MELAYANI  UNTUK  MENDEWASAKAN  KELUARGA – Oleh Bp. Bunjamin Widjanarko (Ibadah Raya 3 – Minggu, 14 Juni 2026)

Pendahuluan 
Keluarga  adalah  Rancangan  Allah  sejak  semula  sebelum  ada  gereja, sebelum  ada bangsa, sebelum ada  negara.  Allah  memulainya  dengan  keluarga  Adam-   Hawa.  Sampai  hari  ini pun  Tuhan  tetap  bekerja  melalui  keluarga. –    Hari ini,  mendewasakan  keluarga  tidak  otomatis jadi, tetapi  ada proses  yang  menyertainya.

1. Keluarga  adalah  ladang  pelayanan  pertama
Firman  Tuhan  mengajarkan  bahwa  pelayanan  tidak  hanya  di  gereja ; tetapi  dimulai  dari  rumah.

1 Tim 3 : 5       Jika  seorang  tidak  tahu  mengepalai  keluarganya  sendiri,  bagaimana  ia  dapat  memelihara  jemaat Allah?

  • Keluarga  adalah  tempat  pertama  seseorang  menerapkan  pelayanan  sebelum  melayani  keluar.
  • Kerohanian  seorang tidak  diukur  dari  aktifitas  di gereja  saja, tetapi  dari  kehidupan  di rumahku  (secara pribadi).

Nazar  dari  Daud,  Maz 101 : 1 – 2  yaitu  :

  • Memperhatikan  hidup yang  tidak  bercela
  • Aku  hendak hidup  dalam   ketulusan  hatiku  di dalam  rumahku.
  • Meresponi  kasih  Allah,  Maz 103 -1
    Pujilah Tuhan hai jiwaku !  Pujilah  Namanya  yang  Kudus, Hai  segenap  batinku.

Mengapa  memuji  Tuhan?  Sebab:  kebaikanNya,  IA mengampuni  segala  kesalahan, menyembuhkan  segala  penyakit,  menebus  hidup kita, memahkotai  dengan  kasih  setia  dan  rahmat, memuaskan  hasrat  kita  dengan  kebaikan.

2. Layani Raja kita terlebih dahulu
Tetapi sebelum melayani keluarga, kita akan layani Raja kita terlebih dahulu dengan bersama – sama beribadah di rumah Tuhan, dihadirat Tuhan  Mat 18 : 20. 
Jemaat  memuji – muji  Tuhan  karena  mengakui  dengan  tulus  siapa  Tuhan  itu,  dan  jemaat  sadar  Dia  layak  terima  pujian karena  dosa  kita  yang tidak  terhapuskan,  tetapi  Yesus  menggantikan  kita.                                                                                                  

Maz 27:4 Satu  hal  telah  kuminta  kepada  Tuhan  itulah  yang  kuingini  :

  • Diam  di rumah  Tuhan seumur  hidupku 
  • Menyaksikan  kemurahan  Tuhan  dan  menikmati  bait Nya.

Pemazmur  ini  senang  diam  di rumah  Tuhan  seumur  hidupnya, mengapa?  
a. Karena disana ada puji – pujian, penyembahan  kepada  Tuhan, mendengar  Firman  Tuhan, untuk  taat  melakukan  kehendakNya  -> hasilnya  hidup  dalam  kasih.

Maz  22:4
Padahal Engkaulah yang kudus  yang  bersemayam  diatas  puji – pujian  orang  Israel.

Inilah ayat penegasan, Tuhan hadir  diatas pujian Israel Rohani. Itulah sebabnya disini  kita   menghampiri   hadirat    Tuhan,   menemui  Tuhan, diselaraskan dengan  Tuhan  dan  roh  kita   diisi   Tuhan   yang  adalah   Roh   oleh  pujian  dan penyembahan  kita.

b. Disana  ada  firman  Tuhan  yang  disampaikan  hambaNya.
Setelah  pujian  dan  penyembahan  kepada  Tuhan, hal  ini  seperti  tanah  hati  yang  baik  yang  telah  dipersiapkan  untuk  menerima  benih.

Firman  yang  hidup  lalu  berbuah,  Mat 13:8.  Kita  merasa  diberkati.

– Menurut  Rasul  Yohanes,  hidup  dalam  kasih  adalah  apabila   lapar  dan  haus  akan  Firman  Allah.

Yoh 1 : 1  Firman  itu Allah
Yoh 4 : 24  Allah  adalah  Roh            
1 Yoh 4 : 8 Allah  adalah  Kasih 
Apabila  pengertian  tersebut  “mengena” dalam hidup kita,maka kita bisa hidup dalam kasih karena taat melakukan Firman.
1 Pet 1 : 22 – 23. Ayat  ini   menunjukkan   kita  bisa  melayani  untuk  mendewasakan  keluarga.

3. Melayani  untuk  mendewasakan  Keluarga
Yos 24 : 14 – 15    Tetapi aku dan seisi rumahku,kami akan beribadah kepada  Tuhan. 

  • Yosua  meneladani  Abraham,  bapak  orang  percaya  itu.

Kej 18 : 9 Sebab  Aku  telah memilih dia, supaya  diperintahkannya  kepada  anak – anaknya  dan  kepada  keturunannya,  supaya  tetap  hidup menurut jalan  yang  ditunjukkan  Tuhan  dengan  melakukan  kebenaran  dan  keadilan,  dan  supaya  Tuhan  memenuhi  kepada  Abraham  apa  yang  dijanjikan Nya   kepadanya.

Hari  ini  kita  meneladani  Yosua – Yun : Iesous = Yesus Penyelamat.
Tujuan  pelayanan  adalah  mendewasakan .   

Ef  4:13 Sampai  kita  semua  telah  mencapai  kesatuan  iman  dan pengetahuan yang benar  tentang anak  Allah, kedewasaan  penuh, dan tingkat  pertumbuhan  yang  sesuai  dengan  kepenuhan  Kristus.

Ada  3 (tiga)  hal   dalam  ayat  diatas  :

  • Kesatuan
    – Kedewasaan  penuh
    – Tingkat  pertumbuhan  sesuai kepenuhan Kristus
  • Kristus  adalah  pusat  kedewasaan  keluarga

Kol  3:14 Diatas  semuanya  itu  kenakanlah  kasih , sebagai  pengikat  yang  mempersatukan  dan  menyempurnakan. 

Arsip Catatan Khotbah