Matius 5:13-14
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Dari ayat pokok kita itu, ada kata yang diulang, yaitu kata dunia. Kata ‘dunia’ dalam ayat ini dipakai kata: GE (Bahasa Yunani), menunjuk kepada: tempat dimana kakimu berpijak. Tuhan ingin dimanapun kita berpijak, kita adalah garam dan terang di tempat itu. Itulah yang dimaksud dengan dunia. Menjadi garam dan terang itu bukan karena prestasi, tetapi merupakan indentitas. Ketika manusia pertama kali diciptakan, Tuhan sudah berikan identitas yang jelas yaitu menurut gambar dan rupa Allah sendiri, Kej. 1:26. Dosalah yang kemudian merusak dan mengacaukan identitas manusia.
Ada dua kalimat lain juga yang ditulis dalam ayat pokok kita itu, yaitu: Kamu adalah. Kalimat “Kamu adalah” artinya bahwa kita sudah memiliki identitas. Identitas itu adalah: (1) kamu garam dunia, (2) kamu adalah terang dunia. Tuhan menegaskan bahwa kamu adalah, bukan kamu seumpama atau kamu seperti garam dan terang dunia.
Penegasan yang sama juga Tuhan terapkan dalam roti dan anggur perjamuan, dalam 1 Korintus 11:24. Tentang roti perjamuan, Tuhan katakana inilah tubuh-Ku, tidak disebutkan inilah roti lambing tubuh-Ku, tetapi inilah tubuh-Ku, karena hal itu merupakan identitas dari pribadi Tuhan yang tubuh-Nya dipecahkan karena dosa kita melalui karya salib, demikian juga dengan anggur yang adalah darah Kristus. Itulah sebabnya Rasul Paulus memperingatkan agar jangan main-main ketika makan dan minum perjamuan kudus, tetapi dengan pengertian yang benar dan penuh hormat jangan makan seperti makan makanan biasa.
I. GARAM DUNIA
Kata “garam” ditulis Halas. Ada lima (5) arti dari kata Halas.
1). Pengaruh.
Tuhan ingin dimanapun kita berada dapat membawa atau menjadi pengaruh yang baik. Sama seperti garam yang membawa pengaruh yang baik, memberi rasa yang menyedapkan, dan juga dapat memberi dampak menyembuhkan untuk beberapa jenis penyakit, serta mengawetkan makanan dengan menahan pembusukkan pada daging yang diasinkan.
2) Pengorbanan.
Tuhan mau dimanapun kita berada menjadi pribadi yang rela berkorban. Kebanyakan orang lebih suka mengorbankan orang lain untuk keuntungan diri sendiri. Rasul Paulus member gambaran pengorbanan dalam :
Filipi 2:3-4 “Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan jangan tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga…”
Tidak mencari kepentingan dan pujian pribadi, menganggap orang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri, kemudian tidak memperhatikan kepentingan diri melainkan kepentingan orang lain adalah hal yang sangat sulit, selain dari pengorbanan. Hanya orang yang memiliki jiwa berkorbanlah yang mampu melakukannya. Inilah garam/Halas yang harus menjadi identitas kita.
3). Pembawa pesan damai.
Identitas anak Tuhan itu bukan Cuma memberitakan tentang damai, tetapi juga pribadi yang membawa damai. Identitas anak Tuhan adalah orang yang tidak biasa bertengkar, atau pemicu pertengkaran, tetapimemperdamaikan. Identitas Tuhan Yesus adalah Raja damai, dari lahir sampai pada naik-Nya ke surga selalu membawa dan member damai, identitas-Nya inilah yang juga menjadi identitas setiap pengikut-Nya yang harus terpancar dalam kehidupan setiap orang percaya. HALAS selain berarti pembawa pesan damai, juga berarti mempertahankan damai.
Roma 12:18 – Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.
Kalimat“ sedapat-dapatnya “ sering ditafsirkan salah, seolah yang penting sudah diusahakan sedapat-dapatnya, tetapi kalau tidak bias ya apa boleh buat, anda jual saya beli. Bukan seperti ini maksudnya. Kalimat“ Bergantung padamu “ dipakai kata DUNAMES artinya kekuatan besar. Jika dikalimatkan, “Ada kekuatan besar dalam dirimu untuk hidup dalam perdamaian. Jadi dalam kehidupan orang percaya Tuhan telah menaruh kuasa yang besar untuk dapat membawa damai, menjadi pendamai dan mempertahankan perdamaian di tengah-tengah dunia yang penuh dengan kebencian dan pemusuhan.
4).Bijaksana.
Disebut bijaksana adalah karena mampu mengendalikan diri; tidak sembarangan bicara tetapi bertindak dengan pertimbangan yang matang, sesuai firman Tuhan.
5). Kasih karunia
Pribadi yang membawa kasih karunia Tuhan, memiliki hati yang berkemurahan, mampu mengampuni, memiliki kesabaran dalam kasihTuhan, sebagai sumber dari kasih karunia itu sendiri.
GARAM YANG MENJADI TAWAR
Bagaimana jika Halas atau garam itu dalam kehidupan orang percaya menjadi tawar ?
Matius 5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak adalagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kata “tawar “ dalam ayat ini MORAINO. Artinya terbukti berkelakuan bodoh. Jika kita tidak menjadi HALAS (Garam), dalam kelima hal yaitu menjadi pengaruh, memiliki pengorbanan, pembawa damai, bijaksana dan penuh kasih karunia, maka kita adalah garam yang tidak asin, alias tawar, terbukti berkelakuan bodoh.” Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kita menjadi tidak berguna dan dibuang Tuhan.
Kata MORAINO juga memiliki arti:
1. Tumpul.
Orang percaya yang kehilangan asinnya itu menjadi tumpul dalam karakter, pribadi Yesus dalam hidupnya sama sekali tidak tergambar apalagi dapat dirasakan.
2. Tidak berohani
Apa yang biasanya menjadi standar seseorang itu berohani? Rajin ibadah, suka melayani, rajin berdoa, suka menolong, pandai berkhotbah? Ini semuakah standarnya? Bagus, tetapi tidak benar. Standard kerohanian orang percaya adalah memiliki identitas sebagai garam dalam lima aplikasi di atas.Tetapi orang percaya yang sudah hilang identitas garamnya, ia juga tidak berohani.
II. TERANG DUNIA
Matius 5:14 – Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Sebagai pribadi terang, tempat kita di atas bukan di bawah, tetapi di atas gunung. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan kepada kita dalam, Kolose. 3:2 – Pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bumi. Identitas umat Tuhan disebut sebagai “Kota di atas gunung” artinya terang itu berfungsi di atas bukan di bawah. Terang itu jangan sampai ditaruh di bawah tempat tidur atau ditutup dengan gantang, Markus 4:21. Terang yang seperti ini tidak akan berfungsi.
Kata “ terang” dipakai kata PHOS, artinya :
1. Pikiran yang berkualitas. Apa yang dipikirkan orang itulah yang dilakukan, orang yang hidup dalam terang pasti melakukan segala sesuatu dalam terang Tuhan, bukan dalam kegelapan.
2.Manifestasi terang. Kelakuannya ada dalam terang, karena tidak mungkin satu sumber mata air mengeluarkan dua jenis air.
Filipi 4:8 – “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. ”
Kata “Pikirkanlah semua itu“, dipakai kata LOGISOMAI. Artinya: Jadikanlah semua itu sebagai inventaris otak kita / pikiran kita, yaitu delapan hal yang ada Filipi 4:8. Inilah pikiran yang berkualitas, yang dimanifestasikan dalam perbuatan sebagai identitas anak Tuhan.
Matius 5:14 – “… Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Kata “tersembunyi” dalam ayat ini, dipakai kata KRIPTO, artinya: sulit ditemukan atau sulit terlihat. Jika diterjemahkan ayat ini menjadi “Kota diatas gunung itu tidak sulit untuk terlihat dan ditemukan.” BagiTuhan semua yang baik, yang menjadi terang tidak akan disembunyikan tetapi malah di-LAUNCHING, artinya Tuhan akan tampilkan, dipromosikan, dibanggakan. Apakah ada orang yang di-Launching oleh Tuhan ?
Ayub 1:8 – “Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis : Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
Karakter Ayub yang di-Launching Tuhan adalah :
- Sedemikian saleh
- Jujur
- Takut akan Tuhan
- Menjauhi kejahatan
Mari jadilah garam dan terang dunia bagi Tuhan, sebab inilah harapan Tuhan untuk setiap orang yang sudah ditebus-Nya. Kamu adalah garam dan terang dunia.