JANGAN HANYUT DIBAWA ARUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Desember 2018)

IBRANI 2:1-4

Dalam kehidupan ini, sebagai orang percaya ada banyak hal yang harus diperhatikan dan diselaraskan dengan firman Tuhan. Jika kita meneliti Ibrani 2:1-4, kelima hal tersebut adalah:

1. Ibrani 2:1 – Kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang kita dengar
Nasihat pertama yang perlu diperhatikan bahwa gereja masa kini akan diperhadapkan dengan arus yang begitu kuat, arus yang mampu menghanyutkan dan menyeret setiap orang percaya kepada kebinasaan. Kuatnya arus membuat kapal tersebut hanyut dan keluar dari jalur pelayaran, kandas dan kemudian terdampar.  Kapal tersebut merupakan gambaran tentang kehidupan setiap pribadi, bahwa dalam hidup kekristenan kita tantangan kekristenan tidak semakin berkurang melainkan terus meningkat. Dan jika seseorang sampai terbawa arus tersebut hingga kapal kehidupannya kandas, maka ia akan bertanggung jawab kepada Tuhan. Apakah penyebab seseorang dapat kandas dalam pengiringannya kepada Tuhan? Menurut Ibrani 2:1 karena kurang teliti dan memperhatikan serta mendengar firman Allah.

Ketelitian dalam mendengar firman Tuhan adalah hal yang penting karena hidup kita seumpama kapal dan kitalah sedirilah nahkodanya. Jika dalam menjalani kehidupan rohani tidak dengan teliti mendengarkan dan merenungkan firman Tuhan, maka kita akan mudah terseret dengan arus yang membawa pada kebinasaan. Oleh sebab itu, betapa pentingnya kita merajinkan diri beribadah kepada Tuhan dengan penuh kesungguhan dan kerinduan sebab dalam ibadah kita mendengar dan merenungkan firman Tuhan. Dan jika firman Tuhan didengar dengan sungguh-sungguh dan dimengerti maka akan mudah untuk mempraktekannya. Mengapa harus bersungguh-sungguh? Perhatikan poin ke dua.

2. Ibrani 2:2 – Sebab Tuhan akan memberikan pembalasan setimpal dengan perbuatan kita.
Tiap pelanggaran dan ketidaktaatan ada konsekuensinya yaitu balasan yang setimpal dari Tuhan. Dalam Keluaran 19:1-25, menceritakan bahwa Tuhan ingin berbicara kepada umat-Nya, seperti seorang pendeta dengan jemaatnya. Tetapi saat itu, Isarel takut menghadap Allah, mereka meminta agar Musa saja yang berbicara kepada Allah dan menyampaikan kepada mereka. Dan melalui hamba-hamba Tuhan, firman Tuhan disampaikan. Namun berjalannya waktu, setelah kematian Yesus di kayu salib, firman Allah bukan hanya dapat disampaikan oleh utusan Allah atau hamba Tuhan/nabi. Tetapi jemaat juga dapat meyampaikan firman Allah. Dalam Kisah Para Rasul 7:51-53, Tuhan memakai Stevanus, yaitu Diaken, untuk memberitakan firman Tuhan kepada orang Yahudi di zamannya.

Tetapi orang Yahudi menolak pemberitaan Stevanus, kemudian membunuhnya. Akibatnya, tahun 70 M – Jendral Titus serta tentaranya membinasakan orang Yahudi dengan cara mengepung kota Yerusalem. Namun karena cukup lamanya tidak ada perintah, maka Jendral Titus menyerang Yerusalem. Dan orang Yahudi yang selamat adalah mereka yang menerima firman Tuhan yang disampaikan oleh Stevanus, mereka sudah menyingkir. Dan mulai sejak itu, orang Yahudi tidak memiliki negara dan oleh Dewan PBB 1998, tidak memiliki tanah kediaman sekian lama.  Semua itu terjadi akibat dari menolak firman Allah.

Jika sekarang kita beribadah namun tidak dengan sungguh-sungguh mendengar firman Allah, melainkan tertidur, main handphone dan lain sebagainya maka kita sama dengan menolak firman Allah. Dan orang Kristen yang demikian akan mudah terseret arus. Solusinya adalah kita harus perbaiki cara beribadah kita, supaya kita benar-benar menjadi orang yang menghargai firman Allah dan menjadi jemaat yang kokoh serta berdaya tahan.

3. Ibrani 2:3 – Akibat menolak firman Allah
Rasul Paulus mengingatkan, “Bagaimana mungkin kita bisa luput dari kebinasaan kalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang besar?” Perhatikan, Firman Tuhan diberitakan kepada kita untuk mengingatkan kita agar kita tidak DIBINASAKAN tapi DISELAMATKAN. Dan kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru (Kasih Karunia) adalah orang-orang yang istimewa atau orang-orang yang besar.  Sebab Tuhan menjadikan kita umat yang Istimewa. Perhatikan dalam Lukas 7:31, tentang Yohanes pembabtis.

Jika diperhatikan dalam perjalanan waktu, manusia yang hidup di zaman Perjanjian Lama tidak ada sosok seperti Yohanes Pembaptis yang hidup di zaman perjanjian lama dan perjanjian baru. Ia memberitakan tentang Yesus yang datang untuk menghapus dosa. Yohanes pembabtis telah mati sebelum Yesus dipermuliakan di atas kayu salib. Bagi orang  percaya yang hidup setelah Yesus disalib, mereka akan mendapat kemuliaan yang lebih besar dari Yohanes, sebab dosa-dosa mereka telah ditebus setelah kematian Yesus di kayu salib. Karena zaman Taurat orang dibenarkan jika melakukan hukum Taurat, sedang zaman kasih karunia orang dibenarkan karena Kristus dan tidak ada yang sia-sia bila dikerjakan untuk Yesus.

Untuk lebih jelas, kita dapat memperhatikan table berikut :

Begitu beratnya syariat Taurat, sehingga tidak ada yang dapat melakukannya. Karena aturan taurat, jika seseorang melakukan satu kesalahan maka semua aturan yang benar terhitung salah. Contoh seperti soal ujian sekolah. Satu salah maka 9 dianggap benar. Taurat tidak demikian, satu salah maka sembilan yang lain juga terhitung salah. Sedang zaman kasih karunia, hal paling kecil yang dilakukan seseorang berdasarkan iman kepada Yesus diperhitungkan benar. Itu sebabnya Yesus katakan apa yang kecil di kerajaan Allah lebih besar kemuliaannya dari Yohanes Pembabtis. Sebab itu jangan main-main dengan firman Allah, sebaliknya semakin sungguh-sungguh mendengar firman Tuhan. Bobot firman ibadah raya tidak lebih hebat dari ibadah kemah atau ibadah  wadah. Sebab itu, hargai firman Tuhan.

PENUTUP
Semakin derasnya arus, semakin juga kita kokoh didalam Yesus. Inilah waktunya untuk kita:
1. Rajinkan dan giatlah beribadah – Ibrani 10:25.
Iblis bekerja keras untuk menyeret orang percaya dengan menyodorkan berbagai-bagai dosa. Jadi, jika ada firman yang keras kita terima dari hamba Tuhan, bukan kita melawan mereka melainkan karena mereka mengasihi kita (Galatia 4:16,17).

2. Merenungkan firman Allah
Merenungkan artinya jika kita melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah dan dalam nama Tuhan Yesus dengan iman dan keyakinan yang teguh maka jika semua dilakukan, kita bukan jadi orang yang menolak .

3. Praktekan firman Tuhan – Kolose 3:23
 Apapun yang kita lakukan, lakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan kerjakan dengan hati yang penuh kasih.

Tuhan kiranya menolong dan memampukan kita untuk hidup dalam kehendakNya. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

JANGAN MEMBINASAKAN BAIT ALLAH -oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 18 November 2018)

Kolose 3:24,25

 PENDAHULUAN
Dalam khotbah minggu lalu, sudah dibahas tentang Kolose 3:23. Bahwa sebagai pengikut Kristus, agar kita melakukan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh dan dengan motivasi seolah-olah seperti untuk Tuhan. Dan ruang lingkupnya yaitu:

  • Ayat 8, kepada istri-istri agar melaksanakan setiap tugas dengan sukacita dan seperti kepada Tuhan bukan kepada suami.
  • Ayat 19, suami-suami agar mengasihi istri seperti mengasihi Tuhan
  • Kepada anak agar taat kepada orang tua, karena didikan orang tua yang sudah diberikan dengan sungguh-sungguh.
  • Nasihat kepada bapak-bapak dalam status sebagai pemimpin agar melakukan dengan sungguh-sungguh setiap tanggung jawab.
  • Dan kepada hamba-hamba yaitu karyawan, agar melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Dengan menghormati majikan dan pemimpin dan bukan bekerja baik saat dilihat majikan.

Jika semua tugas dan tanggung jawab dilakukan seperti ayat 23, maka hasilnya di Kolose 3:24, dari Tuhanlah kita akan menerima bagian/warisan sebagai upah. Asal melakukannya dengan sungguh-sungguh dan motivasi melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Maka berkat Tuhan akan diberikan kepada mereka yang bekerja seperti untuk Tuhan. Contohnya, seperti Yusuf yang bekerja pada Potifar. Suatu ketika isteri Potifar bertujuan merusak masa depannya dan mimpinya menjadi mimpi kosong. Saat ia dimasukan dalam penjara, ia tetap kerjakan dengan sungguh-sungguh setiap tugas, meskipun sudah difitnah. Alhasil, meskipun Yusuf selama 13 tahun diuji, waktu Tuhan tidak pernah terlambat sampai akhirnya ia naik tingkat menjadi pemimpin.

Jadi jika kita kerjakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh untuk Tuhan dan bukan manusia maka genaplah apa yang dikatakan Yesus dalam Matius 25:40 bahwa kita akan menerima bagian atau warisan karena segala sesuatu yang kita perbuat tidak sia-sia. Dan inilah maksud Kolose 3:24b “Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Yaitu ketika kita memberi kepada orang yang membutuhkan (miskin), kita telah memberi kepada: Tuan kita à “YESUS.”

Sebaliknya Kolose 3:25, setiap kesalahan ada konsekwensi atau akibatnya yang harus kita pertanggungjawabkan. Tetapi ada kesalahan yang sangat serius, yang tidak boleh dilakukan oleh para “Pengikut Yesus” yaitu: MEMBINASAKAN BAIT ALLAH.

Ada hal yang tidak boleh kita lakukan dalam berjemaat atau berkomunitas yaitu, membinasakan bait Allah. Jangan lakukan kesalahan dalam berkomunitas, dari suami; istri; anak dan hamba. Perhatikan dalam 1 Korintus 3:16, dituliskan bahwa kamu adalah bait Allah.  Kata “KAMU” di ayat ini, bukan menunjuk “orang pribadi”, tetapi “JEMAAT” (Perhimpunan orang percaya yang ada di Korintus). Selanjutnya dikatakan Kamu adalah Bait Allah. Sedang kata “BAIT ALLAH”, dalam bahasa Yunani istilah “BAIT ALLAH” dipakai dua kata, yaitu: HIERON dan NAOS. Artinya, HIERON adalah Bait Allah secara umum (keseluruhan) dari pagar; halaman sampai tempat Maha Kudus. Sedang NAOS adalah Tempat Maha Kudus (Inggris: Mercy Seat – Takhta Kasih Karunia – Takhta Anugerah). Arti umum: tempat Allah bertakhta atau tempat Allah berhadirat (Allah tidak bertakhta di halaman, di ruang kudus, tetapi di NAOS – Tempat Maha Kudus).

Sebab itu Yesus berkata Matius 18:20 “Sebab di mana dua  atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di  tengah-tengah mereka.” Yesus hadir bukan di gedung, tapi Dia hadir dalam himpunan orang  yang percaya kepada Yesus. Himpunan itu menjadi Naos-Nya Allah, yaitu tempat Allah berhadirat. Jadi sebagai pengikut Yesus JANGAN BINASAKAN BAIT ALLAH karena Tuhan Yesus ada dalam himpunan orang benar.

Hal ini berkaitan erat dengan Kolose 3:25 “Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahan nya itu. Karena Tuhan tidak  memandang orang.” Artinya kita jangan sampai berbuat salah terhadap NAOS, di mana kita membinasakan Bait Allah, yaitu telah membinasakan: “Persekutuan Jemaat”. Karena 1 Korintus 3:17 “Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah ialah kamu.”

Cara membinasakan Bait Allah, bukan dengan merusak gereja melainkan dengan tidak sadar ucapan; perilaku; sikap dan perbuatan, telah membinasakan: NAOS Tempat Maha Kudus Allah, dengan cara :

  • Merusak Persekutuan Jemaat
  • Merusak Rohani Jemaat.

MEMBINASAKAN
Kata “Membinasakan”, dalam bahasa Yunani: PTHIERO, artinya mengotori, menodai, mencabuli, merusakkan. Jika ada yang membinasakan bait Allah, Allah tidak akan diam, dan akan buat perhitungan kepada orang tersebut. Oleh sebab itu, sebagai pengikut Yesus harus punya komitmen yang kuat dan bertindak hati-hati. Jangan sampai karena ucapan, perilaku; perbuatan; sikap kita; kita binasakan bait Allah. Sebab jika ada orang yang  membinasakan bait Allah, Allah tidak akan tinggal diam, sebaliknya Allah akan bertindak dan membuat perhitungan.

JEMAAT SECARA INDIVIDUAL
Ketika orang percaya berkumpul bersama dalam ibadah, persekutuan jemaat menjadi tempat Maha Kudus Allah (Naos) bagi Allah. Dan setelah selesai ibadah, kita tetap harus berjaga-jaga dan berhati-hati agar kita tidak rusakkan bait  Allah yaitu tubuh kita.  1 Korintus 6:19 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh kudus yg diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan   milik kamu sendiri?”

Tubuh disini adalah hidup pengikut Yesus adalah bait Roh Kudus, NAOS atau Tempat Maha Kudus Allah, di mana Allah bertahta dalam diri kita. Artinya, kita yang telah ditebus oleh darah Yesus dan diselamatkan, kita harus menjaga hidup kita kudus. Sehingga Yesus tetap bertakhta di dalam diri (hidup) kita, sehingga bertumbuh menjadi serupa dengan Yesus atau jadi Pengikut Yesus Yang Sejati.

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa, Tuhan Yesus berdiam dalam himpunan orang percaya yaitu dalam ibadah Raya, keMah maupun dalam doa-doa bersama. TuhanYesus juga berdiam dalam diri setiap pengikut Yesus. Oleh sebab itu, biarlah kehidupan kita terus dijaga agar kita tidak membinasakan bait Allah yaitu himpunan orang percaya dan membinasakan bait Allah yaitu tubuh kita dengan hidup tidak benar. Kiranya Allah Roh Kudus menolong setap kita agar berkomitmen untuk menjadiberkat bagi orang lain dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Tuhan Yesus memberkati

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KEPEKAAN ROHANI – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 25 November 2018)

Kita sudah terbiasa dengan kepekaan yang bersifat lahiriah. Ketika mengantuk, kita tahu tubuh kita membutuhkan istirahat; ketika lapar, kita tahu tubuh kita membutuhkan asupan makanan. Namun apakah kita peka jikalau roh kita memiliki kebutuhan juga?

Sore ini kita akan belajar mengenai kepekaan rohani bahwa kepekaan rohani akan menolong kita untuk memenuhi Kerinduan Tuhan atas hidup kita seperti ayat Firman Tuhan yang akan kita baca bersama dalam 1 Tesalonika 5:23 (TB) “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

1 Tesalonika 5 berisi nasihat-nasihat dan harapan Paulus bagi Jemaat dalam menanti kedatangan Yesus ke dua kali. Secara khusus Harapan Paulus bagi Jemaat di Tesalonika pada ay. 23 ini.

SEMOGA
Bukan berbicara tentang mudah-mudahan terjadi tetapi semoga hal ini terjadi pada diri setiap jemaat yang ada di Tesalonika.

ALLAH DAMAI SEJAHTERA
Apapun keadaan kita, jangan takut untuk datang kepada Allah. Meskipun Dia adalah Allah yang kudus, Paulus memperkenalkan bahwa Allah yang menguduskan kita itu adalah Allah Damai Sejahtera. Allah ingin berdamai dengan kita dan mengerti sejahtera kepada hidup kita.

MENGUDUSKAN KAMU SELURUHNYA
Bahasa Yunani: HOLOTELES (Perfectly Complete), sempurna.

DARI PIHAK ALLAH
Apa yang Tuhan lakukan dalam menyucikan atau menguduskan umat-Nya, sempurna.

Jangan takut kepada tuduhan Iblis atas diri kita. Pegang janji Tuhan, kita sudah dibasuh dan dikuduskan oleh darah Yesus.

1 Korintus 1:2 (TB)  “kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.”

Namun sesungguhnya apakah kita sudah sempurna?
Jawabannya adalah belum.
Kita menyadari masih banyak cacat cela dalam perjalanan kerohanian kita. Itu sebabnya hal yang kedua disampaikan oleh Paulus adalah Semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat cela pada hari kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Jadi ada tiga bagian diri kita yang sudah dikuduskan Tuhan yang harus dipelihara dengan baik bahkan sempurna sampai hari kedatangan Tuhan Yesus. Jadi ada peran aktif dari diri kita juga untuk mengerjakannya.

Manusia lahiriah kita memang peka terhadap kebutuhan jasmani tetapi apakah kita peka terhadap kebutuhan pemeliharaan roh, jiwa, tubuh yang dikehendaki Tuhan?

  • Tubuh kita dalam perjalanan menuju penguasaan diri, Gal 5:23
  • Jiwa kita dalam perjalanan menuju kedewasaan, Efesus 4:13-15
  • Roh kita yang mengalami kelahiran baru, Semakin Kuat, Lukas 1:80; 2:40

Jika Kehilangan Kepekaan Rohani?

  • Tubuh kita dikuasai oleh Panca Indra
  • Jiwa kita Dikuasai oleh Keinginan Daging
  • Roh kita Lemah

Kunci utama dari Kepekaan Rohani ada dalam roh manusia kita. Jika roh manusia kita kuat, jiwa kita akan stabil, tubuh kitapun akan lebih mudah untuk dikendalikan terhadap keinginan-keinginan duniawi.

Apa Kebutuhan Utama dari roh?
1.
Kesadaran akan kehadiran Tuhan
Yohanes 4:24 (TB)  “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
Kepekaan akan kehadiran Tuhan, membawa roh kita terus menerus aktif dan takut akan Tuhan juga membuat roh kita selalu berjaga-jaga untuk tidak tercemar oleh keinginan daging

2. Roh Allah (sumber)
Menyembah Bapa, Yoh 4:24
Kebutuhan utama roh kita adalah terhubung dengan sumbernya yaitu roh Allah, caranya adalah melalui penyembahan. Allah itu roh, tidak dapat dihampiri dengan jiwa apalagi tubuh. Allah hanya dapat didekati atau dihampiri oleh roh manusia kita. Ekspresi jiwa dan tubuh yang sejati adalah berasal dari dorongan roh manusia meresponi kehadiran Roh Allah. Hasilnya jiwa mengalami kedewasaan dan tubuh mulai memiliki penguasaan diri.

3. Firman Tuhan, Rom 8:32
Firman Tuhan seperti bahan bakar bagi roh manusia kita. Tanpa Firman Tuhan, roh manusia kita tidak terkoneksi dengan kebenaran Allah. Jika demikian roh manusia kita akan jadi liar tak terkendali dan mudah dimanipulasi oleh roh kegelapan.

Selamat terhubung dengan roh Allah dan memiliki kepekaan rohani. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PARA PENGEJEK DI AKHIR ZAMAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 25 November 2018)

YUDAS 1:17 – 19

Akhir-akhir ini sedang marak ejek-mengejek khususnya di media sosial dari orang yang mendukung dan yang tidak mendukung calon presiden tertentu, dan ejek mengejek ini kemudian cenderung meluas sampai menyinggung pada masalah keimanan. Alkitab banyak mencatat tentang pengejek-pengejek khususnya dari orang-orang yang tidak percaya atau yang menolak percaya kepada Yesus. Bicara soal pengejek konotasi kita pasti menunjuk kepada orang-orang yang pasti diluar iman kepada Yesus, apakah benar demikian? Mungkinkah ada pengejek yang justru muncul dari kehidupan orang percaya?  Mari kita lihat ayat pokok kita diatas mengenai para pengejek di akhir zaman ini.

“Tetapi kamu saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh Rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka. Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.”

Yudas 1:17-19
Yudas yang menulis tentang hal ini, bukanlah Yudas Iskariot tetapi Yudas saudara Yakobus yang adalah saudara sekandung dari Yesus  dari pernikahan Yusuf dan Maria. Kita tahu bahwa Yesus dilahirkan bukan dari benih laki-laki (Yusuf) tetapi dari Roh Allah, setelah Yesus menjadi besar, maka Yusuf dan Maria dalam hidup pernikahan selanjutnya melahirkan beberapa anak dan salah satunya adalah Yudas, dalam Alkitab terjemahan lama (Bode) Yudas ditulis Yehuda.

Mengejek dalam pengertian umum dapat diartikan sebagai orang yang suka menghinakan; meremehkan; mengolok-olok, yang semuanya dilakukan melalui ucapan atau perkataan.

KRITERIA PENGEJEK
Yudas 1: 8b  “….Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.”

Dari ayat di atas kita dapat mengetahui bahwa kriteria pertama adalah:
1). Orang yang fasik.
2).  Pemecah Belah
3). Hidup tanpa Roh Kudus, Yudas 1:19
Tetapi yang menjadi sumber dari ketiga kriteria itu adalah yang pertama : KEFASIKAN.

Fasik artinya orang yang tidak mengenal hukum. Bagi kita orang-orang yang percaya, Tuhan sudah memberikan hukum dan aturan kepada kita melalui firman-Nya.

 Yudas 1: 17 diawali dengan kata “..Tetapi kamu saudara-saudaraku yang kekasih.  Kata “Tetapi” untuk membedakan atau pembanding, maksudnya adalah pengikut Kristus cara hidupnya harus berbeda dengan orang duniawi yang tidak mengenal hukum Tuhan itu.

Yudas 1:18 – Menjelang kedatangan Tuhan akan tampil pengejek-pengejek.
Yes 53:3 – Yesaya menubuatkan bahwa kehadiran-Nya akan dijadikan bahan ejekan.
Matius 27:39-42 – Para imam dan orang Farisi mengejek Yesus

SIAPA SEBENARNYA YANG DIMAKSUD PENGEJEK-PENGEJEK OLEH YUDAS ITU?
Yudas 1:18 – Dikatakan bahwa menjelang akhir zaman akan “tampil“  Digunakan kata tampil atau muncul dengan kata lain, pada awalnya mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi karena mereka tidak bersungguh-sungguh di dalam Tuhan, dan hidupnya lebih dikuasai oleh keinginan duniawi dari pada Roh Kudus, mereka berbalik menjadi para pengejek. ( Bandingkan 1 Yohanes. 2:19)

Menjelang kedatangan Yesus, akan terjadi banyak kejatuhan karena kehilangan iman, 1 Yoh 2:18,19. Bahkan menjadi murtad dan anti terhadap Kristus (Anti Kris ). Jadi pengejek-pengejek di akhir zaman yang akan tampil justru adalah orang-orang yang tadinya percaya kepada Yesus, tetapi hidup mereka selanjutnya tidak bertahan dalam Kristus, tetapi keluar dari hukum Allah sehingga mereka berbalik menjadi para pengejek terhadap iman kepada Yesus.

BENTUK EJEKAN
Ay. 18 – “Mereka hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.”
Mengejek Tuhan bisa dalam bentuk verbal (ucapan), tetapi juga dapat lewat perbuatan. Ejekan lewat perkataan (verbal). Tuhan Yesus menebus dan menyelamatkan kita adalah untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk mengejek. Itulah sebabnya setiap kata yang terucap akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

Matius 12:36,37 – “Tetapi Aku berkata kepadamu. Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

Yakobus 3:9 “Dengan lidah kita memuji Tuhan Bapa kita, dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.”

Hati-hati dengan lidah kita, dengan perkataan kita bisa memuji Tuhan, tetapi dengan lidah yang sama kita juga bisa mengejek Tuhan. Banyak orang tidak menyadari bahwa dengan mengejek atau menghina kelemahan atau kekurangan orang lain sebenarnya kita sedang mengejek atau menghina Tuhan yang menciptakan orang itu. Tuhan pernah begitu marah kepada bangsa Israel karena perkataannya dianggap meremehkan kehadiranNya.

Maleakhi 3:13- “Bicaramu kurang ajar tentang Aku firman Tuhan. Tetapi kamu berkata : Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?”

Umat Israel dinilai kurang ajar perkataannya oleh Tuhan, karena apa? Maleakhi 3:14 – Umat Israel meremehkan pertemuan ibadah, mereka menganggap ibadah itu adalah hal yang sia-sia tidak ada keuntungannya.  Hal ini membuat Allah marah karena dalam setiap pertemuan ibadah apapun baik indah raya, ibadah cabang, wadah, doa bahkan Kemah disitu Tuhan berhadirat sebab himpunan orang percaya itu adalah tempat kudusnya Tuhan (NAOS) dimana Tuhan hadir. Dua tiga orang saja yang berkumpul atas nama Tuhan, Yesus hadir ditengah-tengahnya. Jadi bagaimana mungkin umat Israel begitu sembrononya mengatakan ibadah itu sia-sia, tidak heran Tuhan mengatakan “Bicaramu kurang ajar tentang Aku” sebab mereka sudah mengejek Tuhan.

HUKUMAN TUHAN
Karena setiap perkataan kita akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, sudah barang tentu para pengejek tidak akan luput  dari penghukuman Tuhan.  Hukuman tidak harus menunggu penghakiman Tuhan, tetapi hukumannya dapat terjadi juga selagi ia masih hidup di bumi.

Contoh:
Kisah 12:21-23 – Raja Herodes menghina Allah lewat perkataannya. Ia mati ditampar malaikat Allah.  Herodes dengan sombongnya berpidato sampai dipuja-puja sebagai suara Tuhan dan bukan suara manusia. Entah perkataan ejekan apa yang diucapkannya, mungkin karena begitu jahatnya omongannya terhadap Tuhan sehingga  Alkitab tidak menuliskannya, yang pasti jahat dan menista Tuhan sampai malaikat Tuhan turun dan menamparnya sampai mati itu pasti sudah sangat keterlaluan.

Tindakan kita juga dapat dinilai mengejek Tuhan, jika tahu hal yang dilarang Tuhan tetapi dengan sengaja kita melakukannya. Contoh Ananias dan Safira  dalam Kisah Rasul 5:1-11 – Mereka adalah aktifis jemaat mula-mula yang penuh dengan semangat melayani dan berkorban. Tuhan menghukum keduanya dengan mati seketika itu juga, saat mereka dinilai mendustai Roh Kudus dengan tidak mengatakan yang sebenarnya tentang uang hasil penjualan tanahnya yang janjinya diserahkan penuh. Tetapi mereka menahan sebagian uang itu dan mengatakan bahwa uang itu sepenuhnya bagi Tuhan.  Dusta mereka merupakan ejekan seolah-olah Tuhan dapat dipermainkan, akibatnya Tuhan hukum mereka seketika itu juga tewas didepan jemaat lainnya.

Sebagai pengikut Kristus yang baik, mari jaga hati dan ucapan kita, jangan sembrono mengucapkan kata-kata yang mencela atau menjelekkan orang lain apalagi yang menyangkut pekerjaan Tuhan. Belajarlah selain mengucap syukur ucapkanlah juga kata-kata berkat, yang memberi dorongan, penghiburan yang menguatkan orang lain. Tetap sabar dalam menghadapi perkataan orang lain yang mungkin menyakitkan hati dan jangan membalas yang jahat dengan hal yang jahat juga. Tetap dalam jalur kebenaran Tuhan supaya jangan kita masuk dalam golongan pengejek-pengejek di akhir zaman ini.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ALASAN – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 1- Minggu, 25 November 2018)

Untuk segala sesuatu ada alasan yang melatarbelakanginya. Allah menciptakan dunia ini karena IA adalah Allah yang kreatif, dinamis dan maha kuasa. Ini bisa kita lihat dari kalimat “jadilah” di sepanjang kisah minggu penciptaan. Demikian dalam penciptaan manusia IA “menjadikan” manusia “supaya mereka berkuasa”. Jadi manusia memang diciptakan dan diberi kuasa untuk mengelola ciptaan yang lain dengan cara kreatif dan dinamis, mirip dengan kualitas Sang Pencipta. Kejadian 1:3, 26.

Dengan pengertian ini sebagai dasar maka kita mengerti bahwa pasti ada alasan untuk sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita. Baik itu kejadian-kejadian yang kita lihat sebagai sesuatu yang positif maupun sebaliknya, kejadian-kejadian yang di pemandangan kita negatif.  Tentu saja pernyataan ini tidak semudah pengucapan atau penulisannya. Saat kita menjalaninya pikiran kita dipenuhi oleh tanda tanya dan keraguan. Kita coba belajar dari tokoh-tokoh Perjanjian Lama dan tokoh-tokoh Perjanjian Baru, dan coba belajar apa yang relevan di dalam hidup kita.

Dalam Perjanjian Lama ada kisah tentang Rut, seorang yang bukan keturunan Israel, tetapi kemudian memiliki kesempatan untuk mengubah hidupnya, dengan kesetiaan yang ia miliki. Lalu kita kenal juga sosok Ester, seorang ratu bagi raja suatu bangsa, yang menjadi penjajah bangsa Yahudi. Kemudian Ayub yang sangat terkenal dengan cobaan-cobaan yang menimpa dia, sampai ke titik dia mempertanyakan Tuhan, tetapi kemudian pulih dan mendapat berkat dua kali ganda. Ini saya rasa yang menjadi titik penting dalam kisah mereka bertiga:

  1. Rut 1:16-17. Saat Rut mengambil komitmen mengasihi dengan setia.
  2. Ester 4:16. Saat Ester mempertaruhkan nyawanya untuk usaha menyelamatkan bangsanya.
  3. Ayub 1:21. Saat Ayub memutuskan memuji Tuhan di tengah kesulitannya.

Ketiga tokoh tersebut adalah tokoh dari Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru kita melihat 3 kejadian dari 4 tokoh yang juga luar biasa:

  1. Markus 7:29. Saat Perempuan Siro Fenisia memiliki mata iman dan ketekunan yang diperkatakan.
  2. Kisah Para Rasul 4:19-20. Petrus dan Yohanes memiliki nilai yang tidak tergoncangkan intimidasi.
  3. 2Korintus 12:10. Paulus mengambil kesimpulan akan paradoks pengikut Kristus, karena kekuatan kita hanya Allah saja.

Allah selalu punya alasan dalam melakukan segala sesuatu. Ester ditaruh dalam suatu posisi dimana ia bisa mempengaruhi keputusan raja. Paulus mengalami kelemahan supaya nyata bahwa kuasa Tuhan nyata dalam dirinya. Tentu saja di pihak kita, kita bisa mengambil 1001 alasan untuk meninggalkan Tuhan, untuk tidak melayani, untuk tidak memberi dan lainnya. Tetapi ingat satu hal ini kita diberi kuasa, dan dijadikan ahli waris (Galatia 4:6-7), masakan kita masih mau melepaskan itu untuk alasan lain?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MOTIVASI DAN PERBUATAN PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 11 November 2018)

KOLOSE 3:23-25

Setiap kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan. Apakah status kita sebagai Istri, sebagai Suami, Anak, Bapak dan Karyawan. Dan sebagai orang percaya yang memiliki gelar sebagai pengikut Yesus atau anak Tuhan, firman Allah mengingatkan kita di ayat 23, bahwa apapun yang kita perbuat sebagai pengikut Yesus, hendaklah segala sesuatu di perbuat dengan sungguh-sungguh. Bahkan dilakukan seolah-olah bukan untuk melayani manusia, tetapi melakukannya untuk Tuhan. Jadi artinya, kerjakan segala tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, seperti melakukan kepada Tuhan bukan manusia.

CARA MENGAPLIKASIKAN
Dalam Kolose 3, ada tanggung jawab orang percaya. Ini merupakan cara mengaplikasikan ayat 23, yaitu:
1. Tanggung jawab Istri kepada Suami – Ayat 18
Seorang pengikut Yesus yang sejati, kalau ia statusnya istri, maka ia menjadi penolong bagi suaminya yang melayani dengan sungguh-sungguh seperti melayani Tuhan. Walaupun Istri dalam keadaan kesal atau emosi, jawablah seperti menjawab kepada Tuhan. Betapa bahagianya suami yang memiliki istri demikian yaitu berkata-berkata dengan lembut bukan membentak suami.

Andai saja, jika Yesus secara fisik datang ke rumah tangga kita, pasti kita akan melayani Yesus meskipun kondisi lemah dan lelah dengan sungguh-sungguh. Istri dan suami akan saling menghormati satu dengan yang lainnya dan berkata-kata dengan manis, sebab ada Yesus di rumah. Jika demikian, mengapa kita tidak dipraktekan sekarang? Sebab meskipun Tuhan Yesus tidak hadir secara fisik, Tuhan Yesus memperhatikan perbuatan sang istri.

2. Tanggung Jawab Suami – Ayat 19
Seorang suami harus menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya serta seluruh anggota keluarganya dengan kasih bukan dengan kekerasan, sebab itu menunjukan hidup seorang pengikut Yesus yang sejati. Suami yang memiliki kasih, akan lakukan yang baik kepada istri bukan menghajar atau kasar terhadap istri. Lalu, mengapa masih ada suami Kristen yang berlaku kasar terhadap istrinya? Karena mereka berpikir bahwa Tuhan hanya ada di gereja tidak di rumah. Biarlah para suami menyadari bahwa Yesus hadir dimana saja dan segala yang diperbuat, perbuatlah seperti untuk Tuhan.

3. Tanggung Jawab Anak – Ayat 20
Sebagai seorang anak (usia kanak-kanak; remaja dan pemuda; berumah tangga) jika ia benar-benar pengikut Yesus yang sejati, maka ia akan menghormati dan menghargai apa yang orang tuanya lakukan. Sebagai anak, kita tidak mungkin berdusta atau lakukan hal yang tidak senonoh, sebab apa pun yang diperbuat anak tersebut, diperbuat seperti untuk Tuhan. Jika anak-anak tahu bahwa segalanya adalah untuk Tuhan, maka orang tua tidak akan menangis melihat anak mereka, melainkan bersukacita karena memiliki anak yang menghormati orang tua. Didiklah anak-anak sesuai dengan kebenaran firman Allah.

4. Pesan Tuhan Bagi Ayah/Bapak – Ayat 21
Firman Allah mengingatkan agar seorang ayah bertindak dengan bijaksana yaitu menjadi seorang ayah yang tidak berbuat semena-mena terhadap anak. Sebab seorang ayah harus mengerti bahwa apapun yang diperbuat seperti diperbuat kepada Tuhan.

5. Pesan Kepada Hamba-Hamba – Ayat 22
Sebagai seorang hamba/karyawan, jangan cari muka didepan tuan, melainkan dimanapun dan kapanpun kerjakan tugas dengan tulus hati. Perhatikan kata “hamba” disini bukan dipakai kata Dulos,  melainkan karyawan. Seorang yang ada dibawah tanggung jawab seorang pemimpin sehingga bila ada penghargaan, maka kita akan menerimannya karena kita kerjakan dengan kesungguhan. Oleh sebab itu para pekerja, dimanapun tugas kita, kerjakan sebaik-baiknya. Bila kita kerjakan semua tugas dan tanggung jawab seperti untuk Tuhan maka kita akan menjadi berkat dimanapun kita pergi dan berada. Sebab Tuhan melihat tugas dan tanggung jawab.

MENGAPA HARUS SEPERTI KEPADA TUHAN?
Dalam Kolose 3:24 menuliskan, bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan ada warisan/bagian yang ditentukan bagi kita. Sering kali kita berpikir upah hanya diterima oleh pelayan Tuhan atau hamba Tuhan, tetapi jika melihat ayat tersebut, bahwa upah tersedia bagi setiap orang percaya. Karena itu layani yang terbaik, sebab ada bagian (warisan) yang akan diterima. Ada berkat dari pekerjaan yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh – Galatia 6:10.

DUA MACAM UPAH:
Kita akan terima dua jenis upah yang akan kita terima dari Tuhan kalau kita berbuat baik:
1. Upah di dunia
Berupa berkat jasmani seperti kedudukan dan harta kekayaan. Ini pasti Tuhan limpahkan karena Tuhan tidak buta. Kerjakan lebih bagi setiap tanggung jawab, sehingga diberkati secara jasmani karena berbuat baik dalam melakukan tanggung jawab. Contoh: Abraham, Ishak dan Daud.

2. Upah di Sorga
Berupa pahala dan kemuliaan, ayat 24. Bagi yang ada di dalam Yesus, upah yang kita terima bukan hanya materi berkat jasmani. Tetapi setiap pelayanan, korban, kebaikan yang kita buat bagi Tuhan, tidak akan sia-sia (1 Korintus 15:58).

PENUTUP
Dalam Kolose 3:25 menuliskan bahwa ada 2 macam kesalahan, sebab itu jangan salah gunakan karunia yang Tuhan berikan, yaitu:
1. Kesalahan dan dosa
Jangan gunakan status untuk melakukan tindakan semena-mena. Bekerjalah yang pantas, sebab kesalahan akan ditanggung.

2. Dasar atau motivasi yang salah – 1 Korintus 13:3
Motivasi dan isi hati manusia, Tuhan yang mengetahui dan mengenal. Termasuk pemberian kita, jangan memberi dengan terpaksa, atau dengan keangkuhan. Kerjakan korban dengan motivasi kasih seperti untuk Tuhan. Tuhan kiranya menolong kita untuk hidup berkenan bagi Dia, sebab tidak ada upah jika dasar dan motivasi kita salah. Tuhan Yesus memberkati

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI MEMULIAKAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 November 2018)

Wahyu 6:14-17

PENDAHULUAN
Pada khotbah minggu lalu, dalam Wahyu 6:15,16 menuliskan bahwa raja; pembesar; perwira; orang kaya; penguasa dan hamba, mengalami ketakutan dan mencari mati pada waktu materai berikutnya dibukakan. Tetapi, kalau saja mereka percaya dan jadi Pengikut Yesus Yang Sejati, mereka pasti tidak panik, takut dan putus asa sehingga memilih mati seperti yang tercatat dalam Wahyu 6. Sebaliknya, mereka akan hidup dan menikmati janji Tuhan yang dicatat dalam Mazmur 91:7-10. Mereka hanya menontonnya karena malapetaka tidak akan menimpa dan tulah tidak  akan mendekat. Sebab Mazmur 91:12 mengatakan Tuhan akan perintahkan  malaikat-Nya menjaga Pengikut Yesus Yang Sejati.

PENYEBAB DARI PUTUS ASA
Kepanikan merupakan hal yang manusiawi dan bila kepanikan tersebut sampai membuat orang lebih memilih mati daripada hidup, tentu ada penyebabnya, yaitu:

  • Mereka tidak percaya Yesus.
  • Mereka tidak tahu tentang Yesus
  • Sebab, jikalau mereka percaya dan menjadi Pengikut Yesus Yang Sejati, hidup mereka berada dalam jaminan tangan Yesus, tangan Bapa.

Seperti kesaksian tentang ibu gembala yang ada di pantai barat daerah Tompe, ketika terjadi bencana di Palu. Mereka melihat saat gelombang Tsunami datang, ada seorang pria yang berdiri mengangkat tangan, seolah menahan Tsunami tersebut sehingga arah gelombangnya berbelok ke teluk Palu. Banyak masyarakat melihat dan ia katakan bahwa orang percaya yang ada di Tompe, yakin bahwa pria tersebut adalah Tuhan Yesus. Oleh perlindungan Tuhan, tidak ada yang mengalami bencana Tsunami. Inilah bukti, bahwa firman Tuhan itu nyata bahkan saat materai ke enam dibukakan.

HARUS BERSAKSI
Oleh sebab itu, sebagai orang percaya yang hidup di akhir zaman, kita harus:

  • Membangun iman kita, sampai kita mencapai level Pengikut Yesus Yang Sejati yaitu kasih
  • Menjadi Saksi Kristus, sudah banyak orang percaya yang tidak melaksanakan tugas ini yaitu bersaksi tentang nama Yesus.

Dalam Wahyu 6, banyak orang panik dan takut bahkan mereka berseru agar gunung menimpa mereka. Mereka tidak memanggil Yesus, mungkin karena tidak ada yang memberitakan tentang Yesus kepada mereka. Sebab orang menjadi percaya karena mendengar kesaksian firman Allah, namun bagaimana mereka percaya jika tidak ada yang memberitakannya (Roma 10:14)? Oleh karena itu, mereka menjadi takut dan panik bahkan berharap mati karena mereka tidak mengetahui bahwa ada perlindungan didalam Tuhan Yesus kecuali kita sebagai orang percaya melaksanakan tugas kita yaitu memberitakan injil yang adalah karakteristik  pengikut Kristus yang sejati.

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Dalam Alkitab, ada satu figur pengikut Yesus yang sejati. Ingatkah pembahasan awal kita dimulai dari Yohanes 1:35-51? Pada saat itu, Yohanes Pembaptis sedang  berdiri dengan dua muridnya. Dan ketika Yohanes pembabtis melihat Yesus melewatinya, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia!”Ketika kedua murid itu mendengar apa yang dikatakan Yohanes pembabtis, mereka mendengar ucapan gurunya lalu keduanya meninggalkan Yohanes Pembaptis (gurunya) dan menjadi pengikut Yesus. Dan dijelaskan Yohanes 1:40, salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus (Inilah saat mereka berdua tinggalkan Yohanes Pembaptis dan menjadi murid Yesus). Setelah Andreas percaya dan menjadi murid Yesus, keselamatan tidak Andreas nikmati sendiri, melainkan Andreas bagikan keselamatan itu kepada keluarga dan saudara kandungnya yaitu Petrus.

Jadi keistimewaan Andreas adalah:
1. Selalu membawa jiwa-jiwa baru kepada Yesus dan orang-orang yang Andreas menangkan dan bawa kepada Yesus, dipakai dengan luar biasa oleh Yesus.
Contohnya: Petrus (saudara Andreas), dipakai Yesus dengan luar biasa.
– Kisah Para Rasul 2:41, satu kali Petrus khotbah, 3.000 jiwa selamat.
– Kisah Para Rasul 10, Keluarga Kornelius, perwira kerajaan Italia dibawa dan diselamatkan Yesus.
– Menulis surat 1,2 Petrus yang menjadi dasar ajaran Gereja.

2. Rendah Hati
Dalam Yohanes 6:8,9 mengisahkan tentang Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki. Jadi setelah berkhotbah, Tuhan Yesus perintahkan murid-muridNya agar memberi makan orang banyak itu. Salah satu murid Yesus bereaksi, yaitu Filipus. Saat ia melihat kondisi yang terjadi pada saat itu, Filipus mulai menghitung berapa dana yang ada di kas. Dan dana kas yang ada sebesar 200 dinar. Secara jasmani tidak akan cukup, walaupun setiap orang diberi sepotong kecil dari roti-roti. Tetapi diam-diam, Andreas membawa seorang anak kecil dan di tangannya ada 5 roti dan 2 ekor ikan. Dengan rendah hati Andreas berkata: “tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini…?” Jadi Andreas merasa bahwa apa yang ia lakukan tidak ada artinya tanpa campur tangan Yesus. Ia berikan dengan kerendahan hatinya. Alhasil, semua orang kenyang dan dipuaskan bahkan bersisa 12 bakul.

3. Memuliakan Yesus
Yohanes 12:20-22, mengisahkan tentang orang-orang Yunani yang menemui Filipus untuk dapat  bertemu Yesus. Kata “Yunani” menggunakan kata Hellenas, artinya orang Yunani asli. Sebab ada orang Yunani pendatang. Mereka berasal dari Israel, namun sudah lupa dengan bahasa mereka disebut Hellenas Star. Namun Filipus memberitahukan hal ini kepada kepada Andreas. Maka Andreas dan Filipus membawa dan menyampaikannya pula hal itu kepada Yesus. Yohanes 12:23,“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan!”

PENUTUP
Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Andreas adalah “Pengikut Yesus Yang Sejati”. Karena ia:
1. Mengasihi kaum keluarga dan saudaranya
2. Membimbing anak-anak untuk memberi diri bagi Yesus
3. Mengasihi semua orang termasuk orang yang diluar Kristus.

Biarlah ciri khas pengikut Yesus yang sejati nampak bukan hanya saat kita datang ibadah melainkan ada buah-buah yang dihasilkan sehingga nama Yesus dipermuliakan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment