El Gibbor – oleh Pdt. J.S. Minandar (Perayaan Natal 1,3 – Sabtu, 25 Desember 2021)

Kita sudah bahas tema Yesus sebagai Penasehat Ajaib. Kali ini bahasan kita adalah Yesus Allah yang perkasa, dalam bahasa Ibrani disebut “El Gibbor” yang artinya Dia Allah yang perkasa, tangguh, kuat, berani, gagah, hebat, berkuasa atau pahlawan. Jadi apa yang perlu kita takutkan dalam menghadapi hidup ini? Ketika kita yakini, amini bahwa Dia adalah Allah “El Gibor” maka tidak ada yang perlu kita takutkan dalam hidup ini.Yang jadi pertanyaan adalah mengapa Yesus disebut Allah yang perkasa, tangguh, kuat, gagah? Karena apapun yang Allah Bapa perbuat, Yesus sanggup perbuat seperti yang Bapa perbuat, artinya Yesus adalah Allah yang setara dengan Bapa. Sebagaimana Bapa berkuasa di bumi dan di surga, begitu juga Yesus berkuasa di bumi dan di surga.

Matius 28:18
Sebagaimana surga dan bumi menyembah Bapa, begitu mereka juga menyembah Yesus.

Ibrani 1:6
Begitu juga seluruh penduduk bumi harusnya menyembah, mengagungkan Yesus. Namun sebaliknya, banyak orang mengejek dan menghina Yesus.
Sebagaimana Allah Bapa dihormati demikian juga Yesus dihormati. Maleakhi 1:6, Yohanes 5:23 melainkan sebaliknya, ketika Yesus jadi manusia, mereka menolak Yesus.

Peran Yesus sebagai Allah yang perkasa :
Peran Yesus sebagai Allah yang perkasa bisa kita pahami bila kita pelajari nubuatan kelahiran Yesus dalam Yesaya 9:1-6.
Dalam Yesaya 7:1-2 sebelum nubuat kelahiran Yesus diberitakan saat itu bangsa Yehuda ada dalam ancaman yang sangat berat, mengapa? Karena pada saat itu Yehuda sedang dikepung oleh Israel dan Aram. Selain itu dalam Yesaya 8;3-8 pada saat itu bangsa Asyur sebagai penguasa dunia sedang berusaha untuk menyerang dan menguasai Yehuda. Posisi bangsa Yehuda ada dibawah ancaman Aram, Israel dan Asyur adalah gambaran seluruh umat manusia berada pada posisi yang sama, yaitu ancaman maut yaitu kebinasaan akibat dosa manusia.

Dalam Yesaya 36, tangan Tuhan yang perkasalah yang menyelamatkan mereka dari kepungan musuh yaitu Asyur.
Roma 3:23 – siapa yang tidak pernah berbuat dosa?
Roma 6:23a – didalam situasi terancam maut, situasi sulit, seakan-akan tidak ada harapan sama sekali untuk bisa luput dari maut yaitu kebiasaan nereka yang kekal.

Kita patut bersyukur karena Allah kita adalah Allah yang menyatakan diri sebagai Allah yang perkasa / El Gibbor.  Karena hanya Yesus Allah yang perkasa, satu-satunya yang sanggup melepaskan manusia dari belenggu perhambaan dosa.

Yesaya 9:3-5 dalam ayat ini ada sebuah gambaran mengenai kita manusia berdosa yang terikat dengan nereka.
1. Kuk
2. Gandar
3. Tongkat 
Tetapi semuanya itu telah ditanggung dan dipatahkan oleh Yesus dalam kematian.

Yesus buktikan sebagai Allah yang perkasa, tidak cuma saat Yesus menjadi manusia saja tetapi dibuktikan pada saat ..
1. Yesus bangkit dari kematian ( Roma 1:2-4 )
2. Kedatangan Yesus kedua kali 

Keperkasaan Yesus sebagai Allah yang perkasa, Yesus buktikan saat datang kedua kali dengan cara :
– menghukum antikris dan nabi palsu ( Wahyu 19:19-20 )
– membinasakan semua orang berdosa ( Wahyu 19:21 )
– mengalahkan iblis dan membuangnya kedalam jurang maut ( Wahyu 20:1-3 )

Arsip Catatan Khotbah