WAKTUNYA SUDAH SANGAT SINGKAT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Sulung – Minggu, 6 Januari 2019)

PENDAHULUAN
Bersyukur jika kita berada di tahun 2019,  tahun yang baru dan kesempatan baru bagi kita. Tetapi hal ini juga menyadarkan kita, bahwa paket waktu berkurang atau jatah waktu yang Tuhan berikan kepada kita makin berkurang 1 tahun. Keuangan dan kekayaan dapat kita hitung dan perkirakan namun waktu hidup tidak dapat diperkirakan. Kita perlu firman Tuhan untuk menasihati kita.

NASIHAT FIRMAN TUHAN
Dalam Efesus 5:15,16 dituliskan “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat.”

Ada beberapa nasehat firman Tuhan yang dapat kita temukan dalam Efesus 5:15-16, yaitu:

* PERHATIKAN DENGAN SAKSAMA
Kalimat “Perhatikan dengan saksama” dalam bahasa Yunani ditulis AKRIBOS. Sedang dalam bahasa Inggris dituliskan Walk Circumspectly. Artinya berjalan dengan teliti dan hati-hati atau dengan sempurna dalam menjalani hidup kita. Jika dahulu kita pernah bertobat namun kembali hidup dalam dosa, firman Allah menasehati agar kembali memperhatikan dengan saksama kehidupan ini. Tahun 2018 mungkin dengan sembrono mempergunakan waktu, tetapi memasuki tahun 2019 kita harus Walk Circumspectly – melangkah dengan teliti, tapak demi tapak sesuai dengan firman Allah. Seperti arti kata “KRISTEN” dari kata CHRISTIANOS, yang artinya “mengikuti jejak langkah yang Yesus tinggalkan secara presisi, teliti dan saksama, yaitu “Firman Allah.”

Sebuah contoh dalam Kisah Rasul 18:26 , bahwa ada seorang anak muda bernama Apolos, ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat Yahudi atau non Yahudi (berhala). Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengar tentang keberaniannya, mereka membawa Apolos ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepada Apolos tentang jalan Allah, yaitu Firman Allah. Jadi kita perlu jalani hidup dengan teliti sesuai Jalan Allah (firman Allah) jangan sampai melenceng dari tapak kaki Tuhan Yesus sehingga hidup kita seperti orang Arif bukan bebal. Inilah poin berikutnya:

* JANGAN SEPERTI ORANG BEBAL TETAPI SEPERTI ORANG ARIF
Nasehat firman Allah yang kedua adalah kita menjalani hidup seperti orang arif. Sebab manusia tidak mengetahui tentang waktu, jadi perlu untuk kita gunakan kesempatan ini hidup seturut firman Tuhan. Namun terkadang tanpa kita sadari, kita sering melakukan perbuatan orang bebal. Seperti apakah yang dimaksud orang Bebal? Menurut Amsal 18:2a, orang bebal adalah orang yang tidak suka kepada pengertian. Jadi salah satu perbuatan orang bebal adalah “Tidak Suka” kepada pengertian. Untuk mengerti kata “tidak suka kepada pengertian”, perhatikan kembali Kisah Para Rasul 18:24-28 bahwa Apolos adalah seorang hamba Tuhan muda ia sangat mahir soal firman Allah, dan berani bersaksi  tentang Yesus. Tetapi Apolos hanya tahu tentang baptisan Yohanes Pembaptis. Ketika Priskila dan Akwila melihat Apolos, mereka terpanggil untuk membimbing Apolos, agar Apolos mengerti jalan Allah (firman Allah). Dengan hati tulus dan bijak Apolos menerima sepenuhnya firman Allah yang disampaikan  oleh Priskila  dan Akwila. Hasilnya di Kisah Para Rasul 18:27, Apolos menjadi hamba Tuhan yang sangat berguna bagi jemaat di Akhaya (Yunani). Sehingga Kisah Para Rasul 18:28, Apolos dapat membuktikan kepada orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias dari Kitab Suci (Perjanjian Lama). Dapat disimpulkan bahwa Apolos dengan rendah hati, tulus dan bijaksana, Apolos menerima didikan tentang jalan firman Allah sehingga ia mampu mengajarkan kepada orang-orang yang belum paham firman Allah. Apolos termasuk orang yang bijak. Setiap minggu kita mendengar firman Allah dan jika kita bijak seharusnya mempraktekkan apa yang sudah kita dengarkan. Seperti Apolos menerima dengan sepenuhnya, ia tidak sok pintar namun ia benar-benar menerimanya. Maka di ayat selanjutnya ditemukan bahwa Apolos sangat berguna bagi jemaat Yunani dan bagi jemaat Korintus ia adalah pengkhotbah favorit.

* PERGUNAKAN WAKTU YANG ADA
Poin selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah “Pergunakan Waktu Yang Ada” sebab waktu ini sangat singkat. Dalam terjemahan King James Version menuliskan “Redeeming the time” artinya tebuslah waktu. Artinya jika selama ini kita gunakan waktu untuk memuaskan nafsu; melakukan dosa; melakukan kejahatan; melakukan ketidakbenaran. Mulai saat ini, kita pakai waktu untuk  menebus waktu-waktu yang kita sia-siakan dengan cara: AKRIBOS – Walk Circumspectly yaitu menjalani hidup sesuai firman Allah dengan teliti langkah demi langkah, hari, minggu, bulan, tahun kita jalani hidup yang berkenan kepada Tuhan.

* KARENA HARI-HARI INI JAHAT
Maksud “hari-hari yang jahat” karena waktu yang singkat ini bukan hanya milik manusia melainkan iblis juga punya waktu yang pendek dan tidak lama lagi akan dihukum. Jadi dia berusaha merusak dan menghancurkan manusia. Wahyu 12:12  “….Karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa: waktunya sudah singkat.”

WAKTU IBLIS YANG SINGKAT (PERHATIKAN GAMBAR)

Ada tiga kali Iblis dicampakan, yaitu:
1. Wahyu 12:9 – Iblis dicampakkan sebelum masa 3,5 tahun dan memberikan kuasa kepada Antikristus.
Sekarang iblis dapat naik turun Surga dengan bebas untuk menuduh orang percaya dan Yesus sebagai pembela bagi orang percaya adalah hakim bagi kita dan iblis akan memberikan kuasa kepada Antikritus. Oleh karena itu iblis berusaha menjatuhkan orang benar.

2. Pencampakkan kedua adalah saat perang Harmagedon – Wahyu 20:2-3
Iblis dimasukkan dalam lobang Maut. Lalu 1000 tahun damai dan setelah berakhir maka iblis dilepaskan lagi untuk menyesatkan orang percaya, namun iblis akan dibinasakan.

3. Inilah pencampakkan yang ke tiga, Wahyu 20:14 – dicampakkan dalam api kekal yaitu Neraka.
Jadi kita sekarang digaris akhir karena iblis tahu waktunya sudah sangat singkat. Oleh sebab itu gunakan waktu dengan baik sehingga tidak keliru dalam melangkah.

Siapakah sasaran Iblis? Menurut Matius 24:24 “…sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” Jadi sasaran iblis adalah orang pilihan, jika mereka hanya percaya karena mujizat-mujizat maka mereka mudah terseret dan binasa oleh karena Nabi Palsu serta Mesias Palsu. Didalam 2 Korintus 11:2-3, Iblis mengincar orang-orang pilihan yaitu calon-calon mempelai Kristus. Oleh karena itu Rasul Paulus merasa kuatir agar jangan sampai jemaat yang dilayani kehilangan kesetiaan Kristus yaitu kehilangan AKRIBOS. Sehingga jalan hidupnya tidak sesuai dengan jejak langkah Yesus yaitu Firman Allah. Ini dapat terjadi kepada siapapun, sebab itu jejaki langkah hidup dengan sungguh-sungguh di tahun 2019 agar tidak terseret.

* AGAR TIDAK TERSERET
Inilah tujuan kita hidup sesuai firman Tuhan adalah jangan terseret dan jangan melekat kepada dunia ini. Firman Allah mengingatkan jangan hati kita melekat kepada dunia ini. Artinya jangan bergantung pada dunia ini. Lukas 17:32 “Ingatlah akan isteri Lot!” Apa maksudnya…? Isteri Lot, hatinya sangat melekat kepada dunia ini sehingga tangan malaikat yang menuntun isteri Lot tidak bisa membuat isteri Lot untuk bergerak maju. Seruan malaikat ternyata tidak bisa menahan isteri Lot untuk tidak menatap ke depan sehingga ia menjadi tiang garam. Setiap kali hamba-hamba Tuhan menyampaikan firman Tuhan, mereka seperti malaikat yang menarik kita untuk bergerak maju, tinggal bagaimana respon kita.

ANTIKRISTUS MENGUASAI DUNIA
Setelah Iblis dicampakkan ke bumi, Wahyu 13:4, Iblis akan serahkan: kekuatan; tahta dan kekuasaannya kepada Antikristus. Dengan itu Antikristus akan taklukkan semua kekuatan, takhta dan kuasa dunia ini, di bawah kekuasaan Antikristus. Bukan hanya manusia yang akan takluk di bawah kekuasaan Antikristus tetapi semua kekayaan manusia dan dunia akan berada di bawah kekuasaan Antikristus.

Mari berilah waktu untuk Tuhan dan lakukan firman Allah dengan sungguh-sungguh serta berikan apa yang ada untuk mempermuliakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

EVALUASI KEHIDUPAN AKHIR TAHUN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Akhir Tahun – Senin, 31 Desember 2018)

2 TIMOTIUS 4:7

Rasul Paulus sedang mengevaluasi kehidupannya ketika ia tahu bahwa akhir hidupnya sudah mendekat. Ada tiga hal yang Paulus evaluasi dalam kehidupannya :
1. Perjalanan hidupnya yang digambarkan seperti sebuah pertandingan.
2. Hasil akhir kehidupannya.
3. Kondisi imannya.

Tentang garis akhir kehidupan dapat terjadi meliputi level Akhir dari kehidupan satu hari; Akhir dari kehidupan satu minggu ; Akhir dari kehidupan satu bulan ; Akhir dari kehidupan satu tahun dan yang terakhir yang semua orang akan alami adalah Akhir kehidupan di dunia ini.

Hasil akhir kehidupan manusia dalam penilaian Tuhan hanya ada dua hal :
1. “Baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku yang baik.” (Matius 25:21, Markus 25:23, Lukas 25:34). Atau…
2. “Aku tidak pernah mengenal kamu, Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan.” Matius 7:23, Lukas 25:41. Kedua penilaian ini mana yang akanTuhan berikan bergantung dari hasil pertandingan iman setiap orang percaya.

I. EVALUASI PERJALANAN KEHIDUPAN
Kehidupan orang percaya digambarkan dalam dua pertandingan yang berbeda yaitu Pertandingan LARI dan TINJU,  1 Korintus 9:26. Kapan seseorang dinyatakan masuk dalam gelanggang pertandingan itu? Ketika ia mengambil keputusan percaya kepada Yesus.

LOMBA LARI
Membutuhkan stamina yang kuat, kecepatan dan mengikuti aturan yang berlaku. Nasehat penting dari Rasul Paulus tentang bagaimana kita harus berlari, 1 Korintus 9:24. “Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!”

Dalam sebuah lomba lari dikatakan hanya satu orang saja yang dinyatakan sebagai pemenang. Siapa yang akan menjadi pemenang ? Kitalah yang harus menjadi pemenangnya karena yang menjadi lawan kita adalah dunia ini yang sudah dikuasai oleh kuasa kegelapan.

Ada hal yang yang menarik dari nasehat  Paulus untuk kita menjadi pemenang harus lari begitu rupa. Apakah yang dimaksudkan dengan larilah begitu rupa ini?   Ada dua hal yang dapat kita ketahui sebagai jawabannya :
1. 1 Korintus 9:25a – Dikatakan “Tiap-tiap orang yang mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal…”

Yang pertama adalah penguasaan diri. Dalam anak tangga pertumbuhan rohani menuju gereja yang sempurna masuk dalam level yang ke empat atau dalam istilah lomba lari itu kilometer ke empat setelah iman, kebajikan dan pengetahuan, 2 Petrus 1:5. Kilometer pertama adalah iman kemudian ditambahkan kebajikan, dari kebajikan kepada pengetahuan kemudian masuk pada penguasaan diri. Pada level penguasaan diri inilah banyak orang percaya yang jatuh ataupun gugur imannya.

Contoh : Raja Saul dimulai dengan kerendahan hati ketika diurapi jadi raja, tetapi setelah jadi raja ia tidak mampu menguasai dirinya sehingga ia menjadi sombong, haus kekuasaan dan pada akhirnya berbalik tidak taat kepada Allah. Yudas Iskariot dipilih Tuhan sendiri menjadi salah satu murid-Nya dan menjadi Rasul  Tuhan, tetapi kemudian mengkhianati Yesus karena tidak mampu menguasai dirinya dari ketamakan akan uang dan masih banyak contoh lainnya didalam Alkitab. Kita harus dapat menguasai diri kita dari segala keinginan daging  yang merintangi dalam perlombaan iman kita sehingga kita tidak gugur ditengah jalan seperti Saul danYudas.

2. 1 Korintus 9:26a – “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan…”.
Hal kedua dari pengertian larilah begitu rupa adalah jangan lari tanpa tujuan. Jangan menjadi orang kristen yang tanpa tujuan, demikian juga dalam melayani. Sekuat dan sekencang apapun seseorang dalam berlari, jika tanpa tujuan – sia-sia belaka. Hanya buang tenaga dan waktu. Larilah sedemikian rupa dengan tujuan yang pasti dan dalam penguasaan diri yang kuat, karena tujuan pelayanan yang mulanya benar dapat buyar ketika penguasaan diri tidak lagi dapat dikendalikan seperti  raja Saul yang gagal.  Hasil dari pengiringan dan pelayanan yang tanpa tujuan adalah mengakhiri pertandingan dengan tidak baik. Introspeksi Diri untuk evaluasi : Sudah benarkah tujuan pengiringan dan pelayanan kita, di tahun 2018 yang segera berlalu ?

BERTINJU
Inilah gambaran kedua dari Rasul Paulus tentang perlombaan iman orang percaya. Bertinju membutuhkan stamina yang kuat, tenaga yang kuat, strategi dan siap hadapi benturan. Jika di lomba lari tidak ada benturan, bertinju harus alami benturan. 1 Korintus 9:26b – “….Aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.” Seseorang yang pengiringan dan pelayanannya tanpa tujuan, maka pelayanannya pun asal-asalan, seperti seorang petinju yang sembarangan saja memukul, serampangan. Hal ini banyak dialami oleh orang yang mengaku percaya kepada Tuhan, ibadahnya timbul tenggelam, melayani juga pilih-pilih, kena teguran firman marah, pindah gereja. Sebagai pengikut Tuhan yang sejati jangan melayani Tuhan asal-asalan tanpa tujuan dan sasaran yang benar. Introspeksi Diri :  Apakah arah tinju kita sudah pada sasaran yang tepat ?

Apakah selama ini perkataan kita yang terlontar dan membentur orang menjadi berkat atau sebaliknya benturan omongan kita malah menyakitkan orang lain dan membuat mereka undur dari Tuhan. Penilaian kita terhadap orang lain, apakah selama ini kita salah dalam menilai orang lain? Cenderung menghakimi orang lain. Apakah masih pandang bulu atau memberi perhatian kepada saudara seiman dengan kasih? Rasul Paulus kembali memberikan nasehatnya kepada kita.

1 Korintus 9:27 “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri di tolak.”

Melatih tubuh artinya mendisiplinkan diri, untuk dapat menguasai diri dalam segala hal. Berbicara tentang disiplin kita dapat evaluasi diri kita, bagaimana dengan: Disiplin doa kita, Disiplin ibadah kita, Disiplin membaca, mendengar dan melakukan firman Tuhan. Tanpa memiliki kedisiplinan diri yang benar, maka iman kita akan mudah dilemahkan dan dikalahkan.

Selanjutnya ayat di atas mengatakan “supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri di tolak,artinya jangan sampai kita kena semprit oleh wasit penyelenggara pertandingan (Tuhan) dan didiskualifikasi, dinyatakan melakukan pelanggaran dan dikeluarkan dari gelanggang pertandingan alias gugur.

II. EVALUASI IMAN
Dalam 2 Timotius 4:7 – dikatakan“ Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Ada dua hal tentang memelihara iman yaitu :
1. Menjaga kemurnian iman.
Menjaga dari apa? Dari pengajaran sesat; Kepercayaan lain/ duniawi, meliputi dongeng nenek-nenek tua, tradisi yang tidak sesuai dengan firmanTuhan. Berikutnya adalah Half  truth (Separuh kebenaran). Ada gereja-gerja yang mengajarkan firman yang tidak seutuhnya, yang diajarkan hanya pada sisi berkat-berkat-Nya saja, sementara sisi lain tentang pikul salib, menyangkal diri dan kesiapan untuk menderita karena Kristus sebagai konsekuensi pengikut Yesus tidak pernah diajarkan. Jemaat yang seperti ini hanya mengetahui separuh kebenaran tidak utuh, dan iman seperti ini bukan iman yang murni, karena hanya tahu separuh kebenaran firman saja. Tidak heran ketika mereka alami penderitaan dan aniaya karena Kristus, mereka kecewa dan tinggalkan Tuhan.

2. Mempertahankan iman.
Mempertahankan dari godaan dan kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, Matius. 13:22. Secara umum kita harus mempertahankan iman kita dari dua hal, yaitu mempertahankan iman dari pencobaan dan aniaya. Dalam menghadapi pencobaan dalam 2 Timotius 3:1 – dikatakan : “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Situasi kedepan akan semakin memburuk. Masa yang sukar akan ditandai dengan bertambahnya kejahatan dan turunnya standar moral dalam dunia kekerasan dan pembunuhan hampir menjadi warna setiap hari, dan hal-hal yang tabu dan dosa-dosa sexual sudah terang-terangan dipertontonkan dan dilegalkan. Dalam kerohanian makin banyaknya gereja palsu dan nabi palsu yang akan muncul dan menyesatkan, Matius 24:11—12. Menghadapi aniaya Firman Tuhan tidak pernah menyembunyikan hal ini, tetapi justrus memberitahukan kepada kita soal aniaya.

Yohanes 16:2  – “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.”  Ada dua jenis aniaya yang akan dialami orang percaya, aniaya secara batin dengan dikucilkan, dan aniaya fisik dibunuh. Apa kata Tuhan dalam kita menghadapi masalah ini ? Dalam Matius 10:28 – Dikatakan supaya kita jangan takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh saja tetapi tidak dapat membinasakan jiwa kita, kita harus lebih takut kepada Allah yang dapat membunuh baik tubuh maupun jiwa kita.

Matius 10:29-31 –  Bahwa hal ini tidak akan terjadi tanpa sepengetahuan dan kehendakTuhan, hanya orang-orang  tertentu saja yang dikaruniakanTuhan untuk menderita sebagai syahid Tuhan, jadi tidak semua orang percaya akan alami hal ini.  Bagaimana jika hal itu terjadi ? Matius 10:32,33 – Tuhan katakan untuk tetap pertahankan iman, dengan tetap percaya bahwa YESUS itu Tuhan. Dengan tetap memelihara iman, sekali Yesus tetap Yesus meski alami kematian karenaYesus, maka kitapun akan diakui Yesus sebagai pengikut-Nya yang sejati di hadapan Bapa di Sorga.  Apapun yang akan kita hadapi di garis terakhir hidup kita ke depan, biarlah Tuhan mendapati bahwa IMAN KITA TETAP TERPELIHARA. Jadikan tahun 2018  sebagai bahan evaluasi kita. Tahun 2019  adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik. Allah selalu menyertai perjalanan kehidupan kita sampai pada garis akhir.

Yohanes 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”

 Tuhan kirim Roh Kudus kedalam hati kita untuk menyertai kita selama-lamanya memberi kekuatan dan kemampuan untuk bertahan sampai garis akhir sebagai pemenang. Selamat tahun baru 2019.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERTUMBUH DALAM KASIH DAN PERKENANAN TUHAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 30 Desember 2018)

Matius 1 : 20 – 25

Kisah dalam Matius 1:20-25, menjelaskan tentang Yusuf yang mendengar kabar bahwa Maria telah mengandung dan Yusuf merasa tidak pernah bersetubuh dengan Maria tunangannya. Dan ketika ia tahu bahwa Maria mengandung, Yusuf berniat menceraikan Maria secara diam-diam, supaya tidak terjadi hal yang buruk. Sesungguhnya Yusuf berhak untuk menyampaikan kondisi Maria kepada keluarganya. Namun ia tidak lakukan, karena jika ia menyampaikan kondisi Maria yang sedang mengandung, Maria akan dirajam dengan batu berdasarkan hukum Taurat. Tetapi sebelum Yusuf melaksanakan niatnya, Tuhan datang pada Yusuf melalui Malaikat dan berkata dalam Matius 1:20b, 21, bahwa:

  1. Maria mengandung dari Roh Kudus bukan karena benih laki-laki. Sebab Allah punya rencana bagi penyelamatan Manusia.
  2. Anak yang dikandung Maria, harus diberi nama Yesus. Karena di ayat 21, hanya Yesus yang dapat menyelamatakan manusia dari dosa mereka. Tidak ada golongan apapun yang dapat menyelamatkan. Hanya Yesus saja yang dapat melaksanakan penyelamatan.

Kedua hal inilah, yang mendasari Yususf untuk menerima Maria. Jadi bukan karena status Maria sebagai tunangannya.

NAMA ANAK ITU “YESUS”
Nama Yesus mengandung arti ditulis dengan kata Yehova, artinya Yehova keselamatanku. Jadi hanya melalui Yesuslah kita selamat. Itulah sebabnya, dari saat Yesus lahir sampai menjelang Yesus datang kedua kali, nama Yesus terus diberitakan kepada semua orang, mulai dari rakyat jelata sampai kepada raja. Matius 1:21, karena Yesuslah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa. Jadi penting untuk kita juga menyampaikan berita ini kepada orang yang belum percaya Yesus. Sampaikan bahwa dosa sebesar apapun sanggup Yesus ampuni, asal terbuka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat.

SAMBUTAN MANUSIA
Beberapa ayat yang menerima kabar kelahiran Yesus, adalah :
1. Lukas 2:8-14 – diberitakan pada para gembala. Ini adalah golongan rendah di Israel dan mereka perlu dengar tentang Yesus
2. Lukas 2:17,18 – Gembala memberitakan Yesus kepada orang-orang di kandang.
3. Matius 2:2 – Bintang-bintang memberitakan Yesus kepada orang majus sehingga mereka dapat mengetahui kelahiran sang juruselamat.
4. Matius 2:2,3 – para majus memberitakan Yesus kepada Herodes dan imam.

ORANG YANG MENDENGAR YESUS
Dari sekian banyak orang yang mendengar tentang Yesus, ada 3 sikap orang yang Yesus. yaitu:

  • TIPE HERODES
    Saat mendengar kelahiran Yesus, Herodes tidak percaya, benci dan menganggap Yesus sebagai ancaman bagi dia. Herodes ini adalah tipe orang kristen yang mengaku percaya Yesus dan jadi pengikut Yesus, tetapi tidak mau tunduk dan menyembah Yesus. Sama seperti Herodes yang berpura-pura ingin menyembah Yesus, padahal hanya untuk membunuh Yesus dan pengikutnya. Orang tipe Herodes gambaran orang yang mendengar siapa itu Yesus, tapi tidak percaya, benci, marah dan menganggap Yesus sebagai ancaman bagi dirinya. Herodes tidak mau menyembah Yesus.

    Perhatikan kata “Menyembah” dalam bahasa Ibrani dituliskan SHAKHAH, sedang bahasa Yunani dituliskan PROSKUNEO. Artinya, tunduk dan setia kepada sang tuan, seperti seekor anjing kepada tuannya. Jadi, seorang penyembah adalah orang Kristen yang taat dan setia pada tuannya. Dengan mengetahui arti menyembah, apakah hidup kita sudah benar-benar menyembah Tuhan, seperti seekor anjing yang taat dan tunduk pada tuannya.

    Kristen tipe Herodes adalah orang yang mengaku dirinya Kristen (Pengikut Yesus), tetapi ia tidak mau tunduk/taat kepada perkataan  atau perintah YESUS yang adalah Tuannya. Bahkan, ada orang Kristen, yang merasakan nasehat; teguran Firman Tuhan sebagai penghalang bahkan ancaman bagi dirinya.

  • TIPE UMAT ISAREL
    Dalam Yesaya 9:1-6, ini nubuatan tentang Mesias, bahwa suatu waktu Mesias akan datang dengan gelar antara lain: Penasihat Ajaib; Allah yang perkasa; Bapa yang kekal dan Raja Damai yang memberkati umat Allah sehingga tidak kekurangan, sejahtera dan diberkati. Tetapi sayang para Tua-tua Israel, Guru, Imam dan Ahli Taurat mereka tidak menjelaskan nubuat tentang Mesias secara utuh dan tuntas. Artinya mereka tidak mengajarkan Firman Allah tentang Mesias secara utuh, detil dan lugas – apa adanya, yaitu pemberitaan tentang:
    1. Yesaya 53:1-12 dijelaskan bahwa Mesias yaitu Raja dan Pemimpin, diutus Allah ke dunia untuk memikul penderitaan dengan mengorbankan Diri-Nya untuk menebus dan membebaskan manusia dari dosa dan kebinasaan (neraka).

    2. Mesias, Raja dan Pemimpin yang telah  menyerahkan nyawa-Nya bagi keselamatan umat manusia, menghendaki agar semua pengikut-Nya turut menderita bersama-Nya, Matius 16:24.

    Kedua hal ini yang tidak diajarkan kepada orang-orang Israel. Jadi ketika Yesus lahir, mereka menolak Yesus karena melihat sisi manusia Yesus bahwa Yesus lahir dari seorang anak tukang kayu dan dari keluarga sederhana. Yesus tidak membebaskan Israel dari penjajahan kekuasaan kerajaan Roma. Akibatnya, sampai sekarang Israel tidak percaya Yesus dan memandang firman Allah dengan janji berkatnya saja tidak menerima injil sepenuhnya.

    Banyak orang yang mengaku dirinya “Pengikut Yesus” tetapi pengiringan mereka adalah  Kristen iman bangsa Israel atau orang Yahudi. Orang Kristen tipe bangsa Israel (Yahudi), adalah orang Kristen yang tujuan pengiringannya hanya tertuju kepada berkat. Mereka menolak ajaran bahwa memikul salib (menderita), aniaya dan mati karena Kristus sebagai suatu kehormatan dari Tuhan untuk dimuliakan bersama Tuhan, Roma 8:17. Sebaliknya, mereka berkata: Penderitaan, kesukaran dan aniaya sudah ditanggung oleh Yesus di atas kayu salib. Mereka berpendapat bahwa pengikut Kristus yang masih alami: penderitaan, aniaya, kesusahan berarti orang tersebut masih berada di bawah kutuk! Tetapi, firman Allah berkata bahwa orang yang mengaku diri Kristen (Pengikut Yesus) tetapi tidak mau memikul salib dan menderita bersama-sama Yesus, berdasarkan firman Allah, dalam Roma 11:28, orang tersebut disebut sebagai seteru Allah dan bukan: “Pengikut Yesus Yang Sejati.”

  • TIPE ORANG MAJUS dan GEMBALA
    Tipe Orang Majus adalah orang yang dengan rela dan tulus hati mau mencari Yesus dan menyembahNya. Mereka mau hidup dalam pimpinan Tuhan. Oleh sebab itu kita ikuti sikap hidup dari orang majus dan Rasul Paulus dengan semboyan hidup orang majus adalah sama dengan semboyan hidup rasul Paulus yaitu Roma 8:35-39. Jadi karena iman dan kesetiaan serta kesungguhannya, para majus diluputkan Tuhan dan ancaman Herodes. Biarlah telinga kita siap menerima tentang berkat dan siap menerima tentang hukuman Allah.

PENUTUP
Kita menghadapi tahun-tahun yang semakin hari semakin sulit. Tetapi bila pengiringan kita seperti: Orang Majus, Gembala, Yusuf, Maria, Simeon dan Hana, saat Antikristus menyatakan diri, kita akan diluputkan Tuhan dari ancaman Antikristus.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERTUMBUH DALAM KASIH DAN PERKENANAN TUHAN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Natal – Selasa, 25 Desember 2018)

Markus 1:11

PENDAHULUAN
Kalimat atau ucapan dalam Markus 1:11, merupakan perkataan Bapa di Surga bagi Yesus sebagai Anak yang dikasihi dan berkenan kepada-Nya. Kitapun sebagai pengikut Yesus, rindu untuk kita bertumbuh dalam kasih, sehingga hidup kita berkenan kepada Tuhan. Caranya adalah dengan Yesus harus lahir di hati kita, artinya percaya dan menerima Yesus dan mengalami kelahiran baru/pertobatan atau pembaharuan hidup. 2 Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama, sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Yang tidak alami pembaharuan roh dan jiwa, tidak bertumbuh dalam kasih dan kita tidak berkenan di hadapan Bapa.

SUDAH DIMULAI ZAMAN PERJANJIAN LAMA
Pertumbuhan rohani, jiwani dan jasmani sudah dirancang sejak Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Sebuah contoh dalam Perjanjian Baru, yaitu Saulus menjadi Paulus.  Kisah 9:1-19 ia seorang pembenci Yesus diubahkan dan bertumbuh menjadi Pemberita Injil. Sedang di Perjanjian Lama adalah Saul yang adalah Raja Israel. Allah memilih dan memberkati Saul dengan jabatan sebagai raja Israel, karena Allah ingin agar Saul menjadi berkat secara rohani, jiwani, jasmani bagi Israel dan bangsa lain.

1 Samuel 10:1 – Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya inilah tandannya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri.” Allah memilih Saul, karena Allah mau memakai Saul menjadi berkat yaitu menyelamatkan Israel. Begitu juga Allah memilih dan menyelamatkan kita karena Allah berkehendak memakai kita untuk menyelamatkan jiwa-jiwa bagi kemuliaan Yesus.

ALLAH LENGKAPI SAUL
Untuk menggenapi rencana Allah, Saul tidak langsung terjun ke medan perang dan memerangi musuh. Tetapi, ada beberapa pengalaman rohani yang Saul harus alami dalam hidupnya, antara lain:
1. Menjadi Ciptaan Yang Baru
1 Samuel 10:2-6 “Maka Roh Tuhan akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.” Saul mengalami kepenuhan Roh seperti para nabi. Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada lain: “Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apakah Saul juga termasuk golongan nabi?”

Saul menjadi pemimpin yang ideal:
Jabatan Saul adalah raja, tetapi sifat dan karakter Saul adalah sifat dan karakter nabi. Saul berubah menjadi manusia lain yaitu sifat dan karakter Saul berbeda dengan lainnya. Tuhan ingin memakai kita menjadi dampak bagi semua orang.

2. Rendah Hati – 1 Samuel 10:15,16
Ketika Saul pulang, Saul bertemu dengan pamannya yang menanyakan ucapan Samuel kepada Saul. Tetapi Saul menceritakan tentang keledai milik ayahnya yang hilang itu telah ditemukan. Ia tidak menceritakan tentang Samuel yang mengurapinya sebagai raja untuk dipuji sang paman. Tetapi Saul dengan rendah hati, ia menyimpan perkara itu.

3. Memiliki Penguasaan Diri
Setelah diurapi sebagai raja, Samuel memperhadapkan Saul kepada rakyat Israel, dan ia disambut sukacita dan seruan: “Hidup raja!!!”,1 Samuel 20:14. Tetapi ada sekelompok orang yang menghina dan merendahkan Saul. 1 Samuel 10:27, Tetapi ia (Saul) pura-pura tuli. Jadi Saul tidak mempedulikan mereka yang memandang rendah dirinya, ia menguasai dirinya begitu rupa. Meskipun mereka mengejek dan menghina Saul secara terang-terangan dan dengan sangat kasar. Saul tidak merasa sakit hati sebaliknya Saul pura-pura tidak mendengar.

 4. Memiliki Roh Pengampunan
1 Samuel 10:1, salah satu tanda seorang raja diurapi Tuhan adalah ia sanggup menyelamatkan umat Allah dari tangan musuh. Dan itu dinyatakan ketika seorang bernama Nahas, orang Amon mengancam akan mencungkil mata kanan orang Israel yang ada di Yabesy Gilead dan memperbudak mereka. Namun 1 Samuel 11 mengisahkan bagaimana Saul sanggup menyelamatkan Israel dari musuh (Nahas) sebagai bukti bahwa Saul sah sebagai raja Israel yang diurapi. Hal baik yang dilakukan oleh Saul, telah membangkitkan ingatan rakyat Israel akan ucapan orang dursila yang telah menghina Saul. Mereka datang berusaha mencari orang dursila dengan maksud untuk membunuh orang-orang dursila tersebut , 1 Samuel 11:12. Perhatikan tindakan Saul dalam 1 Samuel 11:13 – Tetapi kata Saul: “Pada hari ini seorang pun tidak boleh dibunuh, sebab pada hari ini Tuhan telah mewujudkan keselamatan  kepada Israel.”

SAUL TIDAK MENJADI BERKAT
Saul bertumbuh dalam hal rohani, jiwani dan jasmani (materi). Dan Saul telah melayani dan menjadi berkat dengan menyelamatkan orang Israel yang tinggal di Yabesh Gilead. Tetapi mengapa sifat dan karakter Saul berubah menjadi jahat, bengis, kejam, iri hati, tidak ada belas kasih dan sombong? Mengapa hidup Saul berubah dan tidak menjadi BERKAT…? Saul berubah menjadi jahat dan tidak jadi berkat karena Saul tidak mencari Tuhan. Pada mulanya Tuhan sudah merancangkan yang baik tetapi Saul tidak dapat memelihara kerohaniannya. 2 Samuel 1:21, ayat ini menjelaskan kehidupan Saul menjadi hancur karena ia tidak memelihara apa yang sudah ia kerjakan dalam hidupnya.

Sebelum perang, seluruh tentara Israel naik ke gunung Gilboa untuk menyegarkan diri; melatih diri untuk perang dan meminyaki perisai, pedang, tombak, anak panah dengan  minyak urapan. Tetapi, yang diperbuat Saul, 1 Samuel 28:4b, saat Saul naik ke Gilboa dan mengumpulkan tentara Israel untuk berperang melawan Filistin, Saul ketakutan. Saul berusaha mencari Tuhan, tetapi Tuhan tidak berkenan ditemui.  Saul minta pertolongan seorang dukun dari Endor. Samuel menyesali potensi Saul, karena Saul tidak memelihara kasih Allah dengan ibadah; doa; cari Tuhan dan urapan Roh Kudus.

PENUTUP
Kalau kita ingin diberkati  dan menjadi berkat, rajinlah ibadah dan hiduplah dalam doa dan urapan Roh Kudus.  Kita akan diubahkan dari hari ke hari menjadi berkat secara rohani, jiwani dan jasmani. Tuhan akan pakai kita menjadi berkat bagi orang lain. Sebaliknya, walaupun kita punya segalanya, tetapi kalau hati kita kering tanpa kasih dan urapan, kita bagaikan padang gurun yang kering (tidak menjadi berkat). Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENGHADAPI RESIKO KARENA TUNDUK PADA KEHENDAK ALLAH – oleh Pdt. Yos Hartono, dari Yogyakarta (Ibadah Raya – Minggu, 23 Desember 2018)

Lukas 1:28-45

Lukas 1 mengisahkan tentang perjumpaan Maria dengan malaikat dan bagaimana resiko-resiko yang dihadapi Maria karena ketundukannya kepada kehendak Allah. Kisah ini juga menuliskan bagaimana Maria terkejut, terteror, gusar dan bingung ketika berjumpa dengan Malaikat (ayat 29).  Ia gemetar, sulit bicara karena shock. Meskipun Malaikat itu membawa kabar kelepasan bagi bangsanya, bahwa Juruselamat akan lahir lewat kandungannya dan juruselamat itulah yang akan membebaskan orang Isarel bukan hanya dari penjajahan romawi atau belenggu politis, , kesehatan dan ekonomi, tetapi juga dari penjajahan dosa, yang tak seorang pun dapat membebaskan diri. Respon Maria yang terkejut atau terteror sama seperti respon kita sebab kadang kitapun tidak tepat merespon sesuatu yang baik, malah bingung, berargumen dan memberikan banyak alasan (ayat 34).

Respon Maria merupakan respon yang manusiawi, sebab secara logika apa yang ia alami tidak masuk akal. Maria bertanya-tanya bagaimana ia dapat mengandung, sebab ia belum bersuami? Tidak masuk akal, tidak logis, tidak mungkin. Dan semua pertanyaan Maria adalah perwakilan manusia, yang bingung dan terus beragumen karena sesuatu yang tidak logis. Karena Manusia menjadi korban logika/pikiran, sehingga jika itu bertentangan dengan logikanya ia akan hilang damai sejahtra.

Benar bahwa pikiran manusia sudah menolong manusia menciptakan segala sesuatu yang memudahkan manusia dalam menuntaskan pekerjaan. Meski demikian hebatnya pikiran manusia, masih terbatas adanya dan banyak misteri. Jadi, jangan mengandalkan pikiran manusia kita, sebab ada banyak yang tidak dapat dijawab oleh pikiran manusia, apa lagi membaca pikiran tentang Allah.

Solusinya, kecerdasan logika atau cara berpikir manusia, kadang harus dijawab dengan hati dan iman.  Inilah juga menjawab malaikat dari maria, tentang kondisinya yang mengandung tanpa menerima benih dari laki-laki. Tetapi faktanya, yang tidak logis itu terjadi. Sebab itu natal ada karena Maria mengandung dan melahirkan bayi Yesus. Ketika Malaikat mendengar apa yang dikatakan oleh Maria, Malaikat memberitahu bahwa ini rencana Allah maka respon Maria harus dengan iman bukan logika manusia. Manusia secara hakekat disebut sebagai makhluk monoporlis (satu tetapi banyak dimensi). Jika demikian, maka pergunakan banyak dimensi yang sudah Tuhan berikan. Dimensi tersebut adalah:
1. Lahir Batin
Hal yang ada dalam diri manusia – ini susunan kodrati dalam bahasa alkitab Tubuh, jiwa dan roh

2. Sifat Kodrati
Mahluk individualis yang tidak peduli dimensi sosial. Dimensi ini tidak akan seimbang tanpa dimensi sosial.

3. Kedudukan kodrati

Dimensi tersebut harus bekerja dengan seimbang, dimana setiap dimensi saling memperlengkapi. Demikian saat Maria menggunakan pikirannya bahwa mustahil untuk mengandung tanpa pria, namun faktanya ia mengandung karena benih Roh Kudus, maka ia harus menundukkan logikanya kepada kehendak Allah bagi dirinya. Pemberitaan Malaikat kepada Maria menembus segala macam dimensi manusia. Sebab Allah sanggup laukan segala hal yang mustahil karena kuasa Allah melampaui hukum manusia.

Sebuah contoh alkitab yang bertentangan dengan hukum fisika, yaitu di 2 Raja-raja 6:1-6 – tentang kapak yang mengapung. Secara logika mana mungkin besi kapak mengapung, karena semua benda yang berat jenisnya melebihi berat jenis air akan tenggelam. Faktanya kapak itu mengapung karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Pakai logika untuk melaksanakan tugas, namun ada masa dimana kita lepaskan pikiran manusia dan datang pada Tuhan. Sebab hukum Allah-lah yang terbaik.

Jadi atasi rasa takut dengan percaya kepada janji dan firman Allah, tanggalkan pikiran manusia dan percaya kepada Allah. Ada garansi firman Allah “jangan takut”. Para gembala yang dijumpai oleh malaikat juga dipesankan oleh malaikat untuk jangan takut, sebab Tuhan sudah bekerja. Persoalan selalu ada, dengarkan firman Allah sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

PENYERAHAN MARIA
Setelah sekian banyak argumen dan logika, akhirnya Maria tunduk pada Malaikat, ia percaya serta berserah pada Allah. Misteri tak terjawab, maka ia pakai hatinya untuk percaya sehingga di ayat 38 dituliskan “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” Maria pasrah dan menyerah, tidak perlu stress dan pasrah serta berkata “jadilah sesuai kehendakmu”. Ini yang membuat Tuhan senang dengan kita percaya dan berserah pada Dia yang ciptakan semua. Jangan bantah firman Allah, melainkan sadar diri seperti Maria.

PERJALANAN SELANJUTNYA
Perhatikan Lukas 1:39-45,  ketika Maria pasrah kepada kehendak Allah. Kehidupan Maria terus berlanjut, dan Maria memiliki kehidupan yang luar biasa. Dalam perikop ini sangat nampak bagaimana saat Maria kunjungi Elisabeth di pegunungan Yudea yang jaraknya yang cukup jauh. Dan ada 2 peristiwa yang mengikuti Maria, yaitu hidup Maria berdampak manfaat bagi Elisabeth dan kedua adalah resiko. Jadi ketika ada titik temu bersama dengan Tuhan, dalam kekristenan tetapi ada 2 hal yang terjadi bersamaan, yaitu resiko dan manfaat. Inilah yang dihadapi oleh Maria ketika ia tunduk kepada titah Allah.

RESIKO DAN MANFAAT
Resiko:
1. Maria diejek
Karena tidak ada yang tahu bahwa Maria sudah bertemu dengan Malaikat. Memang tidak tertulis jelas pengalaman ini, namun pasti Maria hadapi. Secara manusia Maria menghadapi konflik batin karena orang di sekitarnya. Inilah resiko Maria, dibutuhkan kekuatan untuk menghadapinya.

2. Ancaman hukum taurat tentang wanita yang mengandung.
Bahwa wanita yang mengandung tanpa suami akan dirajam dengan batu

3. Berjalan dari Nasaret ke Bethlehem untuk sensus
Ini adalah perintah Kaisar Romawi bahwa mereka harus sensus ke tempat semula atau tempat lahir. Perjalanan dapat mencapai 2 – 3 hari, Maria menunggangi keledai dalam kondisi hamil tua.

4. Melahirkan di kandang domba
Maria dan Yususf tidak mendapat tempat menginap yang layak sehingga mereka menginap di kandang domba yang terletak di dalam goa.

5. Dikunjungi para gembala
Saat Yesus lahir, para gembala yang adalah starta terendah di Israel datang melihat Bayi Yesus. Gembala adalah golongan yang dianggap rendah bahwa tidak layak menerima status masyarakat (KTP).

Inilah latar belakang  natal yang sebenarnya bahwa ada orang-orang yang rela mengambil resiko untuk lahirnya juruselamat. Jadi natal adalah moment dimana kita rela memikul resiko saat tunduk dan percaya Yesus, resiko berbeda-beda yang akan kita hadapi karena iman kepada Yesus. Jadi ikut Yesus tidak selalu kelimpahan materi, sebab ada resiko. Jadi bertahanlah saat resiko datang.

Manfaat
Dampak atau manfaat ketaatan Maria, bahwa kehadiran Maria membuat Elisabeth penuh Roh Kudus. Elisabeth bernubuat tentang Maria, bahwa Maria diberkati dari antara wanita lainnya. Allah memberikan hak istimewa pada Maria. Demikian juga kita akan menjadi berkat bila hidup dalam ketaatan dan ketundukan pada Tuhan.

KESIMPULAN
Bila kita taat pada Tuhan dan berserah maka kita akan menjadi berkat bagi siapapun. Meskipun ada resiko, tetap percaya firman Allah. Tanggalkan logika dan andalkan Tuhan, sebab pikiran manusia terbatas adanya. Minta Tuhan menguatkan jika ada resiko dan bersyukurlah kepada Tuhan. Sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JANGAN SAMPAI TIDAK MASUK “TANAH PERJANJIAN” – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 16 Desember 2018)

Ibrani 3:7-11 

PENDAHULUAN
Ibrani 3:7-8 “Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus:”Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu  pencobaan di padang gurun…”  Ayat ini merupakan tulisan Musa yang dikutip oleh Rasul Paulus dalam Mazmur 95:7b-8, “Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hati-mu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di  padang gurun.”

Tujuan Rasul Paulus mengutip tulisan Musa adalah untuk mengingatkan kepada Israel Rohani betapa pentingnya kita menjalani kehidupan menuju tanah Perjanjian yaitu kerajaan Allah. Karena itu akan menentukan bagaimana hasilnya. Jangan sampai tidak masuk ke tanah perjanjian, seperti yang dialami oleh orang Israel jasmani sewaktu dipadang gurun.

Musa tidak berkata “BESOK”, tetapi berkata “HARI INI!” yang artinya: tidak dapat ditunda lagi sebab mungkin saja besok, lusa, ataukah minggu depan sudah terlambat untuk melaksanakannya, sebab sudah tidak ada kesempatan lagi. Oleh sebab itu, jikalau firman Allah mengingatkan, menegur dan menasihati, jangan ditunda lagi bahkan mengeraskan hati (Ibrani 3:7-8). Maksud “Jangan keraskan hatimu” adalah jangan tolak firman Allah, jangan acuhkan/cuek firman Allah, dan jangan sampai tidak melakukan  firman Allah. Juga jangan terus hidup dalam dosa dan tidak mau bertobat! Mengapa tidak dapat ditunda? Karena geramNya akan seperti pada waktu pencobaan di padang gurun yaitu sewaktu di Masa dan Meriba.

Memang Tuhan adalah adil, panjang sabar; murah hati dan lemah lembut. Tetapi ada saat di mana Tuhan tidak mengulur-ulur waktu dan tidak memberi kesempatan lagi kepada manusia. Jadi segera bertobat dan berhenti berbuat dosa. Roma 11:22a  “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya!”

KEGAGALAN BANGSA ISRAEL
Betapa penting respon yang benar atas peringatan dan nasihat Rasul Paulus. Dalam 1 Korintus 10:1-10, Paulus ingatkan kekerasan bangsa Israel, yang membuat mereka tidak masuk Tanah Perjanjian yaitu tanah Kanaan. Bangsa Israel gagal masuk tanah Kanaan bukan karena kekurangan fasilitas. 1Korintus 10:1-4, Allah menyediakan Fasilitas bagi bangsa Israel dalam perjalanan masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan (tanah Kanaan) dengan menyediakan semua kebutuhan makan, minum, pakaian, kesehatan dan kemenangan atas musuh-musuh mereka. Tetapi selanjutnya di ayat 5, bangsa Israel gagal sampai ke tanah Kanaan dan sebagian besar bangsa Israel tewas di padang gurun. Jadi bukan karena kekurangan fasilitas mereka gagal, melainkan karena mereka mengeraskan hati di hadapan Allah sehingga mereka tidak mau dengar firman Tuhan dan tidak mau bertobat.

DOSA DAN PELANGGARAN ISRAEL
Dosa apakah yang dilakukan oleh bangsa Israel di mata Tuhan sehingga mereka tidak masuk tanah kanaan? 1 Korintus 10:6-10, dituliskan bahwa ada 5 dosa yang dilakukan bangsa Israel, yang menyebabkan Israel gagal masuk tanah perjanjian yang Tuhan janjikan, antara lain :
1. Menginginkan Yang Jahat
1 Korintus 10:6 “Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat.”

Keinginan jahat seperti apa yang dilakukan bangsa Israel sehingga mereka tidak sampai di Tanah Perjanjian yaitu Kanaan? Bilangan 11:4-6 mencatat bahwa bangsa Israel menginginkan hal-hal yang dahulu mereka nikmati di Mesir yaitu menu Mesir. Mereka mengungkapkan semua kepada Musa tentang Mesir. Jadi orang Israel tidak dapat melepas hal-hal yang dahulu mereka nikmati di Mesir dan mengeluh kepada Musa.

Mesir merupakan gambaran hal-hal duniawi. Jika diartikan ke masa kini, orang Israel ini sama dengan orang percaya yang tidak lepas dengan dosa-dosa melainkan tetap menginginkan hal-hal duniawi yang bertentangan dengan kehendak Allah. Sesungguhnya, Pengikut Yesus Yang Sejati, adalah orang yang telah meninggalkan dosa-dosa masa lalunya. Jadi kalau kita masih punya keinginan untuk mencicipi dosa masa lalu dan kita melakukannya, kita akan seperti Israel yang tidak masuk tanah perjanjian yaitu Kanaan sorgawi.

2. Penyembah Berhala
1 Korintus 10:7 “supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria”.

Perhatikan Keluaran 32:1-6. Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, seharusnya bangsa Israel beribadah hanya kepada Allah. Sebab itulah tujuan Allah membawa mereka keluar dari Mesir. Tetapi, mereka malah menyembah berhala. Mereka melihat orang Mesir yang menyembah berhala, menyembah patung yang kelihatan oleh mata. Bangsa Israel pun menginginkan hal yang sama. Mereka ingin menyembah Allah yang dapat dilihat. Itulah sebabnya, ketika Musa naik ke gunung Sinai dalam waktu yang lama, mereka meminta untuk dibuatkan patung dari emas. Mereka rela mempersembahkan kekayaan yang mereka dapat dari majikan mereka di Mesir, untuk dijadikan patung berhala. Padahal Tuhan bermaksud menggunakan kekayaan bangsa Israel untuk membangun mezbah Allah dan peralatan lainnya. Jika demikian maka kitapun harus berhati-hati. Kita harus menjauhkan diri dari semua bentuk penyembahan berhala/kepercayaan apapun. 1 Korintus 10:20 – orang yang menyembah berhala sama dengan bersekutu dengan roh-roh jahat yang menunggangi berhala.

3. Melakukan Percabulan
1 Korintus 10:8   “Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.”  Perbuatan cabul seperti apa yang dilakukan oleh bangsa Israel? Bilangan 25:1-5, pada saat itu Balak seorang raja Moab yang takut melihat bagaimana kemenangan Isarel maka ia membayar Bileam untuk mengutuki Isarel. Alhasil usahanya gagal, sebab bukan kutuk yang keluar melainkan berkat. Melihat usahanya gagal, maka Bileam memberikan ide kepada Balak dengan memanfaatkan gadis-gadis Moab untuk datang ke perkemahan orang Israel dan menggoda mereka bahkan sampai berzinah dengan orang Israel. Melihat kondisi tersebut, Tuhan begitu geram kepada orang Israel. Sampai akhirnya ada seorang anak muda yang bertindak, sehingga tulah berhenti atas Isarel. Jadi ada orang-orang  Israel yang berzinah ditewaskan di padang gurun dan tidak sampai di tanah Kanaan .

Secara rohani, kita tahu bahwa Iblis ingin melemahkan kekuatan orang Kristen melalui dosa percabulan sehingga mereka meninggalkan Tuhan dan binasa. Mungkin bukan percabulan jasmani, tetapi percabulan rohani. 1 Korintus 6:9,10 – orang cabul tidak akan masuk kerajaan Allah.

Demikian 3 kegagalan Isarel masuk tanah Kanaan dan masih ada 2 lagi kegagalan Isarel yang akan dibahas pada minggu-minggu berikutnya.

KESIMPULAN
Ingat pesan Tuhan, jika Tuhan sudah berfirman. Ikuti dan jangan tunda, jika menunda maka kita akan gagal masuk tanah Kanaan. Kiranya Tuhan menolong setiap kita untuk dapat hidup sesuai kehendakNya. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERJAMUAN KUDUS ADALAH PERINGATAN AKAN PENGAMPUNAN DAN PENEBUSAN DOSA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 2 Desember 2018)

Kolose 1:13,14 – “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kedalam Kerajaan AnakNya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”

Ayat pokok kita ini menjelaskan tentang keadaan kita sebelum dan sesudah kita ditebus melalui pengampunan dosa lewat korban Kristus. Korban Kristus yang akan kita peringati lewat perjamuan suci. Sebelumnya hidup kita dikuasai oleh kuasa kegelapan karena dosa, karena semua orang telah berbuat dosa. Roma 3:23“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah“. Tetapi oleh kebesaran kasih Allah, kita telah dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan kedalam perlindungan kerajaan AnakNya (Yesus), melalui pengampunan dosa kita oleh darah Yesus di salib.

TENTANG DOSA
Dosa kalau dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian yang sederhana yaitu memberontak / melawan Tuhan; tidak melakukan kehendak Tuhan ;  melakukan pelanggaran;  hidup dalam kegelapan/kejahatan;  hidup dalam ketidakbenaran. Dalam bahasa Yunani kata dosa memiliki arti yang lebih luas :

1. HAMARTIA (Kehilangan tanda)
Saat manusia diciptakan, manusia memiliki tanda Illahi yaitu Kemuliaan Allah, Roma 2:23.

Roma 3:23 – “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Ayat ini menjelaskan bahwa sebelumnya manusia memiliki tanda keIlahian dari Allah yaitu cahaya yang meliputi seluruh keberadaannya dan cahaya kemuliaan itu menjadi pakaiannya. Namun tanda kemuliaannya itu sirna ketika mereka jatuh kedalam dosa, untuk itulah manusia membutuhkan pakaian sebab mereka telanjang karena kemuliaan sebagai pakaiannya telah hilang. Sehebat, sekaya dan sepandai apapun manusia, tanpa kembali dipulihkan dari dosanya, ia sudah kehilangan tanda kemuliaan itu.

2. HAMARTEMA (Tidak menanggapi atau melawan hukum Allah).
Artinya tidak menanggapi atau melawan kebenaran firman Allah, meski sebenarnya ia tahu kebenaran itu. Markus 4:12 mengatakan “Supaya, sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”  Mereka sengaja tidak mau menanggapi firman Tuhan.

3. PARAKOE (Ketidaktaatan; tidak mau mendengar).
Ibrani 2:2 “Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal.

Contoh:

  • Istri Lot, Kej 19:26.
    Istri Lot sudah diberi tahu dari sejak awal untuk mematuhi malaikat Tuhan ketika harus lari dari kota Sodom. Permintaan Tuhan tidak berat hanya satu dan mudah, jangan menoleh ke belakang. Lot dan kedua anaknya mematuhinya, tetapi istri Lot karena mungkin ada hal-hal yang tidak bisa ia lepaskan dari kota Sodom yang penuh dosa, ia melanggar perintah Tuhan dan menoleh ke belakang, ia binasa dengan cara yang terbilang unik, menjadi tiang garam.
  • Simson, Hakim 16:17.
    Simson adalah nasir Allah yang kekuatannya luar biasa, namun tewas juga dengan cara yang tidak umum sekalipun dalam perang. Ia tertimpa bangunan akibat memilih tidak mentaati aturan Tuhan atas dirinya sebagai nazir Allah.
  • Raja Saul, 1 Sam 15:9-11.
    Raja Saul dipilih oleh Allah sendiri sebagai orang yang rendah hati dan mentaati Tuhan, tetapi akhir hidupnya ia tewas dengan cara yang tidak kesatria. Ia bukan dibunuh oleh musuhnya dalam peperangan, tetapi bunuh diri.

4. ANOMIA (Kejahatan)
Dalam2 Kor 6:14 – Ditulis kedurhakaan dan dalam 1 Yoh 3 : 4 ditulis  melanggar hukum.

Sebagai pengikut Yesus yang sejati, mampu tetap berdiri diatas kebenaran, walaupun semua orang di lingkungannya melakukan pelanggaran.  Seperti Lot yang tetap ada dalam kebenaran meski ia tinggal di kota Sodom yang berdosa, Kej. 13:12,13. Lot menderita batinnya karena setiap hari ia hidup ditengah-tengah masyarakat yang berdosa, tetapi ia bertahan hidup dalam kebenaran.

2 Petrus 2:7 “Tetapi Ia menyelamatkan Lot orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja.” Bahayanya dosa kedurhakaan jika sudah merajalela, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Mat 24:12 “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.”

5. PARANOMIA (Kebebalan).
Menunjuk kepada orang yang keras hati; tidak mau diberi tahu/dinasehati. Contoh Bileam (2 Petrus 2:16) dan Firaun (Kej 7-8).  Kedua tokoh ini berulang kali diperingatkan oleh Tuhan, dari paling lembut sampai dengan keras Tuhan peringatkan, hati mereka tetap bebal dengan mengeraskan hatinya menolak peringatan Tuhan.

6. PARABASIS (Pelanggaran)
Secara harafiah artinya melewati batas.  Garis batas Tuhan bagi kita tegas yaitu Firman Allah, yang tidak boleh dilanggar. Israel melanggar hukum yang justru mereka banggakan yaitu Taurat, Roma 2:23. Sehingga sebagian besar dari mereka tidak dapat memasuki tanah perjanjian, tetapi ditewaskan Tuhan di padang gurun.

7. PARAPTOMA (Kesalahan)
Secara harafiah artinya kejatuhan. Kejatuhan dalam penerapannya adalah kejatuhan karena hidupnya tidak benar; Tidak jujur; Tidak setia.

Contoh:

  • Simson, Hakim 16 – Meski Ia seorang nazir Allah tetapi hidupnya tidak menuruti kebenaran.
  • Ananias dan Safira, Kisah 5 – Mereka tidak jujur dalam membawa korban persembahan.
  • Yudas Iskariot – Tidak setia, ia mengkhianati Yesus karena tamak akan uang.

Semua manusia tidak ada yang luput dari daftar tujuh dosa tersebut dan tidak ada satupun yang dapat mengatasi dosanya. Satu-satunya yang dapat mengurus dosa manusia adalah Yesus Kristus lewat pengorbananNya di kayu salib, yang mati bagi penebusan dosa kita.

Melalui penebusan darah Yesus yang mulia, kita menjadi suatu umat yang besar atau istimewa dihadapan Tuhan dalam kerajaan-Nya yang kekal. Lukas 7:28 “Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.”

Mengapa yang terkecil dalam kerajaan Allah disebutkan lebih besar dari Yohanes pembaptis ? Yohanes pembaptis adalah benar ia orang besar yang diutus Allah mendahului juru selamat, tetapi ia tidak alami penebusan dosa oleh darah Yesus. Ia memang ada dalam kerajaan Allah tetapi tidak lebih besar dari orang-orang yang telah menerima penebusan oleh darah yang mahal, kudus, tak bercela dari Putra Allah Yesus Kristus Tuhan. Jadi betapa berharganya kita bagi Tuhan, yang telah menerima penebusan darahNya. Melalui perjamuan suci kita diingatkan, bahwa dosa kita telah ditebus dan kita menjadi milik Tuhan dan berhak menerima kemuliaan yang lebih besar dari Yohanes pembaptis. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment