Saat Antikristus Berkuasa Di Muka Bumi – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 21 Nov 2021)

Wahyu 9:1-12

PENDAHULUAN
Iblis memberi kepada antikristus: kekuatan, kedudukan dan kekuasaannya sehingga antikristus menjadi manusia paling berkuasa di muka bumi.

Bahkan…

  • Antikristus akan mengendalikan dan mengatur semua sistem kehidupan manusia di dunia ini.
  • Sehingga untuk punya status, orang akan dipaksa menjadi pengikut antikristus dan menerima meterai nama antikristus, Wahyu 13:17.

Kalau orang tersebut adalah pengikut Yesus konsekuensinya namanya akan dihapus dari kitab kehidupan, Wahyu 20:15.

Masa Hidup Orang Percaya Dipersingkat
Sesuai nubuatan Yesus, Matius 24:21,22 para pengikut Yesus yang tidak disingkirkan ke padang gurun, masa hidupnya dipersingkat. Bila tidak, mereka tidak akan tahan menghadapi siksa Antikristus.

Sebagai bukti…

Gambar

PENIUPAN SANGKAKALA KELIMA
 “Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh (Ing. fallen star – bintang  yang  telah jatuh)  dari  langit ke atas bumi dan  kepadanya  diberikan anak kunci lubang jurang maut.”

  • Kepada antikristus diberikan kunci jurang maut, sehingga antikristus punya kuasa untuk membuka dan menutup jurang maut.

Selanjutnya, apa yang antikris lakukan…?

Wahyu 9:2
“Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur (cerobong) dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.”

Siapakah yang Tidak Pakai Meterai Allah?
Apakah Gereja (pengikut Yesus) yang tidak turut disingkirkan ke padang gurun…? Sama sekali bukan…! Kalau begitu siapa…?

1. Maksud dari orang yang tidak pakai Meterai Allah di dahi, mereka adalah pengikut Antikristus.
Hanya orang yang percaya kepada Yesus yang memakai “Meterai Allah” di dahi mereka.

2. Gereja (Pengikut Yesus) yang tidak turut disingkirkan ke padang gurun, karena saat peristiwa pemisahan, mereka tidak masuk bagian dari Pengikut Yesus yang Sejati; Gereja Sempurna; Mempelai Wanita Kristus, atau Hawa yang Akhir. Sebagai anak Tuhan/pengikut Yesus mereka memiliki Meterai Allah.

Sebagai contoh: Efesus 1:13
“Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.”

Efesus 1:14 “Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memper-oleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

Artinya: ketika kita dengar firman Tuhan, lalu percaya dengan hati dan mengaku dengan mulut, Roma 10:9,10.

  • Pada saat itu Roh Kudus meteraikan kita menjadi atau sebagai anak-anak Allah. Dan pada saat kita…
  • Dibaptiskan dalam air, nama kita ditulis dalam Kitab Kehidupan di sorga, sebagai anggota: ”Keluarga Kerajaan Allah”.

Dengan demikian, semua pengikut Yesus yang lahir baru ia telah menerima Meterai Allah di dalam dirinya.

Bila menjelang Yesus datang kedua kali, pengiringan kita kurang setia dan tidak jadi Pengikut Yesus yang Sejati, yaitu tidak CHRISTIANOS, ketika terjadi pemisahan dalam Gereja, kita akan masuk 5 Gadis Bodoh atau kita tidak masuk dalam bagian Gereja yang Sempurna; Mempelai Wanita Kristus; atau Hawa yang Akhir.

Dengan lain kata…

  • Status kita, kita tetap sebagai Pengikut Yesus atau Milik Yesus yang memakai Meterai Allah di dahi kita.
  • Tapi karena kita tidak turut disingkirkan gurun, kita harus berhadapan dengan antikristus sebagai penguasa dunia.

Mengapa antikris Aniaya Pengikutnya?
1. Karena begitu hebatnya penganiayaan yang antikris lakukan kepada pengikut Yesus. Apabila pengikut Yesus dibiarkan hidup selama 3,5 tahun di masa antikristus. Maka tidak ada seorangpun yang mampu bertahan dalam iman. Itu sebabnya…

Dalam Matius 24:22, Yesus telah  bernubuat: waktu hidup/usia hidup para pengikut Yesus akan dipersingkat, sehingga dengan kematian pengikut Yesus lepas dari aniaya Antikristus yang teramat sangat berat dan mengerikan itu.

Sebab itu…

Gambar 2

2. Tidak ada sedikitpun rasa belas kasihan dalam diri antikristus, sebab itu Alkitab menggambarkan antikristus dengan gambaran seekor binatang buas.

  • Antikristus adalah seorang diktator dunia.

Wahyu 9:5
“Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.”

Apa yang antikristus perbuat kepada para pengikutnya, tujuannya bukan membunuh, tetapi untuk menyiksa.

  • Tujuannya supaya pemimpin negara dan rakyatnya takut, tunduk dan taat semua perintah dan apa pun yang diingini oleh antikristus.

Wahyu 9:6 “Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati  tetapi maut lari dari mereka.”

  • Siksaan Antikristus sangat berat, membuat orang lebih memilih bunuh diri. Tetapi…
  • Selama 5 bulan aniaya akibat Peniupan Sangkakala V, kematian meninggalkan manusia sehingga tidak ada kematian lewat cara apapun selama 5 bulan.

MENEMUKAN KEMBALI KERAJAAN ALLAH YANG HILANG (THE LOST KINGDOM) – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 21 November 2021)

Kejadian 3:23  Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Kejadian 3:24  Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Manusia yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah diusir dari taman Eden. Manusia yang tadinya menikmati Eden (pusat kesenangan karena kehadiran Allah), dihalau oleh kerub dengan pedangnya yang bernyala-nyala.

Tuhan masih berkemurahan kepada manusia ciptaan-Nya, sebagai bukti Dia menyembelih binatang lalu diambil kulitnya untuk menutupi ketelanjangan manusia. Lalu menghalau mereka supaya jangan mengambil buah pohon kehidupan sehingga mereka akan hidup selama-lamanya tetapi di dalam dosa. (Kita simpan dulu kisah tragis ini)

Kerajaan Sorga
Surga adalah sebuah Kerajaan (sistem pemerintahannya). Surga walaupun tidak kelihatan, sudah ada jauh sebelum Bumi ada. Allah bertakhta di Surga, dari sana dia memerintah alam semesta, termasuk bumi.

Ide Besar Allah (God’s Big Idea)
Surga memperluas pengaruhnya ke bumi yang sudah kacau (Kejadian 1:2). Penyebab kekacauan adalah malaikat (Lucifer)yang jatuh ke dalam dunia. Kemudian Allah merestorasi kembali bumi ini. Diciptakannyalah segala yang baik.

Lalu Dia membawa Kerajaan-Nya di bumi dan memulai dengan sebuah Taman (Eden = ‘Pos’ Kerajaan Allah di bumi). Dia menaruh manusia (segambar dan serupa dg Allah) di taman itu/wakil Allah di bumi (a little lower than God) – Yang bertindak seperti Allah. Dia bermaksud memperluas Kerajaan-Nya sampai ke ujung bumi.

Dominion Mandate
Manusia diberikan sebuah perintah/ mandat untuk BERKUASA (Dominion Mandate). Mandat adalah sebuah perintah dengan kuasa dan otoritas. Dengan mandat ini manusia diberi kuasa untuk Beranak cucu (Fruitful), bertambah banyak (Multiply), Penuhi bumi (Replenish) dan Taklukkan (Subdue).

DITIPU
Kemudian yang sangat disayangkan adalah Mandat yang luar biasa ini dirampas oleh Iblis dengan tipuan bahwa mereka akan seperti Allah.

Kejadian 3:5 sebenarnya mereka sudah menjadi Allah di bumi ini. Sangat disayangkan bahwa mereka meragukan jati diri mereka.

Tanpa disadari Mandat itu diserahkan kepada Iblis, dan jadilah Iblis penguasa di dunia ini. Manusia menjadi takluk di bawah kekuasaan Iblis. Ada yang hilang saat manusia berdosa namun ada juga yang tidak hilang dari manusia.

Apa saja yang tidak hilang?

  1. Manusia tidak Kehilangan Surga.
  2. Manusia tidak Kehilangan Bumi.
  3. Manusia tidak Kehilangan Rohnya.
  4. Manusia tidak Kehilangan Tubuhnya.
  5. Manusia tidak Kehilangan Jiwanya.
  6. Manusia tidak Kehilangan Potensinya.

Yang Hilang antara lain:

  1. Manusia Kehilangan Kesuciannya.
  2. Manusia Kehilangan Roh Allah.
  3. Manusia Kehilangan Eden.
  4. Manusia Kehilangan Kepenuhan Kemuliaan Allah
  5. Manusia Kehilangan Kekuasaan atas Bumi
  6. Manusia Kehilangan Pengertian akan Tujuan

Inilah daftar yang hilang dari manusia, khususnya manusia kehilangan taman Eden.

Harga yang Mahal
Eden (suasana Kerajaan Sorga) hilang. Manusia berusaha mencari Kerajaan Allah yang hilang dengan cara membangun kerajaannya masing-masing. Manusia saling menguasai/ menaklukkan satu dengan yang lain. Manusia dibawah pengaruh kekuasaan Iblis.

Genap Waktu-Nya
Gal 4:4  Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, …
Allah menunggu waktu-Nya untuk Dia membawa kembali kerajaan-Nya ke bumi ini.

Mar 1:15  kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Inilah perkataan Yohanes Pembaptis sang perintis jalan keselamatan.Mat 3:2  “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
Mat 4:17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”

Inilah yang disampaikan Yesus, waktu membuka suara-Nya pertama kali dalam memberitakan kabar baik. Kerajaan Allah selalu dikaitkan dengan berita pertobatan.

BERTOBAT
Bertobatlah merupakan sebuah kesadaran untuk membuat perubahan secara prinsip dan praktis (Pikiran, Perasaan dan Tindakan). Salah satu yang telah diproklamirkan oleh Yesus di dalam doa Bapa Kami.

Mat 6:10  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Kerajaan Allah hadir di tengah-tengah kita karena kita telah mengubah ‘mindset’ kita dan berkata “Jadilah kehendak-Mu.”
‘Musuh’ yang terbesar dari Kerajaan Allah itulah kerajaan ‘diri sendiri’ (selfish).

1 Yohanes 2:15-17 (TB)  Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Sehingga pada akhirnya terkabullah doa-Nya untuk kita bahwa “Di bumi seperti di surga”

Amin.

 

ANTIKRISTUS SEBAGAI PENGUASA DUNIA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 7 November 2021)

Wahyu 13:1,2

Wahyu 13:1 “Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam   laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya ter- dapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama hujat.

Wahyu 13:2

“Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul dan kakinya seperti kaki  beruang  dan  mulutnya  seperti  mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.”

PENDAHULUAN
Binatang yang keluar dari laut: Antikristus.

LATAR BELAKANG ANTIKRISTUS
Asal Antikristus ialah seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan dengan luar biasa.

Wahyu 8:10, Antikristus seperti: “Bintang yg besar dan menyala-nyala seperti obor.”

Tetapi…

  • Karena ia tidak menjaga kekudusan hidup sebagai seorang hamba Tuhan,
  • Ia dicampakkan Allah, dan kejatuhannya diibaratkan seperti bintang yang jatuh.
  • Sehingga…

Hamba Tuhan ini berubah 180* dari seorang pelayan Tuhan yang dipakai Tuhan dengan luar bisa, setelah ia jatuh dalam dosa, ia jadi anti kepada Yesus.

Dengan berbagai cara ia berusaha menyeret para pengikut Yesus untuk jadi pengikut dan penyembah Iblis dan hidup  mereka menjadi mangsa neraka.

MENDAPAT KEKUASAAN DARI IBLIS
Wah 13:2a dikatakan Iblis yang diumpamakan: seekor Naga, memberikan kepada manusia durhaka yaitu Antikristus (pelawan Yesus):

  • KEKUATANNYA – kekuatan Iblis.
  • TAKHTANYA kedudukan Iblis.
  • KEKUASAANNYAkekuasaan Iblis.

Sehingga…

  • Selama 3,5 tahun Antikristus memerintah, menjadi manusia yang paling berkuasa di bumi.
  • Sehingga Antikristus dapat berbuat apa saja di bumi ini seperti yang Iblis perbuat.

MASA PEMERINTAHAN ANTIKRISTUS
Kitab Wahyu tidak merinci secara detil apa yang diperbuat Antikristus kepada pengikut Yesus, Gereja yang tertinggal,

  • Pengikut Yesus yang tidak turut disingkirkan ke padang gurun.
  • Wahyu 12:17 digunakakan istilah..:

Wahyu 12:17
Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu (Iblis marah kepada perempuan: Pengikut Yesus Yang Sejati; Gereja Sempurna; Mempelai Wanita Kristus, Hawa Yang Akhir à Burung Nazar Besar).

  • Tetapi, karena Iblis tidak bisa mengejar Gereja Sempurna yang disingkirkan ke padang gurun…

Lalu “Iblis pergi memerangi keturunannya yang lain,  yang menuruti hukum-hukum Allah dan memi-liki kesaksian Yesus.”

  • Iblis memerangi keturunan yang lain yaitu para pengikut Yesus yang tidak masuk ke dalam bagian Pengikut Yesus Yang Sejati yang disingkirkan ke padang gurun.

MEMERANGI DENGAN CARA APA?
1. Memaksa Menyembah Iblis dan Antikris, Wahyu 13:4Yaitu memaksa para pengikut Yesus untuk memuja Antikristus dengan ucapan:  “Siapakah yang sama seperti binatang ini, kepada Antikristus.”

  • Mengakui dan mensejajarkan Antikristus sebagai Tuhan, yaitu: Penguasa atau Lord yang setara dengan Tuhan Yesus Kristus.

2. Dipaksa Menghujat Allah Yang Benar, Wahyu 13:5
Pengikut Yesus yang tidak disingkirkan ke padang gurun dipaksa menyangkal dan menghujat Yesus, Allah yang benar.

  • Sebaliknya pengikut Yesus dipaksa utk menghujat nama Bapa, Anak (Yesus) dan Roh Kudus, Wahyu 13:4-6.

Dengan lain kata Antikristus menginginkan:

  • Seluruh penduduk dunia yang hidup pada saat itu dipaksa oleh Antikristus untuk memuji dan menyembah IBLIS dan juga ANTIKRISTUS sendiri ingin untuk disembah, Wahyu 13:18.

3. Memerangi Orang Kudus, Wahyu 13:7
Caranya: Antikristus memerangi orang-orang kudus yaitu pengikut Yesus..?

  • Seluruh system pemerintahan dunia akan dipegang dan dikuasai oleh orang-orangnya Antikris.
  • System perekonomian; keuangan; perdagangan; politik dan pendidikan serta hampir semua bidang lainnya. Sebab itu…

METERAI ANTIKRISTUS
Untuk menerapkan rencana ini, Antikristus akan menerapkan system yang telah dinubuatkan Firman Allah bahkan telah banyak dibincarakan banyak orang tentang meterai Antikristus atau Chips Antikristus.

4. Pengikut Yesus Yang Merasa Takut
Bila ada pengikut Yesus, tetapi oleh karena merasa takut, takut disiksa; takut tidak bisa berjual beli; pokoknya tidak mau menderita karena Yesus lalu ia ambil keputuskan menjadi pengikut Antikristus.

  • Firman Allah katakan orang seperti itu..
  • Wahyu 13:8

Semua yang menyangkal Yesus dan jadi penyembah Antikristus, nama orang tsb. akan dihapus dari kitab kehidupan.

  • Wahyu 20:15 Orang yang namanya tidak ditemukan dalam kitab kehidupan, akan dilemparkan ke dalam lautan api – neraka.

5. Melakukan Penyiksaan Fisik
Salah satu cara Antikris untuk membuat orang takut, sehingga orang tersebut lebih memilih jadi pengikut Antikristus dari pada alami penyiksaan.

Itu sebabnya Yesus telah menubuatkan tentang kinerja Antikristus hal ini telah dicatat dalam…

Matius 24:21
“Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.”

BELAS KASIHAN YESUS
Siksaan hebat yang Antikristus adakan atas para pengikut…

  • Menjadikan Yesus jatuh belas kasihan atas para pengikut Yesus yang tersiksa karena setia kepada Yesus.

Caranya…
Matius 24:22 “Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat, akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Apakah maksud kalimat di ayat ini…
“Oleh Karena Orang-orang Pilihan Allah Waktunya Akan Dipersingkat…?”

  • Kalau para pengikut Yesus dibiarkan hidup selama 3,5 tahun dalam siksaan Antikris-tus dan para pengikutnya. Maka…
  • Tidak ada seorang pengikut Yesus pun yang sanggup hidup dan bertahan dalam iman kepada Yesus. Mengapa…?
  • Karena Antikristus akan terus menyiksa dengan siksaan yang belum pernah ada sebelumnya dan tidak pernah ada lagi.

Peringatan…!!!
Bila ada pengikut Yesus yang diijinkan Tuhan masuk pemerintahan Antikristus.

  • TETAPLAH SETIA!
  • SEKALI YESUS TETAP YESUS.

HIKMAT ALLAH
Karena dengan segala hikmat dan bijaksana serta kasih, Yesus selaku Gembala Yang Baik akan mempersingkat usia pengikut-Nya yang tetap setia sampai akhir.

Matius 24:23 “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

KEBERADAAN MANUSIA DAN PENDERITAAN – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 14 November 2021)

Kejadian 35:18

Dalam kehidupan ini ada pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dan perlu kita temukan jawabannya, setidaknya untuk diri kita sendiri. Abaikan pertanyaan-pertanyaan tidak penting yang sedang laku di tayangan televisi, seperti berapa tahun beda usia antara biru tua dan biru muda? Atau siapakah yang membunuh Laut Mati?

Namun ada pertanyaan lain yang lebih krusial, seperti mengapa saya ada? Apakah saya diciptakan untuk sesuatu? Ini adalah hal yang penting karena jawaban yang salah akan membawa pada cara hidup yang salah. Apa yang dipertaruhkan di sini adalah kehidupan kekal (Matius 25:46) yang ditentukan oleh Kristus sendiri (2Korintus 5:10).

Mengenai siksaan kekal (neraka) dan hidup kekal (surga) saya sudah pernah menyampaikan bahwa neraka tidak ada dalam rencana Allah bagi manusia. Tetapi memang disayangkan ada orang-orang yang memilih untuk tinggal di dalam gelap (anda bisa cek khotbah ini di https://www.gpdimahanaim-tegal.org tentang “Rencana Allah Bagi Anda” atau juga bisa dengan klik link ini).

Tentang Kristus yang akan menentukan apa yang kita peroleh dalam kekekalan, itu bukan berarti “untung-untungan”. Anda mendengar, percaya, dan melakukan sesuatu karena Anda punya misi (anda bisa cek khotbah ini di weblog saya tentang “Misi Kita di Dunia” atau juga bisa dengan klik link ini). Hal ini menjelaskan bahwa Anda diciptakan untuk sesuatu yang bisa dicapai.

Tetapi ada orang-orang yang tidak percaya misi itu, hidup sembarangan namun berharap mereka akan masuk ke dalam kekekalan. Mereka berlaku seperti ada kesempatan lain sesudah hari penghakiman itu. Kita akan belajar nanti bahwa hidup ini hanya akan berlangsung satu kali.

Lalu mengapa harus ada penderitaan dalam keberadaan manusia? Apakah Allah menciptakan penderitaan? Sebelum melihat ayat-ayat firman Tuhan mengenai penderitaan saya ingin membagikan dua ilustrasi berikut yang seringkali saya bagikan saat menjelaskan tentang kejahatan dan penderitaan yang terjadi atas dunia.

  1. Ilustrasi “Gelap versus Terang” dan “Dingin versus Panas”.
  2. Ilustrasi “Tukang Cukur Rambut”.

Ilustrasi-ilustrasi di atas menegaskan bahwa keberadaan Allah sangat menentukan keadaan manusia. Demikian juga manusia memiliki pilihan yang kemudian menentukan kondisinya. Kepercayaan-kepercayaan di luar Kristus memercayai konsep karma. Secara garis besar karma adalah sistem hidup berdasarkan pada perbuatan seseorang dan konsekuensi moral yang terjadi karena suatu pilihan perbuatan, khususnya di kehidupan yang tak terlihat[1], yaitu pada saat reinkarnasi atau kelahiran kembali.[2]

Karma tentu saja tidak sesuai dengan iman Kristen yang percaya bahwa hidup hanya satu kali (Ibrani 9:27) dan kemudian harus dipertanggungjawabkan pada Hakim segala hakim (Kristus). Wahyu 19:11. Tetapi kita percaya seseorang harus “menuai” apa yang ia “tabur” (2Korintus 9:6) dan seperti yang sudah dibahas di atas, “setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya” (2Korintus 5:10).

Hal ini termasuk apa yang diucapkan seseorang bisa “menuai” pembenaran atau malahan sebaliknya penghukuman. Matius 12:36-37. Jadi pastikan apa yang kita lakukan dan katakan adalah hal-hal yang baik dan membangun.

Kembali ke pembahasan mengenai pilihan. Anda bisa memilih untuk hidup di dalam gelap atau terang. Apakah penderitaan itu hilang sama sekali bagi mereka yang hidup di dalam terang? Menurut Alkitab jawabannya tidak. Anda tentu ingat keluhan dari pemazmur di Mazmur 73:13-14, dan peristiwa-peristiwa yang menimpa Paulus di 2Korintus 11:23-28.

Jadi penderitaan itu ada dan menimpa semua manusia. Tetapi bagi orang Kristen, penderitaan itu bisa menjadi sesuatu yang membanggakan Ketika Anda menderita karena Yesus (Kisah Para Rasul 5:41, Filipi 1:29), bukan karena perbuatan dosa dan perbuatan jahat (1Petrus 2:20, 3:17, 4:15). Penderitaan juga adalah bagian awal dari kemuliaan yang akan kita terima nantinya sebagai ahli waris dari janji-janji Allah (Roma 8:17, 1Petrus 5:10).

Pada akhirnya jika Tuhan mengizinkan kita mengalami penderitaan meskipun kita sudah mengambil pilihan untuk hidup dalam terang, jangan takut dan gentar, kebahagiaan akan menjadi bagian kita yang melakukan kebenaran. 1Petrus 3:14. Percayalah saat Anda memilih hidup yang kekal, penderitaan tidak akan menyentuh Anda lagi dalam kekekalan. Wahyu 7:16.

GodblesS

JEFF

MEMAHAMI PENTINGNYA TINGGAL TETAP DIDALAM TUHAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 14 November 2021)

Filipi 4:12-13 – “ Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku, baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” 

Apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus ini perlu kita cermati dengan baik, sebab Paulus bukan sembarang bicara tetapi memberi kita pemahaman penting bagaimana ia sendiri bisa bertahan dalam segala situasi kehidupan yang ia alami dengan tetap tinggal dalam Tuhan.

Kalimat “ Aku tahu “ dalam bahasa Yunani: EIDO yang mengandung arti melihat; mengalami; dan paham betul bagaimana rasanya. Paulus sedang memberi tahu kita bahwa ia melihat apa itu kelimpahan, ia mengalami kelimpahan itu dan ia paham betul bagaimana rasanya kelimpahan. Ia juga melihat apa itu kekurangan, mengalaminya dan tahu betul bagaimana rasanya kekurangan. Demikian juga Paulus melihat apa itu kekenyangan dan kelaparan, merasakan, dan tahu betul bagaimana rasanya kenyang atau lapar. Jadi Paulus bukan lagi ngecap atau jarkoni bisa ngajar tapi tidak bisa nglakoni, tetapi Paulus mengalami semuanya itu.

Dalam kehidupan ini, kita alami dua sisi realita kehidupan , yang dapat kita gambarkan sebagai :

  1. Menikmati nikmat dan manisnya berkat Tuhan.
  2. Menelan pil pahit kehidupan.

Dua realita kehidupan ini tidak dapat kita hindari, semua orang siapapun dia akan alami dua realita ini.  Jika kita melihat kebenaran Alkitab, tidak pernah dituliskan janji dari Tuhan bagi orang yang mengikut Tuhan untuk hal-hal yang kelihatannya manis.  Perhatikan :
Matius 16:24 – “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya. Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Yesus tidak pernah menjanjikan bahwa orang yang menjadi pengikut-Nya akan hidup enak, selalu penuh berkat dan suka cita, tetapi ia harus menyangkal diri, ini penderitaan, selanjutnya memikul salib, ini pun jelas bukan sesuatu yang membahagiakan tetapi juga penderitaan. Jika siap dengan semua itu barulah bisa mengikut Yesus. Setiap orang yang siap menghadapi dan mengalami realita inilah yang nantinya Tuhan memang akan sediakan hal yang pantas kita terima kemudian sebagai berkat-berkat pemeliharaannya.

Bagaimana Paulus dapat menghadapi dua sisi realita kehidupannya? Rahasianya ada dalam:  Filipi 4:13 – “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Paulus memberitahu kepada kita, bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menanggung segala perkara, jika Paulus tidak memposisikan dirinya ada di dalam Kristus Yesus. Sebab dalam kenyataannya orang dapat siap pada kondisi kelimpahan tetapi tidak siap dengan kondisi kekurangan. Siap dengan kekenyangan tetapi tidak siap dengan kelaparan. Jika seseorang hanya siap dalam kondisi nyaman saja, tetapi tidak siap dalam realita kehidupan yang seperti menelan pil pahit, maka orang tersebut jelas tidak tinggal di dalam Kristus.

Contoh orang yang tinggal di dalam Tuhan dan orang yang tidak tinggal tetap di dalam Tuhan.
Ayub 2:9-10 – “Maka berkatalah istrinya kepadanya: Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!. Tetapi jawab Ayub kepadanya: Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?. Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.”

Apa yang diungkapkan istri Ayub adalah aslinya kita manusia pada umumnya, hanya dapat menerima realita hidup yang nyaman dan penuh berkat, tetapi menolak realita kehidupan yang seperti menelan pil pahit seperti yang terjadi pada kehidupan suaminya dan berimbas pada seluruh keluarganya. Berbeda dengan Ayub, ia mampu menerima hidup dalam berkat dan kenyamanan, tetapi ia juga dapat menerima realita hidup yang pahit yang Tuhan ijinkan terjadi pada dirinya.  Untuk cakap menanggung dua sisi realita kehidupan ini, tidak ada cara ataupun jalan lain selain tinggallah di dalam Tuhan.

Yohanes 15:4 – “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”

Digambarkan seperti carang yang tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, jika ia tidak tinggal pada pokok pohonnya demikian juga kita. Kalimat “Segala perkara dapat kutanggung artinya kita dapat menghadapi semuanya itu, karena “Tinggal di dalam Tuhan dan firman-Nya.” Maka dari itu  jangan tutup telinga untuk dengar firman Tuhan;  jangan bosan dengar firman Tuhan yang mengajar kita; jangan lari dari firman Tuhan. Jika kita menjauh, apalagi menolak firman Tuhan, itu sama saja dengan kita kehilangan kekuatan yang dapat menanggung segala perkara itu.

Yohanes 15:5b – “…sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Paulus sanggup menghadapi segala perkara dalam dua realita kehidupannya karena ia tinggal di dalam Tuhan.  Itulah sebabnya ia dapat berkata : AKU TAHU , karena melihat, merasakan dan paham betul bagaimana rasanya pengalaman itu.

Filipi 4:13- “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Kata “Kekuatan” = ENDINAMO,  Artinya:  Memperkuat. Seperti lampu pada sepeda itu bisa menyala karena ada dinamonya sebagai sumber yang memberi kekuatan untuk menyala. Dalam kisah 10 anak dara yang menyongsong kedatangan mempelai yaitu Yesus dalam Matius 25:8-9. Lima gadis yang disebut bodoh cahaya pelitanya mulai padam karena tidak memiliki minyak sebagai Endinamonya, dan mereka ditolak untuk masuk pada pesta perjamuan Tuhan. Indikasinya adalah mereka merupakan orang yang percaya Tuhan tetapi tidak tinggal tetap di dalam Tuhan.

ARTI ENDINAMO selanjutnya adalah  menambah kekuatan terus-menerus sampai dapat tiba diakhir dalam posisi tetap tegak berdiri, tetap kuat. Gambarannya seperti orang yang kena strok dapat berjalan menuju tujuannya karena menggunakan krek yang biasanya bentuknya  seperti huruf U yang dibalik. Krek itulah Endinamonya yang memampukan ia berjalan sampai tujuan dengan tetap tegak berdiri/kuat. Nabi Yesaya menggambarkan orang yang di dalam Tuhan seperti burung rajawali.  Yesaya 40:31- “Tetapi orang-orang yang menanti-natikan Tuhan mendapat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Selanjutnya dalam Filipi 4:13- “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Kata “kutanggungdalam bahasa aslinya ditulis ISYU. Artinya memiliki kekuatan untuk tetap sehat rohaninya, sehingga dapat memperlihatkan komitmen dan tindakan yang ekstra dari yang seharusnya / umumnya. Untuk dapat memahami hal ini kita dalap lihat dalam Roma 5:3a- “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita…”

Bermegah dalam kesengsaraan – inilah yang tidak umum. Umumnya orang menderita tidak mungkinlah bermegah, apa yang dapat dimegahkan dalam penderitaan? Tidak ada. Tetapi orang yang tetap tinggal dalam Tuhan mampu bermegah justru dalam penderitaan. Mengapa?

Kata “bermegah” = KHAOCOUMEY. Artinya bergirang. Selain bergirang arti Khaocoumey selanjutnya  adalah melihat kesempatan untuk berjaya dan melihat kesempatan untuk dekat dengan Tuhan dalam doa.  Dari arti Khaocoumey inilah yang menjadi alasan Paulus untuk bermegah atau bergirang dalam kesengsaraannya, karena :

Roma 5:3-5a- “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.”

Paulus tidak sekedar memberi penjelasan betapa pentingnya pemahaman untuk tetap tinggal di dalam Tuhan, tetapi juga berdasarkan pengalaman hidupnya. Dalam 2 Korintus 11:23-27- Tercatat puluhan daftar penderitaan Paulus yang tiada taranya. Dengan semua yang Paulus alami dalam penderitaannya sebenarnya cukup banyak alasan untuk ia mengeluh, kecewa dan mundur dari pelayanan Tuhan. Namun bisa dibuka dan dibaca 2Kor. 11:23-27. Tidak ada satu katapun yang mengungkapkan kekecewaan, sebab Paulus tinggal tetap kuat di dalam Yesus dalam setiap realita kehidupannya. Ia bermegah dan bergembira justru dalam penderitaannya, sebab kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan imannya, dan ketekunan itu menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan di dalam Tuhan dikatakan tidak mengecewakan. Orang yang tetap tinggal di dalam Yesus ia akan kuat, dan pantas untuk mengatakan SEKALI YESUS TETAP YESUS.

RUANG TUNGGU (6) – Oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 31 Oktober 2021)

Pendahuluan
Hidup ini adalah sebuah proses itulah sebabnya setiap orang harus bersedia menunggu dan menjalani proses yang Tuhan telah tentukan. Kesediaan dan kesetiaan menjalani proses adalah penentu keberhasilan kehidupan. Orang-orang yang setia dalam penantian di ruang-ruang doa bersama Tuhan akan menerima jawaban atas apa yang diharapkan.

Kita sudah mempelajari beberapa alasan mengapa Tuhan membawa anak-anakNya berada di ruang tunggu.

  1. Di Ruang tunggu Tuhan melatih kesabaran kita.
  2. Di ruang tunggu kita menanti untuk diperlengkapi dengan kuasa Illahi.
  3. Di ruang tunggu Allah menguji iman kita.
  4. Di ruang tunggu kita mendapatkan kekuatan baru.
  5. Di ruang tunggu kita menerimadari Tuhan agar mendapat membagikan.

Sekarang marilah kita mempelajari alasan keenam mengapa Tuhan membawa kita masuk di ruang tunggu.

  1. Di ruang tunggu kita diam agar Tuhan yang berperang

Kel. 14:14
TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Dalam Keluran pasal 14 ini bangsa Israel sedang dalam kondisi terjepit. Dari belakang raja Firaun dan pasukannya mengejar mereka, sedangkan di depan mereka terbentang laut Teberau. Terus lari mati tenggelam, berdiam diri juga mati oleh pedang lawan. Benar-benar terjepit! Tidak ada jalan keluar  sama sekali. Dalam situasi yang sulit dan penuh ketakutan, Musa sebagai pemimpin mereka memerintahakan agar mereka berdiam diri. Keluaran 14:13 berkata: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.”

Secara manusia perintah Musa untuk berdiam diri saat musuh sedang menyerang itu sangat tidak masuk akal!  Mungkin mereka menganggap ini perintah yang konyol, sebab itu sama saja dengan bunuh diri.Namun Musa hendak mengajarkan kepada bangsa Israel bahwa kemenangan dalam pertempuran tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah pasukan atau hebatnya persenjataan perang  tetapi besarnya penyerahan dan kepercayaan kepada kuasa TUHAN. Oleh karena itu dengan penuh keyakinan Musa berkata kepada bangsa Israel:TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (ay.14)

Saat Israel berdiam diri dan percaya kepada Tuhan maka bangsa Israel mengalami kemenangan yang luar biasa:

Ayat 30,31
Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu. 

Inilah kebenaran yang kita pelajari pada hari ini, mengapa Tuhan membawa anak-anakNya masuk ke ruang tunggu agar “Kita diam dan mengijinkan Tuhan yang berperang”

Kunci kemenangan dalam pertandingan iman bukanlah terletak pada kekuatan manusiawi kita semata dan segala yang kita punya, tetapi oleh kuasa Ilahi yang menyertai kita. Kemenangan sejati bukan datang saat kita bertanding, tetapi saat kita duduk diam di ruang tunggu Allah dan menyerahkan sepenuhknya kepada kuasa dan kehendak Allah.

Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam natural itu ditentukan oleh alam supranatural. Apa yang kita lihat di alam nyata dipengaruhi oleh apa yang terjadi alam kasat mata. Yang tak terlihat menentukan semua yang terlihat.Contohnya adalah sebuah bangunan/ gedung. Kekuatan sebuah bangunan/gedung tidak ditentukan oleh megahnya gedung atau hiaasan yang ada didalamnya tetapi ditentukan oleh pondasi yang tidak kelihatan. Semakin dalam pondasi diletakan semakin kuat gedung itu didirikan. Demikian juga dengan sebuah pohon. Kekuatan sebuah pohon ditentukan oleh akarnya yang tidak kelihatan bukan batangnya yang besar atau daunnya yang lebat. Semakin mengakar ke dalam semakin kuat pohon tersebut.

Oleh sebab itu seharusnya upaya pengejaran kita bukan kepada apa yang kelihatan, tetapi kepada apa yang tidak kelihatan. Mengejar yang kelihatan itu kualitasnya sementara, rapuh, lemah dan hancur. Tetapi yang tak kelihatan itu abadi, kekal, kuat, kokoh, teguh dan tak tergoyahkan. Jadi faktor penentu kemenangan bukanlah saat kita berjuang mengandalkan segala kekuatan dan kemampuan yang kita miliki, tetapi saat kita duduk diam di ruang tunggu Allah dan membiarkan Tuhan berperang ganti kita.

Ibrani 11:3
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. 

Ruang Tunggu Penentu Kemenangan
Mari kita lihat sebuah contoh nyata tentang kekuatan atau kuasa ruang tunggu. Dalam Keluaran 17:8-11 kita dapat melihat peperangan antara orang Israel dan Amalek.

Ayat Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. 

Ayat Musa berkata kepada Yosua: “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.” 

Ayat – 10  Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. 

Ayat – 11  Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. 

Perhatikanlah kisah ini. Ketika orang Amalek sedang menyerang bangsa Israel di Rafidim. Musa memerintahkan Yosua agar memilih para pahlawan untuk maju berperang. Sementara Yosua dan pasukan Israel berperang di lembah Rafidim, Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit. Mereka masuk ke ruang tunggu Allah. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Perhatikanlah! Yang menjadi penentu kemenangan bukan pasukan yang berperang di medan pertempuran, tetapi Musa, Harun dan Hur yang ada diam di ruang tunggu. Tindakan Musa di ruang tunggu menentukan keadaan yang terjadi di medan pertempuran.Apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Inilah yang disebut kuasa doa orang percaya.

Yakobus 5:16b
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 

Ketahuilah bahwa DOA adalah alat pemukul musuh sedangkan bekerja/melayani adalah tindakan mengumpulkan jarahan.Orang-orang Amalekdipukul bukan di medan perang, tetapi di ruang tunggu saat Musa mengangkat tangan kepada Tuhan. Jika kita ingin melihat kemenangan terhadap lawan masuklah ke ruang tunggu Allah, angkatlah tangan dan biarkan Tuhan yang berperang. Awalilah setiap hari baru dengan memenangan pertandingan di ruang tunggu, dalam doa-doa dan permohonan kepada Tuhan. Jangan maju berperang tanpa masuk ke ruang tunggu Tuhan. Ingatlah perkataan firman Allah yang disampaikan olehYeremia dalam Ratapan 3 : 26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN. Tuhan memberkati. KJP!

PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN – oleh Pdm. Patrick Lazarus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 31 Oktober 2021)

Lukas 19:1-10

Pendahuluan
Kekristenan diawali dengan perjumpaan. Ketika orang berjumpa dengan hukum maka yang ada adalah penghakiman, sebaliknya ketika seseorang berjumpa dengan kasih karunia orang itu akan mendapatkan keselamatan. Hidupnya dipulihkan dan diubahkan oleh Tuhan.

Perjumpaan yang Mengubahkan
Alkitab menceritakan ada orang yang mengalami perubahan secara jasmani ketika berjumpa dengan Tuhan seperti orang kusta, orang lumpuh,orang buta (Matius 8:1-4; 9:1-8;27:). Lebih jauh  Alkitab juga mengisahkan bahwa perjumpaan dengan Tuhan juga dapat mengubahkan kehidupan rohani seseorang, seperti Paulus (Kisah Para Rasul 9:1-19a) dan Zakheus (Lukas 19:1-10). Karena itu tidak salah ketika kita berdoa untuk kebutuhan-kebutuhan secara jasmani (kesehatan, ekonomi dan lain-lain) tetapi jauh lebih penting bagi kita untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang mengubahkan kita secara rohani. Seseorang yang dipulihkan secara rohani yang akan mendapatkan keselamatan.

Perjumpaan Yang Tidak Mengubahkan
Namun demikian bukan berarti semua orang yang berjumpa Tuhan kemudian mengalami perubahan. Sebab Alkitab juga mengisahkan ada orang-orang yang sering berjumpa dengan Tuhan Yesus tapi hidup kerohanian mereka tidak berubah (Ahli taurat,Farisi,Yudas). Bukankah saat kita beribadah kita percaya bahwa Tuhan hadir? itu artinya setiap kita saat ini sedang mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Pertanyaannya apakah perjumpaan kita menjadi perjumpaan yang mengubahkan hidup kita? Jangan sampai kita beribadah setiap minggu, kita merasa sudah bertemu Tuhan tetapi tidak ada perubahan secara rohani yang terlihat dari kehidupan kita. Oleh karena itu pagi ini kita akan belajar bagaimana perjumpaan yang mengubahkan dari hidup seorang yang bernama Zakheus.

Siapa Zakheus?
Penulis injil Lukas dengan jelas mendeskripsikan Zakheus sebagai pemungut cukai dan seorang yang kaya.

Ayat 2 – Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

Dua predikat yang melekat pada Zakheus ini perlu kita pahami dari sudut pandang penulis injil Lukas.
Menurut injil Lukas :
Pemungut cukai masuk dalam golongan orang berdosa (Lukas 15:1), sedangkan orang kaya dianggap sebagai orang yang paling sulit masuk surga (Lukas 18:25). Dari penjelasan tersebut nampaknya Zakheus adalah orang yang mustahil untuk berubah menjadi orang yang baik.

Tetapi kemudian di ayat 9 Zakheus disebut sebagai anak Abraham.
Ayat 9 – Kata Yesus kepadanya: ”Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.
Apa yang terjadi sehingga mengubahkan hidup Zakheus? seorang berdosa namun kemudian disebut sebagai anak Abraham yang artinya orang yang diselamatkan. Jawabannya tidak lain adalah  perjumpaan dengan Yesus!

Pelajaran rohani bagi kita dari kisah Zakheus adalah perjumpaan yang mengubahkan bukan sekedar perjumpaan fisik melainkan hati. 

Perubahan sesungguhnya selalu dimulai dari hati. Ada banyak orang kristen, rajin ke gereja, ikut bernyanyi dan mengangkat tangan tetapi itu semua masih hal yang terlihat dari luar dan bukanlah jaminan kita berjumpa secara hati dengan Tuhan. Perjumpaan yang mengubahkan berbicara tentang pentingnya kita membawa hati bukan seberapa seringnya kita hadir. Kehadiran kita bisa dinilai secara kuantitas tetapi sikap hati kitalah yang menentukan kualitas.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari perjumpaan Zakheus dan Tuhan :
1. Tuhan melihat hati
Ayat 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.

Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai. Orang-orang disekitarnya melihat dia sebagai orang berdosa, bahkan banyak orang yang mungkin tidak ingin melihat dia. Lalu apa yang dilihat Yesus? Ketika Yesus melihat Zakheus, yang dilihat bukan masa lalunya, bukan anggapan orang tentangnya. Yesus melihat hatinya!

“dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.” (Yohanes 2:25) 

“… Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

Hati seperti apa yang dilihat Tuhan dalam diri Zakheus?

2. Tuhan melihat hati yang mau mengenal-Nya
Ayat 3 “Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.”

Kata melihat dalam bahasa aslinya menggunakan kata Eido : Bukan sekedar melihat (To See) tetapi mengetahui (To know). Zakheus bukanlah seorang yang terkenal rohani, tapi dia punya hati untuk mencari Tuhan. Tidak ada yang dapat mengalihkan atau menghentikan langkah kita dari perjumpaan dengan Tuhan saat kita memiliki hati untuk mengenal-Nya (Lukas 19:4). Zakheus, tidak membiarkan orang banyak atau kondisi tubuhnya yang pendek menjadi penghalang perjumpaannya dengan Tuhan.

Hari-hari ini jangan biarkan Hp ditangan menjadi penghalang kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, jangan juga permasalahan kita membuat kita kehilangan fokus dalam ibadah sehingga kita gagal mengalami perjumpaan dengan Dia. 

“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” Hosea 6:3

3. Tuhan melihat hati yang mau menerima-Nya
Ayat  5-6 “Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu. Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.”

Zakheus tidak sekedar menerima Tuhan sebagai tamu di rumahnya, tetapi juga sebagai pengubah hidupnya. Ketika kita menerima Dia masuk dalam hati kita maka Dia akan mengubah hidup kita.

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Wahyu 3:20

Kesimpulan
Tuhan tidak mencari hati yang sempurna melainkan hati yang mau mengenal dan menerima-Nya. Percayalah selama kita membuka hati Dia sanggup mengubah hidup kita. Tuhan Yesus berkati!

TENANG seri 2 – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 31 November 2021)

Mazmur 3:6-7
Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

PENDAHULUAN
Beberapa minggu lalu saya sampaikan ini dalam Ibadah Raya 1, rahasia ketenangan Daud. Ketika Daud dalam kondisi yang sulit, banyak intimidasi, tekanan dan masalah, dijelaskan Daud bisa tidur menikmati berkat Tuhan dengan tenang. Sedikit kisah dari Mazmur 3 tadi ada cerita yang sangat buruk yang dialami oleh raja Daud, sebuah realita dari sebuah kejahatan dari hati manusia, rasa ingin memiliki, dendam, ketakutan dan keserakahan, dimana Absalom, Ahitofel penasihatnya serta orang-orang yang membenci Daud mengadakan kesepakatan yang gelap dan ingin membunuh Daud serta merebut kekuasaan dan kerjaaan.

Tetapi kita lihat ayat pokok pembahasan kita, apa yang dilakukan Daud? Daud TENANG. Ayat pokok yang kita baca diawal katakan “Aku membaringkan diri, lalu tidur.” Dalam BIS dikatakan dengan Tentram, Tenang dan Damai. Daud menghadapi semua persoalan yang berat dengan TENANG, bisa menikmati tidur, istirahat dan tidak takut.

RAHASIA KETENANGAN YANG DAUD NIKMATI :
1.
Daud sudah berperkara dengan Tuhan.
Kita tahu bahwa masalah yang kompleks ini adalah hasil dari kesalahan Daud saat Daud berzinah dengan Batsyeba dan membunuh suaminya Uria. Nabi Nathan jelas menegur Daud dan menyampaikan dalam 2 Samuel 12:10-12. Tetapi ini yang dilakukan Daud: Daud menyesal dan memohon pengampunan kepada Tuhan

Ayat 13 – Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu  itu : engkau tidak akan mati.

Ketika Daud mendapatkan pengampunan Daud mendapatkan ketenangan, damai sejahtera sekalipun konsekuensi harus ia hadapi. Hati-hati dengan dosa, dosa membuat kita hidup dalam kegelisahan dan ketakutan, tetapi kebenaran itu membebaskan kita dan memberikan kita damai sejahtera. Ketika Daud mengakui Dosa dihadapan Tuhan maka Daud dapat dua berkat saat dia berperkara dengan Tuhan: yaitu ada kekuatan supranatural yang memampukan dia menghadapi masalah dan tantangan dan yang kedua adalah ada damai dan ketenangan yang Tuhan berikan dan kerjakan sekalipun ada di tengah badai.

2. Miliki satu tuhan walau seribu lawan.
Ayat 2 Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;
Ayat 7 …puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

Mungkin ada banyak tangan yang bisa mencelakai dan menjatuhkan kita, namun hanya satu tangan saja yang turun tangan, sudah bisa mengangkat kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa dilakukan musuh terhadap kita, namun kita tahu bahwa Tuhan pasti menyertai kita. Jangan pernah bersandar pada kekuatan saudara, sebab kekuatan musuh jauh lebih besar. Bersandarlah pada kekuatan Allah yang besar, sehingga jika kita tak sanggup, Dia mampu menolong kita. Kekuatan banyak musuh tidak pernah sebanding dengan kekuatan satu Tuhan.  Daud punya keyakinan hanya Tuhanlah satu-satunya Tuhan yang ia miliki.

Perhatikan ayat 2 Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;

Kata Ya Tuhan artinya Yehova berarti Daud hanya memiliki satu Tuhan yang benar sekalipun ada banyak musuh yang tidak benar yang ada di sekitarnya. Sekalipun banyak lawan, ancaman dan musuh disekitar Daud maka Daud tidak menjadi takut dan lemah tetapi ia tetap Tenang karena Allah yang menopang Mazmur 3:6 “Aku membaringkan diri, lalu tidur  ; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!”

Menopang disini ada tangan yang kuat yang menopang kita. Inilah rahasia KEMENANGAN Daud yaitu MILIKI SATU TUHAN. Jadikanlah Tuhan satu-satunya Allah yang kita percayai, walau seribu lawan maka tangan Tuhan mampu menjaga dan menolong kita sehingga apapun yang tejadi kita rasakan ketenangan.

3. Jangan terintimidasi.
Ayat 3 “Banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan  dari pada Allah.” Sela

Intimidasi adalah “perilaku” yang akan menyebabkan seseorang yang pada umumnya akan merasakan “takut cedera” atau berbahaya.

Intimidasi bukan hanya rasa takut tetapi roh ketakutan. Intimidasi sering kita alami baik dari keluarga (saudara), pimpinan dan sekeliling kita bahkan dari teman kerja kita sendiri. Namun jangan pernah kalah dengan intimidasi,sebab intimidasi akan membuat kita gagal.

Beberapa jenis Intimidasi.

  1. Intimidasi verbal Intimidasi verbal yaitu serangan seseorang dengan mengucapkan atau menuliskan suatu hal yang mengandung makna tertentu yang menyakiti orang tersebut. intimidasi verbal ini meliputi menggoda, mengomentari hal yang tidak pantas, memberikan panggilan nama, mengacam dan mengejek seseorang.
  1. Intimidasi Sosial Intimidasi sosial ini serangan terhadap kehidupan bersosial seperti dengan sengaja meninggalkan seseorang, mengatakan kepada orang lain untuk tidak berteman dengan seseorang, menyebarkan rumor buruk tentang seseorang dan mempermalukan seseorang di depan umum.
  1. Intimidasi Fisik Intimidasi fisik ini serangan yang langsung berkontak pada fisik seseorang atau suatu tindakan yang menyakiti tubuh atau harta benda seseorang. Intimidasi fisik itu berupa menekan, menendang, menjepit, mendorong, mengambil, meludah atau menghancurkan barang seseorang dan gerakan kasar lainnya yang disebabkan anggota tubuh.

Daud pernah alami tiga jenis intimidasi ini:

  • intimidasi sosial saat Daud tidak diperhitungan di tengah keluarga dan ditengan tentara Israel.
  • Intimidasi fisik saat diserang dan diancam oleh Saul untuk dibunuh
  • Daud pernah terintimidasi Verbal dari perkataan banyak orang, bukan satu orang tetapi ayat 3 menjelasakan banyak orang berkata tentang aku: Baginya tidak ada pertolongan.

Rahasia Mengalahkan Intimidasi: perhatikan ayat 4 – “Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.”

Lawanlah musuhmu / pergumulanmu dengan Iman!

  • PERISAI – Efesus 6:16 Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,  sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat. Kita memiliki senjata terhebat yakni iman kita kepada Allah.
  • Tenang – DIAM DALAM GUNUNG-NYA yang kudus

Ayat 5 Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya  yang kudus. Sela

Sumber ketenangan dan kedamaian dialami saat Daud datang kepada Tuhan, masuk dalam hadirat Tuhan, suatu persekutuan bersama dengan Tuhan. Allah bukan Allah yang sulit untuk ditemui. Untuk bertemu dengan Allah, kita hanya naik atau masuk ke gunung kudus-Nya Tuhan. Gunung Tuhan berbicara tentang keberadaan Tuhan, dimana Tuhan bertahta, tempat yang kudus atau berbicara juga tentang hadirat Tuhan.

Daud lakukan ini dalam kehidupannya:

  • Daud seorang penyembah.

Mazmur 63:5 “Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.”

Mazmur 34:2. “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”

Yang telah dilakukan Raja Daud adalah ketika ia menjadi penyembah dan pemuji maka ia menjadi penyembah pemuji TUHAN yang berkenan di hati TUHAN. Perhatikan setiap Mazmur, pujian dan doa yang dinyanyikan di kitab Mazmur, ia lakukan dari sejak mudanya sampai ia menjadi raja. ia tetap menikmati gunung kudus-Nya Tuhan, lalu ia membawa kebiasaannya tersebut menjadi bagian dari ibadah semua orang Israel.

Padahal Hukum Taurat menetapkan hanya suku Lewilah yang bisa melayani di bait suci, dan hanya seorang Imam Maha Kuduslah yang dapat merasakan kehadiran TUHAN.

Tapi tidak demikian dengan Raja Daud, sekalipun ia tidak diurapi sebagai imam dan dari suku Yehuda, ia memiliki hubungan pribadi yang sangat intim dengan TUHAN didalam pujian penyembahan , ada ucapan syukur, pengangungan, dan sebagainya.

Di Kemah Daud bukan kemah yang sunyi tapi kemah penuh semarak, penuh paduan suara, pujian yang dinaikan siang dan malam secara bergantian dan disanalah Daud menikmatan kehadiran Tuhan.

  • Pemain musik YANG DIURAPI TUHAN

Sebelum kasus Goliat muncul di Israel, ternyata Alkitab menyebutkan Daud pertama kali sebagai seorang pemain kecapi yang dipenuhi dengan Roh Allah! Saat itu Raja Saul telah memberontak dan menjauh dari Tuhan, Roh Tuhan telah mundur darinya dan dia diganggu roh jahat.

Hamba-hamba Saul menyarankan supaya dicari seorang pemain kecapi yang memiliki Roh Allah sehingga Saul dapat merasa nyaman dan tenang setiap kali roh jahat datang menyerang.

1Samuel 16:18 Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: “Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki Isai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia.”

Hal ini menunjukkan pada semua kita bagaimana Roh Tuhan dapat bekerja kepada siapapun dengan lebih limpah dan maksimal ketika kita memberikan waktu untuk menyembah Tuhan dengan segenap hati kita, ketika kita mau naik dan masuk ke gunung kudusNya Tuhan dan Roh Tuhan yang memenuhi hidup kita juga akan dapat dirasakan oleh orang di sekeliling kita.

Kita adalah orang-orang  yang dilayakkan oleh Tuhan untuk bisa masuk ke ruang maha Kudusnya Tuhan. Daud lakukan ini dalam segala keadaan hingga tak heran ketika Di gunung-Nya Tuhan Daud mendapatkan Jawaban “Ia menjawab aku dari gunung-Nya  yang kudus. Sela.” Arti jawaban Tuhan adalah: respon Tuhan, Dia nyatakan sesuatu dalam hidup kita.

Contoh : Dipulihkan di gunung kudusnya Tuhan.
ELIA DI GUNUNG TUHAN HOREB
1 Raja-raja 19:8 (TB)  Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Kondisi Elia
Elia nabi besar, ketika dapat ancaman dari Izebel utk dibunuh maka Elia berkata kepada Tuhan dalam 1 Raja-raja 19:4 (TB)  Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

Roti dan air yang diberikan oleh malaikat kepada Elia memampukan dia berjalan 40 hari 40 malam tetapi ketakutan, kecemasan putus asa masih dialami Elia. Jadi mengapa Tuhan minta Elia masuk ke Gunung Allah? Karena ada yang  tahu lebih penting dari pemulihan jasmani Allah mau kerjakan pemulihan jiwa dan rohani. Allah tahu Elia masih takut, putus asa dan lemah serta tidak tenang.

Perhatikan 1 Raja-raja 19:10,14 (TB)  Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

Dari ayat ini Elia masih menunjukan kondisi yang belum berubah, masih ada keluhan, ketakutan, merasa sendiri dan lemah tetapi di Gunung-Nya Tuhan ada percakapan Allah dan Elia dan itu meneguhkan panggilan Elia sebagai nabi.

ELIA DIPULIHKAN
Raja-raja 19:15 Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.

Elia kembali pada panggilan dan pelayanan dengan ketenangan dan keteguhan hati dari Tuhan. “Digunung Kudus-Nya Tuhan aku tenang, aku puas aku legah, aku bersukacita.”

Ketika hidup semakin sulit dan beban di pundak kita terasa semakin berat datanglah pada Tuhan, sujud di kaki-Nya dan curahkan semua yang membebani kita pada-Nya maka Ia akan memberikan kelegaan. Saudara akan alami pemulihan dari Tuhan saat saudara datang, naik ke gunung kudus-Nya Tuhan.

HAMBA: HATI UNTUK MELAYANI YESUS  – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 1 dan 3 – Minggu, 24 Oktober 2021)

1Petrus 2:16
Salam jumpa untuk semua hamba Allah yang ada di tempat ini.

Seseorang yang disebut “hamba” mengabdi kepada tuannya, apapun konsekuensi yang harus diterima. Dalam bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru kata “hamba” juga punya konotasi sebagai seorang pelayan. Pada kesempatan kali ini saya tidak akan meneliti kata-kata dalam bahasa aslinya. Tetapi mengenai kata ini saya akan sertakan tautan dari karya tulis dan artikel berikut ini (“Kepemimpinan Hamba” – Rachel Iwamorry, Ph.D., dan “Aku ini adalah Hamba Tuhan” – Herlise Yetty Sagala, D.Th., D.Min.). Sehingga dalam bahasan kali ini saya akan samakan antara seorang hamba dan seorang pelayan. Ini saya tegaskan di awal supaya yang mendengarkan mengerti mengapa saya tidak berusaha membahas dari sisi bahasa asli.

Bapak/ibu/saudara/saudari, konsep melayani telah menjadi standar teratas yang diharapkan oleh banyak orang dalam banyak aspek. Saat berbicara mengenai perdagangan, penyediaan jasa, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Bagi orang percaya yang sering disebut “christianos” (Kisah Para Rasul 11:26), konsep melayani adalah sesuatu yang tidak terpisahkan. Karena Yesus menegaskan maksud dan tujuan kedatanganNYA ke dunia adalah untuk melayani, Matius 20:28.

Rasul Petrus berusaha mengingatkan orang-orang percaya untuk menjalankan kemerdekaan di dalam Kristus bukan untuk berbuat kejahatan, tetapi untuk hidup sebagai hamba Allah, 1Petrus 2:16. Seorang hamba Allah atau pelayan Tuhan, tidak dibatasi oleh status yang diberikan suatu organisasi Gereja. Maksudnya mulai dari Gembala Jemaat, staf Gereja, pengurus Gereja, pelayan, dan aktivis. Bahkan seluruh jemaat yang sudah dimerdekakan oleh Kristus (Galatia 5:1), diminta oleh Rasul Petrus hidup sebagai hamba Allah.

Jika seseorang yang disebut hamba Allah atau pelayan Tuhan hanya dibatasi dengan definisi yaitu mereka yang melayani di Gereja. Maka kita akan terus akan kekurangan pekerja di ladang tuaian ilahi yaitu jiwa-jiwa, Lukas 10:2. Saya akan coba gambarkan ekspektasi banyak orang percaya mengenai konsep “hamba Tuhan”. Jika seorang hamba Tuhan bekerja dalam Gereja dengan luar biasa, mereka seharusnya bisa menjangkau 1,000 orang setiap hari. Sedangkan seorang “jemaat” yang diperlukan adalah datang ke Gereja dan tidak perlu menjangkau siapapun, karena sudah ada hamba Tuhan yang melakukan penjangkauan.

Pemikiran ini salah! Seseorang mungkin nampaknya luar biasa dalam penjangkauan, tetapi itu tidak dapat mengalahkan keterlibatan orang lain yang secara konsisten menjadikan orang lain penjangkau jiwa sama seperti dirinya. Sebut saja “A” adalah pelayan Tuhan di Gereja yang mampu menjangkau 1,000 orang per hari, pada tahun ke-4 jika ia konsisten maka A menjangkau 1,460,000 orang. Namun ada juga “B” yang tidak disebut hamba Tuhan atau pelayan Tuhan di Gereja. Ia menjangkau hanya 2 orang dalam setahun, tetapi ia selalu memastikan bahwa 2 orang yang dijangkaunya kemudian akan menjangkau masing-masing 2 orang lain. Maka pada tahun ke-4 jika ia konsisten, ia akan menjangkau 80 orang.

Secara statistik tentu saja akan lebih fenomenal angka yang dicatatkan A dibandingkan B. Namun mari kita lihat angka A di tahun ke-8 (2,920,000 orang) dibandingkan dengan B (6,560 orang). Tunggu sebentar di sini, kalau kita asumsikan mereka konsisten (A menjangkau 1,000 orang per hari dan B menjangkau 2 orang per hari) kita akan tercengang melihat hasil dari tahun ke-16. Pada tahun ke-16 A yang sibuk menjangkau tetapi karena sibuknya menjangkau 1,000 orang per hari ia tidak sempat meminta dan mengajari 1,000 orang itu untuk menjangkau lagi dan puas hanya dengan melihat mereka duduk manis di Gereja. Sedangkan B terus memastikan 2 orang yang dijangkaunya kembali menjangkau 2 orang lain. Angka yang dihasilkan penjangkauan A di tahun ke-16 adalah 5,840,000 orang, sedangkan B di tahun ke-16 menjangkau 43,046,720 orang! Tujuh kali lipat hasil penjangkauannya.

Tentu saja saya tidak ingin kita terjebak melihat jiwa-jiwa bagi Kristus dalam angka. Tapi saya ingin setidaknya kita semua yang hadir melihat pentingnya kerinduan untuk menjangkau orang lain untuk setidaknya dikenalkan pada pribadi Yesus dan lakukan itu dengan konsisten, dengan tidak muluk-muluk, tapi dengan kasih akan jiwa-jiwa seperti ketika Yesus melihat orang-orang di Markus 6:34.

Saya ingin menutup dengan menggambar tiga lingkaran. Kalau tidak salah saya pertama kali melihat ini di khotbah Ps.Kong Hee dari Singapura. Lingkaran pertama adalah “komunitas Gereja”, lingkaran kedua adalah “komunitas dunia” dan lingkaran ketiga adalah “komunitas pengambil kebijakan”. Kita mungkin minimal menghabiskan waktu dua jam di lingkaran pertama. Berarti ada 22 jam yang kita habiskan di lingkaran lain.

Mau sampai kapan kita berpangku tangan dan menyebut diri “saya bukan hamba Tuhan, saya jemaat biasa”? Setiap kita punya kesempatan, mulai dari satu atau dua orang per hari yang kita jangkau. Biar benar-benar kita menjadi Gereja yang “Mengasihi, Melayani, dan Memperlengkapi”. Saya percaya di akhir hidup kita akan ada suara yang berkata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21)

GodblesS

PENGENALAN AKAN TUHAN – oleh Pdt. K. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 24 Oktober 2021)

Ini adalah salah satu yang hilang karena kejatuhan manusia ke dalam dosa.  Manusia menjadi tidak mempunyai Pengenalan kepada Allah secara benar. Bahkan bangsa Israel sendiri yang merupakan milik kepunyaan Tuhan, sampai hari ini mereka tidak mengenal Allah dengan benar, Allah yang kita kenal di dalam Yesus Kristus.

Kita mengetahui tingkat pengenalan kepada Dia ada tiga tingkatan sebagai orang yang sudah dewasa. Mengenal Dia sebagai hamba dan Dia adalah Tuan (Majikan) kita. Mengenal dia sebagai Sahabat dan kita sahabat-sahabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya karena kasih. Dan yang terakhir mengenal Dia sebagai mempelai dan Dia adalah Mempelai Laki-laki itu, dimana kita mengenal Dia dengan sempurna.

Marilah kita melihat bahwa Pengenalan akan Dia adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita. Bukan sekedar sebuah pengakuan, pengenalan ini membuat sikap hidup kita berubah yang berdampak pada tindakan dalam keseharian kita juga berubah. Kalau kita menyebut Dia setia, bukan sekedar tahu, tapi karena pengenalan kita kepada bahwa Dia adalah Allah yang setia. Pengenalan ini akan mengubah sikap hidup kita untuk mempercayai kesetianan-Nya sehingga mengubah perilaku keseharian kita untuk lebih mempercayai kesetiaan-Nya dalam menggenapi firman-Nya.

2 Petrus 1:3
Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 

Pentingnya Pengenalan akan Tuhan
Melalui pengenalan akan Tuhan, kita menyadari keberadaan kita. Keberadaan kita yang tidak berlayak dihadapan-Nya secara cepat dapat kita sadari. Kita juga menyadari bahwa Allah begitu mengasihi kita, manusia, dalam pengenalan tersebut. Bahwa Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna dengan cuma-cuma kepada kita agar supaya kita dapat hidup saleh dihadapan-Nya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “Kita tidak dilahirkan dengan KOSONG”. Kita dilahirkan tidak tahu apa-apa, bodoh dan bergantung kepada orang lain untuk bisa bertahan hidup tetapi bukan berarti kita tidak membawa apa-apa.

Hidup kita seperti sebuah BENIH
Benih itu kecil, lemah dan tidak berarti. Coba kita taruh benih itu dilingkungan yang tepat, benih yang kecil itu punya potensi menjadi pohon dan selanjutnya tidak ada yang mustahil menjadi sebuah hutan. Demikian diri kita. Hari ini mungkin kita belum berarti apa-apa, tapi coba ditaruh dilingkungan yang tepat. Dia akan bertumbuh menjadi dewasa dan punya potensi untuk menjadi seperti apapun juga sesuai dengan rancangan Tuhan.

Alfa dan Omega – Rev 22:13  Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”

Itu sebabnya Allah kita dikenal sebagai Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Terdahulu dan Yang Terkemudian. Dia tidak dibatasi oleh waktu. Waktu ada di dalam tangan-Nya. Dia ada pada masa lampau, kini dan masa yang akan datang. Dia sudah menyelesaikan segala sesuatu, sejak awal dan pekerjaan-Nya sempurna.

Isa 46:9-10,  Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan,

Untuk Hidup yang Saleh
Dalam salinan KJV ditulis dengan dua kata yang berbeda yaitu untuk Hidup (Life = Zoe) dan untuk kesalehan (Godliness). Yang dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang saleh adalah kehidupan yang penuh kesadaran tentang kehadiran Tuhan. Kesadaran ini penting sekali karena menghasilkan sikap hidup dan tindakan yang berbeda.

Kej 28:16-17  Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.” Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”

Pengenalan Yakub kepada Allah yang hidup, membuat dia sadar akan kehadiran Allah di tempat dimana dia membaringkan kepala. Kesalehan ini (baca: Kesadaran) merubah sikap dan tindakannya. Dia jadi berani bertemu dengan Esau. Dia juga bernazar kepada Tuhan akan memberi sepersepuluh dari segala yang dia terima dari Tuhan, dst.

Pentingnya Pengenalan Akan Tuhan

  • Hos_4:6  Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku;
  • Hos 6:3  Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”
  • Hos 6:6  Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
  • 2Pe_3:18  Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.
  • Luk 24:31  Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.