MENGENAL ALLAH DENGAN BENAR – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 19 Februari 2017 )

Yohanes 1:18

“Tidak Seorangpun Yang Pernah Melihat Allah; Tetapi Anak Tunggal Allah, Yang Ada Di Pangkuan Bapa, Dialah Yang Menyatakan-Nya.”

PENDAHULUAN

Pada tahun yang lalu, sudah dijelaskan tentang 3 jenis karunia, yaitu karunia umum, karunia khusus dan karunia kemuliaan. Karunia Umum adalah pemberian Allah bagi hidup manusia di bumi secara merata, Matius 5:45. Inilah fasilitas yang Tuhan sediakan bagi semua manusia dengan merata. Contohnya tanah untuk menabur, air, matahari dan oksigen.  Karunia ini hanya dinikmati selama 60- 80 tahun atau selama seseorang masih hidup di dunia ini. Sedangkan karunia khusus adalah pemberian Allah bagi manusia agar manusia selamat dan hidup kekal di sorga sehingga mereka yang menerimanya pasti selamat. Karunia khusus itu adalah Yesus, dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pasti manusia diselamatkan.

Yohanes 3:16 menjelaskan bahwa jika kita percaya, kita akan selamat sedangkan Yohanes 3:18 menjelaskan jika tidak percaya maka akan binasa. Demikian juga pengenalan kita kepada Allah, bila kita tidak benar-benar hidup dalam pengenalan akan Allah dan terus hidup dalam dosa, maka kita pasti binasa. Oleh sebab itu, sangat perlu untuk dapat mengenal Allah dengan benar. Banyak orang berpikir bahwa cara-cara untuk mengenal Allah adalah percaya kepada satu agama. Tetapi apakah agama bisa membuat orang mengenal Allah…?

PENGENALAN AKAN ALLAH

Secara umum kita mengenal Allah, lewat ciptaan di bumi dan jagat raja.

Roma 1:18-20 “Sebab apa yang tidak nampak pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Allah kita itu Esa – satu. Keesahan Allah itu bukan absolute seperti bilangan 1. Contohnya manusia, memiliki satu tubuh fisik tetapi terdapat beberapa hal didalamnya, seperti pikiran, hati , roh dan Tubuh. Allah itu ada, sebab lewat ciptaan Allah, manusia tak dapat berdalih bahwa Allah sang pencipta alam semesta itu ada. Tetapi, pengenalan umum tentang Allah tidak bisa menyelamatkan dan membawa kita kepada Allah di sorga termasuk agama, sebab agama hanya memberikan ajaran namun tidak menyelamatkan.

YESUS YANG MENYATAKAN ALLAH

Yohanes 1:18 – Tidak seorang pun yang bisa lihat Allah”. Terjemahan  Amerika Standar Version: “Sampai kapan pun manusia tidak akan bisa melihat Allah”.  Kita tidak dapat melihat Allah, bahkan sampai saat surga nanti kita tidak dapat melihat Allah sebab Allah dipenuhi dengan kemuliaan. Namun Yesus menyatakan Allah, yaitu Anak Allah. Anak Allah bukan berarti Allah beranak. Kata anak adalah sebuah gelar yang disandang selagi hidup di bumi bahkan setelah kematian di atas kayu salib. Hanya melalui Yesus kita dapat datang berdoa kepada Allah. Doa-doa manusia yang diajarkan agama tidak akan sampai kepada Allah. Hanya melalui Anak Tunggal Allah, yaitu Tuhan Yesus Kristus doa-doa kita tersampaikan kepada Allah. Inilah yang Yesus maksudkan, bahwa Ia adalah jalan kebenaran dan hidup.

KONSEP AGAMA

  • Agama tidak membawa manusia kepada pengenalan akan Allah

Agama merupakan usaha dari orang-orang yang ingin mengenal dan menghampiri Allah. Usaha manusia tidak akan pernah bisa mencapai Allah sebab Allah ada di terang yang tak terhampiri, I Timotius 6:16.

  • Dosa Sebagai Penghalang

Bukan hanya manusia yang ingin melihat dan menghampiri Allah. Tetapi Allah sendiri ingin menghampiri dan bersekutu dengan manusia, tetapi hal itu tidak mungkin karena dosa menjadi penghalang!

Yesaya 59:2 “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”

USAHA MANUSIA

Usaha manusia untuk mengenal dan menghampiri Allah adalah hal yang tidak mungkin bisa tercapai. Hal ini telah dilakukan sejak Adam dan Hawa jatuh  dalam dosa.

Kejadian 3:23,24 – Akibat dosa:

  • Manusia diusir dari Eden
  • Manusia mencari makan sendiri
  • Manusia lemah dan sakit
  • Manusia harus mati

Itu sebabnya manusia ingin kembali ke Eden menikmati berkat di Eden tetapi tidak bisa. Sebab Allah tempatkan beberapa kerub yang berjaga siang malam di pintu taman Eden dengan pedang terhunus dan menyambar-nyambar orang yang berusaha masuk ke taman itu pasti mati. Sebab itu Mustahil (tidak mungkin) manusia bisa mengenal dan menghampiri Allah dengan usaha dan dengan kemampuan dirinya sendiri yaitu agama apa pun!

MENGAPA MENGENAL ALLAH

Sejauh mana pentingnya kita mengenal Allah?

Yohanes 17:3 – sorga adalah hidup yang kekal, untuk sampai ke Sorga harus mengenal Allah. Satu-satunya cara bagi manusia untuk menerima hidup kekal adalah mengenal satu-satunya Allah yang benar yaitu: TUHAN YESUS KRISTUS yang telah diutus Bapa. Kata “DAN” dapat diartikan sebagai “yaitu”.

Sebagai bukti- Lukas 23:39,40  – semua ucapan Yesus dicermati oleh penjahat yang menderita bersama Yesus sehingga menjelang kematiannya, penjahat itu menyadari bahwa ia berdosa, Lukas 23:41,42. Penjahat itu sadar bahwa Yesus adalah Raja dia atas segala raja – Lukas 23:43. Lukas 23:4 – “Bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

 

Menurut Wahyu 2:7 di taman Eden (Firdaus), bersama-sama Yesus kita menikmati “Buah Kehidupan” yang membuat kita menikmati “Hidup Yang Kekal”, Yohanes 17:3. Tidak ada seorang pun yang selamat atau menerima hidup yang kekal, bila orang itu tidak mengenal satu-satunya Allah yang benar.

Tidak seorang pun di dunia yang bisa membuat kita mengenal Allah yang benar.

Dan tidak ada satu pun agama yang bisa membuat kita mengenal Allah yang benar kecuali Tuhan Yesus Kristus. Karena hanya satu-satunya Firman yang keluar dari Allah dan menjadi manusia yaitu Tuhan Yesus Kristus.

TANDA ORANG YANG MENGENAL YESUS

Apakah tanda dari orang yang telah mengenal satu-satunya Allah yang benar?

Kalau Saudara menjawab:

  • Percaya kepada Yesus!

      Betul, tapi belum tentu benar.

  • Rajin ibadah!

      Betul, tapi belum tentu benar.

  • Suka berkorban!

      Betul, tapi belum tentu benar.

  • Melayani Tuhan!

Betul, tapi belum tentu benar.

Orang yang mengenal Allah dengan benar akan  mengekspresikan sifat-sifat Yesus dalam kehidupannya sehari-hari. Sebab orang yang menunjukkan sifat-sifat Yesus dalam hidupnya sehari-hari, orang itu pasti percaya Yesus, rajin beribadah, suka berkorban, melayani Tuhan, dan puncaknya orang itu hidup dalam kasih Agape, yaitu kasih Allah.

Jadilah pengikut Yesus sejati yang nyata dari sikap hidup yang menyenangkan hati Tuhan. Bukan hanya memiliki tanda lahiriah, melainkan hidup yang telah dibaharui menjadi ciptaan yang baru sehingga yang lama berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang, II Korintus 5:17.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

APAKAH YANG KAMU CARI – Seri 10 (PERSEKUTUAN) – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 12 Februari 2017)

Yohanes 1 : 35-39

Pendahuluan

“Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” menunjukkan kerinduan murid-murid untuk  mengenal Yesus lebih dalam lagi.

Tanda seorang murid sejati adalah mengenal sang guru dengan benar. Banyak orang Kristen “mengetahui” tentang Tuhan, tetapi tidak “mengenal” Tuhan. Mereka tahu perkara-perkara tentang Tuhan, tetapi mereka tidak benar-benar mengenal Tuhan.

Selain pengenalan; “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” menunjukkan kepada kita tentang : PERSEKUTUAN.

Kalau kita menilik kembali sistim sekolah kerabian Yahudi, maka persekutuan merupakan syarat mutlak dalam proses pembelajaran. Seorang murid wajib tinggal bersama sang guru, karena dari sanalah mereka akan belajar tentang pengetahuan melalui kehidupan sang guru. Tanpa persekutuan mustahil seorang murid bisa belajar dari sang guru.

Mengapa diperlukan persekutuan?

  1. Pengenalan dibangun melalui Persekutuan

Murid-murid Yohanes sadar bahwa untuk mengenal Yesus lebih dalam mereka harus bersekutu denganNya. Untuk itulah mereka bertanya : “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

Persekutuan adalah jalan menuju pengenalan. Kita semua tahu tentang Bp. Joko Widodo. Dia adalah Presiden Indonesia saat ini. Tetapi apakah kita mengenal beliau? Tidak! Mengapa? Karena kita tidak pernah bersekutu dengan dia. Jangankan bersekutu bertemu pun kita belum pernah. Itulah sebabnya kita tidak mengenal Bp. Jokowi. Pengenalan hanya dilahirkan melalui persekutuan.

 

Yohanes 10:14 

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Apa yang menyebabkan domba-domba mengikuti gembalanya? Karena mereka mengenal suara gembala. Mengapa domba dapat mengenal suara gemabala? Karena antara domba dan gembala membangun persekutuan dari hari ke hari. Setiap hari, pagi dan sore, gembala menggiring domba ke kandang dan memanggil nama mereka satu persatu. Ini berlangsung sehari 24 jam, seminggu 7 hari dari bulan ke bulan. Itulah sebabnya domba mengenal betul suara mana yang harus mereka ikuti.

Sebagai murid Tuhan, apakah kita memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus? Pengenalan kita hanya terjadi sejauh persekutuan yang kita bangun dengan pribadiNya. Semakin erat kita membangun persekutuan denganNya semakin dalam pengenalan kita kepadaNya.

Mari kita melihat perbandingan pengenalan murid-murid sebelum dan sesudah melewati persekutuan.

a. Ketakutan vs Iman

Sebelum memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus, murid-murid merasa takut saat mereka diterpa badai di danau Galilea (Lukas 8:22-25). Tetapi setelah menjalani persekutuan dengan Tuhan selama 3,5 tahun mereka tidak lagi takut, sebaliknya dengan penuh iman dan keberanian untuk memberitakan Injil.

 b. Kenyamanan vs Penderitaan

Tanpa pengenalan yang benar tentang Yesus, murid-murid hanya mencari kenyamanan dan kesenangan diri sendiri. Itulah sebabnya saat Yesus menyampaikan penderitaan yang akan dialamiNya, murid-murid menolaknya dan menghindarinya. Setelah melewati persekutuan yang benar mereka tahu bahwa mengikut Yesus harus bersedia memikul salib. Murid-murid tidak lagi takut sebaliknya dengan berani menghadapi aniaya bahkan kematian sekalipun (Kis. 4:13).

c. Egois dan Hamba

Sebelum memiliki pengenalan murid-murid dipenuhi rasa egois. Mereka hanya memikirkan diri sendiri dan dipenuhi kesombongan, merasa diri yang paling besar (Luk 9:24). Tetapi setelah melewati persekutuan dengan Yesus hati mereka penuh dengan kerendahan hati. Kepada anak-anak Tuhan Petrus menyampaikan pesan tentang kerendahan hati dan berhati hamba. (1Pet.2 : 11-17)

 

  1. Pengenalan adalah tahapan

Pengenalan adalah sebuah proses. Bukan instant, karbitan ataupun dadakan. Pengenalan adalah tahapan, satu tingkat ke tingkat berikutnya. Kita dapat menemukan beberapa ayat firman Tuhan yang menunjukan bahwa pengenalan adalah tahapan.

1Yohanes 2 : 13, 14

Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat.

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

Jelas sekali bahwa pengenalan kepada Tuhan memiliki tingkatan yang menunjukkan tahapan dari pengenalan akan Tuhan. Ada pengenalan tingkat anak-anak, kemudian tingkat orang muda dan akhirnya tingkat bapa-bapa. Seorang yang baru mengalami kelahiran baru, ia memiliki pengenalan tingkat anak-anak. Diharapkan seiring pengiringannya kepada Tuhan, pengenalannya kepada Tuhan akan bertumbuh hingga  mencapai pengenalan tingkat bapa-bapa. Rasul Paulus memberi tegoran kepada orang-orang Ibrani karena mereka tidak mengalami pertumbuhan pengenalan akan Tuhan, sekalipun telah lama mengikut Tuhan.

Ibrani 5:12

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

Contoh : Orang banyak dan Murid-murid – Yohanes  6:66 – 68

Orang banyak : Mendengar perkataan Yesus -> MENGUNDURKAN DIRI

Murid-murid : Mendengar perkataan Yesus -> TINGGAL TETAP

Mengapa responnya berbeda? Jawabnya adalah “PENGENALAN”. Murid-murid memiliki pengenalan yang benar tentang Yesus. Oleh karena itu, mereka menerima firmanNya sekalipun keras.

  1. Persekutuan menghasilkan BUAH

Yohanes 15 : 5

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Sebagaimana ranting tidak dapat berbuah tanpa menempel pada pokoknya, pemuridan juga tidak akan berhasil jika tidak menempel pada gurunya. Persekutuan dengan sang Guru adalah penentu keberhasilan. Sekali lagi pendidikan rabinik dilakukan melalui hubungan/persekutuan antara murid dan sang guru. Seorang murid harus tinggal bersama di rumah sang guru hingga menamatkan pendidikannya.

Semua pencapaian, prestasi, pelayanan, berkat, kesuksesan tanpa PERSEKUTUAN dengan sang Guru adalah KEGAGALAN. Semua harus diawali dari Tuhan. Seorang murid datang dalam keadaan kosong, bodoh dan tanpa pengetahuan. Sang gurulah yang mengisinya dengan ilmu pengetahuan hingga penuh.

1Yohanes 4:10

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Kita harus menerima dari Tuhan lebih dahulu, baru setelah itu dapat melepaskan kasih kepada orang lain. Tanpa menerima dari Tuhan kita gagal melepaskan apapun kepada orang lain. Contoh: Wanita Samaria dan Zakheus. Kedua orang ini dapat membagikan kasih kepada sesamanya setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Dalam perjumpaan inilah mereka menerima kasih Allah, sehingga mampu membagikan kasih kepada orang lain. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menerima kasih dari Tuhan?

Perbandingan antara Maria dan Marta, Lukas 10 : 38 – 42

Gambar

maria-marta

Perhatikan tabel di atas. Tidak ada yang salah dengan Maria maupun Marta, tetapi cara yang dipilih Maria adalah cara yang terbaik. Maria memilih untuk menerima terlebih dahulu dari Tuhan sebelum berdiri dan melayani. Ia mendengarkan suaraNya, menanti arahanNya barulah melayaniNya. Sebaliknya Marta melayani dengan kekuatannya sendiri, ia tidak menerima apapun dari Tuhan akibatnya ia kelelahan, marah dan menyusahkan diri sendiri.

Sebagai murid Tuhan, sudah sepatutnya kita mendengarkan lebih dahulu dari Guru kita barulah melayaninya. Bangunlah persekutuan dengan pribadi dengan DIA barulah melayani. Tuhan memberkati.! KJP!

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KASIH DAN HUKUM TAURAT – oleh Sdr. Jeff Minandar (Ibadah Raya 1 dan 3 – Minggu, 12 Februari 2017)

Minggu yang lalu kita sudah belajar dari Bapak Gembala mengenai “Kasih Karunia dan Kebenaran”. Ketika beliau mengangkat kisah mengenai perempuan yang kedapatan berzinah, saya langsung terdorong untuk menyiapkan sebuah khotbah dengan tema “Kasih dan Hukum Taurat”. So, let’s prepare our bible and put the Word of God as our focus.

Mengapa Kasih dan Hukum Taurat? Jika Anda datang pada Ibadah Raya 5 Februari 2017, Bapak Gembala menjelaskan bahwa Yesus membawa Kasih Karunia sedangkan Musa membawa Hukum Taurat. Kasih karunia mengampuni sedangkan Hukum Taurat menghukum. Pada kesempatan hari ini saya ingin sekali lagi kita melihat mengenai Kasih dan Hukum Taurat. Semoga kembali dari tempat ini, Anda bisa mengerti mengenai apa yang menjadi iman kita dan jika memang memungkinkan semoga menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai kehidupan pengiringan kita kepada Kristus.

Pertama-tama tentang Kasih. Kasih adalah tema besar dari Alkitab, bahkan saya rasa tidak salah jika saya katakan, kasih juga adalah tema besar kekristenan. Dari Alkitab kita mengerti beberapa hal berikut:

  • Kasih dalam Penciptaan

Kita bisa lihat dalam penciptaan, Allah membuat segala sesuatunya dari ketiadaan. Semuanya dirancangkan untuk menjadi sistem pendukung bagi keberadaan manusia, Kejadian 1:1-31. Demikian pula kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Jelas sekali Allah mengasihi manusia ciptaanNYA.

  • Kasih dalam Penyelamatan Nuh

Banyak orang melihat kisah air bah sebagai gambaran Allah yang murka, dengan “merendam” bumi selama 150 hari (dihitung sejak awal 40 hari 40 malam air meningkat dan menenggelamkan bumi), Kejadian 7:24. Namun sebenarnya ini adalah bentuk Kasih Allah dengan menyelamatkan Nuh dan keluarganya. Kejadian 7:1 “…sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.”

  • Kasih dalam Pilihan Allah atas Abram

Kejadian 12:1-3 memperlihatkan bagaimana kasih Allah yang diperlihatkan kepada Abram (namanya dirubah menjadi Abraham di Kejadian 17). Bahkan Anda dapat melihat betapa Allah memiliki rencana yang luar biasa pada orang yang dikasihinya. Menjadikan ia berkat bagi semua kaum di bumi. Banyak teknologi maju yang sekarang kita kenal adalah hasil kerja keturunan Abraham.

  • Kasih dalam Pembebasan Israel

Allah sudah memberitahukan hal ini kepada Abram di Kejadian 15:13-14. Menarik sekali bahwa Allah kita memegang masa depan kita. KasihNYA nampak dalam respon Illahi terhadap rintihan Israel di Keluaran 2:23-24. Allah tahu masa depan kita tetapi kita tetap perlu berdoa. Allah mengutus Musa, Keluaran 3:8-10.

  • Kasih dalam Proses Kembalinya Yehuda dari Pembuangan

Ezra 1:1-3 menunjukkan Kasih Allah atas bangsa yang tegar tengkuk dan suka berkhianat ini. Allah melakukan rencananya dengan menggerakkan hati Raja Persia yang mengijinkan sisa-sisa penduduk Yehuda kembali ke Yerusalem. Karena itu kita bersyafaat bagi kota kita, bagi bangsa kita karena Allah bisa menggenapkan rencanaNYA lewat tangan siapapun.

  • Kasih pada Kedatangan Yesus yang pertama

Saya rasa saya tidak perlu mengulangi khotbah Natal atau mengkhotbahkan arti Paskah pada hari ini. Saya rasa Kasih Allah sungguh nyata dengan berinisiatif untuk mencari yang terhilang, kita semua, dan menjadikan kita “anak” Abraham yang mewarisi berkat Abraham, Lukas 19:10.

  • Kasih pada Kedatangan Yesus yang kedua

Ini jelas bentuk kasih, mengapa? Karena ketika Anda mengasihi, Anda memberi, Anda ingin bersama-sama tinggal dengan orang yang dikasihi. Itulah mengapa dalam pernikahan seorang laki-laki akan meninggalkan ayah-ibunya dan bersatu dengan istrinya. Yesus memberi nyawaNYA, IA mencukupkan kebutuhan kita, dan IA menjanjikan saat dimana kita akan bersama dengan DIA selama-lamanya, Yohanes 14:3.

Hukum Taurat pada sisi lain, adalah tema besar dari Tanakh (Alkitab berbahasa Ibrani) yang terdiri dari Tiga bagian besar Tav (Torah – pengajaran), Nun (Nevi’im – nabi-nabi), Khaf (Ketuvim – tulisan-tulisan). Bisa dikatakan ini adalah tema besar dalam Yudaisme. Kita melihat beberapa fakta menarik ini dalam Alkitab:

Hukum Taurat yang berpusat pada Sepuluh Perintah diberikan di Gunung Sinai.

Dalam Keluaran 19, kita bisa melihat Perintah Allah ini diberikan (Keluaran 31:18) dan belum lama perintah Allah ini diberikan Israel sudah melanggarnya. Keluaran 32. Standar Tuhan tidak bisa dicapai dengan perbuatan diri sendiri.

Hukum Taurat menjadi peringatan

Taurat menjadi sesuatu yang dinyatakan kepada Israel saat itu. Itu hanya sebagian dari pernyataan Allah, Ulangan 29:29. Hal ini harus diberikan turun temurun, Ulangan 32:46. Orang Israel menganggap Taurat ini adalah milik bagian mereka dari Tuhan, dan ini diperkenalkan melalui Musa, Ulangan 33:4.

Hukum Taurat krusial dalam setiap transisi kepemimpinan

Ini jelas saat Yosua melanjutkan memimpin Israel di Yosua 1:8, kemudian saat Salomo melanjutkan Kerajaan Israel di 1Tawarikh 28:8. Semua kemalangan Israel selalu berkait dari kelalaian mereka melakukan Hukum Taurat. Contohnya di masa Raja Yosia, ia menyadari bahwa pendahulu-pendahulunya telah meninggalkan Taurat Tuhan, 2Raja-raja 23:24-25. Demikian pula kembali pada Taurat ini menjadi pesan yang digaungkan oleh para Nabi.

Kemudian bagaimana Kasih dan Hukum Taurat ini terhubung? Apakah hanya sekedar yang satu “baru” dan yang satunya “lama”? Banyak orang menyederhanakan dengan berkata: Hukum Taurat itu “lama” sementara Kasih itu “baru”? Apakah benar sesederhana itu, mari kita lihat dan belajar dari Alkitab.

Kasih seperti yang tadi sudah saya sampaikan di atas sudah menjadi tema besar sejak Perjanjian Lama. Bahkan kasih menjadi bahan dasar dari Sepuluh Perintah Allah, Keluaran 20:1-17.

Yesus dan seluruh perkataan-perkataanNYA yang tercatat di Perjanjian Baru tidak pernah bermaksud mengganti apa yang ada di Perjanjian Lama, melainkan menggenapkannya, Matius 5:17.

Paulus menjelaskan posisi Taurat kaitannya dengan posisi kita sekarang sebagai pengikut Kristus (yang disebut “anak-anak Allah”),Galatia 2:16-21.

Kasih adalah tingkatan tertinggi dalam kekristenan. Kita ingat melalui pengajaran Bapak Gembala di Galatia 5:22-23, demikian juga 2 Petrus 1:5-7. Hukum Taurat mengenalkan kita akan ketidakberdayaan kita, namun kasih adalah energi yang mengangkat, memulihkan dan menghidupkan kita.

Mari kita lihat bagaimana Hukum Taurat digenapi dengan Kasih Allah dalam Pribadi Yesus. Berikut 3 contoh yang saya rasa mewakili penggenapan Hukum Taurat dengan Kasih:

1) Hukum Taurat membunuh, Kasih menghidupkan, dalam kisah perempuan yang kedapatan berzinah, Yohanes 8:1-11.

2) Hukum Taurat memberi (karena peraturan), Kasih memberi dengan berlimpah, dalam kisah pertobatan Zakheus, Lukas 19:1-10.

3) Hukum Taurat fokus pada apa yang saya lakukan, Kasih fokus pada apa yang Yesus lakukan, dalam kisah Maria dan Marta, Lukas 10:38-42.

Lalu mengapa Allah memberikan Hukum Taurat? Seperti yang sudah saya jelaskan, keseluruhan kehidupan Kristen kita ini adalah proses. Berbahagialah kita yang hidup di jaman ini, seperti apa yang sudah dinubuatkan pemazmur di Mazmur 32:1-2. Hukum Taurat itu sempurna, namun itu ada untuk kemudian membawa kita pada iman kepada Yesus, Galatia 3:21-22. Kita tidak sempurna, kita butuh Yesus yang sempurna, bukan sebaliknya.

Apakah ini berarti Allah tidak adil? Sama sekali tidak, tetapi inilah Kasih, inilah karunia Allah bagi kita yang seharusnya tidak berlayak mendapatkannya. Kisah perumpamaan Yesus di Matius 20:1-16 menggambarkan mengenai yang terdahulu menjadi yang terakhir dan sebaliknya. Tetapi dari kisah yang sama kita belajar Kasih Allah yang BEGITU BESAR itu, melebihi akal pemikiran kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

KASIH KARUNIA DAN KEBENARAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 5 Feb 2017)

Yohanes 1:14-17

PENDAHULUAN

Menurut Yohanes 1:12, saat kita percaya Yesus, ada  kuasa yang diberikan yaitu menjadi anak-anak Allah. Jadi, Yohanes 1:13 bukan membicarakan tentang kelahiran secara jasmani, tapi Bapa memberi kuasa (exousia) “hak/wewenang” untuk menjadi anak-anak Allah (anak yang diadopsi). Kuasa, wewenang dan hak yang diberikan Bapa memberikan tanggung jawab kepada mereka yang menerimannya. Bila tidak melakukan tanggung jawab, seseorang dapat kehilangan hak sebagai anak-anak Allah sehingga dalam Matius 7:21-23 menuliskan bahwa Bapa akan berterus terang dan berkata “Enyahlah dari pada-Ku, kamu pembuat kejahatan Aku tidak mengenal kamu.”

INKARNASI YESUS

Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Pada ayat ini, Yohanes menjelaskan bahwa Yesus ialah Firman (Kalam Allah) yaitu pribadi Allah yang menjelma menjadi manusia. Dengan lain kata, asal Yesus bukan dari manusia, tetapi Allah yang menjelma menjadi manusia. Maria hanya sarana untuk kelahiran Yesus. Sebagai bukti, Yohanes 1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia  yang telah mendahului aku, sebab: Dia telah ada sebelum aku”. Firman yang menjadi manusia sudah ada sebelum Yohanes pembaptis ada.

KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS DAN KELAHIRAN YESUS

Lukas 1:24, Elisabet, isteri Zakaria, ibu Yohanes Pembaptis, sedang mengandung. Selama 5 bulan ia tidak keluar rumah. Lukas 1:26, Bulan ke-6 usia kehamilan Elisabet, malaikat Gabriel datang kepada Maria memberitahu kepada Maria bahwa ia akan mengandung bayi Yesus. Lukas 1:38, ketika Maria bersedia dipakai sebagai jalan untuk melahirkan Yesus, saat itulah Maria dibuahi Roh Kudus untuk melahirkan Yesus. Jadi jarak usia Yohanes Pembaptis 6 bulan lebih tua dari pada Yesus! Tetapi, Yohanes Pembaptis berkata: “Sebab Dia (Yesus) telah ada sebelum aku”.

Dengan lain kata, Yohanes Pembaptis melihat Yesus bukan dari sisi lahiriah yang baru dilahirkan 30 tahun lalu. Yohanes Pembaptis memandang bahwa Yesus sudah ada sejak kekal. Kesaksian Yohanes meneguhkan bahwa Yesus adalah kalam Allah yang menjadi manusia.

PENUH KASIH KARUNIA DAN KEBENARAN

Yohanes 1:14 menjelaskan bahwa Yesus adalah pribadi Allah yang penuh dengan “KASIH KARUNIA dan KEBENARAN.” Kata “penuh” artinya terisi secara keseluruhan atau tak ada ruang kosong sama sekali.

PENUH KASIH KARUNIA

Yohanes 1:14, Yesus adalah pribadi Allah yang penuh anugerah; penuh kemurahan dan penuh pengampunan. Dengan lain kata Yesus datang bukan untuk menghukum orang berdosa. Tetapi Yesus datang untuk memberikan Anugerah; Kemurahan; Kebaikan dan Pengampunan-Nya bagi umat manusia yang berdosa. Sebab itu dalam Yohanes 1:17, Rasul Yohanes membandingkan kedatangan Musa dengan kedatangan Yesus.

Yohanes 1:17 “Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” Taurat adalah hukum, Peraturan atau Undang-undang. Barang siapa bisa melakukannya, ia tidak dihukum. Tetapi barang siapa melanggar, ia akan dihukum.

Contoh:

  • Berdusta -> dihukum
  • Mencuri -> dihukum
  • Berzinah -> dihukum

Sebab itu Galatia 2:6Tak ada seorang pun yang dibenarkan oleh hukum Taurat. Sebab tidak ada seorang pun yang bisa menjalankan hukum Taurat.

Kesimpulan

Sebesar apapun dosa – kejahatan kita di masa lalu, oleh kasih dan  kemurahan serta korban Yesus di kayu salib, kita diampuni! Orang Kristen Bebas Berbuat Dosa…? Ada ajaran orang Kristen bebas berbuat dosa, sebab Yesus adalah Allah memberi kasih karunia. Tentu saja tidak!

PENUH KEBENARAN

Yesus tidak hanya penuh kasih karunia, yaitu belas kasihan untuk mengampuni. Tetapi Yesus juga penuh kebenaran. Artinya, Yesus adalah pribadi yang KUDUS dan BENAR. Tidak ada celah atau ruang di dalam diri Yesus di mana dosa dan ketidakbenaran bisa masuk ke dalam diri Yesus. Pengikut Yesus Kudus dan Benar. Setiap orang yang sudah diampuni dan dibenarkan oleh Yesus, harus hidup kudus dan memelihara diri dari segala dosa dan kejahatan. Contoh: Yohanes 8:1-11, Perempuan Yang Berzinah.

PENUTUP

Efesus 4:14, 15 makna ayat ini adalah – perhatikan gambar

dosa-gelas

Hidup manusia seperti wadah yang penuh dengan dosa namun saat terima Yesus dosa kita diampuni. Tetapi masih ada ruang yang kosong. Perhatikan gambar berikutnya.

kepenuhan-yesus

Gambar kiri, kita percaya kepada Yesus. Masih ada ruang kosong yang harus diisi oleh Yesus hingga penuh seperti Yesus, lewat hidup yang bertumbuh dalam Yesus. Jangan berikan ruang kepada yang lain. Inilah gereja yang sempurna yaitu penuh tanpa ada cela. Mungkin ini mustahil, tetapi apa yang dikatakan firman Tuhan tidak akan gagal. Tuhan Yesus memberkati.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

THE LOST COIN by Ps. Kindah Greening From: Gold Coast Australia (Ibadah Raya – Minggu, 29 Januari 2017 )

Pemulihan selalu ada di benak Allah dan pemulihan dikerjakan oleh Allah. Dalam Lukas 4 menjelaskan tentang Yesus yang dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Disana Yesus dicobai oleh iblis dalam 3 area hidup manusia. Salah satunya, adalah keinginan untuk menguasai. Oleh sebab itu, Iblis membawa Yesus ke atas gunung kemudian menunjukan kerajaan dunia – Lukas 4:6. Iblis mengklaim bahwa kerajaan dunia ada dalam kuasanya. Ucapan iblis kepada Yesus tersirat suatu maksud, bahwa dahulu manusia kuasai bumi tetapi sekarang saya (blis) yang menguasainya. Sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa, bumi berada dalam kuasa manusia, tetapi setelah manusia jatuh dalam dosa ada perpindahan dari Manusia kepada Iblis. Tetapi Yesus memulihkan semuanya itu di atas kayu salib.

Tanpa kita sadari, menjelang kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali, gereja sedikit-demi sedikit kehilangan apa yang utama dalam kekristenan karena dicuri oleh iblis dan untuk itu gereja butuh pemulihan.

Dalam alkitab tercatat perumpamaan tentang seorang wanita yang kehilangan salah satu dirhamnya. Perumpamaan ini menjadi gambaran tentang gereja yang kehilangan apa yang utama dalam kekristenan. Bagaimana cara memulihkannya?

DIRHAM YANG HILANG (Lukas 15)

Lukas 15, mencatat 3 perumpamaan yaitu, tentang anak yang hilang, domba yang hilang dan dirham yang hilang. Semua perumpamaan itu merupakan gambaran bahwa Tuhan rindu menyelamatkan yang terhilang. Ketiga perumpamaan tersebut, juga gambaran gereja Tuhan yang kehilangan aspek utama dalam kekristenan. Inilah tantangan yang dihadapi gereja, yaitu mencari apa yang hilang dalam gereja. Apakah penyembahan, kasih, sukacita ataukah urapan.

Pemulihan

Pemulihan artinya membawa kembali ke bentuk awal untuk memperbaiki. Jadi, pemulihan adalah mengembaikan apa yang hilang sehingga dapat digunakan kembali dengan sempurna. Bahasa Latin kata hilang diterjemahkan dengan arti – kembali; berdiri lagi RESTOW (stow – berdiri lagi).

Dirham (koin) merupakan tanda pertunangan seseorang pria terhadap wanita pada zaman alkitab. Jika salah satu dirham wanitanya hilang, maka pernikahan dianggap batal karena si wanita tidak setia menjaga dirhamnya. Itu sebabnya wanita yang kehilangan satu dirham, berusaha menemukan kembali apa yang hilang. Seharusnya gereja Tuhan juga demikian, yaitu mencari apa yang hilang dari gereja dengan kuat kuasa Roh Kudus.

7 hal untuk pemulihan:

  1. Menyadari kehilangan (sadar diri)

Terkadang saat kita kehilangan sesuatu dan tidak sadar akan hal itu dalam jangka waktu yang cukup lama sampai menyadari ada yang hilang. Gereja bisa kehilangan yang terbaik dalam pelayanan tanpa disadari oleh gembala atau jemaat. Contohnya, gereja barat yang kehilangan penyembahan kepada Tuhan serta hubungan kekeluargaan seperti di Asia. Sehingga dalam gereja tidak ada pertumbuhan yang signifikan sebab gereja kehilangan dan tidak ada yang menyadarinya sebab semua sibuk dengan kepentingan masing-masing. Jemaat GPdI Mahanaim, jangan sampai kehilangan hal-hal penting dalam persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.

2 Korintus 13:5 – sebab itu ujilah diri sendiri apakah kita masih dalam Kristus. Karena orang percaya yang tidak sadar bahwa ada yang hilang dalam kerohaniannya dipandang miskin oleh Allah seperti jemaat Laodekia (Wahyu 3:17). Iblis tidak mencuri sekaligus, Amsal 24:30-34, tetapi dari hal-hal kecil. Dari pagar, rumah sampai semuanya hilang karena malas mencari apa yang hilang. Lebih mudah kita kehilangan ketimbang menjaganya. Jagalah apa yang ada, yaitu apimu dan penyembahanmu – 2 Petrus 2:8-9.

  1. Menyalakan pelita (mencari dengan Roh Kudus)

Wanita ini membutuhkan terang untuk mencari dirhamnya yang hilang. Demikian pula gereja harus mencari apa yang hilang dengan kuasa Roh Kudus. Sebab Yesus menebus kita dan menyalakan terang kemuliaan Allah sehingga kita kudus.

Yohanes 1:5 – Terang melenyapkan kegelapan. Jangan terkejut jika Tuhan bukakan hal tersembunyi dalam hidup kita karena saat itulah Allah memulihkan kita. Seperti Yesus memberikan Bait Suci – Matius 21:12.

Tuhan akan bersihkan gereja dan serta memberikan terang sehingga dosa tersembunyi dibukakan. 1 Petrus 4:17, penghakiman dimulai dari gereja Tuhan.

  1. Mencari dengan tekun ( kegigihan)

Wanita ini tidak terus berada dalam kesedihan melainkan ia mencarinya. Ada banyak metode untuk mencari apa yang hilang. Ibrani 11:6 mencari dengan iman yaitu, iman dalam Yesus. Orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan mendapat upah. Jangan kehilangan gairah dan kasih dalam mencari apa yang hilang, minta Tuhan penuhi dengan Roh Kudus-Nya.

  1. Menyapu rumah (dimulai dari rumahnya)

Artinya memulai dari rumahnya yaitu keluarga kita yang pertama dipulihkan sehingga Allah hadir. Dengan membangun penyembahan/mezbah doa keluarga.

  1. Bersukacitalah ( kesukaan dalam rumah Bapa)

Ketika wanita tersebut menemukan Dirhamnya, ia bersukacita dan ia mengajak teman-temannya. Saat gereja menemukan apa yang hilang, bersukacitalah sebab gereja Tuhan penuh dengan sukacita dan kegirangan besar. Serta membagikan sukacita itu kepada seluruh dunia dengan berbagai cara. Contohnya dengan mengirim pesan kepada orang yang belum mengenal Tuhan. Indonesia menempati posisi pertama dalam mengirim pesan di seluruh dunia. Manfaatkan teknologi untuk bagikan sukacita. Sukacita didapat dalam penyembahan. Beberapa gereja kehilangan sukacita penyembahan dan mengabaikan penyembahan sebagai sukacita akan keselamatan Allah.

  1. Memanggil sahabat-sahabatnya (keuntungan dari hubungan sosial)

Perbesar lingkaran teman dengan membangun persahabatan sama seperti saudara – Amsal 17:17. Tuhan tidak ingin jemaat Tuhan menyendiri, tetapi buatlah hubungan. Menjadi satu keluarga Allah.

  1. Mengumumkan berkat (iman yang menular)

Seharusnya kita punya semangat yang menular dengan iman yang menular. Seperti wanita samaria, yang berjumpa dengan Yesus. Ia bagikan sukacitanya kepada semua orang yang ia jumpai sehingga banyak orang yang percaya kepada Yesus.

Temukan apa yang hilang dalam hidup kekristenan kita dengan menyadari diri (koreksi), dengan kuasa Roh Kudus dan firman untuk menerangi, dengan semangat, tekun serta iman kepada Yesus. Bersukacitalah dalam Tuhan sehingga orang lain dapat melihatnya dan menjadi percaaya. Tuhan Yesus memberkati.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perjalanan Gereja Tuhan 2017 – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 15 Januari 2017 )

Apa yang akan terjadi di akhir zaman? Semua tertulis dalam alkitab. Apa yang terjadi dengan gereja Tuhan? Alkitab mengatakan bahwa akan ada pemisahan antara gereja sempurna dengan yang tidak sempurna. Dan sekarang gereja sedang dalam perjalanan menuju pemisahan itu. Untuk itu, kita hendaknya tetap bersiap dan berjaga-jaga. Bekerjalah dengan sebaik-baiknya seolah-olah kedatangan Tuhan masih lama. Berjaga-jagalah seolah-olah kedatangan Tuhan Yesus sudah diambang pintu. Semakin tahun bertambah, semakin dekat hari kedatangan Tuhan.

SUDAH SEMAKIN DEKAT

2 Petrus 3:3-9 – Banyak Pengejek-pengejek, Orang Ateis, kepercayaan lain.

Tuhan tidak lalai menepati janjiNya. Semua yang Tuhan firmankan pasti akan digenapi. Lalu mengapa hari itu belum datang juga? Sebab Tuhan mengasihi manusia. Ia sabar terhadap kita. Ia tidak ingin satu pun manusia yang binasa, Ia menantikan agar umat manusia berpaling kepadaNya dan bertobat. Waktu yang Tuhan berikan kepada manusia, merupakan kesempatan untuk kita bertobat dan hidup dalam rencanaNya. Tetap pegang teguh iman kita dalam menghadapi pengejek-pengejek.

Hati-hati!

Pengejek juga berasal dari dalam gereja.

Yudas 1:18-19 ~ ada roh pemecah belah dalam diri oranag yang hidup tanpa pimpinan Roh Kudus

1 Yohanes 2:18-19 ~ Roh antikris yang berasal dari gereja

APA YANG AKAN TERJADI DI DUNIA di TAHUN 2017?

  1. Krisis Global

Meliputi Krisis ekonomi, keamanan, keuangan, pangan, sosial, moral dst.

10 Peristiwa penting di tahun ini:

1).Perang di Suriah dan Irak

2).Pelantikan Donald Trump, tanggal 20 Januari, mengubah tatanan politik dunia…

3). Pilkada DKI

4). Brexit Inggris akan keluar dari Eropa

5). Pemilu  negara besar di Eropa

6). Referendum di Turki

7).Pemilu kepresidenan di Iran

8). KTT G20 di Hamburg

9).Pemilu di Jerman

10). Kongres partai Komunis Cina

  1. Dunia memasuki meterai yang ke 6 yaitu bencana global, Wahyu 6:12-17

Bumi mengalami bencana secara menyeluruh, seperti pemanasan global, dll. Dunia boleh alami itu semua, tapi ada janji Tuhan yaitu penggenapan dan pemeliharaan dari Mazmur 91.

APA YANG AKAN DIALAMI OLEH GEREJA?

  1. Kebangunan rohani dan tuaian besar
  2. Peperangan rohani dan kegoncangan besar
  3. Penampian dan pemisahan gereja sempurna dan tidak sempurna

KEBANGUNAN ROHANI DAN TUAIAN BESAR

Yes 2:1-4, mencari pengajaran yg mengubahkan kehidupan

Yes 60. Kemuliaan Tuhan bersinar terang, menarik orang-orang datang kepada Tuhan

Zak 14:17,18 – ada berkat ketika datang kepada Tuhan

Yohanes 4:34-35 ladang/jiwa-jiwa sudah menguning siap untuk dituai

Mat 9:37,38- tuaian banyak tapi pekerja sedikit. Minta para penuaian kepada Tuhan

Wahyu 14:14-16 – penuaian jiwa

BAGAIMANA PERSIAPAN GEREJA ?

  1. Yesaya 57:15 Hidup dalam pertobatan
  2. Wahyu 2:4,5 kembali kepada kasihmu yang semula
  3. Matius 24:14 bersaksi sampai ke seluruh bumi
Posted in Uncategorized | Leave a comment

TANGGUNG JAWAB sebagai ANAK-ANAK ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 22 Januari 2017 )

Yohanes 1:12,13

Tetapi semua orang yang menerimaNya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anakanak Allah, yakni mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

PENDAHULUAN

Tujuan kedatangan Yesus adalah untuk menolong manusia keluar dari kegelapan dosa. Apabila manusia tidak diselamatkan dari kegelapan, manusia akan masuk kegelapan kekal (Neraka).

MENOLAK – MENERIMA TERANG

Yohanes 1:10,11 – manusia dan milik kepunyaan-Nya, justru menolak Terang dan bila seseorang menolak Yesus sampai akhir hidupnya, ia akan binasa di dalam Neraka. Tetapi sebaliknya, mereka yang menerima Terang (Yesus), mendapat hak menjadi “anak-anak Allah”. Itu sebabnya sangat lazim kita menyebutkan bahwa sesama orang percaya kita disebut sebagai anak-anak Allah. Tetapi gelar anak Allah menjadi bahan olokan.

Perhatikan Yohanes 1:13, ada proses menjadi anak Allah. Proses menjadi anak-anak Allah tidak seperti proses anak jasmani. Artinya menjadi anak-anak Allah bukan karena garis keturunan. Prosesnya pun tidak sama seperti proses kelahiran jasmani, yang karena keperkasaan seorang laki-laki, tetapi karena karya Allah di dalam kita. Saat kita mendengar firman Allah, bahwa satu-satunya jalan yang bisa mengampuni dosa kita ialah korban Yesus di salib. Dan kita percaya serta menerima Yesus di dalam hati kita. Dan iman kepada Yesus menjadikan kita bertobat, tinggalkan dosa.

Pada saat itulah seseorang mengalami:

  • Kelahiran Baru, 2 Korintus 5:17
  • Kita disebut anak Allah

Sudah dinubuatkan bahwa semua manusia berdosa dan dilahirkan bukan dari keturunan bangsa Israel (non Israel). Tetapi oleh iman kepada Yesus, kita disebut anak-anak Allah. Status sebagai anak-anak Allah sudah dinubuatkan nabi Hosea, yang hidup 2.700 tahun SM – Hosea 1:9,10.

Kata “di mana” dalam nubuatan Hosea mengarah kepada seluruh manusia yang percaya kepada Yesus, yaitu yang hidup di Indonesia, Amerika, Australia, Pakistan, Afrika, RRC, India, Arab, dsb. Negara-negara non Israel, kepada mereka dikatakan, “kamu ini bukan Israel”, tetapi karena kita percaya kepada Yesus. Saat itulah kita menjadi anak-anak Allah yang hidup. Jadi walaupun orang berkata kita adalah kafir…kafir… kafir!. Tetapi, Yesus menyebut “Kamu adalah anak-anak Allah yang hidup!”

Disatu sisi kita bangga, sebab dahulu kita berdosa. Tetapi karena kita percaya Yesus dan telah lahir baru, sekarang kita disebut: Anak-anak Allah yang hidup. Tetapi di sisi lain kita memiliki tanggung jawab.

TANGGUNG JAWAB SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH

1 Petrus 1:13 “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

 

Empat hal yang harus dilakukan oleh anak-anak Allah, antara lain:

  1. Jadilah Anak-anak Yang Taat

Efesus 5:1 “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih”.

Kalau orang percaya tidak menuruti Allah, maka ia bukan anak-anak Allah tetapi anak-anak Iblis, Yohanes 8:44; I Yohanes 3:10. Ketaatan tidak dilihat dari ucapan kita, tapi dari perbuatan kita. Matius 21:28-31; Lukas 6:46.

  1. Tidak Menuruti Hawa Nafsu

Ada 3 juta orang Israel yang keluar dari Mesir. Mereka keluar oleh korban Paskah, Keluaran 12. I Korintus 10:5-10 bagian besar dari mereka tewas di padang gurun, sebab mereka tidak punya penguasan diri dari hawa nafsu. Sebab itu sangat perlu :

  • Kuasa Roh Kudus, Zakharia 4:6.
  • Firman Allah, Ibrani 3:15

  1. Hidup Kudus

2 Korintus 6:17,18 – Kata “Kudus” Yunani: HAGIAZO, mengandung arti: dipisahkan dari yang najis/jahat. Sebagai anak-anak Allah, dituntut untuk hidup berbeda dengan dunia. Kalau dunia melakukan kejahatan, keonaran, kecemaran, kenajisan, dosa dan sebagainya, maka perbuatan anak-anak Allah harus berbeda dari anak-anak dunia.

  1. Menjadi terang bagi Dunia

Tujuan Allah mengangkat kita menjadi anak-anak Allah untuk menjadi daya tarik bagi mereka yang masih hidup dalam kegelapan.

Tetapi apabila anak-anak Allah (pengikut Yesus), lalai akan tanggung jawabnya sebagai anak-anak Allah, maka Yesus akan cabut hak; kuasa; wewenang dan tanggung jawab itu darinya. Kata “Kuasa” yang dimaksud tercatat dalam Yohanes 1:12, ditulis EXOUSIA (Yunani) , artinya: diberi hak; wewenang; tanggung jawab sebagai anak Allah sehingga status kita bukan lagi sebagai anak-anak.

Contohnya, Lukas 16 tentang Anak bungsu menerima haknya (EXOUSIA) sebagai anak, tetapi ia menggunakannya dengan tidak bertanggung jawab, yaitu dengan :

  • Menghambur-hamburkan dengan berfoya-foya
  • Dia gunakan untuk bergaul dengan pelacur-pelacur
  • menggunakan haknya dengan tidak bertanggung jawab
  • semua itu membuat hidupnya berakhir di kandang babi, bahkan bisa mati.

BUTUH KESADARAN dan BERTOBAT

I Yohanes 3:10 “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment