BERSYUKUR PENUH – oleh Pdt. K. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – 13 Juli 2025)

Banyak-banyak bersyukur buat bulan-bulan yang sudah dilewati. Walaupun keadaan semakin sukar, banyak mengucap syukur, akan semakin baik bagi kesehatan kita. Hormon-hormon seperti Dopamin (kesenangan karena memperoleh hadiah, Serotonin (untuk stabilitas emosi) dan Endorfin (Pereda stress) membawa efek dimana kita merasakan kedamaian dan kebahagiaan.

1 Tesalonika 5:18 (TB)  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Ucapan syukur kita merupakan tindakan dari rasa syukur, berasal dari hati yang bersyukur (Gratitude), yang menyadari kebaikan Tuhan yang sudah kita terima dan yang masih kita akan terima dari Tuhan, melalui orang lain maupun situasi yang terjadi baik yang menyenangkan ataupun tidak.

Roma 8:28 (TB)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Sudahkah kita mengucap syukur hari ini? Apakah ucapan syukur kita keluar dari hati yang bersyukur? 

Harus dilatih dari kecil, setiap kali terima sesuatu, itu semua karena berkat Tuhan. Bagaimana kalau tidak terlatih dari kecil? Mintalah kepada Tuhan supaya menjadi gaya hidup kita. Sebab itulah yang dikehendaki Allah (Berkenan dan meyenangkan) di hati-Nya.

Mari untuk kita melatihnya di GPdI Mahanaim ini bersama-sama. Pernahkah kita mengucapkan terima kasih kepada para pelayan Tuhan yang begitu setia melayani kita? Katakan sekarang ‘Terima kasih.’

Dalam Mazmur 139:14, Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 

Daud tidak diperlakukan dengan menyenangkan waktu kecil. Dimungkinkan oleh para penafsir alkitab, satu ayah tapi tidak satu ibu → Midrash (Tafsiran Yahudi).

Mazmur 27:10 (TB)  Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

Banyak yang berkata ‘Tuhan ga adil ya’. Sudut pandang kita, akan menentukan hasil akhir Apa yang engkau lihat akan menentukan apa yang anda dapatkan. Bagaimana anda melihat diri sendiri? Daud tidak pernah melihat dirinya sebagai orang terbuang. Setiap kali ia memetik kecapinya, yang keluar dari mulutnya ‘Engkau baik’. Daud mensyukuri keadaannya. Dia bertumbuh menjadi orang yang tahu bersyukur.

Mazmur 9:2  Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; 

Orang yang sudah mengalami Tuhan tidak akan sama dengan orang yang tidak pernah mengalami Tuhan. Daud mengalami banyak pertolongan Tuhan dari sejak Kecil, bahkan ketika lari dikejar-kejar oleh Raja Saul. Orang yang sudah mengalami kebaikan Tuhan, ucapan syukurnya dengan segenap hati. Jangan setengah-setengah bersyukur. Mungkin kita pernah berpikir: ‘Tuhan baik, tapi mengapa sampai sekarang juga tidak ditolong? Tuhan ada, pertolonganNya selalu nyata tapi persoalan-persoalan sepertinya bertambah berat.’ Mari kita sungguh-sungguh bersyukur. Daud bukan hanya berkata’ aku mau bersyukur’, dia berkata ‘Aku hendak menceritakan.’ Orang yang sudah mengalami kebaikan Tuhan menginginkan dapat bercerita seeprti Daud, bahkan sampai pada hal-hal yang kecil.

Cerita 10 Orang kusta yang disembuhkan Yesus. Satu orang yang bersyukur dan itupun orang Samaria yang notabene tidak bergaul dengan orang Yahudi. Dimanakah yang 9 orang yang sudah disembuhkan, selain dari orang asing ini? Orang asing saja berterima kasih. 

Bukan masalah engkau sudah terima atau belum terima tapi lebih dari itu, inilah sikap hati. Sudah terima saja, sikap hati yang tidak bersyukur. Orang kusta bukan saja sakit fisik, tapi jiwa. Jangan menjadi orang kristen yang cepat melupakan kebaikan Tuhan. Kita harus mengajarkan hal itu dari sejak kecil, setiap kali menerima pemberian orang kita mengajar anak untuk tidak lupa mengucapkan terima kasih. Berapa banyak kali kita lupa mengajar mereka untuk  berkata terima kasih Tuhan. 

Ajar anak kita, tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semua ada campur tangan Ilahi. Seringkali terjadi kita tidak mengucap syukur dengan apa yang terjadi sekali ditolong Tuhan, tapi ketika Tuhan ijinkan proses, kita lupa berterimakasih karena pernah mengalami pertolongan Tuhan.

Kebiasaan seperti ini harus dikembangkan, menapa? Karena ucapan syukur kita akan menarik, melipatgandakan mujizat, pertolongan Tuhan yang berikutnya. Yang tidak baik sekalipun diubah Tuhan menjadi baik lewat mengucap syukur.

Lukas 9:16-17
Cara Yesus untuk melipatgandakan mujizatNya adalah dengan bersyukur. Tuhan Yesus menengadah ke langit dan melihat kepada Bapa sambil mengucap syukur atas apa yang tersedia saat itu meskipun hanya sedikit. Jangan katakan hanya sedikit jumlahnya, atau hanya seperti ini keadaannya, sehingga merasa tidak bisa bersaing.

Lihatlah ke langit dan katakan “Engkau yang, mencukupi, memberkati, mengadakan yang tidak ada menjadi ada.” Sama seperti yang Tuhan Yesus perbuat, sehingga terjadi mukjizat dari yang sedikit menjadi berlimpah-limpah. Berkat dan mukjizat dijadikan dalam hidup kita lewat mengucap syukur dengan hati yang bersyukur.

Arsip Catatan Khotbah