Inilah Identitas diri kita yang sebenarnya. Selama ini identitas yang kita pakai kemungkinan berasal dari dunia ini. Dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan tercemar karena dosa sehingga identitas yang kita kenakan pada diri kitapun ikut tercemar.
Pengejaran yang terutama adalah KEBENARAN
Kebenaran: Informasi yang orisinal yaitu dari sumber utama yaitu dari Tuhan sebagai pencipta alam semesta termasuk kehidupan kita. Dengan mengetahui kebenaran yang hakiki, kita akan terlepas atau merdeka dari kesalahan-kesalahan karena informasi yang keliru yang pernah kita dengar yang disodorkan Iblis sebagai sebuah kebohongan.
Yoh 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.
Roh Allah – Roh Pemimpin
Marilah kita melihat apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan sebagai identitas orisinal kita di dalam:
Kejadian 1:26-27, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Kejadian 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup (Roh Pemimpin) ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Manusia pada mulanya diciptakan menurut gambar dan rupa Sang Pencipta berarti mempunyai sifat Sang Pencipta. Sifat: Karakter, watak, tabiat, ciri, atribut, simbol, mutu, perangai, pembawaan. “Seperti KITA” adalah Rancangan Allah awalnya atas manusia. Manusia bersumber dari Allah. Perlu diketahui ciptaan dan sumber mempunyai bahan dasar yang sama. Jadi sejatinya roh manusia dengan Allah punya bahan dasar yang sama hanya perbedaannya dikatakan pemazmur dalam terjemahan bahasa Inggris “a little lower than God”.
Perintah pertama yang diberikan kepada manusia adalah Berkuasalah, karena Allah sang pencipta adalah Sang Penguasa. Pada Kejadian 2:7, Tuhan menghembuskan Roh-Nya kepada manusia ciptaan-Nya. Unsur yang sama yang dimiliki oleh Allah, menjadi bagian dari manusia. Kata Berkuasalah: Mengatur, memerintah, mengendalikan, menguasai, mengelola dan memimpin.
Berkuasa atas Lingkungan kita.
Bukan berkuasa atas manusia (Sesama) tetapi atas segala ciptaan. Atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Pada waktu manusia jatuh: Banyak yang dimiliki manusia Adam yang hilang (Roma 3:23). Namun ada yang tidak hilang, salah satunya roh manusia kita. Pada waktu manusia jatuh dalam dosa, rohnya tidak hilang, tetapi mati (Efesus 2:1). Kesadaran akan Tuhan juga mati, roh Pemimpin pun ikut terkubur di dalam diri manusia. Sehingga manusia dikuasai oleh jiwa – Manusia Jiwa (Begitu labil) – Matius 22:36. Dari sinilah muncul kesalahan dalam sejarah manusia – Jiwa Pemimpin (Bukan Roh Pemimpin). Manusia berusaha berkuasa dengan menguasai sesamanya (Markus 10:42).
Kejadian 4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
Jiwa pemimpin haus akan Kekuasaan. Mulai dari sinilah manusia haus akan kekuasaan. Mengapa? Karena dapat mengintimidasi, memanipulasi dan mendominasi orang lain. Muncullah segala istilah Feodal, Monarki (Kerajaan), oligarki, diktator, komunis, Sosialis, demokrasi, yang semua mempunyai sistem yang sama yaitu untuk menguasai sesama.
Roh Pemimpin
Pada waktu manusia jatuh dalam dosa, roh kita tidak hilang, tetapi mati. Sewaktu kita lahir kembali, tubuh kita tidak berubah. Jiwa kita alami pembaharuan (bayi rohani menuju Kedewasaan). Roh kita dibangkitkan, dihidupkan kembali.
Teladan Yesus dalam
Yoh 13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yesus memberikan teladan yang baik mengenai Roh Pemimpin ini. Sesudah Bapa menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya, Dia tidak menggunakan kekuasaan-Nya untuk mengintimidasi para murid-Nya, melainkan Yesus mengambil sehelai kain lenan dan mengikatnya pada pinggang-Nya. Dengan perkataan lain, kuasa yang diberikan kepada Yesus digunakannya sebagai kesempatan untuk melayani.
Roh Pemimpin
1. Sadarilah, di dalam diri kita, ada Roh Pemimpin (Leadership Spirit). Allah sudah menghembuskan nafas kehidupan ke dalamnya. Sebuah roh keberanian yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
2Ti 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Roma 8:15
2. Mulailah belajar menguasai diri kita (Dalam setiap keputusan kita – Make Decision –Berdasar apa yang kita hargai -Nilai). Hampir setiap hari kita mengambil keputusan, baik yang penting maupun yang yang tidak. Belajarlah memiliki nilai-nilai yang kita pegang dalam kehidupan. Semakin jelas nilai yang kita hidupi semakin mudah kita mengambil keputusan. Kita perlu meningkatkan Personal Leadership kita terutama disiplin dan penguasaan diri (Discipline dan Self Control). 1Kor 9:27
3. Mulailah belajar tidak dipengaruhi oleh lingkungan bahkan kita dapat menguasainya.
Yes 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Jadi milikilah sikap yang terutama yaitu sebuah kesadaran bahwa Identitas sejati kita ada di dalam kita. Sebuah roh Pemimpin yang diberikan oleh Allah akan mengubah sikap kita dalam proses kepemimpinan diri kita sendiri.