Hari Raya Pentakosta – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 9 Juni 2019)

Kisah Para Rasul 2: 1-13

Ada tiga hari raya yang wajib dirayakan oleh seluruh bangsa Israel yang hidup di perjanjian lama dan harus digenapi serta dialami setiap orang percaya juga tetapi secara rohani. Karena perjanjian lama merayakan sebagai perayaan simbolik sedangkan kita yang hidup di zaman perjanjian baru, bukan sekedar merayakan secara simbolik melainkan harus mengalami penggenapan hari raya tersebut salah satunya hari raya Pentakosta.

Tiga Hari Raya Israel
1. Hari Raya Paskah
2. Pentakosta
3. Pondok Daun

Dari ke 3 hari raya tersebut,  ada 2 hari raya yang sudah digenapi secara rohani yaitu Paskah dan Pentakosta, sedangkan hari raya Pondok Daun belum digenapi.

Wujud penggenapan 3 hari raya secara rohani adalah:
1. Paskah
Umat Israel merayakan Paskah dengan menyembelih domba usia satu tahun dan tidak bercacat.  Domba itu disimpan dari tanggal 10 sampai tanggal 14, lalu disembeli serta darahnya dipakaikan sebagai tanda dipintu rumah mereka masing-masing. Dagingnya dibakar kemudian dimakan dengan gulai pahit.

Peristiwa ini sebagai perayaan pembebasan penjajahan Mesir selama 400 tahun sejak Yusuf datang di Mesir. Sampai Keluaran 12:11-20, saat Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir dengan cara Tuhan, yaitu dengan tulah, salah satu tulahnya adalah kematian anak sulung. Setiap rumah tanpa tanda darah akan dibunuh anak sulungnya dari manusia sampai hewan. Jadi Israel bebas karena korban dari domba yang disembelih, bukan karena mereka hebat tetapi oleh perbuatan Allah lewat tanda darah. Biarlah kita mengerti bahwa ini gambaran dari Yesus yang sudah mati bagi kita sehingga setiap orang yang percaya akan dibebaskan dari belenggu dosa dan jajahan iblis.

Maka dari itu kita bukan lagi merayakan Paskah jasmaniah seperti orang Israel, sebab sudah digenapi dalam Yesus yang sudah mati bagi kita. Dan setelah Paskah digenapi maka Yesua naik ke surga dan mencurahkan Roh Kudus untuk menggenapi hari raya Pentakosta.

2. Pentakosta
Pentakosta dirayakan 7 minggu setelah Paskah atau 50 hari setelah Paskah. Pada perayaan ini orang Israel membawa persembahan unjukan atau hasil panen sebagai korban persembahan yang baru kepada Tuhan dan imam menimang-nimang untuk mengunjukan kepada Tuhan sebagai tanda syukur dan bersukacita dengan berkat Tuhan- Imamat 23:16-20.

Tetapi bagi kita, perayaan pentakosta tidak dirayakan dengan cara demikian yaitu dengan membawa hasil panen, sebab hari Pentakosta sudah digenapi setelah Yesus naik ke Surga dan mencurahkan Roh Kudus, dengan tanda bahasa baru (Glosolali), Kisah 2:1-13. Dengan demikian maka kita harus alami penggenapan hari raya Pentakosta yaitu penuh dengan Roh Kudus.

3. Pondok Daud
Dirayakan setelah panen raya yaitu pada bulan ke tujuh menurut bulan Isarel. Pada perayaan ini, seluruh keluarga tidak boleh tinggal di rumah selama 1 minggu dan haruslah bersukacita sebab mereka tinggal di pondok-pondok daun dengan menggunakan daun pada jenis-jenis tertentu. Mereka menikmati berkat Tuhan serta bersukaria dalam pondok tersebut – Imamat 23:34-44.

Secara rohani perayaan Pondok Daun belum digenapi. Penggenapan rohani digenapi saat gereja Tuhan disingkirkan ke padang gurun oleh kuat kuasa Roh Kudus serta diluputkan dari antikristus, Wahyu 12:6,14.

Ketiga hari raya ini saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Sebagaimana orang Israel wajib merayakan ketiga hari raya, begitu juga dengan penggenapannya. Jadi mengalami penggenapan Paskah (penebusan Yesus) kemudian ke Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus), sebab jika tidak ada Paskah (penebusan Yesus), maka tidak dapat merayakan Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus). Demikian halnya, tidak ada Pondok Daun (disingkirkan ke padang gurun) jika belum merayakan hari raya Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus). Jadi dipenuhi Roh Kudus bukan soal mau atau tidak melainkan harus dialami oleh setiap orang percaya. Ijinkan Roh Kudus penuhi hati kita.

  • Paskah adalah pertobatan dan mengalami kelahiran baru
  • Pentakosta – kepenuhan Roh Kudus
  • Pondok Daud – penyingkiran ke padang

Sebagai pengikut Yesus yang sejati, haruslah hidup dengan benar-benar membangun dasar kekristenan kita dengan fondasi yang benar. Contoh Matius 9:17, anggur baru tidak dapat disimpan di kantong lama karena kantongnya akan hancur. Itu mengapa Roh Kudus tidak sembarangan dicurahkan jika hidup ini tidak mengalami kelahiran baru. Hidup baru tempat terbaik untuk Roh Kudus tinggal. Pondasi hidup harus dibereskan serta mengalami kelahiran baru. Jika main-main dengan Roh Kudus akan seperti kasus Ananias dan Safira, yang mati karena mendustai Roh Kudus.

Manfaat Kuasa Pentakosta
Banyak orang yang ingin penuh Roh Kudus hanya ingin bisa berbahasa Roh saja. Itu mengapa banyak gereja yang belajar bahasa Roh. Padahal bahasa Roh adalah tanda tapi bukan tujuan utamanya.  Melainkan yang kita kejar adalah kuasan-Nya, maka kita akan berdampak bagi kota ini. Roh kudus juga meningkatkan kualitas rohani jemaat.

Manfaat secara personal:
Penggenapan secara personal atau pribadi,  Yohanes 14:16,17:

  • Roh Kudus akan menjadi penolong
  • Menyertai selama-lamanya dalam segala perkara karena berdaya tahan dan hidup dalam kebenaran
  • Membawa kepada kebenaran dan mengingatkan apa yang Yesus katakan

*Yesus bekerja lebih efektif didalam diri orang percaya sebab Ia tinggal dalam hidup orang percaya*

Manfaat secara komunal:
Pada saat Roh Kudus memenuhi jemaat, maka dampaknya:

  • Kisah 2:41 – jemaat bertambah
  • Kisah 2: 42 – jemaat bertekun terhadap pengajaran rasul-rasul sehingga menurut Efesus 4:15, bukan jemaat yang mudah diseret melainkan tekun ibadah, senang berdoa, Efesus 6:18. Doa sampai tepat waktu dan lebih cepat dari kecepatan cahaya.
  • Kisah 2:43 – ada wibawa ilahi dimata masyarakat. Mereka tidak diremehkan. Bukan karena kekayaan dan jabatan tetapi karena Roh Kudus.
  • Kisah 2:44 – Terjalin kasih persaudaraan antara jemaat.
  • Kisah 2:45 – jemaat suka berkorban karena menyadari bahwa Kristus berkorban bagi mereka meskipun dalam keterbatasan.
  • Kisah 2:46 – persatuan Roh maka berkat Tuhan dicurahkan (Mazmur 133)
  • Kisah 2:47 – Jemaat disukai oleh masyarakat.

Penutup
Untuk menjadi gereja sempurna menggenapi Wahyu 12:6,14 maka kita harus berjalan sesuai firman Tuhan secara sempurna. Hidup dipimpin Roh Kudus,  2 Petrus 1:5-8. Tidak mungkin sampai pada Yesus jika kita tidak mau hidup seperti Tuhan. Jangan gunakan kekuatan diri sendiri, sebab untuk menjadi seperti Yesus harus mengalami Pentakosta. Kuasa Roh Kudus membuat kita bergerak naik sampai seperti Yesus.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

DIPINDAHKAN DARI KEGELAPAN KE DALAM KERAJAAN ANAKNYA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Juni 2019) (

Kolose 1:13,14

Dalam Kolose 1:13-14, ada 2 kata yang menarik dalam ayat tersebut yaitu kata melepaskan dan memindahkan. Perhatikan pengertian kedua kata tersebut.

MELEPASKAN
Sebelum percaya pada Yesus dan menerimaNya secara pribadi, hidup kita ada di jurang maut. Jika terus ada di posisi ini maka upahnya adalah maut. Agama yang ada di dunia diciptakan oleh manusia dan itu bukanlah solusi. Dan saat kita ada dalam dosa bukan lagi berada dibawah bapa Adam melainkan bapa yang jahat yaitu Iblis sampai pada akhirnya dibawa kepada kerajaan maut. Hidup kita termasuk hati kita menjadi jahat, yang terkandung didalamnya hanya dosa-dosa dan tunduk kepada bapa yang jahat. Inilah kondisi manusia berdosa. Namun oleh pengorbanan Yesus di salib kita dilepaskan dari bapa yang jahat. Inilah arti kata dilepaskan.

DIPINDAHKAN
Ketika Yesus menyelamatkan kita dan kita percaya kepadaNya maka kita dipindahkan dari kerajaan iblis kepada kerajaan Allah. Maka hidup ini hanya diliputi damai sejahtera,  sukacita dan kebenaran oleh Roh Kudus. Meskipun kita masih ada di bumi, orang percaya dapat menikmati suasana kerajaan Allah. Kemudian lahir baru yaitu kehidupan baru dalam Yesus sehingga menjadi anak-anak Allah maka yang ada dalam hati adalah Yesus,  firman dan Roh Kudus.  Kita harus menjaganya dengan rajin beribadah dan bersekutu dengan Yesus.

Roma 8:15, saat percaya Yesus roh perbudakan tidak ada lagi, melainkan menerima roh yang menjadikan kita anak Allah. Roh yang dikaruniakan akan menjadi materai. Dengan yakin berseru ya Abba ya Bapa saat kita datang pada Allah. Oleh sebab itu, rasul Paulus katakan di Kolose 1:12 bersyukur serta bersukacita. Kolose 1:12, gambaran yang Paulus pakai merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh orang Romawi, yaitu mengadopsi anak yang terlantar, yang dikuasai oleh orang lain. Ketika mengadopsi anak, tentunya orang Romawi itu harus bertemu dengan orang yang berkuasa atas anak adopsinya. Penguasa anak yang akan diadopsi itu, tentunya tidak rela melepaskan anak itu karena anak itu adalah sumber penghasilannya. Tentu ia akan meminta kekayaan yang sangat banyak sebagai gantinya kepada orang Romawi itu. Maka ada materai sebagai tanda pertukaran. Demikianlah Yesus menebus dan membayar kita dengan harga yang mahal. Kita telah dibeli dari bapa lama kita (yaitu iblis) dengan darahNya.

Tanggung Jawab Anak
Sebagai anak tentu kita juga memiliki tanggung jawab kepada Bapa, yaitu:

  1. Memanggil dan mengakui bahwa kita telah menjadi anakNya. Jangan malu mengakui Yesus adalah Tuhan sebaliknya bangga menjadi milik Yesus. Kalau tidak bangga, Lukas 9:26.
  2. Setia kepada Bapa yang sudah mengadopsi kita (1 Petrus 1:9). Roma 8:35 setelah dipindahkan dalam kerajaan Allah bukan berarti tidak ada tantangan melainkan tetap ada tantangan. Ada penindasan, kesesakan,  penganiayaan,  ketelanjangan,  bahaya dan pedang.
  3. Mati kepada bapa yang lama. Artinya hidup mengabdi kepada bapa yang baru. Sebab iblis terus mengintai. Lukas 22:31, iblis tidak tinggal diam melainkan mencari cela dan apakah kita dapat menolak. Maka dapat disimpulkan bahwa pengikut Yesus yang sejati adalah mereka yang benar-benar mati dari dosa, 1 Petrus 2:4.

Tujuan Yesus Naik ke Sorga
Setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus naik ke surga. Maksud kenaikanNya ke surga adalah untuk mengirim penolong bagi kita. Yohanes 14:16 – penolong yang menyertai selama-lamanya. Yohanes 14:17, Ia adalah Roh kebenaran. Roh itu adalah Roh kudus, IA adalah pribadi Allah yang akan menuntun dalam kebenaran, sebab Ia Roh kebenaran. Yohanes 16:8, Roh Kudus juga menginsafkan orang atas dosa untuk  hidup dalam kebenaran serta penghakiman.

Tuhan kiranya menolong setiap kita untuk dapat hidup sesuai kehendak Allah dan menerima kuasaNya yaitu Roh Kudus yang sudah dicurahkan kepada setiap orang yang percaya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MENIKMATI KERAJAAN ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Kenaikan Yesus – Kamis, 30 Mei 2019)

Kisah Para Rasul 1:6-11

PENDAHULUAN
Setiap kali kita merayakan kenaikan Yesus, kita mengangkat kisah yang sama dengan topik yang berbeda, salah satunya soal kedatangan Yesus kedua kali. Namun ada 8 hal yang harus kita imani tentang Yesus Tuhan dan Juruselamat:

  1. Yesus adalah Allah yang kekal karena segala sesuatu diciptakan oleh Yesus (Yohanes 1:2)
  2. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, yang lahir lewat anak dara bernama Maria.
  3. Pelayanan Yesus selama di muka bumi adalah pelayanan yang Agung dan Mulia di dunia.
  4. Kematian Yesus di salib Golgota untuk menebus manusia, sebab hanya dengan kematian dosa dapat dihapuskan.
  5. Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan bahwa IA adalah Allah.
  6. Kenaikan Yesus ke surga bukti kebangkitan-Nya.
  7. Kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja di atas segala raja.
  8. Pemerintahan Yesus yang kekal di surga dan langit bumi baru.
    Inilah delapan hal yang harus diimani atau dipercaya oleh orang percaya.

MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH
Pada umumnya kita sudah mengerti apa tujuan kelahiran, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga. Dalam rangka peringatan Kenaikan Yesus naik ke surga, kita akan membahas bahwa tujuan kelahiran, kenaikan, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, sampai kedatangan Yesus yang kedua kali, adalah untuk membangun Kerajaan Allah. Yesus  menjadi  Raja dan kita akan memerintah bersama Yesus selamanya. Sebab itu Yesus memberitakan Kerajaan Allah. Dari awal sampai akhir pelayanan-Nya, Yesus terus memberitakan “Kerajaan Allah.” Perhatikan Matius 4:23 dan Lukas 22:16. Yesus menjelaskan, bahwa ini kali terakhir Yesus dan murid makan dan minum perjamuan suci sebelum kematianNya.

Namun bangsa Israel yaitu, orang Yahudi, mengira kalau Mesias datang ke dalam dunia, Mesias akan kalahkan semua raja-raja yang menjajah Israel, dan Mesias akan mendirikan Kerajaan yang kekal secara fisik dan tak terkalahkan selama-lamanya. Jadi konsep mereka salah tentang Yesus yang akan berkerajaan. Sebab itu, ketika orang-orang Yahudi melihat kenyataan Yesus disalib dan mati, mereka menolak Yesus. Karena konsep yang salah ini tertanam kuat di pikiran dan hati orang Yahudi, termasuk murid-murid Yesus sehingga yang percaya tidak sampai 3 persen.

Detik akhir saat Yesus akan naik ke Surga, Kisah Rasul 1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawaban Yesus, Kisah Rasul 1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Yang menentukan waktu dan saatnya Kerajaan Allah didirikan secara fisik adalah Bapa di surga.

KERAJAAN ALLAH SECARA ROHANI
Di atas kayu salib, Yesus mendirikan Kerajaan Allah secara rohani (Yohanes 12:20-36). Yang Yesus maksud “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini…” Kematian Yesus di salib membuka jalan bagi manusia untuk menerima keselamatan (surga). Maka pilihan masuk surga telah diberikan Allah kepada manusia melalui kematian Yesus di atas kayu salib. Jadi orang yang percaya kepada Yesus akan menikmati Kerajaan Allah selama hidup di dunia sampai dalam kekekalan nanti. Sedang orang yang tidak percaya kepada Yesus mengalami sebaliknya. Mereka masuk ke dalam kerajaan maut.

KERAJAAN ALLAH DI BUMI
Apa arti menikmati Kerajaan Allah selama hidup di dunia?
Artinya, saat Yesus mati di atas kayu salib, Yesus telah menghakimi (menghukum) Iblis dan mengusir Iblis keluar dari hati orang yang percaya kepada Yesus.

Sejak Yesus mati dikayu salib maka secara efektif kerajaan Rohani sudah dialami. Salah satunya adalah prajurit yang siksa Yesus, saat melihat Yesus ia percaya bahwa Yesus sungguh anak Allah. Jadi ada pengalaman rohani yang kita nikmati dan secara fisik akan dialami saat kedatangan Yesus ke dua kali.

Sebelum terima Yesus maka hidup kita penuh kejahatan digambarkan merak adalah kesombongan, kambing yang suka menanduk, kura-kura gambaran kemalasan, ular yaitu blis yang belat belit, harimau yang ganas, serigala membawa kekacauan dan babi kenajisan. Semua ini ada dalam hati kita yang jahat dan berdosa

Tetapi saat percaya Yesus, maka segala kejahatan itu dibuang karena Kristus. Yang diisi adalah firman, Roh Kudus, salib dan keselamatan sehingga yang ada hanya damai sejahtera karena sudah di ampuni.

Untuk sekarang, kita tidak melihat “Kerajaan Allah” secara fisik. Sebab itu Lukas 17:21 atas pertanyaan orang Farisi “Di mana Kerajaan Allah…? Karena kerajaan Allah ada diantara orang percaya yaitu saat berkumpul dalam ibadah serta bersekutu dengan Tuhan. Suasana Kerajaan Allah di hati, tidak ditentukan oleh status sosial, ekonomi, keuangan, kedudukan, pangkat, harta dan jabatan. Orang yang paling sederhana pun, setiap hari bisa menikmati suasana Kerajaan Allah, apabila: selain telah percaya kepada Yesus dan telah dilahirkan baru, Yohanes 3:5. Ia harus hidup dalam kebenaran.

Roma 3:24, Kita pelihara kebenaran yang kita terima dari Yesus, dengan cara “hidup sesuai Firman Allah”. Maka suasana Kerajaan Allah (Surga) akan kita alami tiap hari. Karena Iblis tidak berkuasa lagi untuk menuduh kita. Maka Roma 8:1 menuliskan bahwa  tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

ROH KUDUS
Selain kita hidup dalam kebenaran, hidup ini juga harus dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus. Roh Kudus mengubah Roh ketakutan, kekuatiran dan kegelisahan akan diubah menjadi damai sejahtera. Yesus berkata dalam Kisah 1:8a “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu…” Roh Kudus dikaruniakan, bukan hanya supaya kita menjadi saksi Kristus. Roma 14:17, artinya Roh Kudus memberi damai sejahtera dan Sukacita. Bila Roh Kudus memenuhi dan menguasai hati dan pikiran kita, Roh Kudus akan ubah takut, kuatir dan putus asa menjadi damai sejahtera dan sukacita.

Sebuah peristiwa dalam Kisah Rasul 12:6, pada malam sebelum Herodes mengeksekusi Petrus, maka Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Mengapa Petrus dijaga? Kisah 12:4, agar Petrus tidak kabur sebab eksekusi Petrus dilaksanakan setelah Paskah. Dalam penantian itu Petrus tidak takut melainkan ia dapat tidur dengan sangat nyenyak, sehingga malaikat harus tepuk rusuk Petrus untuk membangunkannya. Petrus mengalami hal ini sebab Filipi 4:7 damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikirannya di dalam Kristus Yesus.

Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga tidak meninggalkan kita begitu saja melainkan Tuhan Yesus memberikan damai sejahtra kepada setiap kita.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Seri 2: BERKAT DARI SUMBER HIKMAT – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 26 Mei 2019)

AMSAL 3:1-10

PENDAHULUAN
Sumber hikmat yang dimaksud tidak lain adalah Tuhan sendiri. Hikmat yang dibicarakan disini sebenarnya berhubungan dengan hubungan pribadi kita dengan Tuhan.  Berkat-berkat apa saja yang akan kita peroleh jika kita merespon sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai sumber hikmat itu?  Ada lima berkat yang akan kita dapatkan dari Tuhan jika kita mengerjakan kehendak Tuhan.

  1. Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera. Ay. 1-2.
  2. Kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah dan manusia. Ay. 3-4
  3. Tuntunan Tuhan. Ay. 5-6.
  4. Kesembuhan dan kebugaran. Ay. 7-8.
  5. Perlipat gandaan berkat. Ay. 9-10.

1. PANJANG UMUR DAN LANJUT USIA SERTA SEJAHTERA
Amsal 3:1-2 “Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.”

Berkat pertama dari sumber hikmat adalah panjang umur, lanjut usia serta sejahtera. Perintah apa untuk kita bisa mendapatkan berkat panjang umur dan lanjut umur serta sejahtera? “JANGANLAH ENGKAU MELUPAKAN AJARANKU.” Iblis tidak menyukai hal ini, karena firman yang didengar dan dilakukan akan membuat orang percaya menjadi kuat dan tidak dapat dijatuhkan, sebaliknya orang percaya dapat berbalik mengalahkan dia, inilah yang paling ditakuti Iblis. Itulah sebabnya Iblis akan berusaha sekuat mungkin untuk mempengaruhi orang percaya untuk jangan melakukan firman Tuhan, tetapi melupakan firman Tuhan apapun caranya.

Inilah penyakit yang sedang mewabah di akhir zaman yang Iblis taburkan kepada pengikut Tuhan. Iblis tidak keberatan jemaat rajin kebaktian, rajin melayani asalkan jangan menjadi pelaku firman Tuhan. Iblis tidak keberatan orang percaya dengar firman Tuhan asal segera dilupakan. Orang yang melupakan ajaran Tuhan, sudah pasti tidak akan hidup sesuai dengan ajaran Tuhan, sebaliknya justru bertentangan dengan firman Tuhan.  Konsekuensinya adalah tidak akan menerima berkat pertama dari sumber hikmat, yaitu umur panjang dan lanjut usia serta sejahtera. Umur panjang  berbicara tentang Kekekalan. Lanjut usia  menunjuk kepada sampai batas usia yang maksimal dan menjadi lansia yang sejahtera. Orang yang tidak mendapatkan semua ini jelas berakhirnya kepada kebinasaan.

2. KASIH DAN PENGHARGAAN DALAM PANDANGAN ALLAH DAN MANUSIA
Amsal 3:3-4 “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,maka engkau akan mendapatkan kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.”

Berkat dari sumber hikmat yang kedua adalah mendapat KASIH dan PENGHARGAAN. Dua hal ini yang paling dicari dan diinginkan manusia: DIKASIHI dan DIHARGAI. Untuk mendapatkan kedua hal ini, tidak sedikit orang menghalalkan segala cara, mulai dengan menjadi penjilat yang pura-pura baik asal mendapatkan perhatian dari penguasa, sampai kepada mengorbankan orang lain dengan saling menjatuhkan, menjelekkan orang lain. Itulah cara orang dunia untuk mendapatkannya. Bagaimana mendapatkan kasih dan penghargaan yang benar dihadapan Allah ?

Amsal 3:3 – “Janganlah kiranya KASIH dan SETIA meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu tuliskanlah itu pada loh hatimu.”  Kasih dan setia kita kepada Tuhan jangan sampai meninggalkan kita, untuk itu harus :

Pertama – dikalungkan pada leher kita, seperti mata Dirham.
Dalam Lukas 15:8-10 – Dikisahkan seorang wanita mencari mata dirhamnya yang hilang di rumahnya, ia mencari dengan sungguh-sungguh karena mata dirham itu merupakan identitas dirinya yang telah dipertunangkan dengan seorang laki-laki yang akan menjadi pasangan hidupnya. Dirham itu adalah tanda kasih dan setianya kepada tunangannya.

Kedua – tuliskanlah itu pada loh hati, artinya harus terpatri menjadi komitmen yang kuat, tidak tergantikan dengan apapun juga, sekali Yesus tetap Yesus apapun yang terjadi.

TENTANG KASIH
Tentang kasih, apa bukti seseorang yang benar-benar mengasihi Tuhan?  Sangat sederhana. Perhatikan Yohanes 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”  Sebaliknya Yohanes 14:24a  – “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku….” Bukti kuat dari orang yang mengasihi Tuhan adalah melakukan firmanNya.

Apa kata Alkitab bagi orang yang mengaku mengasihi tetapi tidak melakukan firman-Nya?
Yakobus 1:22 – “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika tidak demikian kamu MENIPU dirimu sendiri.”

Betapa sering kita menghakimi begitu rupa orang yang melakukan penipuan, tetapi tanpa sadar kita ternyata juga pelaku-pelaku penipuan minimal kepada diri sendiri, yaitu saat kita mengerti firman tetapi kita tidak melakukannya, kita memungkiri apa yang kita dengar dari firman itu. Tuhan tidak memperhatikan sehebat apa kita dalam melayani, gelar apa yang kita miliki, sepandai dan sekaya apa kita ini. Bukan itu yang Tuhan perhatikan, tetapi apakah kita sudah menjadi pelaku-pelaku firman-Nya?  Tuhan hanya dapat mengenali seseorang yang melakukan firman-Nya, bukan cuma pengakuannya.  Melakukan firman disini artinya semua dari apa yang difirmankan tidak pilih-pilih, baik firman yang menyenangkan hatinya maupun firman yang keras, yang menegur dan menghajar dirinya.

Yohanes 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”  Termasuk  didalamnya juga tidak pilih-pilih siapa yang menyampaikan firman. Siapapun yang menyampaikan firman Tuhan, dengarkan dia dan lakukan firman yang diberitakannya. Dalam Yohanes 13:20, dikatakan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” Ayat ini menjelaskan bahwa “siapa yang menerima orang yang Kuutus”, itu sama dengan menerima Yesus yang mengutusnya, dan yang menerima Yesus itu juga sama dengan menerima Bapa yang mengutus Yesus.  Setiap hamba Tuhan yang menyampaikan firman Tuhan adalah utusan Tuhan, jadi hormati dan dengarlah firman yang disampaikannya. Sebab jika kita menolak atau menyepelekannya dengan alasan apapun, itu bukan menolak dia yang menyampaikan tetapi juga menolak Yesus yang mengutusnya.

TENTANG SETIA
Amsal 19:22 – “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya, lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.” Tidak ada seorangpun yang mau dikecewakan karena ketidaksetiaan, semua orang menginginkan kesetiaan.

Amsal 20:6 – “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” Semua orang pasti tidak mau kalau dibilang jahat atau tidak baik, maunya disebut baik hati, tetapi baik hati saja tidak cukup. Tuhan mencari orang yang setia, sebab orang yang berbuat baik belum tentu setia, tetapi orang yang setia pasti akan berbuat baik. Orang yang setia siapakah menemukannya ?  Artinya orang yang setia semakin langka, tetapi ada. Lalu apa bukti dari orang yang setia ?

  • Menjadi pelaku firman karena dari firman Tuhanlah lahir kesetiaan yang sejati.
  • Menghargai dan bertanggung jawab sekecil apapun kepada hal yang dipercayakan, Lukas 16:10.  Orang yang setia dan benar dalam perkara yang kecil/sepele dia juga akan setia dan benar dalam perkara besar yang dipercayakan kepadanya.
  • Memiliki roh penundukkan diri, pada ketaatan total. Contoh Filipi 2:8 – “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Yesus dalam hidup-Nya sebagai manusia begitu mentaati semua yang dibebankan pada diri-Nya, Ia tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah untuk dipertahankanNya, melainkan Yesus menundukkan Diri-Nya total serendah- rendahnya pada perintah dan kehendak Bapa-Nya. Total taat bahkan taat sampai mati di kayu salib.

Orang yang memiliki kasih dan setia, yang dikalungkan sebagai mata dirham, yang merupakan jati diri milik Kristus dan yang ditulis pada loh hati menjadi komitmen yang kuat, dialah orang yang mendapatkan kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. Jika Allah sudah memberi penghargaan dan meninggikan seseorang tidak ada satupun yang dapat merendahkannya. Kuncinya milikilah Kasih dan Setia kepada Tuhan dan menghidupi firman-Nya, menjadi pelaku bukan hanya pendengar saja.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Seri10 : PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MELIHAT PELUANG BUKAN HAMBATAN DAN KESULITAN – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 26 Mei 2019)

1Samuel 17:48-50

Pendahuluan
Hidup memang tidak selalu mudah. Ada banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Bahkan kadang-kadang kesulitan-kesulitan yang dihadapi sangat berat seperti raksasa yang menghadang. Sesulit apapun tantangan hidup yang kita hadapi dan seberat apapun kesukaran yang kita alami, jika berani menghadapinya kita akan mengalami kemenangan. Daud hanyalah seorang gembala, tetapi kaberaniannya menghadapi Goliat yang besar, pada akhirnya ia meraih kemenangan.

Kemenangan Daud ditentukan oleh beberapa pilihan yang ia ambil dalam hidupnya yaitu:

  1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara Tuhan dari pada suara lawan.
  2. Pembunuh raksasa memilih memandang Tuhan daripada memandang lawan.
  3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
  4. Pembunuh raksasa memperkatakan kemenangan bukan kekalahan.
  5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.
  6. Pembunuh raksasa memilih berharap kepada Tuhan, bukan senjata perang
  7. Pembunuh raksasa memilih keluar dari zona nyaman ke zona iman.
  8. Pembunuh raksasa memilih untuk menyembah TUHAN sekalipun lawan ada di depannya
  9. Pembunuh Raksasa memilih menggunakan apa yang ia punya dan ia bisa

Sekarang kita akan mempelajari rahasia kemenangan Daud selanjutnya yaitu:

10 . Pembunuh Raksasa memilih melihat peluang, bukan hambatan dan kesulitan

Mengalahkan dan membunuh Goliat sepertinya hal yang mustahil. Bukan saja karena ukuran badannya yang tinggi besar, tetapi juga karena seluruh tubuhnya terbungkus rapat dengan baju perang. Dalam 1Samuel 17:4-6 dikatakan:
Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal. Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. Dia memakai penutup kaki dari tembaga,dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga.

Seluruh tubuh Goliat terbungkus rapat dengan pakaian perang. Kepalanya tertutup dengan ketopong tembaga, badannya memakai baju zirah yang bersisik dan kakinya memakai penutup kaki dari tembaga. Dalam perlindungan baju perang, rasanya memang mustahil dapat mengalahakn Goliat. Tidak ada panah yang dapat menembus tubuhnya dan tidak ada pedang atau senjata lainnya yang dapat melukainya. Baju perang Goliat telah memberikan kemustahilan bagi lawan dapat membunuhnya.

Orang Israel melihat hambatan dan kesulitan untuk membunuh Goliat, tetapi Daud melihat peluang sekalipun kecil. Satu-satunya bagian yang terbuka di tubuh Goliat adalah bagian mata dan dahinya. Namun demikian inipun tidak mudah. Memang mata dan dahi Goliat tidak terlindungi oleh pakaian perang, tetapi bagaimana bisa menjangkaunya. Bagian itu sangat kecil dan sukar untuk membidik  atau menusukan senjata ke daerah tersebut.

Memang benar, ini sukar!, tetapi masalahnya adalah apakah kita memilih melihat hambatan, kesulitan sehingga tidak bertindak, atau kita memilih melihat peluang sekalipun kemungkinannya kecil. Daud memilih melihat peluang sekalipun kecil kemungkinannya.

Melihat hambatan dan kesulitan menghasilkan Kemustahilan
Melihat peluang menghasilkan Kemungkinan

Arti Peluang
Peluang merupakan suatu keadaan di mana seseorang bisa melakukan sesuatu atau sesuatu bisa terjadi.

Dalam dunia ini selalu kita dapati peluang yang terbuka bagi kita. Ada peluang berhasil, ada juga peluang gagal, ada peluang untuk untung, ada juga peluang rugi, ada peluang sehat, adapeluang sakit, ada peluang bertemu ada peluang berpisah. Dalam seluruh aspek hidup manusia selalu tersimpan peluang. Masalahnya mana yang kita lihat peluang yang baik atau peluang yang buruk, yang positif atau yang negatif.

Peluang hanya tinggal sesaat
Peluang atau kesempatan yang merupakan suatu waktu yang sangat berharga. Kadang-kadang peluang tidak tinggal lama dengan kita. Peluangan hanya tinggal sesaat jika tidak dimanfaatkan dengan baik ia akan segera berlalu.

Dalam mitologi Yunani kuno ada salah satu dewa yang disebut dewa kesempatan yang bernama Dewa Kairos/Kairus. Dewa peluang digambarkan seperti seorang tua yang pendek, gemuk, kepala gundul dengan sedikit rambut di ubun-ubun kepalanya dan badannya licin dan kakinya memiliki sayap. Untuk menangkap dewa peluang tidak mudah karena dia berlari sangat cepat dan badannya yang licin menyulitkan orang untuk menangkapnya. Itu sebabnya orang yang ingin menangkap dewa itu harus selalu bersiaga di tempat-tempat di mana dewa itu akan melintas dan kemudian menangkapnya dengan cepat dengan cara memegang rambut di ubun-ubunnya.

Hal ini adalah gambaran bahwa kesempatan itu bisa cepat datang namun juga cepat menghilang jika kita tidak segera menangkapnya. Karena itu kita harus selalu bersiap untuk mengambil setiap kesempatan yang tersedia.

Peluang Daud
Kembali pada kisah Daud dengan Goliat. Saat menghadapi Goliat, Daud melihat ada peluang kecil dimana ia dapat membunuh Goliat yaitu bagian wajah Goliat yang tidak tertutup dengan pakaian perang. Sekalipun kecil kemungkinanya, tapi ini adalah peluang jika dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan kemenangan. Itulah sebabnya dengan penuh keberanian dan percaya Daud maju menghadapi Goliat. Daud melontarkan batu umbannya kepada Goliat, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran bagaimana mengubah tantangan, hambatan dan kesulitan menjadi peluang untuk menang.
1. Pusatkan perhatian kepada peluang yang terbuka sekalipun kecil kemungkinannya.
Daud memilih memusatkan perhatian kepada peluang yang terbuka. Seluruh kemampuan dan pontensi yang dimilikinya dikerahkan kepada satu titik yaitu bagian wajah Goliat yang terbuka.

Jangan buang tenaga untuk meratapi pintu-pintu yang tertutup tetapi bersyukurlah untuk sebuah jendela kecil yang terbuka. Siapa tahu justru melalui jendela tersebut adalah jalan masuk kedalam rumah. Jangan remehkan hal-hal kecil, sebab kadang-kadang Allah bekerja melalui perkara kecil untuk menghasilkan hal-hal besar.

Contoh:
a. Lima roti dan dua ekor ikan
Mat 14:17
Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

b. Awan setelapak tangan
1Raja-raja 18:44
Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia: “Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.”

2. Jangan biarkan hal-hal yang tidak bisa Anda lakukan menghalangi hal-hal yang bisa Anda lakukan.
Orang-orang Isreal memiliki peluang yang sama untuk mengalahkan Goliat kalau saja mereka mau melakukan yang apa yang bisa mereka lakukan. Sayangnya mereka terbelenggu dengan perasaan takut, perasaan ragu dan tidak mampu sehingga tidak berani menghadapi Goliat. Daud sadar ia tidak bisa berperang dengan mahir, tetapi ia mahir memainkan umban. Dengan kepercayaan diri yang tinggi Daud maju mengayunkan umbannya mendesak maju melawan Goliat. Jadi utamakan yang bisa kita lakukan, dahulukan dia.Jangan biarkan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan membatasi kemaksimalan hidup kita.

Sebagai anggota tubuh Kristus setiap orang memiliki potensi khusus yang Tuhan taruh dalam dirinya.

1Kor. 12:18
Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

3. Patahkan ketakutan dan keraguan yang merasuki pikiran
Sesuatu yang tidak mungkin, sesungguhnya bukan fakta. Tapi hanya ada dalam pikiran. Pikiran kita sendiri yang memenjara diri kita, yang membatasi kemampuan diri. Ketika berpikir kita tidak bisa, maka dengan sendirinya kita akan mencari pembenaran dari pola pikir yang kita tanam tadi. Tindakan yang kemudian diambil akan merupakan hasil dari ketidakmungkinan yang kita ciptakan sendiri. Tidak ada ketidakmungkinan, kecuali kita ijinkan pikiran kita sendiri yang membatasi.

Amsal 23:7a
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.

Kadang-kadang dalam hidup ini ketidakmungkinan adalah masalah waktu. Apa yang tidak mungkin di masa lalu, menjadi harapan dan cita-cita dimasa kini dan harusnya menjadi kenyataan di masa depan. Bila saja kita mampu mengikis rasa ketidakmungkinan dalam pikiran, maka potensi kita dengan sendirinya akan mengalir bagai air bah.

Mengapa prajurit Israel tidak berani menghadapi Goliat? Karena pikiran mereka mengatakan tidak mungkin, sulit, kita pasti kalah. Akibatnya mereka mundur dengan teratur. Berbeda dengan Daud, ia percaya selalu ada kemungkinan sekalipun kecil. Daud percaya ia bisa mengalahkan Goliat, dan ternyata benar, Daud berhasil membunuh Goliat.

1Samuel 17:33
Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

Ketakutan melihat kesulitan, Iman melihat kemungkinan. Jangan biarkan pikiran kita membunuh iman kita. Sebab itu jangan berjalan dengan pikiran berjalan dengan iman.

Markus 9:23 – Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

4. Jika kecil kemungkinan untuk menang, bergantunglah sepenuhnya kepada kuasa Allah.
1Sam. 17:45
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu.

Daud sadar bahwa peluangnya sangat kecil ia dapat membunuh Goliat. Itulah sebabnya ia tidak mengandalkan kekuatan dan kemampuannya tetapi bergantung sepenuh kepada kuasa Allah. Ia maju bukan karena hebat, tetapi ia percaya Tuhan dahsyat. Ia maju bukan karena ia bisa, tetapi percaya Tuhan berkuasa, ia maju bukan karena kuat, tetapi parcaya Tuhan hebat. Percayalah bahwa kuasa Tuhan dinyatakan saat kita mengalami kelemahan.

2Kor. 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Sekali lagi percayalah kepada Allah dengan segenap hati, Tuhan dapat bekerja dengan berbagai cara. Dia tidak bergantung kepada manusia bahkan apapun juga. Dalam 1Samuel 14:6  firman Tuhan berkata: Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.”

Percayalah bahwa bagi Tuhan tidak yang sukar untuk menolong apakah dengan sedikit orang atau banyak orang. Jadi jangan menyerah, tetaplah berserah, jangan berputus asa, tetaplah berharap senantiasa. Bagi Tuhan tidak ada yang sukar, sebab Dia Allah yang besar. Bagi Tuhan segala sesuatu bisa, sebab Dia Allah yang perkasa. Tuhan memberkati. – KJP!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Born Again (Dilahirkan kembali) – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 26 Mei 2019)

Yohanes 3:1-12

Saya rasa kita sudah punya pengalaman kelahiran baru, tapi biarlah ini menjadi peneguhan dalam hidup kita. Saya ingin menyoroti topik “Kelahiran Baru” ini dari sudut pandang kerajaan Allah dan roh, jiwa, tubuh.

Ibarat sebuah bangunan, sehebat apapun tampak luar sangatlah bergantung pada fondasi. Selama kita hidup di dunia (perjalanan rohani juga) begitu banyak hal atau kemungkinan yang dapat terjadi baik ujian, pencobaan maupun berbagai goncangan. Kekuatan bangunan rohani kita dan bagaimana kita bertahan sangat bergantung kepada fondasi iman kita.

Percakapan Yesus dengan Nikodemus
Nikodemus adalah seorang Farisi artinya seorang yang menguasai Taurat dan dapat memberi penjelasan tentang Taurat itu secara mendetail. Dia juga adalah seorang pemimpin agama Yahudi. Seorang Nikodemus merupakan orang penting dalam masyarakat Yahudi saat itu sebab hampir seluruh kehidupan orang Israel selalu berkaitan dengan agama. Mereka mengaitkan segala aspek hidup mereka dengan agama (sistem kepercayaan mereka).

Nikodemus datang saat malam. Mungkin ia mencari waktu senggangnya Yesus dari kesibukan-Nya setiap hari. Ada juga yang menafsirkan dia sengaja datang malam hari agar tidak diketahui oleh orang lain, yang nantinya akan menimbulkan masalah baik dirinya maupun Yesus sendiri.

Nikodemus dan Kecerdasan Intelektualnya
Dalam membuka percakapannya, Nikodemus berkata “Rabi kami tahu…” artinya dia memiliki pemahaman tentang siapa Yesus dan bagaimana penyertaan Tuhan dalam diri Yesus, namun tidak demikian tentang kerajaan sorga dan apa yang disampaikan Yesus, ia belum memahaminya. Yesus berkata bahwa seseorang yang tidak dilahirkan kembali, tidak dapat melihat kerajaan sorga. Disini Yesus tidak berbicara kerajaan sorga nanti (secara fisik) tetapi kerajaan sorga saat sekarang (rohani).

Melihat Kerajaan Sorga
Kata ‘melihat’ dalam bahasa Yunaninya memakai kata  Eido. Kata ini sama seperti yang dipakai dalam ayat 11 untuk kata ‘mengetahui’. Apa yang kita tidak lihat, sulit untuk kita mengetahuinya apalagi mengenai detail untuk menggambarkannya (diskripsikannya). Sehingga kita dapat mengerti bahwa kata Melihat/Eido memiliki makna yang sama dengan “tahu/memahami” (ayat 11). Artinya seorang yang tidak dilahirkan kembali, tidak bisa memahami kerajaan Allah dan apa yang Yesus sampaikan tentang Kerajaan Allah. Begitu juga jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh yaitu Firman dan Roh Kudus, ia tidak dapat masuk (tidak dapat bagian) dalam kerajaan Allah.

Hal inilah yang dialami Nikodemus. Nikodemus seorang Farisi yang cerdas secara intelektual, tapi karena belum dilahirkan kembali ia tidak dapat memahami kerajaan Allah (ayat 9-12). Ada banyak perumpamaan tentang kerajaan Allah, tetapi tanpa melihat (mengetahui) kerajaan Allah tidak mungkin kita dapat mengerti.

Dikatakan juga oleh Yesus barang siapa tidak dilahirkan dari Air dan Roh, ia tidak akan dapat masuk dalam kerajaan Allah. Ini juga sangat penting sebab jika kita tidak dilahirkan kembali, seseorang tidak akan memahami kerajaan Allah apalagi mendapat bagian di dalam kerajaan Allah.

Bagaimana proses Kelahiran Baru?
1. Percaya Yesus sebagai TUHAN dan Juruslamat, Roma 10:9-10
Kepercayaan kepada Yesus haruslah dimulai dari hati dan kemudian keluar dari mulut menjadi sebuah pengakuan, bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat hidupnya.

Catatan: Untuk dapat percaya kepada Yesus dan mengakuinya sebagai TUHAN, ada peran dari Roh Kudus (1 Kor 12:3). Roh Kuduslah yang menginsafkan manusia tentang dosa dan kebutuhannya akan keselamatan (Yohanes 16:8).

2. Roh Kudus membangkitkan roh manusia kita dari kematian karena dosa (putusnya huhungan dengan Tuhan)
Orang yang jatuh dalam dosa, terputus hubungannya dengan Allah sehingga rohnya mati (Efesus 2:1,4,5). Saat kita percaya kepada Yesus, Roh Kudus membangkitkan roh kita dari kematian.

3. Saat inilah kita menjadi ciptaan yang baru (bukan tubuh, dan jiwa tapi roh manusia kita yang baru), inilah yang dikatakan dalam 2 Kor 5:17.
Siapa saja yang menerima-Nya diberikan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12). Dengan demikian Roh Kudus menegaskan status kita sebagai anak-anak Allah.

4. Roh kita yang sudah dihidupkan oleh Roh Kudus membutuhkan Firman sebagai benih, 1 Petrus 1:23.
Sekalipun kita sudah percaya, bahkan roh kita sudah dihidupkan oleh Roh kudus, kita butuh Firman sebagai benih. Banyak orang tidak menyukai Firman Allah, pertanyaannya bagaimana kita bisa bertumbuh?

5. Disinilah proses kelahiran baru itu terjadi (Yoh 3:5, dilahirkan dari air dan Roh yaitu Firman dan Roh Kudus). Roh kita yang sudah hidup menjadi tempat bertemunya Roh Kudus dengan benih Firman yang kita dengar.

6. Inilah cikal bakal kelahiran baru di dalam diri kita dimana benih Ilahi (firman Allah yang kita dengar) dibuahi oleh Roh Allah dalam roh manusia kita.

7. Kemudian barulah terjadi kelahiran baru (bayi yang baru lahir ditandai dengan tangisan / tangisan pertobatan)

Dilahirkan kembali, berapa lama prosesnya?
Jawabannya bisa lama bisa juga cepat. Ada faktor yang mempengaruhi. Prosesnya bisa lama karena keras hati artinya masih sayang kepada dosa (tidak mau bertobat) sehingga tidak terjadi pembuahan (benihnya mati).

Berita Pertobatan
Pesan pertama yang dibawa oleh Yohanes pembaptis dan Yesus adalah berita pertobatan. Yohanes berkata “bertobatlah, sebab kerajaan Sorga sudah dekat! (Matius 3:2) Ini bukan bicara soal kerajaan sorga nanti tetapi saat sekarang. Demikian juga Yesus membawa berita awal yang sama yaitu tentang Pertobatan (untuk dapat melihat dan masuk dalam Kerajaan Allah)

Dilahirkan Kembali = Lahir baru = Bayi rohani

  • Bukan Fisik
  • Bukan roh manusia kita = Roh manusia kita dibangkitkan (bertambah kuat, Lukas 1:80; Lukas 2:40 (KJV)
  • Melainkan Jiwa kita (1 Korintus 13:11)

Itu sebabnya untuk kita terus bertumbuh dari bayi rohani menjadi dewasa, kita harus alami pertobatan setiap hari di jiwa kita.

Bertobat = Metanoia = Perubahan pikiran

Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Inilah yang disebut Dewasa/Kristen Sejati, dimana kita dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Alat Pendewasaan kita adalah Firman Tuhan dan Roh Kudus.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

WARISAN MILIK PUSAKA ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 19 Mei 2019)

KOLOSE 1:12-14

Minggu lalu kita sudah membahas, bahwa orang Kristen atau orang percaya memiliki 16 mata dirham, salah satu mata dirham adalah ucapan syukur. Ucapan syukur adalah mata dirham yang tidak boleh hilang  dalam kekristenan sebab itu adalah identitas hidup orang percaya. Matius 7:22,23 menuliskan bila kita sampai kehilangan mata dirham salah satunya adalah ucapan syukur maka kita tidak dikenal oleh Allah. Dalam Kolose 1:12, bahwa banyak hal yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengucap syukur. Kolose 1:12b, salah satu dasar mengapa harus mengucap syukur adalah karena kita dilayakkan untuk mendapat bagian dalam kerajaan kekal. Lewat kematian Yesus, maka kita yang percaya dilayakkan masuk dalam bagian. Kata “Bagian” mengandung arti milik pusaka yang sudah ditentukan oleh Allah bagi orang-orang yang telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Yesus. Sebab pada mulanya manusia sudah kehilangan bagian/warisan kerajaan Allah, namun karya Yesus mengembalikan semuanya.

BANGSA ISRAEL
Wujud warisan (milik pusaka) yang diterima bangsa Israel adalah Kanaan, yaitu Tanah Perjanjian yang dibagikan kepada tiap-tiap suku dan dibagikan per keluarga (Yosua 18:10).  Tetapi sebelum menerima tanah pusaka, mereka mengadakan paskah yang mereka rayakan di Mesir. Oleh sabab itu, tanah pusaka tidak boleh dijual, harus mereka jaga dan tidak boleh disia-siakan kemudian akan diwariskan kepada anak cucu mereka. Seperti kisah dalam 1 Raja-Raja 21, tentang Nabot. Sauatu hari, raja yang bernama Ahab melintasi tanah milik Nabot. Ketika melihat tanah milik Nabot, raja Ahab menginginkan tanah itu. Tanah itu terlihat menarik karena terawat dengan baik dan dipenuhi dengan anggur yang baik pula. Ia begitu menyukai tanah Nabot dan ingin bertukar tanah dengan Nabot, namun keinginannya ditolak oleh Nabot. Dengan wajah muram ia kembali dan bertemu dengan istrinya yaitu Izebel. Izebel adalah seorang ratu yang jahat dan penyembah berhala. Ia-lah yang akan mengurus masalah tanah Nabot dengan cara yang licik sehingga mencelakakan Nabot. Akhirnya Nabot dirajam batu sebab ia difitnah begitu rupa karena mempertahankan tanah pusaka.

Sebagai orang percaya, kita tidak menerima tanah fisik seperti bangsa Isarel, melainkan tanah yang istimewa, yang letaknya di surga.  Filipi 2:20 – Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat yaitu Tuhan Yesus Kristus. Janji milik pusaka itu bukan karena penebusan seekor hewan domba seperti umat Israel melainkan dengan harga yang sangat mahal yaitu darah Yesus. 1 Petrus 1:18,19 darah yang mahal ditumpahkan bagi kita. Betapa pentingnya memelihara milik pusaka yang sudah dijanjikan bagi kita. Dan orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengertian kepada anak-anak bahwa milik pusaka Allah tidak boleh jual, ditukar dan disia-siakan seperti yang dilakukan oleh Esau. Alhasil Esau tidak mendapatkan hak kesulungannya lagi meskipun sudah menangis namun tidak ada artinya lagi (Kejadian 25:34). Selain menerima milik pusaka, kita juga memiliki peluang besar untuk menerima pahala yaitu mahkota kemuliaan.

MAHKOTA KEMULIAAN
Oleh korban Yesus, kita memenuhi syarat untuk menerima milik pusaka yaitu sorga yang kekal. Kita juga memiliki peluang besar untuk menerima “pahala” di surga, apabila selama hidup di dunia, waktu dan potensi yang Tuhan karuniakan kepada kita digunakan untuk melayani Tuhan. Pelayan Tuhan bukan hanya mereka yang bergelar pendeta dan sudah sekolah alkitab melainkan semua orang percaya adalah hamba Tuhan.

Dalam Alkitab ada 2 sebutan pelayanan, yaitu pelayanan meja yang bekerja di bagian keperluan gereja serta jemaat dan pelayanan mimbar yang berfokus kepada pelayanan penyampaian firman Tuhan.  Jadi, semua orang percaya dapat terlibat aktif melayani Tuhan sebab itu gunakan semua potensi untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 3:6-8, kita semua dijadikan sama-sama untuk menerima upah. Jangan berpikir bahwa diri kita adalah orang awam sehingga tidak melayani. Kita semua mempunyai potensi menerima upah asal menggunakan potensi kita untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 15:58 – berdiri teguh dan jangan jual milik pusaka itu. Jangan goyah oleh pengajaran apapun serta giat selalu dalam pekerjaan Tuhan.  Setiap kita diberikan karunia-karunia untuk melayani,  gunakan sebaik mungkin.

Dahulu ketika kita masih berdosa, jerih payah kita tidak ada hasilnya. Karena hanya oleh karya Yesuslah jerhi payah kita menjadi upah atau mahkota. Dan upah itu diterima oleh mereka yang mempergunakan waktu mereka dengan baik karena  waktu adalah kesempatan emas yang Tuhan berikan untuk melayani. Sedangkan talenta, karunia,  berkat jasmani juga rohani adalah modal dari Tuhan untuk melayani. Pelayanan yang mendapatkan mahkota kemuliaan adalah pelayanan berkualitas.

Pelayanan berkualitas bukan dilihat banyaknya pelayanan yang dapat dilakukan oleh seseorang. Melainkan pelayanan yang didasari atau dimotivasi oleh kasih. Oleh karena kita mengasihi Yesus maka kita melayani Tuhan dan sesama.

DASAR PELAYANAN
1. Pelayanan yang berkualitas, akan berbuah UPAH yaitu PAHALA atau MAHKOTA KEMULIAAN (1 Korintus 3:14 )
Saat kita menerima Yesus, maka jangan sia-siakan waktu atau apapun yang Tuhan berikan kepada kita. Tapi gunakan semua potensi yang Tuhan percayakan kepada kita untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 3:10, orang melayani Tuhan sama seperti membangun bangunan. Pelayanan berkualitas adalah dibangun dengan dasar Emas (Hati Yesus yang penuh kasih). Melayani dengan perak – gambaran tentang penebusan. Penebusan oleh darah Yesus. Batu mulia – pelayanan dengan keindahan dan nilai terbaik.

2. Pelayanan yang tidak berkualitas/tanpa KASIH tidak akan mendapat “UPAH” (1 Korintus 3:12B dan 15.)
Sedangkan pelayanan yang tidak berkualitas tidak akan mendapat upah, 1 Korintus 3:12 dan 15. Jemaat yang melayani namun bukan dengan dasar atau motivasi kasih seperti orang yang membangun dengan dasar tidak berkualitas. Melainkan membangun dengan dasar kayu – tujuan memberi karena kesombongan. Dasar rumput kering dan jerami maka semua terbakar.

PENUTUP
Dalam Kejadian 4:3,4 – korban Habel berkenan dihadapan Tuhan, sebab ada korban darah. Jangan sampai tidak ada korban darahnya yaitu korban karena ada karya Yesus disalib selama pelayanan kita di muka bumi ini, yaitu pelayanan yang didasarkan oleh karena kasih, sebab dasar pelayanan akan menentukan upah yang akan diterima. Matius 6:1-4, jangan lakukan kewajiban ibadah karena untuk ajang pamer. Dan bila memberikan persembahan jangan lakukan untuk dipuji oleh Tuhan, sebab itu jangan pamer dalam memberikan korban karena Tuhan yang akan mebalaskannya.

Tuhan Yesus memberkati

Posted in Uncategorized | Leave a comment