WARISAN MILIK PUSAKA ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 19 Mei 2019)

KOLOSE 1:12-14

Minggu lalu kita sudah membahas, bahwa orang Kristen atau orang percaya memiliki 16 mata dirham, salah satu mata dirham adalah ucapan syukur. Ucapan syukur adalah mata dirham yang tidak boleh hilang  dalam kekristenan sebab itu adalah identitas hidup orang percaya. Matius 7:22,23 menuliskan bila kita sampai kehilangan mata dirham salah satunya adalah ucapan syukur maka kita tidak dikenal oleh Allah. Dalam Kolose 1:12, bahwa banyak hal yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengucap syukur. Kolose 1:12b, salah satu dasar mengapa harus mengucap syukur adalah karena kita dilayakkan untuk mendapat bagian dalam kerajaan kekal. Lewat kematian Yesus, maka kita yang percaya dilayakkan masuk dalam bagian. Kata “Bagian” mengandung arti milik pusaka yang sudah ditentukan oleh Allah bagi orang-orang yang telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Yesus. Sebab pada mulanya manusia sudah kehilangan bagian/warisan kerajaan Allah, namun karya Yesus mengembalikan semuanya.

BANGSA ISRAEL
Wujud warisan (milik pusaka) yang diterima bangsa Israel adalah Kanaan, yaitu Tanah Perjanjian yang dibagikan kepada tiap-tiap suku dan dibagikan per keluarga (Yosua 18:10).  Tetapi sebelum menerima tanah pusaka, mereka mengadakan paskah yang mereka rayakan di Mesir. Oleh sabab itu, tanah pusaka tidak boleh dijual, harus mereka jaga dan tidak boleh disia-siakan kemudian akan diwariskan kepada anak cucu mereka. Seperti kisah dalam 1 Raja-Raja 21, tentang Nabot. Sauatu hari, raja yang bernama Ahab melintasi tanah milik Nabot. Ketika melihat tanah milik Nabot, raja Ahab menginginkan tanah itu. Tanah itu terlihat menarik karena terawat dengan baik dan dipenuhi dengan anggur yang baik pula. Ia begitu menyukai tanah Nabot dan ingin bertukar tanah dengan Nabot, namun keinginannya ditolak oleh Nabot. Dengan wajah muram ia kembali dan bertemu dengan istrinya yaitu Izebel. Izebel adalah seorang ratu yang jahat dan penyembah berhala. Ia-lah yang akan mengurus masalah tanah Nabot dengan cara yang licik sehingga mencelakakan Nabot. Akhirnya Nabot dirajam batu sebab ia difitnah begitu rupa karena mempertahankan tanah pusaka.

Sebagai orang percaya, kita tidak menerima tanah fisik seperti bangsa Isarel, melainkan tanah yang istimewa, yang letaknya di surga.  Filipi 2:20 – Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat yaitu Tuhan Yesus Kristus. Janji milik pusaka itu bukan karena penebusan seekor hewan domba seperti umat Israel melainkan dengan harga yang sangat mahal yaitu darah Yesus. 1 Petrus 1:18,19 darah yang mahal ditumpahkan bagi kita. Betapa pentingnya memelihara milik pusaka yang sudah dijanjikan bagi kita. Dan orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengertian kepada anak-anak bahwa milik pusaka Allah tidak boleh jual, ditukar dan disia-siakan seperti yang dilakukan oleh Esau. Alhasil Esau tidak mendapatkan hak kesulungannya lagi meskipun sudah menangis namun tidak ada artinya lagi (Kejadian 25:34). Selain menerima milik pusaka, kita juga memiliki peluang besar untuk menerima pahala yaitu mahkota kemuliaan.

MAHKOTA KEMULIAAN
Oleh korban Yesus, kita memenuhi syarat untuk menerima milik pusaka yaitu sorga yang kekal. Kita juga memiliki peluang besar untuk menerima “pahala” di surga, apabila selama hidup di dunia, waktu dan potensi yang Tuhan karuniakan kepada kita digunakan untuk melayani Tuhan. Pelayan Tuhan bukan hanya mereka yang bergelar pendeta dan sudah sekolah alkitab melainkan semua orang percaya adalah hamba Tuhan.

Dalam Alkitab ada 2 sebutan pelayanan, yaitu pelayanan meja yang bekerja di bagian keperluan gereja serta jemaat dan pelayanan mimbar yang berfokus kepada pelayanan penyampaian firman Tuhan.  Jadi, semua orang percaya dapat terlibat aktif melayani Tuhan sebab itu gunakan semua potensi untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 3:6-8, kita semua dijadikan sama-sama untuk menerima upah. Jangan berpikir bahwa diri kita adalah orang awam sehingga tidak melayani. Kita semua mempunyai potensi menerima upah asal menggunakan potensi kita untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 15:58 – berdiri teguh dan jangan jual milik pusaka itu. Jangan goyah oleh pengajaran apapun serta giat selalu dalam pekerjaan Tuhan.  Setiap kita diberikan karunia-karunia untuk melayani,  gunakan sebaik mungkin.

Dahulu ketika kita masih berdosa, jerih payah kita tidak ada hasilnya. Karena hanya oleh karya Yesuslah jerhi payah kita menjadi upah atau mahkota. Dan upah itu diterima oleh mereka yang mempergunakan waktu mereka dengan baik karena  waktu adalah kesempatan emas yang Tuhan berikan untuk melayani. Sedangkan talenta, karunia,  berkat jasmani juga rohani adalah modal dari Tuhan untuk melayani. Pelayanan yang mendapatkan mahkota kemuliaan adalah pelayanan berkualitas.

Pelayanan berkualitas bukan dilihat banyaknya pelayanan yang dapat dilakukan oleh seseorang. Melainkan pelayanan yang didasari atau dimotivasi oleh kasih. Oleh karena kita mengasihi Yesus maka kita melayani Tuhan dan sesama.

DASAR PELAYANAN
1. Pelayanan yang berkualitas, akan berbuah UPAH yaitu PAHALA atau MAHKOTA KEMULIAAN (1 Korintus 3:14 )
Saat kita menerima Yesus, maka jangan sia-siakan waktu atau apapun yang Tuhan berikan kepada kita. Tapi gunakan semua potensi yang Tuhan percayakan kepada kita untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 3:10, orang melayani Tuhan sama seperti membangun bangunan. Pelayanan berkualitas adalah dibangun dengan dasar Emas (Hati Yesus yang penuh kasih). Melayani dengan perak – gambaran tentang penebusan. Penebusan oleh darah Yesus. Batu mulia – pelayanan dengan keindahan dan nilai terbaik.

2. Pelayanan yang tidak berkualitas/tanpa KASIH tidak akan mendapat “UPAH” (1 Korintus 3:12B dan 15.)
Sedangkan pelayanan yang tidak berkualitas tidak akan mendapat upah, 1 Korintus 3:12 dan 15. Jemaat yang melayani namun bukan dengan dasar atau motivasi kasih seperti orang yang membangun dengan dasar tidak berkualitas. Melainkan membangun dengan dasar kayu – tujuan memberi karena kesombongan. Dasar rumput kering dan jerami maka semua terbakar.

PENUTUP
Dalam Kejadian 4:3,4 – korban Habel berkenan dihadapan Tuhan, sebab ada korban darah. Jangan sampai tidak ada korban darahnya yaitu korban karena ada karya Yesus disalib selama pelayanan kita di muka bumi ini, yaitu pelayanan yang didasarkan oleh karena kasih, sebab dasar pelayanan akan menentukan upah yang akan diterima. Matius 6:1-4, jangan lakukan kewajiban ibadah karena untuk ajang pamer. Dan bila memberikan persembahan jangan lakukan untuk dipuji oleh Tuhan, sebab itu jangan pamer dalam memberikan korban karena Tuhan yang akan mebalaskannya.

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENGUCAP SYUKUR ADALAH TANDA PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 12 Mei 2019)

Kolose 1:12-14

PENDAHULUAN
Ada begitu banyak alasan untuk mengucap syukur kepada Allah. Mulai dari bangun pagi, rencana ke ibadah dan segala kegiatan kita dapat mengucap syukur tetapi  apakah kita melakukannya yaitu mengucap syukur? Dalam ayat 9, oleh karena pelayanan Yesus lewat kematianNya, maka yang percaya dipindahkan dari maut kepada hidup kekal sehingga disebut dalam ayat 12 kita berlayak Menerima kerajaan terang.

MENGUCAP SYUKUR
Sebagai orang yang sudah dipindahkan dari maut kepada kerajaan Allah, Tuhan Yesus mau agar kita mengucap syukur meskipun dalam kondisi yang berat. Lewat firman Tuhan kita diajar mengucap syukur. Dan diminggu lalu sudah diajarkan berbagai identitas orang percaya seperti mata dirham.  Kalung yang berisi mata dirham itu harus dikenakan terus dan jika dihubungkan dengan 2 Tim. 3:1-15, ada 16 mata dirham yang harus menjadi identitas orang percaya namun di akhir zaman banyak yang hilang.  Salah satu mata dirham adalah mengucap syukur. Apapun keadaan kita, syukur adalah mata dirham yang melekat dalam diri orang Kristen. Sebab tidak berterima kasih sama dengan tidak tahu bersyukur.

Salah satu bentuk dalam beribadah adalah mengucap syukur. Mazmur 100:4,  saat masuk ibadah dan bersyukur maka kita sudah melayani Tuhan.  Perhatikan susunannya:

  1. Pertama tiba dalam gereja dalam keadaan sehat dan diberkati
  2. Setelah masuk, mulai dengan memuji Tuhan serta menyembah Tuhan.
  3. Menyembah dengan syukur serta puji-pujian.

Bila kita tahu mengucap syukur maka Allah akan menyatakan kuasa dan kemuliaanNya.

Kolose 2:7 – Orang kristen adalah orang benar yang berdiri diatas pondasi yang kuat. Berakar didalam Tuhan melalui kesetiaan beribadah dan dibangun dalam Yesus sehingga menjadi kristen yang dewasa. Melimpah dengan ucapan syukur adalah dalam segala keadaan bersyukur sebab mengucap syukur adalah kehendak Allah dan bukti kita tinggal didalam Yesus.

1 Tesalonika 5:18, jadi bila tidak bersyukur seperti calon mempelai yang kehilangan mata dirham. Maka konsekuensinya kita dicap tidak setia sehingga kita disebut dalam Matius 7:22,23 – melakukan kegiatan kekristenan namun Tuhan tidak mengenal segala pelayanan kita. Perhatikan kata “menggenal” dalam ayat tersebut adalah Tidak Mau Menikah. Dan di mata Tuhan disamakan dengan orang yang tidak percaya pada Yesus (Kolose 2:7).  Orang kristen yang bersyukur membuat kita menjadi teladan. Filipi 2:14,15- melakukan segala sesuatu dengan ucapan syukur bukan berbantah dan bersunggut-sunggut agar gaya hidup kita menjadi daya tarik.

LAKUKANLAH SEGALA SESUATU
Ada 2 pengertian:
1. Apapun tugas yang diberikan, lakukan tugas dan kewajiban dengan bertanggung jawab dan mengucap syukur.
2. Bertanggung jawab dalam ibadah dengan bersyukur. Ketika datang beribadah,  memuji Tuhan dan memberikan persembahan.

Mengucap syukur membentuk kita menjadi pengikut Yesus yang sejati karena itu menunjukan kedewasaan dalam kekristenan. Jadi orang kristen yang dewasa pasti tahu bersyukur kepada Allah.

BEBERAPA CONTOH TENTANG BERSYUKUR

  • KORAH (Mazmur 42)
    Mazmur 42:6, ini adalah nyanyian bagi pemimpin pujian, keturnan imam.  Keturunan Korah yang artinya orang kristen yang tidak konsisten. Dalam keadaan ia bertahan namun keadaan berikutnya ia bangkit lagi. Namun perhatikan pribadi pemazmur bagaimana ia berkata pada jiwannya untuk bersyukur (ayat 6,12). Korah bersyukur bukan dalam keadaan yang baik atau diberkati justru ada dalam tekanan hidup yang begitu berat.

    Masalah apa yang dihadapi oleh pemazmur?
    Ayat 3 – kerinduan yang besar kepada Allah dan menemui Allah untuk bersyukur.
    Ayat 4 – Korah tertekan karena ia tidak dapat beribadah. Jadi, Israel terbagi 2 yaitu kerajaan utara dan selatan. Dan pemazmur ini tinggal di Israel bagian utara, yang sedang dikuasai tentara Asyur dan tidak memperbolehkan mereka beribadah ke Yerusalem yang berada di kerajaan utara.  Karena itu ia tertekan karena tidak dapat beribadah.

    Jadi bila kita masih dapat beribadah, gunakan sebaik mungkin. Dorong diri kita bersyukur.  Inilah bukti orang kristen yang dewasa sebab bertumbuh rohaninya. Sebab ada waktu dimana kita akan sulit beribadah, selama masih ada waktu dan kebebasan beribadah, gunakanlah itu.

  • TUHAN YESUS KRISTUS
    1 Korintus 11:23,24 – hal ini rasul Paulus menerima dari Tuhan Yesus. Pada saat itu Yesus mengucap syukur karena ia akan disalibkan karena dosa manusia. Roti yang Yesus pegang adalah gambaran dirinya. Dan roti itu ada ditangganNya yang akan dipecahkan dari Taman Getsemani sampai Golgota. Yesus tidak menangis melainkan bersyukur. Matius 26:30, Yesus sebelum ditangkap pun dihina, tapi Yesus menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Kesempurnaan dalam ketaatan adalah bersyukur dan tunduk dalam kehendak Allah.
  • STEFANUS (kisah 7:58-60)
    Ia bersyukur dalam keadaan mati dianiaya. Inilah kematangan pengikut Yesus yang sejati, nampak dari selalu bersyukur kepada Allah. Di ayat 60, dalam aniyaya Stefanus berdoa kepada Allah.
  • PAULUS DAN SILAS ( Kisah 16:19-24)
    Mereka berdua didera yaitu dipukul dengan kepingan kayu lalu dijebloskan dalam penjara. Ayat 25 – tengah malam mereka berdoa serta nyanyikan pujian bagi Allah. Mereka awalnya tidak pergi ke Makedonia namun karena perintah Tuhan mereka pergi dan akhirnya dianiaya dan tanpa persidangan mereka masuk penjara.  Kaki dan tangan dipasung. Namun hati mereka tidak terbelenggu. Mereka memuji Tuhan dan hasilnya kepala penjara beserta keluarganya bertobat. Inilah ucapan syukur menunjukan kedewasaan dan menjadi cahaya begitu rupa.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

KUAT MENANGGUNG SEGALA SESUATU – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 5 Mei 2019)

Kolose 1:9-1

PENDAHULUAN
Beberapa minggu yang lalu, dalam firman Allah telah dibahas betapa pentingnya seseorang menerima Yesus dalam hidup kita sebab Yesus adalah hikmat Allah yang menyelamatkan semua orang yang percaya. Sebab hikmat dunia ini berpikir bahwa keselamatan dapat diperoleh dengan beramal atau perbuatan baik. Hanya Yesuslah hikmat Allah, satu-satunya yang sanggup memindahkan kita dari maut kepada hidup yang kekal, bukan lewat perbuatan baik melainkan lewat pengorbanan-Nya diatas kayu salib. Oleh Yesuslah (Hikmat Allah) kita mengetahui kehendak Allah dengan sempurna dan jika kita melakukan kehendak Allah itu maka kita menjadi umat yang layak dan berkenan kepada Tuhan sehingga kita dapat bertumbuh menjadi jemaat yang kuat dan sanggup menanggung segala sesuatu oleh karena penebusan dan perkenananNya atas hidup orang yang diselamatkan.

JEMAAT YANG KUAT
Dalam menjalani hidup di akhir zaman yang semakin sulit dan jahat, orang percaya dituntut menjadi pengikut Yesus yang sejati. Namun karena beratnya tekanan sehingga dapat mengancam kerohanian kita dan bila tidak ada pertahanan yang kuat maka kita akan mudah terpengaruh oleh daya tarik dunia ini.

Paulus menggambarkan keadaan Manusia di akhir zaman yang dicatat dalam Surat 2 Timotius 3:1-5. Bahwa di hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Rasul Paulus menuliskan ini pada tahun 70 M, itu sebabnya ia katakan “akan datang” namun pada masa sekarang masa sukar itu sudah terjadi dan kitalah orang yang hidup di hari-hari terakhir itu.

Kesukaran yang dimaksud bukanlah kesukaraan dalam mencari nafkah, pekerjaan dan kebutuhan pokok lainnya. Melainkan kesukaran yang dimaksud adalah:
1. Mencintai Diri Sendiri
Identitas Orang Kristen adalah mengasihi sesama, tetapi keadaan sukar di akhir zaman dapat membuat kita kehilangan identitas ini dan lebih memikirkan keuntungan diri sendiri.

2. Menjadi Hamba Uang
Sesungguhnya setiap orang percaya adalah hamba Allah. Namun karena tuntutan kebutuhan hidup, manusia akhir zaman akan menjadi hamba uang bukan lagi hamba Allah dan meninggalkan Tuhan.

  1. Membual
  2. Menyombongkan Diri
  3. Mereka Akan Disebut Pemfitnah
  4. Mereka akan berontak terhadap orang tua
    Orang tua disini bukan hanya orang tua jasmani, tetapi juga bicara otoritas (pemimpin di kantor dan pemimpin rohani)
  1. Tidak Tahu Terimakasih
  2. Tidak Memperdulikan Agama
  3. Tidak Tahu Mengasihi
  4. Tidak Suka Berdamai
  5. Suka Menjelekan Orang
  6. Tidak Uka Yang Baik
  7. Suka Berkhianat
  8. Tidak Berpikir Panjang
  9. Berlagak Tahu / Sok Tahu
  10. Lebih Menuruti Hawa Nafsu Daripada Allah

 TIGA TINGKAT KEKRISTENAN
Karena ke 16 item tersebut, maka dampak yang dihasilkan adalah orang percaya kehilangan sifat-sifat ilahi (identitas rohani). Perhatikan dalam Lukas 15:18-20 tertulis perumpaman Dirham yang hilang. Pada ayat tersebut dikisahkan tentang seorang perempuan yang kehilangan 1 dirham. Namun secara menyeluruh Lukas pasal 15 ini menuliskan 3 perumpaman yang menggambarkan Tiga tingkat kekristenan, yaitu:
1. Lukas 15:1-7 Domba yang hilang (Kristen Domba)
2. Lukas 15:11-32 Anak yang hilang (Kristen Orang Muda)
3. Lukas 15:8-10 Dirham yang hilang (Kristen Dewasa/Calon Mempelai)

Jika dihubungkan dengan yang dituliskan oleh Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 2:12-14, kita dapat menemukan tiga tingkat kekristenan sama yaitu :
1. Kristen kanak-kanak
2. Kristen Orang muda
3. Kristen Bapa

KRISTEN KANAK-KANAK

Kristen Domba atau kristen kanak-kanak (1 Yohanes 2:12a) adalah kristen pemula  yaitu orang yang baru percaya kepada Yesus. Perhatikan gambar – ketika manusia jatuh dalam dosa maka tidak ada agama atau hikmat manusia yang menolong. Tetapi oleh pengorbanan Yesus (Hikmat Allah) mengeluarkan kita dari jurang dosa saat kita percaya. Ketika kita percaya saat itu kekristenan kita diibaratkan seperti kristen Domba.

Berbicara tentang kristen domba, ketika menerangkan kisah ini, Tuhan Yesus sedang melayani pemungut cukai dan orang berdosa yang ingin mendengarkan ajaran Yesus dan mereka percaya akan ajaran Yesus. Namun ahli Fasiri dan Taurat merasa kesal dengan hal itu dan Tuhan Yesus menegur mereka sebab mereka baru percaya kepada Yesus. Pada umumnya orang Kristen pemula berorientansi pada berkat-berkat Tuhan secara jasmani. Akibatnya mereka mudah diombang-ambingkan pengajaran-pengajaran sesat (Efesus 4:14). Karena itu kita harus bertumbuh menuju tingkatan berikut yaitu kristen orang muda.

KRISTEN ORANG ANAK MUDA

Kristen orang muda telah melewati fase diselamatkan/percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang kristen anak muda digambarkan seperti perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-32). Dikisahkan seorang Bapa memiliki anak-anak yang telah beranjak menjadi orang muda. Dan salah satu dari mereka meminta hak dan warisan untuk bersenang-senang namun pada akhirnya ia jatuh miskin dan rindu kembali kepada Bapa. Jadi ciri kristen orang muda adalah memiliki kerinduan untuk mewarisi kekayaan Bapa, sebab itu dikisahkan anak muda itu datang kepada bapanya dan meminta bagian atau haknya. Dalam budaya Israel ketika seorang anak beranjak menjadi orang muda, dia berhak datang kepada bapanya untuk meminta bagian warisan. Ini adalah sebuah gambaran seorang Kristen yang telah lahir baru yang berhak meminta kekayaan rohani yaitu kekayaan Firman Allah, Roh Kudus dan Karunia-karunia Roh Kudus serta  karunia pelayanan adalah janji Tuhan bagi kita. Namun, jangan hanya meminta warisan dari Bapa kekayaan materi (hal jasmani). Permintaan kita kepada Tuhan menunjukkan level kekristenan kita.

Kelemahan Kristen Orang Muda
Kristen orang muda adalah gambaran anak Tuhan yang aktif melayani Tuhan tetapi belum memiliki kesadaran bagaimana cara untuk menyenangkan Bapa dengan potensi yang dimilikinya. Yang ada di hati kekristenan orang muda adalah berusaha lepas dari otoritas Bapa dan membuat dia jauh dari hadapan bapa untuk memuaskan kesenangan dirinya (Galatia 5:19-21). Model kekristenan orang muda ini dapat kita lihat juga dalam diri anak-anak Tuhan yang tidak loyal terhadap gereja lokal. Akhirnya membawanya kepada pergaulan yang salah, yaitu dengan gereja-gereja yang tidak berdiri dalam pengajaran Firman Allah. Sebab itu tidak ada alasan bagi kita untuk tetap ada dalam tingkatan kristen orang muda, kita harus bertumbuh menjadi orang Kristen yang dewasa. Seperti yang disebutkan dalam 1 Yohanes 2:14.

KRISTEN DEWASA

Gambaran yang diberikan dalam Lukas 15:8-10, seperti seorang wanita dewasa (calon mempelai wanita). Identitas kekristenan yang sesungguhnya adalah kekristenan Calon Mempelai. Kristen calon mempelai, tidak bisa bertindak sesuka hati seperti Kristen anak muda dan Kristen kanak-kanak, sebab sadar bahwa ada sepasang mata mempelai laki-laki (Yesus) yang terus memperhatikan apa yang dilakukan.

Bukti Telah Menjadi Kristen Dewasa :
1. Orientansi Kegiatannya Di Rumah
Ada 2 rumah yang ia jaga dan pelihara, antara lain :
A). 1 Korintus 6:19 – Rumah Pribadi (Roh, Jiwa, Tubuh) .
Artinya menjaga diri tetap kudus dan tidak tercemar dengan dosa stadium roh, jiwa dan tubuh
B). 1 Korintus 3:16 – Rumah Besar.
Yang dimaksud adalah perhimpunan jemaat (Gereja Lokal), dimana kita beribadah (berjemaat). Jangan kita rusak gereja lokal dengan menimbulkan perpecahan dalam jemaat.

Ketika berada dalam posisi kristen calon mempelai bukan berarti kita sudah sempurna. Sebab kita bisa lalai dan kehilangan identitas kekristenan salah satunya kesetiaan. Inilah yang dikatakan Paulus “aku takut kalau-kalau kamu disesatkan dari kesetiaanMu yang semula”. Inilah tantangan yang kita hadapi di akhir zaman.

2. Mengenakan Kalung Bermata Dirham Di Lehernya
Wanita yang memiliki kalung dirham, memiliki bukti (tanda) bahwa ia telah bertunangan dengan seorang pria. Calon mempelai wanita harus terus memakai kalung dirham kemanapun dia pergi. Menjadi sebuah komitmen untuk menunjukkan kesetiaan dengan menjaga kalung dirhamnya. Seharusnya demikian pula dengan kita sebagai kristen calon mempelai Kristus yang telah terikat dengan Yesus. Yesus meninggalkan kita sementara dan mengutus Roh Kudus yang akan mengamati apakah kita menjadi calon mempelai yang setia. Kehilangan mata dirham akan berpengaruh terhadap reputasi kesetiaan mempelai wanita bahkan masa depan hubungan pertunangannya. Namun dalam kisah Lukas 15, wanita tersebut kehilangan 1 dari 10 mata dirham yang ia miliki, sehingga ia berusaha mencari dirham yang hilang sampai dapat.

Dirham berbicara identitas kita sebagai orang percaya. Jika kita kehilangan identitas kita maka Yesus akan akan menolak bahkan tidak mengakui kita (Matius 7:21). Kepanikan dari wanita ini bukan soal nilai dirhamnya melainkan kehilangan dirham berkaitan tanda kesetiaan, kehilangan dirham dapat membatalkan pernikahannya. Begitu juga dengan orang percaya, jika kita kehilangan identitas kita sebagai orang percaya maka kita gagal menjadi mempelai. Setidaknya ada 16 dirham/tanda identitas kita sebagai orang percaya, agar kita tidak terseret arus dunia dan mengikuti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:1-5:

  1. Mencintai dirinya
  2. Hamba uang
  3. Membual
  4. Menyombomgkan diri
  5. Pemfitnah
  6. Berontak terhadap orang tua
  7. Tidak tahu berterimakasih
  8. Tidak memperdulikan agama
  9. Tidak tahu mengasihi
  10. Tidak mau berdamai
  11. Suka menjelekan orang
  12. Tidak suka yang baik\
  13. Suka menghianat
  14. Tidak berpikir panjang
  15. Berlagak tahu
  16. Lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah

Bila saja kita sudah gagal dan kehilangan beberapa dirham, mari cari kembali di rumah Tuhan minta Dia pulihkan apa yang hilang didalam diri kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KRISTEN YANG BERTAHAN – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 28 April 2019)

Yakobus 1:12
Berbahagialah orang yang BERTAHAN dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan  yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

 PENDAHULUAN
Kata ”berbahagialah” dalam King James Version adalah blessed – diberkatilah. ”Diberkatilah orang yang bertahan dalam pencobaan….”  Mengapa justru diberkati saat kita bertahan dalam pencobaan? Bukankah saat dalam pencobaan kita justru rugi atau menderita? Di mana letak kebahagiaan itu? Kalau kita hanya terpaku pada hal-hal jasmani saja maka kita tidak akan bisa menemukan kebahagiaan itu.

Tetapi bila kita melihat secara rohani ada berkat besar yang sedang menanti kita saat kita sedang mengalami tantangan atau pencobaan. Dan berkat besar tersebut adalah berkat sekarang ini seperti pemulihan dan kelimpahan dari Tuhan karena kita bertahan dalam pencobaan dan juga berkat kekekalan yaitu mahkota kehidupan. Yang terpenting dalam proses pencobaan yang kita alami biarlah kita tetap BERTAHAN dan mengasihi Tuhan.

Proses pencobaan yang dialami Daud, keluarga dan pengikut Daud
Proses pencobaan kehidupan yang dialami seorang raja Daud belum selesai. Dari sebelum menjadi raja bahkan sampai menjadi raja, Daud tetap didalam Proses Tuhan. Dan proses pencobaan yang dialami ini dimana anaknya Absalom melakukan kudeta dan menyerang Daud sehingga Daud lari dan dalam masa –masa ini membuat Daud terus bertahan karena Daud percaya  Allah akan menyatakan pertolongan dan memulihkan keadaannya.

Didalam Mazmur 3:8 dijelaskan bagaimana keyakinan Daud akan Tuhan, bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan. “Dari Tuhan datang pertolongan berkatMu atas umatMu.”

Mari kita lihat kisah Daud yang lari dari Absalom, 2 Samuel 15:13-35.
Untuk lebih memahami isi cerita pasal tersebut berikut adalah Strukturnya.

  • Ayat 13-16, Daud bersiap untuk melarikan diri dari Yerusalem bersama keluarga, pegawai serta banyak orang yang mengikutinya.
  • Ayat 17-23 Orang asing mengikuti Daud dan kesetiaan Itai seorang Gat
  • Ayat 24-29 Daud meminta para Imam dan orang-orang Lewi serta tabut Allah kembali ke Yerusalem
  • Ayat 30-31 Penyembahan dan seruan doa Daud
  • Ayat 32-37 Strategi Daud mengirim Husai ke Absalom untk membatalkan Nasihat Ahitofel (lihat 2 Samuel 17)

Proses pencobaan yang dialami Daud dan keluarga serta pegawainya tidak membuat mereka putus asa, menyerah tetapi justru membuat mereka tetap bertahan dan dalam proses itu mereka  belajar.

1). Ayat 17-23 Belajar setia.
Kesetiaan akan teruji saat masalah datang dalam kehidupan seseorang.

  • Ayat 19 – Lalu bertanyalah raja kepada Itai, orang Gat itu: “Mengapa pula engkau berjalan beserta kami? Pulanglah dan tinggallah bersama-sama raja, sebab engkau orang asing, lagipula engkau orang buangan dari tempat asalmu.”
  • Ayat 20 – “Baru kemarin engkau datang, masakan pada hari ini aku akan membawa engkau mengembara bersama-sama kami, padahal aku harus pergi entah ke mana. Pulanglah dan bawalah juga saudara-saudaramu pulang; mudah-mudahan TUHAN menunjukkan kasih dan setia kepadamu!”
  • Ayat 21 Tetapi Itai menjawab raja: “Demi TUHAN yang hidup, dan demi hidup tuanku raja, di mana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, di situ hambamu juga ada.

 Siapa Itai? Hanya seseorang diluar Israel tetapi saat kondisi menegangkan, keadaan menakutkan, Itai sebagai pengikut justru menunjukkan kesetiaannya kepada Daud. Itai dapat digambarkan seperti orang kristen yang baru percaya bahkan bukan dari golongan Israel tetapi Itai orang Gat itu membuktikan kesetiaannya kepada raja, BAGAIMANA DENGAN KITA?

Ditengah keluarga dalam kondisi apapun, Suami dan Istri tetap setia dalam pernikahan, dalam pekerjaan dimanapun kita bekerja dan dibawah pimpinan siapapun, kita tetap menunjukkan kesetiaan kita dengan hidup penuh loyalitas dan dalam kebenaran. Dalam pelayanan apapun yang dipercayakan, didalam pelayanan biarlah kita terus melayani dan melakukan dengan setia sekalipun ada tantangan yang melemahkan tetaplah setia melayani Tuhan.

Berbeda dengan AHITOFEL
Ahitofel adalah orang kepercayaan Daud yang punya karunia untuk menasihati raja dan Ahitofel tergolong pengikut raja yang sudah lama tetapi kita melihat Ahitofel tidak menunjukkan kesetiaannya kepada raja Daud, 2 Sam 15:12 Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.

Amsal 19:22 Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya.
Sifat yang diinginkan Tuhan kepada kita adalah kesetiaan kita. Menjadi pengikut kristus baik masih tergolong baru percaya ataupun sudah lama dalam mengikuti Kristus berlakulah setia sebagai bukti bahwa kita adalah kristen yang bertahan.

2). Ayat 24-27 Belajar mengutamakan Ibadah
Para Imam dan orang Lewi beserta tabut Tuhan yang berkeputusan mengikuti Daud dan meninggalkan Yerusalem diperintahakan Daud supaya mereka kembali ke Yerusalem, mengapa? Karena Daud rindu di Yerusalem tetap dijalankan ibadah sehingga para imam dan orang lewi serta tabut Tuhan untuk tetap ada di Yerusalem .

Ibadah adalah perkara yang sangat penting karena dalam ibadah saat dimana kita memberikan korban syukur kita, saat kita alami pengenalan akan Firman Allah, mengalami pemulihan, mengalami pertumbuhan, dikuatkan dan membangun hidup kekristenan kita. Itu sebabnya saat kita mengalami masalah pencobaaan jangan sekali-kali kita meninggalkan Ibadah.

Ibrani 10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita tetapi justru kita harus lebih giat menjelang kedatangan Tuhan.

1 Timotius 4 : 8 …tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal.

Sungguh ibadah mengandung berkat dan janji Tuhan baik untuk sekarang ini maupun untuk yang akan datang jadi bukti kita kristen yang bertahan adalah untuk kita tetap beribadah.

 3). Ayat 25-26 Belajar tunduk pada kedaulatan Tuhan
Tunduk pada kedaulatan Tuhan artinya mempercayakan sepenuhnya kehidupan kita dalam rencana dan cara Allah dan percayalah  Allah pasti melakukan yang terbaik buat kita.

Ayat 25 – “Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya.”

Ayat 26 Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya.”

Kita tahu pencobaan terjadi bisa karena seizin Tuhan atau juga terjadi oleh karena kesalahan dan kegagalaan yang kita lakukan diwaktu yang lalu tetapi kita menyadari kesalahan kita dan Allah terus bekerja dalam rencanaNya dalam hidup kita. Dari ayat ini Daud sadar betul bahwa apapun kejadian yang dialami Daud tetap percaya bahwa Allah berdaulat atas kehidupannya.

Roma 8:28 “bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,”

Percayalah bahwa bukti kedaulatan Tuhan adalah Allah turut bekerja berarti kita tidak dibiarkan sendiri saat proses pencobaan yang kita alami dalam hidup kita terus tunduk pada kedaulatan Tuhan.

4). Ayat 30-32 Belajar tetap Percaya dan mencari Tuhan
Jika kita baca ayat 30-32 Daud naik ke Bukit Zaitun tanpa menggunakan kasut dan menggunakan kain kabung, apa yang dilakukan Daud? Daud naik ke tempat penyembahan kepada Allah artinya Daud mencari Allah, ia menyembah, berseru dan berdoa karena ia percaya bahwa Allah adalah penolong dalam kehidupannya.

 Mazmur 3:1-8 Mazmur Daud ketika lari dari Absalom, anaknya.
Ayat 2-3 Kondisi keadaan Daud yang begitu berat
Ayat 4-5 Daud naik ke atas bukit dan berseru kepada Tuhan dan Tuhan menjawab doa Daud.
Ayat 6-7 Daud tetap tenang karena tangan Tuhan yang menopang Daud.
Ayat 8 Kepercayaan Daud akan pertolongan dan berkat Tuhan.

Amsal 3: 5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Belajarlah untuk percaya dan mencari pertolongan Tuhan, berhenti mengandalkan kekuatan manusia atau diri sendiri tetapi andalkanlah kekuatan Allah dengan tetap bertahan untuk percaya dan mencari Tuhan.

5. Ayat 33- 37 Belajar membuat strategi dan jangan menyerah
Banyak orang saat menghadapi masalah mudah menyerah dan tidak mau bertahan padahal pencobaaan-pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita, sehingga tidak mau maju, tidak mau bangkit, hilang pengharapan. Tetapi kita melihat Daud, ia justru maju, bangkit dan membuat strategi baru.

Dalam ayat tersebut setelah Daud berdoa berseru percaya dan mencari Tuhan maka Tuhan memberikan jalan yang baru sehingga Daud membuat strategi yang baru. Langkah berikutnya untuk menang, Daud mengirim Husai untuk kembali ke Yerusalem dan menggagalkan nasihat Ahitofel.

 2 Samuel 17:15-16 Sesudah itu berkatalah Husai kepada Zadok dan kepada Abyatar, imam-imam itu: “Ini dan itu dinasihatkan Ahitofel kepada Absalom dan kepada para tua-tua Israel, tetapi ini dan itu kunasihatkan.”

 Dalam Matius 10:16. “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Yesus juga mengutus kita ditengah-tengah kondisi dan keadaan yang mungkin bisa melemahkan bahkan menjatuhkan. Kita digambarkan Domba ditengah-tengah serigala tetapi kekristenan kita janganlah mundur atau kalah, kita harus berani untuk tetap cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dan inilah SRATEGI.

KESIMPULAN
Proses Tuhan belum selesai buat kita, jika kita berada dalam masalah, tekanan, ujian seperti Daud yang kita gambarkan dalam proses pencobaan maka…

  • Tetaplah Setia
  • Tetaplah beribadah
  • Tunduklah dalam kedaulatan Tuhan
  • Percaya dan mencari Tuhan
  • Buatlah strategi dan jangan menyerah dan bertahanlah

Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

BERKAT DARI SUMBER HIKMAT – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 28 April 2019)

AMSAL 3 : 1- 10

Pendahuluan
Sumber hikmat tidak lain adalah Tuhan sendiri. Hikmat yang dibicarakan disini sebenarnya berhubungan dengan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Berkat-berkat apa saja yang akan kita peroleh jika kita merespon sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai sumber hikmat itu ? Ada lima berkat yang akan kita dapatkan dari Tuhan jika kita mengerjakan kehendak Tuhan.

 5 BERKAT

  1. Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera, (Ay. 1-2)
  2. Kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah dan manusia, (Ay. 3-4)
  3. Tuntunan Tuhan, (Ay. 5-6)
  4. Kesembuhan dan kebugaran, (Ay. 7-8)
  5. Perlipatgandaan berkat, (Ay. 9-10)

Mari kita bahas berkat-berkat tersebut.
1. Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera.
Amsal 3:1-2.
“Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.”

Perintah apa untuk kita bisa mendapatkan berkat panjang umur dan lanjut umur serta sejahtera ? “ JANGANLAH ENGKAU MELUPAKAN AJARANKU”

Inilah penyakit yang sedang mewabah di akhir zaman, yang Iblis taburkan kepada pengikut Tuhan. Banyak orang Kristen yang melakukan dosa karena lupa akan firman.

Tidak menjadi masalah bagi Iblis kalau pengikut Tuhan :

  • Rajin datang kebaktian, asalkan jangan ingat ajaran firman Tuhannya.
  • Rajin melayani, asal jangan ingat firman-Nya
  • Banyak memberi, asalkan jangan ingat ajaran Tuhan
    Mat. 6:3.
    Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.”
    Memberi dengan ikhlas tanpa harus orang lain, tanpa ingin dipuji orang ataupun untuk pamer.
  • Aktif dalam kegiatan doa, asal jangan ingat firman-Nya.
    Ketika kita menyerahkan masalah kita dengan Tuhan, maka kita tidak perlu menceritakan masalah kepada orang lain. Bawalah dalam doa dengan terus-menerus.

Kita harus menyelaraskan keinginan kita dengan keinginan Tuhan bukan sebaliknya. Dan kita harus mengingat Firman Tuhan karena itu akan menjadi rhema dalam hidup kita. Inilah yang ditakuti oleh iblis. Dengan mengingat Firman dan memegangnya, maka kita berhak untuk mendapatkan apa yang dikatakan oleh Firman itu. Tuhan akan bekerja dalam hidup kita ketika kita pegang FirmanNya.

Melupakan ajaran Tuhan, artinya menerima dan tahu firman Tuhan.
Melupakan dapat diartikan:

  • Sengaja tidak mau menuruti.
  • Mengeraskan hati.

Berbeda dengan orang yang memang belum mengerti secara benar. Konsekuensinya juga beda.

Beberapa contoh

  • Matius 11:20-24 Yesus mengecam beberapa kota.
    Mengapa hukuman Tirus dan Sidon lebih ringan dari hukuman Khorazim dan Betsaida? Mengapa hukuman Sodom ringan dari Kapernaum? Karena Khorazim, Betsaida dan Kapernaum telah diinjili tapi penduduknya tidak bertobat. Sedangkan Tirus, Sidon dan Sodom, penduduknya belum pernah mendengarkan injil sehingga mereka dihukum lebih ringan.
  • Lukas 13:1-5.
    Ada orang-orang Galilea yang dibantai Pilatus yang darahnya dicampurkan dengan darah korban yang mereka persembahkan dan 18 orang yang tewas ketimpa menara dekat Siloam. Semua orang yang mati secara mengenaskan itu, rupanya dinilai oleh orang-orang Yerusalem yang sombong rohani, yang menilai bahwa kesalahan dan dosanya pasti lebih besar dari mereka. Apa jawab Yesus tentang hal ini?
    Lukas 13:5.
    “ Tidak kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”
    Jika ada orang yang terkena musibah kadang kita menduga jika orang itu memiliki dosa yang besar. Janganlah berbuat demikian.

Dari dua contoh ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa orang yang melupakan ajaran Tuhan  sama dengan tidak bertobat.

Perjuangan kita sebagai orang Kristen adalah menjadi pelaku Firman. Inilah perjuangan yang luar biasa. Dengan menjadi pelaku Firman, maka Tuhan akan mengenali siapa kita.

Apa yang membuat orang dapat begitu rupa melupakan ajaran Tuhan ?

  1. Bujukkan/rayuan Iblis, Kej. 1:1-5.
  2. Ketamakkan, 1 Tim. 6:9.
  3. Keinginan daging / Hawa nafsu, 1 Yoh. 2:16

Yakobus 1:13-15
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Orang yang melupakan ajaran Tuhan, sudah pasti tidak akan hidup sesuai dengan ajaran Tuhan, sebaliknya justru bertentangan dengan firman Tuhan. Konsekuensinya adalah tidak akan menerima berkat pertama dari sumber hikmat, yaitu umur panjang dan lanjut usia serta sejahtera, Maz. 109:8.

  • Umur panjang = Kekekalan.
  • Lanjut usia = Sampai batas usia maksimal, menjadi lansia yang

Pengikut Tuhan yang sejati, harus dapat memelihara ajaran Tuhan dengan baik dan jangan sampai melupakannya, tetapi lakukan tepat seperti yang firman katakan.

Kej. 6:22. -“ Lalu Nuh melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya”.

Roh Kudus akan memberikan kepada kita kemampuan untuk melakukan ajaran Tuhan tepat seperti yang Nuh kerjakan. Berkat pertama akan menjadi bagian yang pasti bagi kita, umur panjang (Kehidupan kekal), dan usia kita digenapkan di bumi dalam sejahtera Tuhan. Marilah kita belajar untuk mengingat Firman Tuhan dan mempraktekkannya mulaid ari hal yang sederhana. Tuhan memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Seri 9 PEMBUNUH RAKSASA: PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MENGGUNAKAN APA YANG IA PUNYA DAN IA BISA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 28 April 2019)

1Samuel 17

(1Samuel 17:48-50)

Pendahuluan
Mempelajari pertarungan antara Daud dan Goliat, semakin lama semakin menarik untuk digali dan ditimba rahasia-rahasia kemenangan Daud. Awalnya tidak ada orang yang menyangka bahwa Daud  dapat mengalahkan raksasa Filistin yang bernama Goliat. Anak gembala yang masih muda dapat membunuh pahlawan besar yang gagah perkasa, beringas dan menyeramkan. Beberapa rahasia  kemenangan Daud  menghadapi Goliat yang telah kita pelajari yaitu:

  1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara Tuhan dari pada suara lawan.
  2. Pembunuh raksasa memilih memandang Tuhan daripada memandang lawan.
  3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
  4. Pembunuh raksasa memperkatakan kemenangan bukan kekalahan.
  5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.
  6. Pembunuh raksasa memilih berharap kepada Tuhan, bukan senjata perang
  7. Pembunuh raksasa memilih keluar dari zona nyaman ke zona iman.
  8. Pembunuh raksasa memilih untuk menyembah TUHAN sekalipun lawan ada di depannya

Sekarang kita akan mempelajari rahasia kemenangan Daud selanjutnya yaitu:

  1. Pembunuh Raksasa memilih
    menggunakan apa yang ia punya dan ia bisa.

Raja Saul menyadari bahwa pertarungan antara Daud dan Goliat adalah pertarungan yang tidak seimbang. Daud anak gembala yang masih muda, sedangkan Goliat adalah raksasa. Daud maju tanpa peralatan perang, Goliat dilengkapi dengan senjata perang, baik senjata untuk bertahan, melindungi diri, lengkap dengan senjata menyerang. Bagi raja Saul tidak ada kemungkinan sekecilpun Daud bisa mengalahkan Goliat. Itulah sebabnya sebelum maju ke medan pertempuran, Saul menawarkan pakaian perangnya kepada Daud.

1Samuel 17:38,39
Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.

Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

Rupanya dengan baju perang raja Saul membuat Daud tidak bisa berjalan. Daud menanggalkan baju perang raja Saul dan memilih maju dengan senjata yang biasa ia gunakan saat menggembala domba ayahnya yaitu umban dan batu. Umban dan batu adalah senjata yang selalu memperlengkapi Daud saat berada di padang belantara. Senjata itu telah digunakan setiap hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Daud telah menjadi pemain umban terhebat di dunia.

Fakta tentang umban
Umban atau yang biasa kita sebut Ketapel pada zaman dulu dibuat dari kulit atau juga dari anyaman wol, dengan sebuah kantung di tengahnya untuk meletakkan sebuah batu. Semakin panjang tali umbannya, semakin jauh pula jarak lemparnya. Jarak tembak umban bisa mencapai sekitar 175 meter. Bahkan ada catatan yang mengatakan kalau umban ini diputar-putarkan di atas kepala kemudian dilemparkan, bisa mencapai jarak sampai 375 meter.

Biasanya panjang umban ini sendiri bisa mencapai 1 meter dan beratnya bisa berkisar 200-300 gram. Sementara biji batu yang dipakai biasanya sedikit lebih besar dari bola golf atau billiard. Batu-batu yang dipakai pun biasanya adalah batu bundar licin. Berdasarkan catatan sejarah Palestina, bentuk dan ukuran batu umban berbeda-beda dari setiap periodenya. Batu umban berukuran besar biasanya digunakan di masa Yunani (akhir abad ke 4 SM). Batu umban berukuran sebesar bola golf semasa perang Romawi dan Yunani.

Daud bukanlah orang yang pertama menggunakan umban. Di dalam alkitab ada orang-orang yang lebih dahulu menggunakan umban sebagai senjata perang (2 Tawarikh 26: 14; 2 Raja-raja 3: 25). Bahkan Suku Benyamin memiliki 700 orang kidal yang mahir mengumban tanpa pernah meleset dari sasaran (Hakim 20: 16; 1 Tawarikh 12: 2).

Kembali kepada kisah Daud dan Goliat. Ketika Goliat  bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu. Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Wow… dengan umban dan batu Daud mengalahkan Goliat pahlawan raksasa orang Filistin.

Dari kisah ini kita dapat memetik beberapa pelajaran agar dapat menjadi seorang pemenang dalam kehidupan, yaitu:
1. Gunakan apa yang Anda punya dan Anda bisa.
Belajarlah dari Daud! Dia memilih menggunakan umban dan batu dari pada memakai senjata dan pakaian perang Saul. Daud sadar, bahwa pakaian itu bukan miliknya dan ia juga tidak dapat menggunakan pedangnya Saul. Baginya pakaian dan pedang Saul terlalu besar, serta sulit untuk digunakan berperang. Daud memilih memakai senjatanya sendiri yaitu umban dan batu. Orang-orang mungkin meragukan bagaimana mungkin bisa menang melawan Goliat kalau senjatanya hanya umban dan batu. Tetapi kenyataannya dengan senjata yang dimilikinya dan yang biasa ia gunakan Daud mengalahkan Goliat.

Kadang-kadang dalam hidup ini, kegagalan-kegagalan terjadi bukan karena besarnya lawan yang kita hadapi tetapi banyaknya alasan yang kita cari. Gunakan saja apapun yang kita punya dan yang kita bisa. Mengapa?
a. Sebab yang utama dalam hidup ini bukan apa yang kita pegang, tetapi bagaimana kita menggunakan apa yang kita pegang.
Tuhan Yesus pernah menyampaikan perumpamaan tentang talenta. (Mat 25:14 -30) Ada seorang tuan yang memberikan talenta kepada hamba-hambanya. Hamba yang pertama diberi lima talenta, yang kedua diberi dua tanlenta yang ketiga diberikan satu talenta.  Setelah hamba-hamba itu menjalankan talentanya, mereka kembali dengan membawa laba masing-masing. Hamba yang diberi lima talenta, memperoleh laba lima talenta sehingga menjadi sepuluh talenta. Hamba yang diberi dua talenta juga memperoleh keuntungan dua talenta sehingga talentanya bertambah menjadi empat talenta. Tetapi hamba yang diberi satu talenta menyembunyikannya di tanah, sehingga tidak menghasilkan apa-apa. Kita semua percaya jika hamba yang menerima satu telenta ini mau menjalankannya maka satu talentapun akan bertambah sehingga berlipat kali ganda. Kualitas sekecil apapun yang Anda pegang jika digunakan pasti akan berlipat ganda, sebaliknya kualitas yang prima jika tidak digunakan tidak ada gunanya.

Gunakanlah setiap talenta dan karunia yang Tuhan berikan kepada kita untuk kemuliaan Tuhan. Jangan simpan karunia tetapi gunakanlah untuk kepentingan tubuh Kristus dan keagungan Tuhan Yesus.

Roma 12:6-9 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;  jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

b. Karena keberhasilan, kesuksesan dan kebesaran dimulai dari hal-hal kecil.
Jangan tunggu hebat baru melakukan, lakukan saja maka anda akan hebat. Kalau Daud dapat dengan tepat melesatkan umbannya di dahi Goliat, itu tidak terjadi tiba-tiba. Jauh sebelum bertemu Goliat, Daud sudah menggunakan umbannya untuk menghalau dan membunuh binatang buas di padang. Ingatlah kata pepatah: “Kita bisa karena biasa.” Orang-orang menjadi ahli karena mereka membiasakan diri.

Matius 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

c. Keberhasilan bertumbuh sedikit demi sedikit.
Keberhasilan adalah proses yang berjalan dari hari ke minggu, dari minggu ke bulan dan dari tahun ke tahun. Tidak ada kesuksesan instan! Kesuksesan selalu dimulai dari kecil menuju besar, sedikit demi sedikit yang berlengsung terus menerus. Bacalah kisah sukses pendiri kopi kapal api. Tahukah kita, bahwa kehebatan kopi Kapal Api saat ini, itu dimulai dari jualan keliling dengan sepeda onthel di pelabuhan tanjung perak (https://www.cermati.com). Sekali lagi bahwa keberhasilan bertumbuh sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

2. Serahkanlah apapun yang Anda pegang untuk menjadi alat Tuhan.
Bagi Daud umban adalah senjata biasa, umum, tidak istimewa tetapi ketika yang biasa diserahkan kepada Tuhan untuk menjadi alat Tuhan, berubah menjadi luar biasa.

Dalam Alkitab ada banyak contoh barang-barang yang biasa di tangan manusia menjadi luar biasa di tangan Tuhan.

  • Tongkat Musa
    Keluaran 4:2  TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.”
  • Lima roti dan dua ekor ikan
    Mat 14:17  Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

Beranikanlah menyerahkan kepada Tuhan apa yang ada di tangan kita, maka Tuhan akan menyerahkan apa yang ada di tanganNya. Percayalah bahwa kemenangan dalam peperangan bukan hebatnya senjata atau banyaknya pasukan tetapi oleh kuasa tangan Tuhan.

Amsal 21:31
Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

Apa yang sedang ada di tangan Anda? Mulailah dari apa yang kita punya dan kerjakanlah sesuai kemampuan kita. Percayalah bersama Tuhan kita akan meraih kemenangan. Tuhan memberkati. KJP!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

The Law Of Blessing (Hukum Berkat) – oleh Ps. Kindah Greening (Ibadah Kebangkitan Tuhan Yesus – Minggu, 21 April 2019)

Salah satu hal terakhir yang Yesus lakukan di Bumi sebelum terangkat ke Sorga adalah mengangkat tangan dan memberkati murid-murid-Nya, itu sebabnya hari ini saya ingin berbicara tentang hukum berkat.

Janji Allah
Dalam Yeremia 29:11 Allah menyatakan janji-Nya,
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan. (TB)

Ini merupakan janji Allah tapi disisi lain Alkitab juga menuntut  suatu kondisi atau persyaratan yaitu Respon Manusia seperti yang tertulis dalam Yeremia 29:13: “apabila kamu mencari  Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” (TB)

Allah sudah memberikan janji masa depan tapi umat Allah juga harus merespon dengan mentaati perintah yang Allah berikan.

Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (TB)

Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita diatur oleh hukum-hukum. Segala hal diatur oleh hukum yang jelas, contohnya :

  1. Atom
  2. Bintang
  3. Matahari/Bulan
  4. Gravitasi
  5. Listrik
  6. Musim/Air pasang
  7. Hukum biologis
  8. Aerodinamika
  9. Hukum Finansial
  10. Termodinamika
  11. Hukum Momentum
  12. Hukum Alkitabiah
  13. Tabur-tuai
  14. Hukum Fisika
  15. Hukum Roh
  16. Hukum Keluarga

Terkadang ketika berbicara tentang hukum maka kita akan berpikir tentang perjanjian lama padahal ada hukum  berkat yang terdapat juga dalam Perjanjian Baru.

PRINSIP HUKUM TIMBAL BALIK
Saya hendak bicara tentang prinsip Hukum Timbal Balik. Beberapa contoh Prinsip timbal balik adalah kita memberi maka kita akan menerima, kita menabur dan akan menuai, kita memberkati dan kita akan diberkati, kutuk akan dikutuk, menabur kemarahan maka orang lain juga akan marah kepada kita.

Dalam kaitan dengan perjamuan kudus dikatakan “cawan yang atasnya kita mengucap syukur”.

1 Korintus 10:16
Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?

 Kita dapat perhatikan Alkitab memberikan prinsip timbal balik dalam hukum berkat.

1 Petrus 3:8-9
Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Ada Syarat untuk kita dapat menerima atau berjalan dalam Hukum Berkat :

  1. Kesatuan
  2. Belas kasih/ penyayang
  3. Rendah hati
  4. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (merespons secara positif dengan kasih walau dalam situasi yang menyakitkan)

Kita dipanggil untuk mewarisi berkat sehingga dalam situasi yang tidak baik pun kita harus tetap memberkati, sebuah contoh kecil ketika kita membiarkan rasa marah menguasai kita itu sama artinya kita menghentikan berkat mengalir dalam hidup kita.

Apa sebenarnya arti dari kata memberkati?
Arti dari Memberkati :

  1. Menjadikan suci atau utuh melalui perkataan
  2. Meminta perkenanan Ilahi untuk situasi atau kondisi tertentu
  3. Mengharapkan yang terbaik bagi seseorang atau sesuatu
  4. Menjadikan bahagia atau sejahtera
  5. Menyukakan hati, memuliakan, dan memuji
  6. Meninggikan/Membangun melalui perkataan (eulogise).

Orang yang diberkati bukanlah orang yang berpikir negatif melainkan orang yang membangun pikiran positif tentang orang lain.

Bagaimana caranya mengaktifkan hukum berkat ini? Kita dapat melihat Firman Tuhan dalam:

Roma 12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

 Saat kita terluka secara pribadi maka kita justru diminta untuk melepaskan berkat. Tuhan berfirman untuk kebaikan kita sendiri. Mengapa? Karena apa yang kita berkati akan kembali memberkati kita dan apa yang kita kutuk itu akan mengutuk kita.

Jika kita menaruh penghukuman/mengutuk/mengeluhkan situasi-situasi dalam hidup kita termasuk situasi negatif maka itu akan balik memukul dan melukai kita. Sebaliknya Jika kita memberkati sebuah situasi yang negatif, maka ia tidak punya kuasa untuk melukai kita, walaupun menyulitkan untuk beberapa saat namun semuanya akan perlahan memudar. Jika kita memberkatinya dengan tulus,maka akan ada berkat bagi orang atau  situasi tersebut. Saat kita mulai memberkati, maka kita memenuhi syarat untuk mewarisi berkat.

 Ada 7 Hal yang Harus Kita Berkati dalam kehidupan kita :
1.
Memberkati Tuhan kita
Mazmur 103:1 Bless the LORD, O my soul; And all that is within me, bless His holy name! Bless the LORD, O my soul, And forget not all His benefits: Who forgives all your iniquities, Who heals all your diseases,(NKJV)

Kita adalah ciptaan Allah, Dia adalah Bapa dan pemimpin kita tetapi kita punya hak istimewa untuk memberkati Allah lewat pujian kita.

2. Memberkati negara kita
Kita harus mengucapkan berkat atas Negara kita, Presiden kita dan semua orang yang terlibat dalam pemerintahan.

3. Memberkati kota kita
Kita harus memberkati kota dimana kita tinggal, panggilan kita adalah sebagai garam dan terang bagi kota kita, dan mengucapkan berkat adalah salah satu hal yang dapat kita lakukan.

4. Memberkati orang-orang
Ada orang yang bersikap tidak menyukai orang-orang tertentu karena latar belakang suku atau budaya  tapi harus terus memberkati.

5. Memberkati hal atau situasi
Banyak orang frustasi dan menjadi marah terhadap situasi yang terjadi dalam hidupnya. Tapi orang yang tetap berdoa dan mengucap berkat di tengah keadaan sukar dalam hidupnya adalah orang yang akan menerima berkat dari TUHAN.

6. Memberkati gereja kita
Allah ingin kita memberkati Gereja kita lewat doa dan juga persembahan yang kita bawa. Berkat yang kita berikan bagi gereja adalah bukti kita mengasihi gereja kita.

7. Memberkati gembala kita hormatilah gembalamu
Berdoalah bagi gembala sidang kita, karena mereka adalah orang yang Tuhan percayakan untuk membangun iman kita. Ada banyak hal yang terjadi dalam gereja bahkan kehidupan jemaat karena doa dan pelayanan para gembala sidang, karena itu berdoa dan ucapkanlah berkat atas mereka.

Posted in Uncategorized | Leave a comment