PENGIKUT YESUS YANG MENANG – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 10 Juni 2018)

Wahyu 3:11-13

PENDAHULUAN
Setelah kita membahas tentang pengikut Yesus yang tekun dan taat melakukan Firman maka hari ini kita membahas tentang pengikut Yesus yang berkemenangan. Ini merupakan pembahasan terakhir tentang jemaat di Filadelfia. Kita akan mengawalinya dengan melihat perkataan Yesus dalam Wahyu 3:11-13, “Aku datang segera!”

 Kalimat ini sering salah dipahami oleh beberapa gereja yang mengaitkannya dengan peristiwa pengangkatan (rapture). Mereka berpendapat kedatangan Yesus yang kedua dapat terjadi kapan saja dan akan mengangkat orang-orang percaya, ini adalah pengertian yang keliru. Apakah Yesus akan datang secara tiba-tiba, seperti seorang pencuri bagi orang percaya? Tentu saja tidak. Yesus datang seperti pencuri adalah bagi pengikut antikris yang tidak percaya kepada Yesus. Ada banyak ayat yang dapat dijadikan referensi untuk menjelaskan hal ini. Salah satunya dalam Kisah Para Rasul 3:21, Petrus berkata… “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.” Artinya, Yesus akan tetap berada di sorga. Yesus tidak akan datang kedua kali untuk menjemput kita sebelum terjadi apa yang disebut “PEMULIHAN SEGALA SESUATU”.

Apa yang sebenarnya dipulihkan?

1. Tanda-tanda / Peristiwa-peristiwa yang Mendahului Kedatangan Yesus Kedua Kali.

Sebelum Yesus datang kedua kali ada peristiwa-peristiwa yang harus digenapi terlebih dahulu. Peristiwa-peristiwa ini terjadi secara global atau meliputi seluruh dunia (triple seven). Dimulai dengan pembukaan 7 meterai, yaitu :

  • Meterai 1, Kuda Putih: penginjilan oleh kuasa Roh Kudus
  • Meterai 2, Kuda merah (Perang dunia I dan II)
  • Meterai 3,Kuda Hitam yaitu Kelaparan
  • Meterai 4, Kuda Hijau kuning (Wabah Penyakit)
  • Meterai 5, Penganiayaan Orang Percaya
  • Meterai 6, gempa bumi dan bencana alam.
  • Meterai 7, Pernikahan Rohani Gereja dengan Yesus.

Kemudian akan ada peniupan 7 sangkakala.  Sangkakala 5-7 adalah teriakan “Celaka, celaka, celakalah..” dan setelah itu sangkakala terakhir adalah saat dimana Yesus datang kedua kali dan orang-orang percaya akan dibangkitkan. Dan Yesus akan menuangkan 7 cawan murka bagi pengikut antikris.

2. Gereja Disempurnakan
Pengikut Yesus tidak terus dalam seperti sekarang, dimana banyak kekurangan dan kelemahan, akrab dengan dosa. Gereja Tuhan akan dilengkapi, pengikut Yesus akan bertumbuh menjadi sempurna atau menjadi Gereja Sempurna.

Kedatangan-Nya sudah sangat dekat, sebab itu Yesus memberi peringatan:

1. Aku Datang Segera!
Artinya kita harus siap menyongsong kedatangan Yesus kedua kali dengan cara :
a). Lengkapi yang kurang
b). Perbaiki yang salah, dalam menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

2. Peganglah Apa yang Ada Padamu
Apa yang harus kita pegang? Tidak lain ini adalah iman, pengharapan dan kasih.

  • IMAN

Jangan sampai kehilangan iman. Yesus telah nubuatkan hal ini dalam Lukas 8:28, bahwa dunia akan mengalami krisis iman! Tetapi kita haruslah tetap kuat dalam iman di hadapan Tuhan, sebab imanlah yang menentukan keselamatan kita. Pegang iman dengan teguh dan jangan mau ditukar dengan apapun.

  • PENGHARAPAN

Ibrani 6:19 “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.”

Sauh (Jangkar) digunakan dalam sebuah kapal (perahu) untuk berlabuh. Sauh juga dipakai untuk memanjat tebing yang curam. Dalam hidup ada banyak kondisi menggoncang jiwa dan membuat seseorang bisa putus asa dan bunuh diri, namun bagi kita yang terus berpegang pada pengharapan kepada Yesus akan mampu melewatinya. Tanpa pengharapan, kita tidak akan sampai pada posisi Yesus yang sudah mendahului kita di dalam kemuliaan.

  • K A S I H

Kalau kita tidak memiliki kasih semua yang kita lakukan adalah sia-sia (1 Korintus 13:1-3). Prestasi apa pun yang kita buat dalam pelayanan kita, bahkan sampai menyerahkan nyawa kita sekalipun, semuanya menjadi sia-sia dan tidak memberi dampak apa-apa bagi diri kita. Yang paling mengerikan, kalau kita tidak memiliki kasih, kita tidak dikenal oleh Yesus, bahkan kita dinyatakan sebagai pelaku kejahatan, (Matius 7:21-23). Tetapi yang paling utama yang harus kita pegang adalah penurutan kita akan firman.

  • PENURUTAN AKAN FIRMAN TUHAN

Dalam Wahyu 3:10, ada janji Perlindungan dan Keselamatan bagi mereka yang menuruti Firman Tuhan. Mengapa menuruti firman Tuhan begitu penting dalam menantikan dan menyongsong kedatangan Yesus kedua kali? Apa yang diperoleh jika kita menuruti Firman Allah :

1). DILINDUNGI
Banyak bentuk perlindungan Tuhan bagi orang yang menuruti firman Tuhan dengan cara yang benar. Bukan hanya diselamatkan dan masuk sorga, melainkan dilindungi artinya diluputkan dari Antikristus, (Wahyu 12:6,14).

2). DIBANGKITKAN
Kedatangan Yesus akan disusul dengan peristiwa kebangkitan orang percaya yang telah mati, (1 Tesalonika 4:16).

3). DIUBAHKAN
Setelah masa 3,5 tahun pemerintahan Antikristus, Yesus akan datang dari sorga dan turun ke angkasa, dan Pengikut Yesus Yang Sejati (Gereja Sempurna) akan diubahkan (1 Tesalonika 4:17).

4). DIPOSISIKAN SEBAGAI SOKOGURU
Ini akan digenapi dalam Kerajaan 1.000 Tahun damai, khususnya Langit dan Bumi Baru, Wahyu 3:12a  “Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan SOKOGURU di dalam Bait Suci Allah-Ku.”

Apa maksud Bait Suci Allah-Ku? Apakah kemah Tabernakel (Gereja)? Perhimpunan orang percaya atau gereja sempurna (Wahyu 21:3)? Tentang sokoguru, sebenarnya akan lebih jelas, bila kita pelajari Wahyu 21:9-27 secara detil tentang makna semua gambaran yang tersirat di dalamnya. Dalam konstruksi bangunan ada tiang penopang yang disebut sebagai sokoguru, demikian halnya Jemaat yang bertindak sebagai sokoguru adalah jemaat yang dengan setia menopang pekerjaan Tuhan dalam gereja lokal.

Kesimpulan
Hal terpenting yang harus kita wariskan kepada generasi anak cucu kita, adalah iman yang disertai ketaatan pada firman dan kepedulian terhadap pelayanan. Selama kita tetap setia maka Allah akan membawa kita pada posisi-posisi yang mulia.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

TAAT MELAKUKAN FIRMAN TUHAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 Juni 2018)

Wahyu 3:9-10
“Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

 

PENDAHULUAN
Kita akan melanjutkan seri khotbah tentang pengikut Yesus yang sejati yaitu mereka yang taat melakukan Firman Tuhan, dengan merujuk atau membandingkannya dengan 7 sidang jemaat yang ada di Asia kecil. Kita sudah terlebih dahulu membahas karakter dari 5 Jemaat sebelumnya yaitu, Efesus; Pergamus; Smirna; Tiatira dan Sardis, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hari ini kita akan belajar tentang jemaat ke-6 yaitu jemaat Filadelfia. Jemaat Filadelfia dapat dikatakan merupakan model dari Pengikut Yesus Yang Sejati (Gereja Sempurna). Tidak ada teguran yang diberikan Yesus kepada jemaat ini. Kita  tentu berharap jemaat di akhir zaman sama dengan kondisi jemaat Filadelfia.

KARAKTER GEREJA SEMPURNA
Ada banyak tantangan dan berbagai pergumulan hidup yang tentu tidaklah mudah, namun dapat kita simpulkan bahwa Pengikut Yesus Yang Sejati memiliki karakter sebagai orang Kristen taat dan tekun dalam melakukan atau menuruti Firman Tuhan sampai Yesus datang (Wahyu 3:10).

JEMAAH IBLIS
Wahyu 3:9 “Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersung-kur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.”

Siapakah yang disebut jemaah iblis dalam ayat ini? Ini adalah orang Yahudi yang tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan; yang hidupnya tidak alami perubahan dan tidak mau bertobat bahkan mereka lebih memilih hidup menuruti hawa nafsu. Disatu sisi mereka bangga sebagai Orang Yahudi yang arti sebenarnya adalah umat yang taat melakukan firman Tuhan, namun kenyataannya mereka cuma pura-pura, penuh kebohongan atau munafik!

Demikian halnya bagi kita, sekalipun menyebut diri Kristen (Kristianos) namun jika dalam prakteknya tidak taat melakukan firman Allah dan bahkan tidak mau bertobat maka sebenarnya kita bukanlah Jemaat Tuhan (Pengikut Yesus Yang Sejati), kita sedang berpura-pura menjadi Kristen sehingga kitapun dapat disebut sebagai Jemaah (umat) Iblis.

AKHIR HIDUP KRISTEN PURA-PURA (Wahyu 3:9)
Bagaimana akhir hidup dari orang Kristen yang pura-pura?
1. Orang Yahudi Secara Jasmani
Kita akan terlebih dahulu melihat apa yang dialami oleh orang Yahudi. Pada akhir zaman Antikristus akan ada yang dilantik dan menjadi penguasa dunia selama 3,5 tahun, dan orang Yahudi masih akan tetap menolak Yesus. Tetapi berdasarkan Wahyu 3:9 tiba saatnya mereka akan tersungkur, mengaku dosa dan mengaku bahwa Yesus ialah Allah. Sebenarnya Yesus sudah menubuatkan hal ini di hadapan orang-orang Yahudi dalam injil Yohanes 5:45.

Yohanes 5:45 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu  menaruh harap.”

Orang Yahudi sangat berharap pada Musa, karena mereka mengira Musa yang akan menolong dan membela mereka, sebab mereka telah menaati Taurat Musa. Sebaliknya pada saat Antikristus berkuasa, Allah akan menghadirkan Musa dan Elia diantara orang-orang Yahudi, bukan untuk membela dan membenarkan orang Yahudi, melainkan mereka akan mendakwa orang Yahudi, karena mereka tetap keras hati dan menolak Yesus (Wahyu 11:1-13). Dalam suatu peristiwa di atas gunung (dimungkinkan gunung Tabor) murid-murid melihat Yesus dalam kemuliaan sedang berbicara dengan Elia dan Musa. Elia mewakili hukum hati nurani yang berlaku dari zaman Adam sampai Musa atau sebelum adanya kitab suci yang memberi pedoman-pedoman kebenaran. Dalam hukum hati nurani kebenaran yang berlaku adalah berdasarkan suara hati namun tidak ada orang yang bisa sempurna dalam mentaati hukum ini sehingga kemudian diberikan hukum Taurat (diwakili oleh Musa). Hal yang sama terjadi, tidak ada seorangpun yang berhasil atau sempurna dalam mentaati hukum Taurat sehingga satu-satunya cara bagi manusia untuk bisa dibenarkan dan diampuni segala dosanya hanya melalui pengorbanan Yesus (Hukum Kasih Karunia).

Ketika kita percaya kepada Yesus maka semua dosa kita diampuni dan jikalau kita taat dalam melakukan Firman Allah (oleh kuasa Roh Kudus) maka kita menjadi sempurna seperti yang Tuhan inginkan. Inilah yang disampaikan oleh Elia dan Musa kepada orang Yahudi di akhir zaman sehingga saat itulah apa yang sudah Yesus nubuatkan digenapi dimana orang Yahudi akan tersungkur, menyesal dan bertobat dan menerima Yesus Tuhan dan Juruselamat. Namun untuk diselamatkan, mereka harus membayar keselamatan itu dengan menjadi syahid. Mereka akan dianiaya oleh Antikristus sampai mati karena mempertahankan iman mereka kepada Yesus.

2. Orang Yahudi Secara Rohani (Orang Kristen tidak sungguh2)
Karena orang Yahudi menolak percaya kepada Yesus maka orang kristen dapat disebut Yahudi secara rohani, yaitu yang bersunat hati (Roma 2:28). Ada dua hal yang akan dialami orang yang mengaku Kristen tapi tidak bertobat dan tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan :

  • Bila ia ingin selamat pada saat Antikristus memerintah di bumi, maka..
  • Ia harus membayarnya dengan cara mati syahid karena Kristus

3. Pengikut Yesus Yang Sejati (Gereja Sempurna)
Karakter orang Kristen (Pengikut Yesus Yang Sejati) adalah menuruti Firman dan tekun menantikan kedatangan Yesus (Wahyu 3:10).

a. Menuruti Firman-Ku
Dalam bahasa inggris “You have kept My Word of patience endurance” artinya orang dengan sungguh berusaha hidup dalam kebenaran. Dalam bahasa Yunani dapat diartikan menjaga dan mengawasi. Artinya terus menjaga langkah hidup kita sesuai atau presisi dengan firman Allah.

b. Tekun Menantikan Aku
Pengikut Yesus Yang Sejati (orang Kristen) akan menjaga, mengawasi hidupnya dengan berpegang kepada firman Allah, bukan hanya disaat tenang dan damai melainkan juga dalam penderitaan. Sebagai contoh kita akan melihat kisah Yakub.

Kejadian 32:24
“Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.”

Dalam pergumulannya untuk menghadapi Esau, Yakub ketakutan dan memilih menyendiri datang mencari hadirat TUHAN. Dalam doanya dia bergulat dengan Seorang Laki-laki (TUHAN sendiri). Kata bergulat disini bukan berarti berkelahi melainkan dalam bahasa Ibrani menggunakan kata HABAQ artinya memeluk dengan erat dan tidak mau melepaskan-Nya. Pangkal pahanya ditekan sampai terpelecok namun Yakub tetap memeluk dan tidak mau melepaskan-Nya. Hasilnya Yakub diberkati, namanya dirubah dari Yakub (Penipu) menjadi Israel. Yakub alami kesakitan tapi dia tetap berpegang pada Allah. Inilah yang Tuhan mau dalam hidup kita Pengikut Yesus Sejati berpegang pada firman Allah walau menderita.

JANJI TUHAN
Janji Tuhan akan digenapi bagi Pengikut Yesus Sejati, (orang Kristen) yang berpegang pada Firman Tuhan dalam menantikan Kedatangan Yesus kedua kali.

Perhatikan Wahyu 3:10b “…maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.”

Yesus akan melindungi pengikut Yesus yang sejati dari masa aniaya yang dilakukan oleh Antikristus, yaitu selama 3,5 tahun. Antikristus akan memerangi orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh dengan cara:

  • Memaksa menyembah Iblis dan Antikristus, Wahyu 13:3,4.
  • Antikristus akan memaksa menyembah patung Antikristus
  • Antikristus akan memaksa untuk menjadi anggota Antikristus, dengan memaksa untuk menerima meterai Antikristus, Wahyu 13:17.

Kalau tidak bertahan, ia akan kehilangan keselamatan sebab namanya dihapus dari Kitab Kehidupan yang ada di tangan Bapa.

CARA YESUS LINDUNGI PENGIKUT YESUS YANG SEJATI (GEREJA SEMPURNA)
Wahyu 8:12 “Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.

Wahyu 8:13 Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: “Celaka, celaka, celakah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.”

Siapakah yang dimaksud burung nasar di sini? Jika kita membaca dalam Matius 24:28  “Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.” Ketika kita menerima perjamuan Tuhan maka kita percaya yang kita terima adalah tubuh dan darah Yesus, layaknya burung nasar yang mengerumuni bangkai demikian kita dengan iman ingin bersekutu dengan Tubuh dan Darah Yesus.

KESIMPULAN
Burung nasar merupakan gambaran orang percaya yang tidak mau dipisahkan dari Yesus, mereka menunjukkannya dalam kesetiaan mentaati Firman Allah. Sebagai Pengikut Yesus Yang Sejati (Gereja Sempurna), kita akan dilindungi oleh Yesus sampai tiba saatnya kita kembali bertemu dengan Dia dalam kemuliaan-Nya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

LEMBAH KEKELAMAN DIPAKAI TUHAN MEMBENTUK UMAT-NYA – oleh Pdt. Ronald E. Mussu dari Jakarta (Ibadah Raya 3 – Minggu, 27 Mei 2018)

MAZMUR 23:1-6

Dalam Mazmur 23, merupakan pengakuan Daud terhadap perbuatan Tuhan dalam hidupnya. Ia ingat bagaimana Tuhan membawa dia dari seorang peternak domba hingga menjadi seorang raja. Daud merasakan bahwa Tuhan seperti seorang gembala yang menuntun dan menyertainya dalam segala situasi, dan Daud katakan bahwa ia tidak kekurangan apa yang baik dari Tuhan. Perhatikan Mazmur 23:1-3, bahwa semua berisi berkat-berkat Tuhan atas umatnya.

Betapa menyenangkan menjadi orang percaya, sebab ada berkat Tuhan yang selalu menyertai. Tetapi perhatikan dalam Mazmur 23:4, bahwa dalam pengiringan akan Tuhan juga ada masalah. Daud mengistilahkan dengan “lembah kekelaman”. Lembah kekelaman adalah tempat yang menakutkan dan menyeramkan bagi domba, artinya lembah kekelaman bukan tempat berkat.

Dalam Filipi 4:12, Rasul Paulus juga mengalami lembah kekelaman, ia menuliskan bahwa ia telah belajar tentang kelimpahan, kekurangan dan penderitaan. Tidak semua berjalan mulus, ada kekurangan dan tantangan. Jika demikian, tidak menutup kemungkinan kita pun akan melewati lembah kekelaman. Apakah tujuan lembah kekelaman?

TUJUAN LEMBAH KEKELAMAN
Tujuan lembah kekelaman adalah:
1. Untuk Merendahkan Hati Seseorang
Contohnya, umat Israel. Dalam Ulangan 8:2 menuliskan bahwa Tuhan membawa umat Israel mengitari pada gurun selama 40 tahun. Tujuannya, agar umat pilihan Allah yang tegar tengkuk memiliki kerendahan hati. Mengapa perlu kerendahan hati? Dalam 2 Taw 26:4, seorang raja yaitu Uzia, ia menjadi seorang yang tinggi hati, sampai meninggalkan Tuhan karena sombong. Manusia sangat rentan dengan dosa kesombongan. Dosa kesombongan merupakan dosa yang tidak nampak. Itu sebabnya Tuhan kadang membawa umatNya yaitu orang percaya ke dalam lembah kekelaman, supaya tetap rendah hati.

Contoh lainya adalah Rasul Paulus. Perhatikan dalam 2 Korintus 12. Meskipun Rasul Paulus seorang yang dipercayakan banyak hal, tetapi Tuhan menjaga hatinya dengan membawa dia dalam lembah kekelaman. Rasul Paulus memberi istilah “duri dalam daging”. Rasul Paulus sudah berdoa agar duri tersebut disingkirkan tetapi tidak terjadi. Itu membuat Rasul sadar, bahwa semua pemberian yang ia terima adalah kasih karunia Allah bukan karena kehebatannya. Lembah kekelaman membuat hati kita terjaga yaitu memiliki hidup yang rendah hati.

2. Lembah Kekelaman Menuntun Agar Kembali kepada Ketetapan-ketetapan Tuhan.
Mazmur 119:67, Daud ungkapkan bahwa lembah kekelaman membawa ia kembai ke rel firman Allah. Tuhan tidak pernah merancangkan hal buruk bagi manusia dengan tujuan agar manusia hidup dalam ketetapanNya. Tetapi Tuhan memakai setiap hal buruk dalam hidup untuk membawa kita kembali ke jalur firman Tuhan.

KESIMPULAN
Allah senang memberkati umat-Nya, tetapi juga membentuk umat-Nya dalam lembah kekelaman supaya hidup dalam kerendahan hati dan hidup dalam ketetapan-ketetapan-Nya. Kita butuh Tuhan dalam hidup ini. Mazmur 23:5,6 – lembah kekelaman bukanlah tempat yang menakutkan bagi orang yang hidup dalam penyertaan Tuhan. Raja Daud sadar akan keberadaan Tuhan, membuat ia berani melewati lembah kekelaman. Segala perkara dapat ditanggung dalam Yesus. Hanya Yesus yang sanggup menolong. Yesaya 41:10 – ada Tuhan yang menyertai. Ketakutan dan kebimbangan tidak berkuasa atas seseorang yang hidup dalam penyertaan Tuhan. Jika saat ini kita berada dalam lembah kekelaman, jangan takut dan bimbang. Tuhan ingin memproses kita sehingga kita manjadi rendah hati dan hidup dalam firman Allah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KEHADIRAN TUHAN SUMBER KEMENANGAN DAN SUKACITA-oleh Pdt. Ronald E. Mussu dari Jakarta (Ibadah Raya 2 – Minggu, 27 Mei 2018)

Mazmur 40:6

Dalam Mazmur 40, Daud menyampaikan bahwa banyak yang Tuhan sudah buat dalam hidupnya, bahkan terlalu besar jumlahnya untuk dihitung. Oleh sebab itu, Daud tidak dapat mensejajarkan Tuhan dengan apapun yang ada dalam dunia ini. Termasuk tokoh-tokoh hebat yang ada di dunia sebab meskipun begitu hebatnya mereka, ketika mereka meninggal, mereka tidak akan bangkit menembus maut seperti Yesus yang bangkit pada hari yang ketiga dan menang atas maut. Yesuslah Allah kita.

SEPERTI APAKAH ALLAH KITA?

  • Dia Allah yang Mahakuasa (Omnipotent)
    Kemaha-kuasaanNya dinyatakan dalam penciptaan-Nya. Allah mengatur segala ciptaan dengan posisi dan waktu yang tepat. Tidak ada yang saling berbenturan atau bertentangan.
  • Dia Allah yang Mahahadir (Omnipresent)
    Allah dapat hadir di manapun, meskipun ibadah diadakan pada tempat berbeda dengan jam yang sama, Allah sanggup ada disana karena IA maha hadir.
  • Dia Allah yang Mahatahu (Omniscience)
    Allah mengetahui segala sesuatu termasuk hal-hal tersebunyi dalam hidup ini
  • Dia Allah yang kekal tidak dapat ditukar dengan apapun. Jadi tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Tuhan

Dalam Mazmur 39, menuliskan bagaimana Daud alami kemenangan bersama Tuhan, yaitu:
a. MAZMUR 39:2 – MENANG DARI GODAAN UNTUK BERBUAT DOSA
Daud sadar bahwa ada banyak pengaruh yang membuat ia tergoda berbuat dosa. Dalam perjalanan kehidupan ini, ada berapa banyak pengaruh iblis yang menyeret seseorang untuk berdosa. Orang disekitar tidak tahu akan hal itu tetapi Tuhan maha tahu sebab IA maha hadir. Khusus dalam ayat 2 ini, dosa yang Daud ingin hindari adalah dosa perkataan. Karena hidup dan mati dikuasai oleh lidah (Amsal 18:21). Contoh 12 pengintai yang diutus Musa, 10 pengintai mengucapkan hal-hal yang melemahkan orang Israel sedang 2 orang pengintai mengucapkan perkataan yang membangun orang Israel. Perkataan sangat berpengaruh bagi diri kita dan orang lain, sebab itu ucapkan perkataan yang bermanfaat.

b. MAZMUR 39: 3 – MENANG ATAS TANTANGAN HIDUP
Dalam kehidupan ini ada banyak tantangan dan pergumulan. Semua manusia pasti melewati masalah karena dunia adalah lembah air mata. Daud ungkapkan bagaimana keluh kesah membuat ia semakin tertekan. Dalam 1 Samuel 30, Daud hadapi tantangan karena kota Ziklag dibakar dan semua orang yang ada di Ziklag dibawa untuk ditawan termasuk istri dan anak-anak Daud. Akibatnya, semua orang yang bersama Daud menangis sampai tidak kuat menangis. Dalam kondisi demikian Daud justru semakin menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Alhasil Tuhan menolongnya,sebab itu taruhlah pegharapan kita kepada Tuhan bukan mengeluhkan tantangan.

c. Mazmur 39:5, MENANG ATAS KESEMPATAN
Setiap orang dipercayakan waktu untuk mengerjakan banyak kesempatan. Kadang kala kesempatan berlalu begitu saja karena diri kita yang membatasi. Dalam Efesus 5:16, menuliskan bahwa kita harusnya hidup seperti orang arif yaitu mempergunakan waktu dengan baik bagi Tuhan.

Semua kemenangan demi kemenangan yang Daud peroleh adalah karena ia hidup bersama Tuhan. Tuhan menggantikan kesusahan Daud dengan nyanyian baru yaitu sukacita (Mazmur 40,41). Dalam kehidupan ini banyak pergumulan hidup yang harus kita lewati. Tidak dapat dipungkiri, kadang kala ingin menyerah. Tapi contohilah Daud, saat tantangan datang ia semakin dekat dengan Tuhan. Sehingga, lewat kesaksian hidup kita, ada banyak orang percaya kepada Tuhan. Kiranya sukacita Allah juga menjadi bagian kita karena kemenangan yang diperbuat Allah atas hidup kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERLINDUNGAN TUHAN ATAS UMAT-NYA – oleh Pdt. Ronald E. Mussu dari Jakarta (Ibadah Raya 1 – Minggu, 27 Mei 2018)

WAHYU 3:10 

Kitab Wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes tentang kebenaran. Saat itu ia diasingkan ke pulau Patmos, tetapi dalam kondisi yang sukar tersebut, Rasul Yohanes menemukan kebenaran firman Allah untuk jemaat di Asia kecil. Kebenaran dalam Wahyu 3:10 untuk jemaat Filadelfia, juga berlaku bagi gereja masa kini. Bahwa pencobaan akan menimpa semua orang yang hidup di bumi. Dalam Matius 24, secara umum Yesus menyampaikan tentang tanda-tanda apa yang akan terjadi di akhir zaman menjelang kedatangan Tuhan, yaitu akan ada penyesatan; perang; aniyaya; serta kasih yang semakin dingin. Dan semua itu sedang terjadi di hari-hari ini. Dalam 2 Timotius 3:1 – akan datang masa yang sukar menjelang kedatangan Tuhan. Manusia akan mencintai diri sendiri; hamba uang dan lain-lain. Dan apa yang tertulis dalam alkitab pasti digenapi. Melihat kondisi akhir zaman menjadi tantangan bagi gereja Tuhan di akhir zaman dan kekuatan manusia tidak sanggup menanggung (tidak seberapa) situasi akhir zaman (Wahyu 3:10). Tetapi ada Tuhan yang menjadi jaminan perlindungan bagi umat-Nya. Kepada siapa perlindungan Tuhan dinyatakan?

PERLINDUNGAN TUHAN
a .
BAGI ORANG YANG MENURUTI FIRMAN TUHAN – Wahyu 3:10
Penyertaan dan perlindungan Tuhan disediakan bagi mereka yang MENURUTI FIRMAN. Perlindungan Tuhan bukan hanya tersedia pada situasi-situasi mencekam, tetapi perlindungan Tuhan juga tersedia dalam hal-hal yang tampaknya sederhana. Yesaya 33:15,16 – Tuhan melindungi mereka yang hidup dalam Firman Tuhan. Ditempatkan seperti di atas bukit batu, karena mereka hidup dalam Firman Tuhan. Firman Tuhan harus ditaati, sebab firman Tuhan kadang kala tidak dapat dimengerti dengan logika manusia. Seperti peristiwa hancurnya tembok Yeriko, secara pikiran manusia tembok Yeriko tidak mungkin hancur karena Israel berkeliling dan bersorak. Tetapi ketika bangsa Israel taat maka mereka menang.

b. BAGI ORANG YANG TIDAK MENYANGKAL NAMA YESUS- Wahyu 10:8
Nama Tuhan yaitu nama Tuhan Yesus menjadi pegangan dalam kehidupan. Karena nama Tuhan Yesus sanggup menyelamatkan (Kisah para rasul 4:12), tidak ada nama lain yang sanggup menyelamatkan, hanya nama Yesus. Oleh sebab itu jangan pernah menyangkal nama Yesus. Mazmur 20:2 – Nama Tuhan menjadi perlindungan. Amsal 18:10 – Nama Tuhan menara yang kuat.

c. BAGI ORANG YANG HATINYA MELEKAT KEPADA TUHAN – Mazmur 91:14
Melekat dihadapan Tuhan adalah kerinduan Tuhan atas umat-Nya. Orang yang hatinya melekat pada Tuhan, ia akan melihat Allah menyatakan diri lewat perlindungan-Nya. Yesaya 41:10 – Perlindungan Tuhan akan meneguhkan, menolong dan membawa kepada kemenangan. Contoh: Elia saat menghadapi Izebel. Orang yang melekat kepada Tuhan, akan menikmati jaminan Tuhan karena semua ada dalam kontrol Tuhan.

KESIMPULAN
Tuhan melindungi dan menyertai orang yang hidup dalam firman, mereka melekat pada Tuhan serta berpegang pada nama Tuhan. Didalam Yesus ada jaminan dan mereka yang hidup dalam jaminan Tuhan akan mengalami kemenangan demi kemenangan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HARI RAYA PENTAKOSTA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 20 Mei 2018)

Kisah Para Rasul 2:1-11

PENDAHULUAN
Hanya ada satu kisah yang menuliskan tentang Pentakosta. Berbeda dengan kisah Natal dan Paskah. Kisah tentang Pentakosta hanya tercatat dalam Kisah Para Rasul 2:1-11. Sesungguhnya ada 3 hari raya besar yang harus dirayakan oleh bangsa Israel, antara lain:

  • Hari Raya: Paskah, di Alkitab disebut sebagai hari raya roti tidak beragi.
  • Hari Raya: Pentakosta
  • Hari Raya: Pondok Daun

Perhatikan Tabel!

Dijelaskan dalam tabel bahwa segala tipologi dalam perjanjian lama sudah digenapi dalam perjanjian baru, yaitu sebagai berikut:

Sebagai orang percaya kita perlu mengetahui maksud ketiga hari raya tersebut. Namun khusus saat ini, akan berfokus pada hari raya ke-2, yaitu HARI RAYA PENTAKOSTA.

PENGGENAPAN HARI RAYA PENTAKOSTA, Kisah Para Rasul 2:1-11
Dalam Kisah Para Rasul 2:1-11, menuliskan bahwa orang Yahudi berkumpul merayakan Sukot (Pentakosta) di Bait Allah. Sedangkan murid-murid merayakan Pentakosta di kamar loteng, di kota Yerusalem. Menurut Kisah Para Rasul 2:2, ketika mereka berkumpul, mereka seperti mendengar bunyi  tiupan angin yang besar. Kisah Para Rasul 2:3, mereka melihat seperti lidah-lidah api hinggap di atas kepala mereka. Dan Kisah Para Rasul 2:4, murid-murid penuh Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa lain (Bahasa Roh).

Timbul beberapa pertanyaan, yaitu mengapa Allah bertindak demikian kepada para murid di loteng Yerusalem? Apakah tujuan Tuhan memenuhi orang percaya dengan Roh Kudus? Apa mereka sekedar  berkata-kata dengan Bahasa Roh (Glosolalia)? Apakah tujuan Pentakosta?

Perlu diketahui bahwa Roh Kudus dicurahkan bukan sekedar untuk berkata-kata dalam Bahasa Roh atau (Glosolalia). Dalam Kisah Para Rasul 1:8, tujuan dipenuhi Roh Kudus adalah untuk menjadi SAKSI-KU (Yesus) di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Jadi Yesus karuniakan Roh Kudus bukan cuma untuk berglosolalia semata atau berkata-kata Bahasa Roh. Jika ada yang berpendapat bahwa Bahasa Roh adalah tanda mutlak (terekspresi) dalam orang yang penuh Roh Kudus, itu benar 100%. Tetapi yang menjadi tujuan utama murid-murid dipenuhi Roh Kudus (diberi KUASA) adalah untuk menjadi saksi Kristus .

MENJADI SAKSI KRISTUS
Murid-murid dipanggil, dipilih dan diselamatkan untuk jadi saksi Kristus dalam keluarga, masyarakat dan dimana saja kita berada. Sebagai bukti Kisah Para Rasul 2:6 “Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.” Orang-orang Yahudi perantauan yang datang dari luar negeri untuk merayakan Pentakosta di Yerusalem berkerumun di sekitar tempat murid-murid berdoa. Kisah Para Rasul 2:9, mereka menjadi bingung dan terheran-heran ketika mereka mendengar murid-murid berdoa dengan bahasa-bahasa mereka yaitu bahasa orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,  Frigia dan Pamfilia, Mesir, Libia, pendatang-pendatang dari Roma, orang Yahudi, orang Kreta dan orang Arab. Padahal murid-murid adalah orang Galilea yang tidak berpendidikan, apalagi belajar bahasa asing.

Jadi ketika umat Israel yang datang merayakan Hari Pentakosta melihat dan mendengar perkataan para murid, mereka tercengang. Sebab mereka mendengar murid-murid berdoa dan dalam doa murid-murid menceritakan:

PERBUATAN ALLAH YANG BESAR
Perbuatan Allah yang besar yaitu tentang Yesus, yang adalah Allah, rela menjadi manusia; mengorbankan diri-Nya di Salib sehingga setiap orang yang percaya diampuni dosanya dan diselamatkan.

Hasilnya:

  • Dalam waktu singkat, 3.000 jiwa bertobat dan diselamatkan – Kisah Para Rasul 2:41
  • Jemaat hidup sesuai dengan doktrin (ajaran) rasul-rasul (Firman Allah) – Kisah Para Rasul 2:42
  • Jemaat alami mujizat dan tanda ajaib dinyatakan dalam jemaat – Kisah Para Rasul 2:43
  • Jemaat bersatu, tak ada roh perpecahan (blok-blokan) – Kisah Para Rasul 2:44
  • Jemaat saling bantu dan mengasihi menolong yang kurang dan lemah – Kisah Para Rasul 2:45
  • Jemaat disukai masyarakat, dan menjadi daya tarik bagi jiwa baru – Kisah Para Rasul 2:47

 Semua itu terjadi karena kuasa Roh Kudus, dan ketika orang-orang Yahudi mendengar murid-murid berdoa dalam kuasa Roh Kudus, muncul berbagai komentar:
1. Kagum, tetapi tidak mengerti
Kisah Para Rasul 2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?”

 2. Mengolok-olok
Kisah Para Rasul 2:13 “Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”
Ada yang memandang kepenuhan Roh Kudus dengan pandangan sinis dan mengolok-olok.

Melihat kondisi tersebut maka Petrus berdiri dan berkhotbah, Kisah Para Rasul 2:14-40. Petrus menjelaskan tentang apa yang pernah dinubuatkan oleh Daud, bahwa Tuhan akan mendudukkan seorang keturunan Daud yang akan meneruskan tahta Daud sebagai raja. Saat itu Daud menerima visi dari Tuhan bahwa Mesias akan dibangkitkan. Itu nyata dari ucapan Daud bahwa Yesus tidak ditinggalkan didalam dunia orang mati dan tubuh Yesus tidak mengalami kebinasaan melainkan  bangkit dan hidup kembali. Lalu di ayat 32, 33 – Petrus dan semua yang penuh Roh Kudus adalah saksi kebangkitan Yesus dan pada saat Yesus diangkat ke sorga, Yesus menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu. Apa maksudnya Yesus menerima Roh Kudus?

Yesus diurapi menjadi Mesias yaitu saat dibaptis, tetapi pada saat Yesus diangkat ke sorga,  Yesus dilantik sebagai Imam, Nabi dan Raja, inilah saat dimana Yesus ditahbiskan. Jadi saat itulah Yesus dilantik di Sorga dan di Bumi. Maka bila iblis menuduh orang percaya, Yesus sebagai imam membela umatnya dari tuduhan iblis.

Apakah Hubungan antara Pelantikan Yesus dan Orang Percaya Penuh Roh Kudus?
Dalam Efesus 5:30, menjelaskan bahwa Kristus adalah kepala dan orang percaya adalah tubuh Kristus. Secara logika firman dalam perjanjian lama mengatakan seorang imam harus diurapi. Jadi minyak seorang imam yang diurapi di atas kepalanya pasti juga akan mengalir ke tubuhnya. Demikian pula minyak yang dituangkan ke kepala Kristus sebagai imam besar akan mengalir sampai kepada tubuh-Nya yaitu Gereja Tuhan. Itulah saat Pentakosta, dimana minyak dituangkan. Mazmur 133:1,2 – Perhimpunan jemaat yang sehati, sejiwa akan mendatangkan berkat.

MENGAPA KITA TURUT DIURAPI?
Roh Kudus adalah KUASA, kalau Yesus sebagai Kepala berkuasa, maka seluruh orang percaya, sebagai bagian Tubuh Kristus turut berkuasa. Kalau kepala memerintah, seluruh tubuh turut memerintah. Layaknya kepala dan anggota tubuh saling berkaitan, jika tidak maka stroke karena tidak ada hubungan. Kita harus bangun hubungan yang intim dengan Yesus sebagai Kepala. Efesus 4:16 “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Dengan mengerti Efesus 4:16, kita akan mengerti makna Mazmur 108:13, jadi apapun yang kita alami dalam dunia ini mampu diatasi karena kuasa itu sudah ada didalam diri kita. Minta Roh Kudus dan jadilah gereja yang dewasa. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN seri 4 – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 13 Mei 2018)

I KORINTUS 15 : 58
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”

Rasul Paulus sedang berbicara tentang bagaimana kita memiliki prinsip hidup yang berkemenangan dalam pengiringan kita kepada Tuhan. Semua hal yang harus dikerjakan untuk memperoleh kemenangan, Alkitab sudah memberitahukan semua, tinggal bagaimana kita bersikap dan bertindak dengan benar.

Dijelaskan dalam  I Korintus 15:58 – bahwa ada tujuh prinsip hidup berkemengan. Perhatikan kalimat yang digarisbawahi. “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”

Yang pertama adalah “Kasih” dua kali sudah dibahas tentang Kasih. Yang ke-2 “berdirilah teguh”, inipun sudah dibahas.  Jadi sudah ada tiga bahasan, dan sekarang bahasan yang ke-4.

JANGAN GOYAH
Inilah pokok bahasan ke-4 yang akan kita pelajari bersama.  Untuk kita kuat dan tidak goyah, diperlukan stamina rohani yang kuat, karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Selain dari stamina rohani yang kuat, diperlukan juga “Komitmen” untuk tidak mudah digoyahkan oleh  keadaan,  pendapat orang tentang kita, dan ajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan. Keadaan atau situasi yang sulit dapat menggoyahkan iman kita, pendapat orang yang cenderung menghakimi kita juga dapat membuat iman seseorang menjadi goyah, dan yang saat ini sedang marak adalah ajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan ini paling sering membuat orang jadi ragu dan hilang kepercayaannya kepada Tuhan.

Secara umun ada tiga unsur kehidupan manusia yang menjadi sasaran Iblis untuk menggoyahkan iman orang percaya, tiga unsur tersebut meliputi:  Tubuh, Jiwa, dan Roh manusia.  Apa dan bagaimana cara Iblis menggoyahkan ke tiga unsur tersebut ?

I. SISI JASMANI
Kita dapat belajar dari apa yang pernah dihadapi Tuhan Yesus tentang hal ini. Peristiwanya ditulis dalam Matius 4:1- 11.  Pada ayat 1-2 – Oleh Roh Allah Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai Iblis, setelah berpuasa 40 hari dan 40 malam. Iblis datang dan mencobai Yesus melalui unsur kebutuhan jasmaniNya.

Matius 4:3 – “Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “ Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti“

Roti adalah makanan, yang merupakan kebutuhan jasmani/tubuh. Sepintas anjuran dan permintaan Iblis tidak ada salahnya dengan apa yang dimintakan Iblis untuk Yesus kerjakan, karena Iblis tahu benar bahwa Yesus memiliki kuasa untuk melakukannya. Tetapi anjuran Iblis itu memiliki tujuan untuk menggoyahkan komitmen Yesus agar keluar dari kehendak Bapa. Jika Yesus mengubahkan batu menjadi roti, maka Yesus sudah menyalahgunakan kuasa-Nya diluar tujuan dan kehendak Bapa di Sorga, dan jika itu dikerjakan maka Yesus menjadi sama dengan Hawa yang menuruti anjuran Iblis dari pada tetap berkomitmen pada perintah Allah. Pola yang sama Iblis akan terapkan juga kepada semua orang percaya, tidak sedikit yang goyah bahkan gugur imannya, karena godaan kebutuhan jasmani. Iblis akan pengaruhi pikiran kita untuk gunakan hak kita (pedang kekuasaan yang Tuhan berikan kepada kita yaitu hak kita untuk bertindak) untuk mendapatkan yang kita butuhkan meski itu bertentangan dengan kehendak Tuhan.

DARI BATU MENJADI ROTI
Roti tidak berasal dari batu, tetapi Iblis ingin batu itu menjadi roti. Apa maksudnya? Iblis mau kita berbuat ilegal, dengan cara yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, untuk mendapatkan makanan jasmani. Sebagai pengikut Tuhan yang sejati, apapun yang terjadi mengenai kebutuhan jasmani kita, tetaplah kokoh dengan cara dan aturan Tuhan. Jangan sampai digoyahkan oleh godaan Iblis untuk mendapatkan dengan mudah, tetapi melanggar firman Tuhan. Bagaimana Tuhan mengatasiNya ?

Matius 4:4 – Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis; Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan menjawab dengan berpegang kepada firman Allah, sebagai sumber kehidupan yang sejati, karena semua alam ciptaan Tuhan yang sudah tertulis dalam kitab Kejadian, termasuk makanan, asalnya dari firman Tuhan, bukan dari bebatuan. Kalimat “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi “dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Ini juga berbicara tentang dua jenis makanan.
1). Makanan jasmani.
Makanan jasmani ( Roti, nasi, dll ) hanya dapat mempertahankan hidup manusia selama 70-80 th (Maz 90:10). Sesudah itu manusia mati.

2). Makanan Rohani.
Makanan ini adalah firman Tuhan, makanan inilah yang dapat menghidupi manusia sampai kekal.

Yohanes 6:27 – “Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu, sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”   Dari jawaban Yesus ini dapat kita simpulkan, bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita yang menyangkut hal jasmani, tetaplah berpegang dan jangan keluar dari aturan firman Tuhan.  Jangan sampai iman kita digoyahkan dengan mengejar dan mengutamakan perkara jasmani yang sementara, sehingga kita justru kehilangan hal yang kekal.

Kita dapat melihat beberapa contoh dalam alkitab :

  • HAWA – Hawa jatuh dalam dosa karena makanan yaitu memakan pohon pengetahuan baik dan jahat yang dilarang Tuhan.
  • ESAU – Esau kehilangan hak kesulungannya yang istimewa sebagai waris kasih karunia Allah yang harusnya diturunkan kepadanya hilang berpindah tangan gara-gara nafsunya (rasa lapar) akan makanan kacang merah yang dimasak Yakub adiknya.
  • RAJA SAUL – Ia ditolak Tuhan dari kedudukannya sebagai Raja Israel karena melanggar firman Tuhan dengan menyisakan lembu domba yang gemuk-gemuk yang seharusnya dimusnahkan saat Ia beperang dengan Amalek.
  • YUDAS ISKARIOT – Karena tamak akan uang yang selalu berhubungan dengan kebutuhan jasmani, Yudas sampai menjual Tuhan dan gurunya sendiri.
  • ANANIAS dan SAFIRA, Roh Kudus tidak memberi kesempatan kepada mereka karena keduanya langsung tewas di hadapan jemaat, akibat berdusta tentang uang persembahan yang dibawa kepada Tuhan lewas Rasul Petrus. Karena kebutuhan jasmani, iblis membuat mereka kukuh dan berdusta kepada Tuhan.

II. SISI JIWANI
Matius 4:5,6 – “Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bumbungan Bait Allah, Lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan  malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Iblis menempatkan Yesus dibumbungan Bait Allah. Rupanya Iblis dapat mengkondisikan siapa saja untuk mengoyahkan iman orang percaya, demikian juga Yesus dikondisikan Iblis dengan ditempatkan dibumbungan Bait Allah. Apa tujuan Iblis, membawa Yesus naik kemudian disuruh menjatuhkan Diri-Nya ke bawah?  Iblis ingin menggoyahkan sisi jiwa Yesus agar meninggikan diri-Nya, bahwa Ia juga memiliki jaminan dan kuasa seperti yang tertulis dalam firman Tuhan yang dikutip oleh Iblis (Maz. 91 : 11,12).

Tidak sedikit orang percaya yang kehilangan loyalitasnya kepada Tuhan dan gerejanya dengan mencoba membuktikan dirinya bahwa ia mampu. Iblis menggunakan firman Tuhan, untuk mencoba menggoyahkan sisi jiwa Yesus untuk terjerat kepada roh kesombongan, dengan menolak otoritas Bapa-Nya di Sorga. Bagaimana Tuhan mengatasinya ?

Matius 4:7 – “Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.”
Ini menunjukkan bahwa keseluruhan Alkitab merupakan penuntun dan landasan bagi iman.  Jangan menggunakan dasar firman Tuhan untuk melakukan tindakan yang menyimpang dari tujuan yang sebenarnya. Tindakan pongah/sombong dengan melakukan diluar tujuan yang sebenarnya dari firman itu adalah tindakan mencobai Allah. Dan inilah roh Iblis yaitu kesombongan dan pemberontakan.

III. SISI ROHANI
Matius 4:8-9 – Iblis membawa Yesus ke atas gunung, memperlihatkan semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Kemudian ditawarkan kepada Yesus, dengan satu syarat yaitu menyembah Iblis. Sasaran Iblis menyerang sisi roh adalah menggoyahkan komitmen kita untuk menyembah Tuhan beralih kepada Iblis.

Tawaran yang disodorkan adalah kekayaan duniawi, kedudukan atau jabatan, serta kekuasaan. Tidak sedikit yang terjerat hal ini, bukan hanya goyah imannya tetapi meninggalkan Tuhan dan menjadi hamba Iblis. Bagaimana Tuhan mengatasinya?

Matius 4:10- “Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”  Menghadapi hal ini Tuhan tegas dengan mengusir Iblis dari hadapan-Nya. Kalau sudah berbicara tentang penyembahan kita harus tegas menolak untuk menyembah apapun, selain Tuhan Yesus karena hanya Dialah yang patut kita sembah. Mencuri kemuliaan dan hormat bagi Tuhan untuk dirinya sendiri adalah termasuk dosa stadium roh.  Kalimat “Menyembah dan Berbakti” adalah dua hal yang saling berkaitan. Karena hanya orang yang berbakti dengan sungguh-sungguhlah yang dapat menyembah Tuhan dengan tulus. Penyembah-penyembah Tuhan yang sejati, akan terlihat dalam ketaatannya untuk beribadah.

Apa kunci kemenangan kemanusiaan Yesus terhadap semua serangan Iblis yang mau menggoyahkan-Nya? Hidup-Nya senantiasa dipenuhi Roh Kudus.  Hal yang sama juga kita perlukan untuk kita juga menang tidak tergoyahkan menghadapi godaan dan serangan Iblis,  oleh kuasa Roh Kudus. Mintalah Roh Kudus untuk memenuhi kehidupan kita, karena Roh Kudus sudah dijanjikan untuk setiap orang percaya untuk menang dan tak tergoyahkan dalam iman.

Posted in Uncategorized | Leave a comment