PEMBAHARUAN MANUSIA BATINIAH, oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 9 September 2018)

Pendahuluan
Sebelum kita membahas judul di atas, kita akan melihat terlebih dahulu mengenai Trinitas/ Tritunggal(Pengakuan Iman yang ke dua dari GPdI), dimana kita akan menyoroti tentang oknum Allah Anak, yang menjadi manusia Yesus, dimana Dia adalah 100% Allah dan 100% manusia (Pengakuan iman yang ke empat).

PENGAKUAN IMAN KE-2 GPdI
Kami percaya Allah Yang Maha Esa dan kekal dalam wujud Trinitas: “BAPA dan PUTERA dan ROH KUDUS”, (UI. 6:4; 1 Tim. 2:5; 1 Yoh. 5:7; Mat. 28:19), Keesaan namaNya yaitu: “TUHAN YESUS – KRISTUS”, (Kis. 2:36; 8:12; 10:48; Mat. 1:1; Why. 22:20-21; Kis. 19:5; 1 Ptr. 3:15).

TRITUNGGAL

Kata-kata Trinitas – Tritunggal memang tidak ada dalam Alkitab. Trinitas –Tritunggal adalah sebuah RUMUSAN/KONSEP untuk mendefinisikan seperti apa keberadaan Allah yang disebutkan dalam Alkitab, yaitu: Allah yang Esa (SATU) dalam 3 Pribadi ( Bapa, Anak/Putra, Roh Kudus ). 3 PRIBADI BUKAN MENUNJUK KEPADA 3 ORANG/ 3 ALLAH (1 ALLAH Dalam 3 Pribadi yang mutlak berbeda namun dalam kesatuan yang tak terpisahkan)

TRITUNGGAL/TRINITAS
Pandangan A.W.Tozer mengatakan bahwa di dalam Tritunggal ini:

  • Tidak ada yang lebih dahulu atau lebih kemudian,
  • Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil,
  • tetapi ketiga pribadi itu sama-sama kekal, bersama-sama, dan setara (A.W. Tozer: Mengenal Yang Maha Kudus; 1995: 35)

Contoh:
Dalam Perjanjian Lama pada kisah Penciptaan Langit dan Bumi.

  • Kejadian 1:1 – Pada mulanya Allah (Oknum 1-Bapa) menciptakan langit dan bumi.
  • Ayat 2,  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah (Oknum ke-3-Roh Kudus)melayang-layang di atas permukaan air.
  • Ayat 3, Berfirmanlah (Oknum ke-2- Anak/Firman) Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

SIAPAKAH BAPA?
Pribadi ALLAH yang Esa. Disebut Bapa bukan karena jenis kelamin tetapi sebagai SUMBER (asal usul dari segala sesuatu), pemelihara segala sesuatu, pemberi, dan pembimbing – adalah pencipta segala sesuatu. 1 Kor 8:6, namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

SIAPAKAH ANAK?
Disebut Anak bukan karena dilahirkan tetapi berasal (keluar dari Bapa), Yohanes 8:42, Ibrani 1:5. Anak = sang Firman (yang keluar dari mulut Allah). Yohanes 1:1,14 yang menjadi manusia (Gambar Allah yang dapat dilihat, Ibrani 1:3); Untuk mati sebagai manusia – menebus dosa (1 Petrus 3:18). Sehingga kemanusiaan Yesus di dunia adalah sebuah kombinasi dari ke-Allahan-Nya dan kemanusiaan-Nya. Dia Yesus 100% Allah; 100% manusia, hanya bedanya dengan manusia seperti kita adalah bahwa Yesus tidak sedikitpun berbuat dosa (Ibrani 4:15; 1 Pet 2:22).

BAGAIMANA DENGAN DIRI KITA?
Kita 100% manusia, namun bedanya dengan Yesus adalah bahwa kita masih sering jatuh dalam dosa. Kabar baiknya adalah bahwa didalam diri kita juga ada unsur ke-Allahan yaitu Roh Allah sendiri yang kita kenal dengan sebutan Roh Kudus.

Mari kita menyimak 2Korintus 4:16  – Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah (es’-o-then; from inside, baik roh maupun jiwanya) kami dibaharui dari sehari ke sehari. Perhatika gambar!

  • Manusia jasmani kita akan terus merosot. Usia kita bertambah pendek, fisik kita bertambah lemah, daya tahan tubuh kita semakin menurun, ditambah berbagai masalah dalam kehidupan, sering kali kita mengalami ‘Tawar hati’. Tubuh manusia yang berdosa (1), dengan semua panca indra yang sudah tercemar, ikut mempengaruhi jiwa kita semakin kacau, labil dan seringkali ‘galau’. Apalagi roh manusia yang belum mengalami kelahiran baru, tidak aktif (Mode Sleep…zzz..zzz), tidak dapat berbuat apa-apa untuk mempengaruhi jiwa. Pada akhirnya kita selalu jatuh dalam berbagai-bagai dosa dan pencobaan.
  • Namun dari ayat kita kita dapat melihat bagaimana Rasul Paulus dapat mengatasi jasmaninya yang semakin merosot dengan tidak tawar hati. Kuncinya adalah bahwa batiniahnya diperbaharui dari sehari ke sehari. Batiniahnya mengalami pembaharuan sehingga mulai dapat menguasai dan mengendalikan jiwa untuk memerintahkan tubuh taat melakukan kehendak Tuhan.

  • Dan hasil pembaharuan yang dialami batinnya, membuat ia dapat berkata-kata dalam 2Kor 4:17- Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Kita tahu bahwa penderitaan Paulus tidaklah ringan. Dari semua Rasul Yesus, sepertinya dialah yang paling banyak mengalami aniaya dan penderitaan hidup karena melayani Tuhan, 2 Korintus 11:23-29.
  • Pada kesimpulan dari perjalanan hidup dengan batiniah yang sudah diperbaharui, Paulus memberikan sikap hidupnya yang selalu optimis untuk menghadapi kehidupan dan setiap kesulitan dan tantangannya. 2Kor 4:18  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Pembaharuan manusia batiniah
Mari kita melihat dan mempelajari bagaimana rahasia pembaharuan batiniah yang dialami oleh Paulus dan kiranya juga menjadi bagian kita untuk mengalaminya.

2Kor 4:7 – Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Hal pertama yang harus diketahui adalah bahwa didalam diri kita anak-anak tebusan-Nya, Allah telah meletakkan sesuatu yang sangat berharga, milik Allah dalam diri manusia, yang disebut oleh Paulus adalah ‘Harta’. Jelas diri kita adalah seperti bejana tanah liat, namun didalamnya diletakkan sebuah ‘Harta’ oleh Allah sehingga oleh Harta tersebut, orang yang memilikinya memiliki kekuatan yang berlimpah-limpah untuk menghadapi kehidupan manusia yang semakin merosot dan tidak menjadi tawar hati. Harta tersebut adalah Roh Kudus dan Firman Allah.

Firman dan Roh Kudus inilah yang mengerjakan proses kelahiran baru dalam diri kita, sehingga roh kita diperbaharui semakin lama semakin kuat untuk dapat memengaruhi jiwa (Pikiran, perasaan dan kehendak) untuk memerintahkan tubuh agar taat dan melakukan setiap kehendak Tuhan.

Ada dua hal yang harus terus-menerus kita kenakan dalam batiniah kita, supaya batiniah kita terus mengalami pembaharuan dari hari ke hari.

  1. 2 Kor 4:10, Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. 
  • Kita harus senantiasa membawa Kematian Yesus didalam tubuh jasmani kita. Supaya kehidupan Yesus juga semakin nyata dalam hidup kita.
  • Inilah bentuk penyangkalan diri dan memikul salib yang Yesus tawarkan. Resep ini adalah sebagai alat untuk menjadikan kita tetap rendah hati dan terus-menerus bergantung kepada Allah.
  • 2 Kor 12:10 – Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
  1. 2 Kor 4:13  Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 
  • Yang ke dua adalah memiliki roh iman, dimana kita harus berani mengatakan apa yang kita percayai. Mengatakannya berulang-ulang dengan keyakinan.
  • Roh iman akan memperbaharui batiniah kita, sehingga Tuhan akan memimpin iman kita terus bertumbuh pada kesempurnaan.
  • Ibrani 12:2, Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Manusia lahiriah, semakin merosot, semakin tua, menurun fungsinya, melemah dan akhirnya mati, tetapi Manusia batiniah dibaharui dari sehari ke sehari = semakin mulia (Unsur Allah dimasukkan oleh Roh Kudus saat kelahiran baru, Yohanes 3:3,5). Selamat Menjalaninya

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN (SERI 7), Oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 9 September 2018)

DALAM PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN JERIH PAYAHMU TIDAK SIA-SIA

I KORINTUS 15:58 
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.”

  Dari ayat pokok kita ini, kita dapat melihat ada Tujuh prinsip hidup berkemenangan yaitu seperti yang digarisbawahi :  Kasih ; Berdiri teguh ; Jangan goyah ; Giatlah selalu; Dalam pekerjaan Tuhan ; Dalam persekutuan dengan Tuhan ; Jerih payahmu tidak sia-sia.  Bagian yang ke-6 dan yang ke-7 inilah yang menjadi topik bahasan yaitu “dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.”

Kata yang dipakai untuk  “Persekutuan” dalam bahasa Yunani : KOINONIA  yang berasal dari kata dasar KOINOS yang berarti lazim atau umum, artinya berkaitan kebersamaan. Kata lain yang sering dihubungkan dengan Koinonia adalah Koinonos. Persekutuan dengan Tuhan dalam ayat yang kita bahas ini adalah KOINONOS yang artinya adalah  Sekutu Tuhan atau kawan sekerja.  Persekutuan kita dengan Tuhan posisinya adalah kita yang lemah bersekutu dengan yang berkuasa dan kuat yaitu Tuhan. Kita menjadi hamba Tuhan.  Sebagai hamba kita harus mengikuti ketentuan dan aturan Tuhan, dan ada upah bagi yang berjerih lelah mengerjakan pekerjaan Tuhan.  Setiap orang yang percaya akan penebusan dosa melalui korban Kristus, masuk dalam persekutuan dengan Tuhan ( 1 Kor 1:9).

Dasar untuk menjadi sekutu Allah dilihat dari 7 prinsip hidup berkemenangan dimana ada 5 hal yaitu :
1. Kasih, 1 Yoh 4:8
“Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”
Kasih adalah dasar pertama untuk menjadi sekutu Allah dan oleh karena kasih Allah-lah manusia dipersekutukan dengan Allah melalui korban penebusan dosa. Setiap orang yang menerima kasih Allah lewat penebusan Kristus, merekalah yang disebut orang-orang yang mengenal kasih sebab Allah adalah kasih.  Orang yang diluar Tuhan yang tidak percaya, tidak mendapat bagian dalam persekutuan dengan Allah, sebab tidak mengenal kasih Allah.

2. Berdiri teguh, 2 Tim 2:19
Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya, dan setiap orang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”

Berdiri teguh disini adalah komitmen untuk meninggalkan kejahatan yaitu hidup lamanya dan menjadi pengikut Tuhan yang setia. Tuhan mengenal milik kepunyaan-Nya melalui keteguhan iman orang yang ditebus-Nya. Tidak mungkin Tuhan tidak dapat bersekutu dengan orang yang mendua hatinya.

3. Jangan goyah, Efesus 6:10
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”
Jangan goyah! Hanya pengikut Tuhan yang dipenuhi oleh kuasa Roh-Nya yang mampu menghadapi tantangan apapun dan tidak dapat digoyahkan meskipun nyawa menjadi taruhannya. Tuhan ingin orang yang bersekutu dengan-Nya yang akan mengerjakan pekerjaan Tuhan di bumi ini, yaitu orang-orang yang  berani dalam hikmat Tuhan bukan pengecut yang mudah digoyahkan.

4. Giat selalu, Roma 12:11
“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Giat selalu, menunjuk kepada roh yang antusias, yang selalu siap untuk melayani Tuhan. Melayani Tuhan bukan karena dipengaruhi situasi hati dan keadaan, tidak bersungut-sungut atau terpaksa tetapi dengan suka cita karena yang dilayani adalah Tuhan yang lebih dulu melayani dan mengasihinya.

5. Dalam pekerjaan Tuhan, 1 Kor 16:10
Dalam pekerjaan Tuhan artinya semua yang kita kerjakan adalah dari Tuhan, kepada Tuhan dan bagi kemuliaan Tuhan. Jangan ambil hormat bagi diri sendiri dan jangan curi kemuliaan Tuhan untuk membanggakan diri karena semua yang kita miliki adalah dari Tuhan termasuk hidup kita. Kita hanya pengelola bukan pemilik, semua adalah milik Tuhan. Semua yang kita kerjakan dalam pekerjaan Tuhan dan bagi kemuliaan Tuhan, jerih payah kita tidak sia-sia, sebab Tuhan menyediakan upah/pahalanya bagi kita.

JERIH PAYAHMU TIDAK SIA-SIA
Kita yang percaya bukan sekedar ditebus, diselamatkan dan menjadi sekutu Tuhan saja, tetapi ada tugas untuk kita yaitu melayani pekerjaan Tuhan.  Semua jerih payah kita dalam melayani Tuhan ada upah atau pahalanya.  Keselamatan jiwa setiap orang percaya diterima secara gratis oleh kasih karunia Tuhan (Ef 2:8-9).  Untuk mendapatkan pahala dari Tuhan tidak gratis, tetapi harus ada usaha yang dikerjakan oleh setiap orang yang sudah menerima keselamatan.

MOTIVASI YANG BENAR
Meski jerih payah kita pasti mendapatkan pahala, tetapi bukan tanpa aturan. Yang menentukan kita mendapatkan pahala adalah bagaimana motivasi kita dalam berjerih payah melayani Tuhan.

Contoh Matius 7:22-23
“Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan mujizat demi nama-Mu juga?”

Dalam ayat ini ada tiga pelayanan yang spektakuler yang diungkapkan dihadapan Tuhan yaitu Bernubuat ; Mengusir setan  dan Mengadakan mujizat. Ini adalah pelayanan-pelayanan yang luar biasa yang banyak dikejar oleh pelayan Tuhan. Apa jawaban Tuhan terhadap pernyataan mereka yang mengkalim telah melakukan tiga pelayanan yang hebat ini ?

Matius 7:23  “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata : Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Reaksi Tuhan sangat mengejutkan mereka bukan saja tidak mendapatkan upah dari jerih lelah pelayanan mereka, tapi malah tidak dikenal sama sekali oleh Tuhan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Masalahnya pada motivasinya yang tidak berkenan kepada Tuhan.  Dari mana kita tahu motivasinya?

Perhatikan kalimat “Bukankah kami.” Mereka mencanangkan apa yang telah mereka kerjakan dalam pelayanan mereka. Kata mencanangkan dalam KBBI, artinya mempermaklumkan didepan umum (dengan memukul canang). Kata lainnya mempropagandakan. Mereka merasa bahwa menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan mengadakan mujizat adalah prestasi pelayanan mereka, jasa mereka, yang pantas mendapat penghargaan. Mereka lupa bahwa yang mengerjakan semua itu adalah Tuhan, mereka cuma alat.  Mereka ingin diakui Tuhan dengan pekerjaan yang sebenarnya bukan mereka yang kerjakan. Inilah yang dipandang Tuhan sebagai yang melakukan kejahatan.

Lalu sikap seperti apakah yang Tuhan kehendaki dalam kita melayani Tuhan ?
Kita lihat dalam Lukas 17:7-10
“Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya ? Demikianlah jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata : Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Dari ayat ini kita tahu bahwa Tuhan mengingatkan  dalam persekutuan kita dengan Tuhan, posisi kita adalah hamba. Jika Tuhan tidak memakai kita, kita ini bukan siapa-siapa karena kita adalah hamba-hamba-Nya. Jika kita sekarang ini ada dalam pelayanan Tuhan, itu bukan karena kita bisa atau hebat tetapi karena Tuhan yang berkenan memakai kita. Untuk itu lakukanlah apa yang menjadi perintah Tuhan sebagai mitra kerja dalam pelayanan Tuhan.  Jangan ambil kemuliaan Tuhan. Tetap rendahkan diri di kaki Tuhan dan bersyukurlah karena Tuhan mau pakai kita dalam pekerjaannya Tuhan. Peganglah prinsip pelayanan Kerajaan Tuhan.

Tiga hal prinsip pelayanan Kerajaan Allah, Roma 14:17-18.
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka cita oleh Roh Kudus. Karena barang siapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.”

3 Prinsip pelayanan Kerajaan Allah itu adalah :

  • Kebenaran – Firman. Tuhan adalah kebenaran, 17:17
  • Layanilah Tuhan dengan berpegang kepada kebenaran firman-Nya, bukan pada kebenaran diri sendiri.
  • Damai sejahtera – Tidak ada kepahitan – Ibrani 12:15

Damai sejahtera disini adalah tidak ada ganjalan dalam hati yaitu kepahitan, kebencian, iri hati terhadap yang lain sehingga menimbulkan akar yang pahit dalam kehidupan. Orang seperti ini tidak dapat melayani dengan damai sejahtera tetapi justru akan menimbukan kerusuhan dalam pelayanannya dan mencemarkan banyak orang seperti yang tertulis dalam ayat acuannya. Dan menurut surat Ibrani 12:15 – Orang-orang yang memiliki akar kepahitan adalah orang-orang yang suka menjauh dari kasih karunia Allah. Indikasinya adalah jarang ibadah, tidak suka bersekutu dalam doa sehingga ia jauh dari hububungan dengan Tuhan, tetapi muncul langsung dalam pelayanan karena sudah dijadwal dalam tugas. Hasilnya dapat ditebak tidak ada damai sejahtera.

  • Suka cita oleh Roh Kudus

Suka cita oleh Roh Kudus adalah suka cita yang murni, tidak dibuat-buat tetapi lahir dari hati yang mengasihi Tuhan. Sekecil apapun tugas yang dipercayakannya, dilakukan dengan suka cita dan antusias, tanpa persungutan, tanpa perbantahan tetapi dilakukan dengan hati yang bersyukur.

Bagaimana Tuhan menilai jerih lelah kita dalam pekerjaan Tuhan dan memberikan upahnya ?
Perhatikan  Matius 25:20-22. Perumpamaan tentang orang yang menerima talenta.
“Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta katanya. Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya : Baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar : Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

 Perhatikan dalam ini, tidak ada satupun prestasi yang disebutkan meski ia telah mendapatkan keuntungan buat tuannya.  Tetapi yang dinilai adalah “Yang baik dan setia.”  Jadilah mitra kerja Allah dalam pelayanan “ YANG BAIK dan SETIA , maka sekecil apapun yang Tuhan percayakan atau sekecil apapun yang dapat kita lakukan bagi Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia. Tuhan memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

B-DRAMA ; oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 9 September 2018)

Selamat sore menjelang malam untuk Bapak/Ibu/Saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan. Sungguh hari-hari, atau minggu-minggu, atau bahkan bulan-bulan terakhir ini begitu banyak hal yang terjadi, baik di kehidupan pribadi, pekerjaan atau pelayanan, dan bahkan di kehidupan sosial-bermasyarakat-bernegara kita.

Begitulah hidup berjalan kadang ada hal-hal yang di luar kuasa kita. Ini seperti apa yang dituliskan oleh nabi Yeremia di Yeremia 10:23. Sehingga apa yang terjadi dalam hidup kita mungkin sekali terjadi di luar ekspektasi kita.  Apakah ada disini yang ekspektasinya menikahi Miss Universe tetapi pada akhirnya menikah dengan Miss Pekauman? Itu Bahasa belandanya “Mislukt” artinya tidak sesuai dengan yang kita mau.

Begitu banyak drama terjadi di hidup kita bukan? Baik secara pribadi kita rasakan, atau sesuatu yang kita saksikan terjadi di depan mata kita. Inilah yang mendorong saya mengambil tema “B-DRAMA”. Ini bukan K-Drama, atau telenovela, juga bukan Bollywood Drama. B-Drama yang saya maksud adalah Biblical Drama.

Tahukah Anda bahwa Alkitab kita itu seperti TV Portabel. Semua drama ada dan tercatat di Alkitab. Bayangkan dimulai dengan kisah ajaib seperti “magic”, dari tidak ada menjadi ada, Kejadian 1. Kemudian ada drama romantis pertama yang dikenal manusia, drama Adam dan Hawa, Kejadian 2:18-24.

Kalau saya boleh “breakdown” sedikit tentang Kejadian 2:18-24, Anda bisa belajar tentang konsep mencari pasangan, baik Anda pria atau wanita.

  1. Pasangan itu bukan tujuan pertama hidup kita. Mengerti mengenai ini akan menghindarkan Anda menghabiskan hidup menyesali yang sudah lewat, bahkan melukai diri sendiri karena seseorang yang Anda anggap “belahan jiwa” Anda. Tujuan pertama Anda adalah menikmati yang Tuhan sudah berikan, ayat 16, sambil menjaga diri tidak melanggar ketetapan-ketetapanNYA, ayat 17.
  2. Akan ada waktunya ketika Tuhan mengingatkan Anda, “tidak baik kalau manusia seorang diri saja…,” ayat 18. Inisiatifnya dari Tuhan, bukan dari Anda, atau dari lingkungan Anda.
  3. Allah pertama bergerak, kemudian baru Anda bergerak, ayat 19. Jadi ada usaha Anda, tetapi kemudian preferensi itu ada di dalam diri Adam, ayat 20. Tidak ada istilah bukan jodoh, semua adalah preferensi untuk berkomitmen. Ingat tentang segitiga: “PassionCompassionCommitment.”
  4. Ada waktu dimana Tuhan membawa pasangan Anda di hadapan Anda dan Anda berkata “Ini dia…,” ayat 21-23. Saya percaya itu kembali lagi ke preferensi, dan tentu saja konsekuensi ada di tangan Anda. Jangan ulangi kesalahan Adam yang melempar kesalahan di Kejadian 3:12.
  5. Menjadi pasangan berarti menjadi independen, tetapi bukan berarti arogan, Kejadian 2:24. Anda akan meninggalkan orang tua Anda, orang tua Anda juga harus berani memberi kepercayaan pada anak Anda yang sekarang sudah dewasa.

Baiklah cukup tentang drama Adam dan Hawa, ada drama apalagi di Alkitab? Saya sampaikan ini supaya Anda punya opini berbeda tentang Alkitab. Apalagi kita di bulan-bulan terakhir juga sedang “bertumbuh lewat pengetahuan (Firman)”.

Berikut kisah-kisah drama dalam Alkitab:

  • Pembangunan proyek monumental. Kejadian 11:1-9.
  • Pengejaran (86) dari seorang pemimpin yang labil. Keluaran 14:1-31.
  • Perselingkuhan dan “pmp” (pren makan pren, maksudnya pengkhianatan). 2Samuel 11:1-27.

(Sebelum poin berikut penting untuk melihat dan belajar dari sikap Daud meresponi kesalahannya di 2 Samuel 12:13-25).

  • Pengorbanan yang tidak masuk akal, Matius 26, Yohanes 12 (minyak yang mahal), 1Petrus 1:19.

Seluruh ketidakmampuan manusia untuk menebak itu, yang membuat kita membutuhkan Tuhan lebih dari DIA membutuhkan kita. Saya akan menutup B-Drama ini dengan kisah Yusuf di Kejadian 37, 39-41 dan bagaimana ia menutup seluruh kitab Kejadian dengan ayat yang begitu menggetarkan saya sampai sekarang, Kejadian 50:20. Saya rasa ini pesan Allah untuk Anda di masa-masa seperti sekarang.

Ada satu pujian yang begitu memberkati saya tentang pujian kepada Allah di tengah ketidakmampuan kita untuk menebak perubahan di sekitar kita: Even When It’s Hurt (Hillsong United).

Take this fainted heart
(Ambillah hati yang takut ini)

Take these tainted hands
(Ambillah tangan yang ternoda ini)

Wash me in your love
(Basuh aku dalam KasihMU)

Come like grace again
(Datang tunjukkan anugerahMU lagi)

Even when my strength is lost
(Bahkan saat kekuatanku hilang)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when I have no song
(Bahkan saat tiada lagu lagi)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when it’s hard to find the words
(Bahkan saat begitu sulit kata terucap)

Louder then I’ll sing your praise
(Lebih keras lagi Kupuji Engkau)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

Take this mountain weight
(Ambilah segunung beban ini)

Take these ocean tears
(Ambillah selaut tangisan ini)

Hold me through the trial
(Pegang aku melewati ujian)

Come like hope again
(Datang tunjukkan harapan lagi)

Even when the fight seems lost
(Bahkan saat aku terlihat kalah)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when it hurts like hell
(Bahkan saat sangat sakit rasanya)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when it makes no sense to sing
(Bahkan saat tidak masuk akal untuk memuji)

Louder then I’ll sing your praise
(Lebih keras lagi Kupuji Engkau)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

And my heart burns only for you
(Dan hatiku membara hanya untukMU)

You are all you are all I want
(KAU lah segala yang kuinginkan)

And my soul waits only for you
(Jiwaku menanti hanya untukMU)

And I will sing till the morning has come
(Dan ku’kan menyanyi hingga pagi menjelang)

Lord my heart burns only for you
(Tuhan, hatiku membara hanya untukMU)

You are all you are all I want
(KAU lah segala yang kuinginkan)

And my soul waits only for you
(Jiwaku menanti hanya untukMU)

And I will sing till the miracle comes
(Dan ku’kan menyanyi hingga mujizat terjadi)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

Even when the morning comes
(Bahkan hingga pagi menjelang)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when the fight is won
(Bahkan saat aku telah menang)

I’ll praise you
(Kupuji Engkau)

Even when my time on earth is done
(Bahkan saat waktu hidupku telah habis)

Louder then I’ll sing your praise
(Lebih keras lagi Kupuji Engkau)

I will only sing your praise
(Aku hanya akan memujiMU)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

AKU BERDIRI DI MUKA PINTU SAMBIL MENGETUK – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 September 2018)

Wahyu 3:20

Begitu besar kasih Tuhan Yesus kepada jemaat Laodikia sehingga tidak menginginkan jemaat Laodikia mengalami kebinasaan. Jemaat Laodikia yang melarat, telanjang dan buta sehingga membuat Tuhan Yesus ingin memuntahkannya. Itu sebabnya Tuhan Yesus menasihati dan menegur jemaat Loadikia agar merelakan diri untuk bertobat. Jemaat Laodikia seperti barang yang akan diperbaiki, harus dibongkar dan dibetulkan. Pada gereja masa kini, cara Tuhan bekerja bagi jemaat Laodikia juga menjadi model kita beribadah, bahwa dalam jam-jam ibadah kita hendaknya bukan sekedar datang tetapi siap untuk dibentuk lewat ibadah melalui kebenaran firman Tuhan. Tuhan Yesus ingin memperbaiki jemaat, Yesus berdiri dan mengetok untuk masuk dan perbaiki kehidupan jemaatNya.

Perhatikan kalimat “Lihat .. Aku berdiri dimuka pintu sambil mengetuk”. Ucapan Yesus ini menunjukan bahwa jemaat Laodikia tidak dalam keadaan bersama-sama dengan Yesus alias terpisah sebab Yesus berdiri di muka pintu dan hendak masuk. Jadi jemaat Laodikia mungkin setiap minggu beribadah tetapi dalam ibadah mereka, Yesus tidak hadir dalam ibadah, melainkan ada diluar ibadah. Padahal Yesus berjanji dalam Matius 18:20, Tuhan Yesus seharusnya ada dalam persekutuan bersama orang percaya. Jadi jika Yesus ada diluar, bukan karena Tuhan Yesus tidak berkenan hadir tetapi karena Tuhan Yesus tidak dipersilakan masuk oleh Jemaat Laodikia. Jangan sampai Yesus ada di luar dan tidak bersama-sama dalam ibadah jemaat Mahanaim.

Dalam Matius 18:16, Tuhan Yesus meminta opini tentang siapakah diriNya dan Petrus mengakui bahwa Yesus bukan jelmaan tetapi Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Matius 18:17-18, ungkapan Petrus adalah inspirasi iman yang berasal dari Allah, yang mengakui Yesus adalah Tuhan. Artinya, jemaat hendaknya mendasarkan iman seperti Petrus yaitu diatas dasar iman yang kuat. Oleh sebab itu, jika kita mengaku Yesus adalah Tuhan, maka kita membangun iman kita diatas dasar yang kokoh yaitu iman dalam Tuhan Yesus Kristus bukan gereja dibangun di atas Petrus.

Perhatikan kalimat selanjutnya dari Wahyu 3:20 “Jikalau ada orang yang mendengarkan suaraKu”. Suara Tuhan Yesus dapat didengarkan lewat firman Allah. Lewat firman Allah ada teguran dan nasihat untuk kehidupan kita. Jika Tuhan masih menegur, maka Tuhan masih mengasihi kita. Seperti raja Daud, seorang yang dekat Tuhan. Mazmur 28:1, Daud merasa hubungan akrab dengan Tuhan ia gambarkan seperti gembala menuntun domba-domanya.  Meskipun demikian dekatnya Daud dengan Tuhan, ia meminta agar Tuhan menegur dia dan jangan berdiam diri sebab jika Tuhan berdiam diri, ia merasa seperti orang yang mati. Ibrani 12:6-7, Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya dan menyesah orang yang diakui sebagi anak. Ayat 8, tetapi anak gampangan adalah anak yang tidak diurus dan dibiarkan. Jadi jika Tuhan masih menegur lewat suara firman Allah, Tuhan sayang kepada kita agar tidak binasa.

MEMBUKA PINTU
Sekarang apa tindakan kita atau respon kita terhadap firman Allah? Kata “membuka pintu”, ini dilakukan saat kita dengarkan firman Tuhan, sebab jika kita dapat membuka pintu atas janj-janji Tuhan, maka Yesus akan masuk dan mendapatkannya. Hasilnya janji-janji Tuhan dapat kita nikmati karena sang sumber ada disana yaitu Yesus.

Sebuah kisah tentang Raja Edward VII, Raja Inggris (tahun 1901 – 1910). Raja Edward dengan istrinya sedang pergi berjalan-jalan di pedesaan. Tiba-tiba istrinya terpeleset dan kakinya terkilir. Isteri raja Edward bergelayut  sambil berjalan ke sebuah rumah sederhana. Raja Edward mengetuk pintu rumah itu. Dari dalam rumah terdengar sebuah jawaban: “Siapa di sana..?” Raja menjawab: “Ini Edward! raja Inggris. Izinkan aku masuk.” Pemilik rumah berteriak dari dalam “Cukup kelakarmu itu. Pergilah!” (Raja Edward shock mendengarnya. Dia mengetuk pintu untuk kedua kali. Terdengar suara keras dari dalam: “Apa yang kamu inginkan?” Raja Edward menjawab: “Saya katakan kepadamu bahwa saya raja! Ini Edward, rajamu! Ijinkan saya masuk!” Dari dalam, pemilik rumah marah dan berteriak sambal maki-maki. Lalu buka sedikit pintu rumahnya untuk lihat apakah benar raja? Ketika tahu itu benar raja Edward, pemilik rumah itu menundukkan badannya dalam-dalam lalu meminta maaf, mempersilahkan raja dan ratu masuk rumahnya. Lalu ia mencari bantuan untuk menolong sang ratu. Setelah tua dan tak bisa bekerja, pekerjaan yang dilakukannya hanya bisa berkunjung ke tetangga yang ada di sekitar rumahnya. Setiap ia akan mengakhiri kunjungannya ia bercerita pengalamannya… “Hampir saja aku tidak mengijinkan raja masuk ke rumahku.”

PENUTUP
Kalau dunia tidak mau membuka hati sebab mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Raja, kita bisa mengerti. Tapi, ada orang Kristen yang membiarkan Yesus di luar dan tidak ijinkan Yesus masuk untuk membenahi, mengubah dan memimpin hidupnya. Oleh sebab itu, jika kita taat dan dengar firman maka kita akan layak menyongsong Tuhan Yesus kedua kali. Yesus ingin mendapatkan kita dan makan sehidangan dengan kita, Wahyu 19:6-10.

  • Ayat 6, kalau kita mengundang Yesus masuk dalam hati, maka…
  • Ayat 7, kita dilayakkan menyongsong kedatangan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki.
  • Ayat 8, walaupun keadaan kita seperti jemaat Laodikia, yang melarat, malang, miskin, buta dan telanjang, tapi karena kita mengundang Yesus masuk dalam hati kita, maka kita akan dipulihkan Tuhan.
  • Ayat 9, kita bukan jadi orang yang dibuang dari hadapan hadirat Yesus.

Seperti 5 Gadis Bodoh yang tidak dikenal Yesus. Mereka disebut pembuat kejahatan, sehingga dimasukkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Tetapi Kita disebut Yesus sebagai “Pengikut Yesus Yang Sejati”, sang  “Mempelai Perempuan Kristus”, yang akan menikmati “Perjamuan Kawin Anak Domba dalam Kemuliaan-Nya.”

Jangan keraskan hati kita, persilakan Tuhan Yesus masuk dan kita akan menikmati perjamuan makan bersama Dia dalam kerajaan kekal. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

NASIHAT YESUS BAGI JEMAAT LAODIKIA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 5 Agustus 2018)

Wahyu 3:18

PENDAHULUAN
Dalam Wahyu 3:18, Tuhan Yesus menunjukan kesabaran dan kemurahanNya kepada jemaat Laodikia, sebab biar pun cara hidup jemaat Laodikia amat buruk, tetapi Yesus tidak langsung menghukum mereka. Sebaliknya, Yesus masih memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertobat. Dalam perjalanan kekristenan, kita melakukan banyak kesalahan, kejahatan,  bahkan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Tetapi, kalau kita diberi kesempatan hidup, berarti Yesus masih memberi kita kesempatan untuk bertobat seperti jemaat Laodikia Roma 11:22.

KONTRADIKSI
Jika kita melihat kehidupan jemaat Laodikia, neraca jemaat Laodikia bukan hanya serong, tetapi sangat kontras bila dibandingkan antara rohani dan jasmani, bahkan ekstrim. Perhatikan yang Yesus katakan dalam Wahyu 3:17, bahwa jemaat Laodikia melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Melihat kondisi yang demikian, maka Wahyu 3:18, Yesus menasihati jemaat Laodikia untuk membeli: emas, pakaian putih dan minyak. Jemaat Laodikia adalah jemaat yang rohaninya paling menyedihkan. Untuk mempermudah pengertian kita, perhatikan Tabel berikut:

KONDISI JEMAAT LAODIKIA

JASMANI ROHANI NASIHAT YESUS
Kaya, banyak uang dan tempat penyimpanan emas dunia Melarat, malang dan miskin

 

Membeli emas yang dimurnikan dengan api

 

Penghasil kain wol untuk baju kebesaran/ para raja Tidak punya pakaian (telanjang) Beli pakaian putih, yaitu baju kebenaran dari Allah.
Punya sekolah Kedokteran; produk salep mata – supaya mata sehat. Sakit mata, bahkan BUTA rohani(tidak – bias melihat)

 

Membeli pelumas mata supaya sembuh dan dapat melihat
Hidup di tempat, dialiri 2 mata air (jasmani/ rohani) Kaya jasmani, miskin rohani Kompromi – dimuntahkan Harus punya prinsip, tidak kompromi (dunia/dosa)

Dari tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas jemaat Laodikia secara jasmani kaya, tidak kekurangan apa-apa, tetapi secara rohani melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Kalau neraca tetap serong dan tidak bertobat maka mereka akan binasa. Dalam Matius 7:23, Yesus katakan bahwa “Aku tidak mengenal kamu” dan Wahyu 3:16a menjelaskan Yesus akan memuntahkan orang tersebut. Oleh karena itu, Tuhan Yesus memberi nasihat agar jemaat Laodikia “membeli” di ayat ini.

Kata “Membeli” disini bukan secara harafiah. Kata “membeli” sama halnya dengan menebus. Memiliki makna yang sama seperti yang Yesus lakukan bagi manusia pada waktu Yesus menebus kita, lewat kematian-Nya di kayu salib. Jadi jemaat Laodikia harus berusaha dengan sungguh-sungguh berjuang sampai Yesus memulihkan kondisi rohani mereka dengan cara: berdoa, bertobat, menyesal, minta ampun sampai Tuhan Yesus memulihkan rohani kita.

Apakah yang harus dibeli jemaat Laodikia?
1. Emas Yang Dimurnikan Dalam Api
Emas yang dimurnikan dengan api artinya: “Iman Yang Murni” atau “Iman Yang Teruji,” 1 Petrus 1:7; Zakharia 13:9; Maleakhi 3:3. Dalam Lukas 18:1-8, mengisahkan tentang seorang janda miskin yang berjuang agar hakim membenarkan perkaranya.

  • Ayat 2

Di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut Tuhan dan tidak ada seorang pun yang dia hormati di kota itu.

  • Ayat 3

Di kota itu ada seorang janda yang meminta agar hakim mau membela dan menolong dia di depan lawannya.

  • Ayat 4

Hakim itu tidak peduli dengan siapa pun, termasuk janda tersebut.

  • Ayat 5

Tetapi karena janda itu tidak putus asa, tanpa henti dan segan, setiap saat ia datang dan memohon, usaha yang keras tiada henti membuat hakim merasa direpotkan oleh janda tersebut. Sampai akhirnya, hakim tersebut berkata dalam hatinya “Aku ini tidak takut Tuhan, tapi janda ini sudah merepotkan dan membuat susah aku! Biar pun dia hanya janda, bisa saja dia nekad dan menyerang aku? Kalau begitu, aku benarkan saja perkaranya, agar dia tidak buat aku repot lagi..!” Lukas 18:6-8.

Perhatikan kata Mendapati iman – bukan sekedar beriman kepada Yesus, tetapi yang Yesus cari adalah iman yang murni; teruji; bukan campuran/palsu.

2. Pakaian Putih Untuk Menutup Ketelanjangan

  • Pakaian adalah perbuatan
  • Putih adalah kebenaran (kekudusan)

Dalam Wahyu 19:8 “Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus).”

  • Emas adalah iman yang murni teruji
  • Pakaian adalah perbuatan yang benar

Dalam Yakobus 2:17 “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.Iman yang benar adalah iman yang dibuktikan dengan perbuatan”. Sebab, apabila kita berkata, bahwa kita beriman, tetapi iman itu tidak kita buktikan dengan perbuatan, di mata Yesus kita bukanlah orang yang beriman tapi omong kosong.

3. Minyak untuk melumas mata
Karena jemaat Laodikia buta di mata Yesus, jemaat Laodikia dianjurkan: “Membeli minyak dan melumasi mata supaya dapat melihat”. MINYAK dalam bahasa Yunani dipakai kata EGCHRISON dari akar kata CHRIST atau Kristus yang artinya “Yang Diurapi.” Dengan lain kata diurapi Roh Kudus. Satu-satunya obat atau cara untuk seseorang sembuh supaya mata rohani (pandangan rohani) pulih, sehingga dapat mengerti secara persis posisi neraca rohani dihadapanTuhan, yaitu harus senantiasa hidup dalam urapan atau dipenuhi Roh Kudus. Sehingga pandangan kita tidak hanya tertuju kepada materi, seperti yang dialami isteri Lot, Kejadian 19:26. Yesus ingatkan dalam Lukas 17:32 “Ingatlah akan isteri Lot!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KUNCI KEKAYAAN KELUARGA KRISTEN – oleh Pdt. Samuel Wuarlela (Ibadah Raya 2 – Minggu, 19 Agustus 2018)

Efesus 1:17,18

Surat Efesus merupakan surat yang kontemporer sebab berisi tentang hal-hal yang dapat diaplikasikan oleh jemaat Efesus yang adalah gereja pada abad pertama. Tujuannya untuk menasihati jemaat di Efesus dan juga Asia kecil. Surat-surat Efesus juga disusun sedemikian rupa sehingga jemaat mengerti maksud dan tujuan surat tersebut dikirimkan oleh rasul Paulus. Contohnya saja Efesus 5, yang berisi tentang keluarga, anak dan orang tua dengan tujuan supaya didikan serta ajaran orang tua terhadap anak tidak menimbulkan luka atau dendam bagi anak. Tetapi untuk sampai kepada Efesus 5, kita perlu mempelajari pasal 1-3. Jika dilewati maka pembaca akan cukup kesulitan memahami isi surat rasul Paulus. Jadi alangkah baiknya memahami dahulu pasal-pasal awal dalam suratan Efesus dan melanjutkan ke pasal berikutnya.

Jika diperhatikan, Efesus 5 berisi nasihat kepada orang tua bahwa hendaklah setiap orang tua mengenal siapakah Tuhan dan seperti apakah Tuhan barulah dapat mendidik anak mereka untuk mengenal tentang Tuhan. Tanpa pengertian kita cenderung ragu menjalani kekristenan kita. Tanpa pengertian, kita seperti orang kaya yang tidak tahu bahwa kita memiliki emas yang banyak. Jadi, kenali Allah dengan segala harta dan kekayaan yang terdapat dalam Kristus barulah kita bagikan kepada anak-anak kita.

Dalam Efesus 4-6, inilah kunci untuk menikmati kekayaan yang Tuhan sediakan bagi kita, yaitu:
1. Taat melakukan firman Allah
Jika keluarga Kristen mampu menerapkan perannya, maka setiap hari dalam rumah tangga akan terasa senang dan bahagia karena ada Kristus didalamnya. Tetapi berbeda halnya dengan orang yang kaya secara jasmani, tetapi rumah tangganya berantakan karena miskin secara rohani.  Inilah bagian pertama yaitu mengenal Allah dengan benar.

2. Efesus 2:1, mengerti siapakah diri kita sebelum berada didalam Kristus
Dahulu sebelum kita mengenal Kristus, dihadapan Allah kita adalah orang yang buruk dan keji. Tetapi setelah mengenal Kristus, kita kaya dan diberkati sebab Allah memberikan kemampuan kepada orang percaya untuk hidup dalam kebenaran.

Jika kedua kunci tersebut digunakan selama kita hidup di bumi ini, maka kita akan menikmati kekayaan dalam Kristus. Dalam Efesus 5:20,22 saat seseorang mengerti siapa dirinya dalam Kristus maka ia akan bersyukur dengan keadaannya yang sekarang dan bersyukur membuat seseorang tetap didalam kerendahan hati.

Karena Kristus, kita dapat menikmati kekayaan sorgawi dengan hidup dalam ketaatan akan firmannya. Ketaatan itu juga membuat kita semakin hidup serupa dengan Yesus dalam kekudusannya. Kekudusan artinya terpisah tetapi tetap hidup. Jadi kita terpisah dari dunia dan hidup sesuai firman Tuhan tetapi kita tetap hidup.

KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa sebagai orang percaya kita patut bersyukur atas segala sesuatu yang menghasilkan sukacita dalam hati sehingga kita dapat menghormati orang lain. Tidak sakit hati saat dikecewakan orang lain. Maka hubungan keluarga kita juga menjadi baik karena setiap anggota keluarga hidup dalam Tuhan serta menjadi berkat bagi semua orang. Saat orang percaya mengerti siapa dirinya didalam Kristus, maka hidupnya akan meresponi anugrah Tuhan dengan benar. Jika istri tunduk pada suami, suami mengasihi istri dan anak menghormati orang tua maka keluarga akan diberkati oleh Tuhan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KEMERDEKAAN YANG SEJATI – oleh Pdt. Daud Situntun, Dari GPdI Agape Tigaraksa Banten (Ibadah Raya 3 – Minggu, 19 Agustus 2018)

Yohanes 8:36

Pada umumnya, kemerdekaan berarti bebas dari penjajahan secara fisik. Tetapi kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penghambaan secara fisik, melainkan juga kebebasan dalam bagian roh, jiwa dan tubuh seseorang. Kemerdekaan secara jasmani atau fisik, sudah diperjuangkan oleh para pahlawan di masa lampau dengan kekuatan yang mereka miliki. Tetapi kemerdekaan rohani tidak dapat diusahakann oleh manusia sebab apa yang diusahakan manusia untuk terbebas dari dosa akan sia-sia/percuma. Satu-satunya yang dapat membebaskan manusia menurut Yohanes 8:36 adalah Tuhan Yesus bukan manusia, melainkan yang tidak berasal dari dosa, sebab Yesus memang tidak mengenal dosa.

Dalam Yohanes 1:29 – Yesus menebus dosa dunia bukan hanya kepada beberapa orang, melainkan seluruh isi dunia. Dan kita yang sudah bebas dari jajahan dosa karena iman kepada Yesus, tugasnya adalah bersaksi kepada mereka yang belum mengerti dan mengenal Tuhan Yesus, jangan hanya ingin menyelamatkan diri sendiri karena Yesus membayar setiap jiwa dengan nyawa.  Pembebasan manusia sepenuhnya adalah pemberian atau karunia dari Allah lewat penebusan darah Yesus di salib, sama sekali tidak ada usaha manusia. Lain halnya dengan kemerdekaan secara fisik, yang diusahakan oleh manusia. Efesus 2:8, keselamatan diberikan dengan cuma-cuma (kasih karunia) maka wajib hukumnya untuk menyampaikan kepada kerabat dan relasi bahwa Kemerdekaan sejati dari Yesuslah yang dapat membawa manusia kepada kehidupan yang kekal.

Sekarang bagaimana orang percaya dapat memelihara dan mempertahankan kemerdekaan? Yaitu dengan menjaga diri dari yang jahat. Yohanes 8:32-kebenaran dihubungkan dengan kemerdekaan, artinya hidup orang percaya ditaklukkan didalam kebenaran. Yohanes 17:17 – firman Allah menguduskan setiap orang yang mengikuti kebenaran. Jangan takut melakukan firman, takutlah kepada dosa dan pelanggaran. Jika kita kembali hidup dalam ketidakbenaran, maka sama dengan kita kembali lagi kepada dosa dan kehilangan kemerdekaan.

Kolose 3:5 – matikan dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nasu jahat dan sebagainya. Karena semua dosa berpotensi dalam diri seseorang.

Jika diperhatikan, kata “matikan” mengandung arti seperti seseorang menebang pohon yang besar, tetapi setelah beberapa saat muncul tunas-tunas baru dan tugas kita adalah petik tunas itu atau patahkan setiap kali tumbuh. Tunas –tunas adalah tunas-tunas dosa, jangan biarkan menjadi pohon besar lagi setelah itu baru ditebang. Tidaklah mudah untuk dapat mematikan tunas-tunas dosa, perlu perjuangan dan komitmen, sebab itu kita sebagai orang percaya memerlukan penolong untuk menopang. Yohanes 14:16,17 – Roh kebenaran itu diam didalam kita. Roh kebenaran adalah Roh kudus. Penolong ini yang memampukan kita tetap didalam kemerdekaan. Roh kudus mampu menembus apapun yang tidak dapat kita tangani.

KESIMPULAN
Kemerdekaan sejati adalah bebas dari perhambaan dosa dan terus dipertahankan dengan hidup dalam kebenaran firman Tuhan melalui pertolongan kuasa Roh Kudus. Inilah pentingnya kita untuk selalu dipenuhi dengan Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment