KUAT DAN PENUH HIKMAT – oleh Pdt. Gideon Santoso (Perayaan Natal 2 – Sabtu, 25 Desember 2021)

Lukas 2 : 40
“Anak itu (Yesus) bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.”

Pendahuluan:
 Ayat pokok kita di atas menerangkan tentang pertumbuhan bayi Yesus. Meski ayat ini hanya menjelaskan kondisi Yesus yang bertumbuh baik fisik maupun mental-Nya, tetapi di dalamnya penuh dengan makna pengajaran buat kita.

2 Timotius 3:16  “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  Semua hal yang ditulis didalam Alkitab tidak ditulis dan dicantumkan tanpa tujuan, tetapi semua ditulis untuk maksud dan tujuan seperti yang dikatakan Rasul Paulus ini.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari pokok bahasan ayat ini
1. Peristiwa Natal
Secara universal:  Yesus lahir di bumi bagi semua manusia. Namun secara pribadi dalam hidup manusia, Yesus lahir di hidup manusia yang percaya. Hanya yang percaya Yesus, mengapa ? Adalah hal yang sangat penting untuk diketahui semua orang karena pribadi Yesuslah yang menentukan hidup dan matinya manusia secara kekal. Melalui Simeon, Allah sudah menegaskan siapa Yesus dan itu diungkapkan melalui ilham Roh Kudus dikatakan Simeon tentang bayi Yesus.

Lukas 2:34 “Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan.”

Yesus diberi kuasa untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang, artinya Yesuslah yang memegang kuasa atas hidup dan matinya manusia. Ia menjadi sentral kehidupan manusia menyangkut hidup di masa kekekalan. Dibangkitkan artinya diselamatkan, dijatuhkan artinya dibinasakan. Semua ini bergantung pada respon manusia kehaditran-Nya di bumi ini sebagai penebus dosa manusia, sebagai pengantara kehidupan antara Allah dan manusia. Hanya orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai juru selamatnyalah yang akan dibangkitkan/diselamatkan dari kebinasaan kekal.

Mengalami Natal :  Kapan seseorang dapat dikatakan sudah mengalami Natal dalam kehidupannya? Yohanes 1:12,13 “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.”

Ketika seseorang menerima Yesus secara pribadi sebagai Tuhan dan juru selamatnya, maka saat itu juga ia mengalami natal dalam kehidupan pribadinya. Jadi natal dapat terjadi kepada siapa saja kapan saja ketika ia menerima Yesus hadir dalam kehidupannya sebagai Tuhan dan juru selamatnya.  Sama seperti Yesus yang lahir dari Allah, demikian kita akan alami apa yang disebut kelahiran baru, dimana kita juga disebut anak-anak Allah seperti Yesus. Yang perlu menjadi pertanyaan adalah, apakah natal itu sudah menjadi pengalaman dalam kehidupan kita ? Sudah berapa kali merayakan natal selama hidup ini, apakah natal sudah menjadi pengalaman pribadi atau hanya sebuah perayaan saja? Sudahkah natal menjadi pengalaman hidup saudara? Natal harus menjadi pengalaman setiap orang percaya, yaitu lahir baru di dalam Yesus.

2. Yesus bertambah besar 
Secara jasmani: Yesus bertumbuh seperti umumnya anak manusia, bertambah besar.  Secara rohani : Yesus dalam kehidupan kerohanian kita juga harus bertumbuh, jangan bayi terus.  Jangan berhenti pada pengalaman Natal saja, sebab Natal adalah pengalaman lahir baru sebagai bayi rohani, kita harus bertumbuh kepada kedewasaan rohani. Akan sangat berbahaya jika rohani kita tidak bertumbuh, kondisi bayi sangat lemah. Yesus ketika masih bayi Ia harus dilarikan ke Mesir akibat dari ancaman pembunuhan oleh Herodes, tetapi berbeda ketika Ia bertumbuh besar, Ia mampu menghadapi serangan pencobaan Iblis di padang gurun dan menaklukkan segala tipu daya Iblis. Demikian juga rohani kita harus terus benrtumbuh kearah dewasa rohani.

3. Yesus menjadi besar dan kuat
Secara jasmani : untuk dapat bertumbuh membutuhkan asupan makanan yang sehat dan bergizi. Secara rohani : untuk bertumbuh diperlukan makanan firman Allah yang benar dan sehat. Manusia tidak tumbuh dan hidup dari roti jasmani saja tetapi secara rohani juga dari firman Allah.

Matius 4:4 “Tetapi Yesus menjawab : ada tertulis Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Firman Allah yang benar dan sehat : ini penting diperhatikan karena sama seperti makanan untuk jasmani ada begitu bayak makanan yang kelihatannya lezat tetapi tidak menyehatkan bahkan dapat mematikan yang mengkonsumsinya. Demikian juga dengan berita firman Tuhan, tidak semua berita firman Tuhan itu sehat, tetapi banyak yang menyesatkan. Kelihatannya benar firman Tuhan karena diambil dari ayat Alkitab tetapi dijabarkan dengan sesat dipelintir dengan tafsiran yang tidak sesuai dengan kebenaran ayat tersebut dengan argumen kebenaran diri sendiri. Tuhan sendiri mengingatkan bahwa di akhir zaman ini akan banyak penyesatan.

4. Kuat dan penuh hikmat
Kuat karena pengajaran firman yang benar dan sehat.  Bagaimana dengan berhikmat?  Hikmat akan kita alami ketika kita bukan saja mengerti kebenaran firman dengan kuat tetapi juga melakukan firman Tuhan dengan takut dan hormat akan Tuhan.

Amsal 1:7 “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”
Ada orang yang dikatakan berpengetahuan atau berhikmat karena melakukan firman Tuhan dalam hidupnya. Tetapi ada orang yang dikatakan bodoh karena menghina hikmat dan didikan Tuhan, artinya mengerti firman Tuhan tetapi bukan untuk dilakukan, tapi justru untuk dipakai sebagai bahan berdebat, tidak menghargai penggembalaan melawan gembala dengan dalil firman Tuhan. Orang seperti ini dapat dikatakan tahu firman tetapi tidak berhikmat dan ini sama dengan menghina firman, sebab tidak ada satupun firman yang difirmankan untuk melawan firman yang lain.  Dewasa rohani tidak ada hubungannya dengan usia, tidak ada hubungannya juga dengan banyaknya pengetahuan firman yang dimiliki, tetapi kepada bagaimana ia melakukan firman itu dengan setia.  Orang yang mendengar dan melakukan pengajaran firmanlah yang akan berhikmat dan dewasa rohani, dan siap menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kali.

Arsip Catatan Khotbah