Roma 12:11
“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
PENDAHULUAN
Sebagai orang-orang yang telah menerima kepastian akan keselamatan di dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, Rasul Paulus menasihati jemaat yang ada di Roma agar kerajinan mereka tidak menjadi kendor dalam beribadah dan melayani Tuhan. Sebaliknya, hendaknya tubuh, jiwa, dan roh kita sebagai jemaat tetap menyala-nyala dalam ibadah dan melayani Tuhan. Amin! Perhatikan! Jika nasihat kepada jemaat di Roma ini disampaikan bagi kita saat ini, tentunya Yesus memiliki maksud dan tujuan yang sama bagi kita semua yang ada di tempat ini.
GAMBARAN DALAM MELAYANI
Dalam surat-suratnya, Rasul Paulus memberikan begitu banyak ilustrasi atau gambaran tentang orang-orang yang ambil bagian dalam melayani Tuhan. Salah satunya dapat kita lihat dalam:
1 Korintus 3:6-7
“Aku (Paulus) menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.”
Dari ilustrasi yang Rasul Paulus berikan kepada kita dalam ayat ini, ada pelajaran yang sangat berharga untuk diterapkan dalam kehidupan bergereja dan pelayanan kepada Tuhan.
1. SEMUA ANGGOTA JEMAAT HARUS MELAYANI
Pelajaran pertama yang dapat kita ambil adalah bahwa Yesus sebagai Kepala Gereja telah memberikan kepada setiap anggota jemaat talenta atau karunia sesuai ukuran dan kemampuan yang berbeda-beda. Perlu diketahui bahwa tidak ada satu pun anggota jemaat yang tidak diberi talenta atau karunia. Hal ini ditulis dalam Matius 25:14-30, di mana dari sekian banyak hamba yang ada di rumah tuannya:
- Ada yang dipercayakan 5 talenta.
- Ada yang dipercayakan 2 talenta.
- Ada yang dipercayakan 1 talenta.
Contoh:
Dalam Alkitab, gereja, baik dalam skala lokal maupun universal, digambarkan sebagai satu tubuh di hadapan Tuhan.
Kolose 3:15
“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.”
Misalnya seperti usus buntu dalam tubuh manusia. Walaupun sering dianggap tidak penting, setiap bagian tubuh memiliki fungsi dan peran masing-masing. Demikian juga setiap anggota jemaat memiliki peranan yang penting dalam tubuh Kristus.
2. BEKERJA SAMA DALAM MELAYANI
Dari perumpamaan tentang penanam dan penyiram dalam 1 Korintus 3:6-7, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pelayanan tidak dapat dilakukan sendiri. Apabila Tuhan memberikan kepada kita karunia sebagai seorang penanam benih dalam jemaat, tidak cukup hanya mengerjakan talenta tersebut dengan baik dan sungguh-sungguh. Mengapa? Karena Rasul Paulus menyadari bahwa sebagai seorang penanam, pelayanannya tidak akan berhasil apabila ia tidak mau bekerja sama dan tidak sehati sepikir dengan Apolos yang memiliki karunia sebagai penyiram. Demikian juga Apolos. Sehebat apa pun keahlian Apolos dalam menyiram, tanpa ada benih yang ditanam, pelayanan sebagai penyiram akan sia-sia dan tidak ada artinya.
Pelajaran yang Dapat Diambil
- Pelayanan membutuhkan kerja sama.
- Setiap orang memiliki fungsi yang berbeda.
- Tidak ada pelayanan yang dapat berdiri sendiri.
- Kesatuan dan sinergi sangat diperlukan untuk pertumbuhan gereja.
3. YESUS YANG PATUT DIMULIAKAN
Di atas pelayanan penanam dan penyiram, ada Pribadi yang paling utama, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Hanya Tuhan Yesus yang sanggup menumbuhkan benih yang telah ditanam oleh Paulus dan disiram oleh Apolos.
Penanam
Seorang penanam hanya sanggup melayani sebatas menabur atau menanam. Apakah pelayanan penanam penting? Sangat penting. Namun seorang penanam tidak mampu memberikan pertumbuhan.
Penyiram
Seorang penyiram hanya sanggup melayani sebatas menyiram. Apakah pelayanan penyiram penting? Sangat penting. Namun penyiram juga tidak mampu memberikan pertumbuhan.
Kesimpulan
Karena baik penanam maupun penyiram tidak mampu menumbuhkan benih yang telah ditanam dan disiram, maka Firman Tuhan menegaskan bahwa satu-satunya yang dapat memberi pertumbuhan adalah Tuhan Yesus Kristus.
KESIMPULAN
Dari ajaran yang Rasul Paulus sampaikan kepada kita sebagai orang-orang yang telah ditebus dan diselamatkan oleh korban Yesus di atas kayu salib, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak:
1. MELAYANI YESUS
Apa pun yang dapat Saudara lakukan untuk melayani Yesus, lakukanlah dengan dasar iman kepada-Nya sebagai bukti bahwa kita telah diselamatkan.
Banyak pengikut Yesus yang beralasan tidak melayani karena:
- Tidak memiliki gelar.
- Tidak memiliki talenta.
- Miskin.
- Dan berbagai alasan lainnya.
Namun Firman Tuhan berkata:
Matius 10:42
“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”
Artinya, pelayanan yang kecil sekalipun bernilai di hadapan Tuhan apabila dilakukan dengan kasih dan iman.
2. BEKERJA SAMA
Sebagai orang-orang yang telah ditebus dan diselamatkan oleh karya Yesus di kayu salib, kita menjadi satu bukan semata-mata karena kita anggota GPdI. Lebih dari itu, kita adalah satu tubuh di dalam Kristus.
Roma 12:4
“Sebab sama seperti pada tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama.”
Perbedaan yang ada di antara anggota tubuh bukan untuk menimbulkan pertentangan, melainkan untuk menghasilkan kerja sama yang baik sehingga nama Tuhan dimuliakan.
Roma 12:5
“Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.”
Filipi 2:2-3
Karena itu, setiap anggota jemaat harus belajar bekerja sama dan hidup dalam kesatuan.
3. KEMULIAAN BAGI YESUS
Apa pun prestasi yang telah kita lakukan dalam pelayanan kepada Tuhan, kita tidak dapat membanggakan diri. Mengapa? Karena sehebat apa pun pelayanan kita, baik sebagai penanam maupun penyiram, semuanya tidak berarti apa-apa apabila Tuhan Yesus Kristus tidak memberikan pertumbuhan.
Oleh sebab itu:
– Pujian bukan untuk diri kita.
– Kebesaran bukan untuk diri kita.
– Kemuliaan bukan untuk diri kita.
– Keagungan bukan untuk diri kita.
Semuanya hanya layak diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus.