Hosea 11
Ayat. 8 TUHAN berkata, “Hai Israel, tak mungkin engkau Kubiarkan atau Kutinggalkan. Mungkinkah engkau Kumusnahkan seperti Adma? Atau Kuperlakukan seperti Zeboim? Tak tega hati-Ku melakukan hal itu, karena cinta-Ku terlalu besar bagimu!
Pendahuluan
Dalam firman Tuhan hari ini, Hosea mengajak kita untuk merasakan begitu besar kasih Tuhan bagi manusia. Kasih Allah yang besar itu dijelaskan melalui tindakan aktif Tuhan bagi umat-Nya. Tuhan mengajar berjalan, mengangkat, menyembuhkan, dan membungkuk untuk memberi mereka makan. Hal ini tetap dilakukan Tuhan, sekalipun umat-Nya tidak mau insaf.
Tujuan renungan : Menghargai setiap Kasih, Kesempatan, Teguran dan Hajaran yang Tuhan berikan dalam hidup kita.
Kasih Allah yang tak berubah
Ayat 1-2 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.
Apa yang dilakukan Allah?
Mengasihi dan memanggil. Ketika Israel masih muda dalam terjemahan lain masih kecil suatu keadaan yang apa adanya “KUKASIHI DIA” Allah mengasihi Israel. Dari Allah membawa Israel keluar dari Mesir ada kata “makin kupanggil.” Banyak cara Allah mengasihi umatNya, salah satunya memanggil melalui para nabi yang Allah utus untuk Israel mendekat.
Tetapi apa yang Allah dapatkan? Mereka semakin menjauh dan pergi mempersembahkan korban kepada baal, kepada patung-patung.
Apa yang dilakukan Allah?
Ayat 3-4 Menunjukan kasih seperti seorang Ayah. Nabi Hosea melukiskan dengan begitu indah dan hidup gambaran kasih sayang ayah kepada anak: ia menggunakan 5 gerakan antara lain : Berjalan, memegang mengangkat di tangan, menyembuhkan, membungkuk untuk memberi makan dan kita lihat ini mengekspresikan perhatian pemeliharaan sang Ayah kepada anaknya Israel.
Tetapi apa yang Allah terima? Mereka tidak mau insaf, tidak mau bertobat padahal Allah tidak menggunakan pemaksaan, tidak seperti zaman dahulu pemenang peperangan mengikat yang kalah dengan tali dan menawan dengan kejam, tetapi menggunakan kelembutan kemanusiaan menarik dengan tali kesetiaan dan mengikat dengan tali kasih di leher Israel untuk membimbing jalan mereka.
Saat di padang belantara ketika mereka lelah, Allah dengan cepat memeluk mengangkat mereka. Ketika mereka terpeleset kaki dan jatuh, Allah dengan cepat menyembuhkan mereka. Namun, walaupun TUHAN mencintai mereka dengan tindakan berturut-turut, Allah melihat umatNya tidak setia dan tidak bertobat.
Mari kita renungkan Kasih Allah yang tak pernah berubah. Allah adalah kasih dan Dia akan terus mengasihi saya dan saudara, Dia terus mencintai kita dengan kasih-Nya tidak pernah berubah, kasih yang kekal dalam setiap hidup kita. Mari hargai Kasih Allah yang kekal dengan kita terus terhubung dengan Dia seperti seorang anak yang selalu dalam bimbingan ayahnya.
Yeremia 31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
Kasih Allah menegur dan menghajar
Ayat 5-7 Kasih Allah terlihat dari teguran dan hajaran tetapi Israel tetap keras kepala dan menolak kasih Allah.
“Mereka harus kembali ke Mesir dan asyur akan menjadi Raja mereka”
Inilah bentuk Kasih Allah dalam kehidupan umatnya: “harus.”
Kita melihat sekalipun sudah ditegur dan dihajar, Israel tetap membelakangi Tuhan dan tidak meninggikan Tuhan. Tetapi kita sebagai orang percaya mari kita miliki cara pandang yang benar ketika Allah memberikan teguran dan hajaran bagi kita untuk kebaikan kita.
Terkadang teguran Tuhan memang sangat keras dalam kehidupan. Ada kalanya, pada awalnya memang sulit sekali untuk diterima, tetapi firman Tuhan hari ini akhirnya membuat kita mengerti. Kasih Tuhan itu adalah kasih yang menghajar dan menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak .
Ibrani 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
Ibrani 12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak.Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
Ibrani 12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang,.
Wahyu 3:19 TB
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
Perhatikan ketika Allah menegur dan menghajar kita karena:
Teguran Hajaran Tuhan karena Ia ingin menunjukan kasihNya.
Teguran dan Hajaran Tuhan untuk memperbaiki kesalahan kita.
Teguran Hajaran Tuhan supaya kita mengendalikan tempramen
Kasih Allah menghampiri manusia
Ay.8 – Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
Tuhan tidak ingin Israel dan Efraim dihanguskan seperti Adma dan Zeboin, maksudnya wilayah yang dihanguskan oleh Allah yaitu bagian Gomora dan Sodom karena dosa yang merajalela pada waktu itu.
Ulangan 29:23 seluruh tanahnya yang telah hangus oleh belerang dan garam, yang tidak ditaburi, tidak menumbuhkan apa-apa dan tidak ada tumbuh-tumbuhan apapun yang timbul dari padanya, seperti pada waktu ditunggangbalikkan-Nya Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim, yakni yang ditunggangbalikkan TUHAN dalam murka dan kepanasan amarah-Nya —
Ayat 8-11 ini bukan hanya pemulihan saja bagi Efraim dan Israel tetapi mengandung nubuatan tentang Yesus.
Ay.9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
Ayat 8-11 ini Nubuatan sebagai bukti Kasih Allah dengan Allah datang menghampiri manusia sebagai pribadi yang bukan menghanguskan.
Manusia tidak mungkin dapat menghampiri Allah karena Allah adalah kudus adanya. Kekudusan Allah dapat menghancurkan dan membinasakan manusia karena Allah tidak dapat disentuh oleh dosa, kenajisan dan kekotoran manusia.
Tetapi inilah Kasih Allah yaitu Allah yang kudus ada ditengah-tengah kamu bukan lagi menghanguskan, bukan lagi jauh tidak dapat dihampiri tetapi dekat dan kekudusan Allah tidak menghanguskan tetapi menguduskan.
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percayakepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yesus yang kudus, datang jadi manusia yaitu pribadi yang kudus yang menghampiri manusia berdosa dan setiap orang yang meyentuh dengan iman percaya diselamatkan, ditolong, dikuduskan.
Kesimpulan
Memahami Kasih Allah yang besar bagi Israel ini, seharusnya menyadarkan diri kita bahwa kasih Allah yang besar seharusnya membawa perubahan dalam kehidupan kekristenan kita.
Merubah sikap dan perilaku kita, merubah cara berpikir kita saat kita ditegur dan dihajar oleh Tuhan dan membawa kita kembali lebih intim kepada-Nya karena sampai hari ini kasih-Nya tidak pernah berubah dalam hidup kita.