BERLARI PADA TUJUAN by Pdt. Frangky Talumikir (Ibadah Raya II – Minggu, 28 Agustus 2016)

FILIPI 3:14

Ayat ini sering dibahas oleh beberapa pengkhotbah. Dalam terjemahan NIV : RUNNING towards a goal. Terjemahan NKJV: I press toward the goal.

Kata “press” mengandung arti tekad, sedangkan kata “berlari” mengandung arti :

TIDAK DIAM DI TEMPAT

Orang yang berlari artinya tidak diam di tempat. Melainkan bergerak dan menabur apa yang baik sebab sebagaimana kita menabur demikianlah tuaian yang kita terima. Tuhan tidak pernah berhutang pada orang yang setia kepadaNya. Tuhan ingin melihat komitmen kita dihadapan Tuhan. Komitmen itu artinya janji atau respon terhadap apa yang kita katakan. Tuhan tahu janji apa yang seseorang ucapkan kepada-Nya.

  1. To move On (berjalan terus)

Banyak orang tidak dapat move on sebab sakit hati atau kecewa. Jangan biarkan hal itu terjadi kepada kita melainkan kita harus bergerak maju- Move On.

2. Progression (bergerak maju)

Bergerak maju adalah semangat untuk melihat perubahan. Tuhan membuat  hal terus maju kepada kita.

3. Action (tindakan)

Lakukan segala sesuatu dengan tekad. Percayalah bersama Yesus kita dapat lakukan perkara yang besar. Rubahlah cara pikir dan bergeraklah kedepan. Jangan diam ditempat atau pasif. 1Korintus 15:58, jerih payah kita kepada Tuhan tidak sia-sia melainkan giat dalam Tuhan. Yesaya 54:2,3, Tuhan membuat berhasil segala apa yang kita kerjakan atau lakukan.

Jangan cepat merasa puas dengan apa yang dicapai atau pasrah dengan keadaan.

BERSEMANGAT

Berlari membutuhkan semangat sehingga dapat mencapai sasaran.

  1. Optimist, berharap yang baik.
  2. Enthusiasm, bergairah, semangat

Yesaya 40:29, Tuhan menambah semangat orang yang percaya kepada Dia. Mazmur 142:4, ketika kita lemah semangat datanglah kepada Tuhan. Saat seseorang dekat dengan Tuhan maka akan ada ketenangan. Lukas 17:5, keadaan iman perlu ditambahkan tidak staknan atau menetap. Jangan cepat putus asa

BERTUJUAN

Tuhan melakukan sesuatu indah pada waktuNya. Allah punya tujuan yang besar atas hidup kita. Tujuan penting:

  1. Purpose, maksud, tujuan atau manafaat
  2. Reward, upah, hadiah– Tuhan akan memberikannya asal kita mengerjakan yang terbaik dan mencapai tujuan.

Tuhan memberikan kita tujuan untuk bergerak, sebab itu tanggalkan beban dan dosa yang merintangi dan capailah tujuan. Allah mau lakukan yang terbaik bagi kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JADILAN MENURUT IMANMU by Pdt. Frangky Talumikir (Ibadah Raya I – Minggu, 28 Agustus 2016)

Matius 9:27-31

Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat …”

Iman berbicara tentang dasar, bukti sehingga ayat-ayat dalam Matius 9:27-31 merupakan bukti iman. Seberapa banyak kita mengiring Tuhan, IA mau ada bukti iman yang tampak. Jangan bangga hanya berada didasar, tetapi minta Tuhan nyatakan bukti iman.

Matius 9:27 ”Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Orang buta dengan iman ia mengikuti Yesus dan mencari Yesus. Iman mereka timbul ketika mendengar tentang Yesus, sehingga ketika Yesus lewat maka tanpa keraguan mereka berusaha untuk berjumpa dengan Yesus.  Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus …”

Jangan batasi kuasa Allah dalam hidup kita karena keragu-raguan. Banyak orang tidak dapat berbuat apa-apa karena membatasi kuasa Allah bekerja dalam hidupnya. Sebab itu ijinkan Allah bekerja dan melangkahlah dengan iman saat datang kepada Yesus.

Matius 9:28 “Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya? “Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

Secara etika Yesus yang menghampiri mereka sebab mereka buta. Tetapi faktanya Yesus seperti tidak memperhatikan mereka dan masuk ke dalam sebuah rumah. Kedua orang buta itu bisa kecewa karena perlakuan Yesus. Zaman sekarang, sering kali kita temui orang percaya kecewa terhadap gereja karena tidak diperhatikan secara intensif. Bila sikap kecewa ini tidak dihindari akibatnya banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh. Sebab ketika mereka tidak diperhatikan oleh satu gereja, mereka akan pindah ke gereja lain yang mereka anggap dapat memperhatikan mereka dengan intensif.

Seharusnya kita belajar dari kedua orang buta tersebut. Meskipun Yesus sepertinya tidak memperhatikan, mereka tidak kecewa melainkan dengan semangat tetap datang untuk berjumpa dengan Yesus. Adakah semangat dalam hidup kita seperti kedua orang buta tersebut? Atau sebaliknya menjadi kecewa karena tidak diperdulikan atau diperhatikan oleh gembala maupun staf gereja.

Lalu mengapa seolah Yesus tidak memperhatikan kedua orang buta tersebut? Sikap Yesus terhadap kedua orang buta tersebut, bukan karena Yesus tidak memperhatikan. Melainkan Yesus ingin melihat isi hati dari kedua orang buta tersebut. Iman membuat Yesus tergerak untuk menyembukan mereka. Jadi Yesus peduli kepada mereka dan Yesus ingin melihat iman mereka yang terwujud lewat tindakan. Matius 9:29 “Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.“

Iman sebesar biji sesawi saja dapat memindahkan gunung.

GAMBAR BIJI SESAWI

biji sesawi1

Semakin lama kita mengiring Yesus, seharusnya iman kita semakin bertumbuh bukan semakin menurun. Roma 10:10a “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan …”

Matius 9:30a “Maka meleklah mata mereka…” Tetaplah percaya kepada kuasa Allah, sebab tidak ada kuasa yang lebih besar dari kuasa Allah.

Matius 9:30b “Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, katanya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini. Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.” Kedua orang buta tersebut tidak tahan menceritakan perbuatan kuasa Allah. Meskipun Yesus sudah memperingati mereka. Saat orang percaya alami kuasa Tuhan, mulut tidak dapat dibatasi untuk menceritakannya. Jangan malu bersaksi tentang perbuatan tangan Tuhan.

Kesimpulan

Dalam bagian ini, dapat disimpulkan bahwa iman berbicara tentang:

  • UJIAN Iman
  • TANTANGAN Iman
  • MEMPERKATAKAN Firman
  • KUASA Iman
  • KESAKSIAN Iman
  • Ibrani 11:6 alami kuasa iman
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Melayani dengan Kasih by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 21 Agustus 2016)

PENDAHULUAN

Minggu lalu kita membahas bahwa melayani tanpa kasih akan menerima akibatnya seperti Yunus. Selain dari pada itu, 1 Korintus 13:1-3 menjelaskan bila kita melayani tanpa kasih maka pelayanan kita:

  • Tidak mendatangkan berkat
  • Hidup atau pelayanan yang kita kerjakan tidak akan berguna, seperti sampah di hadapan Tuhan
  • Semua bentuk pelayanan yang kita kerjakan bahkan sampai menyerahkan nyawa bila tanpa kasih maka tidak akan mendatangkan pahala

Jika dilihat dari sudut pandang Matius 7:22,23 pelayanan tanpa kasih membuat kita:

  • Tidak dikenal oleh Tuhan, seperti 5 gadis bodoh yang tidak masuk dalam perjamuan kawin.
  • Dinilai sebagai pembuat kejahatan
  • Mereka pun akan berada di luar, artinya mereka masuk dalam masa pemerintahan Antikristus, 3,5 th

Melihat konsekuensi pelayanan tanpa kasih, tentu kita tidak mau jadi pengikut Yesus yang melayani tanpa kasih. Oleh sebab itu, sebagai pengikut Yesus, kita harus meningkat. Jangan puas karena sudah diselamatkan.

Nasihat Rasul Paulus

Rasul Paulus memberi nasihat tentang pelayanan yang didasari oleh kasih, Roma 12. Roma 12 terbagi menjadi 2 bagian:

  • Roma 12: 1-8, Pelayanan Yang Benar/ibadah yang benar
  • Roma 12: 9-21, Melayani Dengan Kasih

PELAYANAN YANG BENAR

Apa yang harus dilakukan agar pelayanan kita benar dihadapan Allah? Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Yesus menghendaki setiap pengikut Yesus, mempersembahkan atau memberikan kepada Tuhan suatu pelayanan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan sebab itu adalah ibadah yang sejati.

Ibadah yang sejati

Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

 

  1. Jangan Serupa Dengan Dunia

Dahulu posisi kita ada dalam dosa, tetapi ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat maka perbuatan kita yang lama harus berbeda dengan dunia. Jangan biarkan hidup kita sama dengan orang-orang Dunia. Meskipun kita masih di dunia, tetapi cara hidup kita harus berbeda.

Gambar.

serupa dengan dunia

  1. Kita harus Melayani Dengan Pembaharuan Budi

Tujuannya agar pelayanan kita sejati dihadapan Tuhan. Caranya dengan pembaharuan budi. Pembaharuan budi nampak dari buah-buah yang dihasilkan, yaitu buah-buah Roh (perhatikan gambar).

pembaharuan budi

Hidup yang diperbaharui pikirannya akan melayani dengan penguasan diri, melayani dengan Roh yang lemah lembut, setia, serta kebaikkan yang nyata, dalam kemurahan, kesabaran, melayani dengan damai sejahtera bukan mendatangkan kekacauan. Semua itu dikerjakan dengan sukacita dan hingga akhirnya sampai pada kasih.

Roma 12:3 “Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan  hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”

Ketika beribadah jangan muluk-muluk atau terlalu tinggi, artinya bila kita beribadah jangan menggunakan standar yang terlalu tinggi sehingga kita justru tidak memberikan apapun sebab apa yang dimiliki belum memenuhi standar. Pelayanan yang kudus dan berkenan kepada Tuhan tidak dinilai dari besar atau banyaknya persembahan, standar atau hebatnya talenta yang kita miliki. Tetapi apakah kita melayani dengan pembaharuan budi atau tidak. Contoh: Matius 10:42 “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

Ilustrasi Rasul Paulus

Roma 12:4-8, Jemaat Lokal (GPdI Mahanaim) digambarkan seperti tubuh manusia dengan sekian banyak anggota dari yang kecil sampai yang besar, dan dari yang kelihatan sampai yang tidak kelihatan. Semua pekerjaan yang kita lakukan Tuhan yang akan menilai, meskipun gembala dan majelis tidak melihat tapi Tuhan melihat.

Contoh: Matius 25:14-30 perumpamaan talenta. Demikian setiap anggota jemaat, menerima talenta yang berbeda. Ada yang dapat: 5; 2 dan 1 talenta. Seberapa besar talenta yang Tuhan percayakan, kerjakan dengan kasih sebab itu ibadah yang sejati. Oleh sebab itu dalam melayani Tuhan, kita tidak boleh berpikir muluk-muluk, tapi mengembangkan apa yang Tuhan percayakan kepada kita.

MELAYANI DENGAN KASIH

Selanjutnya dalam Roma 12:9, rasul Paulus member nasihat:

  1. Jangan Berpura-pura

Roma 12:9 “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.”  Jangan melayani dengan berpura-pura sebab itu akan menjadi sampah dihadapan Tuhan.

  1. Menghormati Sesama Pelayanan

Roma 12:10 “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling menda-hului dalam memberi hormat.” Semua orang percaya adalah saudara kita bukan saingan atau musuh. Karena dalam pekerjaan Tuhan, kita hanya memiliki seorang tuan, yaitu Tuhan Yesus Kristus. 1Petrus 5:3-5.

  1. Melayani Dengan Kuasa

Roma 12:11 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” Mereka yang melayani dengan kasih akan:

1). Jangan kehilangan semangat

2). Jangan dikalahkan perasaan

3). Jangan turun dari standar, Roma 12:12-15

  1. Menjaga Persekutuan Roh

Roma 12:16 “Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkan-lah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah meng-anggap dirimu pandai.” Jagalah persekutuan, pelihara kesatuan hati. Contoh Lukas 5:17-26, Yohanes 6:1-15.

Roma 12:17 “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang.”  Ada tantangan dalam melayani, yaitu menolak, mencela, dihina diejelekkan dan dianiaya.

Roma 12:18  “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung  padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan  semua orang! jangan tahan perdamaian, tetapi buatlah perdamaian. Kalau kunci permasalahan ada di tangan kita, maka kita harus aktif untuk menyelesaikannya.

  1. Jangan Menuntut Balas

Roma 12:19 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang menuntut pembalasan, firman Tuhan.”

Pelayan Tuhan yang mendapat kemuliaan dari Yesus tidak melakukan pembalasan dengan cara apa pun. Roma 12:20,21  “Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan  dengan kebaikan.”

Artinya, lakukan yang terbaik dalam melayani, termasuk bagi mereka yang telah berbuat jahat dan menganiaya kita. Saatnya akan tiba, kita akan dengar Yesus berkata. Matius 25:20-23 “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepa-damu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

 

Tetaplah setia didalam Tuhan dan lakukan segalnya dengan kasih sehingga pekerjaan yang kita lakukan berkenan dihadapan Tuhan bukan menjadi sampah. Sebab itu hiduplah dalam buah pertobatan sehingga orang melihat perubahan hidup kita dan mereka mempermuliakan Allah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KUASA NAMA YESUS By Pdt. JS. Minandar – (Ibadah Raya 2 – Minggu, 14 Agustus 2016)

Kisah Rasul 3:1-10

PENDAHULUAN

Menurut Kisah 4:22 pengemis dalam Kisah Rasul 3, berusia 40 tahun lebih. Kelumpuhan yang begitu lamanya membuat ia kehilangan harapan untuk sembuh. Karena sepanjang umur hidupnya, tidak ada seorang pun yang lewat untuk beribadah dapat menolong dirinya sehingga pengemis lumpuh ini merasa mustahil untuk bisa sembuh. Semua orang yang lewat hanya bisa menolongnya untuk tetap hidup dengan memberikan sedekah bukan menyembuhkan sehingga sesuatu yang merupakan kebutuhan utamanya yaitu kesembuhan, menjadi sesuatu yang mustahil dalam pikiran dan hatinya sebab sudah sekian lama ia tidak mengalami kesembuhan.

Tetapi, kita bersyukur karena ada Yesus, yaitu pribadi yang sangat ahli dalam menyelesaikan hal-hal yang mustahil. Bagi manusia banyak hal yang dianggap mustahil, bagi Allah tidak ada yang mustahil.

GERBANG INDAH

Dalam Kisah Para Rasul 3, dituliskan bahwa setiap hari pengemis lumpuh itu diletakkan oleh keluarganya di tempat yang strategis, yaitu di jalan menuju Bait Allah, namanya Gerbang Indah.  Dari sekian banyak pintu gerbang, hanya pintu gerbang indah yang memiliki ornament, model dan bahan yang paling bagus. Tetapi di pintu Gerbang Indah ini ada suatu pemandangan yang kontras (dua hal yang bertolak belakang). Satu sisi, ada pintu yang bernama gerbang indah yang menuju ke bait Allah. Tetapi di gerbang yang indah ini juga ada pengemis yang lumpuh. Setiap hari tangannya terangkat memohon belas kasihan.

KEADAAN GEREJA

Kisah dari gerbang ini mengandung makna bagi gereja di akhir zaman. Jangan sampai orang melihat ada kontradiktif di dalam Gereja. Di satu sisi, Gereja adalah tempat yang indah. Di Gereja ada keindahan hadirat Allah; keindahan kuasa Allah; keindahan Kasih Allah dan keindahan kesempurnaan Allah. Keindahan tersebut merupakan citra yang harus dipertahankan. Tetapi, didalam keindahan tersebut jangan sampai, orang juga memandang Gereja ada yang tidak indah. Sebab didalamnya ada kelemahan; kekacauan; keributan; perselisihan dan sebagainya sehingga Gereja bukan lagi sebagai Gerbang Indah yang membawa orang kepada Yesus, tetapi jadi bahan olokan. Jangan merusak pekerjaan Tuhan dari yang indah menjadi tidak indah. Oleh sebab itu, keberhasilan yang sudah dimiliki oleh gereja harus dipertahankan, sebab orang Kristen adalah pengikut jejak Yesus. Sebab Yesus tidak nampak secara kasat mata, namun nampak dari gereja Tuhan.

TIDAK ADA HARAPAN

Dalam kisah inipun sudah dijelaskan bahwa pengemis tersebut telah kehilangan harapan untuk sembuh sebab itu ia tidak lagi berusaha mencari pemulihan.  Keputus-asaan tersebut membuat ia berpikir mustahil untuk pulih, sehingga beralih harapannya kepada materi bukan lagi kesembuhan. Ketika gereja berpikir demikian maka kita kehilangan tujuan sebagai orang-orang percaya. Mereka menjadikan ibadah untuk keuntungan jasmani, karena mereka berpikir jika tidak beribadah maka toko mereka tidak laris dan mereka sendiri sakit-sakitan.  Jangan menjadikan Gereja sebagai tempat untuk mendapatkan kebutuhan jasmani, melainkan tempat untuk mempermuliakan Allah.

TIGA PANDANGAN

Ketika orang lumpuh tersebut duduk menanti belas kasihan orang lain, lewatlah Petrus dan Yohanes. Maka ada pandangan tertentu di hadapan mereka.

  1. Pandangan Pengemis

Pengemis lumpuh, ketika melihat Petrus dan Yohanes, ia memandang mereka sebagai orang saleh dan berharap ia mendapat keuntungan dari mereka. Menuju Bait Allah untuk ibadah. Perhatikan, pengikut Yesus selalu menjadi sasaran pandangan orang di sekitar. Tetapi apakah ketika mereka melihat kita sebagai pengikut Yesus, kita telah membawa perubahan? Minimal memberi dampak dan kesan yang baik dalam kehidupan mereka yang melihat kita?

Arti Ibadah

Gereja bukan hanya sekedar mendengar firman, memuji Tuhan dan membawa persembahan. Tetapi dalam ibadah kita harus mengalami perubahan hidup, sehingga saat orang lain memandang kita, mereka alami perubahan. Awalnya mereka tidak percaya; menghina, tetapi akhirnya jadi pengikut Yesus oleh sebab perubahan hidup yang kita alami.

  1. Pandangan Petrus dan Yohanes

Petrus dan Yohanes memandang pengemis lumpuh dengan pandangan ilahi. Pengemis itu membutuhkan uang, tetapi Petrus dan Yohanes melihat di dalam diri pengemis itu ada kebutuhan kebutuhan ilahi, yaitu keselamatan.

  1. Pandangan Orang Banyak

Orang banyak melihat Allah menjamah pengemis lumpuh lewat tangan Yohanes dan Petrus sehingga ia dapat berdiri, melompat, serta memuji Tuhan. Sekian lama ia berhasrat untuk dapat masuk ke dalam bait Allah tetapi ia tidak dapat melakukannya karena dalam perjanjian lama, orang cacat dilarang untuk masuk beribadah dan menghampiri hadirat Allah. Kemustahilan yang membungkus dirinya membuat ia memikirkan hal-hal jasmani padahal dalam dirinya ada kebutuhan ilahi yang tidak dilihat oleh orang lain. Itu sebabnya ketika ia sembuh ia mengikut Petrus dan Yohanes untuk beribadah. Iman pengemis bangkit dan  memuliakan Tuhan lalu masuk Bait Allah karena ingin alami jamahan kuasa Tuhan, Kisah 3:9,10. Seluruh orang yang melihat peristiwa kesembuhan orang lumpuh itu mempermuliakan Allah dengan pujian.

NAMA YESUS

Kesembuhan dan perubahan orang lumpuh tersebut, terjadi oleh nama Yesus. Pada mulanya pengemis tersebut mengharapkan uang, tetapi Petrus dan Yohanes memberikan hal yang lebih berharga dari uang yang bersifat sementara. Bukan berarti uang tidak dibutuhkan, itu bersifat sementara. Ada kebutuhan yang bersifat kekal, yang kita butuhkan di dunia ini bahkan sampai kepada kekekalan, yaitu nama Yesus. Kisah Para Rasul 3:6 “Petrus berkata: ”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan kepadamu. Demi Nama Yesus Kristus, orang Nazareth itu, berjalanlah !” Ada kuasa yang dahsyat di dalam Nama Yesus. Biarlah nama ini ada didalam perkataan kita. Nama adalah hal yang sangat penting, khususnya bagi orang-orang Yahudi. Itu sebabnya orang Yahudi memberikan nama pada anak mereka dengan tujuan. Dari namanya, orang dapat kenal sifat dan pribadi seseorang.

ALLAH MENGGANTI NAMA

Firman Allah mencatat Allah mengganti nama beberapa orang, yaitu:

  • Abram menjadi Abraham. Sebab Abraham akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa, Kejadian 17:5.
  • Yakub (penipu), menjadi Israel (Putra Mahkota Allah), Kejadian 32:28.
  • Maria mendapat pesan untuk memberi nama Yesus (Allah Penyelamat/Juruselamat) kepada Anak laki-laki yang dilahirkan, Matius 1:21.

KUASA DALAM NAMA YESUS

Ada Kuasa didalam Nama Yesus, Yohanes 14:13-14. Kita bisa minta apa saja dalam nama Yesus, kebutuhan apapun yang kita perlukan termasuk kebutuhan seperti pengemis itu yaitu kesembuhan. Percaya bahwa Yesus sanggup sembuhkan. Yohanes 16:23-26, apapun yang kita minta kepada Bapa, dalam Nama Yesus, Bapa akan memberikan-Nya kepada kita. Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, bukan hanya Nama-Nya yang kita miliki, pemilik Nama juga ada dekat dengan kita. Hanya Nama Yesus yang memberikan kemenangan.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

GOD IS LOVE by Sdr. Jeff Minandar (Ibadah Raya 1, 3 – Minggu, 14 Agustus 2016)

Kita tahu bahwa di dalam Alkitab ada kitab-kitab yang disebut sebagai kitab puisi. Semua itu ada di kira-kira pertengahan Alkitab. Saya juga katakana bahwa kitab-kitab puisi ini juga memuat banyak hal tentang cinta, salah satunya adalah kitab Kidung Agung. Contohnya yang akan kita pelajari saat ini :

Kidung Agung 8:6

“Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!”

Sungguh merupakan hal yang menarik dan mungkin beberapa dari kita sudah pernah membaca ayat ini sebelumnya. Jika kita sungguh-sungguh memperhatikannya maka dari ayat ini kita dapat mengerti dengan baik bahwa ada daya tarik yang begitu kuat dalam hal yang satu ini (Cinta). Banyak orang mau mati untuk cinta, ada juga yang rela melakukan apapun demi cinta, dan boleh dikatakan mereka seperti terbakar dengan api cinta.

Tapi mari kita terus maju sedikit lagi untuk melihat bahwa, ternyata ada setan yang selalu berusaha untuk merusak apa yang Tuhan sudah buat. Bisa kita katakana bahwa setan atau iblis ini mengambil posisi sebagai oposisi yang selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan.

Kita tahu bahwa Tuhan memiliki banyak definisi dalam Alkitab. Dua yang sering kita dengar adalah God is Light (1Yohanes 1:5) dan God is Love (1Yohanes 4:8).

Seperti penggalan lirik ini yang menggambarkan Allah itu kasih:

Every soul every beating heart

Every nation and every tongue

Come find hope in the love of the Father

 

All creation will bow as one

Lift their eyes to the risen Son

Jesus Savior forever and after

 

This is love

Jesus came and died and gave His life for us

Let our voices rise and sing for all He’s done

Our fear is overcome

Our God is love

Our God is love

 

(Hillsong Music – Our God  is Love)

Kembali tentang si oposisi ini, di dalam Yohanes 10:10 dikatakan bahwa setan adalah pencuri. Niatannya dari awal adalah hanya untuk merusak. Demikian halnya kalau kita lihat dalam Yohanes 8:44, Yesus menyebutnya adalah Bapa Pendusta! Menariknya ketika Yesus dicobai setan bias menyatakan bahwa bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan dunia ada di bawah kuasanya. Artinya sesuatu yang dating dari dunia itu sering kali adalah dusta karena itu sudah dicemari oleh si pelawan Tuhan ini.

Saya percaya ada 7 dimensi yang sedang diserang oleh setan untuk merusakkan rencanaTuhan.

  1. Arts dan Entertainment (Kesenian dan Hiburan)

Kita bias lihat di dunia hiburan saat ini dengan mudah kita dicekoki dengan konten-konten yang tidak mendidik. Ditambah dengan gaya hidup pekerja seni dan dunia hiburan yang jarang bisa dijadikan contoh atau teladan.

  1. Business dan Finance (Bisnis/usaha dan keuangan)

Betapa kita melihat di Indonesia ketidakjujuran dalam dunia usaha, bahkan sekarang hal-hal yang tabu justru menjadi komoditas usaha seperti narkoba dan wanita (prostitusi). Belum lagi mafia pasar untuk minyak, daging, dan lain-lain. Keluaran 5:9 mencatat tentang strategi Firaun untuk membuat orang Israel tidak mempedulikan Firman, yaitu memperberat hidup, membuat mereka terikat, sehingga tidak mempedulikan FirmanTuhan (iblis memutar balik dengan melabeli “perkataan dusta”). Inimerupakan strategi iblis yang masih digunakan sampai sekarang.

  1. Church (Gereja)

Kita percaya gereja adalah alat Tuhan di tengah dunia untuk menjangkau lebih banyak jiwa. Namun sekarang kita pun tidak dapat menutup mata bahwa ada gereja-gereja yang tidak berdasarkan Firman. Kita memerlukan gereja yang benar yang dapat menjadi “wajah” Yesus yang penuh kasih dan menjadi teladan bagi dunia. Gereja adalah milik Kristus bukan milik individu. Matius 16:18 jelas Yesus berkata di atas batu karang ini AKU akan mendirikan jemaatKU/ Gereja/ Perkumpulan orang percaya.

  1. Defense (Pertahanan/militer)

Kita melihat ada peperangan dimana-mana yang melibatkan militer. Bahkan upaya kudeta beberapa tahun belakangan selalu melibatkan kekuatan militer. Secara khusus di beberapa Negara termasuk Indonesia, terorisme menjadi momok.

  1. Education (Pendidikan)

Betapa sedih hati kita jika melihat dunia pendidikan tidak menghasilkan generasi-generasi yang takut akan Tuhan, tetapi malahan sebaliknya. Pengajar-pengajar yang tidak menjadi contoh, dan murid-murid yang terlalu mengagungkan materi, dan melakukan tindakan-tindakan yang merusak dirinya sendiri dan teman-temannya. Demikian pula kekerasan dalam pendidikan juga harus menjadi perhatian.

  1. Family (Keluarga)

Kita mungkin kuatir dengan kondisi sekolah anak-anak kita, atau dengan dunia usaha dan pekerjaan kita. Tetapi sebenarnya dari 24 jam yang seseorang miliki, dia akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga. Sehingga keluarga harusnya menjadi sumber teladan. Betapa menyedihkan jika melihat Kepala keluarga mengabaikan istri dan anaknya. Atau seorang anak merasa rumah adalah penjara. Kita harus hadirkan Yesus di tengah keluarga. Ketika keluarga hancur, kota dan bangsa akan diisi oleh orang-orang yang hancur dan terluka.

  1. Government (Pemerintahan)

Kita rindu pemerintahan yang mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Kita rindu pemerintahan yang bebas dari perilaku koruptif dan egois dari pejabat-pejabatnya. Kita rindu Indonesia memiliki putra-putra terbaik yang menjadikan pemerintahan sebagai alat menunjukkan kemuliaan Tuhan di muka bumi.

Ada beberapa hamba Tuhan mengistilahkan 7 bidang ini sebagai 7 gunung/ bukit. Jika kita paralelkan dengan ayat nubuatan dalam Yesaya 2:2-3. Dimana seharusnya Gunung Tuhan, Gereja Tuhan, Jemaat Tuhan menjadi tegak dan menjadi teladan bagi gunung-gunung yang lain, maka kita harus berdoa agar orang-orang percaya mampu menjadi teladan di 7 gunung ini, sehingga kemudian kita akan melihat banyak orang berduyun-duyun datang, dan memuliakan nama Tuhan.

Bagaimana kemudian hal ini dapat menjadi sebuah kenyataan tentunya dengan kita membawa kasih Tuhan ke 7 gunung ini. Kita dapat melihat banyak cara yang orang lakukan untuk memisahkan Tuhan dari 7 dimensi ini. Karena itu mintalah restorasi dari Tuhan, untuk kita dapat mengenal kasih dan cintaNYA, kemudian kita dapat membawanya ke dunia.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MELAYANI tanpa KASIH by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Minggu, 7 Agustus 2016 )

Yunus 4:1-4

PENDAHULUAN

Pembahasan ayat-ayat dalam alkitab tidak pernah terlepas dari ayat sebelum dan sesudahnya. Setiap ayat dan pasal saling berkaitan termasuk kitab Yunus. Untuk itu, sebelum masuk ke Yunus 4, terlebih dahulu kita mengingat kembali pembahasan Yunus pasal 3. Dalam Yunus 3, telah dijelaskan tentang pertobatan Yunus, sebab ia memberontak kepada Tuhan. Maka dari itu Allah mengajarnya dengan memasukkan ia ke dalam perut ikan selama 3 hari. Setelah itu ia bertobat dan minta pengampunan Tuhan sehingga ia diluputkan dari kematian dan kembali melakukan perintah Tuhan, yaitu menyampaikan berita hukuman kepada Niniwe. Berita tersebut ia sampaikan dengan berjalan keliling kota Niniwe dalam satu hari. Sampai pada akhirnya seluruh orang Niniwe Bertobat.

NINIWE BERTOBAT

Pemberitaan Yunus didengar oleh raja sampai kepada rakyat dan mereka bertobat. Mereka mengenakan kain kabung dan berseru memohon pengampunan Tuhan. Pertobatan, penyesalan dan doa orang Niniwe, menggerakkan hati belas kasihan Tuhan dan Tuhan mengampuni mereka. Yunus 3:10 “Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.”

REAKSI YUNUS

Sebagai orang percaya, tentu kita sangat bersyukur kepada Tuhan bila ada jiwa-jiwa yang bertobat dan menyesal akan perbuatan mereka. Namun lain halnya dengan Yunus. Ketika Yunus melihat Allah tidak jadi menghukum Niniwe, maka respon Yunus:

Yunus 4: 1-3

Yunus menjadi kesal hatinya dan marah kepada Tuhan. Karena Allah ialah Allah pengasih dan penyayang; panjang sabar  dan berlimpah kasih setia sehingga Allah membatalkan hukuman bagi orang-orang Niniwe yang bertobat. Dalam kemarahannya Yunus berkata kepada Allah: “Jadi sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.” Yunus minta mati…!!!

KARAKTER (SIFAT) YUNUS

Melihat reaksi Yunus, yang marah dan minta mati karena Tuhan tidak menghukum Niniwe sebaliknya Allah mengampuni dan mengasihi orang Niniwe karena orang Niniwe bertobat dari dosa mereka. Menurut penilaian kita, kira-kira bagaimana sifat (karakter) Yunus di mata Saudara…?

  • Yunus tidak memiliki kasih
  • Tidak memiliki roh pengampunan
  • Hati Yunus penuh dendam dan kebencian
  • Yunus tidak punya belas kasihan
  • Yunus lebih senang melihat orang Niniwe dihukum dari pada selamat

SIAPAKAH YUNUS…?

  • Yunus adalah umat Allah, sama seperti orang percaya yang oleh darah Yesus kita diselamatkan dan menjadi umat Allah. 1 Petrus 1:9 “kitalah bangsa yang terpilih…”
  • Yunus dipilih untuk jadi contoh termasuk orang percaya harus menjadi contoh bagi semua orang.
  • Yunus seorang nabi Allah
  • Yunus pun pernah bersalah, diampuni dan dijadikan pemenang jiwa yang paling sukses. Tetapi saat orang Niniwe bertobat, ia kesal hati.
  • Yunus adalah seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa.
  • Tuhan memberi kepada Yunus, karunia yang khusus dan istimewa membuat orang bertobat.

TIDAK MEMILIKI KASIH

Meskipun Yunus seorang nabi yang dipakai Tuhan dengan luar biasa, ia dapat kehilangan kasih, memiliki dendam dan sakit hati serta tidak mau mengampuni. Padahal Allah sendiri sudah mengampuni Niniwe. Tetapi Yunus senang melihat orang lain dihukum oleh Allah. Kalau seorang Yunus, yang adalah: nabi; penginjil besar; pemenang jiwa yang fenomenal bisa kehilangan kasih, apalagi kita sebagai orang percaya. Adakah roh belas kasih didalam kita? Ataukah kita seperti Yunus yang tidak memiliki kasih? Biarlah perilaku Yunus harus jadi pelajaran bagi kita. Jadikan Firman Allah, cermin yang menyadarkan kita, sehingga kita hidup sesuai kehendak Tuhan dan  mengejar kasih, sebab kasih adalah karakter Kristus.

MENGEJAR KARAKTER KRISTUS

Paulus menasihati jemaat Korintus untuk mengejar “Kasih”. I Korintus 14:1 “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” Kejarlah kasih terlebih dahulu sebelum kita melakukan pelayanan, dalam bentuk apapun apalagi bernubuat. Sebab tanpa kasih hasilnya nol besar.

Digambarkan oleh Rasul Paulus seperti gong yang berkumandangan dan canang yang gemerincing, berbunyi tetapi tidak membawa berkat. 1 Korintus 13:1,2 “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.”

I Korintus 13:2

“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi aku tidak mempunyai kasih,                                        aku sama sekali tidak berguna.” Jadi kita tidak berguna apapun tanpa kasih. Barang yang tidak berguna adalah sampah. Hati yang tidak memiliki kasih dalam pelayanannya seperti sampah dihadapan Tuhan.

I Korintus 13:3

“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” Artinya tidak ada pahala dari apa yang kita kerjakan tanpa kasih.

IBADAH DAN PELAYANAN

Pujian; penyembahan; firman Tuhan; korban dan persembahan pelayanan, bahkan apa pun juga. Kalau dilakukan tanpa kasih, tidak ada arti apa-apa bagi kita dan tidak mendatangkan pahala. Oleh sebab itu, memuji Tuhan, menyembah, mendengar firman dan memberikan persembahan harus didasarkan dengan kasih.

Sebab kasih adalah karakter Kristus yang harus ada dalam setiap orang percaya.

Karakter merupakan kata sifat yang hanya dapat terlihat dari cara hidup seseorang. Dan karakter Kristus dapat kita lihat dari buah Roh Kudus, Galatia 5:22,23. Kesembilan buah tersebut saling berkaitan, satu dengan yang lainnya dan posisi Yesus berada di tangga paling atas yaitu kasih. Perhatikan gambar dibawah !

tangga kekristenan up

Pada saat kita percaya kepada Yesus, maka kita pun harus memiliki karakter Kristus. Apa saja? Yaitu, penguasaan diri dalam segala hal sehingga kita mampu mengendalikan diri kita ketika menghadapi situasi yang sulit untuk kita terima. Kelemahlembutan dalam perkataan dan sikap, kesetiaan, kebaikkan sehingga orang dapat melihat perbuatan kita dan memuliakan Allah, kemurahan, kesabaran, mendatangkan damai sejahtra buat siapapun yang kita jumpai, sukacita dalam segala keadaan dan akhirnya sampai kepada kasih.

IBADAH TANPA KASIH

Bila orang percaya melakukan segala sesuatu tanpa kasih, ada akibat yang akan ia terima. Apa saja akibat yang akan diterima:

  • Matius 7:21 bila seseorang mengaku percaya Yesus, beribadah dengan berseru: Tuhan…! Tuhan…! tetapi orang tersebut tidak bertobat atau tidak lahir baru dan tidak ada perubahan hidup, orang tersebut tidak akan masuk ke dalam Kerajaan sorga.

  • Matius 7: 22 “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” Sebaliknya bila ada anak (hamba) Tuhan sudah bertobat, lahir baru dan melakukan pelayanan, bahkan mengadakan: mujizat; tanda heran; usir setan, dan lain-lain, tetapi melakukannya tanpa kasih karena tidak miliki karakter (sifat-sifat) Kristus maka ia akan ditolak oleh Tuhan.
  • Matius 7:23 “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Yesus akan berterus terang kepada anak atau hamba Tuhan yang tidak punya karakter Yesus.

Kesimpulannya:

  1. Bahwa Yesus tidak mengenal orang tersebut.
  2. Ia diusir dari hadapan Yesus
  3. Disebut pembuat kejahatan dan bila ia bertobat dan tidak mencapai karakter Krsitus maka ia akan masuk masa Antikristus 3,5 tahun.

Biarlah firman Allah yang kita baca hari ini menjadi cermin yang menunjukkan apakah kita masih berjalan dalam kasih ataukah kita sudah meninggalkan Tuhan. Bila tidak bertobat atau berbalik maka kita akan masuk dalam masa antikris. Allah adalah kasih dan penyayang, bila kita sungguh-sungguh bertobat dan berbalik maka Tuhan akan mengampuni.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERTOBATAN NINIWE (Berita Hukuman Membawa Pertobatan) By Pdt. JS. Minandar – Ibadah Raya, Minggu, 31 Juli 2016

Yunus 3:5-10

PENDAHULUAN

Dalam pembahasan khotbah minggu lalu, kita telah belajar bahwa berita keselamatan harus diberitakan kepada siapapun dan disampaikan dengan seimbang. Artinya berita yang disampaikan bukan hanya tentang kasih karunia dan kemurahan Allah (Yesaya 1:18) sehingga setiap kali seseorang berbuat dosa sebesar apapun, ia tetap diampuni. Berita tersebut memang benar 100%, namun ingat bahwa Allah memiliki batas kesabaran.  Yohanes 3:18 “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum. Barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” Jadi bila kita menolak dan tidak percaya kepada Yesus, orang tersebut sudah berada di bawah penghukuman. Biarlah pemberitaan kita disampaikan dengan seimbang sehingga orang yang mendengarkan dapat bertobat dan hidup sesuai dengan perintah Tuhan.

Seperti Yunus pergi dan memberitakan kepada orang Niniwe tentang pertobatan, demikanpun kita memberitakan injil. Hasilnya terjadi kegerakan besar dan pertobatan massal di seluruh kota Niniwe.

MEREKA PERCAYA KEPADA ALLAH

Kalau kita ingin melihat jiwa-jiwa diselamatkan, kita harus berani bersaksi tentang Yesus.  Sebab hanya dengan bersaksi kita dapat menyelamatkan orang-orang yang berada disekitar kita sehingga mereka bertobat.

  1. BERTOBAT

Hanya dengan percaya kepada Yesus dan bertobat, seseorang diselamatkan. Bila tidak percaya, berarti hukuman di atas kepala, dan menunggu saatnya jatuh menimpa.

  1. BERPUASA

Matius 17:21, menuliskan tentang seorang anak yang sakit ayan. Penyakit tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pada syarafnya tetapi kuasa roh jahat yang menguasai tubuhnya. Hanya dengan berdoa dan puasa saja roh itu dapat dikeluarkan.

Berpuasa adalah suatu hasrat, pengharapan dan kerinduan yang disampaikan dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Layaknya orang Niniwe yang berpuasa sebagai bukti bahwa mereka percaya kepada Allah dan  tidak main-main, apalagi berpura-pura. Tetapi dengan sungguh-sungguh mereka berdoa dan puasa memohon agar Tuhan tidak menimpakan kepada mereka penghukuman yang mengerikan.

  1. MENGENAKAN KAIN KABUNG

Saat berita penghukuman disampaikan oleh Yunus, ada perubahan hati yang terjadi pada orang Niniwe. Hal tersebut nampak dari sikap mereka yang mengenakan kain kabung mulai dari anak-anak sampai kepada ternak (Yunus 3:8). Perhatikan mulai ayat 5,6 kabar keselamatan disampaikan Yunus kepada semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, orang muda, orang dewasa, rakyat jelata.

Penggunaan Kain kabung merupakan tanda penyesalan akan dosa dan kejahatan kepada Tuhan yang selama ini dilakukan. Tetepi dibalik semua pemberitaan Yunus, ada kuasa Allah yang bekerja untuk menginsafkan orang Niniwe. Sebab hanya Allah saja yang mampu mengubah hati manusia.

Jadi, bila kita memberitakan injil seperti Yunus entah dalam bentuk apapun dan orang tersebut bertobat serta percaya kepada Yesus. Semua itu terjadi bukan karena kita hebat dalam berkata-kata atau bersikap, melainkan karena kuasa Allah yang bekerja melalui pemberitaan kita, yaitu kuasa  Roh Kudus. Sebab itu, bekerjalah bersama Roh kudus untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan.

BERITA PENGHUKUMAN SAMPAI KEPADA RAJA

Pemberitaan Yunus tidak hanya terdengar oleh seluruh masyarakat Niniwe melainkan sampai kepada telinga Raja. Yunus 3:6 “Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditinggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.”

Respon Raja

  1. Turun Dari Singgasana

Zaman sekarang orang-orang mempeributkan kedudukan/tahta karena tahta merupakan tempat yang terhomat bagi seseorang. Tetapi raja Niniwe justru turun dari tahta dan melepaskan kehormatannya untuk menerima pengampunan Allah. Inilah dampak dari pemberitaan Yunus. Tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat terjadi di tempat kita berada. Apabila setiap orang percaya bersaksi dan memberitakan kabar keselamatan dan berita hukuman maka semua orang menjadi sadar bahwa: kedudukan dan kekuasaan tak bisa melepaskan manusia dari hukuman. Hanya pertobatan yang membawa kepada kehidupan.

  1. Menanggalkan Jubah

Berita penghukuman membuat raja sadar bahwa jubah kemuliaan yang ia miliki tidak bisa menolong dia untuk luput dari hukuman. Sebab itu raja tanggalkan jubahnya, kini ia membutuhkan jubah keselamatan yang disediakan Allah bagi dia. Lukas 15, mengisahkan anak yang terhilang, ia menerima jubah keselamatan setelah ia bertobat dan diampuni.

Tentang Jubah

  • Kejadian 3:7, Adam dan Hawa, kehilangan jubah kemuliaan karena tertarik tawaran Iblis.
  • Kejadian 40:12 Yusuf, rela melepas jubah karena tak mau kompromi dengan dosa, sebab ia memandang jubah yang mulia (jubah raja).
  • Wahyu 7:9-10, Ada orang-orang kudus yang rela dianiaya Anti-kristus, untuk mendapat jubah putih yang disediakan Allah di sorga.

  1. Kain Kabung dan Duduk di Debu

Setelah Raja mendengar pemberitaan Yunus, maka ia mengharuskan semua orang Niniwe lakukan pertobatan                  massal di hadapan Tuhan. Seluruh orang penduduk Niniwe meratap mohon pengampunan  dan belas kasihan Tuhan dengan merendahkan diri serta mengakui kekuasaan Allah dalam sikap duduk di debu – Yunus 3:7.

Hasilnya, Yunus 3:10 “Menyesalah Tuhan karena berencana menimpakan malapetaka…”. Penyesalan yang Allah rasakan bukan penyesalan seperti yang manusia rasakan. Dalam terjemahan NIV, (The Quest Study Bible), kata “MENYESAL” ditulis dengan kata “He had compassion…” Artinya, Allah jatuh belas kasihan kepada penduduk Niniwe ketika Niniwe menyesal  dan merendah serta meratap memohon pengampunan di hadapan Allah.

Firman Allah Digenapi

I Yohanes 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan diri dari segala kejahatan.”

WAKTU KEMURAHAN ALLAH

Allah memberikan kemurahan atau pengampunan kepada umat manusia, sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan Allah.

  • Secara Global (menyeluruh)

Allah memberikan masa kemurahan bagi manusia sejak kematian-Nya di atas kayu salib. Allah memberikan kemurahan (pengampunan) di dalam Yesus kepada orang-orang non Yahudi, sejak Kematian Yesus di kayu salib, sampai  awal masa pemerintahan Antikristus.

Perhatikan Gambar

NON YAHUDI

timeline kemurahan non yahudi

YAHUDI

Allah memberi kemurahan kepada orang Yahudi, tetapi mereka mengeraskan hati dan tetap menolak Yesus. Mereka masih diberi kemurahan di masa Antikris.

timeline kemurahan yahudi

  • Secara Pribadi

Efesus 5:15,16 “Karena itu, perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup. Janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat.”

Allah memberikan waktu kepada manusia 70 – 80 tahun. Tetapi tidak ada seorang pun tahu, berapa lama ia bisa bertahan  hidup di dunia.

lahir-mati

Perhatikian Gambar:

Musa menuliskan bahwa jangka hidup manusia 70 s/d 80 tahun. Lebih dari pada itu, kesukaran dan kesakitan. Tetapi kematian setiap orang tidak selalu 70 atau 80 tahun. Ada yang meninggal ketika baru lahir, ada juga yang sangat muda, yaitu di umur 18 tahun atau umur 35, 45 dan 65. Artinya, kita tidak dapat menduga kematian seseorang.

Sebab itu dalam waktu yang singkat kita gunakan untuk memberitakan injil. Contoh: Lukas 12:16-21 “Orang Kaya Yang Bodoh”. Yesus menilai bodoh bukan karena intelektual atau IQ-nya, tetapi karena ia tidak mengerti bahwa kematian bisa datang menjemput siapa saja, kapan  saja, dan di mana saja. Ia tidak pergunakan waktu yang ada untuk bertobat serta bersungguh-sungguh dalam mengiring Tuhan.

Selama masih ada waktu, pergunakanlah sebagai kesempatan untuk hidup dalam pertobatan serta menjangkau jiwa lebih banyak demi kemuliaan Tuhan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment