KEDISIPLINAN ROHANI BAGIAN. II : MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 24 April 2022)

YEREMIA 9:23-24

Yeremia 9:23-24 – “Beginilah firman Tuhan : Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah ia bermegah karena yang berikut, bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.

Bijaksana, kuat dan kaya bukanlah larangan, Tuhan menghendaki semua itu bisa dinikmati oleh setiap orang percaya, tetapi jangan dijadikan kemegahan, artinya dijadikan pegangan hidupnya. Karena baik kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan tidak mampu menyelematkan manusia dari penghukuman dosa. Tuhan ingin kita berbangga atau bermegah jika sudah memahami dan mengenal Tuhan dengan benar, karena hanya di dalam Tuhanlah kita memperoleh kekuatan untuk mendapatkan kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan bagi kemuliaan Tuhan dan hidup kita dalam jaminan keselamatan Tuhan. Lamanya seseorang menjadi orang percaya,  tidak menjamin bahwa ia sudah mengenal Tuhan dengan benar.

Pengenalan akan Tuhan, akan membawa pengaruh kuat dalam kehidupan orang percaya dalam menghadapi setiap kesulitan kehidupannya. Bagaimana kita dapat memahami dan mengenal Tuhan dengan benar? Disiplin apa yang harus kita kerjakan untuk memperolehnya ? Kita akan belajar dari pemazmur.

Mazmur 46:10-11 – “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela.

DIAMLAH, ini kalimat pertama dari pemazmur dituliskan atas perintah Tuhan. Ini merupakan kata yang sangat penting untuk kita kerjakan, karena Tuhan sedang berupaya untuk mengkomunikasikan tentang siapa DIRINYA  kepada kita. Akan sulit bahi kita dalam mengenali Tuhan dengan benar jika kita tidak diam dan tenang untuk memperhatikan.

DAN KETAHUILAH – Ini kelanjutan dari kata “Diamlah.”  Artinya jika kita diam, maka kita akan mudah untuk mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah. Orang yang hidup dalam situasi yang panik, kuatir dan ketakutan akan sulit mengenal Tuhan, seperti murid-murid ketika menghadapi badai besar perahunya, Yesus berjalan di atas air untuk menolongnya, dikira hantu.  Tuhan sampai menyadarkan mereka untuk tenang, Mat.14:22-27.

Kata “Ketahuilah” dalam Ibr. YADA, artinya :
1. Belajar untuk mengetahui dengan kesungguhan.   
Orang yang susah untuk diam seperti murid-murid Tuhan, akan  sulit untuk belajar mengetahui siapa Tuhan.
2. Belajar untuk mengetahui dengan melakukan observasi atau penelitian untuk mengenali, memahami dan membuat pertimbangan.

Selama kita hidup di dunia ini, masalah akan selalu ada. Tuhan ingin kita menghadapi dengan tenang jangan panik, tetapi belajar menyadari bahwa Dia adalah Allah bersama kita.

BAHWA AKULAH ALLAH
Allah-Ibr : ELOHIYM. Artinya :
1. Allah pada posisi tertinggi, sempurna, unggul dan tak terkalahkan.
2. Tuhan yang besar, perkasa dan benar.
Untuk belajar mengenal dan memahami Tuhan dengan benar, satu-satunya cara adalah mengerjakan disiplin yang pertama, yaitu: Carilah firman Tuhan, pelajari dan merenungkannya. Dari sini kita belajar mengenal Tuhan dengan benar. Selanjutnya :
Mazmur 46: 11TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela.

Tuhan semesta alam, artinya Tuhan tidak berkuasa hanya diarea tertentu saja, tetapi seluruh alam semesta ini. Tuhan yang alam semesta saja tunduk pada-Nya, ini yang menyertai kita. Luar biasa. Kata “Tuhan” : YHWH, artinya Yang tetap ada dalam masa apapun sampai pada kekekalan. Ia ada dimasa lalu, Ia ada di masa sekarang dan Ia ada di masa yang akan datang sampai kekal . 

Kata “Benteng” dalam Bahasa Ibrani MISGAB , tebing yang tinggi yang tidak dapat diakses oleh siapapun. Allah memang ada di tempat yang tinggi yang tak terjangkau oleh siapapun. Tetapi bagi kita orang percaya kita dapat menjangkaunya. Bagaimana kita naik ketempat Tuhan sebagai kota benteng kita?  Perhatikan kalimat selanjutnya :  “Kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela. Kata “Yakub” Ibr : YA, AQOB, artinya pemegang tumit, atau pengganti tumit, Kej. 25:26. Tumit adalah tulang terbesar pada bagian telapak kaki kita, yang menyangga berat badan kita, dalam berdiri berjalan dan berlari. Jadi Tuhanlah yang akan menjadi tumit kita untuk menopang dan mengangkat kita naik ke dalam perlindungan Tuhan.

KESAKSIAN DARI BANI KORAH
Mazmur 46:1 – “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.” 

Orang yang dapat berkata seperti ini adalah orang yang benar-benar memahami, mengenal dan menikmati Tuhan dalam hidupnya.

Arsip Catatan Khotbah