BEBAS DARI LUKA HATI – Oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 3 Agustus 2025)

Pendahuluan
Tak terasa kita telah memasuki bulan Agustus 2025. Bulan Agustus selalu identik dengan kemerdekaan. Tanggal 17 Agustus kita akan merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-80. Suasana kemerdekaan sudah mulai terasa, bendera merah putih telah berkibar di depan seluruh rumah penduduk Indonesia, umbul-umbul telah melambai-lambai di jalan-jalan kota, dan tidak ketinggalan panitia-panitia kemerdekaan telah siap sedia dengan berbagai lomba.

Itulah sebabnya bulan Agustus ini kita mengambil tema pengajaran firman Allah yaitu: kebebasan. Untuk saat ini saya memberikan tema firman Allah adalah:

BEBAS DARI LUKA HATI

Yohanes 4:3-7
Kisah ini mungkin biasa kita baca, kita pelajari dan sering kali dikhotbahkan oleh hamba-hamba Tuhan. Sekilas kisah ini memang biasa saja, sebuah cerita pertemuan antara Tuhan Yesus dan seorang perempuan Samaria. Tetapi jika kita mempelajari lebih dalam maka kita akan melihat bahwa dibalik cerita yang tampaknya biasa tersimpan luka yang tak terlihat oleh mata. 

Diceritakan bahwa dalam perjalanan dari Yudea menuju Galilea, Yesus melintasi daerah orang Samaria. Sebenarnya ada jalan lain yang bisa Yesus lalui, tetapi saat itu Ia sengaja memilih melintasi daerah orang Samaria. Ini bukan rute yang terbaik sebab orang Israel bermusuhan dengan orang Samaria. Sebenarnya jalan ini penuh resiko, sebab bisa saja orang-orang Samaria yang benci kepada orang Israel akan menghalangi atau bahkan mengganggu perjalanan Yesus. Namun apapun resikonya Yesus tetap memilih melintasi daerah orang Samaria. 

Sesampainya di Samaria, Yesus beristirahat di daerah Sikhar dan duduk di pinggir sumur Yakub. Sementara Yesus duduk di pinggir sumur, tiba-tiba datanglah seorang wanita Samaria hendak mengambil air. Kemudian terjadilah percakapan antara Yesus dan wanita Samaria. Dan yang menarik perhatian saya adalah: Alkitab memberikan catatan waktu kejadian. Ayat enam bagian akhir dikatakan: hari kira-kira pukul dua belas. 

Pukul 12 bukanlah waktu yang terbaik untuk mengambil air, sebab pada pukul 12 matahari mencapai titik kulminasi, sedang berada di puncak panas tertinggi. Kebanyakan orang menghindari, tetapi wanita Samaria ini justru pergi mengambil air. Umumnya para wanita akan pergi mengambil air pada pagi hari, saat matahari baru terbit atau di sore hari saat matahari hampir terbenam. Tetapi wanita ini mengambil air pada jam 12 siang? Pertanyaannya adalah mengapa?

Wanita Samaria ini bukan sekedar wanita biasa, ia adalah wanita yang hatinya terluka. Ia bukan siapa-siapa, tanpa nama dan tanpa hak istimewa. Ia dijauhi dan dihindari orang karena dianggap sebagai wanita pezinah yang penuh dosa. Ia dianggap sebagai aib keluarga dan cela bagi lingkungannya. 

Itulah sebabnya dia memilih mengambil air jam 12 siang untuk menghindari bertemu dengan orang.  Hatinya tidak tahan setiap kali bertemu dengan orang. Ada tatapan yang tajam yang penuh penghinaan, kata-kata sinis yang merendahkan dan perilaku yang penuh kebencian. Jam 12 siang adalah waktu yang paling aman. Namun diluar dugaan, Yesus justru sudah menanti kedatangannya.

Penyebab Wanita Ini Hatinya Terluka
1. Penolakan
Wanita ini mengalami penolakan berkali-kali. Ia tidak ditolak oleh orang yang jauh, ia ditolak orang dekatnya sendiri yaitu suaminya. Orang yang seharusnya mengasihinya, menyayangi dan menerima dirinya apa adanya, justru menolak dan meninggalkannya. Suami yang pertama datang membawa tawa tetapi ia pergi meninggalkan luka.

    Suami yang kedua, dia pikir akan lebih baik dari yang pertama. Ternyata sama saja, ia juga datang membawa tawa tetapi ia pergi meninggalkan luka. Demikianlah hatinya terus terluka sampai suami yang ke 5. Untuk menutupi luka hatinya, ia menjalin hubungan dengan seorang pria tanpa ikatan pernikahan. 

    Wanita ini tidak hanya ditolak oleh suaminya, ia juga ditolak oleh lingkungannya. Ia tidak diterima oleh lingkungannya, ia disisihkan, dikucilkan dan dianggap hina karena kehidupan yang dijalaninya. Sekali lagi hatinya terluka karena penolakan.

    Penolakan demi penolakan dialami, hatinya hancur, tidak ada seorangpun yang mau mengerti dengan apa yang dia alami. Ia memilih diam dalam sunyi, tengah hari mengambil air seorang diri.

    Semua orang ingin diterima, dihargai dan cintai apa adanya, tetapi kenyataan hidup tidak selalu sesuai harapan. Karena kesalahan, kegagalan, kelemahan dan kekurangan yang kita miliki orang menolak kehadiran kita. Kita dianggap rendah, tidak level, tidak layak, kuno, beda, tidak kelas sehingga kita disisihkan dari pergaulan dan hubungan. Kita ditolak, akibatnya hati kita terluka.

    2. Kecewa
    Adalah perasaan tidak puas akibat harapan, keinginan atau ekspektasi yang tidak terwujud.

    Orang bisa kecewa kepada: 

    • TUHAN : doa yang tidak dijawab, pertolongan yang tak kunjung datang, dll
    • Manusia : dikhianati, dibohongi, mengalami perilaku buruk, dll 
    • Keadaan : Keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.

    3. Penderitaan
    Amsal 27:9  
    Minyak dan wangi-wangian menyukakan hati, tetapi penderitaan merobek jiwa. 

    Penderitaan yang berulang, atau tidak kunjung selesai menyebabkan luka hati, merobek jiwa. 

    MENYEMBUHKAN LUKA BATIN
    1. Akui bahwa Anda Terluka
    Yohanes 4:18  
    sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.” 

      Langkah pertama untuk menyembuhkan luka adalah dengan cara mengakuinya bahwa kita terluka. Yesus memuji wanita ini sebab ia berkata benar. Lima laki-laki yang pernah menikah dengan dia sudah diceraikannya, dan sekarang ia tinggal dengan laki-laki yang bukan suaminya sebab mereka hidup bersama tanpa ikatan pernikahan.

      Ada orang berkata: “waktu akan menyembuhkan luka” tetapi saya ingin sampaikan kebenarannya bahwa “Waktu tidak akan pernah menyembuhkan luka, sebaliknya semakin lama, luka semakin parah.” Untuk mengalami kesembuhan luka harus diobati, dan salah satu cara mengobati adalah mengakui. Mengakui luka yang kita alami adalah awal pemulihan yang sejati.  

      Mazmur 41:5
      Kalau aku, kataku: “TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!” 

      Jalan menuju kesembuhan luka batin bukan menutupnya tetapi membukanya, bukan menyembunyikan tetapi mengungkapkan, bukan memendam tetapi melepaskan, bukan menyimpan tetapi menceritakan

      2. Datang kepada Yesus
      Yohanes 4:13-14  
      Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” 

      Yesus berkata: engkau tidak akan mendapat kepuasan, kelepasan, kelegaan dan kesembuhan kalau hanya mengandalkan air dari sumur Yakub. Sumber-sumber duniawi tidak akan pernah memberikan kesembuhan yang sejati, hanya Yesus yang dapat memberikan kita kelepasan dan kebebasan yang sejati.

      Yesus berkata:  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Mat 11:28)

      Di dalam Yesus, Wanita Samaria mendapat kelegaan, dia dilepaskan dari luka hatinya dan dipulihkan hidupnya.

      Itulah yang Tuhan Yesus lakukan. Yesus datang bukan untuk menghakimi, Dia datang untuk mengampuni, Dia tidak mengungkit dosa masa lalu untuk mempermalukan, DIA datang untuk menyembuhkan. Ketahuilah, ketika manusia menjauhi, Yesus justru datang mendekati. Ketika tidak ada seorangpun yang peduli kepadanya, Yesus tetap peduli kepadanya.

      Percayalah, orang yang paling dilukai dunia, biasanya paling dicintai Tuhan.

      Wanita Samaria ini hatinya dilukai oleh suaminya sendiri, tetapi kini ia dicintai oleh TUHAN. Demi menyembuhkan lukanya dari sorga TUHAN menantinya di tepi sumur Yakub.

      Yesus Sang Penyembuh
      Yesaya 53:5  
      Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 

      Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, TUHAN mencari orang yang percaya kepadaNYA meski dipenuhi dengan luka.

      Dari luka menjadi Pelita
      Yohanes 4:28 – 30  
      30 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 

      29  “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” 

      30  Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. 

      Dari seorang wanita yang terluka, kini ia jadi pelita. Wanita yang terluka sekarang ia menjadi pemenang jiwa. Dia tidak hanya sembuh, dia bertumbuh. Jangan remehkan cerita hidupmu, kadang TUHAN memakai orang yang paling terluka untuk menjangkau mereka yang menderita.

      Dari air mata menjadi mutiara
      Bagaimana mutiara dihasilkan? Mutiara dihasilkan dari sebuah kerang yang terluka akibat benda asing yang masuk ke dalamnya. Luka yang menyakitkan membuat kerang mengeluarkan cairan nacre untuk melapisinya. Demikian dari hari ke hari sampai akhirnya cairan itu mengeras dan membentuk sebuah mutiara yang indah.

      Kisahmu mungkin diawali dari luka, tetapi di tangan Tuhan, semua luka disembuhkan, dari luka dipakai untuk menjadi pelita, dari air mata menjadi mutiara.

      Tuhan memberkati. – KJP!

      Arsip Catatan Khotbah