Redeeming the time  (Penebusan Waktu) – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 31 Desember 2023)

Tahun 2023 akan segera berakhir dengan melewati tanggal 31 Desember 2023. Tinggal 1 hari lagi. Apakah di hari penghujung akhir tahun ini kita merasakan bahwa tahun-tahun ini adalah sebuah kesempatan atau sebuah penyesalan?

Tidak ada kesempatan lagi.
Luk_12:20  Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

  • Bodoh karena tidak menggunakan waktu yang ada untuk mengisi hidup dengan seimbang, antara mencari Tuhan dan harta.
  • Waktu yang ada hanya dipakai untuk meraih kekayaan, bertambah kaya, dan semakin kaya dan akhirnya sangat kaya.
  • Orang kaya ini pasti pintar dalam hidup, tapi bodoh dalam kehidupan.
  • Hati dan Jiwanya diisi dengan kekayaan, ay. 17-19.
  • Seberapa banyakpun, hati dan jiwa tidak pernah merasa cukup.
  • Tindakan bodoh.

Tahun 2024
Kita diberi kesempatan merenung dan memutuskan:
1. Siapakah Aku?
2. Dari Manakah Aku? 
3. Untuk Apakah Aku Ada?
4. Apa Yang Dapat Aku Lakukan?
5. Kemana Aku Akan Pergi?

Redeeming the time (Penebusan waktu)
Efesus 5:16  dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Menebus Waktu:
– Waktu yang hilang tidak dapat ditebus kembali, baik Kronos maupun Kairos.
– Menggunakan waktu dengan bijak atau memanfaatkannya sebaik mungkin mengalami transformasi.
Transformasi:
– Semakin Mengasihi Tuhan
– Mengasihi Diri Sendiri (bukan egois tetapi dengan memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan diri), setelah itu..
– Mengasihi Sesama (kita bisa mengasihi sesama sesudah kita mengasihi diri kita sendiri)

1. Wake Up – Bangun (Ay. 14) – Kesadaran
2. Arise – Bangkit : membuat Komitmen. Setelah kita sadar, kita harus bangkit untuk membuat perubahan. Ini membutuhkan komitmen (dilakukan saat kita mau atau tidak mau).
3. Kristus bercahaya – menerangi memberi pencerahan.

1. Ay. 15, jangan jadi orang bebal /bodoh/ unwise tapi seperti orang arif (wise).
Wisdom – arif / bijak : pengetahuan yang diaplikasikan atau dilakukan
Unwise / bebal : punya pengetahuan tapi tidak diaplikasikan atau tidak dilakukan.

2. Ay. 17, jangan bodoh, usahakan supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Antara hal yang baik (good thing) dan hal yang benar (right thing).
Contoh :Saul – 1 Samuel 15 ; Simon Petrus

3. Ay. 18, jangan mabuk anggur / hal duniawi
Hendaklah penuh dengan roh (kedewasaan), Mazmur 39:5-7.

Arsip Catatan Khotbah