PERJUMPAAN YANG MENGUBAHKAN (Bagian 2) – oleh Pdm. Patrick Lazarus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 27 Februari 2022)

Pendahuluan
Perjumpaan yang mengubahkan hanya  terjadi kita berjumpa dengan Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan tidak hanya mampu memberi perubahan secara jasmani tetapi kehidupan rohani seseorang.

Alkitab menceritakan Perjumpaan dengan Tuhan dapat mengubah perjalanan hidup seseorang, sebuah keluarga, bahkan suatu bangsa. Contoh perubahan yang dialami Israel dari tadinya budak di Mesir menjadi bangsa merdeka diawali dengan perjumpaan Musa dengan Tuhan, di perjanjian baru satu kota di daerah samaria menjadi percaya diawali dari pertemuan seorang wanita berdosa dengan Yesus.

Ada kesaksian rumah tangga yang diambang kehancuran karena suami yang suka “main” perempuan  tetapi ketika sang suami suatu saat mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan maka rumah tangga mereka dipulihkan. Saya pernah kenal seseorang yang terjerat narkoba dan free seks tetapi ketika dia alami perjumpaan pribadi dengan Tuhan hidupnya berubah bahkan menjadi pendeta.

Saya percaya jika kita membutuhkan perubahan dalam hidup kita maka kuncinya tidak lain adalah perjumpaan dengan Tuhan.

Bagaimana kita mengalami perjumpaan yang mengubahkan?
Pada bagian pertama kita belajar perjumpaan yang mengubahkan dapat terjadi :

  1. Bukan sekedar perjumpaan fisik melainkan hati.
    Kita telah belajar dari perubahan hidup Zakheus seorang kepala pemungut cukai. Orang-orang mengenalnya sebagai seorang berdosa tapi perjumpaannya dengan Yesus terbukti mengubahkan hidupnya. Mengapa bisa terjadi? Karena perjumpaannya bukan sekedar perjumpaan fisik melainkan hati. Ada banyak orang ikut Tuhan sekian lama tapi tidak berubah sebab perjumpaannya hanya sebatas kehadiran secara fisik di dalam ibadah tapi hatinya tidak berjumpa dengan Tuhan. Ingat lah bahwa perjumpaan yang mengubahkan bukan tentang seringnya kita hadir melainkan pentingnya kita membawa hati. Sebab Tuhan bukan hanya melihat hadirnya kita tetapi bagaimana hati kita.

“..Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

Dalam diri Zakheus Tuhan melihat :

  • Hati Yang Rindu Mengenal-Nya (Lukas 19:3)
  • Hati Yang Terbuka Menerima-Nya (Lukas 19:5-6)

2. Pagi hari ini kita kembali mempelajari hal kedua tentang perjumpaan yang mengubahkan,Perjumpaan Yang Mengubahkan Terjadi Karena Besarnya Anugerah Tuhan

Anugerah/Kasih Karunia : Dalam Alkitab menggunakan kata Khen (PL) dan Kharis (PB) merujuk kepada suatu perbuatan/pemberian dari atasan (Allah) yang ditunjukkan kepada bawahannya (manusia),dimana manusia sebenarnya tidak layak untuk menerimanya.
Pemberian yang sangat bernilai dan dibutuhkan tersebut adalah keselamatan dari Bapa melalui karya salib Tuhan Yesus Kristus

Untuk lebih jelasnya kita akan belajar bagaimana Anugerah mengubah kehidupan seseorang dari perubahan hidup Saulus-Paulus (Kisah Para Rasul 9:1-22) :
Siapakah Saulus?
Ayat 1 “Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
Ayat 2 “dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.”

Dari ayat-ayat ini Saulus adalah seorang membenci pengikut Yesus. Dia tidak segan menganiaya bahkan membunuh orang percaya.
Namun jika kita melihat ada perubahan hidup Saulus di ayat 19b-20.
19b-20 “Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Jika kita bertanya apa yang terjadi sehingga mengubahkan hidup Saulus? maka jawabannya adalah perjumpaan dengan Yesus (Kis 9:3-5).  Inilah anugerah. Saulus orang berdosa tapi dijumpai oleh TUHAN. Anugerah Tuhan inilah yang mengubahkan seorang yang sebelumnya giat menolak Yesus bahkan menganiaya murid Yesus menjadi seorang yang giat memberitakan tentang Yesus sebagai anak Allah.

Ingatlah tanpa Anugerah tidak ada yang berubah, tanpa kasih karunia usaha manusia menjadi sia-sia.

Bagaimana Anugerah TUHAN bekerja :

  1. Dalam Anugerah Kita Diterima (Kisah 9:3-4)
    Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. (Kisah 9:3)
    Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: ”Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kisah 9:4)
    Bukan Saulus yang lebih dahulu menerima Yesus, tetapi Yesuslah yang terlebih dahulu menerima Saulus, begitu juga dengan kita. Seringkali gagalnya seseorang berubah bukan karena tidak ada niat tetapi karena tidak adanya penerimaan. Kita mungkin punya niat untuk berubah tapi orang sekitar tidak menerima, tetapi berita baiknya dalam Anugerah Tuhan kita diterima. Yesus berkata dalam injil Yohanes Dialah yang memilih kita.

Yohanes 15:16a “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu…”

2. Dalam Anugerah Kita Diampuni
Jawab Saulus: ”Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: ”Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” (Kisah 9:5-6).

Yesus tidak menjumpai Saulus untuk menghukum tetapi untuk mengampuni. Mungkin ada orang gagal untuk berubah karena dosanya terus diungkit, mungkin ada yang merasa dosanya terlalu besar dan sudah terlalu jauh untuk berubah, tetapi dalam kasih karunia Tuhan kita diampuni.

“Dosa kita besar tapi pengampunan TUHAN jauh lebih besar” Dari pengalaman ini Paulus dapat bersaksi.

Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa – 1 Timotius 1:15

“Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,.” Efesus 1:7
Jika kita menyadari keberadaan kita adalah orang berdosa mari hampiri Tuhan sebab dalam anugerah-Nya ada pengampunan!

3. Dalam Anugerah Kita Diubah
Tetapi firman Tuhan kepadanya: ”Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. (Kisah 9:15)

Dalam Kasih karunia TUHAN Paulus tidak hanya diterima dan diampuni tapi juga diubahkan. Arti diubahkan adalah menjadi lain/berbeda dari semula, berganti (pikiran, haluan, arah). Tidak heran Paulus mengatakan bahwa di dalam Kristus kita menjadi ciptaan yang baru (2 Kor 5:17).

Bagaimana Kehidupan orang yang telah menerima anugerah TUHAN?

  1. Bekerja lebih keras

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”
1 Korintus 15:10

Orang yang telah menerima kasih karunia tidak  bersantai dalam dosa sebaliknya dia akan berusaha lebih keras untuk hidup benar dihadapan Allah,meninggalkan dosa, menjaga kekudusan hidup,setia ibadah, mau mengampuni, dan lain sebagainya, sambil terus menyadari bahwa jika dia mampu itupun kasih karunia Allah.

Jika mendasari pada kekuatan kita sendiri maka sulit untuk hidup benar, kita sulit rendah hati, kita melayani tapi ada gesekan rasanya kecewa sulit untuk mengampuni tapi jika kita mengingat bahwa keberadaan kita adalah karena anugerah maka kita akan dimampukan.

2. Hidup Memberi Buah
“Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah..” Filipi 1:22

Memberi buah artinya hidup kita dapat dinikmati tidak hanya oleh Tuhan tapi juga sesama. Suami,istri, anak, menantu,mertua dapat menikmati manisnya buah kasih dari hidup kita, gereja dapat merasakan buah dari lewat pelayanan kita, kesetiaan kita, korban-korban kita, bahkan orang-orang lain dapat menikmati buah lewat kebaikan kita, kesaksian kita tentang Tuhan dan sebagainya. Ketahuilah hanya kehidupan orang yang telah diubah oleh anugerah yang dapat menghasilkan buah.

3. Tetap tinggal dalam kasih Karunia Allah.
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”Ibrani 12:15

Kata “menjauhkan diri” dapat juga diterjemahkan “gagal menerima”, ‘ gagal “mendapatkan” atau “gagal mengalami” Setiap hari kita perlu mengalami kasih karunia Tuhan. Perintah ini diikuti dengan dengan peringatan tentang sesuatu yang akan terjadi jika kita tidak melakukannya yaitu akar pahit.

Dalam budaya orang Ibrani setiap tanaman beracun akan disebut tanaman “pahit.” Penulis kitab Ibrani menggunakan istilah “akar pahit” sebagai metafora untuk menjelaskan bahwa ketika kita menjauhkan diri dari kasih karunia maka segala sesuatu menjadi beracun.

Kehidupan tanpa kasih karunia adalah beracun tidak ada keselamatan melainkan kebinasaan. Relasi tanpa kasih karunia adalah beracun. Gereja tanpa kasih karunia Allah adalah beracun.

Jangan sampai kita jadi orang kristen hanya tahu tentang anugerah tapi tidak pernah mengalami secara pribadi dan kalau kita benar-benar sudah alami kasih karunia maka berjaga-jagalah, hati-hati jangan sampai kita menjauhi kasih karunia Tuhan sebaliknya teruslah ingat dan bergantung kepada kasih karunia-Nya setiap hari.

Kesimpulan :
Kasih karunia begitu besar untuk menebus dosa kita, begitu nyata untuk memulihkan relasi kita, begitu kuat untuk menopang kita, begitu manis untuk menghilangkan kepahitan kita, begitu ampuh untuk mengubah hidup kita,  kita hanya perlu membuka hati bagi Yesus dan menerimanya dengan Iman.

Arsip Catatan Khotbah