DIMERDEKAKAN UNTUK MELAYANI DENGAN KASIH – Oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 1 Maret 2026)

Galatia 5:13 – “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

Setiap orang percaya statusnya adalah umat ketebusan Tuhan, yang dimerdekakan dari kuasa maut karena dosa, dipulihkan menjadi keluarga Allah. Tuhan tidak mau status ini disalahgunakan dengan hidup tanpa aturan seperti dulu lagi. Tuhan mau setiap umat tebusanNya hidup dalam pelayanan kepada Tuhan, sebagai tanggung jawab anak-anak Tuhan kepada Bapa Surgawi. Yang sering menjadi pertanyaan orang percaya adalah bagaimana memulai masuk dalam pelayanan kepada Tuhan khususnya yang berhubungan dengan gereja lokal, dimana mereka bertumbuh.

1 Petrus 4:10 – “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

Ayat ini memberi keterangan bahwa, setiap orang percaya, Tuhan sudah memberi karunianya masing-masing untuk dapat mengambil bagian dalam melayani sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. Kata “Karunia“ itu ditulis dalam terjemahan aslinya “CHARISMA” berasal dari akar kata  “CHARIS”. Karunia-karunia itu adalah pemberian kasih yang tidak berdasarkan kepantasan atau prestasi pelayanan, tetapi dari Allah yang diberikan sebagai karunia rohani kepada setiap orang percaya pada saat mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya, untuk tujuan pelayanan bagi gerejanya. 

Efesus 4:7 – “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.”  Hb 1 Korintus 12:7,11,18.

Sementara kata layanilah seorang akan yang lain, itu mengandung arti :

  • Kekristenan itu bersifat komunal, kita tidak dapat bekerja sendirian, kita butuh orang lain.
  • Bekerja sama saling memberikan satu dengan yang lainnya untuk kepentingan bersama. 1 Korintus 12:7.

Bagaimana mengerjakan karunia-karunia pelayanan tersebut? Mari kita lihat beberapa catatan tentang karunia apa saja yag dapat dimiliki oleh orang percaya :

  • Roma 12:6 – “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.”

Ada karunia pelayanan bernubuat, yaitu menyampaikan maksud dan rencana Tuhan di masa yang akan datang. Namun karunia ini harus benar-benar dilakukan dengan iman yang kuat. Sebab tidak ada satupun kata nubuat dari Allah yang tidak digenapi tetapi selalu digenapi. Jika memang Tuhan menaruh di hati dan roh kita untuk mengucapkan suatu nubuat, maka hendaklah itu dilakukan sesuai dengan iman kita.

  • Roma 12:7. – “ Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani, jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar. “

Kata “Melayani “ jika dilihat dalam kamus Yunani Analitis oleh Harold K Moulton, ini menunjuk kepada pelayanan praktikal yaitu membantu pelayanan untuk sesama orang percaya. Suatu pelayanan praktis yang bisa dikerjakan siapa saja, misalnya sebagai usher atau penerima tamu, mengatur kursi ibadah atau sapu lantai gereja, sampai pada pelayanan yang memerlukan keahlian, seperti pemain musik, paduan suara, pimpin pujian dan lain-lainnya.

Sedangkan kata mengajar : DIDASKO dikaitkan dengan Nabi-nabi, Rasul, Penginjil, Gembala dan Guru. 1 Kor 12:28 14:26, Kis 13:1, Ef 4:11. Karunia ini bisa saja ada dalam jemaat, karena tentang lima jawatan ini, Tuhan sendiri yang mengangkatnya. Misal Guru, bagi jemaat yang mengajar sekolah mimggu sudah menjadi guru. Jemaat yang memimpin komsel itu juga merupakan guru yang membimbing jemaat lain. Kemudian jemaat yang suka bersaksi kepada orang lain tentang Yesus, itu juga sama dengan pelayanan penginjilan.

  • Roma 12:8. – “Jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas, siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan setia, siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.”

Menasihati (PARAKALEO), ini menunjuk kepada pelayanan mengajar dan membangun, mengangkat, merujuk pada pelayanan konseling, mentor atau bimbingan rohani. 1 Timotius 4:13.

Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas, siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan setia, siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

EMPAT DASAR YANG KUAT DALAM PELAYANAN
Untuk pelayanan kita dapat bertahan dengan kokoh dan tidak mudah kendor atau mundur, maka diperlukan empat dasar yang kuat, yaitu :
1. Layanilah dengan kasih.   
Yohanes 21:15 -“Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ini ? Jawab Petrus kepada-Nya : Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya gembalakanlah domba-domba-Ku.”

Perhatikan dasar Yesus memilih Petrus untuk melayani penggembalaan, bukan seberapa pintar Petrus atau apa saja yang Petrus miliki, tetapi yang ditanyakan adalah apakah engkau mengasihi-Ku lebih dari yang lain, sampai tiga kali Yesus menanyakan hal tersebut. Dan ketika Petrus menjawab “Ya Tuhan, Engkau tahu aku mengasihi-Mu,” baru perintah keluar “gembalakanlah domba-domba-Ku.” Allah mau semua bentuk pelayanan kita dasarnya harus dengan kasih. Mengapa Yesus menanyakan tentang kasih ini kepada Petrus dan juga berlaku kepada kita? Karena sebagai pribadi Allah Yesus sedang menerapkan dua hukum utama tentang kasih, yaitu: Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia. Mengasihi Yesus itu sudah memenuhi hukum pertama, yaitu mengasihi Allah, dan melayani dengan kasih kepada sesama adalah pelayanan kita kepada jemaat atau orang lain.

2.  Layani dengan orientasi kepada Tuhan bukan kepada manusia
Kolose 3:23- “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan kepada manusia.” Karena Tuhanlah yang memberi upahnya. Kolose 3:24.

3. Melayani dengan kerendahan hati.
Amsal 22:4- “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”
Lawan dari rendah hati adalah tinggi hati atau keangkuhan. Apa kata Alkitab mengenai orang yang melayani Tuhan dengan keangkuhan ?

Ayub 20:6-7 – Walaupun keangkuhannya sampai ke langit dan kepalanya mengenai awan, namun seperti tahinya ia akan binasa untuk selama-lamanya; siapa yang pernah melihatnya, bertanya: Dimana dia ?

Orang yang melayani dengan congkak dan angkuh, di mata Tuhan itu sama seperti tahinya, tidak ada guna, kotoran yang menjijikkan.

4. Jaga nyala api semangat pelayanan.
Roma 12:11- “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Diperlukan dorongan dari api Roh Kudus, yang seharusnya sudah memenuhi semua orang yang melayani Tuhan.

Arsip Catatan Khotbah