Efesus 5:15,16 “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pengunakanlah waktu yang ada, karena hari- hari ini adalah jahat.”
PENDAHULUAN
Minggu pertama Januari 2024, di ibadah ke-2 dan 3, kita bahas tentang kesempatan. Saya jelaskan bahwa: kalau Tuhan izinkan kita masuki tahun yang baru, artinya setahun kita lebih dekat dengan kedatangan Yesus kedua kali. Tetapi kalau pada tahun ini, Yesus belum datang kembali, artinya Yesus masih memberi kepada kita kesempatan agar kita lebih sungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri kita, menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Sebab kalau pada saat Yesus datang kedua kali, ternyata kita didapati tidak seperti yang Yesus inginkan, yaitu seperti 5 Gadis Bijak, tapi sebaliknya sama seperti 5 Gadis Bodoh, maka kita tidak diizinkan masuk ke dalam pesta Perjamuan Kawin Anak Domba yang ditulis dalam, Matius 25:10-13.
NASIHAT BAGI JEMAAT DI AKHIR ZAMAN
Firman Allah menasihati kita yang hidup di akhir zaman ini, agar kita:
1. BIJAKSANA MENGGUNAKAN WAKTU
Bila Saudara bertanya apa dasar atau alasannya kita harus bijak dalam menggunakan waktu?
Efesus 5:16 dikatakan:
“Sebab di hari-hari menjelang kedatangan Yesus kedua kali adalah hari-hari yang jahat!”
Artinya: Pada akhir zaman, di hari-hari di mana kita hidup sekarang ini, kita ada di situasi dan kondisi yang “jahat.” Kata hari-hari yang “jahat” di sini bukan hanya karena iblis sudah menguasai dunia ini dengan segala jenis kejahatannya, tetapi di tiap saat dan waktu iblis berusaha menjebak kita agar kita lakukan dosa dan dosa itu berusaha menyeret kita masuk ke alam baka yaitu alam kematian di saat kita sedang melakukan atau hidup dalam dosa.
Contoh: Ananias dan Safira, Kisah 5:1-11.
Kalau kita sudah sampai pada titik yang namanya kematian, kita tidak memiliki harapan dan kesempatan lagi untuk memperbaiki diri kita agar kita luput dari api neraka.
2 Korintus 6:2
Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
2. HIDUP ITU SINGKAT
Dalam Mazmur 90:10 dikatakan bahwa usia manusia hanya mencapai usia 70-80 tahun, dan ada juga yang bahkan lebih. Tapi hanya sedikit orang yang sadar dan mengerti bahwa kesempatan hidup yang kita jalani itu amat singkat atau pendek.
Yakobus 4:14b “Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.”
Berapapun panjangnya hidup manusia, tapi bila kita bandingkan dengan kekekalan, umur atau usia hidup manusia itu seperti setetes air di samudera raya yang luas. Itu sebabnya apabila sekarang Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk hidup di dunia ini, gunakan kesempatan yang baik itu untuk:
a. Percaya kepada Yesus dengan sungguh-sungguh, begitu juga bagi jemaat yang belum alami kelahiran baru, Yoh. 3:3; Roma 12:1,2.
b. Perbuatlah apa yang baik dan yang mulia sesuai dengan firman Allah serta layanilah Tuhan, Roma 12:11-21.
Mengapa kita harus jadi pengikut Yesus yang telah mengalami kelahiran kembali dan mengambil bagian dalam melayani Yesus? Karena ini berhubungan dengan waktu.
3. BERAPA SISA WAKTU YANG KITA MILIKI?
Waktu yang kita miliki itu singkat (cepat berlalu), selain itu tidak ada seorang pun di antara kita yang tahu, berapa lama sisa waktu yang masih kita miliki, Amsal 27:1.
CATATAN
Tidak seorangpun manusia di dunia ini yang dapat mengulangi waktu yang sudah dijalaninya. Sebab dalam Filipi 3:13,14 dikatakan bahwa umur manusia itu seperti orang berlomba dan kita tidak bisa mengulangi perlombaan itu.
4. TANGGUNG JAWAB DI HADAPAN TUHAN
Tanggung jawab soal waktu atau umur kita adalah tanggung jawab kita kepada Tuhan. Mengapa? Sebab, umur atau kesempatan hidup yang Tuhan berikan kepada kita, suatu saat akan habis atau akan berakhir.
Roma 14:12 “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.”
Kalau di ayat ini dikatakan bahwa:
Setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
Siapapun orang itu; suku bangsa apa; warna kulit apa; status sosialnya apa. Pokoknya yang namanya manusia, yang telah menerima dari Tuhan: umur, maka ia harus memberi pertanggunganjawab kepada Tuhan.
Orang yang Tidak Percaya Tuhan Yesus
Bagi orang yang menolak atau tidak percaya kepada Yesus. Maka ia akan mengalami kebinasaan kekal dalam neraka. Mengapa? Sebab ia salah dalam menggunakan umur hidupnya di mata Tuhan. Hanya Yesus satu-satunya jalan keselamatan, Yohanes 14:6.
Orang yang Mengaku Percaya Yesus
Banyak orang yang mengaku dirinya sebagai pengikut Yesus (Kristen), tapi orang itu telah terkontaminasi oleh berbagai-bagai ajaran yang bertentangan dengan Firman Allah sehingga cara hidup orang Kristen itu bertentangan dengan Firman Allah.
Mereka mengaku sebagai orang Kristen, pengikut Yesus, tetapi mereka cenderung: Tidak peduli soal: Ibadah; doa; pelayanan; kesucian hidup; pujian penyembahan dan masih banyak hal lain yang wajib diperbuat oleh pengikut Yesus sebagaimana ditulis dalam Alkitab yaitu Firman Tuhan).
Perhatikan!
Jangan sia-siakan kesempatan hidup yang Tuhan berikan kepada kita. Hanya satu kata yang akan dialami orang itu di hari terakhir, yaitu: “Penyesalan Untuk Selamanya.” Sebab tidak ada sedikitpun kesempatan untuk dapat memperbaiki kesalahan itu.