atau buruk, benar atau salah dalam setiap kiprah hidup kita ini, akan tertulis dan Tuhan yang akan menilainya. Catatan dalam buku kehidupan pribadi manusia ini, akan menjadi bahan catatan untuk buku/kitab kehidupan kekal, kelak ketika kita nanti menghadap Tuhan, Fil. 4:3; Wah. 3:5, 13:8; 17:8; 20:12,15; 21:27; 22:19. Ketika buku kehidupan nanti dibuka dan ternyata nama anda tidak tertulis disana, itu berarti catatan buruk lebih banyak dari pada catatan baik tentang ketaatan, kesetiaan anda pada Tuhan. Anda akan diusir keluar dari hadapan Tuhan dan masuk pada penghukuman kekal.

NASEHAT FIRMAN TUHAN
Perhatikanlah “bagaimana kamu hidup” artinya memperhatikan dengan saksama, bagaimana kita mengisi catatan kehidupan kita. Jangan mengisi catatan hidup kita seperti orang bebal, tetapi mengisinya seperti orang arif atau bijaksana.

Pergunakanlah waktu yang ada yang masih kita miliki ini, sebab hari-hari dimana kita hidup sekarang ini adalah jahat. Artinya sewaktu-waktu bisa saja kita harus tutup buku dan tidak dapat lagi mengisinya. Di jaman sekarang maut atau kematian bisa saja merenggut kehidupan manusia kapan saja, kemajuan teknologi mulai dari pesawat terbang, mobil dan fasilitas lain, disatu sisi mempermudah manusia beraktivitas, tetapi disisi lain kecelakaan yang memakan korban jiwa juga lebih cepat dan lebih banyak jumlahnya, belum lagi kejahatan yang semakin meningkat, terorisme, peperangan menambah jumlah kematian yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Inilah waktu yang jahat, yang kapan saja bisa terjadi buku hidup seseorang dapat ditutup karena maut.

JANJI TUHAN
Jika kita mengisi kehidupan kita, hari-hari kita sesuai dengan firman Tuhan, maka kita akan mengalami janji Tuhan, seperti yang tertulis dalam Amsal 4:18.

“Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”

Hidup kita akan seperti terang fajar sampai rembang tengah hari (puncak terang). Tuhan menjamin kita, bahwa kita tidak akan melihat kegelapan (Maut), sebaliknya mengangkat naik tinggi kepada puncak kemuliaan seperti matahari pada puncak terangnya yaitu di rembang tengah hari, jika kita hidup benar di mata Tuhan.

PETUNJUK TUHAN
Tuhan memberi petunjuk kepada kita, bagaimana cara mengisi hari-hari yang kita jalani dalam kehidupan kita yang singkat ini. Kita dapat pelajari dalam Efesus 4:17-32 ; 5:1-14.

1. Efesus 4:17,18.
“Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan, jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.”

Ayat ini memberi petunjuk kepada kita, sebagai orang yang sudah ditebus Tuhan, kita jangan lagi hidup seperti orang duniawi yang pikirannya sia-sia, karena tidak mengenal Allah dan firman-Nya yang benar.     

2. Efesus 4:19 “Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.”

Jangan sampai batin atau perasaan kita menjadi tumpul, sehingga tidak lagi peka. Melakukan kecemaran, kesalahan dan kejahatan tapi tidak merasa berdosa, merasa benar sehingga selalu saja diulang-ulang perbuatannya, perasaannya jadi tumpul.

3. Efesus 4:25 “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada lainnya, karena kita adalah sesama anggota.”

Jangan isi kehidupan kita dengan catatan dusta dan kebohongan, sebaliknya berkatalah yang benar. Sebab semua yang kita katakan orang bisa lupa, bahkan kita sendiri juga bisa lupa, tetapi tidak dengan Tuhan, sebab semua yang kita katakan itu tercatat dalam buku hidup kita. Matius 12:36 – setiap perkataan sia-sia kita pun harus dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

4. Efesus 4:26 “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa, janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu.”

Jangan isi buku kehidupan kita dengan kemarahan yang berlebihan, dengan menyimpan amarah sampai jadi kebencian. Bukan berarti kita tidak boleh marah, marah boleh saja asal memiliki alasan yang benar, tetapi jangan sampai marah itu terus tersimpan dan membekas, sehingga menjadi catatan yang buruk dalam buku hidup kita Sebelum matahari tenggelam kemarahan kita sudah harus terhapus dihati kita.

5. Efesus 4:27 “Dan jangan beri kesempatan kepada Iblis.”
Isi hidup kita dengan kewaspadaan, karena Iblis akan menggunakan situasi hati kita untuk menebar benih kehancuran. Iblis tidak butuh pintu yang lebar untuk masuk, cukup lobang jarum ia dapat masuk, sedikit saja kita mencatatkan sesuatu yang buruk dan jahat dalam hati kita, Iblis akan masuk, menguasai, dan mengendalikan kehidupan kita.

6. Efesus 4:28 “Orang yang mencuri janganlah mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”

Jangan kotori catatan hidup kita dengan hal buruk yang mungkin pernah dilakukan dimasa yang lalu (mencuri) sebelum mengenal Tuhan. Jangan mencuri lagi, apalagi mencuri milik Tuhan. Bertobat kerja keras, supaya kita juga dapat memberkati orang lain yang membutuhkan.

7. Efesus 4:29.
“Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”

Jangan cemari buku catatan kehidupan kita dengan perkataan yang kotor. Kalau terpaksa harus menegur, tegurlah saudara kita dengan kata-kata yang baik dan membangun, jangan semena dalam menegur kesalahan orang lain, apalagi dengan kata-kata yang kotor, sebab ucapan kita dapat membangun atau menghancurkan orang lain.

8. Efesus 4:30 “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.”
Jaga catatan hidup kita jangan sampai ucapan dan perbuatan kita mendukakan Roh Kudus. Contoh :  Kisah Para Rasul 5:1-11- Ananias dan Safira. Mereka mendukakan Roh Kudus dengan perkataan dan perbuatannya melalui persembahannya. Mereka berdusta melawan Roh Kudus, Kisah Para Rasul 12:21-23. Raja Herodes yang ditampar malaikat Tuhan karena ucapannya menghujad Roh Kudus. Ananias, Safira dan Herodes, Tuhan tutup buku kehidupnya seketika itu juga mereka mati, karena ucapan perkataan mereka bukan saja mendukakan Roh Kudus, tetapi juga menentang Roh Kudus. Mereka tidak lagi diberi kesempatan oleh Tuhan. Jangan sampai hal ini terjadi dalam catatan kehidupan kita!

9. Efesus 4:31 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
Jangan sampai semua daftar di atas ada dalam catatan hidup kita.

10. Efesus 5:1-14. Dalam ayat-ayat ini, menjelaskan bahwa semua jenis dosa yang terdaftar dalam ayat tersebut, tidak boleh ditolelir karena sedikit saja itu masuk dalam catatan buku kehidupan kita, Iblis akan gunakan untuk masuk menguasai dan membinasakan kita. Didalamnya ada percabulan, perzinahan, rupa-rupa kecemaran, keserakahan dan lain-lain.

KEGAGALAN ISRAEL
Mazmur 78:32-33 “Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Sebab itu Ia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.”

Dalam perjalanan kehidupan Israel, bangsa ini gagal dalam menuliskan hal yang baik dalam catatan kehidupan mereka dan selalu mengulang kesalahan mereka. Catatan hidup mereka habis dalam kesia-siaan. Tahun-tahun mereka habis dengan suasana yang mencekam, kesedihan dan tidak sampai pada tujuan.

KESIMPULAN
Bijaksanalah dalam kita mengisi catatan hari-hari kehidupan kita, jangan sampai kita gagal seperti bangsa Israel. Tuhan sudah memberi petunjuk-petunjuk-Nya kepada kita, mari kita ikuti dan mengerjakannya. Apabila ada catatan buruk yang terlanjur tertulis dalam buku kehidupan kita, selama kita masih hidup, ada kesempatan untuk menghapus catatan buruk kita, yaitu dengan mengakuinya dihadapan Tuhan secara pribadi, mohon pengampunan. Tuhan akan menghapuskan semua catatan buruk kita, selanjutnya jangan ulangi lagi dan mulailah mencatatkan hal yang berkenan kepada Tuhan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENJADI JEMAAT YANG KUDUS, TIDAK BERCELA DAN TAK BERCACAT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 September 2019)

Kolose 1:20-22

Pendahuluan
Rasul Paulus menjelaskan dengan sedehana, bahwa korban kematian Yesus adalah untuk memperdamaikan antara manusia dengan Allah.  Sebab Allah kudus dan tidak dapat berdosa, serta tidak tersentuh oleh dosa. Sedangkan manusia sudah berdosa dan dosa itulah yang memisahkan Allah dengan manusia sehingga hubungan Allah dengan manusia rusak karena dosa.

Pada mulanya manusia bersekutu erat dengan Allah, tetapi karena manusia tidak setia kepada perintah Allah melainkan tunduk pada perkataan iblis, maka Kejadian 3:24, Tuhan menempatkan Kerub dengan memegang pedang bernyala pada jalan ke pohon kehidupan. Apabila Adam dan Hawa ingin masuk ke Taman Eden, mereka akan binasa, sebab pedang murka Allah dipegang oleh Kerub akan terus diayunkan.

Masalahnya tidak ada manusia yang memenuhi kualifikasi Allah untuk menghentikan pedang murka Allah. Termasuk segala perbuatan baik dan kesalehan manusia tidak sanggup menghentikan pedang murka Allah.  Namun oleh karena cinta Allah kepada manusia maka diutuslah Yesus untuk memperdamaikan manusia dengan Allah (Yohanes 3:16). Allah tidak membiarkan manusia binasa dalam dosa,  karena Allah rindu kembali bersekutu dengan manusia seperti sebelum manusia jatuh dalam dosa. Hanya Yesus yang tidak berdosa dan tidak bercela yang sanggup menghentikan pedang murka Allah.

Bila dihubungkan dengan Ibrani 10:19-20, ketika seseorang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, mereka tidak akan takut menghadap tahta Allah, sebab Yesus sudah membuka jalan yang baru dengan membuka tabir atau penghalang yaitu dosa. Sehingga jalan menuju Taman Eden yang sudah tertutup, terbuka lewat jalan, kebenaran, dan kehidupan dalam Yesus diatas kayu salib (Yohanes 4:6). Kiranya pengetahuan ini jangan kita simpan,  tapi beritahukan kepada mereka yang belum percaya kepada Yesus.

TUJUAN PENDAMAIAN KRISTUS
Setelah kita percaya kepada Yesus dan menerima keselamatan maka ada tujuan Allah dalam hidup pribadi setiap orang percaya. Dalam Kolose 1:21-22 ada 3 tujuan Allah yaitu:

1. KUDUS (HAGIAZO)
Hagazio mengandung arti dipisahkan. Bukan dipisahkan secara fisik melainkan ketika percaya kepada Yesus, status kita dipisahkan dari dunia ini yaitu dari cara hidup yang berdosa menjadi hidup dalam kekudusan.  Awalnya kita terpisah dengan Tuhan, namun salib menguduskan dan hidup dalam cara hidup sesuai kebenaran bukan kejahatan. Tetapi apakah ketika kita sudah ada dalam posisi percaya kepada Yesus, cara hidup kitapun mencerminkan Kristus? Ataukah sebaliknya ?

Perhatikan dalam Efesus 4:25-31 :

  • Ayat 25-26 – buanglah dusta diantara kita dan berkatalah benar. Artinya dalam keadaan marah, jangan sampai kemarahan tidak dibereskan atau disimpan dalam hati hingga menjadi dendam. Boleh marah tetapi marahlah dengan motivasi kasih dengan tujuan untuk membangun sehingga dia sadar dan bertobat.
  • Ayat 27-28 – Jangan beri kesempatan kepada iblis. Orang yang mencuri jangan lagi mencuri, tetapi harus ada pertobatan. Bekerjalah dan belajar memberi.
  • Ayat 29-30 – Jangan ada perkataan kotor sehingga orang diberkati, pakailah perkataan yang baik sehingga mereka dapat melihat kasih Kristus dalam perkataan kita. Jangan dukakan Roh Kudus dengan melakukan dosa-dosa.
  • Ayat 31 – Buang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah. Jangan lagi ada semua itu diantara kita sebagai tubuh kristus.
  • Ayat 32 – Ini nasihat firman Tuhan, bahwa kita harus ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dalam persaudaraan dan saling mengampuni.

Pelajari ayat-ayat tersebut sebab tujuan kita dipanggil adalah membuktikan diri sebagai orang yang sudah dikuduskan oleh Yesus.

2. TIDAK BERCELA
Tidak bercela artinya tidak boleh ada noda dalam roh, jiwa dan perbuatan karena sudah disucikan. Sebab tujuan Yesus menyelamatkan kita adalah untuk menebus dan menguduskan agar kita tidak bercacat dan bercela sama seperti Yesus. Hanya persembahan yang tidak bercela yang diterima oleh Allah. Sebab itu rasul Paulus katakan dalam Roma 12:1, persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,  yang kudus dan tak bercela.

Sebagai perbandingan,  dalam Keluaran 12:1-28, ketika bangsa Israel masih di Mesir, tiap kepala keluarga harus menjadi imam bagi keluarganya.

Caranya :

  • Tanggal 10 bulan abib (pertama), mereka mengambil domba yang tak bercela
  • Domba disimpan selama 4 hari, sehingga pada tanggal 14 bulan itu, domba tersebut dipisahkan untuk dikorbankan.
  • Darahnya dioleskan pada pintu setiap rumah keluarga dan darah itu menjadi tanda untuk menyelamatkan mereka sekeluarga dari maut. Hal tersebut membuktikan persembahan domba mereka diterima oleh Tuhan sehingga tidak ada anak sulung orang Israel yang binasa.

Kisah ini juga memberikan gambaran hidup yang dipersembahkan kepada Allah.  Sebab apabila kita menjadi anak Tuhan yang Kristianos yaitu hidup melakukan firman Allah,  maka hidup kita menjadi persembahan bagi Allah.

3. TIDAK BERCACAT (ANENGKLETOS)
Dalam bahasa inggris artinya unimpeachable – tidak ditemukan cacat dan cela. Jadi tidak dapat disingkirkan sebab Tuhan menolong.  Kata lainnya adalah Not Accused – tidak ada yang dapat mendakwa karena hidup tidak bercacat. Maka jika ketiga hal ini kita kerjakan yaitu hidup kudus, tidak bercela dan tak bercacat maka kita adalah kristen yang sejati. Berlarilah kesana dan sampai menjadi sama seperti Yesus.

Inilah tujuan Tuhan untuk menebus kita yaitu menjadi jemaat yang kudus, tak bercela dan tak bercacat diangkatan yang tidak mengenal Tuhan sehingga hidup kita terus bertumbuh menjadi sempurna sama seperti Yesus.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mujizat Masih Ada – oleh Pdt. Anton Toganti Kumayas, GPdI Siaga Jakarta (IBADAH RAYA 3 – Minggu, 25 Agustus 2019)

Yohanes 6:5-7

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”

Ada antusiasme diantara orang Yahudi untuk berjumpa dengan satu figur yaitu Yesus. Mereka sendirilah yang berinisiatif untuk mencari Yesus. Mereka mengadakan perjalanan yang cukup jauh dan kebanyakan dari mereka berjalan kaki. Kondisi itu bukan menjadi hambatan bagi mereka. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya timbulah belas kasihan terhadap orang banyak itu.

Yesus tidak hanya memperhatikan perkara rohani tetapi juga kebutuhan jasmani orang yang mengikuti-Nya. Yesus menyuruh para muridNya untuk memberi makan orang banyak itu. Namun posisi mereka jauh dari kota. Bagaimana caranya mendapatkan makanan? Yang ada hanya 5 roti dan 2 ikan. Sedangkan Filipus meresponi dengan sikap pesimis, sebab roti seharga 200 dinar tidak akan cukup untuk memberi makan orang banyak itu. Ini pandangan manusia. Tuhan memilih menggunakan apa yang ada pada kita. Tanpa tindakan iman kita tidak akan melihat mujizat Tuhan.

Dalam injil Yohanes, rupanya Filipus tidak mengenal Yesus dengan benar.
Yohanes 14:9.
Kata mengenal dalam ayat ini menggunakan kata Ginosko yaitu mengenal secara timbal balik. Bukan hanya kita mengenal Tuhan tapi Tuhan juga mengenal kita. Kita bisa saja mengenal Tuhan, tapi apakah Tuhan juga mengenal kita?

Kata Ginosko artinya:

  • Datang untuk jadi taat
  • Datang untuk Memahami
  • Datang untuk Mengenal
  • Datang untuk Mengalami

Yohanes 14:12
Percaya adalah modal untuk melihat mujizat.
Sesuatu yang kecil di tangan kita dapat dilipatgandakan oleh Tuhan hanya bila kita percaya kepadaNya.

Dunia ini gudangnya masalah. Kita tidak bisa berdoa untuk tidak diberikan masalah. Masalah itu akan datang tanpa kita minta. Kita hendaknya berdoa agar kita dimampukan untuk melewati masalah. Terkadang Tuhan bawa kita kepada persoalan agar kita mengalami mujizat dan menjadi kuat.  Tuhan memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Seri 12 PEMBUNUH RAKSASA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 25 Agustus 2019)

1Samuel 17

1Samuel 17:50
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu;
ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Kehadiran raksasa-raksasa dalam hidup kita adalah hal yang tidak mungkin dapat dielakkan. Sebagaimana Daud menghadapi raksasa dari Filistin yaitu Goliat, demikian juga dengan kita ada banyak raksasa-raksasa yang menghadang perjalanan hidup kita. Mungkin ada yang sedang menghadapi raksasa yang dinamakan penyakit, kegagalan, masalah, kesulitan, hubungan yang rusak, terikat dengan dosa,  kehilangan anggota keluarga, atau mungkin ada yang sedang menghadapi raksasa yang dinamakan keuangan. Apapun yang sedang kita hadapi, tetaplah maju, janganlah menyerah lakukanlah seperti yang Daud lakukan untuk meraih kemenangan.

Mari kembali kita memperhatikan tindakan-tindakan Daud untuk membunuh raksasa yang menantang barisan Israel yaitu Goliat.

  1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara Tuhan dari pada suara lawan.
  2. Pembunuh raksasa memilih memandang Tuhan daripada memandang lawan.
  3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
  4. Pembunuh raksasa memperkatakan kemenangan bukan kekalahan.
  5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.
  6. Pembunuh raksasa memilih berharap kepada Tuhan, bukan senjata perang
  7. Pembunuh raksasa memilih keluar dari zona nyaman ke zona iman
  8. Pembunuh raksasa memilih untuk menyembah TUHAN sekalipun lawan ada di depannya
  9. Pembunuh Raksasa memilih menggunakan apa yang ia punya dan ia bisa
  10. Pembunuh Raksasa memilih melihat peluang, bukan hambatan dan kesulitan
  11. Pembunuh Raksasa memilih bertemu Allahnya sebelum bertemu musuhnya

Selanjutnya mari kita mempelajari kunci kemenangan Daud yang ke dua belas yaitu:

 12
Pembunuh raksasa memilih membunuh dirinya sendiri, sebelum membunuh lawannya.

Sesungguhnya musuh terbesar dalam peperangan bukanlah lawan yang dihadapi tetapi diri sendiri. Musuh terkuat bukan yang terlihat, tetapi mereka yang tak terlihat yang ada dalam diri kita. Kemenangan-kemenangan dalam peperangan bukan ditentukan oleh besar dan kuatnya lawan, tetapi oleh kemampuan mengalahkan diri sendiri. Karena apa yang terjadi didalam diri kita lebih penting dari pada yang terjadi di luar diri kita. Kemampuan kita menaklukan diri sendiri adalah pertanda untuk membunuh musuh yang ada dihadapan kita.

Mari kita perhatikan apa yang terjadi dalam diri tentara dan yang terjadi dalam diri Daud.

Kita lihat kembali 1Sam. 17:10,11 : Pula kata orang Filistin itu: “Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.” Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

 Mendengar tantangan Goliat, raja Saul bersama dengan orang Israel cemas dan ketakutan lalu lari menjauhi Goliat, tetapi  Daud  maju dengan penuh keberanian (bd, ayat 24, 32) Melihat sosok Goliat, orang Israel ketakutan, tapi Daud tidak ada kegentaran. Mengapa terjadi respon yang berbeda terhadap situasi yang sama? Perbedaannya adalah terletak pada kemampuan untuk membunuh dirinya sendiri. Saul dan bangsa Israel tidak mampu membunuh ketakutan yang ada di dalam diri mereka, sedangkan Daud berhasil membunuh ketakutan yang ada dalam dirinya. Sebagai seorang anak gembala yang masih muda melihat sosok Goliat yang tinggi besar dan mendengar tantangannya tentu saja membuatnya menjadi takut, tetapi Daud memilih membunuh ketakutan dan kecemasan  yang menyerang dirinya.

Kadang-kadang dalam peperangan kehidupan yang kita alami bukan besarnya lawan yang membuat kita kalah, tetapi kecilnya keyakinan dalam diri kita untuk menang. Jadi jika kita sudah merasa kalah sebelum berperang maka kalahlah kita. Sadarilah bahwa ukuran diri Anda, lebih penting dari pada ukuran lawan Anda. Lihatlah apa yang ditulis oleh penulis Amsal dalam: Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Kekuatan kita tidak ditentukan oleh besarnya fisik yang kita miliki, tetapi besarnya keyakinan dan iman yang ada dalam diri kita. Jika hati kita tawar, takut, cemas, maka kehebatan fisik dan persenjataan perang tidak ada artinya apa-apa. Sebaliknya orang-orang yang berani, dengan apapun yang dipegang akan memenangkan pertandingan.

Kembali kepada kisah Daud dan Goliat. Daud berhasil membunuh Goliat, karena Daud memilih membunuh raksasa “KETAKUTAN” yang ada dalam dirinya sendiri, sebelum membunuh raksasa Goliat. Jangan biarkan ketakutan menguasai hidup kita sehingga melumpuhkan keberanian kita untuk melawan musuh yang kita hadapi.

BAHAYA KETAKUTAN
Jika kita tidak membunuh ketakutan yang ada dalam diri kita, maka ketakutan itulah yang akan membunuh kita. Ketakutan itu sangat bahaya. Dia tak terlihat tetapi memiliki kuasa dahsyat. Beberapa bahaya dari ketakutan adalah:
1. Ketakutan membunuh POTENSI
1Sam 17:23,24
Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya. Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.

Saul dan tentara Israel adalah orang-orang memiliki potensi besar karena mereka adalah para prajurit yang terlatih. Selain itu mereka adalah orang-orang yang diperlengkapi dengan senjata. Jadi peluang untuk memenangkan pertempuran melawan Goliat sangatlah besar. Namun sayang, ketakutan membunuh semua potensi tersebut sehingga tak satupun berani menghadapi Goliat. Daud potensinya mungkin kecil karena hanya tahu memainkan umban dan batu, tetapi keberaniannya telah melipatgandakan potensi yang ada dalam dirinya, sekalipun hanya bermodalkan umban dan batu, ia berhasil menumbangkan Goliat sang raksasa Filistin.

Kadang bukan karena kurangnya pengetahuan, sedikitnya modal, atau sempit pergaulan yang membuat kita gagal, tetapi ketakutan itulah yang membunuh semuanya itu. Orang-orang yang berani dengan kualitas apapun yang dia pegang selalu membawa kepada keberhasilan.

 2. Ketakutan membuat kita menentang titah TUHAN
Ulangan 1:26
Tetapi kamu tidak mau berjalan ke sana, kamu menentang titah TUHAN, Allahmu.
Contoh : Saul – 1 Sam 13:11-13

Hati-hatilah dengan ketakutan sebab ketakutan dapat membuat seseorang menentang firman Tuhan. Karena ketakutan menghadapi bangsa-bangsa yang ada di Kanaan, bangsa Israel akhirnya menentang titah. Mereka melawan dan memberontak kepada kehendak Allah. Jangan biarkan ketakutan pada akhirnya berbuah dosa dalam hidup kita. Beranilah menghadapi, percaya saja bahwa Tuhan selalu menyertai.

3. Ketakutan membuat kita gagal memahami kehendak dan rencana TUHAN
Ulangan 1:27
Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan.

Selanjutanya ketakutan membuat bangsa Israel gagal memahami rencana Tuhan. Mereka pikir Allah membawa mereka keluar dari Mesir agar mereka mati dibunuh bangsa Amori. Bukankah rencanaNya adalah memberikan tanah yang berlimpah susu dan madu? Namun karena ketakutan mereka gagal melihatnya, pandangan mereka tertuju kepada kesulitan hidup yang dihadapinya.

MEMBUNUH KETAKUTAN
Jangan biarkan ketakutan berkembang dalam hidup kita sehingga mengagalkan seluruh rencana dan kehendak Allah dalam diri kita. Bunuhlah ketakutan sebelum ia membunuh masa depanmu dengan cara:
1. BERANILAH melangkah karena kuasa/mujizat terjadi saat kita bertindak.
Yosua 3:13
Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.

Jangan tunggu keadaan baik baru bertindak, bertindaklah maka keadaan akan berubah. Bangsa Israel tidak menunggu arus sungai Yordan tenang atau mengering, saat arus sungai sedang deras para imam maju menyebrangi, maka terjadilah mujizat dan pertolongan Tuhan. Saat kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.

Barangkali penyakit kita belum disembuhkan, masalah kita belum diselesaikan, hutang masih banyak, persoalan menumpuk. Jangan tunggu selesai, melangkahlah dengan berani, percayalah saat kita bertindak kuasa Allah bergerak.

2. Ketahuilah bahwa kesuksesan terjadi secara bertahap.
Ulangan 7:22
TUHAN, Allahmu, akan menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu sedikit demi sedikit; engkau tidak boleh membinasakan mereka dengan segera, supaya jangan binatang hutan menjadi terlalu banyak melebihi engkau.

Kesuksesan adalah proses, bukan peristiwa dadakan. Tidak ada suskes yang terjadi seketika semua butuh waktu dan usaha. Sukses terjadi secara bertahap, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Ingatlah, bahwa seorang pembunuh raksasa tidak dimulai dari membunuh raksasa. Sebelum membunuh Goliat, Daud terlebih dulu telah membunuh singa dan beruang. Kemenangan-kemenangan di padang penggembalaan telah menghantarnya kepada kesuksesan besar yaitu membunuh raksasa Goliat. Sadarilah bahwa kemenangan-kemenangan besar di masa depan ditentukan oleh kemenangan-kemanangan kecil yang terjadi dari hari lepas hari.

3. Masa depan menuntut RESIKO
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Tidak ada keberhasilan tanpa harga. Untuk mendapatkan barangnya Anda harus membayar harganya. Itulah resiko. Harga bayaran untuk sebuah keberhasilan. Ingatlah beberapa kebenaran berikut ini:

  • Untuk menuju puncak anda harus mendaki
  • Tidak ada kemenangan tanpa peperangan
  • Tidala ada keberhasilan tanpa usaha

 4. Percayalah kepada Tuhan
Ulangan 31:6
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

Musuh dari iman adalah ketakutan. Saat ketakutan berkembang, maka iman kita hilang. Sebaliknya saat kita percaya, maka ketakutan akan sirna. Oleh sebab itu jangan takut percaya saja kepada Tuhan. Yakinlah bersama Tuhan kita dapat melewati badai, bersama Tuhan kita mampu berjalan mengatasi gelombang. Jangan pandang tantangan yang ada di depan, jangan lihat kesulitan yang menghadang, lihatlah Tuhan yang memberi kemenangan. Percayalah kepada Tuhan, maka keberhasilan akan datang. Tuhan memberkati. KJP!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

SUARA KENABIAN : Menjadi Suara Kebenaran ditengah dunia – oleh Pdp. Corneles Wim Kandou (Ibadah Raya 1 – Minggu, 25 Agustus 2019)

1 RAJA-RAJA 20:35-43

Kisah Para Rasul 20:42-43
Kata nabi itu kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka nyawamu adalah ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya.” Lalu raja Israel pergi ke istananya dengan kesal hati dan gusar, maka sampailah ia di Samaria.

A. PENDAHULUAN
Dunia kita hari-hari ini sedang mengalami ‘degradasi nilai –nilai kebenaran” bahkan kehilangan krisis kebenaran yang dipegang selama ini. Contohnya:

  1. Seorang penceramah agama, yang dalam ceramahnya menghina simbol keagamaan yang lain. Katanya Jin Kafirlah dan sebagainya. Bukankah agama harusnya menebarkan perdamaian dan bukan penghinaan serta memprovokasi?
  2. Kebohongan / Hoaks yang ditebarkan di media untuk menarik perhatian
  3. Trend Kawin cerai dianggap sesuatu yang wajar
  4. Transeksual yang dipromosikan di media elektronik. Seorang selebritis / selebgram Lucinta Luna yang dianggap wajar-wajar saja.
  5. Kalangan Hamba Tuhan:
    – Andrew Stocklein, Pendeta Inland Church, AS bunuh diri karena stress
    – Joshua Harris, Pendeta dan Penulis Buku menceraikan istrinya dan tidak lagi menjadi seorang Kristen
    – Marty Sampson, Mantan Pemimpin Pujian Hillsong yang kehilangan imannya karena kecewa dengan pemimpin gereja

Bagaimana sikap orang percaya terhadap dunia yang seperti ini? Apakah kita diam saja, ikut terhanyut atau tetap berdiri pada kebenaran Tuhan? Sesungguhnya hari ini dunia membutuhkan suara kenabian yang dengan lantang menyuarakan kebenaran !

Mari kita kembali pada ayat pokok kita. Pada zaman itu, Israel berada dalam era kemerosotan rohani yang luar biasa. Raja demi raja berganti namun tak satupun yang berbalik kepada Tuhan.

Ahab adalah salah satu raja Israel yang terkenal, namun terkenal karena kefasikan, kejahatan dan kelalimannya sehingga menimbulkan kepedihan di hati Tuhan.

Bahkan oleh salah satu komentator Alkitab mencatat bahwa pemerintahan Ahab adalah salah satu pemerintahan Israel yang mengalami kemerosotan rohani terburuk yang pernah ada. Perikop ini (1 Raja-Raja 20:35-43) kemudian menunjukkan celaan Tuhan kepada Ahab yaitu dengan memakai Nabi-Nya untuk menyampaikan nubuatan kepada Raja Ahab. Bayangkan, ketegasan Tuhan terhadap ketidaktaatan hingga salah satu nabi yang menolak perintah Tuhan untuk memukul rekan nabi yang lain justru mengalami akhir hidup yang begitu mengerikan.

NABI ANONIM
Saya tertarik dengan Nabi anonim yang diutus Tuhan untuk menyatakan nubuat kepada Raja Ahab. Nabi Anonim ini dapat juga menjadi gambaran hidup orang percaya yang seharusnya tak segan menyuarakan kebenaran dan berita pertobatan.

Zaman Israel dibawah pemerintahan Raja Ahab pada waktu itu kurang lebih sama dengan masa sekarang. Dunia dimana kita hidup sedang mengalami kemerosotan moral bahkan kemerosotan rohani. Tidak hanya pemimpin pemerintahan bahkan para pemimpin rohani, yang mulai mendegradasi nilai-nilai Firman Tuhan untuk memudahkan kehidupan Kekristenan.

Kehidupan orang percaya di dunia ini harusnya seperti suara kenabian, yaitu suara yang menemplak dan menegur dunia sekitarnya untuk berbalik kepada Tuhan. Berani menyuarakan kebenaran, dan tidak enggan menegur ketidakbenaran.

Mari terlebih kita perhatikan bagian-bagian ini . 

B. APA YANG DAPAT KITA PELAJARI SEKARANG ?
1. Kebenaran Harus Tetap Disampaikan Sekalipun Menyakitkan.
1 Raja-raja 20:35 Seorang dari rombongan nabi berkata kepada temannya atas perintah TUHAN: “Pukullah aku!” Tetapi orang itu menolak memukulnya.

Perintah atau Firman Tuhan atau Kebenaran Tuhan adalah nilai absolute yang tak bisa ditawar. Sekalipun itu berlawanan dengan nilai, kebiasaan, budaya yang terbangun disekitar kita namun Kebenaran harus dinyatakan dengan cara apapun, bahkan walau sesakit apapun.

Kisah Bangsa Israel.
Ulangan 8:2
Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu

Kebenarannya adalah masa-masa sukar yang dialami bangsa Israel dimaksudkan agar timbul kerendahan hati dari mereka untuk sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan.

 2. Kebenaran Harus Dinyatakan Sekalipun Ada Resiko Yang Diterima.
1 Raja-raja 20:42
Kata nabi itu kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka nyawamu adalah ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya.”

Apabila kita mundur di pasal-pasal sebelumnya maka akan terlihat dengan jelas bahwa Raja Ahab dan Istrinya Izebel terkenal begitu membenci para Nabi Tuhan bahkan tak segan mengancam dan membunuh.

Namun Nabi Anonim ini tak bisa menahan kebenaran Tuhan yang harus dinyatakan kepada Raja Ahab. Ia tetap pergi dan menyampaikan kebenaran Tuhan tanpa peduli bahaya apapun yang mengancamnya.

Kisah Paulus
1 Korintus 16:9
Sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

 Pekerjaan yang besar disini adalah usaha pemberitaan injil kebenaran Yesus Kristus walau resiko banyaknya penentang.

 Filipi 1:12-13
Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.

Sekalipun dipenjarakan menjadi harga yang harus dibayar karena memberitakan kebenaran Tuhan, namun Paulus tetap mensyukuri hal itu. Harusnya semangat dan dedikasi yang sama dimiliki oleh orang percaya. Apapun resikonya, entah ditolak, dibenci, dikucilkan atau apapun itu asalkan itu karena kebenaran Tuhan yang kita suarakan.

BAGAIMANA CARA KITA MENYAMPAIKAN KEBENARAN
1. Berkatalah Dengan Jujur
Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Jangan berbohong hanya karena takut cekcok dengan orang lain yang jelas hidupnya sedang dalam dosa. Jangan sampai suara kebenaran kita terhambat oleh karena kita sungkan kepada orang yang jelas-jelas bersalah.

2. Kebenaran Harus Disampaikan Dengan Kebaikan.
Sekeras apapun kebenaran itu dinyatakan, namun sampaikan dengan cara yang santun. Jadi bahan pemikiran untuk kita. Mengapa suara kebenaran kita sering kali tidak diterima ? Bisa saja karena cara dan waktu kita menyampaikannya tidak tepat.

Amsal 15:1
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. (Lihat juga: Amsal 15:23)

 3. Kebenaran Harus Disampaikan Dengan Motivasi Kasih
Wahyu 3:19
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu  dan bertobatlah!

Segala kebenaran yang kita suarakan harus dilandaskan pada sebuah kasih yang tulus. Sebagaimana teguran dan hajaran Tuhan digerakkan oleh kasih yang besar. Biarlah kebenaran yang kita kumandangkan bukan dilandaskan pada motivasi atau intrik-intrik tertentu tetapi semua karna kasih yang tulus.

4. Hiduplah Dalam Kebenaran
Suara kebenaran yang kita kumandangkan akan jauh lebih kuat dan berdampak apabila kita memang menghidupi nilai-nilai kebenaran. Kegagalan kita adalah kita seringkali bersandiwara mengumandangkan kebenaran yang kita tidak hidupi.

Hidup dalam kebenaran menjadi hal yang penting, mengapa ?
a. Kebenaran Adalah Standar Tuhan.
Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

b. Kebenaran Itu Menghidupkan
Mazmur 119:93
Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.

CARA HIDUP KITA ADALAH SUARA KENABIAN KITA
Suara Kenabian Orang Percaya harus tampak dan terasa dampaknya dalam seluruh aspek kehidupan

  1. Profesionalisme pekerjaan kita harusnya menemplak orang yang asal-asalan dalam pekerjaanNya.
  2. Ketulusan, kekudusan dan dedikasi pelayanan kita harusnya menemplak mereka yang melayani asal-asalan
  3. Kesetiaan dan Kasih kita kepada suami dan istri kita harusnya menemplak mereka yang curang kepada pasangannya.
  4. Cara kita memperlakukan pasangan kita harusnya menjadi suara kenabian bagi mereka yang tak menghormati pasangannya.
  5. Kesungguhan kita membesarkan dan mendidik anak-anak kita harusnya suara kenabian bagi orang tua yang lain.
  6. Cara pacaran kita yang kudus harusnya menemplak mereka yang cara pacarannya tidak kudus
  7. Cara kita mengucap syukur harusnya menjadi suara kebenaran, kesaksian yang kuat.

Apapun profesi, keadaan dan situasi dihidup kita, kita selalu bertindak, berdiri, melandaskan seluruh aktivitas kita sesuai pada kebenaran Tuhan.

Kiranya Roh Kudus memampukan kita semua, supaya apapun yang kita sentuh oleh tangan kita sesuai dengan kebenaran Tuhan, maka dibuatNya berhasil. Biarlah sinar wajah Tuhan menerangi setiap langkah kita ! www.corneleskandou.wordpress.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment