PASKAH DAN TANGGUNG JAWAB KELUARGA – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 26 April 2026)

Keluaran 12:11
“Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi Tuhan.”

PENDAHULUAN
Kematian Yesus di atas kayu salib adalah sebagai korban Paskah yang sesungguhnya. Di atas kayu salib itulah Yesus mati, dikubur, dan bangkit pada hari ketiga. Yesus hidup kekal untuk selama-lamanya.

SEJARAH PASKAH
Pertama-tama, hari raya Paskah dirayakan oleh bangsa Israel di Mesir. Cara bangsa Israel merayakan Paskah yang pertama kali ditulis atau dicatat di dalam kitab Keluaran 12:1–13.

Keluaran 12:3
“Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambilah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.”

Keluaran 12:6
“Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini, lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada waktu senja.”

Keluaran 12:7
“Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.”

Keluaran 12:8–9
“Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang harus mereka makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. Jangan kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.”

Keluaran 12:10–11
“Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api. Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi Tuhan.”

Keluaran 12:13
“Dan darah ini menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah ini, maka Aku akan lewat dari padamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.”

Inilah yang disebut Paskah, dalam bahasa Ibrani: PESACH, Bahasa Inggris: PASSOVER, yang artinya: “melewati.”

PASKAH PERJANJIAN LAMA ADALAH GAMBARAN
Fokus Paskah dalam perjanjian lama adalah darah hewan (domba), sebab Paskah dalam perjanjian lama hanya gambaran (simbolik).

PASKAH SESUNGGUHNYA
Fokus Paskah sesungguhnya, yaitu ‘Paskah Perjanjian Baru’, darah yang dikorbankan ialah darah Anak Domba Allah, yaitu darah Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 1:29). Setiap orang yang hatinya telah dibasuh oleh darah Anak Domba Allah, yaitu Darah Yesus, ia tidak akan mengalami maut selamanya.

KAPAN KITA DIBASUH DARAH YESUS?
Setelah menyembelih domba, bangsa Israel mengambil darah domba dan melaburkannya di tiang dan ambang pintu rumah mereka.

Arti rohani di zaman Perjanjian Baru
Roma 10:9
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”

Roma 10:10
“Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”
Kalau kita mengaku dengan mulut kita dan percaya dalam hati kita, saat itulah kita mengalami “Paskah”, yaitu jaminan keselamatan dan perlindungan dari Yesus.

Dalam bahasa Mesir: Paskah – PESHT, artinya: “mengembangkan sayap atau tangan untuk melindungi.”

Yohanes 10:27
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.”

Yohanes 10:28
“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”

Yohanes 10:29
“Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”

TETAPI SAYANG
Banyak orang yang menolak. Mereka tidak mau membuka hati dan membuka mulut untuk mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, yang telah mati, dikubur, dan bangkit dari kematian untuk menyelamatkan kita.

Contoh – Bangsa Israel (Matius 23:37)
“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”

DILAKUKAN BERSAMA KELUARGA
Paskah simbolik (di Mesir), bangsa Israel merayakan Paskah itu bersama-sama keluarga.

Keluaran 12:3
“Katakanlah kepada segenap jemaat Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.”

Keluaran 12:4
“Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa. Tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.”

Bagaimana dengan kita yang merayakan Paskah yang sebenarnya?
Apakah keluarga kita (anak-anak, cucu, menantu kita) sudah ada di bawah kepak tangan lindungan dan jaminan Tuhan Yesus? Atau masih berada di luar?

Yesaya 31:5
“Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah Tuhan semesta alam akan melindungi Yerusalem, ya melindungi dan menyelamatkan, memeliharanya dan menjauhkan celaka (kebinasaan → neraka).”

PENUTUP
Apa pun status kita, hendaknya kita jangan pernah berhenti mengepakkan tangan kita untuk kaum keluarga kita agar keluarga kita diselamatkan.
Contoh: 2 Timotius 1:4–8

Arsip Catatan Khotbah