BAPA YANG KEKAL – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Januari 2022)

Yesaya 9:5
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Pendahuluan
Bagian ini adalah pembahasan terakhir tentang nubuat kelahiran Tuhan Yesus, yaitu : Bapa yang Kekal. Ada beberapa hal yang akan kita bahas pada bagian ini antara lain: Apakah makna Yesus sebagai Bapa yang Kekal?;  Apa peran Yesus sebagai Bapa? Dan apa kaitannya dengan gereja Tuhan  di akhir zaman ini?

Sebenarnya Adam dan Hawa pada awalnya diciptakan dengan tujuan sebagai bapa yang kekal. Dari Adam dan Hawa diharapkan melahirkan generasi rohani, keturunan ilahi yang tidak berbuat dosa untuk memelihara dan mengelola bumi agar tetap lestari. ( Kejadian 1:26-28 )

Gagal menggenapi rencana Allah
Ternyata Adam dan Hawa gagal dalam menggenapi rencana Allah yang mulia itu. Mereka keluar dari rencana Allah, mereka lebih taat kepada bujukan iblis daripada mengikuti perintah Tuhan. Karena kegagalan Adam dan Hawa, maka ketika Allah melihat keturunan Adam, Allah menyesal telah menjadikan manusia dibumi.( Kejadian 6:5-6 )

Gelar Yesus setelah karya salib
Kegagalan Adam dan Hawa di taman Eden untuk menggenapi rencana Allah sebagai “bapa yang kekal” tidak menghentikan rencana Allah yang mulia itu. Dia datang ke dunia sebagai Bapa yang Kekal. Melalui karya Yesus di salib, Ia menerima gelar sebagai “Adam yang akhir adalah roh yang menghidupkan” ( 1 Korintus 15:45 )

Setelah Yesus mengerjakan pelayanan yang mulia, yaitu menyelamatkan umat manusia dari maut, Yesus menerima gelar sebagai Roh yang menghidupkan. Apakah maksudnya ini? Perhatikanlah! Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka mengalami kematian, tetapi bukan kematian fisik melainkan kematian rohani.  Fisik atau tubuh mereka bergerak, tetapi rohnya mengalami kematian. Mereka kehilangan hubungan dengan Allah. Demikian juga dengan manusia. Karena dosa, roh seluruh umat manusia telah mati, manusia kehilangan komunikasi dan hubungan dengan Allah. Tetapi oleh salib Kristus, roh manusia dihidupkan kembali. Hubungan yang telah putus dengan Bapa tersambung kembali.

Jadi dapat kita simpulkan: Adam telah gagal menggenapi rencana Allah dalam hidupnya menjadi bapa yang kekal, namun oleh kelahiran, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke sorga, telah memindahkan manusia dari kebinasaan kepada hidup yang kekal.

Bagi orang percaya diakhir zaman, kita tidak hanya jadi orang yang diselamatkan dan masuk ke dalam  surga, tetapi kita juga punya peluang untuk mengalami penggenapan rencana Allah yang gagal digenapi Adam dan Hawa ditaman Eden ( Kejadian 1:26-28 )

Adam yang akhir 
Menurut1 Korintus 15:45, gelar yang disandang  Tuhan Yesus adalah “Adam yang akhir.” Ingat! Yesus bukan Adam kedua, sebab Adam kedua bisa gagal, lalu muncul Adam ketiga, dan seterusnya. Yesus adalah Adam yang akhir! Artinya Dialah yang mengakhiri semua rencana Allah yang gagal dikerjakan oleh manusia. ( Kejadian 1:26-28, 2:18 )

  • Ditaman Eden, Adam didampingi oleh Hawa, namun mereka gagal menggenapi rencana Allah ( Kejadian 1:26-28, 2:18 )
  • Diakhir zaman, Yesus, sebagai Adam yang akhir tentu akan didampingi Hawa yang akhir untuk menggenapi rencana Allah yang sebelumnya gagal dilaksanakan oleh Adam yang pertama. 

Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah : siapakah Hawa yang akhir itu?
Hawa yang akhir adalah orang Kristen yang masuk dalam bagian dari pengikut Yesus yang sejati, gereja yang sempuna, mempelai wanita Kristus, itulah Hawa yang akhir, yang akan mendampingi Yesus sebagai Bapa yang kekal untuk menggenapi rencana Allah yang sempurna.

Dimana dan kapan Yesus menggenapi hal itu?
Kapan dan dimana Yesus akan menggenapi rencana Allah Bapa ini? Itu terjadi setelah berakhirnya kerajaan 1.000 tahun damai. Orang-orang percaya yaitu gereja yang sempurna sebagai mempelai wanita Kristus akan tinggal di langit dan bumi yang baru. Sementara itu  iblis, antikris, nabi palsu, dan orang berdosa dicampakkan ke dalam neraka. ( Wahyu 21:1-2 )

Jadi untuk menggenapi rencana Allah di taman Eden, maka kita harus menjadi :

  • Pengikut Yesus yang sejati
  • Gereja yang sempurna
  • Mempelai wanita Kristus yaitu Hawa yang akhir yang akan mendampingi Yesus “Adam yang akhir” dalam menggenapi rencana Allah dalam Kejadian 1:26-28.

Semuanya ini pasti terjadi dan digenapi sebab tidak ada rencana Allah yang gagal. (Ayub 42:2) Adam dan Hawa boleh gagal, tetapi rencana Tuhan tidak akan gagal dan tidak pernah gagal.

Lalu apa yang harus kita perbuat ditahun yang baru dengan makin mendekatnya ke akhir zaman itu?
Sebagai pengikut Yesus yang Tuhan izinkan hidup di akhir zaman ini, kita harus semakin setia, makin sungguh-sungguh mengikut Tuhan karena generasi gereja masa kini adalah generasi gereja yang punya peluang besar masuk bagian dari Hawa yang akhir yang akan mendampingi Yesus sebagai Adam yang terakhir tetapi dengan catatan menjadi pengikut Yesus yang sejati.

Pemisahan
1 Korintus 11:19
Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji. 

Kata perpecahan dalam ayat ini tepatnya adalah pemisahan. Kepada jemaat Korintus, Paulus dengan keras mengingatkan Tuhan akan membuat pemisahan diantara jemaat tetapi bukan secara fisik melainkan jemaat yang berkualitas secara rohani yakni jemaat yang serupa dengan Yesus.

Untuk mendapatkan rohani yang berkualitas seperti yang Tuhan inginkan, maka setiap orang percaya harus melakukan seperti yang tertulis dalam 2 Petrus 1:5-7.
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Penutup
Rencana Allah yang gagal digenapi oleh Adam di taman Eden telah digenapi oleh Tuhan Yesus sebagai Adam yang akhir. Untuk itu kita sebagai calon mempelai Kristus marilah kita tingkatkan kualitas rohani kita, agar kelak kita layak menjadi pendamping Kristus sebagai Hawa yang akhir. Tuhan memberkati!

Arsip Catatan Khotbah