Mazmur 133:1 (TB) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
– Nampak dari luar dan di dalamnya yang tinggal di dalam rumah sama-sama baik dan indah.
– Baik dan Indah, suasana yang penuh berkat Tuhan (Blessed – Diberkati Tuhan)
– Rumah Tangga yang rukun, harmonis dan tidak ada drama keluarga.
APAKAH DRAMA ITU?
- Merupakan cerita yang menarik, penuh konflik.
- Pemerannya dibayar mahal
- Drama di dunia nyata tidak menarik (karena melelahkan, menguras energi, membuat terluka, kecewa, kepahitan
- Akhirnya kehilangan kasih (anggur sukacita dalam pernikahan)
- Dan kita tidak bisa membangun ‘Bisnis’ yang kuat.
PERJALANAN KE MAKEDONIA
2Kr_7:5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan.
Kita harus menyadari bahwa kita tinggal di dalam dunia yang bermasalah. Meskipun perjalanan ini sudah dalam Kehendak Tuhan, bukan berarti tidak ada masalah. Terkadang ada masalah yang tak terhindarkan. Namun ada masalah yang bisa dihindari agar tidak terjadi, apalagi dalam keluarga. Hidup itu sudah banyak masalah, jangan ditambahi lagi dengan “drama keluarga.”
MENJADI KELUARGA YANG BEBAS DRAMA
SIAPA PEMERANNYA?
1. IBLIS
Dia membuat drama dalam rumah tangga Adam dan Hawa di taman Eden
– Padahal di Eden Manusia tidak kekurangan apapun.
– Iblis menyerang kehendak bebas manusia (Hawa)
– Dimulailah “drama” keluarga, masalah demi masalah terjadi kepada manusia pertama
Bagaimana jalan keluarnya?
– “Tunduklah” kepada Allah, kepada otoritas Allah. Orang yang tunduk di bawah otoritas Allah terlindung dari kuasa Iblis.
– Lawan Iblis. Ini berbicara tentang peperangan rohani. Lawan iblis di dalam doa-doa kita.
2. TUHAN
– Tuhan yang menyebabkan atas keluarga Yusuf dan Maria (kehendak Tuhan)
– Maria mengandung, sebelum menjadi istri Yusuf. Mulailah drama keluarga.
– Hal ini terjadi karena ketidakmengertian Yusuf yang berkehendak menceraikan Maria.
Bagaimana jalan keluarnya?
– Allah mengijinkan ini terjadi, Allah turut campur tangan dan mengubahnya menjadi kebaikan bagi Yusuf.
– Iblis mencobai Ayub, Yoh 10:10; namun Allah turut bekerja di dalamnya. Roma 8:28
3. Hawa Nafsu, Yakobus 4:1-2; 1 Yoh 2:16)
– Dari keinginan kita yang menjadi hawa nafsu yang tak terkendali
– 1 Yoh 2:16 – Dari keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup (Pertengkaran – siapa yang menang?)
Bagaimana jalan keluarnya? Berdoalah.
“Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.” Yakobus 4:2b
APA PENYEBABNYA?
Terkadang munculnya drama keluarga dari:
1. Ketidakmengertian tentang perbedaan antara suami istri (bahasa kasih, temperamen, latar belakang, nilai, masa lalu, kebiasaan yang berbeda)
– Rasa tidak puas kepada pasanganlah yang melahirkan tuntutan demi tuntutan terjadi.
– Kita harus memyadari bahwa tidak mudah 2 pikiran menjadi 1 pemikiran
– Hanya Tuhan yang bisa memberi kepuasan. Hanya Tuhan yang bisa mengubah pasangan kita bukan tuntutan kita.
2. Kalah berarti disalahkan.
Terkadang tidak ada yang mau mengalah dalam pertengkaran. Ada pepatah Jawa yang berkata ‘Sing waras ngalah’.
Sadari kebutuhan pasanganmu berbeda dengan dirimu. Dengan demikian kita bisa menerima perbedaan.
Roma 12:18
“Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.”
Tuhan Yesus memberkati