RUANG TUNGGU 26 : TUHAN MEMBUAT SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA – oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1,3 – Minggu, 11 Juni 2023)

Pengkhotbah 3:11  
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. 

Pendahuluan
Ruang Tunggu 26 adalah seri terakhir dari khotbah seri tentang ruang tunggu dan sekaligus merupakan kesimpulan mengapa kita harus ada di ruang tunggu. Alasan utama mengapa kita harus berada di ruang tunggu karena Allah bekerja menurut waktu yang telah ditentukanNya. Allah adalah sang pencipta waktu, Dia tidak dipengaruhi oleh waktu, tetapi IA bekerja berdasarkan waktu yang telah ditetapkanNya. Segala sesuatu yang terjadi dalam dunia ini tidak ada yang kebetulan, semua dalam perencanaanNya yang sempurna. 

Dalam alkitab kita akan menemukan banyak ayat yang menerangkan bahwa Tuhan bekerja berdasarkan waktu yang telah ditentukanNya.

  • Kejadian 1 – Allah menciptakan langit dan bumi berdasarkan waktu yang ditetapkanNya dari hari 1 hingga ke 6. Semua diciptakan secara teratur, kronologi, rapi dan sempurna.
  • Mazmur 145:15  
    Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya
  • Yesaya 60:22  
    Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya
  • Lukas 1:20  
    Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” 
  • Ibrani 4:16  
    Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. 
  • 1Petrus 5:6  
    Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 

Bahkan kalau kita membaca Pengkhotbah 3 kita melihat bahwa segala sesuatu terjadi berdasarkan waktu yang telah ditentukan.
Pengkhotbah 3 : 2 – 4  
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; 

Jika semua telah ditetapkan waktunya, lalu bagaimanakah sikap kita selama ada di ruang tunggu?
1. BERTINDAKLAH TEPAT, DI WAKTU YANG TEPAT
Pengkhotbah 3:11a
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,
Untuk dapat melihat segala sesuatu indah pada waktunya, maka kita harus bertindak tepat diwaktu yang tepat. 

Contoh: Ayat 2
Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal. 
Hari kelahiran adalah saat yang indah bagi semua orang. Kapan kita dilahirkan, dimana, dan siapa yang melahirkan adalah ketentuan Tuhan. Waktu kelahiran telah kita lewati sekarang menanti musim baru yaitu hari kematian. Kalau kita ingin waktu meninggal itu indah, maka kita harus menjalani kehidupan dengan baik. Mengisi hidup dengan mencari Tuhan, beribadah, melakukan kebenaran, kebaikan, kasih dll.

Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; 
Kapan waktu untuk mencabut yang ditanam? Itu adalah musim panen. Ketika datang musim panen apakah itu waktunya yang indah atau tidak? Tergantung bagaimana persiapan yang kita lakukan saat musim menanam. Apakah saat musim menanam tiba, kita bekerja dengan sungguh-sungguh atau santai? Kalau santai atau malas maka ketika musim panen tiba, semua menjadi tidak indah.

Amsal 20:4  
Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa. 
Belajarlah mengerti waktunya Tuhan agar semua indah pada waktunya. Tuhan Yesus menangisi Yerusalem karena tidak tahu waktu Tuhan. Bangsa Israel gagal mengerti lawatan Tuhan.

Lukas 19:44  
dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.” 

2. BELAJARLAH TAAT SETIAP SAAT
Untuk dapat melihat segala sesuatu menjadi indah pada waktunya, dibutuhkan ketaatan di setiap musim kehidupan. Banyak hal dalam hidup ini yang tidak kita ketahui kapan waktunya tiba, untuk itulah dibutuhkan ketaatan setiap saat agar waktu Tuhan datang kita memiliki kesiapan. 

Beriku beberapa contoh bertemunya ketaatan dan waktu Tuhan

  • Perjamuan di Kana berakhir dengan sukacita besar karena ketaatan para pelayan. (Yoh 2)
  • Ketaatan murid-murid Yesus menyebabkan mereka menangkap ikan yang banyak. (Luk. 5)
  • Yusuf – Ia tidak tahu kapan mimpinya jadi kenyataan, yang ia lakukan hanya taat melakukan firman. Buah ketaatannya Tuhan mengangkatnya tepat pada waktunya.

Sebaliknya ketidaktaatan menghancurkan rencana Tuhan. Saul gagal mewarisi tahta Israel karena tidak taat.

1Sam. 13:13  
Kata Samuel kepada Saul: “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. 

3. JANGAN TERBURU-BURU, SABARLAH UNTUK MENUNGGU
Yakobus 1:4 
“Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan apapun”
Untuk mendapatkan buah yang matang, kita harus siap menunggu proses pematangan buah. Manusia bisa mempercepat prosesnya dengan dikarbit tapi hasilnya tidak selezat buat matang di pohon.
Tuhan menginginkan buah yang matang, iman yang dewasa, itulah sebabnya kita harus sabar menunggu, setia menjalani prosesnya sampai semua matang dan dewasa.

4. SYUKURI UNTUK SEMUA MUSIM YANG TERJADI
Roma 8:28  
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Jika semua indah pada waktunya, maka syukuri semua musim yang terjadi. Percayalah, tidak ada musim yang buruk, semua musim kehidupan yang kita alami dirangkai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi anak-anakNya. 

Conroh : Lukas 7:13  
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” 

Kematian selalu meninggalkan duka, tapi justru dalam duka dan kehilangan ibu janda ini mengalami dan menikmati belas kasih Tuhan. Percayalah, semua keadaan pahit, penderitaan, masalah adalah kesempatan untuk menikmati kuasa Allah. 

5. PERCAYA SAJA WAKTUNYA PASTI TIBA
Galatia 4:4  
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 
Walau kadang kita harus menunggu, tetapi waktu Tuhan itu tepat, Tuhan tidak pernah terlambat atau terlalu cepat, waktu Tuhan datang secara sempurna. 

Ulangan 7:9  
Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan. 

Penutup 
Setialah berada di ruang tunggu karena segala sesuatu Dia jadikan indah pada waktunya. Percayalah meski tidak selalu yang tercepat waktu Tuhan pasti tepat. 

Tuhan memberkati. KJP!

Arsip Catatan Khotbah