EKKLESIA = JEMAAT – KU, oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 11 September 2016 )

Jemaat yang hadir dalam gereja punya banyak pandangan terhadap “Gereja.”  Namun dapat kita kategorikan dalam beberapa bagian :

  • Gereja seperti pompa bensin. Jemaat melihat bahwa hidup mereka seperti mobil yang dipakai buat beraktivitas sepanjang minggu dan hari Minggu adalah hari dimana ‘mobil’ mereka perlu diisi kembali supaya dapat melanjutkan aktifitas dan tetap semangat menjalani kehidupan.
  • Gereja seperti hypermarket. Jemaat melihat bahwa gereja dapat memenuhi semua kebutuhan mereka, dari sejak anak dalam kandungan, sampai kepada lanjut usia bahkan sampai pada kematianpun, gereja berusaha memenuhi semua kebutuhan jemaat. Jemaat pun dapat beribadah dengan tenang sebab semua kebutuhan mereka terjamin.
  • Gereja seperti kapal pesiar. Jemaat hadir karena di gereja mereka merasa terhibur. Dari gedung yang ber ‘AC’, Pemimpin pujian dan musik yang bagus sampai pengkhotbah yang menarik dan menghibur hati.

Semua ini tidaklah salah sampai kita berpikir bahwa inilah tujuan kita sebagai jemaat. Jika Jemaat hanya seperti yang disebutkan di atas, maka kita sudah terjebak dalam roh konsumerisme. Jemaat yang tahunya hanya menerima dan tidak pernah mau menjalankan misi-Nya Tuhan, mengapa IA mendirikan jemaat-Nya. Apa tujuan-Nya Yesus, ketika Ia berkata diatas batu karang ‘Petra’ ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku.

EKKLESIA

Adalah JEMAAT/GEREJA, MATIUS 16:13-19

Ay. 17…sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

  • Kata yang dipakai dari kata ‘menyatakan’ ini dalam bahasa Yunani adalah Apokalupto = Pewahyuan= (Ing) Reveal. Menurut Matius 11:25 = Bukan dengan Akal budi. Akal budi kita tidak mungkin dapat mengerti pikiran dan tindakan Allah yang sempurna itu.
  • 18, Bukan di atas Petrus (Yun : Petros), tetapi di atas batu karang (Yun. Petra) pengakuan Petrus bahwa Yesus ada Mesias, anak Allah yang hidup. Diatas dasar yang kokoh inilah Yesus akan mendirikan jemaat-Nya dan alam maut tidak akan menguasainya / mengalahkannya.
  • Aku akan mendirikan “Jemaat-Ku” (Yun. Ekklesia). Kata ini adalah sebuah istilah yang sudah dikenal saat itu. Istilah ini bukan menunjuk kepada Gereja dalam arti bangunan fisiknya tetapi kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar…
  • Ekklesia artinya dipanggil keluar (ek= keluar; klesia dari kata kaleo= memanggil)
  • Kata Ekklesia ini adalah istilah yang biasa dipakai untuk menyebutkan sekumpulan orang yang dipanggil keluar untuk bersidang menentukan nasib kota tersebut dan apa yang akan dilakukan untuk memperluas pengaruh dari kota tersebut ke wilayah-wilayah lainnya. Ekklesia ini disebut juga Dewan Kota / Dewan Penasehat Raja.
  • Kumpulan orang yang dipanggil keluar ini untuk bersidang, bertanggung jawab menentukan kebijakan perang, strategi militer, perluasan wilayah kerajaan melalui perang. Dewan kota/Ekklesia/Jemaat-Ku berkumpul untuk memilih Strategoi (Jendral / Apostolos / Rasul), mengutusnya untuk merebut dan menguasai kota-kota lainnya. (Inilah yang dilakukan oleh Para Rasul, diutus sebagai pemberita Injil sampai memenangkan kota-kota lainnya bagi Kerajaan Sorga).
  • Yesus mendirikan *Ekklesia-Nya, tinggal bersama *Ekklesia-Nya, memerintah bersama *Ekklesia-Nya untuk memperluas kerajaan-Nya di bumi ini (*baca: Jemaat)

Ay. 18… Alam maut (Gates of Hades) tidak akan menguasainya (Tidak dapat menggagalkannya).

Roma 8:35  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Roma 8:38-39~ Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Ay. 19,  Kepadamu akan Kuberikan kunci (the Keys) Kerajaan Sorga.

  • Inilah Kunci-kunci yang diberikan kepada ‘Ekklesia’ – Nya untuk dipakai memperluas Kerajaan-Nya di bumi ini. Ini adalah kunci-kunci semua pelayanan untuk mendobrak pintu gerbang kerajaan kegelapan, melepaskan jiwa-jiwa dari kuasa kegelapan, dan membawa mereka masuk dalam kerajaan Allah.
  • Inilah pelayanan Kesembuhan, Mujizat, Mengusir Setan seperti yang diberikan kepada orang-orang percaya dalam Markus 16:18-19.
  • Inilah Jemaat (Ekklesia) yang Yesus dirikan. Bukan Jemaat (Ekklesia) yang pasif, tetapi aktif menyerang pintu gerbang kuasa kegelapan, mengalahkannya, merebut jiwa-jiwa dan membawanya masuk dalam Kerajaan Allah. Inilah Jemaat (Ekklesia) yang Yesus dirikan. Di tahun Penginjilan ini, marilah persiapkan diri kita menjadi ‘Ekklesia’-Nya. Dipanggil keluar dari kerajaan gelap, menjadi tempat kediaman-Nya, memerintah bersama-Nya dan memperluas kerajaan-Nya di bumi ini. Datanglah kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu, dibumi seperti di surga.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kemah Suci Rancangan Allah – oleh Pdm. Melky Mokodongan (Ibadah Raya 1 – Minggu, 11 Sep 2016)

Keluaran 26:1-37

 

Pendahuluan

Dalam pembangunan Kemah Suci Perjanjian Lama, kita mengetahui bahwa Kemah Suci dibangun atas kehendak atau rancangan Tuhan bagi orang Israel, Keluaran 25:8,9.  Itu sebabnya kita perhatikan di pasal 26 ini, ada pengarahan yang sangat jelas atau petunjuk yang secara detail diberikan Allah kepada Musa untuk dikerjakan.

Dalam rancangan Allah untuk pembangunan Kemah Suci ini, Allah tidak mau hanya sekedar dibangun, tetapi Allah ingin orang-orang yang mengerjakan ini adalah orang-orang yang khusus atau yang ahli di bidangnya untuk membangun (ay. 31). Semua yang dibangun harus sesuai polanya Tuhan atau dengan kata lain mengikuti rancangan Allah, keinginan serta kemauan Tuhan.

Juga harus diperhatikan bahwa atas aturan atau rancangan Allah ada banyak hal yang dibutuhkan dalam membangun Kemah Suci. Contoh di ayat 1, 7, 14.

  • Sepuluh tenda (ay. 1), terbuat dari lenan halus, kain ungu tua dan muda juga kain kirmizi, dll.
  • Membuat atap tenda (ay. 7), atapnya terbuat dari bulu kambing
  • Membuat tudung (ay. 14), kulit domba jantan

Dari semua hal-hal yang dibutuhkan itu, tujuannya agar pembangunan Kemah Suci dapat terbangun sesuai rancangan Tuhan dan menjadi satu Kemah Suci, ay 6.

Kira-kira apakah hal yang dapat kita pelajari?

Kita adalah Kemah-Nya atau Gereja Tuhan. Kita harus mengerti bahwa:

  1. Allah Mau Tinggal di dalam Kita.

Dari pembangunan Kemah Suci ini jelas sekali agar Allah dapat berdiam didalamnya (baca kel 25:8). Kata ‘Diam’ bahasa Ibraninya ‘Shakan’ artinya ‘Tinggal atau Bersemayam’. Terjemahan yang lain artinya tempat tinggal.

Kita bersyukur, ternyata Allah mau membangun hidup kita untuk menjadi Bait-Nya agar Tuhan yang besar dan penuh kasih ini dapat tinggal dan berdiam di dalam kita.

1 Kor 3:16 ~ berkata, tidak tahukah kamu bahwa hidupmu adalah Bait Allah, dan Allah berdiam atau tinggal di dalam kamu.

Persoalannya adalah siapakah, dan apakah yang berdiam di dalam kita? Apakah Allah atau bukan? Kalau bukan Allah, mengapa? Karena kita tidak mau masuk dalam rancangan Tuhan.  Padahal tujuan Allah adalah Ia ingin tinggal dalam hidup kita agar…

  • Allah terhubung dengan kita (Yoh 15:4, ibaratnya seperti ranting terkonek dengan pokoknya).
  • Agar Manusia Mengerti atau Memahami Kehendak Allah (Yoh 15:5 orang yang hidupnya tanpa ada Yesus, dia tidak mengerti dan memahami apa-apa).
  • Supaya kita Dekat dengan Allah.

Pastikanlah  Tuhan sendiri yang berdiam dalam kita, sehingga rancanganNYA digenapi dalam kita.

  1. Tuhan Sumber Rancangan

Kemah Suci dibangun,  Tuhan adalah sumber rancangan-NYA, Kel 25:9. Dengan lain kata bahwa, bukan dari manusia rancangan itu datang.  Tidak ada aturan atau rancangan dari manusia dalam pembangunan Kemah Suci.

Begitu juga dengan hidup kita. Ketika hidup kita menjadi lebih baik atau menjadi lebih berarti dan memiliki pengharapan yang pasti, ini karena Tuhan sebagai satu-satunya sumber kehidupan kita yang melakukannya. Pastikan hidup kita adalah hasil dari rancangan Tuhan bukan karena kepandaian kita.  Kalau kita memakai cara kita sendiri maka kita akan gagal dan sia-sia, 1 Kor 3:20.

Apa rancanganNYA bagi kita?

  • Rancangan Damai Sejahtera, Yeremia 29:11
  • Keamanan atau keselamatan.
  • Masa depan yang pasti.

Demikian keselamatan yang kita peroleh melalui Yesus kristus. Itu semua datang atau bersumber dari rancangan Allah. Allah tidak pernah merancangkan kebinasaan untuk kita, tetapi kalau sampai ada diantara kita yang binasa itu karena rancangan kita sendiri.

  1. Ukuran dan Pilihan Tuhan

Pembangunan Kemah Suci hanya memakai ukurannya Tuhan serta bahan-bahan pilihan Tuhan, Kel 25:9; Kel 26:1-37.

Jadi komponen-komponen dan ukuran yang dipakai dalam membangun Kemah Suci semuanya melalui proses atau petunjuknya Tuhan. Dengan kata lain Tuhan yang tentukan dan berikan.

Demikian dengan hidup kita sebagai Kemah Sucinya Tuhan, Allah membangun serta memilih kita sesuai dengan pilihan-Nya.  Kita juga menjadi umat pilihan, bukan karena kita, tetapi karena Allah memilih dan menyelamatkan kita melalui kasih karunia Allah, Efesus 2:8,9.

Dalam Yoh 15:16 dikatakan bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu.  Jadi rupanya Allah memilih kita, menjadikan kita sebagai pilihan yang terbaik dengan alasan agar kita menjadi gereja yang pergi dan menghasilkan buah.

Efesus 2:10 Allah memilih dan memanggil kita untuk mempersiapkan saudara dan saya agar dapat melakukan pekerjaan-Nya.

Pastikan bahwa kita adalah komponen-komponen yang terbaik dan dipilih Allah karena kita sesuai dengan ukurannya Tuhan. Sebagai pilihan Tuhan jadilah berguna, tetaplah dalam rancangan Allah untuk kemuliaan Allah.

  1. Menjadi Satu

Dalam banyak komponen yang dibutuhkan untuk pembangunan Kemah Suci tujuannya adalah menjadi satu. Satu dengan yang lain saling berkaitan dan tidak terpisahkan (Baca Kel 26:6).

Ini berbicara tentang hubungan yang terbangun antara kita sesama umat Tuhan. Allah menginginkan kita sebagai sesama umat Tuhan menjadi satu Kemah di dalam tubuh Kristus.  Artinya, sekalipun kita berbeda tapi kita satu dalam Pembangunan Rumah Tuhan atau Bait Allah.  Allah tidak mau kita tercerai berai, tapi satu. Itu sebabnya nubuatan yang disampaikan seorang Imam Kayafas dalam Yoh 11:52, dia berbicara kematian Yesus adalah untuk keselamatan Israel termasuk saudara dan saya.  Dikatakan bahwa Yesus akan mengumpulkan yang tercerai berai atau menyatukan mereka kembali.

Yesus mau agar kita menjadi satu di dalam ikatan kasih Allah. Kolose 3:14 dikatakan kenakanlah kasih sebagai pengikat.

Untuk apa kita menjadi satu? Agar kita bisa saling memperlengkapi sebagai satu tubuh Kristus. Bagaimana kita menjadi Satu?

  • Diam bersama dengan Rukun, Mazmur 133:1-3
  • Kesepakatan hati, Matius 18:19
  • Saling mengasihi dan memberi hormat, Roma 12:10
  • Satu dalam Persekutuan, Ibrani 10:25.

Kesimpulan

Jadilah gereja atau orang percaya yang masuk dalam rancangan Tuhan, dan menjadi gereja yang berdiri kokoh, kuat melalui Pribadi Yesus yang tinggal dan berdiam di dalam hidup kita.  Berpegang pada Firman Allah yang menjadi acuan dan tetap melangkah dalam menghidupi panggilan Allah bagi kita.  Sebagai umat pilihan Allah mari jadikan Yesus sebagai sumber rancangan atas kehidupan kita.  Teruslah menjadi saksi di tengah dunia ini. Percayalah rancangan Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

APAKAH YANG KAMU CARI? seri 6 – oleh Pdt. JOSEPH PRIYONO (IBADAH RAYA 2 – MINGGU, 11 SEP 2016 )

“Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” –  Yohanes 1 : 38

Pendahuluan

Pada pembahasan sebelumnya kita sudah mempelajari arti perkataan Tuhan Yesus: “Apakah yang kamu cari?” Pencarian utama dalam hidup ini adalah Kerajaan Allah dan kebenaranNYA. Allah menghendaki agar semua orang percaya kepada Yesus dan menjadi warga kerajaan Allah. Kemudian sebagai warga kerajaan Allah, kita wajib menjalankan kehidupan berdasarkan kebenaran Tuhan.

Setelah Tuhan Yesus bertanya: Apakah yang kamu cari? Dua orang murid Yohanes yang mengikutiNya dari belakang menjawab: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Mengapa mereka bertanya: “… di manakah Engkau tinggal?” Mengapa dua orang murid Yohanes tidak bertanya hal yang lain? Tetapi bertanya tempat tinggal Yesus? Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa dua orang murid Yohanes ini benar-benar ingin menjadi murid Yesus. Sebagai seorang calon muridNya, maka hal yang penting dan utama adalah mengetahui dimana tempat tinggal sang rabi.

Sekolah kerabian Yahudi

Kalau kita memilik budaya sekolah kerabian Yahudi maka kita akan memahami, mengapa murid-murid ini bertanya tempat tinggal Yesus. Berikut ini beberapa ciri sekolah kerabian Yahudi.

  • Murid tinggal bersama gurunya.

Sekolah kerabian mewajibkan murid tinggal bersama gurunya. Murid berada satu rumah dengan sang guru selama proses pemuridan berlangsung. Murid akan meninggalkan rumah sang guru, saat gurunya menyatakan bahwa ia telah lulus dan dapat memulai sekolah kerabian yang baru.

  • Murid belajar dari kehidupan sang guru.

Sistem pembelajaran sekolah kerabian tidak semata-mata mentransfer pengetahuan, yang utama adalah kehidupan. Murid-murid akan belajar kehidupan dari kehidupan sang guru sendiri. Hal ini tidak mungkin dapat dilakukan kalau antara murid dan guru tinggal di tempat yang berbeda.

  • Guru mengajar melalui praktek dan keteladanan.

Di rumah sang rabi, rabi akan mengajar murid-muridnya dengan cara praktek lapangan dan sekaligus keteladanan kehidupan sang rabi.

Di manakah YESUS tinggal?

Dua murid Yohanes pembaptis bertanya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Apakah Yesus benar memiliki tempat tinggal saat berada di bumi? Bukankah Dia sendiri berkata bahwa Ia tidak memiliki tempat untuk membaringkan kepalaNya? Matius 8:20 berkata : Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Ironi memang, Tuhan yang empunya langit dan bumi, tetapi saat datang ke dunia, Ia bahkan tidak memiliki tempat bagi diriNya sendiri.

 A. Tidak ada tempat bagi kelahiranNYA

Lukas 2:6, 7 

Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Bagaimana mungkin pemilik alam semesta tidak memiliki tempat bagi kelahiranNya? Mengapa Bapa tidak menyediakan tempat istimewa bagi kelahiran anakNya? Tentunya Bapa di sorga bisa membuat apa saja bagi anakNya, tetapi Bapa mengijinkan AnakNya lahir dengan ketiadaan tempat di rumah penginapan, sebab tujuan kedatanganNya bukanlah untuk mencari tempat penginapan tetapi untuk menyediakan tempat penginapan kekal di sorga.

B. Ditolak oleh umatNYA

Matius 23:37 

“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”

 

Lukas 9:22 

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Yesus bukan saja ditolak saat lahir, Ia juga ditolak oleh bangsaNya sendiri. Para pemimpin agama, imam-imam dan ahli taurat sepakat menolakNya dan menghendaki kematianNya di salib.

DI MANAKAH TEMPAT KEDIAMANNYA?

Jika Tuhan Yesus tidak memiliki tempat di bumi karena penolakan dari umatNya, lalu dimanakah sejatinya tempat tinggal Yesus?

————————————————————————————–

  1. Gereja / Bait Allah / Rumah Allah

—————————————————————————

Bagian pertama yang akan kita pelajari pada hari ini sebagai tempat kediaman Tuhan adalah gereja/rumah Allah/bait Allah. Yang dimaksudkan gereja di sini bukanlah gedungnya atau bangunannya tetapi orang-orang yang berkumpul didalamnya.

1 Korintus 3:16 

Tidak tahukah kamu, bahwa “kamu” adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Kata “kamu” di ayat ini adalah kumpulan orang percaya. Tuhan lebih tertarik kepada orang-orang yang beribadah di gereja ketimbang gedung gereja itu sendiri.

Dalam kitab perjanjian lama maupun perjanjian baru, Tuhan menunjukan ketidaktarikan-Nya kepada bangunan/gedung.

1 Raja-raja 9:6, 7 

Tetapi jika kamu ini dan anak-anakmu berbalik dari pada-Ku dan tidak berpegang pada segala perintah dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, maka Aku akan melenyapkan orang Israel dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, dan rumah yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku itu, akan Kubuang dari hadapan-Ku, maka Israel akan menjadi kiasan dan sindiran di antara segala bangsa.

 

Lukas 21 : 5, 6 

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ–akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Jadi sekali lagi bahwa Tuhan tidak tertarik kepada bangunan gereja, Tuhan tertarik kepada orang-orang yang bersekutu didalamnya. Tuhan menyatakan janjiNya bahwa Ia akan datang bukan karena megahnya gedung gereja, indahnya dekorasi gereja atau semaraknya lampu warna-warni. Tuhan hadir karena ada orang-orang yang berkumpul di dalam namaNya.

Matius 18:20

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Perintah TUHAN

Karena Dia hadir di tengah-tengah persekutuan umatNya, maka kita diperintahkan untuk rajin datang beribadah. Bahkan dianjurkan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Ibrani  10:25 

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Mengapa harus beribadah?

  1. Di rumah Allah terdapat pengajaran.

Mikha 4:2  

“Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem.”

Ada banyak perkumpulan dalam dunia ini. Mulai dari kelompok PKK, arisan, club olah raga, LSM, Partai Politik, dll, tetapi di sana kita tidak mendapatkan pengajaran. Pengajaran hanya kita temukan di dalam ibadah. Setiap Minggu dari mimbar ini mengalir pengajaran firman Allah yang disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan. Sebab itu rajinkanlah diri Saudara beribadah untuk menerima pengajaran firmanNya.

  1. Di rumah Allah kita mendapatkan kebahagiaan

Mazmur 84:5 

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.

Daud sebagai seorang raja, ia memiliki segalanya. Ia punya kekuasaan, harta dan berbagai fasilitas kerajaan lainnya. Namun semuanya itu tidak membuat Daud berbahagia. Satu-satunya kebahagiaan ia dapatkan saat berada di rumah Allah. Itulah sebabnya dalam bagian yang lain ia berkata: lebih baik satu hari di rumah Tuhan daripada seribu hari di tempat lain. Kebahagiaan sejati tidak didapat dalam kekayaan, tetapi diam dalam rumah Tuhan.

  1. Di rumah Allah kita mendapatkan pertolongan, Markus 3 : 1 – 5

Di rumah ibadah Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang mati tangan kanannya. Di rumah Allah ada pertolongan bagi semua kebutuhan kita. Contohnya adalah raja Hizkia (Yesaya 37:1-38).

Ayat 14 

Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.

Saat menerima surat tantangan dari Sanherib, raja Asyur, Hizkia tidak pergi mencari pertolongan dari raja-raja di sekitar Israel. Hizkia pergi ke rumah Allah dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Hizkia sadar bahwa pertolongan hanya datang dari Tuhan bukan dari manusia. Di rumah Allah ia sampaikan segala beban hidupnya. Apa yang Tuhan lakukan saat Hizkia pergi ke rumah Allah mencari pertolongan?

 

Ayat 36

Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

Tuhan berperang ganti Hizkia. Tuhan memerintahkan malaikatNya membunuh semua tentara Asyur. Apa yang sedang Saudara alami? Larilah ke rumah Tuhan, di sana kita akan mendapat pertolonganNya.

Penutup

Mazmur 27 : 4, 5

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.

Tuhan tinggal di atas gerejaNya, Ia berdiam di pondokNya. Sebab itu rajinlah beribadah, setialah ke gereja sebab di sana kita mendapat pertolongan Tuhan. Sebagaimana yang dialami Pemazmur saat berada di rumah Tuhan, kita juga akan mengalami hal yang sama saat berada di rumah Allah. Nikmatilah baitNya, kasihNya dan kemurahan Tuhan di dalam rumah-Nya. Tuhan memberkati. GBU! KJP.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERILAKU ORANG YANG HIDUP TANPA KASIH – Oleh: Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 September 2016)

PENDAHULUAN

Dari kitab Yunus kita sudah memperlajari tentang pelayanan tanpa kasih dan melayani dengan kasih. Sebagai orang yang percaya kepada Yesus, yang memiliki kepastian akan diselamatkan, kita harus mengekspresikan/menunjukkan kasih Yesus setiap hari. Dalam segala sendi kehidupan, apapun yang kita lakukan, baik kepada Tuhan maupun sesama harus dilandasi dengan kasih. Termasuk dalam hal beribadah kepada Tuhan, harus dilakukan dengan kasih. Baik saat memuji Tuhan, harus memuji dengan kasih bukan kebiasaan, demikian juga dalam mendengarkan firman Tuhan bahkan dalam memberi persembahanpun harus dilakukan dengan kasih.

Mari kita perhatikan nasehat firman Allah dalam Efesus 4:2-5.

Ayat 2

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Siapapun kita, apapun jabatan dan kedudukan kita, hendaklah kita tetap rendah hati dan menunjukan kasih dalam hal saling membantu. Tuhan Yesus berkata: “orang miskin akan selalu ada padamu”. Artinya bahwa dari generasi ke genarasi kita akan selalu mendapati orang miskin dengan maksud agar kita dapat mengekspresikan kasih kepada mereka.

Ayat 3-6

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

Kasih ditunjukan dalam usaha membangun/memelihara kesatuan Roh didalam Kristus. Dalam persekutuan tidak dapat dihindari terjadinya kesalahan-pahaman, perselisihan bahkan pertengkaran, namun orang yang hidup dalam kasih tidak akan mengijinkan semuanya itu menimbulkan perpecahan. Sebagai anak-anak Allah yang hidup dalam kasih Kristus, marilah kita sepakat untuk menjaga kesatuan tubuh Kristus, khususnya keluarga besar GPdI Mahanaim.

Ayat 4-6

satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Sebagai tubuh Kristus kita sadar bahwa kita masih jauh dari sasaran ini, tetapi teruslah maju sampai kesempurnaan datang.

Perhatikan gambar berikut ini:

pembaharuan-budi

Hanya dengan korban Yesus kita diselamatkan (Efesus 2:8,9), tetapi dengan pembaharuan budi kita menuju gereja yang sempurna. Sasaran kekeristenan adalah menjadi sama seperti Yesus. Oleh karena itu, kita harus meningkat dari iman kepada:

  • Penguasaan diri

Jadilah anak Tuhan yang memiliki penguasaan diri. Dengan kata lain tidak bersumbu pendek. Tidak gampang emosi sebaliknya dapat mengendalikan diri.

  • Kelemahlembutan

Ekspresikan kasih dalam tindakan yang lemah lembut.

  • Kesetiaan

Jadilah anak Tuhan yang setia/loyal kepada Tuhan dan gereja. Setialah beribadah, setia juga dengan pasangan.

  • Kebaikan

Kebaikan adalah ciri dari anak-anak Tuhan. Kebaikan setiap anak Tuhan seharusnya dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.

  • Kemurahan

Tunjukanlah kasih melalui kemurahan. Jadilah anak Tuhan yang murah hatinya seperti Bapa kita di sorga yang murah hati.

  • Kesabaran

Orang yang sabar dapat menguasai dirinya. Ia tidak mudah marah sekalipun dalam tekanan yang berat ataupun dalam situasi yang sulit.

  • Damai sejahtera

Setiap anak Tuhan harus membawa damai sejahtera dimana ada permusuhan dan pertikaian. Anak Tuhan tidak boleh membawa perpecahan tetapi kesatuan dan damai sejahtera.

  • Sukacita

Apapun keadaannya kita kita tetap bersukacita. Susah senang, sehat sakit selalu bersukacita.

  • Kasih

Inilah puncak perjalanan iman Kristen yaitu kasih. Kita harus bertumbuh hingga seperti Yesus yaitu kasih.

HIDUP TANPA KASIH

Jika puncak kekristenan adalah kasih, Yunus justru menampilkan gambaran yang berbeda. Yunus adalah gambaran seorang pengikut Yesus (orang Kristen) yang hidupnya tidak alami pembaharuan budi. Yunus tidak hidup dalam kasih Allah, tetapi ia hidup sebagai orang yang:

  1. Tidak Memiliki Penguasaan Diri

Yunus 4:4 Tetapi firman Tuhan: “Layakkah engkau marah?”

Yunus belum mencapai tingkat kekristenan rohani seperti yang Yesus inginkan, yaitu kasih. Hal itu terekspresi dari perilaku Yunus yang mudah marah. Mengapa Yunus mudah marah? Karena Yunus tidak memiliki: “Penguasaan Diri”

I Korintus 13:5

“Ia (kasih) tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”

Inilah yang Yesus kehendaki yaitu menjadi anak Tuhan yang tidak mudah marah tetapi memiliki penguasaan diri.

Berbeda dengan Yunus, ia cepat marah, bahkan karena kemarahannya kepada Tuhan yang menyelamatkan Niniwe, ia lebih baik mati.

Yunus 4:3

“Jadi sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.”

Karena Allah tidak hukum orang Niniwe, tapi mengampuni.

 

Catatan:

Tidak marah bukan berarti orang Kristen tidak boleh marah, sebab marah itu jahat, belum mencapai level rohani yang Yesus inginkan. Sama sekali tidak…! Ada istilah, yang disebut “Kemarahan Kudus!”

contohnya:

  • Yohanes 2:13-25

Yesus marah kepada imam dan orang Yahudi, bukan karena emosi, tapi karena kasih. Sebab orang Yahudi telah memanipulasi ibadah untuk mencari keuntungan. Sesuai dengan aturan Taurat, orang Israel harus datang beribadah kepada Tuhan dengan membawa persembahan, baik burung merpati/tekukur, domba maupun lembu/sapi. Semua persembahan yang dibawa oleh orang Israel harus kudus dan tidak bercatat cela. Untuk memastikan bahwa persembahan yang dibawa tidak ada cacatnya maka imam harus memeriksanya terlebih dahulu. Disinilah terjadinya manipulasi. Imam dengan mudah menentukan binatang korban ada cacatnya sehingga tidak layak untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Dengan demikian orang yang akan mempersembahkan korban harus mengganti binatang korbannya dengan cara membeli binatang yang telah disediakan oleh imam-imam dan orang Yahudi di sekitar bait Allah dengan harga yang sangat mahal. Ujung-ujungnya para Imam dan orang Yahudi yang berjualan mendapat keuntungan yang banyak.

Demikian juga dengan uang persembahan. Persembahan di bait Allah menggunakan uang Syikal, sementara uang yang beredar di masyarakat adalah uang Dinar sebagai mata uang pemerintahan Roma yang menjajah pada saat itu. Agar dapat memberi persembahan, umat harus menukar uang Dinar menjadi Syikal dengan kurs yang sangat tinggi. Dengan demikian sang penukar uang meraup keuntungan yang besar sekali. Dalam kondisi seperti inilah Tuhan Yesus marah dan menjungkirbalikan meja-meja penukar uang dan semua barang jualan.

Galatia 3:1

Paulus marah kepada jemaat Galatia dan menyebut mereka “Hai orang-orang Galatia yang bodoh!” Paulus marah karena jemaat terhasut untuk kembali pada ajaran Taurat.

Tentang Kemarahan Kudus

Kemarahan kudus seperti yang Yesus dan Paulus lakukan ditulis dalam…

Mazmur 4:5

“Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa.”

Efesus 4:26,27

“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.”

Jadi kita boleh marah kalau kemarahan itu dilandasi dengan kasih, tidak menimbulkan dosa dan harus selesai sebelum matahari terbenam.

Kemarahan Tidak Berdasar Kasih, Kejadian 4:5

Kain marah pada Tuhan, sebab korbannya tidak diterima Tuhan, sedangkan persembahan Habel diterima. Karena Kain tidak bisa lampiaskan marahnya kepada Tuhan, Kain lampiaskan pada adiknya Habel dengan membunuh Habel. Ini kemarahan yang salah, karena didorong rasa cemburu/iri dan kebencian.

  1. Yunus Senang Melihat Orang Dihukum

Orang yang tidak memiliki kasih, orang tersebut senang melihat orang dihukum seperti Yunus. Yunus lebih senang Niniwe dimusnahkan dari pada diselamatkan.

Yunus 4:5

“Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.”

Pandangan orang yang tidak memiliki kasih, bertolak belakang dengan pandangan Allah. Allah ingin seisi dunia diselamatkan. Allah tidak ingin melihat ada seorang pun yang dihukum dalam neraka, sebab itu Allah utus Yesus, Anak-Nya yang Tunggal, agar kita tidak dihukum di neraka, tapi diselamatkan (Yohanes 3:16)! Berbeda dengan Yunus. Yunus marah kepada Tuhan, keluar dari kota Niniwe, membangun pondok untuk menonton kota Niniwe dan penduduknya gelepar-gelepar dihukum Tuhan!

 

Orang Yang Memiliki Kasih

Orang yang hidup dalam kasih, hanya ingin membawa jiwa sebanyak-banyaknya bagi Kristus, agar orang itu tidak binasa. Ia tahu bahwa satu jiwa selamat sorga bersuka cita.

Lukas 15:7

Aku berkata kepadamu: “Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat…”

  1. Yunus Lebih Mengasihi Perkara Duniawi dari Perkara Sorgawi

Karena Yunus tidak memiliki kasih, Yunus menjadi egois. Yunus hanya memikirkan keselamatan dan kesenangan dirinya sendiri, tetapi tidak peduli akan keselamatan dan nasib penduduk Niniwe. Demi menyadarkan Yunus, bahwa ia mementingkan diri sendiri; tidak ada empati dan belas-kasihan terhadap jiwa-jiwa, Allah membuat sebuah bahan perenungan bagi Yunus, Yunus 4:6-11.

Yunus 4:6

“Lalu atas penentuan Tuhan Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.”

Kalau Tuhan berkati kita, seperti Yunus diberi pohon jarak (hanya dalam satu malam), memenuhi semua kebutuhan kita, bahkan lebih! Sadarilah bahwa keberhasilan kita terjadi bukan karena kita hebat tetapi karena Tuhan. Ingatlah, Tuhan bisa memberi, Tuhan juga bisa ambil hanya dalam satu hari.

Yunus 4:7

“Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.”

Tuhan ijinkan ujian dan masalah dalam hidup kita.

 

 Yunus 4:8 “Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: “Lebih baiklah aku mati dari pada hidup.”

Setelah Yunus menyerah dan tidak berdaya, Allah mulai ajar Yunus.

Yunus 4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: “Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?” Jawabnya: “Selayaknyalah aku marah sampai mati!”

Perhatikan…! Saking bencinya Yunus kepada orang Niniwe: Yunus memilih marah sampai mati dari pada hidup dan melihat orang Niniwe diselamatkan!

Yunus 4:10,11

Lalu Allah berfirman: “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.

Yunus 4:11

Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?”

Nasihat atau teguran Allah terhadap Yunus ini, seharusnya menjadi teguran bagi kita sekalian. Mengapa? Karena mengejar hal jasmani, kita rela korbankan hal rohani, bahkan keselamatan kita.

Matius 16:26

“Apa gunanya seorang memperolah seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”

Kita cenderung mengutamakan kenyamanan, seperti yang Yunus lakukan: mendirikan pondok untuk kenyamanan, dan karena anugrah Tuhan, Yunus diberi fasilitas pohon jarak untuk melengkapi kesenangannya! Tetapi berkat itu membuat Yunus, lebih mencintai materi dari pada keselamatan jiwa-jiwa. Berbeda dengan Tuhan Yesus (Filipi 2:5-8). Karena mengasihi kita, Yesus…

  • Rela tinggalkan sorga
  • Menjadi manusia
  • Mati di kayu salib untuk menyelamatkan seluruh umat manusia di dunia.

Penutup

Waktu; kekuatan; talenta; perhatian; uang, dan masih banyak potensi lainnya dalam diri kita, yang bisa kita gunakan untuk menyelamatkan satu jiwa bagi Kerajaan Allah. Oleh karena itu milikilah kasih Allah agar kita dapat mengasihi yang lainnya. Tuhan memberkati!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

“Apakah yang kamu cari?” SERI 5 by Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 28 Agustus 2016 )

Yohanes 1:38

Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

Pendahuluan

Kita sudah mempelajari bahwa makna pertanyaan Tuhan Yesus “Apakah yang kamu cari?” kepada dua orang murid Yohanes adalah:

  1. MOTIVASI

Tuhan Yesus ingin mengetahui, apakah motivasi dua orang murid Yohanes ini sehingga mengikuti Yesus dari belakang. Apakah mereka benar-benar mau mengikut Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh atau sekedar ikut-ikutan.

  1. KOMITMEN

Selain menguji motivasi dua orang murid Yohanes, pertanyaan Tuhan Yesus juga menguji komitmen pengiringan mereka.

  1. TUJUAN

Apakah yang kamu cari? Tuhan Yesus sedang menanyakan tujuan pengiringan dua orang murid Yohanes pembaptis? Untuk apa mereka meninggalkan gurunya yaitu Yohanes pembaptis dan pergi mengikut Tuhan Yesus? Sesungguhnya apakah yang sedang mereka cari?

“Apakah yang kamu cari?”

Pertanyaan ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua. Selama kita hidup dalam dunia ini apa yang kita cari? Apakah kita tahu dengan pasti tujuan kita hidup dalam dunia ini? Ketidaktahuan manusia akan tujuan hidupnya, membuat mereka menjalani hidup dengan sia-sia. Tidak sedikit diantara kita yang menghabiskan waktu dan tenaganya untuk menumpuk kekayaan, mengejar kedudukan dan meraih prestasi tertinggi. Tidak ada yang salah dengan semuanya itu, tetapi pertanyaannya adalah apakah semuanya itu menjadi tujuan Tuhan ketika Ia menciptakan kita? Setiap kita diciptakan dengan tujuan khusus oleh Tuhan. Dia melengkapi kita dengan talenta dan karunia yang berbeda-beda agar kita dapat melakukan kehendakNya dalam hidup kita. Jika demikian apakah yang seharusnya kita cari dalam hidup ini?

Carilah Kerajaan Allah dan Kebenarannya

Matius 6:33

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Pencarian utama dalam hidup ini seharusnya bukanlah uang, kekayaan ataupun yang lainnya, tetapi kerajaan Allah. Firman Tuhan berkata “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah”. Artinya setiap orang harus kembali menjadi warga Kerajaan Allah. Dosa telah membuat manusia terlempar dari kerajaan Allah, sehingga manusia berada di luar kerajaan Allah. Tetapi syukur kepada Allah, karena Tuhan Yesus datang untuk membawa kita masuk ke dalam kerajaan Allah.

Galatia 4 : 4, 5

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Kelahiran Baru,  jalan masuk kerajaanNya

Yohanes 3:5

Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Setiap orang yang ingin masuk ke dalam kerajaan Allah maka mereka harus mengalami kelahiran baru. Yaitu kelahiran rohani yang dikerjakan oleh firman dan Roh Kudus. Tanpa kelahiran baru mustahil manusia dapat masuk kerajaan Allah. Manusia harus percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya, bertobat dan mengalami kehidupan yang baru di dalam Yesus. Iman kepada Yesus Kristus akan membawa manusia menjadi warga kerajaan Allah.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah  dan kebenarannya

Pencarian kerajaan Allah tidak dapat dilepaskan dengan kebenarannya. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenarannya. Artinya setiap warga kerajaan diwajibkan untuk mencari atau hidup dalam kebenaran. Mengapa kita harus mencari kerajaan Allah beserta kebenarannya?

  1. PRINSIP

Kerajaan Allah dijalankan dengan prinsip kebenaran. Aktifitas setiap warga negaranya dilakukan dengan prinsip kebenaran. Tak satupun dalam kerajaan Allah dapat dijalankan diluar prinsip kebenaran. Semua roda pemerintahan kerajaan Allah dijalankan dengan prinsip kebenaran.

2. HUKUM

Undang-undang negara kita adalah UUD 1945 beserta berbagai undang-undang atau peraturan pemerintah lainnya. Segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara diatur dan dijalankan bedasarkan undang-undang sebagai landasan hukumnya. Undang-undang kerajaan Allah adalah kebenaran. Kebenaran menjadi hukum yang harus dipatuhi setiap warga kerajaan Allah. Segala sendi kehidupan dalam kerajaan Allah harus dilaksanakan dalam aturan hukum yang berlaku yaitu kebenaran.

3.BUDAYA

Setiap daerah memiliki budaya masing-masing yang menjadi acuan atau pedoman bagi warganya dalam menjalani kehidupan. Budaya dibangun sebagai norma kehidupan dalam bermasyarakat. Kebenaran adalah budaya kerajaan Allah. Setiap warga menjalankan kehidupan dalam budaya yang sama yaitu kebenaran.

Roma 14:17

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Prinsip Kebenaran

a. IMAN kepada Yesus menempatkan kita sebagai warga kerajaan, KEBENARANNYA menjaga kita tetap terhubung dengan pribadiNYA

Sebagaimana di atas sudah saya katakan bahwa kelahiran baru membawa kita masuk dalam kerajaan Allah, tetapi hubungan dengan Sang Raja dibangun melalui kebenaran. Artinya warga kerajaan hanya dapat berkomunikasi dengan sang raja jika ia berada pada posisi benar. Ketidakbenaran dan dosa akan menghambat hubungan dengan sang raja. Karena raja adalah benar,maka raja hanya bisa dihubungi, dihampiri, didekati jika posisi kita adalah dalam kebenaran.

Contohnya adalah Adam dan Hawa. Mereka memang ada di taman Eden tetapi tidak ada hubungan dengan Allah karena dosa yang mereka perbuat.

Yesaya 59:1-3

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

Matius 5:8

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

b. PENEBUSAN Kristus menguduskan kita, tetapi KEBENARANNYA menjaga kita tetap HIDUP KUDUS

GAMBAR

dosa kebenaran hidup kudus

1 Yohanes 1:7

Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Kelahiran baru menjadikan kita sebagai ciptaan yang baru sehingga hidup kita menjadi kudus, bersih dan suci. Semua dosa dan pelanggaran telah dihapuskan melalui darah Yesus di kayu salib. Untuk memelihara agar hidup kita tetap suci/kudus kita wajib hidup dalam kebenarannya. Kebenaran akan menjaga kita tetap kudus dihadapanNya. Hal ini memberikan pengertian kepada kita bahwa selama kita hidup berdasarkan kebenaran maka kita akan tetap kudus. Semakin kita hidup benar semakin kita kudus. Sebaliknya berjalan diluar kebenaran berarti kita sedang menapaki jalan dalam dosa.

Dikuduskan oleh kebenaran

Yohanes 17:17

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”

Selama kita hidup menurut kebenaran firman Allah, maka firman itu akan menjaga hidup kita tetap kudus. Berjalan diluar atau melawan firman berarti kita sedang berjalan dalam dosa dan kesalahan.

Dipimpin oleh kebenaran

Yohanes 16:13

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Disucikan oleh KETAATAN

1Petrus 1:22

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

c. PENEBUSAN Kristus membenarkan kita, tetapi KEBENARANNYA MEMERDEKAKAN

GAMBAR

dosa kebenaran kemerdekaan

Roma 3 : 23, 24

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Kebenaran yang memerdekakan

Yohanes 8:31, 32

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Proklamasi 17 Agustus 1945, memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, tetapi apakah rakyat Indonesia sudah benar-benar merdeka? Setelah 71 tahun merdeka ternyata masih banyak penduduk Indonesia yang belum merdeka. Mereka masih mengalami ketakutan, penderitaan, kemiskinan dan keterbelakangan. Di tengah bangsa yang merdeka, banyak orang belum merdeka!

Hal yang sama berlaku secara rohani. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib menyatakan kemenanganNya atas kuasa iblis. Setiap orang yang percaya kepadaNya dibebaskan dari kuasa dosa dan maut, tetapi kebenaranNya yang akan memerdekakan kita. Dengan kata lain kita akan menikmati kemerdekaan yang sejati jika kita hidup didalam kebenaranNya. Kita bebas dari rasa takut jika hidup kita benar. Tidak ada lagi dakwaan dan tuduhan dari iblis jika hidup kita benar.

Hukum bagi orang benar

Dalam Alkitab ada banyak prinsip/hukum yang akan bekerja jika kita berada dalam kebenaran. Berikut ini beberapa ayat firman Allah yang merupakan prinsip/hukum bagi orang benar.

  • Ayub 36:7

Ia tidak mengalihkan pandangan mata-Nya dari orang benar, tetapi menempatkan mereka untuk selama-lamanya di samping raja-raja di atas takhta, sehingga mereka tinggi martabatnya.

Mata Tuhan tertuju kepada orang benar. Artinya selama kita berada dalam kebenaran, Tuhan akan selalu memperhatikan kita.

  • Mazmur 5:13

Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

 

  • Mazmur 34:16

Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; [Yak 5:16]

  • Mazmur 37:25

Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

 

Semua berkat di atas akan kita nikmati jika posisi kita berada dalam kebenaran. Saat warga kerajaan hidup dalam kebenaran, maka prisip dan hukum kebenaran akan berlaku bagi warga kerajaan. Itulah sebabnya warga kerajaan Allah tidak perlu takut atau kuatir tentang apapun juga, semuanya itu akan ditambahkan, diberikan kepada kita asal saja kita berada dalam kebenaran. Jalanilah kehidupan ini dalam kebenaran. Tuhan Yesus memberkati!! KJP

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERLARI PADA TUJUAN by Pdt. Frangky Talumikir (Ibadah Raya II – Minggu, 28 Agustus 2016)

FILIPI 3:14

Ayat ini sering dibahas oleh beberapa pengkhotbah. Dalam terjemahan NIV : RUNNING towards a goal. Terjemahan NKJV: I press toward the goal.

Kata “press” mengandung arti tekad, sedangkan kata “berlari” mengandung arti :

TIDAK DIAM DI TEMPAT

Orang yang berlari artinya tidak diam di tempat. Melainkan bergerak dan menabur apa yang baik sebab sebagaimana kita menabur demikianlah tuaian yang kita terima. Tuhan tidak pernah berhutang pada orang yang setia kepadaNya. Tuhan ingin melihat komitmen kita dihadapan Tuhan. Komitmen itu artinya janji atau respon terhadap apa yang kita katakan. Tuhan tahu janji apa yang seseorang ucapkan kepada-Nya.

  1. To move On (berjalan terus)

Banyak orang tidak dapat move on sebab sakit hati atau kecewa. Jangan biarkan hal itu terjadi kepada kita melainkan kita harus bergerak maju- Move On.

2. Progression (bergerak maju)

Bergerak maju adalah semangat untuk melihat perubahan. Tuhan membuat  hal terus maju kepada kita.

3. Action (tindakan)

Lakukan segala sesuatu dengan tekad. Percayalah bersama Yesus kita dapat lakukan perkara yang besar. Rubahlah cara pikir dan bergeraklah kedepan. Jangan diam ditempat atau pasif. 1Korintus 15:58, jerih payah kita kepada Tuhan tidak sia-sia melainkan giat dalam Tuhan. Yesaya 54:2,3, Tuhan membuat berhasil segala apa yang kita kerjakan atau lakukan.

Jangan cepat merasa puas dengan apa yang dicapai atau pasrah dengan keadaan.

BERSEMANGAT

Berlari membutuhkan semangat sehingga dapat mencapai sasaran.

  1. Optimist, berharap yang baik.
  2. Enthusiasm, bergairah, semangat

Yesaya 40:29, Tuhan menambah semangat orang yang percaya kepada Dia. Mazmur 142:4, ketika kita lemah semangat datanglah kepada Tuhan. Saat seseorang dekat dengan Tuhan maka akan ada ketenangan. Lukas 17:5, keadaan iman perlu ditambahkan tidak staknan atau menetap. Jangan cepat putus asa

BERTUJUAN

Tuhan melakukan sesuatu indah pada waktuNya. Allah punya tujuan yang besar atas hidup kita. Tujuan penting:

  1. Purpose, maksud, tujuan atau manafaat
  2. Reward, upah, hadiah– Tuhan akan memberikannya asal kita mengerjakan yang terbaik dan mencapai tujuan.

Tuhan memberikan kita tujuan untuk bergerak, sebab itu tanggalkan beban dan dosa yang merintangi dan capailah tujuan. Allah mau lakukan yang terbaik bagi kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JADILAN MENURUT IMANMU by Pdt. Frangky Talumikir (Ibadah Raya I – Minggu, 28 Agustus 2016)

Matius 9:27-31

Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat …”

Iman berbicara tentang dasar, bukti sehingga ayat-ayat dalam Matius 9:27-31 merupakan bukti iman. Seberapa banyak kita mengiring Tuhan, IA mau ada bukti iman yang tampak. Jangan bangga hanya berada didasar, tetapi minta Tuhan nyatakan bukti iman.

Matius 9:27 ”Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Orang buta dengan iman ia mengikuti Yesus dan mencari Yesus. Iman mereka timbul ketika mendengar tentang Yesus, sehingga ketika Yesus lewat maka tanpa keraguan mereka berusaha untuk berjumpa dengan Yesus.  Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus …”

Jangan batasi kuasa Allah dalam hidup kita karena keragu-raguan. Banyak orang tidak dapat berbuat apa-apa karena membatasi kuasa Allah bekerja dalam hidupnya. Sebab itu ijinkan Allah bekerja dan melangkahlah dengan iman saat datang kepada Yesus.

Matius 9:28 “Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya? “Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

Secara etika Yesus yang menghampiri mereka sebab mereka buta. Tetapi faktanya Yesus seperti tidak memperhatikan mereka dan masuk ke dalam sebuah rumah. Kedua orang buta itu bisa kecewa karena perlakuan Yesus. Zaman sekarang, sering kali kita temui orang percaya kecewa terhadap gereja karena tidak diperhatikan secara intensif. Bila sikap kecewa ini tidak dihindari akibatnya banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh. Sebab ketika mereka tidak diperhatikan oleh satu gereja, mereka akan pindah ke gereja lain yang mereka anggap dapat memperhatikan mereka dengan intensif.

Seharusnya kita belajar dari kedua orang buta tersebut. Meskipun Yesus sepertinya tidak memperhatikan, mereka tidak kecewa melainkan dengan semangat tetap datang untuk berjumpa dengan Yesus. Adakah semangat dalam hidup kita seperti kedua orang buta tersebut? Atau sebaliknya menjadi kecewa karena tidak diperdulikan atau diperhatikan oleh gembala maupun staf gereja.

Lalu mengapa seolah Yesus tidak memperhatikan kedua orang buta tersebut? Sikap Yesus terhadap kedua orang buta tersebut, bukan karena Yesus tidak memperhatikan. Melainkan Yesus ingin melihat isi hati dari kedua orang buta tersebut. Iman membuat Yesus tergerak untuk menyembukan mereka. Jadi Yesus peduli kepada mereka dan Yesus ingin melihat iman mereka yang terwujud lewat tindakan. Matius 9:29 “Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.“

Iman sebesar biji sesawi saja dapat memindahkan gunung.

GAMBAR BIJI SESAWI

biji sesawi1

Semakin lama kita mengiring Yesus, seharusnya iman kita semakin bertumbuh bukan semakin menurun. Roma 10:10a “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan …”

Matius 9:30a “Maka meleklah mata mereka…” Tetaplah percaya kepada kuasa Allah, sebab tidak ada kuasa yang lebih besar dari kuasa Allah.

Matius 9:30b “Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, katanya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini. Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.” Kedua orang buta tersebut tidak tahan menceritakan perbuatan kuasa Allah. Meskipun Yesus sudah memperingati mereka. Saat orang percaya alami kuasa Tuhan, mulut tidak dapat dibatasi untuk menceritakannya. Jangan malu bersaksi tentang perbuatan tangan Tuhan.

Kesimpulan

Dalam bagian ini, dapat disimpulkan bahwa iman berbicara tentang:

  • UJIAN Iman
  • TANTANGAN Iman
  • MEMPERKATAKAN Firman
  • KUASA Iman
  • KESAKSIAN Iman
  • Ibrani 11:6 alami kuasa iman
Posted in Uncategorized | Leave a comment