KONSER HIMNE,GOSPEL & KLASIK ROHANI PADUAN SUARA DAN ORKESTRA “VOICE OF JOY”

Print

Advertisements
Image | Posted on by | Leave a comment

PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN seri 4 – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 13 Mei 2018)

I KORINTUS 15 : 58
“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”

Rasul Paulus sedang berbicara tentang bagaimana kita memiliki prinsip hidup yang berkemenangan dalam pengiringan kita kepada Tuhan. Semua hal yang harus dikerjakan untuk memperoleh kemenangan, Alkitab sudah memberitahukan semua, tinggal bagaimana kita bersikap dan bertindak dengan benar.

Dijelaskan dalam  I Korintus 15:58 – bahwa ada tujuh prinsip hidup berkemengan. Perhatikan kalimat yang digarisbawahi. “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”

Yang pertama adalah “Kasih” dua kali sudah dibahas tentang Kasih. Yang ke-2 “berdirilah teguh”, inipun sudah dibahas.  Jadi sudah ada tiga bahasan, dan sekarang bahasan yang ke-4.

JANGAN GOYAH
Inilah pokok bahasan ke-4 yang akan kita pelajari bersama.  Untuk kita kuat dan tidak goyah, diperlukan stamina rohani yang kuat, karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Selain dari stamina rohani yang kuat, diperlukan juga “Komitmen” untuk tidak mudah digoyahkan oleh  keadaan,  pendapat orang tentang kita, dan ajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan. Keadaan atau situasi yang sulit dapat menggoyahkan iman kita, pendapat orang yang cenderung menghakimi kita juga dapat membuat iman seseorang menjadi goyah, dan yang saat ini sedang marak adalah ajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan ini paling sering membuat orang jadi ragu dan hilang kepercayaannya kepada Tuhan.

Secara umun ada tiga unsur kehidupan manusia yang menjadi sasaran Iblis untuk menggoyahkan iman orang percaya, tiga unsur tersebut meliputi:  Tubuh, Jiwa, dan Roh manusia.  Apa dan bagaimana cara Iblis menggoyahkan ke tiga unsur tersebut ?

I. SISI JASMANI
Kita dapat belajar dari apa yang pernah dihadapi Tuhan Yesus tentang hal ini. Peristiwanya ditulis dalam Matius 4:1- 11.  Pada ayat 1-2 – Oleh Roh Allah Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai Iblis, setelah berpuasa 40 hari dan 40 malam. Iblis datang dan mencobai Yesus melalui unsur kebutuhan jasmaniNya.

Matius 4:3 – “Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “ Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti“

Roti adalah makanan, yang merupakan kebutuhan jasmani/tubuh. Sepintas anjuran dan permintaan Iblis tidak ada salahnya dengan apa yang dimintakan Iblis untuk Yesus kerjakan, karena Iblis tahu benar bahwa Yesus memiliki kuasa untuk melakukannya. Tetapi anjuran Iblis itu memiliki tujuan untuk menggoyahkan komitmen Yesus agar keluar dari kehendak Bapa. Jika Yesus mengubahkan batu menjadi roti, maka Yesus sudah menyalahgunakan kuasa-Nya diluar tujuan dan kehendak Bapa di Sorga, dan jika itu dikerjakan maka Yesus menjadi sama dengan Hawa yang menuruti anjuran Iblis dari pada tetap berkomitmen pada perintah Allah. Pola yang sama Iblis akan terapkan juga kepada semua orang percaya, tidak sedikit yang goyah bahkan gugur imannya, karena godaan kebutuhan jasmani. Iblis akan pengaruhi pikiran kita untuk gunakan hak kita (pedang kekuasaan yang Tuhan berikan kepada kita yaitu hak kita untuk bertindak) untuk mendapatkan yang kita butuhkan meski itu bertentangan dengan kehendak Tuhan.

DARI BATU MENJADI ROTI
Roti tidak berasal dari batu, tetapi Iblis ingin batu itu menjadi roti. Apa maksudnya? Iblis mau kita berbuat ilegal, dengan cara yang tidak sesuai dengan firman Tuhan, untuk mendapatkan makanan jasmani. Sebagai pengikut Tuhan yang sejati, apapun yang terjadi mengenai kebutuhan jasmani kita, tetaplah kokoh dengan cara dan aturan Tuhan. Jangan sampai digoyahkan oleh godaan Iblis untuk mendapatkan dengan mudah, tetapi melanggar firman Tuhan. Bagaimana Tuhan mengatasiNya ?

Matius 4:4 – Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis; Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Tuhan menjawab dengan berpegang kepada firman Allah, sebagai sumber kehidupan yang sejati, karena semua alam ciptaan Tuhan yang sudah tertulis dalam kitab Kejadian, termasuk makanan, asalnya dari firman Tuhan, bukan dari bebatuan. Kalimat “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi “dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Ini juga berbicara tentang dua jenis makanan.
1). Makanan jasmani.
Makanan jasmani ( Roti, nasi, dll ) hanya dapat mempertahankan hidup manusia selama 70-80 th (Maz 90:10). Sesudah itu manusia mati.

2). Makanan Rohani.
Makanan ini adalah firman Tuhan, makanan inilah yang dapat menghidupi manusia sampai kekal.

Yohanes 6:27 – “Bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu, sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”   Dari jawaban Yesus ini dapat kita simpulkan, bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan kita yang menyangkut hal jasmani, tetaplah berpegang dan jangan keluar dari aturan firman Tuhan.  Jangan sampai iman kita digoyahkan dengan mengejar dan mengutamakan perkara jasmani yang sementara, sehingga kita justru kehilangan hal yang kekal.

Kita dapat melihat beberapa contoh dalam alkitab :

  • HAWA – Hawa jatuh dalam dosa karena makanan yaitu memakan pohon pengetahuan baik dan jahat yang dilarang Tuhan.
  • ESAU – Esau kehilangan hak kesulungannya yang istimewa sebagai waris kasih karunia Allah yang harusnya diturunkan kepadanya hilang berpindah tangan gara-gara nafsunya (rasa lapar) akan makanan kacang merah yang dimasak Yakub adiknya.
  • RAJA SAUL – Ia ditolak Tuhan dari kedudukannya sebagai Raja Israel karena melanggar firman Tuhan dengan menyisakan lembu domba yang gemuk-gemuk yang seharusnya dimusnahkan saat Ia beperang dengan Amalek.
  • YUDAS ISKARIOT – Karena tamak akan uang yang selalu berhubungan dengan kebutuhan jasmani, Yudas sampai menjual Tuhan dan gurunya sendiri.
  • ANANIAS dan SAFIRA, Roh Kudus tidak memberi kesempatan kepada mereka karena keduanya langsung tewas di hadapan jemaat, akibat berdusta tentang uang persembahan yang dibawa kepada Tuhan lewas Rasul Petrus. Karena kebutuhan jasmani, iblis membuat mereka kukuh dan berdusta kepada Tuhan.

II. SISI JIWANI
Matius 4:5,6 – “Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bumbungan Bait Allah, Lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan  malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Iblis menempatkan Yesus dibumbungan Bait Allah. Rupanya Iblis dapat mengkondisikan siapa saja untuk mengoyahkan iman orang percaya, demikian juga Yesus dikondisikan Iblis dengan ditempatkan dibumbungan Bait Allah. Apa tujuan Iblis, membawa Yesus naik kemudian disuruh menjatuhkan Diri-Nya ke bawah?  Iblis ingin menggoyahkan sisi jiwa Yesus agar meninggikan diri-Nya, bahwa Ia juga memiliki jaminan dan kuasa seperti yang tertulis dalam firman Tuhan yang dikutip oleh Iblis (Maz. 91 : 11,12).

Tidak sedikit orang percaya yang kehilangan loyalitasnya kepada Tuhan dan gerejanya dengan mencoba membuktikan dirinya bahwa ia mampu. Iblis menggunakan firman Tuhan, untuk mencoba menggoyahkan sisi jiwa Yesus untuk terjerat kepada roh kesombongan, dengan menolak otoritas Bapa-Nya di Sorga. Bagaimana Tuhan mengatasinya ?

Matius 4:7 – “Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.”
Ini menunjukkan bahwa keseluruhan Alkitab merupakan penuntun dan landasan bagi iman.  Jangan menggunakan dasar firman Tuhan untuk melakukan tindakan yang menyimpang dari tujuan yang sebenarnya. Tindakan pongah/sombong dengan melakukan diluar tujuan yang sebenarnya dari firman itu adalah tindakan mencobai Allah. Dan inilah roh Iblis yaitu kesombongan dan pemberontakan.

III. SISI ROHANI
Matius 4:8-9 – Iblis membawa Yesus ke atas gunung, memperlihatkan semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Kemudian ditawarkan kepada Yesus, dengan satu syarat yaitu menyembah Iblis. Sasaran Iblis menyerang sisi roh adalah menggoyahkan komitmen kita untuk menyembah Tuhan beralih kepada Iblis.

Tawaran yang disodorkan adalah kekayaan duniawi, kedudukan atau jabatan, serta kekuasaan. Tidak sedikit yang terjerat hal ini, bukan hanya goyah imannya tetapi meninggalkan Tuhan dan menjadi hamba Iblis. Bagaimana Tuhan mengatasinya?

Matius 4:10- “Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”  Menghadapi hal ini Tuhan tegas dengan mengusir Iblis dari hadapan-Nya. Kalau sudah berbicara tentang penyembahan kita harus tegas menolak untuk menyembah apapun, selain Tuhan Yesus karena hanya Dialah yang patut kita sembah. Mencuri kemuliaan dan hormat bagi Tuhan untuk dirinya sendiri adalah termasuk dosa stadium roh.  Kalimat “Menyembah dan Berbakti” adalah dua hal yang saling berkaitan. Karena hanya orang yang berbakti dengan sungguh-sungguhlah yang dapat menyembah Tuhan dengan tulus. Penyembah-penyembah Tuhan yang sejati, akan terlihat dalam ketaatannya untuk beribadah.

Apa kunci kemenangan kemanusiaan Yesus terhadap semua serangan Iblis yang mau menggoyahkan-Nya? Hidup-Nya senantiasa dipenuhi Roh Kudus.  Hal yang sama juga kita perlukan untuk kita juga menang tidak tergoyahkan menghadapi godaan dan serangan Iblis,  oleh kuasa Roh Kudus. Mintalah Roh Kudus untuk memenuhi kehidupan kita, karena Roh Kudus sudah dijanjikan untuk setiap orang percaya untuk menang dan tak tergoyahkan dalam iman.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PERANAN ROH KUDUS DALAM IBADAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 13 Mei 2018)

Roh Kudus adalah pribadi Allah yang dikenal sebagai oknum yang ketiga selain Bapa dan Anak, Matius 28:20.

1 Yohanes 5:7 (TB)  – Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

ROH KUDUS, PRIBADI YANG SERING KALI DIABAIKAN
Pikiran kita seringkali berkata bahwa Bapa dan Yesus ada di dalam surga bukan di sini sehingga kita tidak menyadari bahwa Tuhan tetap hadir bersama kita melalui Roh Kudus. Ia adalah pribadi. Ia memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Pengabaian kepada Pribadi Roh Kudus yang telah diutus, membuat-Nya banyak kali ‘berduka’.

APA PERAN ROH KUDUS DALAM IBADAH KITA? MENGAPA ROH KUDUS DIBERIKAN?
Yohanes 14:16 (TB) – Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.
Roh kudus diberikan supaya ibadah yang kita lakukan tidak sekedar berjalan secara ritual saja / liturgis.

2 Timotius 3:5 (TB) – Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Begitu berbahaya bagi orang yang beribadah namun memungkiri kekuatannya (Yun. Dunamis), mereka hanya melakukan ritual dan tidak mengalami kuasa ibadah yaitu perubahan hidup. Alkitab bahkan berkata untuk menjauhi mereka.

DI MANA LETAK KESALAHANNYA?
Roh Kudus selalu berurusan dengan roh kita bukan jiwa apalagi tubuh hanya jika bermanifestasi, barulah kita dapat melihat pengaruh dari Roh Kudus itu.

Roma 8:16 – Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.

  • Tubuh adalah pusat kesadaran kita akan lingkungan/ dunia /materi. Tubuh kita dipengaruhi dan dikuasai oleh panca indra.
  • Jiwa adalah pusat kesadaran kita akan diri kita. Jiwa kita dipengaruhi dan dikuasai oleh pikiran perasaan dan kehendak.Itu sebabnya, melalui pendengaran, kita harus sering mendengarkan Firman.
    Firman itu diterima oleh akal budi, direnungkan menjadi ‘Rhema’ dan tertanam dalam hati. Sehingga pada akhirnya roh manusia kita dapat memanfaatkan Firman dalam hati untuk mempengaruhi pikiran, perasaan dan kehendak kita.
  • Roh adalah pusat Kesadaran kita akan Tuhan. Roh manusia kita dipengaruhi dan dikuasai oleh hati nurani.
    Yehezkiel 36:26-27 (TB) – Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
    Hati yang diperbaharui oleh firman dan Roh Kudus akan mempengaruhi roh manusia kita.

Jadi, disinilah letak persoalannya mengapa banyak orang hanya menjalankan ibadah lahirlah namun tidak mengalami kuasa ibadah. Dikarenakan waktu ibadah yang banyak berfungsi adalah tubuh dan jiwa kita. Seharusnya ibadah menolong membangkitkan kesadaran kita akan Tuhan. Sayangnya hal ini sangat minim kita alami. Jika kita tidak mengalami Tuhan waktu ibadah apalagi dalam hidup keseharian kita. Kesadaran yang kuat akan Tuhan membangkitkan hati yang takut akan Tuhan, Ulangan 5:23-29.

PERAN ROH KUDUS DALAM IBADAH
1. Ibadah kita bukan sekedar diatur tata cara, liturginya, dengan akal budi tapi juga dipimpin oleh Roh Kudus (1 Korintus 14:14-15, Yohanes 4:23-24)

2. Memuliakan Yesus, Yohanes 16.14
Yohanes 16:14 (TB)  Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
Dalam ibadah, Roh Kudus menolong kita untuk memuliakan Yesus, melalui pelayanan pujian dan penyembahan kita kepadanya.

3. Memanifestasikan pekerjaan RohNya, 1 Korintus 12:4-11
Ada banyak karunia karunia Roh Kudus, semuanya itu dimanifestasikan Roh Kudus, salah satunya di dalam ibadah kita kepada-Nya.

Marilah kita beribadah dalam kesadaran yang penuh bahwa Allah ada di tengah-tengah kita melalui Roh-Nya yang kudus. Kiranya hati kita senantiasa takut akan Dia sehingga kita beribadah kepada-Nya dalam kesungguhan hati, dipimpin oleh Roh-Nya dalam memuji dan menyembah. Biarlah seluruh umat merasakan kehadiran-Nya, berjumpa dengan-Nya dan mengalami kuasa ibadah yang berkuasa mengubahkan seluruh kehidupan kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati

Posted in Uncategorized | Leave a comment

API PANTEKOSTA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 13 Mei 2018)

Kisah Rasul 2:1-4

Pendahuluan
Hari ini kita semua dikejutkan oleh berita pengeboman tiga gereja di Surabaya. Beberapa orang meninggal dan puluhan orang terluka, bahkan diantaranya adalah anak-anak. Sebagai sesama anggota tubuh Kristus, hati kita menangis, berduka atas kematian saudara-saudari kita. Orang-orang yang sedang menuju ke rumah Allah, datang untuk menyembah Tuhan, mereka datang untuk berbakti, tetapi menemui ajalnya.

Dimanakah Tuhan? Tidak sanggupkah Tuhan melindungi anak-anak-Nya? Mengapa Tuhan membiarkan mereka? Saya percaya Tuhan berkuasa untuk melakukan apapun juga. Tidak ada hal yang sukar bagi Tuhan. Jika Tuhan ijinkan hal ini terjadi tentu ada alasan khusus yang tidak mampu kita pahami. Saya yakin Tuhan pasti memiliki rancangan baik bagi mereka yang meninggal.

Jika kita menengok kepada kebenaran firman Allah, maka semua peristiwa yang terjadi saat ini bukan hal yang baru, sebab jauh sebelum hal ini terjadi firman Tuhan memberitahukannya. Dalam Yohanes 16:1,2 mengatakan:  “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

Tentunya peristiwa ini bukanlah puncak kegenapan dari firman Tuhan, tetapi barulah awal dari seluruh penggenapannya hingga datangnya Tuhan Yesus Kristus. Artinya di hari-hari ke depan akan terjadi keadaan yang lebih hebat dan lebih mengerikan, sampai datangnya Antikristus. Oleh sebab itu, sebagai gereja Tuhan kita harus siap menghadapi keadaan-keadaan yang buruk yang akan terjadi di hari-hari ke depan. Iman kita mengharapkan perkara yang baik terjadi dalam diri kita, tetapi kita harus siap menghadapi hal-hal yang tidak kita inginkan.

Tuhan Yesus tahu betul tentang keadaan dunia di akhir zaman, untuk itulah Ia memberikan Roh Kudus untuk menjadi penolong bagi anak-anak-Nya. Menghadapi situasi dunia yang semakin jahat, kita membutuhkan pertolongan Roh Kudus, agar mampu bertahan ditengah kesulitan bahkan aniaya. Untuk itu marilah kita belajar tengan Roh Kudus yang memenuhi murid-murid di loteng Yerusalem.

Kisah Para Rasul 2:1-4
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul disatu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, dimana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Kepenuhan Roh Kudus di loteng Yerusalem ditandai dengan lidah-lidah api yang hinggap di kepala murid-murid. Ketika lidah-lidah api itu hinggap di kepala murid-murid, maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, sehingga masing-masing mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Mengapa kehadiran Roh Kudus digambarkan seperti api? Alkitab banyak menggambarkan kehadiran Tuhan sebagai api. Misalnya:

  • Keluaran 3:2 – Kehadiran Tuhan digambarkan sebagai semak duri yang menyala
  • Keluaran 13:21 – Allah tampak seperti tiang api yang menerangi perjalanan bangsa Israel diwaktu malam. (Kel. 14:14, 24)
  • Hakim-hakim 13:20 – Dihadapan Manoah dan istrinya, Tuhan menunjukan diri-Nya seperti nyala api yang naik ke langit dari mezbah.
  • Yehezkiel 1:4 – Yehezkiel melihat Allah seperti angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan “api yang berkilat-kilat”
  • Ulangan 4:24 – Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu. (Ulangan 9:3; Ibrani 12:29)

Kebenaran tentang Api
Kehadiran Tuhan banyak digambarkan dengan api, tetapi api sendiri bukanlah Tuhan. Jadi jangan salah menilai bahwa Tuhan itu api dan api adalah Tuhan. Alkitab hanya memberi gambaran Tuhan seperti api. Mengapa Tuhan digambarkan seperti api? Marilah kita melihat beberapa kebenaran tentang api.

1) API adalah KUASA
Api adalah kuasa. Untuk membakar ribuan hektar lahan gambut di Kalimantan atau Sumatera, tidak perlu obor, tetapi cukup puntung rokok yang menyala. Rumah-rumah atau gedung-gedung yang besar terbakar bukan karena api yang besar pula tetapi cukup bunga api konsleting listrik. Ini bukti bahwa api adalah kuasa. Biar kecil ia memiliki kuasa untuk membakar dan menghanguskan.

Kisah Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Roh Kudus adalah kuasa yang diberikan Tuhan Yesus bagi gereja-Nya. Firman-Nya berkata: “Tetapi kamu akan menerima kuasa….”
Berbicara tentang kuasa ada tiga kata dalam Alkitab tentang kuasa:

a. Exousia : Kuasa dalam Arti HAK/WEWENANG (Yoh 1:12)
Saat kita percaya kepada Yesus, kita diberi hak/kuasa/wewenang sebagai anak Allah. Dengan demikian, seorang anak berhak untuk menikmati segala fasilitas dari bapanya. Jika kita anak pak Lurah, kita akan menikmati fasilitas kelurahan, anak pak Camat menikmati fasilitas kecamatan,  dan jika kita anak Presiden, kita akan menikmati fasilitas Presiden. Nah, jika kita anak Allah, sadarkah saudara bahwa kita memiliki hak, kuasa dan wewenang untuk menikmati fasilitas kerajaan Allah? Kata yang sama juga dipakai dalam Matius 8:13

Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Perwira ini sadar bahwa Yesus memiliki kuasa/kewenangan untuk menyembuhkan hambanya yang sakit karena Dia Anak Allah. Oleh sebab itu baginya tidak perlu Yesus datang, cukup berkata sembuh maka hambanya akan sembuh.

b. Kratos : Kuasa dalam Arti Kekuasaan dalam Pemerintahan.
Yohanes 19:10 – 11
Maka kata Pilatus kepada-Nya: Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?” Yesus menjawab: “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas.”

c. Dunamos/Dunamis : Power/Kuasa /Kekuatan
Kisah Rasul 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kata kuasa dalam ayat ini digunakan kata: Dunamos/Dunamis, dari kata ini muncul kata Dinamit atau Dinamo. Jadi Dunamos artinya adalah kuasa atau kekuatan untuk melakukan hal-hal yang adikodrati. Contoh: Markus 5:30  – Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada “tenaga” yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling ditengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Kata “tenaga” dipakai kata Dunamos yaitu kuasa atau kekuatan yang menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan.

Keberhasilan dalam pelayanan selalu berkaitan api, tidak pernah terjadi dengan metode, program atau sistem. Dalam sebuah proses, sistem, metode program memang dapat meningkatkan kehidupan, tetapi kuncinya adalah api itu sendiri. Tanpa api, sistem tersebut tidak ada gunanya. Tetapi, apabila ada api, metode dan sistem dapat saja menjadi sangat efektif. Jadi masalah terpenting bagi kita bukanlah semata-mata mengadakan penggantian sistem dan metode, tetapi  “mengupayakan” adanya api yang diperlukan untuk terjadinya pertumbuhan. Contohnya adalah gereja mula-mula. Mereka tidak memiliki metode, sistem, program tetapi memiliki api. Orang-orang biasa tetapi dengan kuasa yang luar biasa.

Kisah Rasul 4:13
Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

2 Korintus 10 : 3, 4
Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

Jika kuasa api pentakosta bekerja dalam gereja-Nya maka demonstrasi kuasa Allah akan terjadi sehingga Markus 2:12  akan terulang kembali. Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

2). Api Menerangi
Keluaran 13:21
TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.

Kebenaran yang kedua tentang api adalah api selalu menerangi. Sebagai sifat dasarnya api akan selalu memancarkan terang. Ketiadaan terang itulah yang menyebabkan kegelapan. Api adalah terang. Dimana ada terang kegelapan sirna.

Yohanes 1:5
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Demikian halnya dengan Roh Kudus, Ia adalah terang yang menuntun kita berjalan dalam kebenaran.

Yohanes 16:13
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Selain menerangi, terang akan menyingkapkan yang tersembunyi.

Luk 8:16-17
“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.”

Contoh: Kisah Ananias dan Safira (Kisah Rasul 5). Mereka berpikir dapat menyembunyikan diri dari rasul Petrus tentang hasil penjualan tanah mereka, tetapi mereka tidak dapat mendustai Roh Kudus. Yang tidak dilihat dan diketahui manusia, semuanya terbuka jelas dibawah kuasa Roh Kudus. Sebab itu jangan coba-coba mendustai-Nya.

3). Api Menguduskan
1Petrus 4:12 
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Para tukang pandai emas tahu benar fungsi api dalam memurnikan perak atau emas. Api membersihkan emas dari sanga, sehingga menghasilkan emas yang murni. Salah satu fungsi Roh Kudus adalah menyucikan hidup kita dari segala kecemaran dunia. Roh-Nya akan selalu membawa hidup kita kepada kekudusan Ilahi.

PERANGI API DENGAN API
Efesus 6:16
Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.

Senjata Iblis adalah api. Dengan api kesakitan, api penderitaan, api kesusahan, api kemarahan, api kebencian, dll, Iblis akan menyerangan anak-anak Tuhan. Untuk itu kita harus melawannya dengan api Tuhan. Bagi mereka yang penuh kuasai api Tuhan, orang-orang yang penuh dengan Roh Kudus, mereka datang memadamkan panah api dari setan, bahkan panah api yang dipanaskan tujuh kali sekalipun. Contohnya adalah Sadrakh, Mesakh dan Abegnego (Daniel 3). Dapur api yang dipanaskan tujuh kali tidak sangup membakar mereka karena mereka dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus.

Penutup
Apa yang terjadi saat ini dengan teror bom dimana-mana adalah bagian dari upaya iblis untuk mengirimkan panah apinya kepada umat-Nya. Panah api ketakutan sedang iblis bidikan untuk menyerang jantung pertahanan gereja. Apakah Anda takut? Ingatlah Roh Kudus bukan roh ketakutan, tapi Roh yang memberikan kekuatan dan keberanian kepada kita.(2Tim 1:7) Oleh sebab itu mintalah kuasa Roh-Nya memenuhi hidup kita. Tuhan memberkati. KJP!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

JEMAAT YANG MELAYANI, TAAT DAN SETIA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 6 Mei 2018)

Wahyu 3:8
Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang  tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

PENDAHULUAN
Jemaat Filadelfia adalah jemaat yang menerima pujian dari Yesus, bahkan tidak ada satupun kritik atau celaan yang diberikan Yesus kepada jemaat Filadelfia. Keadaan Jemaat Filadelfia ini menggambarkan pengikut Yesus yang sejati atau sering kita istilahkan gereja sempurna. Ada berkat yang luar biasa yang diterima oleh jemaat Filadelfia. Salah satunya yang kita pelajari dari Wahyu 3:8 ini, dimana dikatakan bagi jemaat Filadelfia Tuhan telah membuka pintu yang tidak dapat ditutup oleh siapapun termasuk iblis atau kuasa kegelapan. Yang dimaksud pintu yang terbuka ini adalah segala janji dan berkat yang dicurahkan oleh Tuhan.

Apa sebenarnya rahasia yang dimiliki jemaat Filadelfia sehingga menerima berkat tersebut? Untuk mengetahuinya kita dapat melihat dalam ayat pokok kita dalam Wahyu 3:8.

a. “Aku tahu segala pekerjaanmu…”

Yang dimaksud pekerjaan disini bukanlah profesi, melainkan pelayanan yang dilakukan oleh jemaat Filadelfia kepada Tuhan. Paradigma pelayan Tuhan bukan hanya full timer atau ketua departemen. Semua orang percaya adalah pelayan Tuhan dan Tuhan melihatnya. Mulai dari kita meninggalkan rumah untuk berangkat ibadah adalah bentuk pelayanan. Saat kita tiba di gereja, saat mulai menyanyi dan menyembah itu juga adalah pelayanan, karena itu jangan remehkan pujian penyembahan karena Tuhan perhatikan. Saat kita duduk diam mendengar Firman juga merupakan pelayanan dimana kita memberi hati untuk diisi oleh Firman yaitu Allah sendiri. Datang ke gereja bukan dengan paradigma ingin diberkati melainkan ingin melayani Tuhan.

b. ”…namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Artinya Tuhan tidak berhenti hanya melihat sikap kita saat mendengar Firman Allah di gereja, melainkan terus memperhatikan bagaimana keseharian hidup kita paska mendengar Firman Allah. Apakah ada ketaatan terhadap kebenaran Firman Allah dalam hidup kita?

Kesimpulannya jika kita ingin memperoleh berkat “Tuhan membuka pintu dan tidak ada orang yang bisa menutupnya…”

  1. Perlihatkan pekerjaan/pelayanan yang kita kerjakan bagi Tuhan (Wahyu 3:8a)
  2. Menuruti firman Tuhan dan tidak menyangkal nama Yesus (Wahyu 3:8c)

Sebagai Gembala, saya sering kali memotivasi jemaat dengan mengatakan :

  • Jangan jadi penonton dalam jemaat, artinya semua jemaat harus ambil bagian dalam pelayanan.
  • Kristen bukan agama, karena dari bahasa aslinya disebut Christianos yang memahami sebagai orang yang mengikuti jejak Yesus (Firman Allah) dengan taat dan benar di hadapan Tuhan.
  • “Sekali Yesus Tetap Yesus!” Artinya jangan pernah kita menjadi murtad untuk alasan apapun.

MELAYANI
Bicara soal melayani kita sering mendengar banyak anak Tuhan berdalih “apa yang saya bisa lakukan? Saya hanya orang miskin, pendidikan rendah dan tidak punya keahlian”, dan sebagainya. Apakah ini sikap yang benar? Mari kita perhatikan kondisi jemaat di Filadelfia.

JEMAAT FILADELFIA
Yesus berkata: “Aku tahu segala pekerjaanmu (pelayananmu)… Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa..”. Perhatikan kalimat “kekuatanmu tidak seberapa…” dalam terjemahan bahasa inggris adalah “Lack of power” dapat diartikan jemaat Filadelfia kurang memiliki kemampuan, atau ada dalam kondisi yang sangat terbatas. Tapi ini tidak menghalangi Tuhan untuk melihat, merasakan, menilai dan menikmati pelayanan dari jemaat Filadelfia. Jemaat Filadelfia adalah jemaat yang sangat sederhana tetapi dengan kemampuan yang terbatas itu mereka tetap melayani. Mereka tidak punya banyak talenta, tidak punya banyak harta, yang dimiliki jemaat ini hanyalah kerinduan untuk TAAT melakukan Firman Tuhan, yaitu MELAYANI Yesus! Jemaat harus memahami bahwa melayani bukanlah opsi melainkan sebuah perintah Firman Tuhan.

Sebuah pelayanan yang berkenan dimata Tuhan tidaklah ditentukan lewat berapa besar, banyak atau hebatnya pelayanan kita. Yang dinilai Yesus adalah kasih dan kesungguhan kita dalam melayani Dia. Untuk melayani, Yesus memberi contoh sederhana yang bisa dilakukan oleh siapapun, yaitu memberi segelas air putih (Matius 10:42). Nilai air segelas air tidaklah seberapa tapi jika dilakukan dengan kesungguhan sebagai pelayanan, maka Tuhan memperhatikannya. Mungkin ada hal-hal sederhana yang kita kerjakan dalam pelayanan dan ada orang yang memandang sebelah mata tapi ingat bahwa di mata Tuhan pelayanan kita berharga.

 UPAH BAGI YANG MELAYANI
Wahyu 3:8a “Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun.”

Disini kita melihat bahwa ada upah bagi orang yang taat dan melayani. Kita dapat melihat contoh dalam kisah Elia dan Janda di Sarfat (1Raj 17:7-24). Elia telah berdoa kepada Tuhan dan hujan tidak turun (Ayat 1-6). Allah kemudian memerintahkan Elia pergi ke sungai Kerit. Kata Kerit mengandung arti tempat pemurnian logam. Di sungai Kerit Elia dipelihara oleh Tuhan dengan mengutus burung gagak. Ini sebenarnya merupakan sindiran bagi umat Allah yang seharusnya bisa melayani Tuhan tapi tidak melakukannya, sehingga Tuhan pakai burung gagak untuk mengingatkan mereka. Elia kemudian diutus Tuhan ke Sarfat untuk menemui seorang janda. Sarfat berada di daerah Sidon, wilayah orang kafir (ayat 9). Ini juga sebuah sindiran karena umat yang tidak peduli akan pelayanan. Jangan sampai Tuhan pakai orang kafir untuk melayani Dia. Elia menuntut ketaatan pelayanan dari janda ini dengan meminta air dan dibuatkan roti (ayat 10-11). Janda menyampaikan keterbatasannya, apa yang dimilikinya bahkan tidak cukup untuk kelangsungan hidupnya dan juga anaknya (ayat 12). Sesungguhnya janda ini sedang diperhadapkan dengan pintu kematian. Disinilah ada perkataan atau firman yang disampaikan oleh Elia, ada tuntutan pelayanan dalam keterbatasan. Tetapi dalam keterbatasan janda ini belajar taat.

Siapakah Elia? Ini adalah sebuah gambaran. Arti nama Elia adalah Jehovah Is My God yaitu Jehovah Tuhanku (Yesus). Ketika janda ini ditantang untuk melayani dan mengutamakan Tuhan diatas kepentingan dirinya, Elia juga menyatakan janji Allah dan direspon dengan ketaatan janda sarfat ini (Ayat 14-15). Karena taat pada perintah “Jehovah Is My God” maka janda ini menerima janji Allah. Ada pintu kehidupan yang dibukakan. Konsep awal yang dimiliki janda sarfat adalah roti itu adalah menu terakhir ia bersiap menuju pintu kematian. Tapi karena taat dan melayani maka ada pintu kehidupan yang Allah bukakan baginya.

Iblis tidak senang jika kita melayani TUHAN. Dalam 1 Raja 17:17-24, Iblis berusaha menutup pintu hidup dengan membunuh anak janda sarfat ini, namun Elia (Jehovah is My God) datang membangkitkan anak itu.

Kalau kita melayani Tuhan, maka Ia membuka pintu bagi kita dan bila Allah yang membuka pintu itu, tidak ada seorangpun termasuk kuasa kegelapan yang bisa menutupnya. Haleluya!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

CONFIDENCE IN CHRIST – Oleh: Pdt. Raymond Fernando Ariyantu dari GPdI PIC JAKARTA -Pillars In Christ (Ibadah Raya – Minggu, 29 April 2018)

Dalam perjalanan kehidupan, akan ada begitu banyak tantangan yang akan dihadapi. Setiap orang percaya perlu untuk semakin meneguhkan imannya kepada Kristus. Dalam Filipi 1:6, menjelaskan bahwa Tuhan yang memulai pekerjaan baik dalam kehidupan setiap orang percaya dan akan meneruskannya sampai pada hari kedatangan Yesus Kristus. Dalam NKJV (New King James Version), menuliskan bahwa Tuhan akan menyempurnakan serta menyelesaikan sampai kedatangan Yesus Kristus.

Jadi Tuhan bekerja dalam perjalanan kehidupan orang percaya. Berapa pun usia kita saat ini, Tuhan punya rancangan bagi masa sekarang, nanti dan rencana ke depan, sampai gereja Tuhan disempurnakan saat kedatangan Kristus kedua kali. Perjalanan tersebutlah yang dinamakan proses, yaitu berpindah dari tempat satu menuju ke tempat yang lebih baik dan sempurna.  Tetapi banyak orang percaya tidak menyukai proses, karena dalam proses ada tantangan yang diijinkan Tuhan untuk membantu kita sampai kepada kedatangan Kristus serta didapatkan sempurna.

Dalam kitab Ayub pasal pertama menuliskan demikian, bahwa pada masa itu ada seorang bernama Ayub. Ia seorang yang saleh dan setia dalam membangun mezbah. Jadi Ayub adalah seorang yang takut akan Tuhan tetapi Tuhan mengijinkan ia mengalami proses berat dalam kehidupnya. Lewat proses tersebut, Ayub 42:5, Ayub menyatakan bahwa ia mengenal Tuhan. Selama ini Ayub hanya mendengar tentang Tuhan, tetapi dengan proses ia mengalami Tuhan.

Dalam keluarga, khususnya pasangan suami dan istri. Untuk mereka saling mengenal, mereka harus melewati proses penyesuaian setiap hari. Ini waktu yang panjang dan harus dilewati dengan sebuah komitmen sampai benar-benar saling mengenal.

Meskipun perjalanan kehidupan ini begitu sulit, Filipi 1:6 memberitahu kepada kita bahwa Tuhan adalah setia dan akan menuntun sampai pada kesempurnaan Gereja. Dan masalah adalah cara Allah memproses hingga Tuhan menyempurnakan.

CARA IBLIS MENYERANG
Zaman sekarang, iblis menyerang iman kita tidak lagi dengan hal-hal yang menakutkan; dengan berparas jelek dan menyeramkan, melainkan dengan yang sederhana dan menarik perhatian kita. Karena memang iblis sudah kalah, ia hanya menyerang pikiran yaitu logika. Oleh sebab itu, sebagai pengikut Yesus yang sejati, yang perlu ditanam lebih kokoh adalah iman kepada Kristus. Iman dalam Kristus Yesus tidak dibangun atas bayangan tetapi diatas fakta yaitu Yesus bangkit dan hidup serta naik ke surga. Jika Kristus tidak bangkit maka sia-sia ibadah kita(1 Korintus 15:17).

Cara iblis menyerang di Matius 28:11-15, Iblis menyerang dengan menggunakan hoax, yaitu berita palsu bahwa mayat Yesus dicuri dan tidak bangkit. Jadi iblis berusaha melawan fakta tentang kebangkitan Kristus dan mencuri fakta. Seperti yang dituliskan oleh firman Tuhan, bahwa hoax atau berita palsu tentang kebangkitan Yesus semakin berkembang sampai sekarang. Jika membuka google, dan mencari teori tentang kebangkitan Yesus, maka hoax yang iblis buat semakin berkembang, misalnya:

  • Teori Penggantian
    Mengatakan bahwa Yudas Iskariot yang menyerupai Yesus telah disalibkan untuk mengganti tempat Yesus. Teori ini terdapat di dalam injil Barnabas dan injil ini adalah palsu. Oleh karena itu teori tersebut hanya satu tekaan. Ada pihak yang mengatakan bahwa seseorang yang telah mati diambil untuk menggantikan tempat Yesus. Teori ini sangat bertentangan dengan bukti-bukti yang ada.
  • Teori Pingsan
    Teori ini mengatakan Yesus diturunkan dari kayu salib dalam keadaan pingsan dan kesehatan-Nya pulih selepas itu. Menurut salah satu penyebar hoax ini menuliskan bahwa “Yesus tidak mati atas kayu salib tetapi dibawa turun oleh para pengikut-Nya dalam keadaan pingsan dan telah sembuh selepas 40 hari oleh minyak bermukjizat bernama Parsi ‘Marham-i-Isa.’

Dan masih banyak lagi teori yang terus berkembang karena di era modern, informasi semakin terbuka. Iblis adalah singa ompong yang memiliki kekuatan di mulutnya. Hanya mengaum tetapi tidak dapat mengigit. Itu sebabnya Iblis serang psychlogical fact.

TAHAP KEMURTADAN
Hoax atau berita palsu yang terus menerus dikemukakan dan dicanangkan, akan menjadi sebuah kebenaran dalam masyarakat. Tahap kemunduran iman Kristen, yaitu:

  1. KECEWA
    Kekecewaan membuat para murid mulai mundur dari kesetiaan mereka untuk mengikut Tuhan Yesus, karena terus menerus diserang oleh Hoax. Lukas 24:21, para murid mengharapkan Yesus akan menjadi raja atas mereka dan ternyata tidak .
  1. TAKUT
    Kekecewaan begitu melingkupi para murid, sehingga mereka menjadi takut kepada orang-orang Yahudi. Mereka menutup diri dan bersembunyi.
  1. TIDAK PERCAYA
    Saat seseorang kecewa, menjadi takut dan akhirnya tidak percaya – Yohanes 16:14, Tuhan Yesus menghardik ketidakpercayaan para murid.

Iblis gunakan ketiga tahap tersebut, yaitu dari kecewa hingga tidak percaya Yesus/murtad untuk menyerang kehidupan iman orang Kristen. Hoax yang dahulu iblis sebar menjadi kebenaran pada zaman sekarang ini. Tetapi bagi orang percaya, berita tentang salib dan kebangkitan Kristus adalah kekuatan Allah,1 Korintus 1:18.

Bukan hanya lewat iman iblis menyerang, iblis juga menyerang nila-nilai hidup orang percaya dari hubungan keluarga; persahabatan; pasangan dan cinta. Jadi berhati-hatilah dengan cara iblis. Kita perlu tertanam dalam Kristus Yesus.

KEKUATAN ALLAH
Mengapa ada orang percaya yang begitu mudah tergeser imannya? Adalah karena ia kehilangan kekuatan Tuhan. Kekuatan Tuhan yaitu kekuatan yang menentang pemahaman manusia. Gabungan semua elemen dan tidak ada kekuatan di dunia yang mampu melawannya. Karena kehilangan kekuatan Tuhan merupakan peristiwa yang melumpuhkan masa lalu, masa sekarang dan masa depan.

HABITAT YANG SEBENARNYA
Pada mula Allah menciptakan bumi dan isinya, ada hal yang cukup menarik, yaitu:

  • Kejadian 1:11 – Saat tanah mendapat firman untuk menghasilkan tanaman sehingga tanaman tidak akan bertumbuh tanpa tanah.
  • Kejadian 1:20 – Dari air timbul makhluk hidup. Ikan dan segalanya pun tinggal didalam air, tanpa air mereka juga mati layaknya pohon ditanam.
  • Keajadian 1:24 – Tuhan berfirman bahwa dari bumi akan muncul makhluk hidup, tanpa bumi mereka mati.
  • Kejadian 1:26 – Tuhan berfirman dari diri-Nya sendiri. Jadi, Allah berfirman kepada diriNya agar manusia keluar dari diri Allah. Bila seorang percaya tidak terhubung dengan Tuhan maka akan seperti ikan tanpa air atau habitat asalnya. Sesungguhnya kematian diciptakan untuk mati dan tidak memiliki kuasa. Hanya saat kita tidak terhubung dengan Tuhan maka kita akan mati, karena ia yang ciptakan.

Pada saat manusia jatuh dalam dosa, manusia kehilangan hadirat Tuhan. Sering kali datang ibadah dan berdoa tetapi tidak terhubung dengan Tuhan sebab kehadiran dengan hadirat itu berbeda. Hadir artinya ada dalam satu tempat tetapi tidak bertemu sehingga tidak merasakan. Sedang hadirat dimana dua orang ada bersama dalam satu tempat dan merasakan kehadirannya. Jadi, jika ibadah kita menjadi biasa, terbukti bahwa kita tidak ada hubungan intens dan intim dengan Tuhan setiap harinya. Sebab kekristenan adalah hubungan. Kita perlu terhubung dengan Tuhan, jangan lepaskan hubungan. Filipi 1:6 – yakin penuh, jika tidak kita kehilangan kekuatan Tuhan. 1Korintus 15:54,55 – Bila kekuatan Allah ada dalam kita maka tidak ada yang mampu goyahkan iman orang percaya. Hadirat Tuhan adalah kekuatan dalam Tuhan. Hanya dihadirat Tuhan, kekuatan Allah nyata. Tuhan akan terus kerjakan sampai kedatangan Yesus kedua kali.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENGALAMI TUHAN DALAM IBADAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 22 April 2018)

Kejadian 28:16-17 (TB)
Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”
Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.”

 

Banyak kali saat beribadah, keadaan kita juga seperti Yakub dalam pengalamannya bersama dengan Tuhan. Dia baru mengetahui dan menyadarinya bahwa Tuhan ada ketika Tuhan berbicara kepadanya. Sebenarnya Tuhan ada di sana namun ia tidak menyadarinya.

Sangat disayangkan jika kita beribadah, kita tahu Tuhan ada, namun tidak pernah mengalami kehadiran-Nya. Tanpa mengalami kehadiran-Nya, ibadah kita menjadi kosong dan sia-sia. Bukankah setiap kali kita beribadah, kita merindukan berkat Tuhan? Dalam beribadah kita memberikan waktu, tenaga, materi, alangkah baiknya jika kita juga mengalami berkat dari kehadiran-Nya.

Dimanakah letak kesalahannya? Apakah para Hamba Tuhan atau Worship Leader dan Singers atau pemain musik kurang kuat menghadirkan Tuhan di tengah-tengah jemaat atau karena keadaan yang seperti Yakub, Tuhan ada di dekatnya namun tidak menyadarinya.

Masalah utamanya juga dipemahaman bahwa ketika kita beribadah, kita ingin diberkati, baik dalam pekerjaan, pergumulan hidup ataupun jodoh. Disinilah letak kekurangannya yaitu kita lebih merindukan berkat-berkat-Nya daripada pribadi-Nya. Dengan demikian banyak kali kita menilai bahwa diberkati atau tidaknya diri kita selama beribadah itu karena keadaan, suasana, situasi yang tidak mendukung.

Saya percaya Tuhan senang memberkati umat-Nya seperti janji-Nya kepada setiap orang yang beribadah. Tetapi alangkah baiknya ketika kita menyadari bahwa Tuhan sudah memberkati kita sepanjang minggu bahkan setiap hari. Sudah seharusnya di ibadah Raya, saatnya kita melakukan pengucapan syukur, berterima kasih atas semua pertolongan Tuhan yang sudah kita alami.

Percayalah ketika kita mencari pribadi-Nya, kehendak-Nya, perkenanan-Nya maka semua berkat-berkat-Nya juga akan ditambahkan.

Bagaimana Mengalaminya?
Milikilah kesadaran akan kehadiran-Nya bahwa TUHANlah yang lebih merindukan untuk berjumpa dengan diri kita.

Manusia Terdiri dari Tubuh, Jiwa dan Roh.
Tubuh adalah Kesadaran kita akan lingkungan atau tubuh fisik kita. Semakin kesadaran akan tubuh kita baik, semakin cakap kita mengatur hal yang terbaik bagi kesehatan tubuh kita. Kita dapat mengatur pola istirahat kita, mengatur apa yang patut kita konsumsi dan mana yang harus kita hindari.

Jiwa adalah kesadaran tentang diri kita, siapakah kita. Semakin kita menyadari keberadaan diri kita, semakin kita cakap dalam mengatur kesehatan emosi kita.

Roh kita adalah kesadaran kita tentang Tuhan. Semakin kuat kesadaran kita tentang Tuhan, semakin cakap bagaimana kita memahami kebutuhan roh kita dan bagaimana menjaga kesehatan roh kita. Kita akan mampu lebih mempercayai Tuhan, meyakini janji-Nya saat menghadapi setiap pergumulan hidup. Yang pasti kesadaran akan Tuhan, akan memengaruhi pertumbuhan rohani kita dan memberikan kepada kita hati yang takut akan Dia.

Bagaimana Prosesnya?

  1. Kita Perlu Menyadari bahwa Tuhan Ada Dimana Saja.

Seperti kisah Yakub yang ada di Padang belantara, hanya beralaskan batu beratapkan langit namun Tuhan ada di sana berjumpa dengannya.

  1. Kita Perlu Menyadari bahwa Tuhan Juga Ada Ketika Kita sedang Sendirian.

Pengalaman Yesaya bahwa banyak kali ketika ia masuk ke dalam bait Allah, dia tidak menyadari Allah hadir di sana. Barulah saat matinya raja Uzia, dan saat dia mengalami pergumulan yang berat, kesadaran akan Tuhan yang kuat muncul dan tiba-tiba ia melihat Tuhan hadir. Hal itu membawa terobosan besar di dalam dirinya, sebuah pertobatan. Dia baru menyadari bahwa dia adalah seorang yang najis bibir. Demikian juga dengan kita, ketika berjumpa dengan Tuhan, seharusnya kita juga langsung menyadari dimana letak kekurangan kita. Allah dengan tepat menunjukkannya saat kita berjumpa dengan-Nya.

  1. Menyadari Kehadiran-Nya diantara Dua dan Tiga Orang.

Tuhan hadir dalam persekutuan yang kecil seperti di dalam kemah namun banyak kali kita juga tidak menyadari-Nya sehingga saat KeMah pun ada yang berkata bahwa hanya buang waktu dan sia-sia. Tetapi jika kesadaran akan Tuhan itu kuat, kita pun akan sangat diberkati ketika kita berkumpul dengan rekan-rekan kita walau hanya dua atau tiga orang.

  1. Menyadari Tuhan Ada Saat Kita Beribadah kepada-Nya.

Kesadaran Tuhan hadir membuat cara kita beribadah pun akan berbeda, cara kita menyanyi, memuji Tuhan, menyembah-Nyapun akan berbeda. Para pemain musik memainkan alat musiknya juga akan berbeda. Jika ada orang baru yang hadir melihat dan merasakan hadirat Tuhan mereka pun akan mengakui bahwa Tuhan Allah ada di tengah-tengah kita.

Itu sebabnya kita perlu membangun ibadah dimana kesadaran kita kuat akan kehadiran-Nya. Itu sebabnya setiap jemaat perlu mempersiapkan dirinya sebelum beribadah sehingga cara kita bernyanyi dan menyembah Tuhan akan memberkati orang lain. Jika kita adalah seorang pelayan yang sedang bertugas, cara kita melayani pun akan berbeda. Orang akan melihat Tuhan melalui pelayanan kita. Marilah kita membangunnya sampai orang baru pun mengakui bahwa benar Tuhan Allah hadir bersama dengan kita. Tuhan Yesus memberkati

Posted in Uncategorized | Leave a comment