YESUS JURU DAMAI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 18 Agustus 2019)

Kolose 1:20-22

Pendahuluan
Kolose 1: 15-18 membahas tentang keutamaan Yesus karena Yesus adalah yang utama sebab IA adalah pencipta, kepala gereja dan jemaat sebagai anggota tubuhNya, Kolose 1:18. Dan keutamaan Yesus juga dibuktikan lewat kebangkitan sulung  yang menjamin kebangkitan orang percaya, 1 Tesalonika 4:16. Jadi sebagai orang percaya semua hal mulia yang kita terima yaitu kehidupan kekal dan menjadi sempurna karena Yesus sudah menjadi juru damai antara kita dengan Allah.

Hidup Jauh Dari Allah
Dalam Kolose 1:21, menerangkan kepada kita bahwa dahulu kita jauh dari Tuhan karena dosa. Kejadian 3:9 menerangkan bahwa sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia dapat memandang Allah, berkomunikasi dengan Allah. Namun setelah jatuh dalam dosa, maka manusia diusir oleh Allah untuk keluar dari Taman Eden dan Allah menaruh Kerub dengan pedang yang menyala di pintu masuk Taman Eden (Kejadian 3:24). Jadi manusia hidup jauh dari Allah karena dosa. Dosa memisahkan hubungan antara Allah dengan manusia, padahal dalam Zakharia 4:10 menuliskan, bahwa sesungguhnya tidak ada tempat yang tidak bisa didatangi oleh Allah, Mazmur 139 menegaskannya. Dan Yesaya 59:1 menuliskan bahwa  tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong dan pendengaran Allah tidak kurang tajam untuk mendengar. Tuhan dapat lakukan apapun untuk menusia, tetapi sekali lagi dalam Yesaya 59:2, “yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu.”

Solusi
Allah begitu mengasihi manusia, itulah mengapa Allah tidak serta merta membinasakan manusia berdosa melainkan IA menjadi manusia yang disebut Yesus dan membuka kebuntuan antara Allah dengan manusia. Hanya Allah (Yesus) yang tidak pernah berbuat dosa, yang memenuhi syarat untuk mendamaikan. Itu sebabnya Yesus timpakan upah dosa yaitu maut ke atas diri-Nya, agar kita diperdamaikan dengan Allah dan tidak dihukum. Salah satu buktinya adalah kisah dalam Lukas 23 dimana seorang yang penuh kejahatan dan disalib bersebelahan dengan Yesus menerima anugrah keselamatan menjelang kematiannya diatas kayu salib. Hal ini nyata dari ucapan Yesus dalam Lukas 23:43.

Setiap orang yang percaya Yesus menerima perdamaian dengan Allah, tetapi apakah cara hidup dan pemikiran kita membuktikan bahwa kita sudah diperdamaikan dengan Allah? Itulah mengapa rasul Paulus menuliskan kepada jemaat di Kolose, dalam Kolose 1:21 yang menjadi 3 pertanyaan:

  • Apakah jemaat Kolose benar-benar memiliki hubungan yang intim dengan Allah?
  • Dan apakah jemaat Kolose benar-benar tidak memusuhi Allah?
  • Apakah mereka hanya puas jadi Kristen, tapi sebenarnya kita belum jadi Pengikut Yesus Yang Sejati?

Ketiga pertanyaan itu juga, berlaku kepada setiap orang percaya di zaman sekarang untuk menjadi bahan evaluasi, yaitu:
1. Sejauh mana hubungan kita dengan Tuhan
Rasul Petrus menuliskan dalam suratnya di 1 Petrus 1:4 – 8, bahwa sebagai orang percaya jangan hanya puas dengan menjadi Kristen. Karena masih ada tanggung jawab kita yaitu mendekat kepada Kristus. Untuk lebih jelas dapat diperhatikan gambar berikut.

 

Saat seseorang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan, maka ia akan naik kepada iman. Dan sasaran orang percaya bukan hanya menjadi Kristen, namun sampai seperti Yesus. Antara iman kepada kasih agape masih ada jarak yang jauh. Itu sebabnya iman perlu bertumbuh ke tangga berikutnya, yang terekspresi dalam hidup orang percaya lewat kebajikan yang didasari oleh pengetahuan firman sehingga mampu melakukan karena mengerti firman. Selanjutnya naik ke tangga penguasaan diri, penguasaan diri bukan hanya saat emosi, tetapi mampu menguasai diri justru pada saat memilih atau mengambil keputusan yang sulit. Dan terus tekun di dalam melakukan firman Tuhan, sampai menjadi saleh hingga sampai kepada kasih philea dan naik sampai kasih agape.

Sudah dimanakah posisi kita sekarang? Apakah baru sampai pada iman? Yang penting percaya Yesus dan selamat tanpa memikirkan pertumbuhan iman untuk mendekat kepada Yesus sebagai mempelai pria.

2. Memusuhi Tuhan
Sebagai orang percaya, kita tidak mungkin secara demostatif menyatakan memusuhi Tuhan, seperti beberapa kelompok orang yang  secara demonstratif memusuhi Tuhan dengan cara menjadi penyembah setan. Mereka lakukan karnaval, mengenakan logo Antikristus dan menyanjung patung Iblis.

Tetapi memusuhi Tuhan adalah tidak bersama-sama dengan Tuhan. Dalam Lukas 11:23, pada saat itu Yesus bersama-sama sekelompok orang. Secara fisik mereka bersama Yesus namun hatinya tidak bersama Yesus, artinya mereka yang tidak bersama- sama dengan Tuhan karena tidak percaya. Mereka lebih percaya bahwa mujizat itu terjadi oleh kuasa kegelapan bukan kuasa Tuhan. Jadi Lukas 11:14,15, orang yang tidak bersama Tuhan adalah orang-orang yang percaya ajaran mistis ketimbang percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup melakukan mujizat. Sesungguhnya, seorang pengikut Yesus harusnya sudah lepas dari kuasa-kuasa kegelapan, karena hal itu sama dengan memusuhi Tuhan, 1 Timotius 4:1-7.

 3. Melakukan kekerasan
Kitapun tidak mungkin memusuhi Tuhan seperti yang dilakukan oleh orang-orang tertentu yang membakar gereja; menganiaya para pengikut Yesus.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan, ada orang yang mengaku pengikut Kristus, tetapi kalau hati dan pikiran kita tidak sejalan dengan hati dan pikiran Yesus, kita sama dengan sedang memusuhi Tuhan. Contohnya Markus 8:31-33, Yesus memarahi Petrus sebab ia tidak sejalan dengan Yesus. Ia tidak mengetahui kehendak dan rencana Allah karena hati dan pikirannya tidak bersama-sama dengan Yesus.

Hati-Hati
Sering kali firman Allah yang kita dengar atau pesan Tuhan yang kita dengar bertentangan dengan apa yang daging kita inginkan. Kita ingin berkat; kemapanan dan yang kita senangi sehingga kita pun berpikir dan berbuat seperti Petrus yaitu menolak rencana Allah.

KESIMPULAN
Sebagai orang percaya, jangan hanya puas dengan menjadi Kristen saja. Tanpa memiliki kerinduan untuk bertumbuh menjadi sama seperti Yesus yaitu memiliki kasih Agape. Seperti rasul Paulus katakan sebagai bahan evaluasi, apakah kita sudah dekat dengan Allah? ataukah masih jauh dari Allah? Apakah mungkin kita memusuhi Yesus dengan sikap hidup dan perbuatan kita ? Dengan lebih percaya kepada hal mistis dan ajaran setan-setan. Ataukah kita memusihi dengan hidup bertentangan dari kehendak Allah.

Tuhan kiranya menolong setiap kita untuk hidup mendekat kepada Allah dan memahami kehendakNya sehingga menjadi sempurna sama seperti Yesus.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

YESUS ADALAH KEBANGKITAN SULUNG – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 11 Agustus 2019)

KOLOSE 1:17-19

Pendahuluan
Dalam Kolose1:15-23, menjelaskan kepada kita bahwa Yesus adalah Allah yang dapat dilihat dari segala aspek. Salah satu peristiwanya adalah kebangkitan Yesus.  Semua ditulis bukan berdasarkan pemikiran manusia melainkan oleh ilham Roh Kudus.

Berbicara tentang kematian, pada hakekatnya kematian akan dialami oleh semua manusia dan setiap manusia yang mati secara fisik juga akan mengalami kebangkitan. Tetapi yang pertama-tama bangkit serta hidup untuk selama-lamanya hanya Yesus, sebab Yesus adalah Allah. Meskipun ada dalam perjanjian lama dan baru yang mati kemudian bangkit, namun mereka tidak hidup selamanya karena mereka akan mati lagi secara fisik. Itu sebabnya Yesus disebut kebangkitan sulung, karena memanglah IA satu-satunya yang bangkit dan tidak akan mati kembali seperti manusia biasa. Lewat kematian dan kebangkitan Yesus, keselamatan bergantung sepenuhnya di dalam Yesus.

Sebab itu Yesus bergelar kebangkitan sulung sehingga iman dan pengakuan seseorang dengan percaya dan mengaku bahwa Yesus bangkit dari kematian, sebab Yesus adalah Tuhan, terjamin keselamatannya. Buktinya terdapat dalam Roma 10:9, 10 – jika tidak percaya maka tidak akan dianggap benar oleh Tuhan, sebaliknya jika mengaku Yesus bangkit dari kematian maka ia akan selamat. karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku  dan diselamatkan.

DUA JENIS KEBANGKITAN
Yohanes 5:29 menuliskan “…dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”

Jadi ada dua jenis kebangkitan, yaitu:
1. Kebangkitan untuk menerima hidup kekal
2. Kebangkitan untuk menerima hukuman kekal

Pada mulanya, Tuhan tidak pernah menciptakan manusia untuk neraka melainkan neraka untuk Iblis tetapi manusia banyak terjebak oleh tipu muslihat iblis sehingga mereka terseret masuk dalam neraka. Tentu tidak ada orang yang mau dihukum dan binasa dalam neraka, semua ingin bahagia di dalam sorga.  Dan satu -satunya yang dapat menjamin sorga adalah Yesus oleh karena kebangkitan-Nya.

Dalam Yohanes 5:29, dituliskan bahwa orang yang berbuat baik akan hidup. Berbuat baik yang dimaksud bukan berbuat baik saja, pasti selamat tanpa percaya Yesus tetapi perhatikan:

  • Yohanes 5:26-28, hidup yang dimaksud adalah kehidupan untuk manusia. Artinya Bapa-lah yang sanggup memberikan hidup yang sekarang sampai kepada hidup yang kekal, yaitu Yesus (Yohanes 10:30).  Sanggup memberikan hidup kekal kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, yaitu dengan iman percaya kepada Yesus, yang memberikan hidup kekal.
  • Yohanes 5:27, 28 – Yesus punya kuasa untuk menghakimi umat manusia. Oleh pengakuan mulut kita dan iman dalam hati kita, bahwa Yesus adalah Tuhan, karena Allah telah membangkitan Yesus sebagai kebangkitan sulung dari antara orang mati.

Jadi, dalam pandangan Allah perbuatan yang baik adalah pada saat seseorang beriman dan mengaku Yesus adalah Tuhan, karena Allah telah membangkitkan Yesus sebagai Kebangkitan sulung baginya. Sebaliknya, kejahatan yang terbesar dalam pandangan Allah adalah ketika seseorang menolak (tidak mau) percaya dan menolak (tidak mau mengaku) Yesus ialah Tuhan yang telah bangkit dari kematian sebagai kebangkitan sulung.

KEBANGKITAN SULUNG
Dapat disimpulkan bahwa kebangkitan sulung hanya diperuntukan bagi Yesus sebab Yesus yang pertama bangkit dari kematian,  menerima tubuh yang baru dan hidup selama-lamanya karena Yesus adalah Allah. Meskipun pada saat Yesus disalib ada yang bangkit dan masuk kota kudus/Yerusalem tetapi mereka tidak hidup selamanya melainkan mati, karena kota kudus yang dimaksud adalah Yerusalem jasmani di Israel. Jadi siapapun yang pernah bangkit di dunia ini akan alami kematian lagi, tetapi Yesus bangkit dan hidup untuk selama-lamanya.

  • Mengapa Yesus bergelar Kebangkitan Sulung?

Sebab kebangkitan Yesus adalah jaminan bagi setiap orang percaya. Sebagaimana Yesus dibangkitkan dari kematian,  begitu juga orang yang percaya dan mengaku Yesus adalah Tuhan akan dibangkitkan dan menerima hidup kekal.

  • Mengapa disebut kebangkitan sulung?

Karena kebangkitan sulung menunjukan ada kebangkitan berikutnya. Hal itu tercatat dalam 1 Tesalonika 4:16, saat Yesus datang kedua kali, orang percaya yang sudah mati akan dibangkitkan Yesus untuk menerima hidup yang kekal. Tetapi orang yang tidak percaya dan menolak Yesus, juga akan dibangkitkan, namun untuk dihukuman kekal (Wahyu 20:13 – 15).

  • Kapan kebangkitan sulung, kebangkitan pertama dan kebangkitan kedua?

Kebangkitan yang Yesus telah alami disebut “kebangkitan sulung.” Istilah ini tidak berarti kebangkitan akan terjadi secara serentak atau sekaligus. Paulus menjelaskan tentang urut-urutan kebangkitan dalam 1 Korintus 15:22,23, yaitu:

  1. Kebangkitan sulung oleh Yesus
  2. Kebangkitan pertama oleh orang percaya
  3. Kebangkitan kedua oleh orang yang tidak percaya

URUT-URUTAN KEBANGKITAN
1. Kebangkitan Sulung
Yang bangkit pada kebangkitan sulung hanya Yesus. Kalau saat Yesus dibangkitkan ada juga yang bangkit, mereka akan mati lagi. Hanya Yesus yang bangkit dan hidup selamanya, karena Yesus adalah Tuhan.

Sejak Adam jatuh dalam dosa,  maka waktu berpengaruh pada manusia. Setelah 2000 tahun, masuk zaman Abraham dan 2000 masuk salib. Yesus disalib dan mati, kemudian dihari ketiga IA bangkit dari antara orang mati dan naik ke Sorga serta hidup selama-lamanya. Jadi inilah saat kebangkitan sulung terjadi.

2. Kebangkitan pertama
Kebangkitan pertama adalah kebangkitan orang-orang yang sudah diselamatkan. Bagaimana mereka dapat diselamatkan? Perhatikan gambar kedua.

Dari zaman Adam sampai dengan Yesus datang ke dua kali, ada tiga hukum yang berlaku, antara lain:
1). Zaman Adam sampai Musa, mereka hidup di bawah Hukum Hati Nurani.
2). Zaman Musa sampai Salib, mereka hidup di bawah Hukum Taurat
3). Zaman Yesus sampai sekarang, berlaku Hukum Kasih Karunia

Dari ketiga hukum tersebut, hanya hukum anugerah atau kasih karunia, adalah hukum yang benar-benar menjadikan kita baru didalam Yesus sehingga kita mampu hidup dalam kehendak-Nya dengan sempurna karena hukum kasih karunia memampukan kita hidup dalam Tuhan. Dan berdasarkan ketiga hukum itulah, kelak setiap orang dihukum menurut perbuatannya.

Kesimpulan
Kebangkitan pertama adalah kebangkitan bagi  orang-orang benar yang hidup  sejak Adam sampai awal pemerintahan Antikristus.  Dan mereka akan menerima tubuh baru serta menyongsong Yesus di angkasa.

3. Kebangkitan kedua


Kebangkitan kedua adalah kebangkitan orang-orang BERDOSA, yaitu mereka yang hidup sejak Adam sampai kedatangan Yesus kedua kali. Yaitu orang-orang jahat yang hidup sejak Adam, orang-orang yang tidak taat pada Hukum Hati Nurani, di zaman Musa yang tidak taat kepada Hukum Taurat. Dari zaman Yesus (sejak Yesus mati) sampai Yesus datang kedua kali, yaitu orang-orang yang tidak mau percaya (menolak Yesus) sebagai Tuhan. Mereka semua akan dibangkitkan setelah Kerajaan 1000 tahun dan menerima tubuh yang baru, sebab tubuh jasmani yang sekarang kita kenakan mudah hancur tetapi tubuh baru kekal adanya. Mereka yang tidak taat akan dibinasakan di dalam neraka kekal selama-lamanya bersama Iblis, Antikris dan nabi palsu.

PENUTUP
Sebab itu, sebagai orang percaya yang sudah hidup dalam kasih karunia Allah, milikilah cara hidup yang benar dan berkenan dihadapan Tuhan menjelang kedatangan Tuhan yang semakin mendekat. Sehingga kelak ketika bunyi sangkakala terdengar, kita akan dibangkitkan dalam kebangkitan pertama untuk menerima upah dan hidup yang kekal, sehingga kita tidak malu saat kedatangan Yesus kedua kali, menyambut Yesus dalam segala kemuliaan dan keagungannya. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

TANGGUNG JAWAB ANGGOTA TUBUH KRISTUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 Agustus 2019)

KOLOSE 1:17-19

PENDAHULUAN
Beberapa minggu lalu telah dijelaskan, bahwa gereja yaitu jemaat digambarkan seperti tubuh dan Kristus adalah kepalanya. Tubuh Kristus adalah setiap orang yang percaya kepada Yesus, diselamatkan dan mengalami kelahir baru. Itu sebabnya rasul Paulus menuliskan dalam 1 Korintus 12:13, bahwa setiap orang yang percaya Yesus dalam strata atau kedudukan apapun, saat percaya kepada Yesus dibaptis atau dimasukKan menjadi satu tubuh Kristus dan diberi minum dalam satu roh.

Perhatikan gambar.

Dahulu kita ada didalam dosa, sebab dosa diwariskan dari nenek moyang. Oleh karena itu seorang anak dapat berbuat dosa tanpa ada yang mengajar. Namun saat kita dewasa dan mengerti tentang keselamatan hanya diterima lewat  kematian Kristus di salib, maka kita percaya, lahir baru dan kemudian dimasukkan ke dalam tubuh Kristus. Dan setelah menjadi anggota tubuh Kristus, maka ada tanggung jawab yang harus dikerjakan karena jika tidak dikerjakan, orang tersebut akan dibinasakan.  Apa sajakah tanggung jawab orang percaya?

TANGGUNG JAWAB ORANG KRISTEN
1.
TEGUH – tidak tergoncangkan (Efesus 4:14)
Artinya dalam segala goncangan dunia serta ajaran sesat tetap kokoh dan teguh.

2. MENJADI ANGGOTA TUBUH YANG BERFUNGSI (1 Petrus 4:10)
Artinya dalam persekutuan tubuh Kristus, kita tidak pasif melainkan aktif melayani serta menolong. Sebab Allah menciptakan segala sesuatu dengan sebuah tujuan. Setiap jemaat berfungsi dan berperan. Biarlah roh yang saling melayani ada dalam diri setiap kita.

3. SALING MENGASIHI (Efesus 5:29)
Artinya, tidak ada orang yang membenci dirinya sendiri, tetapi mengasuh serta merawatnya.  Demikian juga sesama orang percaya jangan tidak saling mengasihi. Sebab seseorang yang menyadari ia adalah anggota tubuh Kristus akan melakukan kehendak Tuhan yaitu saling mengasihi.

Dan masih banyak beberapa tanggung jawab lainnya yang harus kita kerjakan. Hendaklah setiap anggota tubuh Kristus menjalankan perannya, karena anggota tubuh Kristus yang tidak berfungsi atau tidak menjalankan tanggung jawab akan dipotong serta digantikan/dibuang dengan yang lain yaitu sel-sel yang berfungsi.

DIBUANG KARENA TIDAK BERFUNGSI
Mengapa harus dibuang? Karena setiap anggota tubuh yang tidak berfungsi akan merusak sel yang lainnya. Itu mengapa setiap sel yaitu jemaat yang tidak berfungsi akan dibuang atau dikeluarkan dari tubuh Kristus atas kehendak Tuhan bukan kehendak gembala sidang, kecuali ada dosa tertentu yang dilakukan jemaat karena telah melanggar ajaran firman Allah, gembala berhak mengambil keputusan untuk mendidik jemaat tersebut.

Dalam Matius 25:14-30 menjelaskan bahwa orang yang tidak berfungsi sebagai tubuh Kristus sama dengan hamba yang menerima talenta tetapi tidak menfungsikan atau menggunakan talentanya. Oleh sebab itu jadilah anggota jemaat yang berfungsi agar tidak dibuang. Maka dari itu perlu bagi setiap orang kristen untuk:
1. Membangun hubungan yang intim dengan Kepala yaitu Kristus.
Sebab aktifitas tubuh digerakkan oleh kepala. Bagian tubuh atau sel yang tidak berfungsi dikarenakan tidak ada hubungan dengan kepala sang pemimpin gereja.

2. Tunduk kepada kepala yaitu perintah Yesus.
Efesus 5:22-24, kewajiban jemaat tunduk kepada Yesus sebab tunduk menunjukkan karakter Allah. Tanyakan pada diri kita, apakah kita tunduk atau tidak kepada sang kepala dalam menjalankan peran sebagai orang percaya.

3. Bergerak sesuai perintah Kepala
Segala yang digerakkan tubuh hasil dari perintah kepala atau otak.  Maka secara rohaniah anggota tubuh kristus harus bergerak dan beraktivitas sesuai dengan perintah otak yaitu sang kepala yaitu Kristus Yesus dan perintahnya adalah firman Allah.

Jadi untuk kita berfungsi dengan optimal, jalankan ketiga hal tersebut. Karena secara lahirian seluruh anggota tubuh taat atau tunduk pada perintah kepala (otak). Demikian juga gereja tunduk pada sang kepala yaitu Kristus dan harus bergerak dan beraktifitas sesuai kebenaran firman Tuhan.

Namun jika ada anggota tubuh Kristus yang bergerak dengan liar yaitu bergerak diluar firman Tuhan,  apakah Tuhan Yesus akan biarkan? Seperti penderita penyakit Septic yaitu, penyakit syaraf yang dialami oleh kanak-kanak. Penyakit ini membuat tubuh bergerak liar artinya bergerak diluar perintah otak. Jawabannya tentu tidak. Tuhan Yesus tidak akan biarkan anggota tubuh yang bergerak liar untuk terus ada dalam tubuh-Nya. Tuhan tidak mau orang percaya bergerak diluar kehendak Allah, maka dari itu mereka akan dibuang juga karena dapat mempermalukan tubuh Kristus.

Sebuah contoh dalam Matius 16:21, ketika Tuhan Yesus memberikan konsep surga kepada para murid. Bahwa Yesus akan dihukum dan menanggung dosa manusia. Ketika Petrus mendengar, ia menolak konsep surga kemudian menegur Yesus. Saat Petrus bergerak liar, tidak sesuai konsep Allah maka Yesus menegur Petrus dengan berkata “Enyahlah iblis” karena apa yang dipikirkan Petrus tidak sesuai dengan konsep Surga. Jadi bila kita tidak bergerak sesuai konsep Allah, maka kita sedang berada dalam kendali iblis dan dienyahkan. Bergeraklah dalam konsep sorga bukan konsep iblis atau diri sendiri sehingga tidak dibinasakan. Matius 16:24 – siapa yang ikut Yesus harus mememikul salib dan ikut Yesus.

PENUTUP
Meskipun kita sedang ada dalam dunia yang masyarakatnya membuat perbuatan yang gelap, maka tindakan kita hendaklah menelanjangi perbuatan gelap itu dengan mengikuti konsep sorgawi (Efesus 5:11,12).  Karena 1 Petrus 4:17, penghakiman dimulai dari gereja, yaitu tubuhNya. Dan setiap roh yang liar dan tidak sesuai kehendak atau konsep surga akan dibersihkan sebab kepala adalah kudus maka tubuh juga kudus. Firman Tuhan keras, tetapi IA yaitu Yesus, mau kita hidup bersama DIA dalam kekekalan. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

NEW CALLING, NEW GROWTH – Oleh Pdt. Dr. Johnny Weol, STH, MMIN, MDIV, MM, MTH – Ketua Umum GPdI (Ibadah Perayaan HUT GPdI Mahanaim – Minggu, 28 Juli 2019)

PENDAHULUAN
GPdI sudah berdiri 99 tahun dan berkembang dari Sabang sampai Merauke, GPdI juga ada di negara-negara lain dan di 20.000 gereja lokal. GPdI berpegang teguh pada alkitab sebab firman Allah katakan agar kita mengawasi ajaran kita yaitu doktrin sebab ajaran yang sesat akan membawa kepada kebinasaan.  Di hari ini, 28 Juli 2019, Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Mahanaim Tegal atau lebih dikenal GPdI Mahanaim Tegal sudah memasuki usia yang matang, yaitu 30 tahun. Sebab usia 30 tahun merupakan usia kedewasaan seseorang untuk melayani menurut zaman perjanjian lama. Sedang pada zaman perjanjian baru,  kita dapat melayani pada usia kapanpun, asal kita sudah mengetahui makna pelayanan dan tujuan melayani.

Dalam 1 Petrus 2:9, menuliskan bahwa kita semua adalah imamat yang rajani yaitu imam Allah dan kita dipanggil untuk melayani Dia. Karena karakteristik surat Petrus ditujukan kepada semua orang percaya yang tersebar di berbagai daerah, tetapi bukan orang Israel dan kita sama dengan orang yang menerima surat Petrus di Alkitab, bahwa kita bukan keturunan Israel. Orang Israel adalah umat pilihan Allah dan Tuhan membela mereka begitu rupa dalam perjalanan ke tanah perjanjian Allah. Dan dengan kasih karuniaNya Allah mengangkat israel. Namun Roma 11, orang Israel menolak Yesus sehingga kasih karunia Allah yang besar kepada Israel beralih kepada kita, orang bukan Israel.

Jadi, panggilan pertama kita adalah bahwa kita dipanggil dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib, Efesus 1:3,4 untuk menerima warisan yang masih tersimpan di sorga. Sebab saat kita menerima Yesus, kita akan memperoleh warisan dengan berkelimpahan. Kelimpahan adalah suatu keseimbangan antara keperluan rohani dan jasmani. Tetapi kelimpahan jasmani bukan ukuran seseorang dikasihi Allah, sebab jika ada orang percaya yang memiliki kelimpahan jasmani, maka itu digunakan untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Kapan pilihan dan panggilan Allah dilaksanakan? Yaitu sebelum dunia dijadikan sebab satu hari Allah sama dengan 1000 tahun bagi manusia. Pada masa sebelum perciptaan, Kejadian 1 menuliskan bahwa Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air, seperti mengerami bumi. Sebab iblis sudah hadir di bumi yaitu Lucifer. Ia adalah penghulu bala tentara malaikat dan pakaiannya sangat indah. Karena kesombongan maka ia dicampakkan ke bumi. Jadi iblis sudah ada sebelum penciptaan,  namun korban Yesus lebih dahulu disiapkan dan Allah sang pencipta yang mengetahui segala sesuatu tentang kita.

Maka dapat disimpulkan bahwa Tuhan sudah memilih kita sebelum dunia diciptakan dengan tujuan membawa dari gelap kepada terang-Nya yang ajaib. Didalam Yesus kita menjadi milik-Nya dan Roma 1:6, saat seseorang percaya kepada Yesus itu adalah titik awal mengenal Yesus. Pada saat itulah kita adalah milik Kristus dan Allah mengenal milik kepunyaan-Nya.

Tanggung jawab orang Kristen
Pada saat seseorang menjadi milik Allah karena iman mereka kepada Yesus, Roma 8:9,10 –  ia tidak lagi hidup dalam sifat duniawi melainkan hidup dalam Roh. Hidup dalam Roh adalah hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus. Kisah Para Rasul 2 menuliskan bagaimana pertama kali gereja dipenuhi Roh Kudus. Pada saat itu mereka berkata-kata dengan berbagai bahasa dan setelah itu ada banyak mujizat serta tanda ajaib yang Tuhan kerjakan didalam gereja Tuhan.

2 Korintus 1:21, Roh Kudus memeteraikan setiap orang percaya, sehingga menjadi serupa dengan gambar anak-Nya (Roma 8:29-30). Gambar anakNya adalah dimana manusia diciptakan sesuai dengan rupa Allah yaitu dengan tangan Allah. Diciptakan dari lumpur, suatu bahan baku yang jelek namun menjadi indah karena pengorbanan Yesus. Jadi ketika kita dipanggil menjadi milik-Nya,  maka kita diciptakan sesuai dengan sifat Allah, maka sifat Allah ada pada Adam tetapi menadi rusak saat dosa menyentuh Adam dan lambat laun akan dipulihkan sesuai dengan tujuan Allah.

GAMBAR DAN RUPA ALLAH
Kata “Rupa” berbicara soal struktur tubuh manusia yang terdiri dari Roh, Jiwa dan Tubuh. Dan saat dosa datang struktur itu masih ada karena yang hilang dari manusia adalah gambar, yaitu sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Yesus Kristus. Contoh Petrus yang hidup bersama Yesus dan menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama Yesus namun sifatnya tidak berubah, sampai ia saat penuh Roh Kudus. Jadi kita dipanggil dari gelap kepada terang untuk menjadi milik Allah, serta diproses sampai sempurna kembali kepada sifat Allah. 2 Korintus 3:18, hingga semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan tidak berselubung.

Gereja yang adalah tubuh Kristus harus bertumbuh ke arah Kristus. Maksudnya adalah kita harus bertumbuh di dalam kita melayani TUHAN sesuai dengan bagian kita. Ketika kita melayani sesuai talenta yang Tuhan berikan maka disinilah kita akan semakin menjadi serupa dan bertumbuh ke arah Kristus.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

YESUS ADALAH KEPALA DAN JEMAAT ADALAH TUBUHNYA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 21 Juli 2019)

KOLOSE 1:17-19

PENDAHULUAN
Firman Allah memberikan banyak gambaran untuk menjelaskan hubungan Yesus dan Jemaat, contohnya:

  1. Gembala dengan kawanan domba (Lukas 15:1-17)
  2. Seorang bapa dengan anak-anaknya (Lukas 15:11-32)
  3. Seorang tuan/majikan dengan hamba-hambanya (Matius 25:14-30))

Dalam surat Kolose, Firman Allah mengingatkan bahwa hubungan antara Yesus dengan Kita (Jemaat), dianalogikan seperti hubungan kepala dengan tubuh. Setiap orang adalah sel tubuh yang membentuk jaringan-jaringan sehingga terjadilah anggota tubuh seperti jari, kaki, lengan dan sebagainya. Jadi kepala adalah Kristus sedang tubuh adalah jemaat. Dan harus diperhatikan bahwa gambaran ini memiliki arti rohani yang harus dipahami dan dialami oleh jemaat. Bagaimana prosesnya?

P R O S E S
Bagaimana prosesnya kita bisa masuk jadi bagian anggota tubuh Yesus sehingga Yesus adalah KEPALA dan kita anggota TUBUH-NYA? 1 Korintus 12:13, menuliskan bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus dibaptiskan menjadi satu tubuh dan dalam satu roh kita semua yaitu orang percaya baik dari suku,  bahasa dan bangsa yang berbeda telah dibaptis. Kata baptisan bukan baptisan air, melainkan orang yang percaya kepada Yesus seperti dibaptis, yaitu dimasukan dalam bagian tubuh Kristus dan diberi kecukupan roh yang sama yaitu dari Allah.  Jadi, siapapun dan dari latar belakang suku, bangsa, bahasa, strata sosial dan golongan apa pun, semuanya bisa jadi anggota Tubuh Yesus, yaitu ketika seseorang mengaku Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit, seperti yang ditulis di dalam Matius 16:18; Roma 10:9,10.

Perhatikan gambar:

Sel-sel adalah semua orang yang ada di dunia ini.  Dan ketika percaya maka mereka dimasukan ke dalam tubuh Kristus. Tetapi  banyak orang kristen percaya namun belum lahir baru. Karena kita ada tanggung jawab dihadapan Tuhan yaitu:

  1. TEGUH DAN JANGAN GOYAH ( 1 KORINTUS 15:52A)
    Setiap orang percaya harus teguh dan kuat karena setelah jadi anggota tubuh kristus, iblis berusaha menggoyahkan lewat berbagai cara seperti ujian,  tantangan,  kesenangan dunia,  dosa dan sebagainya.  Khususnya di zaman sekarang, kita menghadapi banyak tantangan dan zaman sekarang juga  masuk materai ke-5, yaitu aniaya. Aniaya dalam skala roh seperti kasus LGBT yang marak terjadi di akhir zaman. Dan aniaya jiwa karena kristen dari kaum komunitas kecil, dilakukan dengan tidak adil. Dan aniaya fisik yang terjadi di India dan berbagai tempat, dimana mereka dipaksa untuk meninggalkan Yesus dan diasingkan.  Sebagai orang percaya,  apakah kita akan bertahan jika hadapi masalah?  Jadilah sel yang kokoh.
  1. MENJADI ANGGOTA TUBUH YANH BERFUNGSI (1 KORINTUS 15:58B)
    Jangan jadi penonton dalam jemaat melainkan aktif untuk melayani. 1 Korintus 15:58b – menjadi anggota sel yang berfungsi, sehingga tidak ada sel tubuh yang tidak berfungsi. Berfungsi dengan terlibat dalam pelayanan salah satunya pelayanan doa,  yang sedehana namun kontribusinya luar biasa. Jangan sampai potensi dalam diri kita tidak berfungsi.
  1. SALING MEMPERHATIKAN ( 1 KORINTUS 12:21-22)
    Ini poin yang penting dan jangan sampai kita berkata bahwa kita tidak butuh orang lain. Jangan merasa diri hebat, karena kita butuh satu dengan yang lain. Jangan berpikir menjadi kaya baru dapat melayani. Anggota jemaat yang benar- benar menyadari bahwa dirinya adalah anggota Tubuh Kristus, jemaat tersebut memiliki kepedulian kepada jemaat lainnya. Kita bisa menaruh kepedulian kita kepada saudara seiman sesuai karunia yang Tuhan berikan kepada kita.

    Dalam Roma 12:6, kesempurnaan terjadi karena ada perbedaan. Harus ada perbedaan untuk menunjukan kesempurnaan.  Roma 12:7- segala bentuk pelayanan bernilai dihadapan Tuhan.  Roma 12:8 – pakailah setiap karunia untuk saling menasihati, membagi-bagikan segala sesuatu, karunia memberikan pimpinan,  jangan simpan kemurahan hati.

  1. MAKAN DAN MINUM
    Untuk menjadi sehat rohani, kita harus menerima asupan makanan, yaitu kebenaran firman Tuhan. Rajinkan diri beribadah dan jangan hanya penampilan dalam beribadah sehingga dapat menjadi berkat. Sebab sumber makanan yang sehat datang dari kepala.

    1 Korintus 12:13, kita diberi minum dari satu roh.  Jangan diombang -ambingkan ajaran yang yang sesat.  Kalau kita benar-benar anggota Tubuh Kristus yang sejati, kita tidak akan asal makan. Tetapi, kita akan mencari asupan makanan rohani yang benar-benar sehat walaupun keras dan pedas, asal firman Allah itu menyehatkan rohani kita. Oleh sebab itu, sebagai anggota  Tubuh Kristus, kita harus menjadi jemaat yang sehat dan kudus.

  1. JEMAAT YANG SEHAT DAN KUDUS (1 PETRUS 1:14)
    Karena Kristus yaitu kepala adalah kudus maka seluruh sel kristus adalah kudus. Sebab dalam 1 Petrus 1:14-16, kita harus kudus. Kalau kita ingin tetap menjadi angota Tubuh  Kristus, tidak ada pilihan lain bagi kita. Roh, jiwa dan tubuh kita harus bertumbuh ke  arah Yesus yang kudus. Pertanyaan, bagaimana kalau ada jemaat yang tetap hidup dalam dosa dan tidak mau berubah menjadi kudus..?

    1 Korintus 3:16, bait Allah bukan bangunannya, tetapi perhimpunannya. Allah tidak tertarik dengan bangunan namun pada himpunan jemaat. Dan bila tidak ada ibadah, maka yang berlaku  1 Korintus 9:19, tubuh orang (secara pribadi) tidak menjaga diri, maka kita merusak bait Allah yang identik dengan merusak tubuh Tuhan.

    1 Korintus 13:17 sel yang tidak sehat dapat merusak sel lainnya. Jika sel ini merugikan konsekuensinya adalah sel tersebut harus dipotong dan dibuang keluar dari Tubuh Kristus. Mereka akan dibinasakan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KESETIAAN YANG TIMBUL DARI PENGENALAN – oleh Pdt. Victor Rahardjo, GPdI El-Shadai Mojokerto (Ibadah Raya 3 – Minggu, 14 Juli 2019)

Matius 25:21,23,26
Ada perumpamaan tentang talenta, dimana seorang Tuan akan pergi jauh dan ia mempercayakan hartanya kepada ketiga hambanya, dengan jumlah talenta yang berbeda-beda. Hamba ke-1 diberi 5 talenta, hamba ke-2 diberi 2 talenta, hamba ke-3 diberi 1 talenta. Selama Tuannya pergi, hamba ke-1 dan ke-2 menggunakan talentanya dengan baik sehingga talentanya bertambah. Namun hamba yang ke-3 malah menyimpan dan mengubur talentanya.

Dari kisah tersebut, mengapa ada respon yang berbeda dari seorang hamba yang tidak mau melakukan apa yang tuannya inginkan?

Hamba yang ke-1 dan ke-2 dikatakan sebagai hamba yang baik dan setia.
1. Baik = Good ( memiliki sifat yang baik, jujur, tulus, excellent)
2. Setia = Faithful (percaya kepada janji/Firman TUHAN)

Sedangkan hamba yang ke-3 disebut sebagai hamba yang jahat dan malas.
1. Jahat = Wicked (sifat buruk,jahat)
2. Malas = Slothful (lamban,malas)
Kata yang sama yang dipakai dalam Roma 12:11 sebagai kerajinan yang kendor.

Mengapa Hamba yang ketiga menjadi malas? Berbeda dari hamba-hamba yang lain? Dalam Matius 25:24-25, hamba ini ternyata memiliki pengenalan yang salah akan Tuannya. Dia memandang Tuannya sebagai tuan yang jahat.

Di akhir zaman akan ada pemisahan seperti domba dan kambing, bahkan kitab Wahyu berkata sepertiga bintang diseret oleh ekor naga.

Bagaimana kita bisa menjadi hamba yang baik dan setia? Tidak ada cara lain selain melakukan FIRMAN TUHAN.

Dalam 2 Timotius 3:16 ada 4 hal yang menjadi manfaat Firman Allah.

  1. Mengajar
  2. Menyatakan kesalahan
  3. Memperbaiki kelakuan/karakter
  4. Mendidik orang dalam kebenaran

Roma 10:17 “Jadi iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus.”

Seorang akan bertumbuh imannya ketika mendengar Firman Allah. Bukan hanya itu, tetapi juga bertekad untuk belajar Firman Allah.

Ezra 7:10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.
Dalam bahasa inggris “Ezra had set his heart” yang artinya ada kaitan dengan hati.

Amsal 4:23 dari hati terpancar kehidupan. Sebagaimana orang berpikir dalam hatinya demikianlah ia. Jika kita memiliki tekad yang kuat untuk mengenal TUHAN, maka kita tidak akan goyah.

Setelah kita menguatkan tekad/hati maka yang kita lakukan selanjutnya adalah:
1. Meneliti FIRMAN TUHAN.
FIRMAN TUHAN harus kita pelajari dengan sungguh-sungguh. Yosua belajar Firman Tuhan (Yosua 1:8) dan hasilnya ia beserta sekeluarganya memilih beribadah kepada Tuhan (Yosua 24:15).

Bagi orang yang mempelajari Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka Mazmur 1:1-3, apa saja yang diperbuat pasti berhasil.

2. Dilakukan
Ezra tidak hanya mempelajarinya tetapi juga melakukannya. Melakukan Firman Allah lebih sulit dari sekedar belajar. Sebagai contoh Firman Allah mengajar kita untuk mengasihi musuh kita.

3. Mengajarkan
Firman yang kita pahami harus kita ajarkan kepada orang lain agar mereka juga mengerti akan Firman Tuhan.

Banyak orang :
Belajar LANGSUNG mengajar TANPA melakukan
BELAJAR MELAKUKAN TAPI TIDAK MENGAJARKAN
MENGAJAR TAPI BELAJAR DAN MELAKUKAN

Matius 28:19-20
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

2 Tim 2:2.
“Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HUT GEREJA KE 30Th

Ibadah dilaksanakan dua kali
Jam 07.00 WIB dan Jam 17.00 WIB

IMG-20190717-WA0011

Image | Posted on by | Leave a comment