YESUS RAJA DAMAI – Oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya 2,3 – Minggu 26 Desember 2021)

Yesaya 9:5
“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita;  lambang  pemerintahan  ada  di  atas bahunya, dan Namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”

PENDAHULUAN
Yesaya 9:1-6 adalah nubuat kelahiran Yesus yang adalah Firman Allah, yang harus menjadi manusia demi menyelamatkan manusia dari kebinasaan melainkan memberi hidup yang kekal.

SEBAGAI RAJA DAMAI
Di ayat 5 peran Yesus tidak hanya menjadi Penebus yaitu menyelamatkan manusia, karena manusia sudah terjual kepada dosa dan manusia tidak bisa menolong dirinya sendiri, sehingga harus ada Pribadi yang mau dan mampu menebus manusia supaya manusia tidak terus-menerus menjadi mangsa maut. Dengan demikian hanya Allah-lah satu-satunya Pribadi yang sanggup menebusnya karena tidak seorang pun yang sanggup memenuhi kualifikasi menjadi penebus, karena harus dari Pribadi yang tidak berdosalah yang dapat menebus dosa.  Dan diayat 5  ini menjelaskan  ada 5 Jawatan (dalam versi Bahasa Inggris) yang Yesus genapi dalam pelayanan-Nya, antara lain: (1) Penasihat; (2) Ajaib; (3) Allah Yang Perkasa; (4) Bapa Yang Kekal; (5) Raja Damai.

MISI YESUS
Sebab itu, untuk merealsisai misi atau tugas Yesus sebagai Raja Damai, Yesus mendamaikan Allah dan manusia. Alkitab menggambarkan bagaimana keindahan hubungan antara manusia dengan Allah pada waktu manusia belum berbuat dosa. Namun manusia terkecoh oleh iblis sehingga terjadi pemisahan dan manusia tidak bisa lagi berkomunikasi apalagi bertatap muka dengan Allah seperti dalam yang tertulis dalam Kejadian 3: 23-24. Sehingga untuk manusia bisa berdamai kembali dengan Allah, harga yang harus dibayarkan adalah kematian dan manusia biasa tidak bisa mendamaikannya. Hanya Allah saja yang sanggup melakukannya dengan cara menyerahkan nyawa-Nya sebagai harga yang harus Yesus bayar. Sebab itu Rasul Paulus menulis dalam Kolose 2:13,14 berkata “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena  tidak  disunat  secara  lahiriah,  telah dihidupkan Allah bersama – sama dengan  Dia, sesudah  Ia  mengampuni  segala  pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh  ketentuan – ketentuan  hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.”
Oleh sebab itu setiap orang yang telah menerima Yesus sungguh-sungguh dalam hatinya, harus menyadari bahwa dia sudah menjadi warga kerajaan Allah.

KERAJAAN ALLAH SECARA ROHANI
Dimana Yesus adalah Rajanya dan kita orang-orang percaya adalah rakyatnya. Tetapi, sampai sekarang Kerajaan Allah  masih bersifat rohani. Itu sebabnya dalam Lukas 17:20,21 berkata “Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda – tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu”.

Ini artinyasekarang kita belum melihat Kerajaan Allah secara fisik, namun kita bisa mengalami secara rohani dimasa sekarang,seperti yang Yesus katakan dalam Matius 18:20 “Sebab di mana dua atau tiga orang berhimpun dalam Nama-Ku, di situ Aku (yaitu Yesus Raja kita), ada di tengah-tengah kita.” Kesimpulannya, Kerajaan Allah secara rohani telah dialami orang percaya sejak Yesus mendirikannya diatas kayu salib di bukit Golgota dan berlangsung sampai di awal pemerintahan Antikristus yaitu saat Gereja Sempurna disingkirkan ke padang gurun.

Menikmati Kerajaan Allah
Bagi orang percaya yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus, setiap saat dan setiap waktu itu dapat menikmati Kerajaan Allah secara rohani.

Suasana Kerjaan Allah
Suasana Kerajaan Allah, dijelalskan oleh Rasul Paulus dalam Roma 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”

KERAJAAN ALLAH SECARA NYATA
Kerajaan Allah akan kita lihat secara nyata dan kita alami secara fisik, setelah Yesus kalahkan musuh-musuh-Nya pada perang Harmagedon dan kita akan memerintah bersama Yesus selama 1000 tahun.

ANGGOTA KELUARGA KERAJAAN ALLAH
Sebagai anggota keluarga Kerajaan Allah ada kewajiban dan tanggung jawab yang harus kita ekspresikan dan perankan dalam hidup kita sehari-hari. Dalam 1 Timotius 3:14-16 “Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai anggota keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” Dalam hidup kita, jangan sampai kebenaran itu roboh dan tidak terlihat dalam hidup kita sebagai penduduk/penghuni atau masyarakat Kerajaan Allah.

Apa konsekwensinya ketika kita tidak memperlihatkan sifat Yesus dalam hidup kita?
Mari kita perhatikan perumpamaan berikut.

PERUMPAMAAN RAJA ADAKAN PERHITUNGAN
Matius 18:21-35
Mulai ayat 6 judul perikopnya ialah Penyesatan! Artinya sebagai warga Kerajaan Allah jangan sampai kita tidak / gagal mengekspresikan sifat-sifat warga Kerajaan Allah sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran. Kalau tidak, kita akan alami nasib sama seperti hamba yang jahat ini. Perhatikan kisahnya:

Matius 18:23
“Sebab hal Kerjaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.”

  • Kita semua mengetahui bahwa saatnya akan tiba, Yesus akan mengadakan perhitungan atas semua yang kita lakukan, yaitu :

Matius 18:24 “Dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.”

  • Hutang harus dibayar atau ditebus, kalau tidak, ada konsekwensinya.
  • Dalam perumpamaan ini, hutang merupakan sebuah gambaran dari dosa.
  • Setiap dosa memiliki konsekwensi. Dan konsekwensinya adalah:

Matius 18:25 Karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

  • Tak ada yang sanggup melunasi hutang dosa, digambarkan dengan nilai 10.000 talenta.
  • Roma 6:23 katakan: “Upah dosa ialah maut, yaitu – penderitaan dalam neraka kekal!”

Berapa nilai 10.000 talenta?
1 Talenta                     = 6.000 dinar
10.000 Talenta            = 10. 000 X 6.000 dinar
                                    = 60.000.000 dinar
Upah kerja 1 hari = 1 dinar, artinya:

  • Usaha yang dibuat manusia sepanjang hidup, tidak akan bisa membayar hutang dosa kita.
  • Rumusan usia manusia menurut Musa 70-80 tahun.
  • Dibulatkan menjadi 100 tahun, maka 100 tahun X 365 hari X 1 dinar = 36.500 dinar.
  • Kalau sejak lahir kita sudah bekerja, hasilnya hanya 36.500 dinar.
  • Sedangkan hutang manusia 60.000.000 dinar.

Oleh sebab itu, tidak ada cara lain, yang bisa dilakukan selain dari yang dikatakan dalam Matius 18:26 “Maka sujudlah hamba itu menyembah dia (raja itu = Yesus), katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.”

Dengan gambaran demikian, tidak ada seorang pun yang bisa masuk kerajaan sorga (Keluarga Kerajaan Allah) dengan usaha atau kekuatan sendiri. Sebab kalau kita bisa masuk sorga dengan usaha dan perbuat kita sendiri, pastilah sorga akan dipenuhi dengan orang-orang sombong. Tetapi satu-satunya cara untuk bisa masuk sorga ialah: Sujud di hadapan Yesus Raja di atas segala raja dan memohon pengampunan serta belas kasihan-Nya.

Dan dalam Matius 18:27 berkata “Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutanya.”
Siapakah hamba yang berhutang kepada raja dalam kisah ini? Inilah potret diri kita. Kita adalah orang yang terjual ke dalam maut karena dosa yang telah kita perbuat.
Tetapi oleh belas kasihan dan pengampunan Sang Raja Damai, Tuhan Yesus Kristus, kita tidak dibuang ke dalam hukuman tetapi diterima jadi keluarga Allah.

EKSPRESI ANGGOTA KELUARGA KERAJAAN ALLAH
Sebagai anggota Keluarga Kerajaan Allah, apakah kita sudah praktekkan cara hidup dan sifat-sifat Tuhan Yesus Kristus, Raja Damai kita?

TIDAK MEMPERLIHATKAN SIFAT RAJA
Matius 18:28-30 – Setelah diampuni, hamba itu dituntut untuk menunjukkan dan mengekspresikan sifat-sifat dan kebaikan sang Raja Damai itu.
Dengan lain kata, hamba ini bukan seorang KRISTIANOS yaitu hamba yang mengikuti dan mengekspresikan sifat-sifat tuannya gambaran Tuhan Yesus Kristus, Sang Raja Damai. Akibatnya seperti dalam Matius 18:34 “Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.” Orang yang mengaku Kristen (Pengikut Yesus), tetapi tidak mengekspresikan cara hidup Kristus yaitu cara hidup warga Kerajaan Allah, orang seperti itu tidak berhak berada dalam Kerajaan Tuhan Yesus Kristus.

APA EKSPRESI KELUARGA KERAJAAN ALLAH
2 Petrus 1:5-7 “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh – sungguh  berusaha  untuk  menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasan diri ketekunan, dan kepada ketukanan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara dan kepada kasih akan saudara-sauda kasih akan semua orang.”

Arsip Catatan Khotbah