CONTOH KEHIDUPAN – Oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2,3 – Minggu, 26 November 2023)

Pendahuluan
Ada begitu banyak contoh kehidupan yang ditulis dalam Alkitab yang berguna sebagai bahan koreksi bagi kehidupan setiap orang percaya. Contoh kehidupan dapat diambil dari kehidupan satu bangsa, satu komunitas, satu keluarga bahkan dari pengalaman hidup setiap pribadi yang ditulis di dalam Alkitab. Salah satu ayat yang menuliskan tentang hal contoh kehidupan ada dalam  1 Korintus 10:11“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”

Ayat ini menyinggung soal kehidupan bangsa Israel. Namun demikian dalam ulasan ini kita tidak membahas bangsa Israel untuk menjadi contoh kehidupan, tetapi kita akan belajar dari model kehidupan beberapa murid Yesus. Dari beberapa murid Yesus ada yang kehidupannya sangat menarik untuk dicermati sebagai contoh kehidupan diantaranya  Petrus, Tomas, Yohanes dan Yakobus, Yudas Iskariot.

Petrus : Yang dikenal sebagai seorang yang banyak ngomong tetapi pada akhirnya menyanggkal Yesus.   
Tomas : Dikenal sebagai seorang yang mau percaya asal melihat bukti dulu.
YOHANES Dan YAKOBUS  : Si kembar anak Boanerges yang secara diam-diam ternyata ingin menjadi yang unggul dari lainnya dengan cara yang salah.
Yudas Iskariot : Dikenal sebagai penghianat yang menjual Yesus.
Tipe-tipe dari murid-murid Tuhan yang seperti mereka ini, akan selalu ada sampai akhir zaman.

I. FAKTA MENGENAI PETRUS
Ada tiga fakta mengenai Petrus :     
1. Tidak konsisten.
2. Tidak berpikir Panjang.  
3. Berlagak tahu.  

PETRUS TIDAK KONSISTEN
Dalam percakapannya dengan Yesus, ketika Yesus mengungkapkan tentang penderitaan yang harus Ia tanggung, Yesus mengatakan bahwa iman murid-murid akan alami goncangan karena hal itu. Petrus menanggapinya dengan pernyataan yang kelihatannya heroik.

Matius 26:33-34“ Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak. Yesus berkata kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Yesus menaggapi pernyataan Petrus dengan jelas bahwa Petrus justru akan menyangkali Dia sebelum ayam berkokok. Tetapi Petrus tetap bersikukuh pada pendiriannya.

Matius 26:35“Kata Petrus kepada-Nya: Sekalipun aku harus mati Bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau. Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.”    

Dengan penuh keyakinan Petrus menyanggah apa yang dikatakan Yesus tentang dirinya, yang juga diikuti oleh murid-murid yang lainnya.  Hasilnya ? Alkitab dengan jujur menuliskan secara detail bagimana Petrus menjadi murid yang paling pengecut tidak sesuai dengan pernyataannya. Ia menyangkal kenal Yesus sampai tiga kali, bahkan untuk yang ketiga kalinya Petrus pakai sumpah segala untuk menyatakan bahwa Ia tidak kenal Yesus.

PETRUS TIDAK BERPIKIR PANJANG. 
Ini terjadi dalam peristiwa penangkapan Yesus.  Petrus tanpa pikir panjang ia melakukan hal yang salah

Yohanes 18:10“Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Iman Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.”  Tanpa bertanya dan tanpa perintah, Petrus menghunus pedangnya dan mengayunkannya kepada hamba Imam Besar yang mau menangkap Yesus, pedang itu mengenai telinga Malkus hamba Imam Besar dan memutuskan telinganya. Hal ini membuat Yesus marah dan memerintahkan Petrus untuk segera menyarungkan kembali pedangnya.  Meski tujuannya untuk membela Yesus namun perbuatan Petrus yang tidak berpikir panjang, justru menciderai apa yang sudah Allah rancangkan mengenai proses penangkapan Yesus untuk menggenapi karya penebusan-Nya di kayu salib, tidak ada acara main potong telinga segala. Puji Tuhan, Yesus segera mengembalikan telinga Malkhus dan menjadi pilih tanpa ada bekas luka sedikitpun, dan itu menjadi mujizat yang ajaib.

PETRUS BERLAGAK TAHU
Saat Yesus memberitakan tentang penderitaan yang harus Ia tanggung,  Ia akan ditangkap, dibunuh tetapi akan dibangkitkan pada hari ketiga. Meskipun ia tidak memahami maksud mengapa Yesus harus alami semuanya itu, Petrus dengan sembrono menarik tangan Yesus kesamping, dan dengan berlagak tahu mengatakan bahwa hal itu sama sekali tidak boleh terjadi dalam diri Yesus. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus : Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang apa dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia (Matius 16:21-23). Yesus menghardik Petrus dengan sebutan Iblis, bukan berarti Petrus menjadi Iblis, tetapi pemikiran Petrus yang dikuasai ide dari Iblis sehingga menjadi batu sandungan yang mencoba menghalangi rencana penebusan Allah melalui Yesus.

Petrus melakukan kekeliruan dan kesalahan yang besar, tetapi kekeliruan dan kesalahan Petrus ini justru akan menjadi tren di akhir zaman ini.  2 Timotius 3:1,4“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar :  (Manusia akan) Suka menghianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa napsu dari pada menuruti Allah.”

II. FAKTA MENGENAI TOMAS
Tomas adalah tipe orang yang mau percaya kalau sudah melihat buktinya dulu, meskipun ia bersama dengan Yesus mendengar langsung perkataan Yesus bahwa Ia akan disalibkan, dikuburkan dan bangkit pada hari ke tiga, tetapi itu semua tidak cukup untuk menyakinkan dirinya untuk percaya bahwa benar Yesus memang sudah bangkit dan hidup, ia tetap minta bukti.

Yohanes 20:25“Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: Kami telah melihat Tuhan! Tetapi Tomas berkata kepada mereka: Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Yesus memenuhi permintaan Tomas yang sangat terkejut ketika Yesus hadir dalam pertemuan para murid berikutnya. Bagaimana tanggapan Yesus terhadap Tomas ?  Yohanes 20:29 – “Kata Yesus kepadanya: Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”  Yesus tidak menyalahkan percaya karena melihat, tetapi dikatakan berbahagia bagi orang yang percaya meskipun tidak melihat, karena memang pengikut Tuhan itu hidup karena percaya bukan karena melihat (2 Korintus 5:7). Rasul Petrus juga mendukung hal itu seperti yang ia tuliskan dalam  1 Petrus 1:8.

III. FAKTA MENGENAI YOHANES DAN YAKOBUS.
Mereka merupakan anak kembar dari Boanerges. Mereka secara tersembunyi memiliki keinginan untuk menjadi yang  TER dan yang PALING dari murid-murid lainnya. Keinginan apa ? Keinginan untuk mendapatkan kedudukan ketika nanti Yesus memerintah sebagai Raja, tanpa memikirkan rekan murid-murid lainnya. Karena mereka tidak berani menyampaikannya sendiri, mereka meminta ibunya untuk menyampaikannya kepada Yesus. (Matius 20:20-21). Keinginan yang ambisius dan keliru ini membawa dampak yang buruk kepada murid-murid lainnya. 

Lukas 9:46“ Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.”  

Para murid yang lain jadi kehilangan motivasi yang benar sebagai murid-murid Yesus, semuanya berambisi untuk menjadi yang terbesar sampai dipertengkarkan. Yesus tidak menyalahkan keinginan menjadi yang terbesar, dan Yesus menunjukkan bagaimana caranya untuk mewujudkan hal itu. Pertama : Masuk surga dulu, dan untuk bisa masuk ke sana harus bertobat dulu dan menjadi seperti anak kecil. Artinya memiliki kemurnian hati, hidupnya sepenuhnya bergantung kepada bapanya, ia tidak memilih tempat semaunya, tetapi menurut kepada bapanya dimanapun ia ditempatkan. Sedang untuk menjadi yang terbesar, harus merendahkan diri seperti anak kecil. Artinya memilki ketulusan dan kerendahan hati yang tidak dibuat-buat, ia mempercayai penuh bapanya ditempat manapun ia ditempatkan.  ( Matius 18:1-5 ).

IV. FAKTA MENGENAI YUDAS ISKARIOT
Ia memanipulasi kasih atau mengatasnamakan kasih untuk kepentingan diri sendiri.  Yudas mengkritik Maria yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang mahal harganya, dengan menilainya sebagai pemborosan yang sia-sia. Ia memberi anjuran seandainya minyak itu diuangkan dijual, uangnya bisa diberikan uhtuk bantuan kepada orang-orang miskin. Kelihatannya sangat baik usulannya karena bernuansa kasih, memberi kepada orang miskin. Namun kemudian Alkitab dengan jujur mengatakan bahwa, Yudas mengatakan hal itu bukan karena murni ingin memperhatikan orang-orang miskin, tetapi memiliki motivasi jahat untuk uangnya, karena ia ternyata biasa mencuri uang kas pelayanan yang Tuhan percyakan kepadanya. (Yohanes 12:3-6.) Hal keji lainnya yang Yudas lakukan adalah Ia menjual Yesus dengan bungkus ciuman kasih hanya demi tiga puluh uang perak. Ciuman palsu yang mematikan. (Matius 26:47-50)

Waspadalah contoh-contoh kehidupan dari murid-murid Yesus ini akan selalu ada, tetapi jangan sampai kita terhanyut menjadi seperti mereka. Jadikan pelajaran dan peringatan kita yang hidup di akhir zaman ini.

Arsip Catatan Khotbah