KESEMPATAN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1, 3 – Minggu, 7 Januari 2024)

2 Petrus 3:14
Sebab itu, Saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

2 Petrus 3:15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita    sebagai “KESEMPATAN” untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

PENDAHULUAN
2 Petrus 3:1-16 Rasul Petrus membahas tentang “Peristiwa Kedatangan Yesus Kedua Kali.” Saat di mana Yesus datang untuk:
– Menghukum orang berdosa.
– Menyelamatkan dan memberi upah atau pahala, bagi orang yang percaya dan melayani Yesus.

KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI
Kedatangan Yesus kedua kali, bukan dongeng atau khayalan belaka, tetapi kepastian. Mengapa?
Yohanes 14:3, Yesus akan datang menjemput orang percaya.
Matius 24:3-14, Tanda-tanda kedatangan Yesus sudah mulai digenapi.

KEWAJIBAN GEREJA ATAU JEMAAT
Gereja bukan hanya percaya Yesus dan memberitakan Yesus sebagai Juruselamat. Tetapi, Gereja harus mengimani dan memberitakan kedatangan Yesus kedua kali, lewat: khotbah, Pelajaran Alkitab, kesaksian, dan berbagai-bagai kegiatan lainnya. Tetapi, Gereja harus menyikapi berita kedatangan Yesus kedua kali dengan pengertian yang benar dan positif. Mengapa? Karena:
 – Walaupun berita kedatangan Yesus kedua kali terus kita beritakan dan khotbahkan.
Tetapi, kenyataannya Yesus belum datang! Karena tidak mengerti, ada jemaat yang  salah dalam menyikapi berita kedatangan Yesus kedua kali.
– Ada jemaat yang bimbang dan ragu akan kedatangan Yesus kedua kali.
– Ada pula jemaat yang karena kecewa pada akhirnya,

PENGEJEK-PENGEJEK
2 Petrus 3:3 “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup    menuruti hawa nafsunya.

2 Petrus 3:4
Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”

PELAKU KEJAHATAN
Mazmur 73:1-15
Mazmur ini ditulis oleh Asaf, yang hampir terkecoh karena melihat orang yang berbuat kejahatan, tapi tidak dihukum Tuhan, tetapi hidupnya senang, sehat dan sejahtera.

NASIHAT RASUL PETRUS
Kalau Yesus belum datang kedua kali, gunakan waktu yang masih kita miliki sebagai kesempatan untuk: “Berusahalah agar kita kedapatan tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan-Nya,” 1Petrus 3:14,15.

Apa maksudnya? “Berusahalah supaya hidup kita benar dan berkenan kepada Tuhan, hingga kita menjadi bagian Gereja Sempurna…”

Maksudnya:
A. TIDAK MENAJISKAN DIRI
Kita yang sudah disucikan oleh korban Yesus, kita harus berusaha menjaga diri kita agar kita tidak bercacat dan tidak bernoda di hadapan Yesus.
Contoh: Anak yang terhilang, tidak mungkin ia mau kembali ke kandang babi, 2 Petrus 2:22.

B. SEMPURNA SEPERTI YESUS
Keselamatan adalah pemberian, Efesus 2:8,9. Tetapi untuk menjadi sempurna (tak bercacat dan bernoda seperti Yesus), hal itu tidak terjadi dengan sendirinya. Tetapi menuntut usaha dan kesungguhan kita melakukan semua kehendak Tuhan (Firman Tuhan).

Apakah Kehendak Tuhan itu?
Matius 5:48 “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Yang dimaksud Sempurna di sini ialah mengacu atau menunjuk kepada karakter dan karakter Allah itu ialah “KASIH.”

1 Yohanes 4:8,16
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah Kasih”

Di mana posisi kasih itu dalam jenjang  atau tingkatan iman kekeristenan?

2 Petrus 1:5-8.
KASIH adalah PUNCAK KEKERISTENAN 2 Petrus 1:5-8

Arsip Catatan Khotbah