MENJADI TEMPAT KEDIAMAN  ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 November 2019)

KOLOSE 1:27-29

PENDAHULUAN
Minggu yang lalu dijelaskan dalam Kolose 1:25, bahwa Rasul Paulus mendapat kepercayaan dari Tuhan untuk meneruskan “rahasia Allah” kepada jemaat. Ada banyak rahasia firman Allah yaitu kebenaran firman Allah yang tidak kita pahami, namun saat dijelaskan kita menjadi mengerti. Dan tugas rasul Paulus merupakan juga tugas para hamba Tuhan, bahwa mereka bertugas untuk menyampaikan pemberitaan firman Tuhan dan menyingkapkan rahasia firman Tuhan yang masih tersembunyi dengan tuntunan dari pada Roh Kudus. Dan salah satu rahasia firman Tuhan yang akan dibahas hari ini, terdapat dalam Kolose 1:27, bahwa Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan.

Apakah rahasia yang dimaksud Kristus ada di tengah- tengah kamu? Pada mulanya, ketika manusia diciptakan, manusia ada dalam kekudusan serta kemuliaan. Manusia ditempatkan di taman Eden. Di sana Allah dapat setiap saat dan setiap waktu ada di tengah-tengah manusia Adam dan Hawa,  sehingga manusia setiap saat dapat menikmati persekutuan yang erat/intim dengan Allah. Karena saat itu manusia belum berdosa dan keadaannya digambarkan oleh pemazmur, sedikit lebih rendah dari Allah. Itulah mengapa manusia dapat dengan mudah berinteraksi dengan Allah. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, sebab manusia jatuh dalam dosa. Karena setelah manusia berdosa, manusia kehilangan persekutuan dengan Allah. Kejadian 3:24, menuliskan bahwa Allah menghalau manusia dari  taman Eden dan menempatkan beberapa Kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan menuju pohon kehidupan sehingga manusia tidak dapat masuk ke taman Eden.

DOSA MEMISAHKAN
Karena kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia kehilangan persekutuan dengan Allah. Padahal Allah begitu rindu ada di tengah-tengah manusia (umat-Nya) sama seperti pada waktu manusia ada di Taman Eden. Tetapi karena Allah adalah kudus, maka manusia harus terpisah dari Allah. Allah mengungkapkan isi hati-Nya kepada manusia lewat nabi Yesaya. Dalam Yesaya 59:2 “Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar,  tetapi  yang  merupakan pemisah antara  kamu dan Allahmu  ialah  segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosa-mu.”

Apakah Allah membiarkan kondisi ini terus berlanjut? Jika diperhatikan dari runtutan firman Allah, sesungguhnya Allah ingin memulihkan hubungan Allah dengan manusia. Dan inisiatif Allah dapat terlihat dalam Alkitab, yaitu:
1. Keluaran 20:18,19. Allah ingin berbicara langsung dengan Israel (umat – Nya) di gunung Sinai.
Di gunung Sinai, Allah ingin berbicara langsung kepada umat Israel untuk menyampaikan kehendak dan keinginan-Nya. Maka Israel bersiap mendengar suara Allah dan Allah menyatakan kemuliaan-Nya lewat kilat dan angin, sehingga Israel begitu ketakutan saat melihat kemuliaan Allah. Maka mereka menghadap Musa dan meminta agar tidak lagi mengadakan acara seperti ini. Mereka meminta agar Musa saja yang menghadap Tuhan dan lewat Musa pesan Tuhan disampaikan kepada Isarel. Ketakutan ini disebabkan karena dosa, padahal betapa Allah menginginkan untuk dekat dengan manusia.

2. Keluaran 36:8-38, Allah memerintahkan agar Musa membangun “Kemah Suci; Kemah Sembahyang – Tabernakel.”
Di kemah suci, Allah ingin diam bersama umat-Nya di dalam  sebuah Tabut Perjanjian atau Tabut Asyahadat yang terletak di  Ruang Maha Kudus. Itupun hanya Imam Besar yang bisa menghampiri Allah di ruang Maha Kudus. Berbicara kemah suci, kira-kira dapat digambarkan seperti ini skemanya. Perhatikan gambar .

Dalam gambar, ada halaman luar untuk umat memuji Tuhan. Kemudian para imam masuk dalam halaman kemah suci. Di dalam halaman ini terdapat mezbah korban bakaran yang darahnya diambil dan dagingnya dibakar sampai habis. Kemudian imam ke bejana pembasuhan, setelah itu masuk dalam ruang kudus, di dalam ruang kudus ada kaki dian (pelita), mezbah dupa dan meja roti. Setelah ruang kudus, maka ada ruang maha kudus dan hanya imam besar yang dapat masuk ke dalamnya. Di dalam ruang maha kudus hanya ada tabut perjanjian. Di tempat itulah Allah menyatakan kemuliaan-Nya.

Jadi yang dapat berinteraksi dengan Allah hanya imam besar. Sebab tabut perjanjian adalah benda yang kudus dan tidak sembarang orang dapat menyentuhnya, karena di situ Allah menyatakan diri. Seperti apakah gambar tabut perjanjian secara dekat? Perhatikan gambar berikut.

Beberapa ayat dimana Allah nyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya:
a. Yosua 3:12, Umat Israel bisa menyeberangi sungai Yordan karena Imam-imam mengangkat tabut Tuhan dan sungai Yordan berhenti mengalir.

b. Imamat 10:1-7, Nadab dan Abihu mati karena tidak menghormati Allah dengan membawa api asing di hadapan Tabut Tuhan.

c. 2 Samuel 5:1-12,Bangsa Filistin merampas tabut Allah dan dibawa ke Asdod, ditaruh di rumah berhala Dagon, di sisi patung Dagon. Pagi hari, ketika orang Filistin melihat patung Dagon sudah tersungkur di depan tabut Tuhan maka mereka menaruhnya kembali dan esok hari patung Dagon itu tersungkur dengan kepala dan lengan putus.

d. 2 Samuel 6:1-9, Daud berniat membawa tabut Tuhan ke Yerusalem kota Daud dengan cara menaikkan ke atas kereta lembu baru. Ketika lembu tergelincir dan Uza mau menjaga tabut Tuhan supaya tidak jatuh maka Tuhan murka dan Uza mati. 2 Samuel 6:10,11 oleh karena peristiwa kematian Uza, Daud titipkan tabut Tuhan di rumah Obed Edom selama 3 bulan. Obed Edom tidak berbuat seenaknya dengan tabut Tuhan, tetapi menjaga diri terhadap tabut Tuhan. Dan Obed Edom diberkati Tuhan. Maka 2 Samuel 6:12-16, Daud membawa tabut Tuhan ke kota Daud dengan sikap hormat kepada Tuhan. Dan setiap pembawa tabut berjalan 6 langkah, Daud persembahkan kepada Tuhan korban sembelihan. Daud memuji dan memuliakan Tuhan dengan menari-nari di hadapan Tuhan. 2 Samuel 6:17, setelah tabut Tuhan tiba di Yerusalem, kota Daud, Daud membentangkan sebuah Kemah bagi tabut Tuhan, dalam Kisah Rasul disebut Pondok Daud. Dan yang menarik dalam Kisah 15:1-21, saat rasul-rasul rapat di Yerusalem membahas hal-hal yang harus dihindari oleh pengikut Yesus, Kisah 15:16, Yakobus mensitir nubuat nabi: “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan.” Jadi pondok Daud akan dibangun kembali.

SEPERTI APA PONDOK DAUD?
Ritual pondok Daud berbeda dengan ritual yang dilakukan di Kemah Tabernakel. Dalam Kemah Tabernakel para imam harus melewati ritual, yaitu melalui:
1. Halaman luar
2. Halaman dalam
3. Ruang Kudus
4. Ruang Maha Kudus hanya Imam Besar yang dapat masuk untuk berhadapan dengan Allah dan melakukan syafaat untuk pengampunan umat Allah.

Berbeda dengan Pondok Daud (2 Samuel 6:17,18). Dalam Kemah/Pondok Daud, tidak ada peralatan apa-apa, hanya sebuah tenda dan Daud meletakkan tabut Tuhan di tengah-tengah pondok. Dalam pondok Daud, tidak ada upacara (ritual) seperti yang dilakukan oleh imam di kemah Tabernakel. Di Kemah – Pondok Daud hanya ada pujian penyembahan. Sebagai rasa syukur, Daud mempersembahkan kepada Tuhan korban bakaran dan korban keselamatan dan Daud adakan perjamuan kasih dengan membagi-bagi seketul roti, sekerat daging dan sepotong kue kismis kepada umat Allah.

MAKNA PONDOK DAUD MASA KINI
Berbicara tentang pondok Daud, sebenarnya ini menggambarkan tentang manusia yang telah putus (kehilangan) hubungan dengan Allah akibat dosa dan manusia tidak bisa menikmati kembali hubungan  yang intim dengan Allah seperti di Taman Eden selain oleh karya kematian Yesus di kayu salib. Yesus perlihatkan hal ini kepada Yohanes di pulau Patmos dalam Wahyu 4:1-11. Formasinya persis seperti di kota Daud dalam Pondok/Kemah Daud, tidak ada perangkat seperti di Kemah Tabernakel. Karena Yesus sudah genapi semuanya di kayu salib. Bahkan sebagai orang-orang percaya, kita telah diampuni, disucikan dan dibenarkan oleh darah Yesus, kita bisa menikmati hubungan yang erat dengan Yesus sekarang, bukan hanya nanti kalau kita sudah ada di sorga. Seperti yang tertulis dalam Kolose 1:27, bahwa Kristus ada ditengah-tengah umatNya, bukan secara fisik tetapi secara Roh, Dia ada bersama kita.

  • Secara pribadi – 1 Korintus 6:19, tubuh kita adalah tempat Allah berdiam/berkemah. Jadi dimana pun kita berada, kita bisa menikmati persekutuan dalam Roh dengan Tuhan Yesus.
  • Secara komunal – Hubungan yang akrab dan intim dengan Tuhan Yesus bisa kita alami secara komunal, dalam persekutuan atau perhimpunan Ibadah Raya, Wadah, Kemah (Matius 18:20). Dan dijelaskan dalam 1 Korintus 3:16 bahwa Allah ada dalam perhimpunan jemaat.
  • Secara universal – Persekutuan yang erat dan intim dengan Yesus secara massal (universal), kita akan mengalaminya pada waktu kita ada di sorga dalam kemuliaan Bapa, Putra dan Roh Kudus, Wahyu 4:1-11.

Jadi saat kita berdoa, memuji dan menyembah Dia dengan penuh kesungguhan serta kerinduan, baik secara pribadi atau bersama, disana Kristus ada bersama kita dan diam didalam diri kita. Sebab itu dalam beribadah biarlah kita menghormati Dia, bukan hanya saat firman disampaikan, tetapi juga saat pujian dan penyembahan dinaikkan kepada Allah. Tuhan rindu kita bersekutu erat dengan pribadi-Nya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JEMAAT YANG MELAYANI TUHAN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 27 Oktober 2019)

Kolose 1 : 24 – 29

PENDAHULUAN
Dalam pembahasan 3 minggu lalu, dalam tema menderita bagi Kristus, dijelaskan bahwa Allah dapat melihat kualitas kekristenan orang percaya melalui kesetiaan, korban, pelayanan dan dari banyak hal. Dan salah satunya juga dapat terlihat melalui penderitaan yang dialami.  Sudah dijelaskan bahwa ada 3 tingkat penderitaan kekristenan, yaitu:

1. Menderita karena kejahatan sebab dosa dan pelanggaran
Mereka yang menderita dalam tahap ini adalah kristen KTP. Artinya, fisik mereka pergi ke gereja, namun kehidupan kekristenannya tidak sungguh-sungguh pada Tuhan, melainkan hidup dalam dosa dan jika mereka terus berbuat dosa sampai hari matinya, mereka akan masuk dalam neraka.

2. Menderita supaya taat
Inilah tipikal kristen yang sudah hidup dalam Yesus, namun masih mengalami banyak teguran dan hajaran dari Tuhan. Mereka diumpamakan seperti domba yang mengikuti gembala, namun masih melenceng. Artinya, ia sangat mudah terpengaruh, seperti domba yang  ikut-ikutan dengan domba yang lain dalam melakukan pelanggaran. Sehingga gada gembala harus digunakan pada domba tersebut, supaya tidak melenceng. Bahkan kadang tongkat gembala menarik dia agar kembali kepada kelompok dombanya. Inilah kekristenan yang terus ditegur Tuhan, agar menjadi Kristen yang taat dan tunduk kepada Tuhan.

3. Penderitaan karena rindu melihat ada jiwa-jiwa yang diselamatkan
Seperti sebuah kisah dalam Markus 2:1-12, tentang empat orang yang membawa seorang lumpuh kepada Yesus agar disembuhkan. Mereka tidak putus asa dalam melayani orang yang lumpuh itu. Bahkan mereka melewati atap rumah untuk membawa orang lumpuh itu kepada Yesus dan tentunya mereka bersepakat untuk memperbaiki kembali atap rumah yang telah mereka bongkar.

MELEPAS MILIK KITA
Untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati, kita tidak hanya dituntut mengikuti jejak Yesus dengan tepat dan benar, tetapi kita juga dituntut bersedia menderita dengan memberi, menolong dan melayani orang-orang/jemaat yang membutuhkan pertolongan kita. Markus 10:45, sebagaimana Yesus menderita untuk kita dan melayani, demikian juga kita dipanggil untuk melayani dan bukan untuk dilayani. Hanya orang yang dewasa rohaninya yang dapat melalui penderitaan ini. Sebab melayani bukan karena pujian,  tetapi ada kritik juga.

PELAYANAN PAULUS
Rasul Paulus memberi contoh kepada jemaat di Kolose, bagaimana ia rela menderita bagi jemaat. Kolose 1:25 “Aku telah menjadi PELAYAN jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu”. Spesifikasi  pelayanan  Paulus adalah meneruskan firman Tuhan kepada jemaat. Firman Tuhan seperti apa yang Paulus teruskan ke jemaat Kolose?

Kolose 1:26 “…yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.” Suatu rahasia yang tersembunyi dan rahasia tersembunyi itu adalah Firman Allah, yang selama ini tersembunyi lalu dibukakan di dalam Yesus. Mulai dari konsep:

  1. Keselamatan
  2. Hidup yang berkenan kepada Tuhan
  3. Akhir zaman
  4. Kedatangan Yesus ke dua kali
  5. Hidup kekal di Surga

Kelima hal ini sudah ada di hati  Allah dan telah direncanakan Allah dalam kekekalan, tetapi tersimpan (tersembunyi) berabad-abad di dalam Perjanjian Lama. Kemudian dinyatakan Allah di zaman akhir, yaitu zaman Perjanjian Baru. Dan rahasia Allah ini diberikan Tuhan kepada Rasul, Nabi, Pemberita Injil, Gembala, Pengajar-pengajar dan Guru. Mereka semua meneruskan kepada jemaat agar jemaat hidup sesuai dengan firman Tuhan, berkenan kepada Tuhan, menjadi pengikut Yesus yang sejati dan masuk dalam kemuliaan.

KONSEP KESELAMATAN
Konsep keselamatan oleh Yesus, sebenarnya sudah dinyatakan Allah berabad – abad lalu, bahkan sudah dinyatakan  Allah :

  • Di Taman Eden, sejak manusia (Adam – Hawa) jatuh dalam dosa
    Perhatikan, setelah manusia jatuh dalam dosa, pertama-tama, Allah berkata kepada Hawa dalam Kejadian 3:13,14 “Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah engkau perbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan. Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu:“Karena engkau berbuat demikian terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar  dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu.”

 Dan Allah menyatakan konsep keselamatan di dalam Yesus kepada Adam dan Hawa dalam Kejadian 3:15a “Aku (Allah) akan mengadakan permusuhan antara engkau (Iblis) dengan perempuan ini (Hawa), antara keturunanmu (keturunan Iblis) dan keturunannya (Keturunan Hawa).”

Siapakah yang dimaksud Allah dengan keturunan Iblis dalam Kejadian 3 tersebut? Jika kita perhatikan dalam Matius 26:24, dituliskan bahwa Anak Manusia, yaitu Yesus akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang oleh orang tersebut Yesus itu diserahkan. Jadi keturunan iblis yang dimaksud adalah ia yang menyerahkan Yesus sehingga disalib, yaitu Yudas Iskariot. Mengapa Yudas sampai tega melakukan dosa yang begitu jahat dan keji kepada Yesus? Karena Yudas membuka hati bagi Iblis untuk dipakai menjadi alat Iblis sehingga Iblis bisa melaksanakan rencananya kepada Yesus. Apa hanya berdosa seperti Yudas, orang bisa disebut keturunan Iblis? Dalam Yohanes 8:44 lebih jelas dituliskan, bahwa keturunan iblis adalah mereka yang melakukan keinginan-keinginan iblis, tidak  hidup  dalam kebenaran dan berkata dusta sesuai kehendak iblis. Itulah yang dimaksud keturunan Iblis.

Sedangkan keturunan Hawa adalah Yesus.  Karena Yesus akan meremukkan kepala ular atau iblis di atas kayu salib dan iblis akan meremukkan tumit-Nya, yaitu meremukkan tumit Yesus lewat kematian Yesus di atas kayu salib. Jadi konsep keselamatan sudah diberitahukan jauh sebelum Yesus datang ke dunia.

  • ABRAHAM PERSEMBAHKAN ISHAK
    Berikutnya, konsep kematian Yesus juga diberitakan melalui peristiwa pengorbanan Ishak oleh Abraham di gunung Moria,  Kejadian 22:1-19. Ishak harus mati karena tuntutan Tuhan. Tapi, karena adanya domba pengganti, Ishak luput dari kematian dan menjadi pewaris Abraham. Dalam kisah tersebut menggambarkan bahwa seharusnya kitalah yang binasa, karena tuntutan Tuhan kepada manusia. Roma 6:23, upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah Yesus sebagai domba pengganti diberikan secara cuma-cuma kepada kita dan oleh domba penganti, yaitu Yesus, kita yang percaya menerima hidup yang kekal.
  • ISRAEL DIJAJAH DI MESIR
    Israel dijajah di Mesir selama 400 tahun. Dengan usaha apapun tidak mungkin mereka dapat bebas dari kekuasaan Firaun. Satu-satunya jalan adalah Allah mengadakan Paskah (simbolik), dimana anak domba disembelih dan darahnya diolesi pada tiang dan ambang pintu. Maka setiap rumah yang memiliki tanda darah domba akan selamat sedangkan yang tidak memiliki tanda akan binasa termasuk orang Mesir.

Inilah konsep keselamatan yang sekarang telah dinyatakan dalam Roma 10:9,10 yaitu percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut akan diselamatkan. Oleh karena keselamatan yang sudah kita terima, wajiblah kita melayani sesuai dengan kapasitas yang Tuhan berikan. Meskipun pelayanan setiap anggota jemaat kepada Tuhan tidak sama, Efesus 5:23,30. Kristus adalah Kepala dan Jemaat adalah Tubuh Yesus. Peran dan fungsi setiap anggota tubuh  berbeda  satu  dengan  lainnya (Roma 12:4,5). Kita bisa melayani seperti yang dilakukan oleh empat orang yang mengusung orang lumpuh untuk dibawa kepada Yesus, dan kita bisa melayani seperti pengikut Yesus, yang digambarkan seperti kawanan domba yang dibanggakan dan ditempatkan di sebelah kanan Yesus, Matius 25:34-40. Tetapi jangan sampai kita seperti pengikut Yesus yang digambarkan seperti kawanan kambing, yang ditempatkan di sebelah kiri Yesus di mana mereka dimasukkan ke dalam tempat yang disebut siksaan kekal, Matius 25:35-46.

CONTOH
1. Contoh yang baik: orang yang memberi pakaian kepada Yesus. Namanya Tabita, bahasa Yunaninya Dorkas, Kis. 9:36-39.
Ia tidak memberikan pakaian fisik kepada Yesus, melainkan sebagai pengikut Yesus, Dorkas peduli akan kebutuhan para janda dan Dorkas memberi pakaian hasil jahitannya kepada para janda.

2. Contoh yang tidak baik: orang yang tidak memberi makan Yesus. Orang kaya (Mr. X – Matius 16:23a)
Lazarus dan orang kaya itu akhirnya mati, lalu dikubur. Orang kaya itu menderita sengsara di alam maut dan dari jauh dilihatnya Abraham dan Lazarus duduk di pangkuannya. Orang kaya ini mengalami siksaan. Orang kaya ini adalah orang percaya Yesus namun ia tidak meningkatkan imannya sampai pada kesempurnaan, sebaliknya imannya semakin merosot.

Pertanyaannya mengapa Tabita (Dorkas) namanya dicatat dan orang kaya tidak? Sebab hanya orang yang namanya dicatat dalam buku kehidupan yang akan masuk sorga, tidak bagi yang namanya dihapus. Mengapa dihapus? Bukan karena belum percaya kepada Yesus, tetapi karena imannya mati (Yakobus 2:20,26).

Iman yang mati adalah iman yang tidak mengalami pertumbuhan atau peningkatan, dari iman kepada kebajikan dan terus sampai kasih Agape melainkan menurun bahkan hidup sama seperti orang yang tidak mengenal Tuhan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENYENANGKAN HATI TUHAN – oleh Pdt. Yaveth Montalili (Ibadah Raya 2 – Minggu, 20 Oktober 2019)

1 Korintus 10:1-5

Dalam ayat pokok yang akan dibahas bahwa rasul Paulus sedang mengingatkan orang Israel tentang peristiwa perjalanan mereka dari Mesir ke tanah perjanjian. Bahwa semua umat Tuhan mengalami banyak tantangan bersama-sama,  makanan dan pengalaman bersama. Namun ayat 5 diceritakan bahwa tidak semua umat Israel sama-sama sampai ke tanah perjanjian.

Jadi jelas ada orang-orang yang tidak berkenan, yang tidak sesuai kehendak Tuhan. Mazmur 2, ada konspirasi raja-raja untuk melawan Tuhan dan Tuhan tertawa melihat mereka.

1 Korintus 10:6, dituliskan bahwa Israel tidak menjadi contoh yang baik. Kata contoh dituliskan kata “Tupos” suatu pola. Ayat 6 ini memberi pengertian bahwa pola hidup israel jangan dicontoh.

Beberapa hal hidup yang tidak menyenangkan Tuhan:
1. Menginginkan hal yang jahat
Ayat 6, contoh ini memperingatkan supaya kita jangan menginginkan hal jahat seperti yang mereka perbuat. Bilangan 11:4-7, ini yang dikatakan menginginkan hal jahat. Bukan soal makanan dagingnya melainkan kepuasan hawa nafsu untuk makan daging.

Membandingkan kondisi mereka di perjalanan dan saat masih tinggal di Mesir, mereka membandingkan pemeliharaan Tuhan dan saat di Mesir. Bagi mereka Mesir lebih memuaskan. Jangan sampai hidup diluar Tuhan lebih puas ketimbang hidup dalam Yesus. Saat kita puas dalam Yesus, segala yang kita butuhkan akan merasa cukup.

2. Menyembah berhala, ay. 7.
Ketika Musa naik ke atas gunung, ia tak kunjung kembali, maka Israel bertindak sendiri sesuai keinginan mereka. Mereka membuat patung lembu emas untuk mereka sembah. Hal ini membangkitkan murka Allah. Jangan berikan posisi Allah direbut orang lain ataupun digantikan dengan hal lain.

3. Perzinahan, ayat 8.
 Tuhan tewaskan umat Israel karena dosa perzinahan, dosa yang dibenci oleh Tuhan. Bilangan 25:1- 4 ini adalah perzinahan fisik dan rohani. Dan orang kristen banyak yang jatuh dalam dosa perzinahan ini.

4. Tidak percaya janji Allah
Ayat 9,  menganggap salah rencana Allah, sehingga mencobai Tuhan.
Bilangan 21:5,6 – mereka mencobai Tuhan dengan mempertanyakan janji Tuhan. Ini adalah orang-orang yang mempertanyakan janji Tuhan. Yeremia 11:29 padahal rencana Tuhan adalah damai sejahtra bukan celaka.

5. Bersungut-sunggut
Ayat 10, persunggutan adalah hal yang Tuhan tidak inginkan. Tuhan mau kita mengucap syukur. Ada berkat Tuhan dalam bersyukur.

Dari kisah Isarel kita dapat belajar, hal-hal apa saja yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Jangan sampai kita melakukannya sehingga dihadapan Tuhan kita tidak berkenan bahkan melukai hati-Nya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Setia Sampai Akhir – oleh Pdt. Yaveth Montalili, GPdI Magelang (Ibadah Raya 1 – Minggu, 20 Oktober 2019)

2 Timotius 4:6-8

Jika diperhatikan ini adalah nasihat dan dorongan rasul Paulus kepada Timotius sebagai gembala jemaat di Efesus. Bahwa Timotius harus siap sedia setiap waktu untuk menyampaikan kebenaran firman Allah. Firman yang menasihati, menegur dan membangun sebab dalam ayat 3 dikatakan akan ada orang-orang  kristen yang akan menghadapi kerohanian yang tidak sehat. Inilah zaman akhir, sebab tujuan mereka bukan untuk menegur dosa, melainkan untuk kesenangan diri dan memuaskan telinga.

Dalam 1 Raja 22:1-18 diceritakan bahwa Israel dibawah pimpinan Ahab untuk melawan bangsa lain dan 400 nabi Baal, mereka dikumpulkan untuk meminta petunjuk. Dan ucapan Baal menyenangkan hati Ahab dan Yosafat. Maka datanglah Mikha, nabil yang dibenci Ahab dan nubuatannya berbeda denga Nabi Baal.

Inilah fenomena zaman akhir.  2 Tim 4:6 – Paulus berkata bahwa sekalipun penyesat ada,  kita harus mampu menguasai diri, sabar menderita dan tetap melakukan pemberitaan injil. Pemberitaan injil adalah tugas orang percaya.

Ayat 6-8, Paulus menyampaikan tentang doktrinnya dan kehidupannya sebagai orang percaya sekaligus sebagai rasul. Tentang hidup dalam iman:

Penderitaan, ay. 6
Penderitaan yang dialami rasul Pulus sebagai bentuk pencurahan darah yang dik1orbankan kepada Tuhan.

2 Kor 11:23-27, ucapan rasul Paulus ini adalah fakta tentang perjuangannya dalam pelayanan. Karena memberitakan injil ia ditangkap dan dimasukan ke penjara. Dan 195 kali rasul Paulus dicambuk (ayat 24). Dan selanjutnya ayat 25-27 adalah tantangan yang dihadapi Paulus, yang begitu besar. Melihat kisah rasul Paulus ini, belum tentu kita mampu melewatinya.

Bertanding dengan baik adalah bertanding dengan cara yang baik, sesuai firman Allah. Apa sebab Paulus bertahan sampai akhir:
A. Paulus membangun fanatisme yang kuat kepada yang ia percayai. Roma 1:16, injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya.

B. Pokok pikiran mengenai penderitaan bagi kristus adalah anugrah. Filipi 1:29, menderita dalam pelayanan adalah anugrah Allah.

C. Roma 8:18, Paulus melihat bahwa penderitaan yang akan dialaminya akan mendapat kemuliaan yang besar. Penderitaan di dunia bersifat sementara.  2 Kor 4:17, penderitaan yang ia alami di dunia ini tidaklah seberapa.

2 Kor 10:11, pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa. 1 Kor 9:25, ada mahkota dalam pertandingan.

Rom 8:26, Roh Kudus membantu dalam kita berdoa kepada Tuhan. Penolong yang membantu kita dalam menghadapi tantangan.

Roma 8:31, 35-37, Paulus mengetahui kalau Allah bersama dengannya. Dan kasih Tuhan memampukan dan memberikan kemenangan. Penyertaan Allah dan kasih Allah menyertai Paulus.

Penutup
Setialah sampai akhir meskipun ujian dan tantangan semakin berat. Berpegang pada iman,  penderitaan dalam Kristus adalah anugrah dan tidak melebihi kekuatan, ada Roh Kudus serta kasih Allah yang senantiasa menyertai orang yang sungguh-sungguh percaya Yesus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PEMBUNUH RAKSASA seri 14 – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 20 Oktober 2019)

1Samuel 17

Para pembunuh raksasa mengetahui rahasia untuk mencapai kemenangan. Kemenangan para pembunuh raksasa selalu dimulai dari membunuh raksasa yang ada dalam dirinya sendiri bukan yang dihadapinya. Inilah jejak kemenangan yang ditinggalkan Daud bagi kita. Kemenangan Daud mengalahkan Goliat diawali dari kemenangannya mengalahkan raksasa yanga ada dalam dirinya. Beberapa raksasa yang ditundukkan Daud adalah “ketakutan” (seri 12) dan “kemustahilan” (seri 13).

Setiap orang memiliki rasa takut, namun jangan ijinkan rasa takut membunuh keberanian kita, sehingga menyerah sebelum peperangan terjadi. Seperti para prajurit dan raja Saul, Daud juga memiliki rasa takut, tetapi Daud tidak mengijinkan rasa takut menghentikan langkahnya maju melawan Goliat. Dengan penuh keyakinan Daud menghadapi Goliat dan membunuhnya tanpa pedang di tangan.

Sekarang marilah kita lihat raksasa selanjtnya yang dibunuh Daud yaitu “TAWAR HATI”

  1. Pembunuh raksasa memilih membunuh raksasa dalam dirinya, yaitu : TAWAR HATI

1Samuel 17:10,11
Pula kata orang Filistin itu: “Aku menantang hari ini barisan Israel;
berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.”

Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Empat puluh hari empat puluh malam teriakan tantangan diperdengarkan Goliat kepada barisan perang Israel. Akibatnya mereka tawar hati dan sangat ketakutan. Tak seorangpun berani maju menghadapi tantangan Goliat, sampai muncul seorang anak muda, penggembala domba ayahnya yaitu Daud.

Jika kita memperhatikan bahasa Ibrani, kata cemas ditulis dengan kata Khatat. Kata ini memiliki beberapa arti, yaitu:
1. Hilang keberanian.
Orang yang tawar hatinya akan kehilangan keberanian untuk menghadapi apapun yang ada di depannya. Peperangan belum dimulai, genderang perang belum juga dibunyikan, tetapi Saul beserta seluruh pasukan perang Israel tak ada yang berani melawan Goliat. Inilah yang disebut tawar hati. Jangan beri tempat tawar hati dalam hidup kita, sebab ia akan membunuh semua keberanian yang kita miliki. Penulis amsal dalam Amsal 24 : 10 dengan cermat mengatakan: Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Contoh lain dapat kita lihat dalam kitab Ulangan, orang-orang yang tawar hati tidak berani memasuki tanah perjanjian.

Ulangan 1:28
Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.

2. Tidak bersemangat / tidak antusias
Orang yang tawar hati tidak memiliki semangat atau gairah apapun yang ditawarkan kepadanya. Kesenangan atau hadiah yang besar tidak ada artinya apa-apa bagi orang yang tawar hati.

3. Putus harapan
Arti yang ketiga dari kata Khatat adalah putus harapan. Orang yang tawar hati tidak lagi memiliki harapan akan kemenangan ataupun masa depan. Bagi orang yang tawar hati semuanya suram dan tidak menjanjikan. Hal ini nampak jelas dalam diri bangsa Yehuda yang sedang membangun tembok Yerusalem dibawah pengawasan Nehemia.

Nehemia 4:10  Berkatalah orang Yehuda: “Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.” Lihatlah keputusasaan yang menyergap bangsa Israel, secara bersama mereka berkata: tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.

PENYEBAB TAWAR HATI
1. Intimidasi bertubi-tubi
1Samuel 17:16
Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya.

Hati-hatilah dengan sesuatu yang berulang, karena persitiwa yang terulang dapat memberi dampak makin dalam atau makin berat. Hal ini seperti paku yang dipukul dengan palu. Sekalipun pukulan itu tidak keras namun berulang-ulang, paku menancap makin dalam. Itulah kuasa intimidasi yang bertubi-tubi. Ia membunuh kekuatan dan keberanian lawan secara pelan-pelan.

2. Fokus kepada lawan, kesulitan dan tantangan
1Samuel 17:14
Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.

Tawar hati terjadi jika hati dan pikiran kita terfokus kepada masalah yang dihadapi. Ketahuilah sesuatu yang kita perhatikan akan nampak semakin besar. Bangsa Israel fokus perhatiannya hanya kepada Goliat sehingga dalam pandangannya Goliat nampak semakin besar dan kuat. Akibatnya mereka semua tawar hati.

MENGALAHKAN TAWAR HATI
A. Berilah makan kepada iman Anda, bukan kepada persoalan Anda.
Menang atau kalah dalam hidup tergantung siapa yang kita beri makan, iman atau masalah? Yang kita besarkan itu yang akan keluar menjadi pemenang. Oleh sebab itu besarkan iman kita bukan masalah kita. Berilah makan kepada iman kita agar kita memiliki keberanian menghadapi tantangan dan kesulitan.

B. Arahkan pandangan Anda kepada hadiah kekal, 1Samuel 17:25-26.
Saul menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang berhasil mengalahkan Goliat. Tidak tanggung-tanggung hadiahnya, dijadikan menantu raja dan diberikan kekayaan yang banyak. Bagi Daud bukan itu yang menarik, baginya membela kehormatan raja diatas segala raja lebih utama. Daud tidak rela nama dan kehormatan Tuhan dihina dan direndahkan oleh Goliat. Itulah sebabnya ia tidak takut menghadapi Goliat walau mati sekalipun demi hadiah kekal yang akan diterimanya.

Demikian halnya dengan rasul Paulus, sekalipun mengalami berbagai kesulitan namun ia tidak pernah tawar hati karena pandangannya ditujukan kepada kekekalan bukan kepada yang sementara (2 Kor 4:16-18).

C. Arahkan pandangan Anda kepada TUHAN yang memberi kemenangan
1Samuel 17:47
dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Daud mengarahkan pandangannya kepada Tuhan yang memberi kemenangan. Dengan yakin ia berkata : “Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Apakah yang sedang Anda alami saat ini? Seberat dan sebesar apapun beban yang menindih jangan tawar hati. Arahkan pandangan kepada Tuhan Yesus yang memberi kemenangan.

Ibrani 12:3
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Perjamuan suci merupakan sarana untuk mengingat Tuhan.

Lihatlah di Golgota, di sana Tuhan Yesus mati untuk menebus dosa kita. Tahukah Anda saat berjalan dari Getsemani menuju Golgota berulang kali Tuhan Yesus jatuh dengan salib dipundakNya. Lihatlah, sekalipun dengan langkah yang tertatih-tatih, penuh kelemahan dan kesakitan, Tuhan Yesus tidak menyerah untuk kita. Dia terus memikul salib hingga ke Golgota agar keselamatan menjadi miliki kita. Sekali lagi, Tuhan tidak menyerah untuk kita, apakah kita ingin menyerah karena beban yang kita alami? Jangan menyerah, jangan tawar hati, teruslah melangkah, lihatlah Tuhan yang penuh cinta rela menderita bagi kita. Tuhan memberkati. KJP!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KRISTEN POHON ZAITUN – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 13 Oktober 2019)

Mazmur 52:1-11
“Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.”  Mazmur 52:10

PENDAHULUAN
Mazmur ini ditulis saat Daud dikejar Saul dan Daud ada di rumah Tuhan saat imam Ahimelekh melayani dirumah Tuhan, 1Sam. 22:9-10. Daud sedang dalam keadaan yang sangat genting karena tindakan Doeg berpotensi untuk menghancurkan masa depan serta membahayakan keselamatan jiwa Daud, namun Daud tetap berkomitmen dan tidak mengeluh.

  • Ayat 3-6: kita melihat Doeg yang bangga dengan kejahatannya terhadap orang yang dikasihi Allah. Jangan pernah lemah dan kecewa jika kita diperhadapkan kondisi seperti Daud dan menemukan tantangan yang digambarkan seperti Doeg yang menipu, berdusta dan melakukan kejahatan. Perlu kita ketahui dan yakini seperti Daud bahwa mereka akan dirobohkan oleh Allah.
  • Ayat 7-9: Daud punya keyakinan bahwa tindakan Doeg itu akan mendatangkan cemoohan serta kehancuran bagi diri Doeg sendiri.

Apa yang Daud lakukan?

  • Dalam kondisi seperti ini Daud berkomiten dalam dirinya sebagai “Pohon Zaitun” yang menghijau (ayat 10). Ia yakin tidak ada kekuatan apa pun yang akan mengubah rencana Allah bagi dirinya dan menggagalkan rencana Tuhan dalam hidupnya. Daud siap berjuang dan bekerja keras untuk tetap kuat dalam proses rencana Allah bagi dirinya.
  • Dalam kondisi seperti ini Daud berkomitmen dalam dirinya untuk selalu “Bersyukur” kepada Tuhan karena Tuhan yang bekerja di dalam pergumulannya. Keyakinan yang luar biasa inilah yang mendorong Daud untuk bersyukur dan bersaksi akan kesetiaan dan kemuliaan Tuhan senantiasa tanpa tergantung pada situasi maupun keadaan (perhatikan  ayat 11).

POHON ZAITUN
Daud berkomitmen bahwa ia akan tetap seperti  pohon zaitun. Pohon zaitun adalah pohon yang memerlukan waktu yang lama untuk bertumbuh dan membutuhkan proses yang begitu lama untuk dapat dikagumi, dapat kuat, berbuah.

Pohon ini melambangkan keindahan, kekuatan, kedamaian, kelimpahan, bahkan berkat ilahi. Jika kita lihat kerohanian Daud yang dewasa dan kepribadiannya yang matang maka Daud tidak lepas dari namanya ‘proses’ yang  Daud hadapi dalam kehidupannya.

Kehidupan orang percaya seringkali Alkitab ibaratkan seperti pohon atau tanaman yang harus mengalami pertumbuhan fase demi fase:  mulai dari bertunas, berakar, bertumbuh dan kemudian berbuah. Inilah kehidupan Kristen yang normal yaitu kehidupan yang terus bertumbuh secara rohani.

Efesus 4:13 “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

Artinya hidup Kristen adalah hidup yang terus berproses, dinamis, bergerak maju, aktif dan tidak statis. Namun banyak orang yang sudah mengikut Tuhan atau menjadi Kristen selama bertahun-tahun kehidupan rohaninya tidak mengalami perubahan yang berarti, tidak ada kemajuan, seperti berjalan di tempat.  Jika demikian berarti kekristenan mereka sudah mati, walau secara kasat mata masih tampak melakukan aktivitas kerohanian yang mungkin tak lebih dari sekedar rutinitas. Kehidupan rohani orang percaya seharusnya seperti pohon zaitun.

TENTANG POHON ZAITUN
1. Akar pohon zaitun pun sangat kuat sehingga tidak mudah dicabut atau dipindahkan ke tempat lain, itulah sebabnya ia dapat hidup dalam waktu yang sangat lama.
Akar pohon zaitun ke dalam dan mencari sumber air, dapat menembus tanah hingga 6 meter dan menjalar ke kanan dan kiri. Nah, inilah rahasia ketangguhan pohon zaitun bisa berumur panjang, kuat, dan tetap menghasilkan buah.

Maksud dari akar yang dalam mencari sumber air artinya kerinduan yang terus ada untuk selalu terhubung dengan Tuhan dan inilah yang menjadi kristen pohon zaitu yaitu kristen yang terus terhubung dengan Tuhan.

Yeremia 17:8 “…Ia akan seperti pohon yang ditanam ditepi air yang merambatkan akar-akarnya ketepi batang air,…”

Menjadi pertanyaan buat kita, bagaimana dengan hubungan kita dengan Tuhan hari-hari ini? Apakah kita justru lemah dan semakin menjauh? Ketika kita terhubung dengan Tuhan akan ada ketenangan ditengah goncangan, akan ada kekuatan disaat alami kelemahan, akan ada kesegaran disaat kita mulai tidak bergairah melakukan segala sesuatu, ada harapan ditengah keputusasaan (Mazmur 62:9).

Apa ciri-ciri orang yang dekat atau terhubung dengan Tuhan?

  • Percaya kepada Tuhan setiap waktu.
    Dalam kondisi dan keadaan apapun yang dialami oleh pengikut Kristus jika ia terhubung dengan Tuhan maka ia akan terus percaya, Mazmur 52:10b.
  • Mencurahkan isi hatinya hanya kepada Tuhan.
    Kebiasaan manusia bila menghadapi masalah adalah menceritakannya kepada orang yang dekat dengan kita. Tapi disini kita bisa melihat yang Tuhan kehendaki ialah kita terbuka pada Tuhan. Bukan hanya dalam hal masalah saja kita harus jujur kepada Tuhan tapi dalam hal berkat, kita juga harus terbuka padaNya. Jika kita dekat dengan Tuhan kita tidak akan menyembunyikan sesuatu dari Tuhan. Apabila kita jujur di hadapan Tuhan maka semua akan Tuhan proteksi.
  • Tidak akan pernah ragu dengan Tuhannya (Yakobus 1:6-8).
    Sekalipun ada banyak penderitaan yang dialami, dia akan tetap menaruh kepercayaannya hanya pada Tuhan saja. Kita harus bangkit, jangan hanyut dengan masalah, jangan tertekan karena kesulitan. Dunia boleh bergoncang, badai boleh datang tapi kita sebagai anak Tuhan jangan mau dibawa oleh gelombang. Selama Tuhan di sisi kita, tidak ada yang bisa menyentuh kita. Amin.

2. Jenis pohon yang dapat bertahan hidup ribuan tahun lamanya.  Ini berbicara tentang kesetiaan kita mengiring Tuhan.
Wahyu 2:10b- “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

Semakin kita setia kepada Tuhan, semakin kita melekat kepada-Nya, semakin kita beroleh kekuatan untuk menghadapi angin, badai dan gelombang kehidupan.

Badai apa yang sedang saudara hadapi, gelombang besar yang datang tidak akan membuat kita lemah dan mundur tetapi kita akan tetap berdiri kokoh dan terus jadi berkat . Tekanan dan ancaman yang dialami oleh Daud mungkin juga sudah atau suatu saat akan kita alami tapi bukankah kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah? Karena Ia sudah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk kita.

Tak ada satu kekuatan pun yang dapat menghancurkan kita atau rencana Allah bagi hidup kita, maka bersiaplah senantiasa dan tetap kuat dan setia karena Tuhan akan menggenapi rencana-Nya dalam kehidupan kita. Maka dari itu kita harus seperti pohon zaitun yang tertanam di rumah Tuhan, yang sekali tertanam akan tetap tertanam sampai selama-lamanya artinya belajarlah untuk tetap setia.

3. Pohon zaitun adalah pohon yang menghasilkan minyak.
Minyak zaitun pada masa itu sering dipakai untuk mengurapi raja, disamping untuk keperluan hidup sehari-hari, dimana semua orang membutuhkannya.

Hidup Kristen adalah hidup yang harus menghasilkan buah baik yang dapat dinikmati banyak orang, menjadi berkat bagi orang lain. Orang dapat mengenal kita dari buah yang kita hasilkan  Matius 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

Matius 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Setiap pohon yang tidak berbuah akan dipotong dan pohon yang  berbuah baik pasti memberi diri untuk terus dibersihkan supaya banyak berbuah.

Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

 Ilustrasi tentang hidup yang menjadi berkat “EMAS DAN TANAH”
Emas berkata kepada Tanah.
“Coba lihat pada dirimu.. suram.. dan lemah.. Apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku..?? Apakah engkau berharga seperti aku.. ??”

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon. Bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain, apakah kamu bisa.. ??”

Emas pun terdiam seribu bahasa..!!

Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas yang berharga, menyilaukan tetapi  tidak bermanfaat bagi sesama. Sukses dalam karir, rupawan dalam paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. Posisinya biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun. Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain. Jika keberadaan kita dapat menjadi berkat bagi banyak orang, barulah kita benar-benar bernilai.

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi kita, keluarga dan orang lain.
Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yang membutuhkan.
Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.
Karena hidup ini adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.
Apakah kita seperti ‘Tanah’ atau ‘Emas’ ?

Galatia 6.10  “Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita,marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Galatia 6: 2 “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

Kesimpulan
Jadilah Kristen pohon zaitun yang terus terhubung dengan Tuhan, bertahan dalam kesetiaan, selalu menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERKAT DARI SUMBER HIKMAT seri 4 : PEMULIHAN ROHANI dan JASMANI  (Ibadah Raya 2 – Minggu, 13 Oktober 2019 oleh Pdt. Gideon Santoso)

AMSAL 3:7-8

Pendahuluan
Keseluruhan Amsal pasal 3-9 Merupakan nasihat firman, dimana Allah mengambil peran seperti seorang Bapa yang menasihati anak-anak-Nya. Tiga nasihat sudah kita pelajari dari pasal 3 dan kita masuk pada nasihat yang ke empat.

Amsal 3:7-8  “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan. Itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.”

Dari nasihat ayat tersebut, ada tiga hal yang dapat kita pelajari:
1. “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak….”
Menganggap itu artinya menilai diri sendiri bijak atau merasa dirinya bijak. Mengapa Tuhan melarang kita untuk merasa diri bijak ? Orang yang merasa atau menilai dirinya bijak biasanya mudah merendahkan orang lain dan merasa dirinya lebih tahu, lebih pintar dari yang lain. Orang model seperti ini akan bertentangan dengan nasihat Tuhan.
Amsal 3:7b “…Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.”

Contoh : 2 Samuel 6:1-8 tentang Daud. 

  • Ayat 1-2 : Daud mempunyai maksud baik dan mulia, memindahkan Tabut Allah (media hadirat Allah) dari Kiryat Yearim ke Yerusalem. Kali ini Daud tidak bertanya kepada Allah soal bagaimana cara yang benar memindahkan Tabut Allah itu.
  • Ayat 3-5: Dengan memakai pemikirannya sendiri, ia memindahkan Tabut Allah dengan tidak sesuai aturan Tuhan. Tabut Allah harusnya dipikul oleh para imam sesuai aturan Tuhan karena tidak boleh sembarangan orang yang boleh menyentuh dan memindahkannya.
  • Ayat 6-7 : Murka Allah bangkit dengan membunuh Uza ketika menyentuh Tabut Allah, meskipun maksudnya baik mau menyelamatkan Tabut Allah yang oleng hampir jatuh. Ada korban kematian karena Daud yang merasa dirinya bijak dengan menggunakan caranya sendiri, tetapi mengabaikan aturan Tuhan.
  • Ayat 8 : Daud marah atas kebodohannya, yang membuat Uza menjadi korban dan Daud menjadi takut akan Tuhan (Ay. 9.) Daud melakukan pemindahan Tabut Allah kedua kalinya sesuai dengan aturan Tuhan yaitu dengan dipikul oleh para imam.
  • Ayat 12-15: Hasilnya Tuhan berkenan atas apa yang Daud lakukan, karena Daud tidak lagi memakai caranya sendiri tetapi memakai aturan Tuhan.

Pelajaran buat kita adalah jangan memakai cara kita dalam kita mengangkat hadirat Tuhan, tapi pakailah ketetapan firman Tuhan. Ada banyak maksud baik dengan tujuan yang juga baik, tetapi Tuhan justru sebaliknya tidak berkenan karena kita sering memakai cara dan kebijakan kita sendiri dan mengabaikan apa yang Tuhan kehendaki sesuai dengan aturan firman-Nya.

Ada banyak gereja Tuhan yang terjebak dalam hal seperti ini. Untuk mengangkat hadirat Tuhan dalam ibadah memakai berbagai cara tampilan dan suasana yang hingar bingar, lagu-lagu baru yang semangat dan dimodifikasi seruan-seruan semangat. Sebenarnya tidaklah salah, pertanyaannya adalah “Apakah Tuhan benar-benar berhadirat diatas puji-pujian yang demikian dan berkenan?” Bagaimana kondisi hati dan rohani pembawa pujiannya, pemain musiknya hampir tidak pernah menjadi perhatian, yang penting tampilan luar. Kalau sudah seperti ini, hadirat Tuhan bukannya membawa berkat, tetapi malah hukuman.

Contoh lain 1 Samuel 15:1-23 tentang Raja Saul.

  • Ayat 1-3
    Raja Saul mendapat perintah dari Tuhan untuk menumpas bangsa yang jahat yaitu Amalek. Tuhan perintahkan tumpas habis tanpa sisa termasuk binatang ternak yang ada di sana.
  • Ayat 4-9
    Saul melaksanakan perintah Tuhan memerangi bangsa Amalek, tetapi tidak menumpas semuanya. Rajanya Agag dan kambing domba lembu yang gemuk tidak ditumpas, hanya yang kurus yang ditumpas.  Apa alasan Saul ketika ditanya oleh nabi Samuel ?
    1 Samuel 5:15 “Jawab Saul: Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan Allahmu, tetapi selebihnya telah kami tumpas.” Alasan Saul terlihat baik dan rohani, untuk dipersembahkan kepada Tuhan, hal itu diucapkan Saul sampai dua kali.
  • Ayat 15,21
    Tuhan marah dan kecewa kepada Saul, Tuhan ungkapkan kekecewaan-Nya kepada nabi Samuel.
    1 Samuel 5:10-11 “Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian. Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku, maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.”
    1 Samuel 5:22 “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”

Dua kesalahan Saul dalam hal ini :
1).  Saul ingin dianggap bijak oleh rakyatnya sehingga ia membiarkan mereka untuk tidak membunuh Raja Agag dan menyisakan lembu kambing domba yang gemuk-gemuk, padahal perintah Tuhan sangat jelas tumpas semuanya tanpa sisa.
2).  Saul ingin dihargai dan dihormati rakyatnya dari pada menghormati dan mentaati perintah Tuhan.

Pelajaran buat kita :
Jangan mencari hormat dan pujian manusia dengan mengesampingkan rasa hormat dan ketaatan kepada perintah Tuhan. Tuhan sangat kecewa dengan Saul meski Tuhan sendiri yang memilihnya menjadi Raja pertama di Israel. Sehebat apapun prestasi kita, sebaik apapun yang yang kita kerjakan kepada Tuhan, semua tidak ada artinya bahkan mengecewakan Tuhan, kalau semuanya dilakukan dengan kebenaran diri sendiri, caranya sendiri dan mengesampingkan rasa hormat dan tunduk untuk dengar-dengaran kepada Tuhan.

2. “Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.”
Takut disini adalah menaruh hormat dan mentaati perintah Tuhan dengan tunduk dan patuh. Menjauhi kejahatan adalah tindakan untuk tidak mengecewakan Tuhan. Dan hanya orang yang benar-benar takut akan Tuhanlah yang pasti menjauhi kejahatan.

3. “..Itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.”
Takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, hal ini sama manfaatnya seperti makanan bagi tubuh jasmani kita, membuat sehat jiwa dan kerohanian kita. Orang yang merasa bijak dan tidak takut akan Tuhan itu, seperti dosa yang membawa penyakit pada tubuh dan tulang kita.

Mazmur 38:4 “Tidak ada yang sehat pada dagingku oleh karena amarah-Mu, tidak ada yang selamat pada tulang-tulangku oleh karena dosaku.”

Tuhan akan pulihkan kondisi rohani dan jasmani kita dengan menjaga diri senantiasa tunduk dan taat kepada firman-Nya dan menjauhkan diri dari kejahatan apapun.

Dosa pertama terjadi di sorga oleh malaikat Lusiel karena hilangnya rasa hormat dan tunduk kepada Allah. Ia merasa dirinya hebat, merasa dirinya layak untuk sejajar dengan Allah. Allah lempar ia ke bumi dan namanya diganti dengan Lucifer.

Efesus 5:21 “ …Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”

Kondisi kerohanian kita akan berpengaruh pada jiwa dan tubuh kita, sedangkan kondisi kerohanian kita dipengaruhi pada seberapa taat dan tunduknya kita kepada firman Tuhan. Tuhan ingin kondisi roh, jiwa dan tubuh kita dipulihkan sehingga terpelihara sempurna dengan tidak bercacat, sampai kepada kedatangan Tuhan (1 Tes. 5:23).

Dosa level tubuh : perzinahan, percabulan dan semua dosa yang dilakukan dengan alat anggota tubuh kita. Dosa level jiwa : semua firman Tuhan yang kita ketahui tetapi tidak dilakukan, tahu dan mengerti tetapi tidak dilakukan, ini sama dengan sakit jiwa, karena semua kehendak dan keinginannya tidak tunduk kepada firman tetapi kepada hawa napsunya sendiri. Sedang dosa level roh :  hal-hal yang tersembunyi, seperti iri hati, kebencian, penyembahan berhala. Semuanya ini harus kita jauhkan, mohon Roh Kudus memulihkan semuanya dan hidup dalam kerendahan hati, ketaatan kepada Kristus.

Bagaimana caranya untuk kita dapat senantiasa belajar untuk merendahkan diri ?  Perhatikan nasihat Rasul Paulus.

Filipi 2:5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

 Ketika kita menaklukan pikiran dan perasaan kita kepada pikiran dan perasaan Yesus, maka Roh Kudus akan memampukan kita hidup dalam kerendahan hati.

Filipi 2:6-7 “…. Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” 

Kata mengosongkan diri itu artinya Tuhan rela kehilangan hak-Nya dan menjadi hamba.

Filipi 2:8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Kerendahan hati karena taat dan tunduk kepada perintah Tuhan adalah kerelaan untuk menderita bagi keselamatan oran lain.  Mari kita adakan pemulihan kondisi rohani kita yang akan berpengaruh pada jasmani kita, sehingga senantiasa berkenan kepada Tuhan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment