Aku Mau Ikut Tuhan – Oleh Pdm. Melky R. Mokodongan (Ibadah Raya 2 – Minggu, 14 Mei 2023)

Matius 8:19b
Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” 

Pernyataan ini disampaikan oleh seorang ahli Taurat, dia katakan bahwa dia akan mengikuti Yesus kemana saja Yesus pergi.
Kita tahu bahwa dalam pelayanan Yesus ada banyak orang yang mau datang dan mengikuti-Nya, mereka lakukan ini karena banyak mukjizat yang dilakukan Yesus, mereka tertarik dengan apa yang dilakukan oleh Yesus, sehingga mereka terus mengikuti Yesus, dan dari sekian banyak orang salah satunya adalah ahli Taurat ini.

Satu pernyataan yang diungkapan kepada Yesus, bahwa guru aku akan mengikut Engkau…

Ketika pernyataan ini disampaikan, lalu apa respon Yesus? 
Matius 8:20 (TBYesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Yesus tidak memberikan jaminan bagi orang yang mau mengikut-Nya, bahwa Yesus punya segalanya.
Perhatikan apa yang dikatakan oleh Yesus, serigala punya liang, burung punya sarang, tetapi Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Pendahuluan
Mengikut Tuhan, bukan sekedar ikut, artinya tidak main-main apalagi setengah hati dalam kita mengikut Tuhan. Mengikut Tuhan bukan karena kita suka, senang, apalagi karena melihat banyak hal yang spektakuler dilakukan oleh Yesus, sehingga kita buat pernyataan, aku mau ikut Tuhan.

Statement
Mengikut Tuhan harus dilakukan dengan segenap hati / sepenuh hati (totalitas) dan komitmen yang tinggi. 

Kalau dalam dunia kerja sekuler saja seorang pekerja dituntut untuk bekerja dengan keras, serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaannya, apalagi untuk mengikut Tuhan, bekerja untuk Tuhan, melayani untuk Tuhan.

Orang yang mengikut Tuhan sungguh-sungguh pasti akan menempatkan Tuhan yang utama dalam hidupnya. Bukankah nilai yang lebih tinggi harus kita berikan kepada hal yang rohani? Mengapa? Karena hal ini berhubungan dengan pertumbuhan kekristenan kita.

Pertanyaan
Saat ini, apakah kita sudah mengikut Tuhan secara sungguh-sungguh atau secara total?
Sudah sejauh mana kesetiaan kita mengikut Tuhan?
Apakah kita mengikut Tuhan, karena kita mengasihi Tuhan atau karena alasan yang lain?
Alasan yang lain dalam arti kita banyak menuntut, banyak embel-embel dalam kita mengikut Tuhan. Bahkan yang jauh lebih mengerikan adalah kita ikut Tuhan karena uang atau materi.
Seperti yang dilakukan oleh orang banyak yang mengikuti Yesus, mereka ikut karena tanda mukjizat yang dilakukan Yesus.

Contoh 10 orang kusta mereka mau datang kepada Yesus karena ingin disembuhkan, lalu ketika mereka sembuh, apakah mereka datang dan mengikuti Yesus? Dicatat dari sepuluh orang, hanya satu yang kembali, yang lain kemana?
Apakah ikut Tuhan seperti kesembilan orang tersebut? Mau ikut Tuhan karena mukjizat, lalu setelah dapat mukjizat lupa dengan Yesus?
Apakah Kekristenan juga seperti itu? Rajin berdoa, tekun berdoa, lalu setalah doa dijawab menghilang tak tahu rimbanya?
Apakah kita ikut Tuhan akan seperti itu?

Ada yang mau ikut Tuhan karena Popularitas, jabatan, kedudukan, jodoh, ikut-ikutan, dan masih banyak lagi. Memang tidak salah kalau kita ikut Tuhan lalu diberkati, sebab itu yang Tuhan mau, tetapi jangan sampai kita ikut Tuhan karena untuk kepentingan diri sendir apalagi untuk keuntungan lahiriah. Nah ternyata lebih jauh, ada orang-orang yang seperti itu, Paulus dalam kita Filipi mencatat alasan-alasan orang mengikut atau melayani Tuhan.

Filipi 1:15-17 (TB) 
Ay 15. Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
Ay 16. Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,
Ay 17. tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.

Jangan sampai kita ikut Tuhan, lalu kita lakukan karena kepentingan atau keuntungan diri sendiri, apalagi tidak tulus atau tidak ikhlas, bahkan mau ikut Tuhan, melayani karena dengki, ingin balas dendam.

Hal-hal yang menjadi penghalang bagi kita untuk ikut Tuhan, seharusnya tidak boleh ada dalam hidup kita. Apalagi kalau hal-hal yang demikian itu masih melekat dalam hidup kita. Semua harus ditanggalkan, jangan sampai hal itu membuat kita menjadi ragu, bimbang dalam mengikut Tuhan.

Di ayat 21
Matius 8:21 (TB)  Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”

Rupanya salah satu dari Murid Yesus, ijin sama Yesus untuk urusan keluarga.
Apakah salah kalau kita melayani keluarga? Tentu tidak!
Lalu kenapa Yesus merespon di ayat 22 seolah-olah tidak mengijinkan?

Matius 8:22 (TB)  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Maksud perkataan Tuhan Yesus “biarlah orang mati menguburkan orang mati” bukanlah orang yang telah mati secara fisik, tetapi mereka yang tidak percaya kepada Yesus, atau yang mati secara rohani, yang lebih mendahulukan upacara, adat, peraturan agamawi. Nah rupanya tujuan dari salah satu murid ini dia ingin tinggal bersama ayahnya yang sudah tua dan sebentar lagi akan mati.

Lalu apa yang mau disampaikan oleh Yesus disini?
Yesus ingin  menegaskan, kepada kita sebagai pengikut Kristus bahwa.
1. Mengikut Yesus tidaklah mudah.
Saat kita mengambil keputusan untuk mau mengikut Tuhan, maka kita perlu sadar bahwa ada banyak sekali tantangan dan hambatan, yang dapat membuat orang mudah berubah dan tidak lagi setia lalu meninggalkan Yesus. 
Jangan kita berpikir bahwa mengikut Yesus, kita akan baik-baik saja, apalagi kita berpikir semua disediakan oleh Tuhan. Jalan bersama Yesus tidak seperti jalan tol yang bebas tanpa hambatan. Pasti akan ada kesulitan demi kesulitan yang akan kita temui. Itu sebabnya jika kita membuat pengakuan bahwa kita akan mengikut Yesus, sebelum kita lakukan hal itu, Yesus sudah ingatkan, bahwa Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

2a. Mengikut Yesus pandangan hanya kepada Yesus.
Arah atau tujuan hidup kita harus tertuju hanya kepada Yesus.

Ibrani 12:1-2 (TB)  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Masih banyak orang yang sudah mengaku pengikut Yesus, tapi masih bercabang, fokus, pandangan nya masih digoyahkan. Pandangan mereka mulai berubah, tidak lagi fokus kepada Yesus tetapi mulai teralihkan kepada hal-hal atau perkara dunia. Kekristenan kita mulai lebih mencintai dunia daripada mengasihi Tuhan. Kita lebih mengikuti kehendak dan keinginan diri sendiri daripada harus tunduk kepada kehendak Tuhan. Jangan sampai kita berubah fokus, apalagi mengganti arah atau tujuan iman kita. Motto kita, sekali Yesus, tetap Yesus.

2b. Mengikut Yesus berarti mengutamakan Yesus.
Jawaban Yesus tentang biarlah orang mati menguburkan orang mati, memberikan prinsip kepada kita bahwa, mengikut Yesus berarti mengutamakan Yesus. Mengutamakan Yesus, berarti dia harus siap menyangkal dirinya. Artinya tidak ada lagi kepentingan untuk diri sendiri yang diutamakan.

3. Mengikut Yesus ada konsekuensinya.
Kita sudah harus siap dengan segala resiko, kalau di point pertama, saya katakan kita harus sadar bahwa ada tantangan yang tidak mudah, maka di point ketiga ini: kita sudah siap dengan harga yang harus dibayar untuk mengikut Yesus.

Kita tidak punya alasan lagi, Tuhan saya belum siap, Tuhan saya tidak sanggup, saya menyerah saja. Bukankah percaya dan mengikut Yesus kita sudah siap dengan konsekuensinya? Sebagai orang Kristen, Petrus juga sudah sampaikan hal ini.

1 Petrus 3:14 (TBTetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.

Kita menderita karena ikut Yesus, itu adalah konsekuensi yang harus kita terima. Paulus juga katakan, kamu dikaruniakan bukan hanya percaya, bukan sekedar ikut Tuhan, tetapi pengikut Tuhan dikaruniakan juga adalah menderita untuk Dia. Filipi 1:29

Filipi 1:29 (TB)  Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Ini adalah resiko, konsekuensinya yang kita sudah harus siap hadapi dan terima. Jika kita menderita karena Yesus, itu adalah kasih karunia. Yesus telah mengorbankan diri-Nya untuk mengangkat kita dari lumpur dosa dan menyelamatkan kita, maka kita pun sudah siap menderita untuk Yesus.

2 Timotius 2:3
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

Kesimpulan
Mengikut Tuhan berarti kita sudah siap, melakukan apa yang Tuhan kehendaki bagi hidup kita.

Arsip Catatan Khotbah