Pendahuluan
Keluarga adalah Rancangan Allah sejak semula sebelum ada gereja, sebelum ada bangsa, sebelum ada negara. Allah memulainya dengan keluarga Adam- Hawa. Sampai hari ini pun Tuhan tetap bekerja melalui keluarga. – Hari ini, mendewasakan keluarga tidak otomatis jadi, tetapi ada proses yang menyertainya.
1. Keluarga adalah ladang pelayanan pertama
Firman Tuhan mengajarkan bahwa pelayanan tidak hanya di gereja ; tetapi dimulai dari rumah.
1 Tim 3 : 5 Jika seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimana ia dapat memelihara jemaat Allah?
- Keluarga adalah tempat pertama seseorang menerapkan pelayanan sebelum melayani keluar.
- Kerohanian seorang tidak diukur dari aktifitas di gereja saja, tetapi dari kehidupan di rumahku (secara pribadi).
Nazar dari Daud, Maz 101 : 1 – 2 yaitu :
- Memperhatikan hidup yang tidak bercela
- Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku.
- Meresponi kasih Allah, Maz 103 -1
Pujilah Tuhan hai jiwaku ! Pujilah Namanya yang Kudus, Hai segenap batinku.
Mengapa memuji Tuhan? Sebab: kebaikanNya, IA mengampuni segala kesalahan, menyembuhkan segala penyakit, menebus hidup kita, memahkotai dengan kasih setia dan rahmat, memuaskan hasrat kita dengan kebaikan.
2. Layani Raja kita terlebih dahulu
Tetapi sebelum melayani keluarga, kita akan layani Raja kita terlebih dahulu dengan bersama – sama beribadah di rumah Tuhan, dihadirat Tuhan Mat 18 : 20.
Jemaat memuji – muji Tuhan karena mengakui dengan tulus siapa Tuhan itu, dan jemaat sadar Dia layak terima pujian karena dosa kita yang tidak terhapuskan, tetapi Yesus menggantikan kita.
Maz 27:4 Satu hal telah kuminta kepada Tuhan itulah yang kuingini :
- Diam di rumah Tuhan seumur hidupku
- Menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait Nya.
Pemazmur ini senang diam di rumah Tuhan seumur hidupnya, mengapa?
a. Karena disana ada puji – pujian, penyembahan kepada Tuhan, mendengar Firman Tuhan, untuk taat melakukan kehendakNya -> hasilnya hidup dalam kasih.
Maz 22:4
Padahal Engkaulah yang kudus yang bersemayam diatas puji – pujian orang Israel.
Inilah ayat penegasan, Tuhan hadir diatas pujian Israel Rohani. Itulah sebabnya disini kita menghampiri hadirat Tuhan, menemui Tuhan, diselaraskan dengan Tuhan dan roh kita diisi Tuhan yang adalah Roh oleh pujian dan penyembahan kita.
b. Disana ada firman Tuhan yang disampaikan hambaNya.
Setelah pujian dan penyembahan kepada Tuhan, hal ini seperti tanah hati yang baik yang telah dipersiapkan untuk menerima benih.
Firman yang hidup lalu berbuah, Mat 13:8. Kita merasa diberkati.
– Menurut Rasul Yohanes, hidup dalam kasih adalah apabila lapar dan haus akan Firman Allah.
Yoh 1 : 1 Firman itu Allah
Yoh 4 : 24 Allah adalah Roh
1 Yoh 4 : 8 Allah adalah Kasih
Apabila pengertian tersebut “mengena” dalam hidup kita,maka kita bisa hidup dalam kasih karena taat melakukan Firman.
1 Pet 1 : 22 – 23. Ayat ini menunjukkan kita bisa melayani untuk mendewasakan keluarga.
3. Melayani untuk mendewasakan Keluarga
Yos 24 : 14 – 15 Tetapi aku dan seisi rumahku,kami akan beribadah kepada Tuhan.
- Yosua meneladani Abraham, bapak orang percaya itu.
Kej 18 : 9 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak – anaknya dan kepada keturunannya, supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya Tuhan memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan Nya kepadanya.
Hari ini kita meneladani Yosua – Yun : Iesous = Yesus Penyelamat.
Tujuan pelayanan adalah mendewasakan .
Ef 4:13 Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Ada 3 (tiga) hal dalam ayat diatas :
- Kesatuan
– Kedewasaan penuh
– Tingkat pertumbuhan sesuai kepenuhan Kristus - Kristus adalah pusat kedewasaan keluarga
Kol 3:14 Diatas semuanya itu kenakanlah kasih , sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.