RUANG TUNGGU – 11 – OLEH Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 27 Maret 2022)

Pendahuluan
Saat ini kita masih belajar tentang “Ruang Tunggu” Dan sekarang kita sampai pada seri 11. Sebelumnya kita sudah mempelajari alas an-alasan mengapa Tuhan membawa kita masuk di ruang tungguNya, yaitu:

  1. Di Ruang tunggu Tuhan melatih kesabaran kita.
  2. Di ruang tunggu kita menanti untuk diperlengkapi dengan kuasa Illahi.
  3. Di ruang tunggu Allah menguji iman kita.
  4. Di ruang tunggu kita mendapatkan kekuatan baru.
  5. Di ruang tunggu kita menerima dari Tuhan agar mendapat membagikan.
  6. Di ruang tunggu kita diam agar Tuhan yang berperang
  7. Di ruang tunggu kita diam agar dapat melihat TUHAN.
  8. Anggur baru harus diisikan ke dalam kirbat baru.
  9. Di ruang tunggu Bapa rindu untuk bersekutu
  10. Pertolongan Tuhan datang di batas akhir kekuatan


Sekarang kita belajar alasan yang kesebelas, mengapa Tuhan membawa anak-anakNya masuk di ruang tungguNya adalah:

11. KARENA UNTUK MENERIMA DARINYA, KITA HARUS BERSEDIA MENGIKUTI CARANYA.

Yesaya 55:8,9
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Banyak orang berdoa dan meminta kepadaNya, tetapi akhirnya kecewa karena Tuhan tidak menjawab seperti yang diinginkannya. Ketahuilah bahwa Tuhan memiliki cara dan waktu tersendiri untuk menjawab doa-doa anakNya. Firman Allah berkata: Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku. 

Tidak semua yang kita pikirkan, sama dengan yang dipikirkan Tuhan, tidak semua yang kita rancangkan sama dengan rancangan Tuhan. Tuhan memiliki cara, jalan dan waktuNya sendiri untuk menolong dan menjawab doa-doa kita. Inilah alasan mengapa kita harus bersedia berada di ruang tunggu. Sebab saat kita meminta kepadaNYA, kita harus bersedia mengikuti caraNya.

Semua barang yang dihasilkan memiliki cara dan proses yang berbeda-beda. Misalnya: Biar dari bahan dasar yang sama yaitu beras, namun untuk mendapatkan nasi biasa, nasi liwet, nasi tim, dan bubur kita tidak dapat menggunakan cara yang sama. Masing-masing memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Demikian halnya dengan Tuhan. Untuk setiap jawaban, ada cara dan waktu yang telah Tuhan tetapkan. Oleh karena itu kita harus bersedia di ruang tunggu, untuk menanti waktuNya dan mengikuti caraNya.

Agar semakin jelas, mari kita lihat contoh perjalanan bangsa Israel memasuki tanah perjanjian yaitu Kanaan.

Keluaran 13:17-18
“Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, WALAUPUN JALAN INI JALAN YANG PALING DEKAT; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.” Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.”

Perhatikanlahh cara Tuhan menuntun bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan. Firman Allah dengan jelas berkata: Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini adalah jalan yang paling dekat.

Berdasarkan Google Map jarak antara Mesir ke Kanaan kira-kira hampir 800 KM, menurut para ahli geografi jarak ini bisa ditempuh 25 hari saja dengan berjalan kaki. Meski jalan ini adalah rute yang terdekat, tetapi rute tersebut tidak menjadi pilihan Allah. Sebaliknya Allah justru membawa bangsa Israel berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau selama 40 th.

Dari peta ini kita dapat mengetahui rute perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Pertama adalah  jalur yang paling dekat. (Lihat garis tipis merah). Jalur ini disebut: Inilah yang dinamakan sebagai “jalan ke negeri orang Filistin”. Rute ini  menyusuri pantai utara sepanjang Laut Tengah atau Laut Mediterrania.

Garis kuning adalah jarak  dari Horeb (Gunung Sinai) ke Kadesh-Barnea (Kanaan Selatan) yang hanya sebelas hari perjalanan. (Ulangan 1:2) Jadi jarak untuk menuju ke Tanah Perjanjian di Kanaan, sebenarnya bisa ditempuh hanya sekitar 2 minggu perjalanan. Namun jalan ini bukan menjadi rute yang dipilih Tuhan. Sebaliknya Allah memilih jalur lain yaitu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. (Perhatikan jalur yang diberi nomor, itulah jalan yang dilalui bangsa Israel menuju Kanaan)

Cara Tuhan kadang tidak bisa dipahami, kelihatannya aneh, tidak masuk akal, Mengapa? ada yang dekat, milih yang jauh; ada yang mudah cari yang susah; jika ada yang ringan mengapa milih yang berat. Tapi itulah cara Tuhan menuntun umatNya. 

Dalam melakukan perjalanan umumnya orang ingin mencari jalan terdekat. Sebab jalan yang terdekat tentu bisa ditempuh dengan cepat. Karena dekat dan cepat maka orang juga bisa berhemat. Hemat biaya, hemat waktu dan juga hemat tenaga. Namun jalan Tuhan bukan jalan kita, rancangan Tuhan bukan rancangan kita. Tuhan punya cara dan jalanNya sendiri seperti yang Dia kehendaki. Allah tidak menuntun bangsa Israel melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini adalah jalan yang paling dekat. Allah justru membawa bangsa Israel berputar melalui jalan di padang gurun.

Inilah yang perlu kita pahami, mengapa kadang-kadang Tuhan membiarkan kita berada di ruang tungguNya, sebab untuk menerima dariNya, kita harus bersedia mengikuti caraNya. Tidak sedikit anak-anak Tuhan hanya menuntut jawaban dari Tuhan tetapi enggan untuk mengikuti cara yang Tuhan tunjukan. Kebanyakan manusia inginnya jawaban doa datang dengan instan tanpa ada penantian, pertolongan Tuhan terjadi dengan segara, tanpa mengikuti caraNya. Ketahuilah Tuhan punya cara khusus untuk menolong kita, yang perlu kita lakukan adalah mengikuti caraNya.

Apakah yang dapat kita pahami saat Tuhan tidak memilih jalan yang terdekat?
1. Jika Tuhan tidak memilih jalan yang paling dekat atau paling cepat, Tuhan pasti memilih jalan yang paling tepat.
Keluaran 13:17
Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.”

Rupa-rupanya inilah yang menjadi alasan Tuhan tidak menuntun bangsa Israel melalui rute terdekat, sebab jangan sampai bangsa Israel menyesal saat menghadapi peperangan, sehingga kembali ke Mesir. Untuk itulah Tuhan membawa bangsa Israel melalui jalan padang gurun. Jalan yang dipilih Allah memang lebih panjang, lebih jauh dan berputar, namun jalan itu adalah jalan yang terbaik, sebab meskipun jalan jauh, panjang, lebih lama dan berputar, tetapi ini adalah jalan yang paling aman untuk ditempuh, sehingga bangsa Israel dapat menduduki tanah Kanaan.

Ingatlah, jika Tuhan tidak menuntun kita melalui jalan yang terdekat, tidak menjawab doa dengan cepat, percayalah Tuhan pasti memberikan yang terbaik kepada kita.

Kalau saja Tuhan menuntun bangsa Israel melalui jalan orang Filistin, maka mau tidak mau, siap tidak siap, bangsa Israel harus berhadapan dengan bangsa Filistin. Israel belum pernah berperang, mereka bangsa budak, tentu mudah untuk dikalahkan. Dan pilihannya hanya dua: mati di medan pertempuran atau pulang kembali ke Mesir. Maka pilihan yang terbaik adalah membawa mereka jalan berputar untuk menghindari pertempuran atau kembali ke Mesir. Sekali lagi, jika Tuhan tidak menuntun kita melalui jalan yang terdekat, tetapi membawa kita berputar di padang gurun, percayalah Tuhan pasti memberikan yang terbaik kepada kita.

2. Tidak ada keberhasilan yang diraih dengan kemudahan.
Keberhasilan membutuhkan perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan. Keberhasilan tak semudah membalikan tangan, keberhasilan adalah kesediaan menggunakan tangan untuk bekerja keras. 

Melalui jalan orang Filistin memang mudah sebab itu adalah jalan yang paling dekat, tetapi itu tidak dipilih Tuhan, sebab Tuhan ingin mendidik bangsa Israel bahwa tidak ada keberhasilan yang diraih dengan kemudahan. Bangsa Israel harus berjuang, berjalan melewati padang gurun dan selalu siap sedia menghadapi lawan di sepanjang jalan. Hanya dengan cara itulah mereka dapat menduduki dan menaklukan bangsa-bangsa Kanaan.

1Timtius 6:12  
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 

Keselamatan kita terima karena anugerah Tuhan, tetapi untuk mempertahankan keselamatan hingga garis akhir kehidupan membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh dari kita. Itulah sebabnya rasul Paulus menasehati agar kita bertanding dalam pertandingan iman yang benar dan merebut hidup yang kekal. Ingatlah kesaksian ibu Hana dalam 1Samuel 1:27  ia berkata: untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.

3. Tidak ada penghargaan lahir dari kemudahan.
Segala sesuatu yang mudah didapatkan harganya rendah. Mengapa harga air mineral lebih murah daripada emas atau mutiara? Sebab air mineral mudah didapatkan dari pada mutiara.

Kanaan adalah negeri yang berlimpah susu dan madu, tetapi kalau Tuhan memberikan dengan mudah, maka bangsa Israel tidak akan menghargainya. Hanya dengan membiarkan bangsa Israel berjalan 40 th, menghadapi peperangan dengan bangsa-bangsa di Kanaan, maka bangsa Israel akan menghargai tanah perjanjian.

2Korintus 6:1  
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. 

4. Jika Tuhan memilih jalan yang lebih jauh, Dia membentuk kita menjadi tangguh.
Orang hebat dibentuk melalui pengalaman hidup yang berat, kehebatan tidak dilahirkan dari kenyaman atau kemudahan. Empat ratus tahun di Mesir, bangsa Israel hanya menjadi budak. Hari ke hari pekerjaanya hanya membuat batu bata. Mereka tidak tahu cara memegang senjata bagaimana berperang menghadapi lawan. Hanya dengan melalui jalan yang berputar Israel dibentuk menjadi bangsa pemberani, tak pernah gentar menghadapi lawan dan tangguh dalam perjuangan merebut Kanaan.

MEMPERCAYAI CARA DAN JALAN TUHAN.
Meski jalan Tuhan tidak mudah dipahami, keputusanNya sukar untuk dimengerti tetaplah belajar mempercayai. Ketika Tuhan tidak memilih jalan yang dekat, tanggung jawab kita adalah PERCAYA bukan BERTANYA. Percayalah jalanNya sempuna, keputusan Tuhan selalu yang terbaik buat anak-anakNya.

Mazmur 25:10  
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. 

Tetaplah percaya kepadaNya sebab untuk menerima dariNYA, kita harus bersedia mengikuti caraNya. Tuhan memberkati. KJP!

Arsip Catatan Khotbah