KINGDOM PRINCIPLES seri 2- PRINSIP-PRINSIP KERAJAAN (KERAJAAN ALLAH) – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 11 Juni 2017)

Kisah Para Rasul 1:3

Pendahuluan

Kita masih akan mempelajari tentang  Kingdom Prinsciples (Prinsip-prinsip kerajaan). Berdasarkan Kis 1:3 Yesus berulang-ulang menampakkan diri dan juga menyampaikan tentang satu subyek yang tentunya sangat penting yaitu Kerajaan Allah. Bahkan sejak memulai pelayanan-Nya Yesus menyerukan “bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat”. Yesus juga banyak memberi perumpamaan tentang kerajaan Allah dalam khotbah-kotbah-Nya. Dengan kehadiran Yesus di bumi maka Allah kembali menghadirkan Kerajaan-Nya yang pernah hilang di taman Eden. Berita Kerajaan Allah juga disampaikan oleh Rasul Paulus dalam pelayanannya. Topik Kerajaan Allah yang disampaikan oleh Yesus dan Paulus inilah yang ternyata dapat menjawab kebutuhan dunia saat ini.

Pemikiran banyak orang bahwa masalah dunia saat ini bisa diselesaikan jika saja mereka dipimpin oleh seorang pemimpin sesuai dengan harapan mereka. Itu sebabnya kita melihat banyak dana/biaya dikeluarkan hanya untuk memilih seorang pemimpin. Semua orang berpikir bahwa jawaban dari berbagai masalah yang terjadi teletak pada siapa yang memimpin. Pada kenyataannya tidak ada satu pemimpinpun yang sanggup menyelesaikan permasalahan yang ada dunia sekalipun sudah menerapkan sistem pemerintahan yang dianggap terbaik. Contohnya Indonesia dengan sistem atau paham demokrasi yang dimilikinya, belumlah sanggup menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi. Dunia sudah pernah dipimpin oleh sistem feodal, komunis, sosialis, dan lain sebagainya.

Mari kita belajar mengenai satu-satunya sistem yang sudah dirancang Allah sejak awal untuk menjawab semua persoalan didunia ini. Itulah prinsip kerajaan Allah.

PRINSIP

Prinsip adalah : Hal yang sangat mendasar yang dipakai sebagai pedoman/acuan untuk berpikir dan bertindak.

Didunia ini terdapat banyak prinsip hidup namun prinsip yang sangat kokoh melebihi segala prinsip didunia adalah Firman Allah. Kalau kita hidup dengan prinsip Firman Allah, kita tidak akan goyah. Firman Tuhan lebih kokoh dari perkataan para filsuf.

Contohnya :

“Mat 24:35  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu”.

Firman Tuhan dapat kita jadikan acuan karena Firman Tuhan stabil dan tidak dapat digoyahkan oleh situasi apapun yang terjadi di dunia ini.

PRINSIP MERCUSUAR

Prinsip itu seperti mercusuar yang sudah teruji, kokoh berdiri ditengah badai, topan dan hempasan ombak. Itulah Firman Allah. Kalau Firman Allah menjadi bagian prinsip hidup kita maka hidup kita akan kokoh.

PRINSIP KERAJAAN :

  1. Sorga adalah sebuah Kerajaan

Ketika kita bicara soal sorga maka yang harus kiyyta ketahui adalah bahwa sorga adalah sebuah kerajaan. Kerajaan Sorga tidak sama dengan kerajaan di bumi dimana raja-raja dunia memerintah dengan tangan besi. Di sorga kita memiliki Raja yang penuh dengan kasih. Iblis pun berkerajaan dan Kerajaan iblis ada di angkasa. Dengan kematian Yesus di atas kayu salib, Yesus menghancurkan kuasa kerajaan Iblis yang menguasai angkasa, sehingga doa-doa kita dapat menembus langit dan sampai kepada Bapa di sorga.

  1. Kerajaan Sorga masih memerintah sampai saat ini

Bahkan bukan saat ini saja melainkan sampai selamanya. Dan jika kita percaya kerajaan Sorga masih eksis sampai hari ini maka kita pun harus percaya bahwa prinsip pemerintahan kerajaan-Nya pun masih berlaku sampai saat ini dalam semua sistem bidang kehidupan kita.

  1. Sistem kehidupan manusia di bumi ini seharusnya yang di gunakan adalah sistem kerajaan Allah.
  • Sistem Politik -> Kerajaan
  • Ekonomi -> Ekonomi Kerajaan
  • Budaya ->Budaya Kerajaan
  • Hankam ->Pasukan Malaikat
  • Pendidikan ->Pemuridan

ADA 4 ELEMEN DALAM KERAJAAN

Definisi kerajaan : adalah Pengaruh seorang raja yang memerintah atas suatu wilayah kekuasaan, memengaruhi wilayah kekuasaan itu dengan kehendaknya, tujuannya, maksudnya, untuk menghasilkan suatu budaya dan standar moral bagi para warga negaranya.

  • Pengaruh Raja

Yesus adalah Raja dan kita adalah rakyat-Nya sehingga kita pun ada dalam pengaruh kekuasaan-Nya.

Salah satu tes bagi seluruh warga kerajaan adalah test kepemilikan, artinya apapun yang ada dalam wilayah kerajaan adalah milik raja. Sebagai warga kerajaan Allah, kita harus mengakui bahwa semua milik kita adalah milik Allah.  Orang yang masih terikat dengan hartanya belum menunjukan bahwa dia adalah warga kerajaan Allah. Sehingga Yesus pernah berkata bahwa lebih mudah unta masuk lewat lubang jarum dibanding seoarang kaya masuk kedalam kerajaan Allah. Sebab untuk menjadi warga sorga kita harus meninggalkan kepemilikan kita artinya tidak lagi dikuasai oleh harta kita.

Kita tidak bisa lepas dari pengaruh Raja kita. Jika kita ada dalam pengaruh kerajaan-Nya. Kita tidak boleh lagi dikuasai oleh harta melainkan oleh Yesus sendiri. Setiap kita yang menjadi warga sorga seharusnya terkena pengaruh Yesus sehingga hidupnya dijamah dan mengalami perubahan menjadi ciptaan baru ( 2 Korintus 5:17)

  • Dipengaruhi dengan kehendak-Nya, tujuan-Nya, dan maksudNya.

Kehendak, tujuan, maksud dari Raja harus tercapai disetiap wilayah kerajaanNya artinya tersampaikan kepada setiap warga kerajaan.

Supaya kehendak-Nya terjadi, di bumi seperti di sorga.

  • Untuk menghasilkan suatu budaya dan standar moral bagi para warga negaranya.

Apa tujuannya?

  • Tuhan datang ke bumi untuk ekspansi atau memperluas kerajaan-Nya. Rencana Allah sejak semula untuk memenuhi bumi dengan ini dengan kehendak-Nya. Pada awalnya hal ini dipercayakan kepada Adam dan Hawa namun mereka gagal. Meskipun demikian rencana Allah tidak pernah gagal. Ketika adam gagal maka Raja itu sendiri yang turun ke bumi ini untuk melakukan kehendak-Nya. Yesus mulai memengaruhi bumi sampai seluruh bumi memiliki budaya kerajaan-Nya.
  • Ketika sebuah kerajaan mulai mengkolonisasi atau mengekspansi suatu wilayah maka mereka mulai dengan menguasai bahasa. Ketika Allah mulai menguasai kita maka Dia mulai dengan mengaruniakan Bahasa baru kepada kita. Inilah pekerjaan Roh kudus. Ketika Roh kudus masuk maka muncul bahasa baru. Selanjutnya moral kita mulai diperbaiki sampai kita memiliki standar moral kerajaan Allah (Budaya baru, Matius 5-7)

Kita akan melihat ke 4 elemen ini secara singkat. Dilain kesempatan kita akan membahasnya secara lengkap dan detail.

  1. DIPIMPIN OLEH SEORANG RAJA (KING)

Raja tidak dipilih melainkan ditentukan lewat garis keturunan. Dan dalam kerajaan Allah kita memiliki Yesus sebagai Raja.

1Kor_15:25  “Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.”

Yesus adalah Raja segala raja yang menaklukan semua musuh di bawah kaki-Nya.  Tidak ada yang dapat merampas kita dari tangan-Nya, karena Dia memiliki kedaulatan yang tidak tertandingi. Didalam-Nya, kita aman, Yohanes 10:28-29

  1. MEMILIKI WARGA NEGARA (SUBJECT)

Tidak ada kerajaan tanpa rakyat. Dalam sistem kerajaan, Rajalah yang memilih rakyatnya, bukan rakyat memilih raja. Sehingga Yesus berkata dalam Yohanes 15:16, bahwa bukan kamu yang memilih Aku melainkan Aku yang memilih kamu.

Ketika kerajaan Inggris mengkolonisasi sebuah wilayah, mereka tidak hanya mengambil sumber daya dari wilayah tersebut melainkan juga mengirimkan orang-orang terbaiknya untuk membawa budaya inggris dan juga untuk memajukan wilayah tersebut . Demikian halnya ketika Allah menempatkan kita di Bumi ini. Kita adalah orang-orang terbaik yang sorga miliki, untuk membawa pengaruh bagi bumi ini.

Mat 5:16  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

  1. MEMILIKI WILAYAH KEKUASAAN

Mazmur 24:1“Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.”

Sebagai warga kerjaan-Nya, kita harus memiliki cara pandang bahwa Tuhanlah pemilik semuanya dan kita hanya dipercaya untuk mengelolahnya. Di dalam kerajaan Allah tidak ada krisis. Dunia boleh mengalami kegoncangan tapi kita yang hidup mengikuti prinsip-Nya, tidak akan mengalami krisis. Kalau kita menyadari bahwa apa yang kita miliki adalah milik Tuhan maka kita tidak perlu kuatir sebab Dia yang akan memelihara dan menjaga kepunyaan-Nya.

  1. MEMILIKI HUKUM & UNDANG-UNDANG

1Taw_22:13 “Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah tawar hati.”

Fungsi undang-undang adalah melindungi warga negara. Firman Allah adalah Hukum dan Kitab undang-undang Kerajaan-Nya. Firman Allah bukan hanya mengikat kita tapi juga mengikat Allah sebagi Pribadi yang mengucapkannya. Yesus telah mati disalib agar kita dapat menikmati semua janji-janji-Nya yang tertulis dalam kitab undang-undang-Nya. Namun jangan pernah lupa, kita perlu terlebih dahulu menghidupi prinsip-prinsip-Nya.

Tidak heran dalam kacamata kerajaan Yesus berkata: Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Amin

Posted in Uncategorized | Leave a comment

EVALUASI KEHIDUPAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 11 Juni 2017)

2 Timotius 4 : 7

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

 

Pendahuluan

Dalam ayat ini Rasul Paulus sedang mengevaluasi diri dalam hidup pelayanannya. Evaluasi itu penting dan harus dilakukan oleh setiap orang percaya, karena dengan evaluasi kita akan dapat: memperbaiki kesalahan; mengetahui kekurangan atau kelemahan kita sehingga untuk selanjutnya kita dapat bertindak benar dan tepat. Menjelang kedatangan Yesus yang kedua kalinya, setiap orang percaya perlu mengadakan evaluasi kehidupan rohaninya. Apa saja yang perlu kita evaluasi dalam hidup kita ?

Dalam 2 Timotius 4:7 – Ada tiga hal yang telah dicapai Rasul Paulus :

  1. Paulus telah mencapai garis akhir.
  2. Telah memelihara iman.
  3. Telah mengakhiri pertandingan dengan baik.

TELAH MENCAPAI GARIS AKHIR

Paulus mengatakan telah mencapai garis akhir, itu dapat berarti bahwa Paulus selama hidupnya tetap ada dalam jalur yang sudah ditentukan Tuhan; tidak menyimpang dan menyelesaikan semua lintasan demi lintasan sampai pada garis akhir dengan benar. Paulus menggambarkan kehidupan kita ini seperti sebuah pertandingan lari yang tidak tahu kapan finisnya dan hanya Tuhan yang tahu finis hidup seseorang. Semakin lama kita berada dalam lintasan arena kehidupan ini, kita harus berlari dengan sungguh-sungguh dan benar sesuai aturan, mengapa? Karena masih ada kemungkinan kita bisa digagalkan atau dikalahkan sehingga tidak sampai pada garis akhir. Ada musuh yaitu kuasa kegelapan yang memberi pengaruh agar kita keluar atau menyimpang dari garis iman yang telah ditentukan Allah.

Tidak sedikit orang percaya dalam perjalanan hidupnya tidak menyadari, bahwa dirinya sebenarnya sudah diluar jalur yang ditentukan Tuhan. Contohnya Jemaat Efesus dalam, Wahyu 2:2-3.( Lihat catatan khotbah Pdt. Yos Minandar  pada tanggal 4 juni 2017). Jemaat Efesus memiliki lima prestasi pelayanan yang diakui sendiri oleh Tuhan Yesus. Lima prestasi pelayanan itu adalah :

  • Jerih payah / kerja kerasnya dalam pelayanan sangat luar biasa.
  • Memiliki ketekunan yang mantap pantang menyerah.
  • Tidak mau kompromi dengan orang yang berlaku jahat, sehingga tidak mudah di dustai oleh rasul palsu.
  • Berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan.
  • Sabar dalam segala kesukaran dan penderitaan yang dihadapi.

Dengan melihat lima prestasi pelayanan yang sulit didapatkan di jemaat jaman sekarang ini, semua orang pasti menilai bahwa jemaat Efesus ini sungguh luar biasa baiknya. Kesiapan dalam melayani; pengorbanannya dan keteguhan imannya nyaris sempurna, tetapi ada yang tidak dapat dilihat manusia yang sangat diperhatikan Tuhan, apakah itu?

Perhatikan ayat selanjutnya dalam Wahyu 2:4 – Dikatakan : “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”  Ternyata jemaat Efesus tanpa disadari posisinya bukan lagi ada pada garis yang sudah ditentukan Tuhan, mereka melakukan semuanya itu tanpa kasih. Garis perjuangan iman kita dari awal sampai akhir adalah “Kasih”. Tanpa kasih semua prestasi pelayanan yang baik seperti apapun tidak ada artinya jika dikerjakan diluar garis yang ditentukan Tuhan ini.

Selanjutnya Tuhan memberi teguran dan kesempatan untuk jemaat Efesus, dalam Wahyu 2:5 – “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engakau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engakau lakukan, Jika tidak demikan, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau tidak bertobat.”

Posisi orang yang kehilangan kasih, bukan saja keluar dari garis ketentuan Tuhan tetapi dikatakan “Betapa dalamnya engkau telah jatuh.” Ia dikatakan telah jatuh dan kejatuhannya dikatakan begitu dalam. Sedalam apakah kejatuhan orang yang melayani tanpa kasih itu? Posisinya sama dengan orang yang belum bertobat, yaitu orang yang diluar Tuhan. Itulah sebabnya jemaat Efesus disuruh bertobat lagi dan memulai lagi dari awal sesuai aturan Tuhan. Jika jemaat Efesus berkeras hati tidak mau bertobat, maka Tuhan akan mengambil kaki diannya dari tempatnya. Kaki dian adalah pelita penerang dan ada tujuh pelita pada kaki dian yang berbicara tentang tujuh sidang jemaat dalam kitab Wahyu. Jika tidak bertobat dan kembali pada garis ketentuan Tuhan, jemaat Efesus kaki diannya akan diambil dan digantikan jemaat lain yang sesuai dengan aturan Tuhan. Kaki dian berbicara tentang jemaat lokal, tetapi dapat juga berbicara tentang kaki dian dalam kehidupan pribadi orang pecaya sebagai terang dunia ini.

Ada beberapa contoh tokoh Alkitab yang hidupnya menyimpang dari garis Tuhan, tetapi tidak mau bertobat sehingga kaki diannya diambil dan digantikan orang lain.

  • Raja Saul, 1 Samuel 28:16-18.

Saul dicabut kedudukannya sebagai raja dan digantikan oleh Daud, karena Saul yang dipilih Allah sendiri telah menyimpang dari garis ketentuan Tuhan. Ia memang melakukan perintah Tuhan, tetapi tidak dalam ketaatan sesuai garis yang diperintahkan Tuhan. Ia ditegur oleh nabi Samuel tetapi tidak mau bertobat, bukannya mencari Allah tetapi berbalik mencari dukun.

  • Yudas Iskariot, Kisah.1:16-20.

Jabatan Rasul sebagai kaki diannya dialihkan Tuhan kepada Paulus. Yudas yang telah terjerat ketamakan akan uang dan keluar dari garis ketentuan Tuhan dengan menjual Yesus hanya dengan 30 keping perak, menolak untuk bertobat. Kedudukannya oleh para rasul yang lain digantikan oleh Matias. Namun belakangan Matias tidak terdengar kiprahnya, tetapi Tuhan Yesus sendiri memilih Paulus untuk menduduki jabatan Rasul Tuhan itu. Baik Saul maupun Yudas mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan, namun gagal dalam menjalankan kehendak Tuhan karena telah menyimpang dari garis yang ditentukan Tuhan.

Bagaimana mereka bisa menyimpang? Menyimpangnya mereka bukan tanpa sebab , tetapi ada penyebabnya. Ibrani 3:13 – “ Tetapi nasehatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan hari ini, supaya jangan ada diantara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.” Mereka menyimpang dan menjadi tegar hatinya untuk tidak kembali bertobat karena adanya tipu daya dosa.

MENJAGA DIRI TETAP DIGARIS YANG BENAR

Penting bagi setiap orang percaya untuk menjaga diri agar tidak keluar dari garis kebenaran Tuhan. Selain mengadakan evaluasi dalam hidup, kita juga dapat mencermati nasehat dalam surat yang ditulis oleh Yudas saudara Yesus secara jasmani. Yudas 1:11- “Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain, dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.”

Ada tiga tokoh yang disebutkan Yudas untuk kita belajar dari kejatuhan mereka yang memilih keluar dari garis kebenaran Tuhan. Apa dan bagaimana Kain, Bileam dan Korah itu?

  • JALAN HIDUP KAIN

Kain menjalankan kehidupan rohaninya tanpa iman yang benar, ia beriman tetapi dengan caranya sendiri. Dalam memberikan korban persembahan, Kain menolak aturan Tuhan. Setiap korban yang dibawa kepada Tuhan adalah korban domba karena melambangkan penebusan dosa manusia, tetapi Kain memakai caranya sendiri, ia tidak memakai domba tetapi hasil kebunnya.Persembahannya ditolak Tuhan, karena pengakuan iman seperti apapun tanpa tanda darah penebusan tidak akan pernah berkenan kepada Tuhan. Agama apapun yang mengaku beriman kepada Tuhan, tanpa ada tanpa darah penebusan anak domba (penggenapannya Yesus) agama itu sia-sia.

  • JALAN HIDUP BILEAM

Bileam mempraktekkan kehidupan pelayanannya untuk mencari keuntungan pribadi. Ia adalah seorang nabi yang dapat dibeli dengan uang sogokan. Kisahnya tertulis di Bilangan 22-24.

  • JALAN HIDUP KORAH

Korah adalah salah satu tokoh dan kepala suku Israel. Seharusnya ia menjadi contoh teladan, tetapi ia menolak otoritas Allah dengan memberontak kepada Musa hamba Allah. Korah tidak memiliki roh penundukkan diri terhadap otoritas Allah, ia memilih menyimpang dari garis Tuhan dan memberontak. Kisahnya ada dalam Bilangan 16.

Ketiga tokoh ini memang sudah tidak ada lagi, tetapi roh yang membuat mereka terjerat pada tipu daya dosa itu, masih berpengaruh sampai sekarang dan dapat merusak kesehatan rohani seluruh gereja Tuhan serta membuat gagal untuk mencapai garis akhir yang sudah ditentukan. Waspadalah dengan ketiga roh ini, sebab semua yang melakukannya dibinasakan oleh Allah.

Masih ada waktu bagi kita sebagai gereja Tuhan untuk mengevaluasi perjalanan iman kita. Dengan rela hati dan jujur, jika ada penyimpangan dalam pengiringan kita kepada Tuhan, bertobatlah dan kembali pada garis Tuhan. Gunakan waktu yang ada untuk setia beribadah, sebab dalam ibadahalah kita dikoreksi oleh pengajaran firman Tuhan. Pengajaran firman itu memurnikan dan meluruskan kita kembali pada garis kebenaran untuk kita mencapai garis akhir dengan kemenangan. Tuhan memberkati.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

APAKAH YANG KAMU CARI? Seri – 14 : “Marilah dan kamu akan melihatnya.” – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 11 Juni 2017)

Yohanes 1:39

Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.

Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal,

dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia;

 waktu itu kira-kira pukul empat.

“Marilah dan kamu akan melihatnya.”

Tidak biasanya seorang guru menerima murid secepat ini. Biasanya guru akan memberikan tes, ujian bagi calon murid sebelum diterima sebagai murid. Budaya ini tidak berlaku bagi Yesus, ketika melihat kedua orang murid Yohanes mengikutNya dari belakang dan bertanya dimana tempat tinggalNya, segera Yesus menjawab: “Marilah dan kamu akan melihatnya.”

Jawab Yesus ini memberikan pengertian:

1. Penerimaan

Yohanes 6:37 

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

Yesus menerima setiap orang yang datang kepadaNya. Tidak pernah seorangpun datang dan ditolakNya. Dengan tangan terbuka seraya berkata: “Marilah dan kamu akan melihatnya” adalah jawaban yang selalu keluar dari mulutNya untuk memastikan bahwa Ia menerima orang-orang yang datang kepadaNya.

  1. Undangan untuk menjadi murid.

Setiap orang percaya dipanggil bukan hanya sekedar “mengakui” tetapi “mengikuti”.

Mar 1:17  – Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

“Marilah dan kamu akan melihatnya” berarti Ia mengundang dua orang murid Yohanes dan semua orang percaya untuk menjadi muridNya.

  1. Undangan untuk menerima dari Sang Guru.

Matius 11:29 

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Dalam kekosongan dan kebodohan seorang murid diundang untuk dibekali, diisi, diajar, dilatih dan diberdayakan oleh sang guru.

  1. Undangan MEMPERCAYAI Guru sepenuhnya

Langkah awal menjadi seorang murid, dimulai dari percaya. Seorang murid harus percaya dan mempercayakan dirinya kepada sang guru. Kegagalan percaya dan mempercayai sang guru adalah kegagalan menjadi murid.

Empat bagian di atas telah kita bahas tuntas pada ibadah sebelumnya, sekarang kita akan membahas bagian yang baru dari makna perkataan Yesus: “Marilah dan kamu akan melihatnya” yaitu:

  1. Undangan untuk MENINGGALKAN KENYAMANAN

“Marilah dan kamu akan melihatnya.” Tuhan Yesus tidak sedang menjanjikan sebuah sekolah yang megah dan mewah lengkap dengan segala fasilitas “wah”. Ataupun asrama yang nyaman dengan pemandangan pegunungan yang menawan. Sebaliknya Ia menjanjikan sebuah sekolah tanpa gedung, asrama ataupun fasilitas lainnya. Sekolah itu disebut: “SEKOLAH PENDERITAAN”. Ya, inilah sekolah baru bagi dua orang murid Yohanes. Mengapa saya sebut sekolah penderitaan? Untuk itu marilah kita melihat kembali budaya sekolah kerabian Yahudi.

Budaya sekolah kerabian Yahudi.

  • Seorang murid akan tinggal bersama di rumah sang
  • Seorang murid harus meninggalkan orang tua dan keluarganya.
  • Seorang murid harus meninggalkan pekerjaan dan semua yang dimiliknya

Melihat syarat menjadi murid seorang rabi seperti ini, jelaslah bahwa sekolah Yesus yang ditawarkan bukan kemewahan dan kenyamanan, sebaliknya adalah penderitaan dan ketidaknyamanan.

Meninggalkan Kenyamanan

Untuk mempelajari hal ini lebih jauh lagi, marilah kita melihat syarat yang ditentukan oleh Tuhan Yesus dalam Lukas 9 : 57 – 62

  1. Siap menghadapi kesukaran dan penderitaan

Ay. 57  – Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Ay. 58  –  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Pada umumnya seorang rabi yang sedang mengajar di sebuah desa atau kota, mereka akan mendapat tempat tumpangan yang istimewa. Kondisi seperti ini biasanya membuat anak-anak muda tertarik untuk menjadi rabi. Itulah sebabnya tidak heran kalau ada orang yang ingin menjadi murid Yesus (ay.57). Menanggapi kehadiran mereka Tuhan Yesus justru berkata: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Dengan kata lain Tuhan Yesus ingin berkata: rabi-rabi Yahudi menerima penghormatan dan mendapat tempat istimewa untuk membaringkan diri, tetapi tidak bagi Yesus. Bahkan untuk meletakan kepalaNya pun tidak ada tempat. Inilah ketidaknyamanan yang Ia tawarkan kepada orang-orang yang mau mengikutiNya.

Bentuk kesukaran dan penderitaan

Berikut ini adalah bentuk-bentuk kesukaran yang akan dialami oleh murid-muridNya yaitu setiap orang percaya.

a. Dibenci

Matius 10:22

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mark 13:13, Luk 21:17)

b. Dikucilkan

Yohanes 16:2

Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

c. Menderita Aniaya

2Timotius 3:12

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.

Yohanes 16:33

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Rasul Paulus sebagai rasul yang besar, yang melayani denga kuasa Allah, namun tidak luput dari kesukaran dan penderitaan. Dalam Kisah Rasul 20:22 – 24, ia memberi kesaksian demikian:

Ayat 22  Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

Ayat 23  selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

Ayat 24

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Untuk meneguhkan kebenaran ini, bahwa Tuhan memanggil kita untuk meninggalkan kenyamanan, marilah kita menyaksikan akhir hidup dari murid-murid Yesus yang pertama.

  • Petrus

Disalib terbalik, kepala di bawah di kota Roma pada zaman kaisar Nero

  • Andreas

Disalib berbentuk X, di Patras Yunani

  • Yakobus

Martir pertama, dipenggal kepalanya oleh Herodes. Kis 12:2

  • Yohanes

Direbus dalam minyak mendidih di Roma, tetapi tidak terluka akhirnya dibuang ke pulau Patmos

  • Filiphus

Disalib terbalik, di Hierapolis Turki

  • Bartolomeus

Dikuliti dan disalib terbalik di Armenia

  • Thomas

Dibunuh dengan tombak di India

  • Matius

Menjadi martir di Ethiopia ditusuk dari belakang

  • Yakobus anak Alfeus

Pada usia 94, ia dipukuli dan dilempari batu oleh penganiaya, dan kemudian membunuhnya dengan memukul kepalanya dengan sekop.

  • Tadeus /Yudas

Menurut beberapa cerita, ia disalibkan di Edessa (nama kota di Turki dan Yunani) di 72 AD.

  • Simon orang Zelot:

Disalibkan di Inggris th 74 AD.

  • Yudas Iskariot

Bunuh diri karena menjual Yesus

  1. Menaruh TUHAN pada PRIORITAS UTAMA

Luk 9:59 – 60 

Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dalam ayat ini Tuhan Yesus tidak sedang melarang anak-anak untuk menguburkan orang tuanya yang meninggal sebelum mengikut Yesus. Firman Tuhan jelas mengharuskan anak-anak menghormati orang tua. Bahkan Tuhan Yesus sendiri pernah menegor orang yang tidak memperhatikan orang tuanya dengan alasan kepentingan agama/ibadah. Disini Tuhan Yesus sedang mengajarkan bahwa seorang murid harus berani membunuh keinginan pribadi dan menaruh Tuhan beserta kepentinganNya pada prioritas utama dalam hidup kita. Seorang murid harus berani mengutamakan Tuhan diatas kepentingan pribadi dan keluarga. Tuhan yang utama dan pertama.

Memprioritaskan TUHAN berarti :

a. Mendahulukan yang utama

Matius 6:33

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

b. Mencari PERKENANAN Tuhan

2Timotius 2:4

Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

  1. Jangan Menoleh Kebelakang

Ayat 62

Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Seorang murid Tuhan, ia tidak boleh menoleh kebelakang. Artinya tidak boleh kembali kepada masa lalu, hidup lama, dunia yang telah ditinggalkannya. Seorang murid harus mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati dan segenap kekuatannya.

Rasul Paulus memberikan contoh yang baik, saat ia menjadi murid Tuhan. Ia tinggalkan masa lalu dan mengarahkan pandangannya ke depan.

Filipi 3:13,14 

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Penutup

Setiap anak Tuhan dipanggil untuk menjadi murid Tuhan. Jadi beranikan hidup Anda untuk meninggalkan kenyamanan dan bersiaplah untuk dilatih, dididik, adan diajar kemudian diberdayakan olehNya menjadi alatNya di bumi ini. Tuhan memberkati! KJP.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TANTANGAN PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 Juni 2017)

Wahyu 2:4

“Namun demikian aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”

PENDAHULUAN

Jemaat Efesus menggambarkan Pengikut Yesus yang sejati. Mereka menunjukkan kualitas pengiringan mereka sehingga Yesus membanggakan jemaat Efesus dengan alasan antara lain:

  • Kerja keras untuk Tuhan
  • Tekun dalam iman, harap dan kasih
  • Tidak kompromi dengan dosa
  • Berdiri atas Firman Allah
  • Sabar menanggung aniaya karena Nama Yesus

TIDAK BERTAHAN DALAM KASIH

Jemaat Efesus tidak bisa mempertahankan apa yang mereka telah capai. Mereka tidak bisa mempertahankan hidup didalam kasih, sehingga Yesus menegur jemaat di Efesus dan berkata dalam Wahyu 2:4 “Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula!” Awalnya jemaat di Efesus begitu mengasihi Tuhan. Apa yang mereka lakukan untuk hamba-hamba Tuhan dan kepada sesame didasari oleh kasih. Tetapi kasih Yesus yang jadi motivasi mereka dalam melayani sudah tidak ada lagi.

Orang yang melayani belum tentu mengasihi Tuhan. Tetapi, orang yang mengasihi Tuhan pasti melayani dan bekerja keras untuk Tuhan, yang dipraktekkan kepada sesama. Itu sebabnya betapa pentingnya kasih itu ada dalam hidup kita.

PENTINGNYA KASIH

  • Penjelasan Paulus, 1 Korintus 13:1-3.

Paulus menuliskan bahwa semua orang yang mengerjakan apapun tanpa dasar kasih sama seperti gong dan canang yang gemerincing. Artinya semua yang ia kerjakan tidak menjadi berkat bagi orang lain sehingga saat Tuhan mendengar apa yang dilakukan orang tersebut seperti bunyi tetapi tidak menyenangkan di telinga Tuhan. Oleh sebab itu, walaupun kita melakukan hal-hal yang kecil, tapi buatlah yang kecil itu dengan kasih besar. Itu akan menyenangkan hati Tuhan.

  • Pesan Yesus, Matius 7:21-23

Perbuatan spektakuler dalam pelayanan, jika dikerjakan tanpa kasih tidak akan dikenal Yesus. Justru di mata Yesus melakukan kejahatan. Dan semua pelayananya seperti sampah.

KASIH JEMAAT EFESUS

Dalam kisah 18 dan 19, tercatat awal terbentuknya jemaat di Efesus. Jemaat di Efesus percaya dan dipenuhi Roh Kudus, sehingga Yesus memuji dan membanggakan pelayanan kasih jemaat Efesus. Tetapi, 44 tahun kemudian kasih itu sudah tidak ada lagi dalam jemaat Efesus. Mereka tetap tekun dan bekerja dengan rajin tetapi sudah tidak dengan kasih lagi. Hal tersebut juga dialami oleh jemaat di Galatia, Galatia 4:13-15. Jemaat Galatia juga bermasalah dengan kasih mereka dalam segala pekerjaan mereka.

MENGAPA TIDAK ADA KASIH

Firman Allah menjelaskan penyebab seseorang bisa kehilangan kasih dalam dirinya.

  • Matius 24:12 – Bertambahnya kedurhakaan (lingkungan)
  • 2 Timotius 3:2 – Cinta diri sendiri dan cinta uang, manusia menjadi egois.

Namun penyebab jemaat di Efesus tidak memiliki kasih, bukan karena mereka melakukan kedua hal tersebut. Melainkan jemaat di Efesus meninggalkan kasih Allah karena mereka yang pergi meninggalkannya. Wahyu 2:4 “Namun demikian aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Jadi Jemaat Efesus bukan kehilangan kasih, tetapi meninggalkan kasih.

ARTI KATA

Kata “Meninggalkan” yaitu, Yun – “IFIHMI”, mengandung arti To leave – meninggalkan, Forsake – mengabaikan dan Departure – Berangkat (take-off). Artinya, jemaat Efesus dengan kesadaran meninggalkan kasih; mereka keluar dari kasih dengan mengabaikan atau tidak peduli kasih dan pergi dari kasih Yesus. Inilah maksud kata meninggalkan dalam Wahyu 2.

AKIBAT MENINGGALKAN KASIH

Wahyu 2:5, ada akibat bila seseorang meninggalkan kasih yang semula. Ia disamakan dengan orang yang jatuh. Mereka adalah pengikut Yesus tetapi seperti orang yang tidak mengenal Yesus. Alhasil, orang yang demikian akan menerima upah yaitu maut (Roma 6:23).

 

Sedalam apakah kejatuhan jemaat di Efesus sehingga Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk bertobat?

Pada mulanya manusia berada dalam kemuliaan sama dengan Allah, namun karena ketidak-taatan, maka manusia jatuh kedalam dosa yang mendatangkan kebinasaan bagi semua manusia selanjutnya setelah manusia pertama. Namun oleh pengorbanan Yesus semua manusia yang percaya diselamatkan, Kisah Para Rasul 4:12. Mereka yang sudah diselamatkan harus mengalami pertumbuhan dari iman sampai kepada kasih Agape, 2 Petrus 1:5-7. Seperti jemaat di Efesus, sejak mereka percaya kepada Yesus, mereka terus bertumbuh. Jika ditinjau dari catatan kitab Wahyu, dimungkinkan jemaat ini sudah sampai pada tingkat ketekunan – Kisah Para Rasul 18,19. Namun karena mereka meningglkan kasih maka mereka jatuh, yang takaran jatuhnya sama seperti orang yang akan menerima maut/kebinasaan. Bila tidak bertobat maka mereka akan dibinasakan dan diambil kaki diannya.

KAKI DIAN

Kaki Dian yang diambil merupakan jemaat Lokal. Kalau Yesus tidak ada lagi dalam jemaat, maka peran jemaat sebagai penerang akan dicopot dan digantikan dengan yang lain. Itu sebabnya betapa pentingnya kasih itu tetap ada dalam diri kita. Matius 22:11-13 ,Pengikut Yesus yang dicopot perannya sebagai Kaki Dian akan masuk “kegelapan yang paling gelap”. Sebab itu kita harus penuh Roh Kudus sebab hanya dengan Roh Kudus kita bisa dalam kasih-Nya. Tuhan memberkati.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – seri 2 oleh Pdt. J.S. Minandar Ibadah Raya – Minggu, 28 Mei 2017)

Yohanes 1:35-37

PENDAHULUAN

Minggu lalu kita telah belajar tentang pengikut Yesus yang sejati, yang dihubungkan dengan 7 Jemaat di Asia Kecil, antara lain Jemaat: Efesus; Smirna;  Pergamus; Tiatira; Sardis; Filadelfia dan Laodekia. Dan pada hari ini pengikut Yesus yang sejati dikaitkan dengan Jemaat Efesus.

JEMAAT EFESUS – Wahyu 2:1

Sudah dibahas arti dari nama kota “Efesus” dan bagaimana Yesus berjalan di antara Kaki Dian Emas. Kaki dian adalah gambaran dari ke tujuh jemaat. Yesus yang memperhatikan ketujuh jemaat juga memperhatikan kita, pribadi lepas pribadi. Yesus perhatikan keluarga, usaha pekerjaan dan kehidupan pribadi. Yesus siap mencukupkan segala sesuatu yang kita butuhkan selama hidup, tetapi Yesus juga memperhatikan kehidupan kerohanian setiap jemaat. Bila tidak bersungguh-sungguh dalam kerohanian akan menjadi gereja tidak sempurna dan menghadapi antikris. Sekarang kita bahas tentang “Keistimewaan Jemaat Efesus”

KEISTIMEWAAN JEMAAT EFESUS

Dalam Wahyu 2:2 menulliskan “Yesus tahu segala sesuatu”. Yesus tahu kelebihan dan kekurangan jemaat di Efesus karena tidak ada yang tersembunyi bagi Yesus. Apakah yang Yesus ketahui dari jemaat di Efesus ?

A. Pekerjaan, Jerih Payah Jemaat

Yesus berkata: “Aku tahu segala pekerjaanmu; baik jerih payahmu mau pun ketekunanmu…” Yesus mengamati, meneliti cara hidup jemaat Efesus. Perhatikan! Secara umum masyarakat Efesus adalah penduduk Efesus senang bekerja keras. Mereka bekerja sehari penuh dalam satu hari dan beristirahat pada pukul 13.00 – 15.00. Ternyata, etos kerja keras jemaat Efesus bukan cuma dalam hal jasmani,    tapi secara rohani dan dalam melayani Tuhan sehingga Yesus berkata “Aku tahu segala pekerjaanmu; baik jerih payahmu…”

Kata: Jerih Payah, Yunani: KOPOS artinya: bekerja sampai lelah; capek; susah dan sakit. Bandingkan dengan Matius 26:10. Terjadi di rumah Simon si kusta, dimungkinkan ini Maria. Wanita ini mengurapi Yesus dengan Minyak Narwastu. Perhatikan kata  “menyusahkan”, di ayat ini dipakai kata KOPOS – artinya, Wanita yang mengurapi Yesus dengan minyak ini berkorban dengan bersusah, sakit, menderita; untuk bisa mempersembahkan yang  terbaik bagi Yesus. Beberapa menafsirkan bahwa wanita ini menabung sedikit demi sedikit sampai ia dapat membeli minyak Narwatu yang mahal untuk hari pernikahannya. Tetapi ketika ia berjumpa dengan Yesus, ia persembahkan semua yang ia dapat untuk Yesus. Korban pelayanan yang keluar dari hati, Tuhan akan menghargai dan melihatnya. Hal ini hanya bisa kita lakukan apabila kita dipenuhi Roh Kudus.

B. Ketekunanmu

Jemaat di Efesus adalah jemaat yang tekun dalam iman, pengharapan dan kasih. Kata “tekun, Inggris: perseverance, Yunani: JUPOMENUW. Mengandung 2 arti:

  • Jupo = Under, berada didalam /berada dibawah
  • Menuw =to hope, harap/harapan.

Dengan demikian Jupomenuw, Jemaat Efesus terus ada dalam keadaan terus berharap kepada Tuhan. Suatu hubungan untuk bergantung kepada Yesus. Hubungkan dengan Yakobus 1:2-4. Inilah yang Yesus rindukan agar jemaat bertumbuh sampai kepada ketekunan. Jemaat Efesus menjadi jemaat yang KOPOS – rajin, giat melayani Tuhan dengan bersusah, bersakit-sakit bahkan menderita. Sebab Jupemenuw, yaitu Roh Ketekunan itu ada dalam hati dan menguasai hidup jemaat di Efesus.

C. Tidak Sabar Terhadap Orang Jahat

Yesus memuji jemaat Efesus, karena mereka tidak mau kompromi dengan yang jahat. Yesus berkata “…Aku tahu bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat…”

Kata: SABAR, Yunani: BASTASUW artinya: bisa memikul beban yang masih bisa ditolerir. Tapi jemaat Efesus, adalah jemaat yang tidak dapat sabar terhadap orang jahat atau segala jenis kejahatan, sekecil apa pun. Inilah yang diperhatikan/dinilai Yesus sebagai jemaat Tuhan. Tetapi tidak mungkin bisa terjadi  bila pengikut Yesus yang sejati, tidak dikuasai oleh firman Allah dan Roh Kudus.

D. Berpegang Pada Firman Allah

Seluruh aspek hidup dan kegiatan jemaat Efesus didasari atas Firman Allah. Yesus puji jemaat Efesus, Wahyu 2:2 “…bahwa engkau telah mencobai mereka, yang menyebut dirinya rasul tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.”

Kata “Mencobai “, Yunani PEIREZUW, to test, to prove: menguji; membuktikan!

Dengan apa kita menguji ajaran orang yang mengaku rasul (hamba Tuhan) tapi ajarannya sesat  atau menyimpang? Yaitu Firman Allah.

Kesimpulan

Jemaat Efesus, adalah “Pengikut Yesus Yang Sejati”, yaitu pengikut Yesus yang mendirikan iman dan pengiringannya kepada Yesus di atas dasar firman Allah. Selanjutnya, Wahyu 2:3 “Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku;   dan engkau tidak mengenal lelah.”

E. Sabar Menderita karena Nama Yesus

Jemaat Efesus adalah jemaat yang “tetap sabar” artinya sabar secara terus-menerus dalam  penderitaan karena Yesus. Zaman sekarang kita sudah memasuki materai ke-5 yaitu aniaya. Orang percaya mengalami tantangan yang begitu besar.

Tidak ada pilihan lain, untuk jadi pengikut Yesus yang sejati, kita harus dipenuhi Roh Kudus agar kita :

  • Berjerih payah melayani Yesus.
  • Tekun dalam Iman, Harap dan Kasih
  • Tidak kompromi dengan yang jahat
  • Berpegang pada firman Allah
  • Bertahan dalam penderitaan

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KENAIKAN YESUS KE SORGA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Kenaikan Yesus – Kamis, 25 Mei 2017)

Lukas 24:50-53

PENDAHULUAN

Ayat pokok menjelaskan tentang peristiwa kenaikan Yesus ke sorga. Ada hal menarik yaitu ketika terangkat ke sorga Yesus mengangkat tangan-Nya dan memberkati murid-murid-Nya. Karena berbagai alasan di hari-hari ini banyak orang menjadi takut atau kuatir ketika mendengar berita atau membicarakan tentang akhir zaman atau kedatangan Yesus kali yang kedua. Namun hal yang berbeda dirasakan oleh kita sebagai orang percaya karena bagi orang percaya, kedatangan Yesus kedua kali, bukan hal yang menakutkan melainkan sesuatu yang

sangat kita harapkan. Sebab Kisah Para Rasul 1:11, menuliskan bahwa saat Yesus datang kedua kali, Dia akan datang dengan cara yang sama seperti Dia terangkat. Artinya jika pada waktu terangkat Dia menumpangkan tangan dan memberkati murid-murid-Nya maka kedatangan Yesus kedua kali adalah untuk memberkati kita yang percaya dan menantikan kedatangan-Nya. Sebaliknya bagi yang tak percaya, kedatangan Yesus pada kali kedua adalah untuk membawa penghukuman dan kebinasaan, (Wahyu 19:20,21).

 

MURID-MURID BERDUKACITA

Setiap kali Yesus menceritakan bahwa Ia harus kembali ke sorga, maka murid-murid menanggapinya dengan dukacita, (Perhatikan, Yohanes 14:1 dst). Hal ini terjadi karena murid-murid tidak mengerti tujuan Yesus naik ke sorga. Mungkin saja kita adalah generasi yang akan melihat apa yang terjadi di akhir zaman namun jika kita mengerti tujuan Yesus naik ke sorga maka kita tidak akan takut.

 

TUJUAN YESUS NAIK KE SORGA

Salah satu tujuan Yesus naik ke sorga adalah agar Dia dapat mengutus Penghibur bagi kita.

Yohanes 16:7 “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau  Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”

Kehadiran Penghibur ini akan lebih efektif dibanding ketika Yesus hadir sebagai manusia di muka bumi, karena Penghibur itu akan terus menyertai kita bahkan ada di dalam kita.

PENGHIBUR

Secara etimologi kata Penghibur didalam bahasa Inggris : Comforter dan dalam bahasa Yunani menggunakan kata Parakletos. Artinya Dia akan bertindak sebagai Seorang pembela yang berdiri di sisi kita dalam sebuah pengadilan, untuk membela kita agar kita tidak salah dalam berkata-kata dan bertindak, sehingga kita tidak dijatuhi hukuman.

Pengertian lain adalah Dia seperti seorang penasihat yang berdiri di samping kita untuk menasihati, menguatkan, membangun dan membangkitkan kita, agar dalam segala situasi kita keluar sebagai pemenang.

Oknum Penghibur yakni Pembela dan Penasihat yang diutus Yesus tidak lain adalah Roh Kudus. Roh kudus memegang peranan penting dalam hidup kita dan untuk menjelaskan betapa pentingnya Roh kudus dalam hidup kita dapat kita lihat atau pelajari dari satu tokoh Alkitab yaitu Benaya.

B E N A Y A (2 Samuel 8:15-18).

Dalam perikop ini menuliskan tentang orang-orang penting dalam pemerintahan Daud, dimana salah satunya adalah Benaya.

Arti nama Benaya sendiri adalah :

  • Dibangun Yehova, Artinya Parakletos itu menyertai kehidupan Benaya.
  • Dibangkitkan Yehova artinya Benaya pun pernah menjadi letih namun kemudian dia kembali dikuatkan Roh Kudus.

JABATAN BENAYA

Berdasarkan (2 Samuel 8:18) jabatan Benaya, adalah Panglima pasukan orang Kreti dan Pleti yaitu orang-orang yang bertugas secara khusus melindungi Raja Daud.

Orang Kreti

Orang (pasukan) Kreti ialah orang yang dikhususkan untuk “mengawal raja” dan“membunuh bagi raja.” Orang-orang ini merupakan gambaran dari kita sebagai orang percaya dimana Yesus menyelamatkan dan memenuhi kita dengan Roh Kudus agar kita dapat menjadi saksi-Nya dan membunuh (memenangkan jiwa-jiwa baru bagi Kristus).

Orang Pleti

Arti Pleti adalah “Pembawa Berita.

Ini sesuai dengan tugas yang mereka miliki. Orang (pasukan) Pleti adalah pasukan yang bertugas membawa berita dan berita yang dibawa oleh pasukan Pleti hanya ada dua yaitu berita perang atau berita damai. Orang pleti ini merupakan gambaran kita sebagai orang percaya yang memiliki tugas menjadi pembawa berita bagi Tuhan.

Jika kita membaca dalam2 Korintus 2:12-14, ada dua dimensi bau harum harus terpancar dari hidup pengikut Yesus :

  1. Bau harum berkat/kemenangan bagi yang akan diselamatkan.

Rasul Paulus mengangkat ayat ini berdasarkan apa yang dilakukan oleh Tentara Romawi yang mana dalam berperang memegang prinsip maju dan pantang mundur. Prajurit Roma yang pulang membawa kemenangan menerima taburan bunga dari rakyat yang menyambut mereka dan bau harum bunga itu adalah bau yang menyenangkan bagi mereka karena itu menjadi pertanda bahwa mereka sebentar lagi akan bertemu Kaisar dan menerima penghargaan dari Kaisar. Demikianlah kehidupan kita haruslah membawa harum yang dinikmati orang lain sehingga kita menjadi berkat.

  1. Bau harum kematian (peringatan) bagi yang akan dibinasakan.

Di barisan belakang dari tentara Roma adalah tentara musuh yang ditawan. Ketika mereka mencium bau bunga mereka menjadi takut, karena mereka tahu mereka akan bertemu Kaisar yang akan menyalibkan mereka. Kasih yang kita ekspresikan sebagai anak Tuhan menyadarkan orang-orang yang akan dibinasakan sehingga mereka mengambil keputusan untuk menerima Yesus.

Bila Roh Kudus berkuasa di dalam diri kita, kita akan diberi kesanggupan untuk memancarkan bau harum 2 dimensi (berkat dan peringatan) selama kita hidup di dunia ini.

PENDIRIAN (LOYALITAS) BENAYA

Loyalitas dari Benaya dapat kita lihat dalam beberapa peristiwa :

  • Peristiwa Pemberontakan Absalom

2 Samuel 15:18 saat Absalom (anak Daud) mengkudeta Daud. Beberapa orang kepercayaan Daud, berontak dan ikut Absalom. Tetapi Benaya tetap setia/loyal kepada Daud, begitu juga pasukan Pleti dan Kreti yang dipimpin Benaya. Orang Kreti dan Pleti tetap setia karena melihat sikap Benaya yang loyal kepada Daud. Ini mengajarkan kita bahwa setiap kita pun memiliki pengaruh, ketika loyal kepada Tuhan maka keluarga atau orang disekitar kita pun dapat mencontoh hidup kita dan menjadi setia kepada Tuhan.

  • Peristiwa Pemberontakan Seba

2 Samuel 20:23, saat Seba memberontak Benaya bersama orang Kreti dan Pleti yang dipimpinnya tetap setia kepada Daud.

  • Peristiwa Pemberontakan Adonia

1 Raja 1 – Pengaruh pemberontakan Adonia ini sangat luar biasa. Sekalipun Daud punya orang kepercayaan yang taat dan setia kepada Daud, namun ketika Adonia memberontak, orang- orang kepercayaan Daud, seperti Yoab (1 Raja 1:7) turut berontak terhadap Daud  dan memihak serta mengikut Adonia. Tetapi Benaya, pasukan Pleti dan Kreti tetap setia/loyal kepada Daud. Ketika kita memiliki Roh Kudus maka Roh Kudus memberi kita kekuatan sehingga dapat bertahan dan memenangkan pertandingan iman kita.

 

KEKUATAN BENAYA

Ayub 7:1 berkata bahwa hidup manusia seperti orang bergumul (berperang).

Dalam peperangan, ada yang bersifat Masal, di mana kita bisa saling tolong-menolong antar saudara seiman (Gal 6:2). Tapi ada saat di mana kita harus berjuang seorang diri dan tidak bisa minta tolong orang lain (Gal 6:5). Bila Roh Kudus, yaitu PEMBELA yang diutus Yesus menyertai kita maka kita akan dimampukan untuk tetap tegak berdiri dan tetap hidup dalam kemenangan. Benaya tidak hanya teruji dalam perang secara masal namun juga secara pribadi.

 

BENAYA DALAM PERANG PRIBADI (2 Samuel 23:20-22)

Dicatat dalam ayat 20, Benaya menewaskan 2 orang (pahlawan) besar dari Moab. Dalam bahasa Inggris dijelaskan Mukanya seperti singa. Singa menggambarkan Iblis sedangkan Moab sendiri menggambarkan keinginan daging. Ini mengandung arti bahwa Gereja Tuhan harus menang menghadapi dua kekuatan dunia di akhir zaman. Benaya dapat mengalahkan keduanya karena Parakletos menyertainya. Dalam ayat 20 Benaya pernah bunuh seekor singa di dalam lobang (sumur) pada musim dingin (bersalju).

Ada 3 orang yang pernah kalahkan singa.

  • Simson, membunuh singa di kebun anggur dengan cara mencabik singa itu.
  • Daud, membunuh singa di padang, dengan memukul dengan tongkat.

Lokasi pertempuran mereka di tempat terbuka tetapi berbeda dengan yang ketiga yaitu Benaya.

  • Benaya turun ke dalam lobang (sumur) dan mengalahkan singa di dalam lobang (sumur). Sungguh sebuah pertarungan hidup dan mati (kalau bukan Benaya, singa yang akan keluar dari sumur).

Dalam hidup kita, sumur dapat diartikan sebagai keadaan sempit, sukar, terjepit seolah tidak ada jalan keluar. Namun percayalah Parakletos itu akan mengangkat kita keluar dari sumur pergumulan dan membawa kita kepada kemenangan. Bila Roh Kudus (Penasihat/Penghibur) yang diutus Yesus menyertai kita maka kita akan sanggup mengalahkan Iblis!

Dalam 2 Samuel 23:21 juga dikisahkan Benaya membunuh orang Mesir yang tinggi dengan tombak di tangannya. Sedangkan Benaya hanya bawa tongkat di tangan. Tapi Benaya kemudian merampas tombak orang itu dan membunuhnya dengan tombak milik orang Mesir itu. Jika kita hubungkan ini dengan sebuah ayat yang terdapat dalam Yesaya 54:17:

“Setiap senjata yang ditempa  terhadap engkau tidak akan berhasil dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba Tuhan dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman Tuhan.”

Artinya orang percaya akan sanggup membalikkan keadaan terjepit yang sedang dialami hari-hari ini menjadi sebuah kemenangan, dimana ada jiwa-jiwa dimenangkan bagi Tuhan. Tuhan memberkati

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 21 Mei 2017)

Yohanes 1:35-37

PENDAHULUAN

Dalam pembahasan firman Tuhan hari ini, kita akan membahas tentang kehidupan pengikut Kristus yang sejati yang terus bergerak menuju kesempurnaan sama seperti Yesus. Oleh sebab itu, perlu untuk kita mengetahui hal-hal apa yang harus dibuang dari kehidupan kita dan apa yang perlu untuk terus dilengkapi. Baca dalam Yohanes 1:35-37, dituliskan bahwa Yohanes Pembaptis saat itu sedang berdiri bersama kedua muridnya bernama Andreas dan dimungkinkan murid yang kedua adalah Yohanes saudara kandung Yakobus, yang dikenal sebagai Rasul Yohanes yang menulis injil Yohanes. Dalam penulisan injil Yohanes, ia tidak menyertakan namanya, tetapi ia menggunakan inisial “murid yang dikasihi”.

Ketika Yohanes pembaptis berdiri bersama kedua muridnya, maka lewatlah Yesus. Maka Roh Kudus menggerakkan Yohanes pembaptis untuk berkata kepada murid-muridnya “lihatlah Anak Domba Allah!” Ketika murid-muridnya mendengar pernyataan Yohanes pembaptis, maka tanpa paksaan kedua murid itu pun pergi mengikut Yesus. Secara manusiawi, sebagai seorang guru tentu ia merasakan sedih dan kecewa seperti yang dirasakan oleh para pemimpin pada umumnya ketika ditinggalkan oleh pengikutnya. Namun lain dengan Yohanes pembaptis. Ketika para muridnya meninggalkan ia, Yohanes pembaptis tidak marah atau kecewa karena dia menyadari bahwa tujuan pelayanannya bukan menjadi pengikut dirinya melainkan menjadi mengikuti Yesus. Yohanes 3:26, ketika orang-orang memberitahu tentang betapa banyaknya orang mengikut Yesus, respon Yohanes terlihat jelas dalam Yohanes 3:30, bahwa ia harus semakin berkurang dan Yesus harus semakin bertambah besar. Seharusnya pengertian ini yang kita miliki sebagai pengikut Kristus yang sejati.

7 KARAKTER JEMAAT SEBAGAI PENGIKUT KRISTUS BERDASARKAN KITAB WAHYU 2 DAN 3

JEMAAT EFESUS – Wahyu 2:1

Kota Efesus masa kini terletak di daerah Turki. Pada saat itu, kota tersebut menjadi kota yang dikasihi, diinginkan karena ia adalah kota terbesar kedua setelah Roma pada zaman itu. Kota Efesus juga sebuah kota yang indah, penduduknya ramah, maju dan aman. Jika dihubungkan dengan Matius 5:14, kota Efesus seperti Kota yang terletak di atas gunung, sebuah kota yang menarik dan indah. Sesungguhnya gereja Tuhan juga harus memiliki keindahan yang demikian, yaitu memiliki daya tarik bagi dunia. Sehingga setiap orang yang berjumpa dengan gereja Tuhan, memiliki keinginan besar untuk percaya kepada Yesus dan menjadi jemaat Tuhan.

Inilah tantangan gereja Tuhan, yaitu bagaimana kehadiran kita menjadi daya tarik bagi semua orang terutama kota dimana kita berada. Bukan sebaliknya orang menjadi takut dan menolak menjadi pengikut Kristus. Jika gereja sudah melaksanakan tugasnya dengan baik maka nubuatan kitab Yesaya bagi gereja Tuhan akan digenapi, sehingga tidak ada lagi kejahatan serta kebusukan. Semua penduduk bumi akan mengenal kebenaran melalui gereja dan menjadi daya tarik bagi orang lain sehingga mereka mau menggabungkan diri – Yesaya 11:9,10.

MEMEGANG KETUJUH BINTANG DAN BERJALAN DI ANTARA KAKI DIAN EMAS

Dalam Wahyu 2:1, Yesus memperkenalkan Diri kepada jemaat Efesus sebagai yang memegang ketujuh bintang dan berjalan di antara kaki dian emas.

Arti Kaki Dian dalam Wahyu 2 adalah sidang jemaat atau Jemaat Lokal, misalnya : “Jemaat Mahanaim”. Dituliskan bahwa Yesus berjalan di antara Kaki Dian. Artinya setiap waktu dan setiap saat, Yesus mengarahkan perhatian-Nya mengamati dan meneliti cara hidup gereja Tuhan.

Tujuan Yesus mengamati dan meneliti untuk:

  1. Yesus memperhatikan masalah dan kebutuhan jemaat selama hidup di muka bumi.

Seperti yang dialami oleh murid Yesus, tercatat dalam Matius 14:22-34. Pada saat itu Yesus berdoa di bukit, tetapi Yesus mengetahui bahwa pada waktu yang sama muid-muridNya berada dalam kesulitan oleh badai. Dan Yesus segara datang menolong para murid sehingga mereka selamat. Badai hidup dapat terjadi kapan saja, tetapi mata Yesus tidak pernah terlelap untuk mengamati kehidupan umatnya dan segera menolong.

  1. Yesus juga memperhatikan peran serta cara hidup jemaat dimanapun berada

Selain Yesus mengamati untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan jemaat, Yesus juga mengamati kehidupan kita, agar jemaat Tuhan selama kita hidup di muka bumi menjalankan peran dan fungsinya sesuai kebenaran firman Tuhan. Tuhan sudah ciptakan kita dengan spesifikasi yang istimewa agar berguna.

PERAN PENGIKUT YESUS menurut DANIEL 12:3

Peran dan tanggung jawab setiap pengikut Yesus selama kita hidup di dunia, yaitu:

  1. Hidup Bijaksana – Amsal 11:1 “neraca serong adalah kekejian bagi Allah”

Kebijaksanaan akan tampak dari hidup yang seimbang dalam hal:

  • Keseimbangan jasmani dan rohani, artinya tidak hanya condong kepada jasmani saja sehingga menjadi kaya raya namun melupakan Tuhan. Atau sebaliknya hanya condong kepada hal-hal rohani tanpa mempedulikan hidup jasmania.
  • Keseimbangan dalam pelayanan, artinya jemaat tidak hanya menjadi penonton, melainkan jemaat juga giat dalam pelayanan. Investasi di dunia akan dimakan ngengat dan karat, tapi ketika kita melayani Tuhan maka itu adalah investasi yang kekal – Matius 6:19,20. Investasi yang kekal adalah jiwa-jiwa yang telah kita selamatkan lewat pemberitaan injil.

  1. Bercahaya Seperti Cakrawala

Perjalanan hidup jemaat harus  naik atau meningkat. Amsal 4:18, jemaat Tuhan terus bersinar hingga menjadi sempurna. Meskipun  secara fisik semakin melemah tapi kerohanian kita terus bersinar hingga sempurna.

Alkisah seorang bernama Nelson Mandela pernah dipenjara selama 27 tahun oleh lawan politik. Dalam penjara dia disiksa oleh seorang sipir, bahkan dia pernah digantung dengan kepala di bawah dan kemudian wajahnya dikecingi. Reaksi dari Nelson Mandela hanyalah berkata “tunggu saatnya”. Beberapa waktu kemudian Nelson Mandela keluar dari penjara dan menjadi Presiden Afrika Selatan. Maka dia memerintahkan pengawal pribadinya untuk mencari dan menangkap sipir tersebut. Sang sipir ketakutan karena berpikir dia akan disiksa. Namun yang dilakukan oleh Mandela tidak seperti yang dipikirkan olehnya. Justru Mandela memeluk sipir tersebut dan berkata aku mengampuni kamu. Sikap dan perbuatan Mandela inilah yang dimaksud oleh Firman Allah, kita harus bercahaya seperti cakrawala.

  1. Menuntun Banyak Orang Kepada Kebenaran

Semuan pengikut Yesus menjadi teladan bagi dunia dalam hal kebenaran. Ulangan 28:13, kita akan menjadi kepala bukan ekor. Sesungguhnya ayat ini bukan hanya berbicara tentang berkat jasmani semata melainkan apapun status kita sebagai pengikut Yesus kita harus jadi teladan iman bagi semua orang. Contohnya, 2 Raja 5:1-19b tentang seorang anak gadis tahanan raja Aram yang menjadi budak dari seorang penglima kusta bernama Naaman. Gadis tersebut bersaksi tentang kuasa Allah atas kesembuhan melalui raja di Israel. Naaman pun percaya dan pergi ke Israel, sehingga ia sembuh. Pada saat itu Naamana yang menyembah baal berubah menjadi penyembah Yehovah karena kesaksian seorang budak kecil. Kitapun dapat melakukannya jika kita mau.

  1. Seperti Bintang Tetap Selama-Lamanya

Jika kita menjadi alat Kristus yang terus berfungsi didalam dunia lewat teladan hidup dalam iman, meskipun fisik semakin merosot, tetapi kita terus berapi-api dalam Tuhan sesungguhnya saat itu kita menjadi bintang-bintang dalam kemuliaan sampai selama-lamanya. Sebaliknya kalau tidak maka hidup kita menjadi seperti bintang-bintang yang berada dalam kekelaman, artinya akan dibuang sebab tidak berfungsi – Yudas 1:13.

Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap berada dalam peran kiita sebagai pengikut Kristus yang sejati. Menjadi berkat dan terus bertumbuh sampai pada kesempurnaan menjadi seperti Kristus dan tinggal tetap dalam kemuliaan-Nya yang kekal.

Posted in Uncategorized | Leave a comment