MOTIVASI DAN PERBUATAN PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 11 November 2018)

KOLOSE 3:23-25

Setiap kita memiliki tugas dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan. Apakah status kita sebagai Istri, sebagai Suami, Anak, Bapak dan Karyawan. Dan sebagai orang percaya yang memiliki gelar sebagai pengikut Yesus atau anak Tuhan, firman Allah mengingatkan kita di ayat 23, bahwa apapun yang kita perbuat sebagai pengikut Yesus, hendaklah segala sesuatu di perbuat dengan sungguh-sungguh. Bahkan dilakukan seolah-olah bukan untuk melayani manusia, tetapi melakukannya untuk Tuhan. Jadi artinya, kerjakan segala tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, seperti melakukan kepada Tuhan bukan manusia.

CARA MENGAPLIKASIKAN
Dalam Kolose 3, ada tanggung jawab orang percaya. Ini merupakan cara mengaplikasikan ayat 23, yaitu:
1. Tanggung jawab Istri kepada Suami – Ayat 18
Seorang pengikut Yesus yang sejati, kalau ia statusnya istri, maka ia menjadi penolong bagi suaminya yang melayani dengan sungguh-sungguh seperti melayani Tuhan. Walaupun Istri dalam keadaan kesal atau emosi, jawablah seperti menjawab kepada Tuhan. Betapa bahagianya suami yang memiliki istri demikian yaitu berkata-berkata dengan lembut bukan membentak suami.

Andai saja, jika Yesus secara fisik datang ke rumah tangga kita, pasti kita akan melayani Yesus meskipun kondisi lemah dan lelah dengan sungguh-sungguh. Istri dan suami akan saling menghormati satu dengan yang lainnya dan berkata-kata dengan manis, sebab ada Yesus di rumah. Jika demikian, mengapa kita tidak dipraktekan sekarang? Sebab meskipun Tuhan Yesus tidak hadir secara fisik, Tuhan Yesus memperhatikan perbuatan sang istri.

2. Tanggung Jawab Suami – Ayat 19
Seorang suami harus menjadi pemimpin bagi istri dan anak-anaknya serta seluruh anggota keluarganya dengan kasih bukan dengan kekerasan, sebab itu menunjukan hidup seorang pengikut Yesus yang sejati. Suami yang memiliki kasih, akan lakukan yang baik kepada istri bukan menghajar atau kasar terhadap istri. Lalu, mengapa masih ada suami Kristen yang berlaku kasar terhadap istrinya? Karena mereka berpikir bahwa Tuhan hanya ada di gereja tidak di rumah. Biarlah para suami menyadari bahwa Yesus hadir dimana saja dan segala yang diperbuat, perbuatlah seperti untuk Tuhan.

3. Tanggung Jawab Anak – Ayat 20
Sebagai seorang anak (usia kanak-kanak; remaja dan pemuda; berumah tangga) jika ia benar-benar pengikut Yesus yang sejati, maka ia akan menghormati dan menghargai apa yang orang tuanya lakukan. Sebagai anak, kita tidak mungkin berdusta atau lakukan hal yang tidak senonoh, sebab apa pun yang diperbuat anak tersebut, diperbuat seperti untuk Tuhan. Jika anak-anak tahu bahwa segalanya adalah untuk Tuhan, maka orang tua tidak akan menangis melihat anak mereka, melainkan bersukacita karena memiliki anak yang menghormati orang tua. Didiklah anak-anak sesuai dengan kebenaran firman Allah.

4. Pesan Tuhan Bagi Ayah/Bapak – Ayat 21
Firman Allah mengingatkan agar seorang ayah bertindak dengan bijaksana yaitu menjadi seorang ayah yang tidak berbuat semena-mena terhadap anak. Sebab seorang ayah harus mengerti bahwa apapun yang diperbuat seperti diperbuat kepada Tuhan.

5. Pesan Kepada Hamba-Hamba – Ayat 22
Sebagai seorang hamba/karyawan, jangan cari muka didepan tuan, melainkan dimanapun dan kapanpun kerjakan tugas dengan tulus hati. Perhatikan kata “hamba” disini bukan dipakai kata Dulos,  melainkan karyawan. Seorang yang ada dibawah tanggung jawab seorang pemimpin sehingga bila ada penghargaan, maka kita akan menerimannya karena kita kerjakan dengan kesungguhan. Oleh sebab itu para pekerja, dimanapun tugas kita, kerjakan sebaik-baiknya. Bila kita kerjakan semua tugas dan tanggung jawab seperti untuk Tuhan maka kita akan menjadi berkat dimanapun kita pergi dan berada. Sebab Tuhan melihat tugas dan tanggung jawab.

MENGAPA HARUS SEPERTI KEPADA TUHAN?
Dalam Kolose 3:24 menuliskan, bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan ada warisan/bagian yang ditentukan bagi kita. Sering kali kita berpikir upah hanya diterima oleh pelayan Tuhan atau hamba Tuhan, tetapi jika melihat ayat tersebut, bahwa upah tersedia bagi setiap orang percaya. Karena itu layani yang terbaik, sebab ada bagian (warisan) yang akan diterima. Ada berkat dari pekerjaan yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh – Galatia 6:10.

DUA MACAM UPAH:
Kita akan terima dua jenis upah yang akan kita terima dari Tuhan kalau kita berbuat baik:
1. Upah di dunia
Berupa berkat jasmani seperti kedudukan dan harta kekayaan. Ini pasti Tuhan limpahkan karena Tuhan tidak buta. Kerjakan lebih bagi setiap tanggung jawab, sehingga diberkati secara jasmani karena berbuat baik dalam melakukan tanggung jawab. Contoh: Abraham, Ishak dan Daud.

2. Upah di Sorga
Berupa pahala dan kemuliaan, ayat 24. Bagi yang ada di dalam Yesus, upah yang kita terima bukan hanya materi berkat jasmani. Tetapi setiap pelayanan, korban, kebaikan yang kita buat bagi Tuhan, tidak akan sia-sia (1 Korintus 15:58).

PENUTUP
Dalam Kolose 3:25 menuliskan bahwa ada 2 macam kesalahan, sebab itu jangan salah gunakan karunia yang Tuhan berikan, yaitu:
1. Kesalahan dan dosa
Jangan gunakan status untuk melakukan tindakan semena-mena. Bekerjalah yang pantas, sebab kesalahan akan ditanggung.

2. Dasar atau motivasi yang salah – 1 Korintus 13:3
Motivasi dan isi hati manusia, Tuhan yang mengetahui dan mengenal. Termasuk pemberian kita, jangan memberi dengan terpaksa, atau dengan keangkuhan. Kerjakan korban dengan motivasi kasih seperti untuk Tuhan. Tuhan kiranya menolong kita untuk hidup berkenan bagi Dia, sebab tidak ada upah jika dasar dan motivasi kita salah. Tuhan Yesus memberkati

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI MEMULIAKAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 November 2018)

Wahyu 6:14-17

PENDAHULUAN
Pada khotbah minggu lalu, dalam Wahyu 6:15,16 menuliskan bahwa raja; pembesar; perwira; orang kaya; penguasa dan hamba, mengalami ketakutan dan mencari mati pada waktu materai berikutnya dibukakan. Tetapi, kalau saja mereka percaya dan jadi Pengikut Yesus Yang Sejati, mereka pasti tidak panik, takut dan putus asa sehingga memilih mati seperti yang tercatat dalam Wahyu 6. Sebaliknya, mereka akan hidup dan menikmati janji Tuhan yang dicatat dalam Mazmur 91:7-10. Mereka hanya menontonnya karena malapetaka tidak akan menimpa dan tulah tidak  akan mendekat. Sebab Mazmur 91:12 mengatakan Tuhan akan perintahkan  malaikat-Nya menjaga Pengikut Yesus Yang Sejati.

PENYEBAB DARI PUTUS ASA
Kepanikan merupakan hal yang manusiawi dan bila kepanikan tersebut sampai membuat orang lebih memilih mati daripada hidup, tentu ada penyebabnya, yaitu:

  • Mereka tidak percaya Yesus.
  • Mereka tidak tahu tentang Yesus
  • Sebab, jikalau mereka percaya dan menjadi Pengikut Yesus Yang Sejati, hidup mereka berada dalam jaminan tangan Yesus, tangan Bapa.

Seperti kesaksian tentang ibu gembala yang ada di pantai barat daerah Tompe, ketika terjadi bencana di Palu. Mereka melihat saat gelombang Tsunami datang, ada seorang pria yang berdiri mengangkat tangan, seolah menahan Tsunami tersebut sehingga arah gelombangnya berbelok ke teluk Palu. Banyak masyarakat melihat dan ia katakan bahwa orang percaya yang ada di Tompe, yakin bahwa pria tersebut adalah Tuhan Yesus. Oleh perlindungan Tuhan, tidak ada yang mengalami bencana Tsunami. Inilah bukti, bahwa firman Tuhan itu nyata bahkan saat materai ke enam dibukakan.

HARUS BERSAKSI
Oleh sebab itu, sebagai orang percaya yang hidup di akhir zaman, kita harus:

  • Membangun iman kita, sampai kita mencapai level Pengikut Yesus Yang Sejati yaitu kasih
  • Menjadi Saksi Kristus, sudah banyak orang percaya yang tidak melaksanakan tugas ini yaitu bersaksi tentang nama Yesus.

Dalam Wahyu 6, banyak orang panik dan takut bahkan mereka berseru agar gunung menimpa mereka. Mereka tidak memanggil Yesus, mungkin karena tidak ada yang memberitakan tentang Yesus kepada mereka. Sebab orang menjadi percaya karena mendengar kesaksian firman Allah, namun bagaimana mereka percaya jika tidak ada yang memberitakannya (Roma 10:14)? Oleh karena itu, mereka menjadi takut dan panik bahkan berharap mati karena mereka tidak mengetahui bahwa ada perlindungan didalam Tuhan Yesus kecuali kita sebagai orang percaya melaksanakan tugas kita yaitu memberitakan injil yang adalah karakteristik  pengikut Kristus yang sejati.

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI
Dalam Alkitab, ada satu figur pengikut Yesus yang sejati. Ingatkah pembahasan awal kita dimulai dari Yohanes 1:35-51? Pada saat itu, Yohanes Pembaptis sedang  berdiri dengan dua muridnya. Dan ketika Yohanes pembabtis melihat Yesus melewatinya, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia!”Ketika kedua murid itu mendengar apa yang dikatakan Yohanes pembabtis, mereka mendengar ucapan gurunya lalu keduanya meninggalkan Yohanes Pembaptis (gurunya) dan menjadi pengikut Yesus. Dan dijelaskan Yohanes 1:40, salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus (Inilah saat mereka berdua tinggalkan Yohanes Pembaptis dan menjadi murid Yesus). Setelah Andreas percaya dan menjadi murid Yesus, keselamatan tidak Andreas nikmati sendiri, melainkan Andreas bagikan keselamatan itu kepada keluarga dan saudara kandungnya yaitu Petrus.

Jadi keistimewaan Andreas adalah:
1. Selalu membawa jiwa-jiwa baru kepada Yesus dan orang-orang yang Andreas menangkan dan bawa kepada Yesus, dipakai dengan luar biasa oleh Yesus.
Contohnya: Petrus (saudara Andreas), dipakai Yesus dengan luar biasa.
– Kisah Para Rasul 2:41, satu kali Petrus khotbah, 3.000 jiwa selamat.
– Kisah Para Rasul 10, Keluarga Kornelius, perwira kerajaan Italia dibawa dan diselamatkan Yesus.
– Menulis surat 1,2 Petrus yang menjadi dasar ajaran Gereja.

2. Rendah Hati
Dalam Yohanes 6:8,9 mengisahkan tentang Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki. Jadi setelah berkhotbah, Tuhan Yesus perintahkan murid-muridNya agar memberi makan orang banyak itu. Salah satu murid Yesus bereaksi, yaitu Filipus. Saat ia melihat kondisi yang terjadi pada saat itu, Filipus mulai menghitung berapa dana yang ada di kas. Dan dana kas yang ada sebesar 200 dinar. Secara jasmani tidak akan cukup, walaupun setiap orang diberi sepotong kecil dari roti-roti. Tetapi diam-diam, Andreas membawa seorang anak kecil dan di tangannya ada 5 roti dan 2 ekor ikan. Dengan rendah hati Andreas berkata: “tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini…?” Jadi Andreas merasa bahwa apa yang ia lakukan tidak ada artinya tanpa campur tangan Yesus. Ia berikan dengan kerendahan hatinya. Alhasil, semua orang kenyang dan dipuaskan bahkan bersisa 12 bakul.

3. Memuliakan Yesus
Yohanes 12:20-22, mengisahkan tentang orang-orang Yunani yang menemui Filipus untuk dapat  bertemu Yesus. Kata “Yunani” menggunakan kata Hellenas, artinya orang Yunani asli. Sebab ada orang Yunani pendatang. Mereka berasal dari Israel, namun sudah lupa dengan bahasa mereka disebut Hellenas Star. Namun Filipus memberitahukan hal ini kepada kepada Andreas. Maka Andreas dan Filipus membawa dan menyampaikannya pula hal itu kepada Yesus. Yohanes 12:23,“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan!”

PENUTUP
Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Andreas adalah “Pengikut Yesus Yang Sejati”. Karena ia:
1. Mengasihi kaum keluarga dan saudaranya
2. Membimbing anak-anak untuk memberi diri bagi Yesus
3. Mengasihi semua orang termasuk orang yang diluar Kristus.

Biarlah ciri khas pengikut Yesus yang sejati nampak bukan hanya saat kita datang ibadah melainkan ada buah-buah yang dihasilkan sehingga nama Yesus dipermuliakan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PEMBUNUH RAKSASA, Seri 2 – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 28 Oktober 2018)

1 Samuel 17

1 Samuel 17:50
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Pendahuluan
Beberapa Minggu yang lalu kita sudah belajar tentang pembunuh raksasa bagian pertama. Hari kita kita akan melanjutkan pembahasan tentang: “PEMBUNUH RAKSASA.”

Sekedar menyegarkan ingatan kita mari kita kembali melihat bagian pertama:
Raksasa adalah fakta, ia nyata dan jelas dalam kehidupan kita. Kehadirannya membayangi setiap langkah kita. Ia hadir dalam bentuk baru yaitu: ketakutan, keputusasaan, kegagalan,iri hati, dendam, penyakit, masalah, keluarga, keuangan, masalah anak-anak, kebencian, kemarahan, penderitaan dan lain-lain.

PEMBUNUH RAKSASA
Kabar buruk bagi kita semua adalah bahwa ada raksasa di depan kita, tetapi kabar baiknya kita dapat mengalahkannya. Bagaimana caranya?
1. Memilih mendengar suara TUHAN dari pada suara LAWAN (1Sam 17:10, 11)
Mendengarkan suara lawan membawa ketakutan, tetapi mendengar suara Tuhan memberi keberanian dan kemenangan. Daud memilih mendengar apa yang Tuhan katakan dari pada apa yang Goliat ucapkan.

2. Memilih MEMANDANG TUHAN dari pada MEMANDANG LAWAN (Kisah Rasul 2:25)
Beralihlah dari pandangan mata jasmani kita kepada mata iman. Mata kita melihat Goliat yang besar, tetapi iman kita memandang Tuhan yang lebih besar.

3. Tidak peduli SIAPA YANG DIHADAPI, tetapi SIAPA YANG MENYERTAI (1Samuel 17:45)
Kunci kemenangan bukan ditentukan ukuran lawan yang dihadapi tetapi “siapa” yang menyertai. Daud menang melawan Goliat, bukan karena kehebatannya atau kekuatan yang dimilikinya melainkan karena Tuhan menyertainya.

Tiga bagian ini telah kita bahas beberapa waktu yang lalu, sekarang kita akan masuk pada kunci ke empat seorang pembunuh raksasa.

4. Memperkatakan KEMENANGAN bukan KEKALAHAN.
Kemenangan seorang pembunuh raksasa ditentukan dari perkataannya. Mari kita lihat perkataan yang diucapkan Daud.

  • 1Samuel 17:32
    Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”
  • 1Samuel 17:37
    Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”
  • 1Samuel 17 : 45 – 47
    Ayat 46: “Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah.”

Kemenangan dalam peperangan dimulai dari perkataan.
Kemenangan seorang pembunuh raksasa dimulai dari perkataannya. Apa yang kita katakan itu yang akan kita dapatkan. Daud memperkataan kemenangan bukan kekalahan, kemampuan bukan kelemahan, keyakinan bukan keraguan, dia mengatakan berkat bukan kutuk.

Hidup kita dibentuk dari apa yang kita katakan. Setiap orang akan menuai buah dari perkataannya. Kita akan menikmati apa yang kita ucapkan. Sadarkah kita bahwa keadaan kita pada hari ini disebabkan oleh apa yang kita katakan kepada diri kita di masa lalu.

Kebenaran tentang perkataan.
1.
Perkataan seperti benih
Amsal 18:21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Kata-kata seperti benih. Ucapan yang keluar dari mulut kita adalah seperti benih yang kita tanam, suatu kali kelak kita akan menuainya. Karena itu berhati-hatilah dengan ucapan/perkataan kita, sebab perkataan dapat mendatangkan kehidupan, tetapi kata-kata juga bisa menghasilkan kematian. Perkataan negatif menghasilkan kematian, perkataan positif mendatangkan kehidupan. Kita naik atau turun, diberkati atau dikutuk, maju atau mundur tergantung dari apa yang kita tabur melalui ucapkan kita.

2. Yang kita katakan itu yang Tuhan lakukan.
Bilangan 14:28
“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan, bahwasannya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Ku lakukan kepadamu”

Kata-kata kita bukan saja mempengaruhi hidup kita, tetapi juga mempengaruhi Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa Tuhan bertindak berdasarkan kata-kata yang kita ucapkan dihadapanNya. Saat bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka bersungut-sungut kepada Tuhan. Mereka menista dan memperolok Tuhan dengan berkata bahwa mereka dibawa ke padang gurun ini agar mengalami kematian. Akibat perkataan ini seluruh angkatan yang keluar dari Mesir yang berusia 20 tahun keatas mati di padang gurun.

Kadang-kadang kita tidak menerima apa yang kita harapkan karena keinginan kita berbeda dengan ucapan kita. Kita ingin berkat, tetapi ucapan kita mengeluarkan kutuk, kita ingin kuat tetapi perkataan melemahkan, kita ingin sukses tetapi kata-kata kita sebaliknya. Dukunglah keinginan dan harapan kita dengan kata-kata kita yang benar, karena Tuhan bergerak dan bertindak berdasarkan perkataan kita.

Dalam Markus 7, Tuhan menolong seorang perempuan Siro-Fenisia berdasarkan kata-kata yang diucapkannya.

Markus 7:29
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

3. Memberkati atau Mengutuk
Yakobus 3:9
Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.

Berhati-hatilah dengan perkataan kita sebab perkataan kita mengalirkan berkat atau kutuk. Melalui ucapan kita dapat memberkati orang dan melalui ucapan yang sama kita mengutuki orang lain. Masa depan kita ditentukan oleh perkataan kita. Berkat atau kutuk yang kita nikmati tergantung kata-kata yang kita ucapkan. Bangunlah masa depan dengan ucapan berkat.

ATURAN PEMBUNUH RAKSASA BERKATA-KATA
Betapa dahsyatnya kuasa ucapan kita. Perkataan kita bisa mengangkat bisa juga menjatuhkan, perkataan kita bisa membangun bisa juga merobohkan, menguatkan atau juga menghancurkan. Lalu bagaimana seorang pembunuh raksasa berkata-kata?

1. Katakan yang TUHAN katakan.
Yosua 1:8
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Kepada Yosua, Allah memperintahkan agar jangan lupa memperkatakan apa yang Tuhan katakan yaitu taurat/firman Allah. Mengapa? Karena firman Allah adalah kebenaran, firman Allah memberikan kekuatan dan membangkitkan iman.

Ada banyak suara dan berita yang kita dengar setiap hari. Kadang-kadang kita tergoda untuk menyetujuinya sebagai kebenaran dengan cara mengatakannya. Seorang pembunuh raksasa, memilih mengatakan yang Tuhan katakan bukan yang orang katakan. Memang benar keadaan sedang sulit, susah dan penuh masalah, tetapi apakah yang Tuhan katakan dalam keadaan yang demikian? Dari pada mengatakan saya susah, saya sulit, saya penuh masalah katakanlah: “di tengah kesulitan, kesusahan dan berbagai masalah Tuhan memberikan kekuatan dan jalan keluar kepadaku.” Saat kita sakit, apakah yang kita katakan? Berkatalah seperti yang Tuhan katakan yaitu “oleh bilur-bilurNya kita disembuhkan.” Jadilah seperti Daud dan Yosua mengatakan yang Tuhan katakan.

2. Jika pikiran kita negatif, lebih baik DIAM
Tidak dapat dipungkiri, kadang-kadang pikiran kita negatif saat melihat kenyataan-kenyataan yang kita alami. Pikiran kita berkata, sulit, mustahil atau tidak mungkin. Jika ini yang terjadi, lebih baik diam dari pada kita terjerat dalam perkataan negatif. Amsal 6:2 berkata: “… Engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu,”. Jangan sampai hidup kita terjerat dengan kata-kata negatif sehingga kita memakan buah perkataan kita.

Di dalam alkitab ada kisah tentang bangsa Israel merobohkan tembok Yerikho.
Yosua 6:10
Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: “Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! –maka kamu harus bersorak.”

Mengapa mereka dilarang bersuara sepatah katapun? Mereka dilarang agar mereka tidak terjerat dengan kata-kata negatif. Mari kita bayangkan kondisi bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho. Ini adalah cara yang aneh dan tidak masuk akal. Mana mungkin hanya mengelilingi saja tembok yang kuat dan tebal bisa roboh. Jika diperbolehkan bersuara atau berbicara, kira-kira apakah yang diucapkan bangsa Israel? Saya percaya, mereka pasti bersungut-sungut, memperolok Yosua bahkan Tuhan. Akibatnya mereka terjerat dengan perkataan mereka sendiri. Allah sangat paham sifat bangsa Israel, oleh sebab itu Tuhan suruh mereka diam dari pada terjerat dengan perkataan negatif dan sia-sia.

3. Jangan katakan keadaan Anda, katakanlah yang Anda inginkan
Mari kita lihat perbedaan perkataan Saul dan Daud.
Perkataan Daud – ayat :32
Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”

Perkataan Saul – ayat :33
Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

Saul mengatakan: keadaan, fakta, kenyataan, realita, tetapi Daud mengatakan: keinginan, yang diharapkan terjadi atas dirinya. Jika kita ingin melihat hari-hari baik terjadi atas hidup kita, ubahlah kosa kata kita, jangan katakan keadaan yang terjadi tetapi katakanlah yang diharapkan terjadi. Jadi jika kita sakit apakah yang kita ucapakan? Ucapkanlah yang diharapkan terjadi: saya sembuh, sehat, segar dan bugar. Saat susah ucapkanlah saya senang, bahagia dan gembira. Jika lemah katakanlah saya kuat, tangguh, perkasa, dll. Sekali lagi jangan katakan keadaan anda katakanlah yang anda harapkan. Ingat! Apa yang kita katakan itu yang akan datang menghampiri kita.

Penutup
Saat kita mengatakan yang baik, keadan mungkin belum berubah, tetapi kebaikan sedang datang. Saat kita berkata saya sembuh, penyakit mungkin belum hilang, tetapi kesembuhan sedang datang. Daud tidak tahu apa yang akan terjadi saat ia berkata: “Aku akan membunuh Goliat”, tetapi kata-kataanya membuka jalan menuju kemenangan. Ubahlah perkataan Anda, katakanlah yang Anda harapkan terjadi atas hidup anda. Tuhan memberkati. KJP!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menjadi Sempurna – Oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya 2 – Minggu, 28 Oktober 2018)

Selamat pagi jemaat Tuhan yang diberkati, senang sekali kita bisa berkumpul di hari pertama minggu ini, dan menikmati kebersamaan kita sebagai Tubuh Kristus di GPdI Mahanaim Tegal. Silakan puji rekan sebelah kiri-kanan Anda, karena dengan demikian Anda sedang memuji “anggota Tubuh Kristus”.

Sekarang kalau Anda perhatikan siapa yang ada di sekitar Anda, menurut Anda apakah sosok yang di dekat Anda itu sempurna? Banyak dari Anda akan menjawab tentu tidak, “tiada gading yang tak retak”, tidak ada manusia yang sempurna tanpa cacat, cela, dan kesalahan. Sebuah artikel di Kompas.com menuliskan bahwa ada penjelasan ilmiah mengapa “sisi kiri wajah manusia lebih bagus untuk selfie”. Tetapi “lebih bagus” bukan berarti “sempurna”, selalu akan ada celah untuk melihat “ketidaksempurnaan” seseorang.

Demikian juga kita harus mengerti ini dalam perjalanan kehidupan ini. Anda tidak bisa berharap bahwa segala sesuatunya berjalan sempurna. Selalu akan ada hal yang kita berharap tidak terjadi. Kematian, kecacatan, penyakit, kehilangan, penurunan, semua hal ini akan terjadi. Tetapi ini yang menjadi penghiburan bagi orang percaya, bahwa “Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan”. Kejadian 50:20. Kata “mereka-rekakan” dalam Bahasa aslinya berarti dipikirkan atau direncanakan.

Tuhan bekerja dalam hal-hal yang bagi manusia nampaknya acak, tetapi sebenarnya IA punya rencana. Abram dibawa Tuhan dalam perjalanan yang tidak pernah disangkanya. Allah memanggil ia keluar dari rumah ayahnya. Abram ini adalah keturunan Sem, dan di salah satu daftar silsilah di Kejadian 11, ada nama Eber dituliskan, yang membuat keturunannya juga dikenal sebagai orang Ibrani. Allah menjanjikan sesuatu yang besar bagi Abram, yang nantinya akan menjadi Abraham, itu tercatat di Kejadian 12:1-3.

Tetapi sekali lagi, dalam perjalanan menuju penggenapan janji Tuhan itu, ia harus menghadapi keadaan yang jauh dari sempurna. Dia semakin menua namun janji keturunan itu tidak kunjung digenapi. Ia sempat bimbang, sempat “didiamkan” oleh Tuhan, bahkan Tuhan datang untuk menegaskan kembali janjiNYA pada Abram. Saat itulah namanya “bukan lagi Abram, melainkan Abraham”. Kejadian 17:5.

Apakah setelah itu keadaan menjadi serba sempurna? Jawabnya tidak. Dia masih harus menghadapi kenyataan bahwa keponakannya akan binasa, karena itu ia bersyafaat untuk tempat tinggal keponakannya itu. Lalu ia kembali lagi mengulangi kesalahan yang pernah diperbuatnya, “berbohong tentang istrinya” kepada raja daerah tempat ia menetap. Kejadian 12:13, Kejadian 20:2.

Apa yang terjadi dalam hidup Abraham, bisa jadi adalah pengalaman pribadi kita:

  1. Ingatkah Anda ketika pertama kali Anda diselamatkan? Saya sering mendengar kesaksian yang menarik, mulai dari membaca Alkitab, mendengar kesaksian, pengalaman mujizat, mengamati orang ke Gereja, dan banyak kisah lain. Rasul Paulus mengingatkan jemaat mengenai ini 1Korintus 1:26-29.
  1. Berapa hal yang menjadi janji Tuhan, tetapi belum Anda alami sekarang? Kita berharap segala sesuatunya menjadi sempurna saat kita mengikut Yesus, tetapi seringkali bukan itu yang terjadi. Kadang Allah seperti meninggalkan kita. Tetapi itu dilakukannya untuk mengetahui isi hati kita. Apakah kita tetap setia. 2Tawarikh 32:31. Rasul Paulus sendiri mengalami hal ini ketika ia meminta “duri dalam daging” diambil dari dirinya, apa jawab Tuhan kepadanya: 2Korintus 12:9.
  1. Sadarkah bahwa Anda masih hidup dalam tubuh dan dunia yang tidak sempurna? Abraham melakukan kesalahan, ia bukan contoh ideal bagi kita. Tetapi lihat apa yang Tuhan perhitungkan: Kejadian 15:6. Ingatkah kita apa yang Tuhan cari ketika IA datang? Lukas 18:8. Tentu saja saya tidak bermaksud mengecilkan semua hal yang lain: pengharapan, kasih, ketekunan, disiplin rohani, keberanian, ketertiban.

Hidup kita ini begitu penuh warna, tidak ada yang bisa memastikan semua akan berjalan sesuai dengan kehendak kita. Karena keberadaan kita di dunia adalah karena kehendakNYA. Terkadang ada hal-hal yang Allah ubah, Allah geser, Allah acak, dan kita berteriak kepada Tuhan: MENGAPA YA TUHAN?

Kuncinya adalah bertekun, Rasul Paulus berkata: “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit…” Kolose 1:23.

Lalu Paulus melanjutkan untuk apa kita bertekun? Karena “kepada mereka, Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” Kolose 1:27.

Nantikanlah sentuhan akhir Allah yang menjadikan kita sempurna. GodblesS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT – Oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 28 Oktober 2018)

YOHANES 10:10
“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Dalam Yohanes 10, Tuhan Yesus sedang membicarakan diri-Nya dan oknum Iblis yang disebutnya sebagai Pencuri. Tetapi tujuannya berbeda, Iblis datang untuk mencuri dan membunuh. Sedangkan Yesus datang untuk memberikan kelimpanan bagi orang percaya, yaitu memberikan:

  • Hidup yang diberkati dalam pemeliharaan Tuhan selama di Bumi
  • Hidup yang kekal di Surga

Bagaimana Kita Mendapatkannya ?
Perhatikan, Yohanes 10:9, inilah cara menerima kelimpahan dalam Yesus, yaitu masuk dalam pintu keselamatan. Jadi Tuhan Yesus menggambarkan diriNya seperti pintu bagi domba-domba. Artinya, hanya ada satu jalan menuju kepada keselamatan, yaitu melalui Yesus. Yohanes 14:6, Yesus katakan bahwa IA adalah jalan dan kebenaran. Didalam Yesus, kita menemukan padang rumput yaitu hidup yang diberkati.

Kata “Menemukan padang rumput”, bukan “Mendapatkan padang rumput” adalah:
1. Ada proses untuk menemukan.
2. Proses menemukan atau mendapatkan padang rumput (Berkat) adalah tanggung jawab setiap orang yang ada dalam Kristus.

Apa Tanggung Jawab Setiap Orang Yang Sudah Ada Di Dalam Yesus?
1.
Tanggung Jawab Kehidupan.
Mazmur 1:1 :
– Tidak berjalan menurut nasehat orang fasik
– Tidak berdiri dijalan orang berdosa
– Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.

Sebaliknya, Mazmur 1 : 2
– Kesukaannya ialah Taurat Tuhan
– Merenungkan Taurat itu siang dan malam
– Firman Tuhan menjadi dasar acuan hidup, baik dalam ucapan, berpikir dan bertindak.

Hasilnya, Mazmur 1 : 3 :
– Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air
– Menghasilkan buahnya pada musimnya
– Tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil.

2. Kewajibannya Kepada Tuhan
Berdasarkan Lukas 6:38:
– Berilah dan kamu akan diberi
– Takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.
– Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. (Mat. 22:21b, m 3:10 – termasuk ukuran persepuluhan)

3. Tanggung Jawab Menjadi Berkat
Berdasarkan 1 Petrus 3:9
– Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan
– Janganlah membalas caci maki dengan caci maki
– Tetapi sebaliknya hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat (amsal 13:22)

4. Tanggung Jawab Pelayanan
Berdasarkan 1 korintus 15:58
– Berdirilah teguh, jangan goyah
– Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan
– Sebab persekutuan dengan Tuhan jerih payah tidak sia-sia. (Roma 6:13 )

5. Persekutuan Yang Kuat Dengan Tuhan.
Berdasarkan Markus 14:38
– Berjaga-jagalah dan berdoalah (Efesus 6:18)
– Supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan, roh memang penurut, tetapi daging lemah.

Sebagai orang percaya, kita harus menjadi berkat sebab kita ada dalam kelimpahan. Terapkan 5 poin tersebut dan lihatlah Allah akan memakai kita bagi kemuliaanNya. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengikut Yesus yang Sejati DILINDUNGI Tuhan Yesus – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 21 Oktober 2018)

Wahyu 5:1-14

Kita akan membahas tentang pengikut Yesus yang sejati berdasarkan Wahyu 5. Berikut beberapa penjelasannya.

Wahyu 5:1, Menjelaskan bahwa di tangan Yesus ada sebuah gulungan kitab dan gulungan kitab tersebut di materaikan dengan 7 buah materai dan terikat. Seperti apa bentuk materai tersebut? Perhatikan gambar. Pada zaman modern, bentuk pesan dikemas dengan praktis dan bagus untuk dilihat. Namun pada zaman dahulu pesan dibuat dari kulit binatang dan pohon papyrus sehingga sulit untuk dibaca jika tidak ada yang membuka materainya.

Wahyu 5:2-4, kitab atau materai yang tergulung tersebut, tidak sembarang orang membukanya, hanya yang memenuhi kualifikasi Allah saja yang dapat membukannya. Dan tidak ada satu orang pun yang layak membukanya sehingga Yohanes begitu sedih karena tidak ada yang dapat membukanya.

Wahyu 5:5, lalu Malaikat tersebut menjawab, bahwa yang dapat membuka gulungan kitab tersebut adalah “Singa dari Yehuda” dan “Tunas Daud” yang merupakan gelar bagi Tuhan Yesus Kristus. Jadi, hanya Yesus yang mengetahui rahasia akhir zaman dan satu-satunya oknum dan satu-satunya sumber informasi yang benar dan terpercaya untuk mengerti tentang akhir zaman dan tentang sorga, tidak ada yang lain.

ISI KITAB YANG DIMETERAI
Dalam perjanjian lama, juga ada seorang bernama Daniel. Dalam Daniel 12:4, ia mendapat penglihatan dari Tuhan tentang akhir zaman serta mengetahui semua peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Allah berfirman kepada Daniel agar Daniel tidak menceritakan; menginformasikan atau menyebarluaskan penglihatan yang ia terima dari Tuhan. Sebaliknya, kitab itu harus dimeteraikan dan baru akan dibuka kembali pada Akhir Zaman. Dan pada masa inilah, tentang akhir zaman dibukakan kepada banyak hamba Tuhan dan orang-orang menyelidiki kitab tersebut, sehingga pengetahuan bertambah-tambah.

PERISTIWA AKHIR ZAMAN
Tetapi, kita akan lebih dalam belajar tentang Wahyu 6:1-8:1-5. Dalam pasal ini dituliskan secara rinci tentang pembukaan Ke-7 Meterai Allah. Sudah ada Meterai yang dibuka dan digenapi, ada yang belum dibuka dan belum digenapi. Tapi pasti digenapi sebelum Yesus datang ke-2 kali. Jikalau kita pahami penggenapan ini, maka kita tidak akan mudah terkecoh ajaran, isu atau berbagai hal yang dikatakan orang tentang Kedatanganan Yesus yang kedua kali.

Oleh sebab itu, kita harus mengerti terlebuh dahulu, bahwa Kisah Rasul 3:21 menuliskan Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Artinya, Yesus tidak mungkin akan datang yang kedua kali, sebelum:

  • Gereja disempurnakan
  • Semua tanda-tanda yang telah dinubuatkan harus digenapi sebelum Yesus datang kedua kali. Perhatikan, kita sedang menggenapi ke V.

PERHATIKAN GAMBAR
Berikut ini ada gambar kronologi peristiwa akhir zaman.  Setelah apa yang dilihat Daniel pada masa lampau yang tercatat di kitab Daniel, juga diperlihatkan kepada Rasul Yohanes, dan tercatat dalam kitab Wahyu. Bahwa sebelum kedatangan Yesus kedua kali akan ada beberapa peristiwa, yaitu:

I. Pembukaan materai 1 sampai 6

II. Setelah materai ke enam dan sebelum masuk materai ke 7, akan ada pemisahan gereja yaitu: Wahyu 7:1-8,  gereja sempurna  dan Wahyu 7:9-17 – gereja tidak sempurna. Gereja sempurna akan dimateraikan dan tidak akan tersentuh dengan malapetaka, dosa dan aniaya. Sedang gereja tidak sempurna akan masuk aniaya antikristus.

III. Setelah itu akan ada peniupan sangkakala 1-3 (Wahyu 8:1-5), sedangkan peniupan sangkakala ke 4 akan dimulai pada awal pemerintahan antikris. (Wahyu 8:12,13; 12:1-6,14 – pada pembukaan materai ke 4 itulah gereja sempurna akan disingkirkan oleh kekuatan Roh Kudus sehingga tidak akan dikuasai oleh Antikris)

IV. Selama 3,5 atau tiga setengah tahun, antikris akan menguasai bumi dan sangkakala ke 5 sampai ke 7 akan ditiup pada masa pemerintahan antikristus.

V. Setelah sangkakala ke 7, menurut 1 Tesalonika 4:16,17 – Tuhan Yesus akan turun di angkasa, sehingga orang yang percaya kepada Yesus akan dibangkitkan dan gereja sempurna, tidak akan mengalami kematian melainkan diangkat menyosong Yesus di angkasa dan dari angkasa akan dicurahkan 7 cawan murka.

VI. Cawan murka pertama akan dicurahkan ke bumi bagi orang fasik yang menolak Yesus, dan disusul cawan murka ke dua sampai ke 6

VII. Setelah cawan murka ke 6 akan terjadi perang Harmagedon. Pada saat itulah Tuhan Yesus akan berjejak di bumi dan iblis ditangkap, dipenjarakan ke jurang maut (Wahyu 20).

VIII. Dan penuntasan hukuman Tuhan Yesus tumpahkan cawan murka ke 7

Demikian kronologi kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali. Semakin dekat kedatangan Tuhan, kita semakin dekat dengan pribadiNya dan bersungguh-sungguh dalam mengiring Tuhan.

METERAI V
Melihat kronologi peristiwa kedatangan Yesus dan melihat tanda-tanda zaman serta Wahyu 6:9-10, kita sedang menggenapi METERAI V. Pada penggenapan Meterai V yaitu penganiayaan orang percaya sedang terjadi secara global, yaitu:

  • Penganiayaan stadium roh
  • Penganiayaan stadium jiwa
  • Penganiayaan stadium fisik

Penganiayaan dalam tiga aspek ini akan terus berkembang, sampai kedatangan Yesus. Belum juga selesai materai ke V, akan menyusul materai ke VI yaitu, bencana Alam.

BENCANA ALAM – WAHYU 6:12-16
Kalau sekarang banyak kabar tentang bencana alam terjadi di mana-mana termasuk di Indonesia, tidak berarti Pembukaan Meterai VI, yaitu “bencana alam” sudah dibuka atau sudah digenapi. Sebab setiap Meterai Allah dibuka atau digenapi, peristiwa yang akan terjadi atau yang ditimbulkan akan dirasakan oleh semua manusia di bumi (secara global).  Jadi bukan seperti sekarang, hanya di beberapa tempat tertentu, sehingga tempat atau daerah yang tidak kena bencana dapat menolong. Seperti bencana Palu di Sulawei Tengah. Dimana ada, satu desa dengan 2000 penduduk tertelan bumi dan tanah terbelah. Banyak korban jiwa, tetapi hanya di Palu yang mengalaminya. Namun pada pembukaan Materai ke VI, seluruh dunia akan terkena bencana alam sehingga dalam Wahyu 6:15,16 – semua orang dari budak sampai pembesar-pembesar berpikir bahwa orang-orang yang mati lebih berbahagia daripada yang hidup/ luput dari bencana.

Pada masa itu  pelindung bumi akan rusak, sehingga atmosfir berjatuhan (Wahyu 6:12). Akan ada pergeseran tanah yang lebih parah dari bencana di Palu. Dikatakan gunung-gunung akan berpindah posisi (Wahyu 16:14). Namun akan ada pertobatan yang besar-besaran karena mereka sadar serta bertobat (Wahyu 6:16).

Bagaimana dengan orang percaya? Orang percaya akan diluputkan dari kebinasaan sebab rencana Allah akan digenapi dalam diri setiap kita. Untuk itu, hendaknya kita semakin setia menjelang kedatangan Yesus ke dua kali dan pegang  firman Allah dalam Mazmur 91:7-13. Tuhan kiranya menolong kita. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGINJILAN – leh Ps. Samuel Stutts, USA (Ibadah Raya 3 – Minggu, 14 Oktober 2018)

1KORINTUS 12:8

Dalam ayat ini dituliskan “memberi kepada orang lain, kata-kata  untuk membangun orang lain”. Maksudnya bahwa Tuhan akan menerangi dan membawa kita kepada orang-orang yang Tuhan kehendaki untuk diselamatkan atau ditolong dan menyampaikan keselamatan tentang Kristus bagi mereka yang belum mendengar. Sehingga orang-orang tersebut akan menerima dan percaya kepada Kristus melalui ucapan-ucapan yang disampaikan. Tetapi bukan hanya membuat mereka mengerti dan percaya, Tuhan  juga menaruh kerinduan untuk mendoakan mereka. Jika itu sudah terjadi saat sekarang ini, jangan pernah menyerah melainkan teruslah mendoakan mereka, walapun belum nampak hasilnya. Karena Allah menghargai respon kita terhadap kerinduannya, yaitu kerinduan untuk membagikan kasih Allah yang dinyatakan melalui kematian Kristus. Ini tidak mudah, akan ada tantangan dan ujian.

2 Timotius 1:7 – Tuhan selalu menyertai dan memberikan kekuatan, kasih dan ketertiban dalam perjalanan penginjilan. Dan ingat bahwa Tuhan tidak akan membawa seseorang kepada suatu pelayanan yang dahulu ia pernah terikat didalam dosa tersebut.

MENGERTI DAN MENGENAL HATINYA
Tuhan bekerja dengan cara yang berbeda kepada setiap orang. Jadi, jangan jadikan pengalaman orang lain menjadi patokan tentang cara kerja Allah. Carilah Tuhan dan temukan kehendakNya, sebab Tuhan akan berbicara serta menggerakan.

ALLAH TIDAK MENINGGALKAN
Pada saat kenaikan Yesus ke Surga, Tuhan Yesus tidak meninggalkan mereka sendirian. Dalam Markus 16:15-18, Tuhan Yesus memberikan Roh Kudus dan Roh kudus tinggal didalam diri orang percaya. Dan Roh Kudus itulah yang akan menuntun orang percaya dalam berkata-kata tentang keselamatan.

Berbicara soal keselamatan, ada kisah tentang pengalaman pribadi saya. Pada saat itu Tuhan membawa saya untuk bertemu dengan seseorang dan berkata bahwa Tuhan Yesus mengasihi Anda. Ketika ia mendengar perkataan tersebut, ia begitu marah kepada saya. Tetapi Roh kudus berbicara kepada saya agar menunduk dan menyeder kepada orang tersebut. Dan sambil menunduk, saya berkata “Tuhan Yesus mengasihi mu”. Alhasil orang tersebut mundur dan bingung, ia lari serta menjauh dari saya. Sebab orang tersebut dikuasai oleh setan. Dalam kondisi tersebut Tuhan menjaga dan menolong saya. Puji Tuhan..

Akan ada banyak pengalam yang Tuhan kerjakan dalam pelayanan kita untuk menyelamatkan orang lain.

BERFONDASI KASIH
Selain kerinduan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dan dipenuhi oleh Roh Kudus, maka perlu untuk kita ketahui, bahwa semua akan menjadi sia-sia tanda fondasi kasih. Kasih ini mendorong kita untuk melakukan lebih, bahkan berkorban bagi jiwa-jiwa. Jadi, ketika seseorang diutus dan pergi memberitakan tentang Yesus, pergilah dengan dasar kasih. Kasih yang berasal dari Kritus.

KESIMPULAN
Ada banyak cara yang Tuhan akan berikan kepada setiap orang percaya untuk menghadapi orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Miliki kerinduan untuk menyelamatkan orang lain, penuhlah dengan Roh Kudus, dan berfondasi kasih. Alhasil Tuhan akan membela dan menolong. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment